Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
ANALISIS GEOMETRIK ALINYEMEN HORIZONTAL TERHADAP PENGARUH TINGKAT KEMIRINGAN ELEVASI RUAS JALAN KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER
Penelitian ini akan mengkaji bagaimana bermacam-macam tingkat kemiringan
elevasi di ruas jalan Sumbersari Kabupaten Jember memiliki ruas jalan yang tidak
hanya menghubungkan antarwilayah tetapi juga melintasi area dengan tingkat
kemiringan elevasi yang tidak sama. Salah satu ruas jalan yang menunjukkan
karakteristik ini adalah ruas jalan Kecamatan Lebih lanjut, desain tikungan (jari-jari
lengkung horizontal) harus mempertimbangkan gaya sentrifugal dan superelevasi
yang sesuai agar kendaraan dapat melaju dengan aman tanpa tergelincir atau keluar
jalur, terutama saat melintasi area, diantaranya ada 6 titik lokasi di kecamatan
sumbersari kabupaten jember dengan perbedaan elevasi diantaranya Jln.Tidar, Jln.
Tawang Mangu, Jln. Danau Toba 1, Jln. Danau Toba 2, Jln. Antirogo 1, Jln. Antirogo
2.
Data primer yaitu data yang didapat oleh perencana untuk maksut khusus
menyelesaikan permasalahan yang sedang ditangani. pengambilan data dilakukan
langsung di lapangan dimana lokasi penelitian dilakukan dengan bantuan alat
Theodolite. Jadi dari hasil perhitungan geomerik mendapatkan nilai perhitungan
panjang tikungan (Lc), superelevasi (c) jarak dari titik tengah busur lingkaran (Ts)
panjang busur (Es) sehingga dari semua keenam lokasi yang ada di kecamatan
sumbersari menghasilkan jenis tikungan yang di sebut Spiral-Circle-Spiral (SCS).
Dari hasil analisis terdapat adannya ketidaksesuaian eksisiting superelevasi dengan
kecepatan rencana 50 km/jam disetiap enam lokasi dikecamatan sumbesari,
superelevasi eksisting pada lokasi 1 yaitu 7,9%, lokasi 2 yaitu 7,4%, lokasi 4 yaitu
8,4%, lokasi 5 yaitu 8,3%, sesuai dengan surat edaran Direktorat Jendral Bina marga
dengan superelevasi jalan maksimum 8%. adapun ketiksesuaian eksisiting terdapat 2
lokasi,yaitu lokasi 3 yaitu 9,1% dan lokasi 6 yaitu 9,3% yang tidak sesuai dengan
Direktorat Jendral Bina marga
Survei Tingkat Serangan Hama dan Penyakit Tanaman Kakao Pada Lahan Pengembangan Baru Petani di Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember
RAIS WIDIYANTO, SURVEI TINGKAT SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN KAKAO PADA LAHAN PENGEMBANGAN BARU KAKAO PETANI DI KECAMATAN KENCONG, KABUPATEN
JEMBER”. Di bawah bimbingan Ir. Oktarina, M.P sebagai dosen pembimbing utama, dan Ir. Hudaini Hasbi, M.Sc.Agr sebagai dosen pembimbing anggota
Pengembangan lahan kakao baru oleh petani di Jawa Timur khususnya di Jember menjadi strategi penting dalam peningkatan produksi kakao nasional, Namun keberhasilan budidaya sangat dipengaruhi oleh keberadaan hama dan penyakit tanaman yang dapat menurunkan produktivitas tanaman dan mutu hasil panen secara nyata apabila tidak di kelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi tingkat serangan berupa intensitas dan insidensi serangan hama penyakit tanaman kakao pada lahan pengembangan baru di Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Empat jenis OPT yang diamati adalah Penggerek Buah Kakao/Cocoa Pod Borer (Conopomorpha cramerella), Kepik Penghisap Buah Kakao (Helopeltis bradyii), dan Penyakit Busuk Buah Kakao(Phytophthora palmivora), dan Penyakit Pembuluh Kayu/Vascular Streak Dieback (VSD) (Ceratobasidium theobromae). Survei terhadap intensitas serangan dan insidensi hama dan penyakit utama di fase awal lahan pengembangan baru menjadi kunci awal untuk tindakan pengendalian yang tepat dan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan metode purposive random sampling dengan survei langsung di lahan petani pada empat lokasi kepemilikan petani berbeda yang memiliki umur 4-7 tahun kemudian dipilih 10% tanaman contoh atau 16 tanaman setiap lokasi.
Hasil penelitian menunjukan dari empat lokasi pengamatan bahwa pada hama Penggerek Buah Kakao (PBK) intensitas dan insidensi 0%. Hal ini diduga karena penggunaan klon unggul tahan PBK dan penerapan teknik pengendalian PBK yaitu P3S (Panen Sering, Pemangkasan, Pemupukan dan Sanitasi). Pada hama kepik penghisap buah kakao, insidensi serangan tertinggi lokasi kebun 2 (kebun Bapak Kusni) sebesar 41,13% dengan intensitas serangan 22,70%. Sedangkan serangan terendah di lokasi kebun 3 (Bapak Untung) dengan insidensi serangan sebesar 2,52%, intensitas sebesar 2,31%. Tingginya tingkat serangan hama kepik penghisap di lokasi 2 diduga karena minimnya penaung dan minimnya pengendalian yang dilakukan. Pada penyakit busuk buah insidensi serangan tertinggi pada lokasi kebun 3 (Bapak Untung) sebesar 0,83% dengan intensitas 0,25%. Sedangkan serangan terendah di lokasi 4 (Bapak Muhid) insidensi sebesar 0,15% dengan intensitas 0,27%. Hal ini diduga karena penggunaan klon yang tidak tahan serangan penyakit busuk buah. Pada penyakit Pembuluh Kayu Kakao atau VSD serangan tertinggi di lokasi di lokasi 4 (Bapak Muhid) dengan insidensi 25% kategori sedang dengan intensitas 29,17% kategori serangan agak berat. Serangan VSD tidak ditemukan pada tiga lokasi lainnya. Adanya serangan VSD di lokasi 1 diduga karena tertular dari spora penyakit VSD di pertanaman kakao hibrida asalan yang lokasinya berdekatan dengan lokasi 4
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL SUAMI TERHADAP TINGKAT STRES PENGASUHAN IBU BEKERJA
INTISARI
Ibu bekerja yang memiliki anak usia dini sering menghadapi tantangan ganda,
yaitu tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab pengasuhan, kondisi ini dapat
memicu munculnya stress. Dukungan suami dapat menurunkan tingkat stres
pengasuhan karena memberikan rasa aman, meningkatkan kepercayaan diri, serta
meringankan beban peran yang dihadapi ibu. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh dukungan sosial suami terhadap tingkat stres pengasuhan
pada ibu yang bekerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan
kuantitatif regresi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sampel
jenuh karena hanya berjumlah 90 orang dari seluruh populasi. Instrumen yang
digunakan adalah skala dukungan sosial suami dan Parenting Stress Index Short
Form yang disebarkan menggunakan Goolge Form. Hasil uji validitas
menunjukkan bahwa seluruh item memiliki nilai korelasi > 0,3 dan signifikan
pada taraf 5% untuk skala stress pengasuhan dengan nilai reliabilitas Cronbach’s
Alpha sebesar 0,952 dan 29 item valid pada skala dukungan sosial suami dengan
nilai reabilitas 0,861 yang berarti instrumen dinyatakan valid dan reliabel. Hasil
analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05),
Dimana H0 diterima. Artinya ada pengaruh yang signifikan antara dukungan
sosial suami dengan tingkat stress pengasuhan ibu bekerja. Nilai koefisien regresi
sebesar -1,030 artinya semakin rendah dukungan sosial suami maka akan
mempengaruhi tingginya tingkat stress yang dirasakan ibu bekerja. Dengan
persentase pengaruh R Square sebesar 36,9%. Hasil deskriptif menunjukkan
sebanyak 70% responden mengalami tingkat stress pengasuhan yang tinggi dan
60% berada pada tingkat dukungan sosial suami yang rendah
GAMBARAN TAHAP PERUBAHAN PERILAKU WARGA BINAAN PENGGUNA NARKOBA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA JEMBER
Penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan yang kompleks yang tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis individu, tetapi juga mempengaruhi kehidupan sosial dan menimbulkan konsekuensi hukum. Warga binaan pengguna narkoba di lembaga pemasyarakatan merupakan kelompok yang rentan, sehingga diperlukan pemahaman mengenai kesiapan mereka dalam melakukan perubahan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Tahap Perubahan Perilaku Warga Binaan Pengguna Narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jember berdasarkan teori Stage of Change. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Metode analisis data menggunakan uji statistik deskriptif. Metode pengumpulan data diukur menggunakan instrumen University of Rhode Island Change Assessment (URICA) yang terdiri dari empat tahap, yaitu pre-contemplation, contemplation, action dan maintance dari Buku Petunjuk Pelaksanaan Layanan Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) (2019) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa indonesia. Sampel penelitian yaitu 160 warga binaan pengguna narkoba yang sedang menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada tahap kontemplasi (84,4%), diikuti tahap pre-kontemplasi (13,8%), aksi (1,3%) dan pemeliharaan (0,6%). Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar warga binaan telah memiliki kesadaran akan dampak negatif penggunaan narkoba dan berniat untuk berubah, namun belum banyak yang mengambil langkah konkret atau mempertahankan perilaku baru. Hal ini sejalan dengan teori Stage of Change yang memandang perubahan perilaku sebagai proses bertahap yang memerlukan dukungan dan intervensi berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pihak lembaga pemasyarakatan dalam merancang program pembinaan yang sesuai khususnya untuk mendorong transisi dari tahap kontemplasi menuju aksi dan pemeliharaan
PENGARUH EDUKASI CERAMAH DAN ROLE PLAY 5D TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA REMAJA DI SMPN 6 JEMBER
Latar belakang dan tujuan: Kekerasan seksual pada remaja merupakan masalah serius yang terus meningkat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Jember. Kurangnya pengetahuan, sikap, dan keterampilan remaja dalam mengenali serta mencegah kekerasan seksual menjadi faktor utama tingginya angka kejadian. Diperlukan pendekatan edukatif yang efektif dan partisipatif untuk meningkatkan kemampuan remaja dalam upaya pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi ceramah dan role play 5D terhadap perilaku pencegahan kekerasan seksual pada remaja, yang meliputi aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi Sebanyak 235 siswa kelas 7 SMPN 6 Jember. Sampel terdiri dari 68 siswa kelas VII di SMPN 6 Jember yang dipilih melalui teknik Purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mengukur aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-Test. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada ketiga aspek setelah dilakukan edukasi. Nilai p pada variabel pengetahuan adalah p= 0,000, pada variabel sikap p= 0,000, dan pada variabel tindakan p = 0,000. Seluruh nilai p berada di bawah tingkat signifikansi 0.05, yang berarti terdapat perbedaansignifikan antara skor pretest dan post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi metode ceramah dan role play 5D efektif dalam meningkatkan kemampuan remaja untuk mengenali dan mencegah kekerasan seksual. Simpulan dan Implikasi: Metode ini mendorong proses pemahaman melalui penyampaian informasi dan praktik secara langsung, sejalan dengan pendekatan Health Promotion Model (HPM) yang menekankan pentingnya pengalaman belajar aktif dalam perubahan perilaku kesehatan
Hubungan Self Awareness dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Paru Jember
Keberhasilan terapi tuberkulosis paru sangat dipengaruhi oleh kepatuhan minum obat pasien dalam menjalankan pengobatan. Salah satu faktor yang turut berkontribusi terhadap kepatuhan tersebut adalah tingkat self awareness pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan self awareness dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di Rumah Sakit Paru Jember. Metode yang digunakan adalah desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien tuberkulosis paru di Rumah Sakit Paru Jember yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 49 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji Spearman Rank untuk mengetahui hubungan antara self awareness dengan kepatuhan minum obat. Didapatkan mayoritas reponden memiliki self awareness baik sebanyak 29 responden (59,2%) dan mayoritas kepatuhan minum obat sebanyak 22 reponden (44,9%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self awareness dengan kepatuhan minum obat (nilai p = 0,001 < 0,05) dengan kategori korelasi kuat dan arah korelasi positif (0,617). Self awareness yang baik berkontribusi positif terhadap kepatuhan pasien dalam minum obat. Tenaga kesehatan perlu mengembangkan program edukasi untuk meningkatkan self awareness dalam mendorong keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru.
Kata kunci : Kepatuhan Minum Obat, Self Awareness, Tuberkulosis Par
PENGARUH LINGKUNGAN AKADEMIK, DUKUNGAN SOSIAL, DAN EKSPEKTASI KARIR TERHADAP MINAT MAHASISWA AKUNTANSI DALAM MEMILIH KARIR SEBAGAI AKUNTAN PUBLIK (Studi Kasus Pada Mahasiswa Akuntansi PTN dan PTS di Kabupaten Jember)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan akademik, dukungan sosial, dan ekspektasi karir terhadap minat mahasiswa akuntansi dalam memilih karir sebagai akuntan publik. Latar belakang penelitian ini didorong oleh masih rendahnya jumlah akuntan publik di Indonesia dibandingkan dengan kebutuhan di dunia kerja, sehingga penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memengaruhi ketertarikan mahasiswa meniti karir di bidang ini. Penelitian dilakukan pada mahasiswa program studi akuntansi di perguruan tinggi negeri dan swasta di Kabupaten Jember.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada mahasiswa aktif yang telah menempuh mata kuliah Akuntansi Sektor Publik, Auditing, dan Praktikum Audit. Jumlah responden sebanyak 86 mahasiswa, dengan 77 kuesioner yang layak dianalisis. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan aplikasi SPSS versi 26 untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan akademik, dukungan sosial, dan ekspektasi karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat mahasiswa akuntansi dalam memilih karir sebagai akuntan publik. Lingkungan akademik yang mendukung, dorongan dari keluarga, teman, dan dosen, serta harapan karir yang positif terkait gaji, peluang promosi, dan kepuasan kerja menjadi faktor penting yang mendorong minat mahasiswa. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak kampus dan pemangku kepentingan dalam merancang strategi pengembangan karir mahasiswa serta memperkuat profesi akuntan publik di masa depan
Hubungan Pola Asuh Otoriter dengan Perilaku Asertif Remaja pada Teman Sebaya
Perilaku asertif remaja saat ini sulit untuk menolak permintaan, sulit menyampaikan pendapat, dan sulit memulai percakapan dengan teman sebaya. salah satunya dipengaruhi oleh lingkungan keluarga yang berkaitan dengan pola asuh otoriter. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pola asuh otoriter dengan perilaku asertif remaja pada teman sebaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Sampel penelitian inisebanyak 235 siswa SMAN Arjasa Jember. Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan dua skala, yaitu skala perilaku asertif remaja dengan Rathus Asertiveness Schedule Scale (RAS) (α=0,689) dan skala pola asuh otoriter (α=0,838). Hasil analisis data menggunakan uji korelasi product moment yang menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,734 > 0,05. Dengan demikian, hipotesis alternatif (H1) ditolak dan hipotesis nol (H0) diterima, artinya tidak ada hubungan antara pola asuh otoriter dengan perilaku asertif remaja. Hasil ini menunjukkan bahwa perilaku asertif remaja tidak secara langsung berhubungan dengan pola asuh otoriter melainkan dikarenakan oleh faktor lain
Klusterisasi Judul Berita Pada Website Detik Menggunakan Algoritma Kmens
Di era digital saat ini, perluasan data yang cepat dan meluas menimbulkan kesulitan dalam mengontrol dan mengambil informasi terkait. Situs web seperti detik.com memainkan peran penting dalam menawarkan beragam informasi terkini kepada masyarakat. Memiliki kemampuan untuk mengkategorikan ratusan judul berita harian ke dalam kelompok yang jelas dan mudah diakses sangatlah penting. Pengelompokan berita berdasarkan topik atau tema serupa dapat dilakukan melalui pengelompokan judul berita. Dalam situasi ini, sistem harus mampu mengkategorikan berita berdasarkan kesamaannya. Oleh karena itu, penelitian ini berencana untuk memberikan penyelesaian terhadap masalah ini dengan menggunakan Kmeans untuk mengelompokkan judul berita di situs Detik.com untuk mengidentifikasi pola kesamaan dalam judul berita. Hasil klaster dalam algoritma K-Means sangat dipengaruhi oleh pemilihan acak dari pusat massa awal. Hal ini dapat mengakibatkan hasil klaster yang tidak tepat. Oleh karena itu, perlu dilakukan proses uji coba yang berulang-ulang untuk mencapai hasil klaster terbaik
ANALISIS IMPLEMENTASI KONSEP PROGRESSIVE WEB APPS (PWA) PADA APLIKASI IWAKQ TERHADAP PENGEMBANGAN APLIKASI BERBASIS CROSS PLATFORM
Masalah pengembangan aplikasi berbasis Native seringkali menjadi masalah bagi para Developer, salah satunya masalah kompatibilitas bagi satu pengguna perangkat, spesifikasi perangkat yang digunakan untuk menjalankan aplikasi. Perlunya pengembangan aplikasi berbasis cross platform untuk mengatasi masalah tersebut. Aplikasi IwakQ merupakan aplikasi yang dikembangkan dengan menerapkan teknologi progressive web apss (PWA), Pengembangan aplikasi berbasis Progressive Web Apps (PWA) memungkinkan dapat berjalan pada system aplikasi berbasis cross platform Android, IOS dan windows. Penulis bereksperimen dan menguji aplikasi “IwakQ” yang dikembangkan dengan konsep progressive web apps (PWA). Hasil pengujian dengan 2 metode dengan tools dan pengujian manual. pada aplikasi yang dibuat dinilai dapat berjalan cukup baik pada platform browser chrome, safari, operasi system (Windows, Android, IOS) dengan spesifikasi perangkat yang berbeda, Dengan skor performa lighthouse rentang diatas 67 – 72 untuk perangkat desktop, serta rentang nilai performa 24 – 26 pada perangkat mobile. Skor bedasarkan baseline progressive web app checklist aplikasi IwakQ mendapat skor 84,59, berdasarkan chrome devtools Jumlah RAM yang digunakan sebanyak 51.2 Mb, Jumlah memori (Local Storage) yang digunakan sebesar 697Kb - 1.4 Mb. Sedangkan untuk pengujian secara manual kepada 10 user, aplikasi PWA ini mendapat respon penilaian untuk tampilan secara keseluran pada perangkat user mendapatkan respon persentase mendapat respon positif untuk tampilan pada perangkat mereka, 80.6% sedangkan pada pengujian performa kepada user mendapatkan respon positif 73.3%. Penelitian ini dapat diharapkan menjadi opsi alternatif yang baik bagi developer untuk mengembangkan aplikasi berbasis cross-platform