Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KULIT PADA KUCING MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR BERBASIS ANDROID
Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh kucing yang menjembatani antara tubuh
dan lingkungan eksternal. Selain itu, kulit adalah sebuah cerminan kesehatan
kucing secara normal serta dapat dijadikan sebuah indikasi terdapatnya suatu
penyakit kulit pada kucing. Dokter hewan (veterinarian) spesialis kucing umumnya
membuka praktek hanya dikota-kota besar saja, dan tidak ada sama sekali untuk
wilayah kecil seperti pedesaan, akibatnya tidak sedikit para pemilik kucing yang
terlambat memberikan pengobatan untuk penyakit kulit dari gejala pertama. Sistem
pakar atau expert system merupakan suatu perangkat lunak (software) atau sistem
informasi yang mempunyai seputar ilmu dari seorang pakar mengenai suatu bidang
tertentu. Mudahnya, sistem pakar adalah suatu program komputer yang bisa meniru
keahlian dari seorang pakar, seperti dokter, dan psikolog dalam mendiagnosa suatu
penyakit.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Certainty Factor atau factor
kepastian. Metode ini sangatlah cocok dalam proses diagnosa penyakit, karena
Certainty Factor adalah suatu metode yang berguna untuk mengatasi permasalahan
yang memiliki tingkat ketidakpastian dalam jawabannya. Ketidakpastian dapat
didefinisikan sebagai kurangnya pengetahuan yang tepat dan memungkinkan kita
untuk mencapai kesimpulan yang dapat diandalkan secara sempurna. Hasil dari
penelitian metode certainty factor dapat diaplikasikan dalam sistem pakar yang
telah dibuat dengan akurasi yang telah divalidasi oleh pakar terhadap 20 data uji
baru dengan nilai akurasi sebesar 100%, hal ini menyatakan bahwa aplikasi Sistem
Pakar Diagnosa Penyakit Kulit Pada Kucing layak untuk digunakan
ANALISIS SERVICE QUALITY DAN PROMOSI TERHADAP KEPUASAN PASIEN DENGAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI PUSKESMAS WILAYAH KABUPATEN JEMBER
ABSTRACT
Quality health services are still far from the expectations of the community, so Law of the Republic of Indonesia No. 23 of 1992 concerning health emphasizes the importance of efforts to improve the quality of health services, especially at the health center level. This study aims to determine and analyze the effect of service quality and promotion on patient satisfaction, both directly and indirectly through Quality Function Deployment. This study uses a quantitative descriptive research type. The population in this study were all patients who visited the Health Centers throughout Jember Regency in 2023 amounting to 2,691 and the number of samples was determined to be 160 respondents. Sampling used proportional samples and accidental random sampling. The data analysis technique used was Partial Least Square (PLS) using the WarpPLS 7.0 application. The results of the study showed that there was a significant effect of service quality on patient satisfaction, but the effect of service quality on quality function deployment was not significant. There was a significant effect of promotion both directly and indirectly through quality function deployment. There was a significant effect of quality function deployment on patient satisfaction.
Keywords : service quality; promosi; quality function deployment; and patient satisfactio
Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Berbasis MIcrosoft Access untuk Optimalisasi Persediaan Barang Pada Usaha Agroindustri Koplak Food Kecamatan Ajung
Perkembangan teknologi informasi telah memberikan dampak yang signifikan di berbagai bidang, termasuk akuntansi. Dalam akuntansi, penggunaan sistem informasi berbasis teknologi dapat membantu bisnis mengelola persediaan dengan lebih efisien dibandingkan sistem manual.Namun, UMKM Koplak Food masih menggunakan sistem manual dalam pencatatan persediaannya, yang menyebabkan data-data penting hilang, pencatatan dan perhitungan yang tidak optimal serta rentan terjadinya human error. Untuk mengatasi masalah tersebut, dibuatlah perancangan sistem informasi akuntansi persediaan menggunakan aplikasi Microsoft access pada UMKM Koplak Food. Selain itu juga menganalisis sistem dan prosedur persediaan yang diterapkan oleh UMKM Koplak Food. Perancangan desain sistem persediaan ini menggunakan
metode perancangan desain siklus hidup pengembangan sistem (systems development life cycle) yang memiliki beberapa tahapan yakni tahapan analisis sistem, desain sistem,
implementasi sistem, operasi dan pemeliharaan. Berdasarkan analisis sistem persediaan pada UMKM Koplak Food masih menggunakan sistem manual dan perhitungan stok kurang tepat. UMKM Koplak Food menggunakan dokumen pemesanan bahan, catatan produksi, catatan penjualan dan persediaan produk secara manual. Maka untuk mengoptimalkan efisiensi dan efektifitas dalam bekerja diperlukan sistem persediaan yang terkomputerisasi. Dan untuk menghindari adanya kerusakan sistem perangkat lunak, diperlukan pemeliharaan sistem yang berfokus dalam pembaharuan data secara rutin, pelatihan yang memadai dan melakukan back up data agar data yang sudah diinputkan tidak mudah rusak ataupun hilang
ANALISIS YURIDIS TERHADAP PENGAWASAN PEREDARAN DAN PENJUALAN MINUMAN BERALKOHOL DI KABUPATEN BANYUWANGI BERDASARKAN PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 3 TAHUN 2022 TENTANG PENGAWASAN PENGENDALIAN PEREDARAN DAN PENJUALAN MINUMAN BERALKOHOL
Salah satu permasalahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Banyuwangi yaitu aksi penolakan keberadaan toko miras yang dilakukan masyarakat Desa Purwosari, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Miras yang diperjual belikan toko miras Banyu Roso dianggap menjadi pemicu aksi kriminalitas. Masyarakat Desa Purwosari, Kecamatan Tegaldlimo tersebut menolak dikarenakan toko miras tersebut berdekatan dengan sekolah, tempat ibadah dan pesantren, hal tersebut melanggar perda yang ada. Menurut permasalahan seperti yang diuraikan, peran masyarakat terkait pengawasan penjualan minuman beralkohol memiliki peran penting. Dikarenakan dengan adanya peran masyarakat penjual yang melanggar terkait ketentuan peraturan yang ada dapat diminimalisir maupun dicegah. Berdasarkan ketentuan Pasal 13 ayat (2) Peraturan Bupati Banyuwangi Nomor 3 Tahun 2022, menyatakan bahwa : “Bupati dalam melaksanakan pengawasan dan pengendalian peredaran minuman beralkohol membentuk Tim terpadu dengan melibatkan unsur perangkat daerah, aparat kepolisian, instansi vertikal, dan tokoh agama serta tokoh masyarakat.” Akan tetapi, masyarakat akan lebih efektif jika melakukan pengawasan secara langsung terhadap peredaran dan penjualan minuman beralkohol, sehingga penegakan hukum terhadap oknum yang melanggar dapat ditangani dengan cepat
STRATEGI KOMUNIKASI KEPEMIMPINAN ORGANISASI HUJAN API PADA ACARA JEMBER TEMPOE DOELOE
Dalam suatu organisasi tentunya mempunyai kepemimpinan yang baik dengan menggunakan strategi yang tepat dan tersusun, sebagai mana yang dilakukan oleh Hujan Api dalam membuat acara Jember Tempoe Doeloe. Dengan mempunyai strategi kita dapat mencapai tujuan dengan lebig efektif. Laporan ini menjelajahi proses pembuatan acara Jember Tempoe Doeloe yang dibuat oleh Organisasi Hujan Api dan mengetahui strategi yang digunakan seperti startegi komunikasi organisasi dalam kepemimpinan Hujan Api. Tujuan utama laporan adalah memberikan pemahaman tentang strategi dan hambatan komunikasi organisasi dalam kepemimpinan yang efektif guna mempermudah dalam pembuatan suatu acara. Metode Laporan menggunakan kualitatif deskriptif, diharapkan memberikan informasi dengan detail dan mendalam tentang strategi yang efektif dalam proses acara Jember Tempoe Doeloe dengan menggunakan komunikasi organisasi dan kepemimpinan yang tepat. Hasil laporan menunjukkan bahwa Komunikasi dan koordinasi dalam Organisasi berperan penting dalam proses strateginya, karena hal ini akan mempengaruhi kelancaran acara dan resiko acara. Kepemimpinan yang digunakan adalah kepemimpinan demokratis yang mengharuskan semua anggota Hujan Api turut andil dalam mengambil suatu keputusan, ide maupun masukan. Strategi tersusun dengan beberapa tahap seperti perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan. Laporan ini memberikan pemahaman lebih dalam tentang bagaimana strategi komunikasi kepemimpinan organisasi dapat menjadi pembelajaran dan kunci sukses untuk organisasi lain dalam membuat suatu acara edukasi.
Kata Kunci: Komunikasi Organisasi, Kepemimpinan, Jember Tempoe Doeloe
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Servant dan Fasilitas terhadap Tingkat Kepuasan Masyarakat dengan Inovasi Pelayanan sebagai Variabel Intervening (Studi pada Kelurahan Se Kabupaten Jember)
Gaya kepemimpinan servant dan fasilitas kerja merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan servant dan fasilitas kerja terhadap kepuasan masyarakat dengan inovasi pelayanan sebagai variabel mediasi. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah 142 warga masyarakat di 22 Kelurahan di Kabupaten Jember. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan software WarpPLS 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan servant berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung melalui inovasi pelayanan. Fasilitas kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung melalui inovasi pelayanan. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan kualitas gaya kepemimpinan servant dan penyediaan fasilitas kerja yang memadai untuk mendorong inovasi pelayanan publik yang pada akhirnya akan meningkatkan kepuasan masyarakat
Pengaruh Budaya Organisasi, Kompensasi, dan Pengembangan Karir terhadap Talent Retention dengan Keterlibatan Pegawai sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus pada Pemerintah Kabupaten Jember)
MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DI SMA BIMA AMBULU JEMBER
Tujuan dari penelitian ini adalah menidentifikasi dan menganalisis minat siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga di sekolah. Penelitian dilakukan dengan survey. Sampel dari penelitian ini merupakan siswa-siswi kelas XI IPA SMA Bima Ambulu yang melibatkan 150 siswa. Instrumen dalam penelitian yaitu menggunakan kuesioner angket beupa goole form yang terdiri dari 22 pertanyaan yang telah memenuhi kriteria dan mencakup tentang faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik siswa terhadap minat pembelajran pendidikan jasmani olahraga. Peneltitian ini menggunakan purposive sampling dengan pemilihan sampel yang sesuai dengan ketentuan dan kriteria yang di butuhkan oleh peneliti. Hasil survey menunjukkan bahwa minat siswa untuk mengikuti pembelajaran penjas berada dalam kategori sedang dengan persentase mencapai 40%. Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa dalam mengikuti pembelajran penjas sangat berpengaruh terhadap berlangsungnya proses pembelajran siswa dalam mengikuti pembelajran didalam sekolah. Penelitian ini dapat menjadi rekomendasi agar dpat meningkatkan kualitas pembelajran melalui variasi metode pengajran dan juga dapat meningkatkan fasilitas olahraga disekolah
(Similarity) Implementasi Manajemen Bandwidth Simple Queue Sebagai Optimalisasi Layanan Jaringan Internet Warga Menggunakan Metode NDLC
Dusun Krajan salah satu wilayah di Kabupaten Jember telah dibangun jaringan RT-RW Net yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat atau warga disana dalam memanfaatkan jaringan internet untuk keperluan pendidikan, pekerjaan dan lain sebagainya dengan biaya yang relatif murah. Namun terdapat permasalahan yaitu penggunaan jaringan internet sering kali menyebabkan buffering bahkan jaringan menjadi down jika digunakan secara bersamaan karena bandwidth yang tidak dibatasi di masing-masing pengguna atau client. Solusinya adalah perlu dilakukan manajemen bandwidth simple queue. Langkah-langkah penyelesaian pada penelitian ini menggunakan metode Network Development Life Cycle (NDLC). Menghasilkan penelitian bahwa manajemen bandwidth simple queue yang sudah dilakukam dapat diterapkan pada infrastruktur jaringan RT/RW Net yang telah dibangun, terbukti ketika melakukan pengujian bandwidth tidak ada bandwidth yang melebihi batas maksimal yang telah ditentukan yaitu bandwidth 20 Mbps yang diberikan oleh ISP dibagi menjadi 5 Mbps untuk Admin dan untuk masing-masing client mmendapatkan bandwidth 3 Mbps, serta ketika dilakukan pengujian kualitas jaringan berdasarkan perhitungan QoS dapat dikategorikan bagus