Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
    19650 research outputs found

    Implementasi Keperawatan Pemberian Edukasi Kesehatan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Dan Persepsi Keluarga Dengan Hipertensi Di Desa Pandak Kecamatan Klabang Kabupaten Bondowoso

    Get PDF
    Hipertensi atau darah tinggi merupakan suatu keadaan dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara terus menerus sehingga melebihibatas normal. Tekanan darah yang dikatakan tinggi dimana tekanan sistolik lebih dari140 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 90 mmHg. Tujuan penelitian ini ialah melakukan implementasi keperawatan edukasi Kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan persepsi keluarga dengan hipertensi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan sampel berupa 3 keluarga dengan hipertensi usia 45-55 tahun dan instrument lembar observasi, lembar evaluasi formatif dan lembar evaluasi sumatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa klien dan keluarga mampu kooperatif dalam proses pendidikan kesehatan. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pada klien dan keluarga terdapat peningkatan pengetahuan tentang hipertensi. Rekomendasi dalam peneliti selanjutnya untuk melakukan pendampingan keluarga dan memberikan dukungan kepada anggota keluarga terutama yang mengalami penyakit Hipertensi

    Hubungan Tingkat Depresi Dengan Interaksi Sosial Lansia Di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Bondowoso

    Get PDF
    Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok rentan terhadap gangguan psikologis seperti depresi, yang dapat berdampak pada menurunnya kualitas interaksi sosial. Depresi membuat lansia cenderung menarik diri, merasa rendah diri, dan enggan bersosialisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat depresi dan interaksi sosial lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 85 lansia, dan 71 di antaranya dijadikan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua instrument Geriatric Depression Scale (GDS) untuk mengukur tingkat depresi dan Lubben Social Network Scale (LSNS) untuk menilai interaksi sosial. Uji statistik yang digunakan adalah Spearman-Rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lansia mengalami depresi ringan (42,3%) dan memiliki interaksi sosial buruk (64,8%). Uji Spearman Rho menunjukkan nilai signifikansi p = 0,020 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,277, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan namun lemah antara tingkat depresi dan interaksi sosial. Diskusi: Korelasi yang ditemukan mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat depresi pada lansia, semakin buruk interaksi sosialnya. Hal ini menunjukkan perlunya upaya intervensi seperti peningkatan dukungan sosial dan aktivitas kelompok untuk menurunkan tingkat depresi serta memperbaiki kualitas hidup lansia. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat depresi dan interaksi sosial pada lansia di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Bondowoso. Kata Kunci: Depresi, Interaksi Sosial, Lansi

    PENGKAJIAN PADA LANSIA DENGAN SINDROM GERIATRI GANGGUAN KESEIMBANGAN DI UPT PSTW BONDOWOSO

    No full text
    Gangguan keseimbangan merupakan salah satu masalah utama dalam sindrom geriatri yang sering dialami oleh lansia dan menjadi faktor signifikan penyebab jatuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis aspek pengkajian keseimbangan pada lansia dengan menggunakan tiga instrumen penilaian, yaitu Timed Up and Go Test (TUG), Romberg Test, dan Morse Fall Scale (MFS) di UPT PSTW Bondowoso. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus terhadap tiga klien lansia perempuan yang menunjukkan gejala ketidakseimbangan saat berjalan dan memiliki riwayat jatuh. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa seluruh klien memiliki skor TUG >20 detik yang mengindikasikan gangguan keseimbangan dinamis, hasil Romberg Test positif yang menunjukkan gangguan keseimbangan statis, dan skor MFS ≥ 45 yang mengindikasikan risiko jatuh tinggi. Dari ketiga instrumen, Romberg Test terbukti paling representatif dalam menilai gangguan keseimbangan sensorik, sedangkan TUG mengukur mobilitas dinamis dan MFS menilai risiko jatuh secara menyeluruh. Temuan ini menegaskan pentingnya kombinasi instrumen dengan Romberg Test sebagai acuan utama dalam pengkajian keseimbangan lansia

    HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN SELF MANAGEMENT PADA ANAK USIA PRA-SEKOLAH DI TK PLUS AL-HUJJAH JEMBER

    No full text
    Pendahuluan: Self management merupakan aspek penting dalam perkembangan sosial-emosional yang perlu dimiliki oleh anak usia pra-sekolah. Penggunaan smartphone secara berlebihan pada anak dapat berdampak pada rendahnya kemampuan self management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi penggunaan smartphone dengan self management pada anak usia pra-sekolah di TK Plus Al-Hujjah Jember. Metode : Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, melibatkan 101 responden orang tua yang mempunyai anak kelas A,B dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa wawancara mengenai durasi penggunaan smartphone dan kuesioner self management yang diisi oleh oleh orang tua. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rho. Hasil : Penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan smartphone dengan self management pada anak usia pra-sekolah dengan nilai p value 0,000 <0,05. Kesimpulan : Penelitian ini ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan arah korelasi negatif sedang. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa semakin tinggi durasi penggunaan smartphone, maka self management pada anak pra-sekolah semakin rendah. Temuan bahwa pada aspek multifungsi mempunyai nilai terbesar ditandai dengan anak dapat melakukan kegiatan tanpa bergantung menggunakan smartphone, sehingga temuan ini menjadi dasar bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti lebih lanjut terkait aspek multifungsi pada anak

    MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERIK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN DENGAN MEDIA "WARNA YANG HILANG"

    No full text
    Kemampuan numerik merupakan kemampuan kognitif yang melibatkan pemikiran simbolik, terutama kemampuan untuk menghitung dan mengukur perhitungan matematis. Berdasarkan hasil observasi pada TK Kartika IV-70, Lumajang, pembelajaran lebih banyak memberikan lembar kerja saja pada peserta didik. Sehingga hanya 18,2% anak yang mengetahui bilangan. Maka dilakukanlah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), untuk meningkatkan kemampuan numerik pada anak usia 5-6 tahun dengan media “warna yang hilang”. Media ini menggunakan konsep sains, yaitu pembiasan cahaya. Cara kerjanya adalah menggunakan kartu bilangan yang dicelupkan ke dalam wadah berisi air. Kartu bilangan tersebut kemudian diamati dari atas dengan posisi tegak lurus. Sehingga warna pada kartu bilangan akan tampak menghilang. Peneliti menggunakan penelitian pada kelas B-1, melalui pembelajaran tatap muka, di TK Kartika IV-70, Lumajang, pada semester genap, tahun ajaran 2024-2025. Hasil yang didapatkan yaitu pada siklus 1, sebanyak 45,5% peserta didik kemampuan numeriknya meningkat, serta pada siklus 2, terdapat 72,7% anak mengalami peningkatan pada kemampuan numeriknya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media “warna yang hilang” mampu meningkatkan kemampuan numerik pada anak usia 5-6 tahun

    IMPLEMENTASI PSIKOEDUKASI KELUARGA DALAM MENINGKATKAN KOPING KELUARGA KLIEN DENGAN HALUSINASI DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS PATRANG JEMBER

    No full text
    Pendahuluan: Halusinasi adalah perubahan jumlah atau stimulus yang disertai dengan gangguan respon kurang, berlebihan, atau distorsi terhadap stimulus. Keluarga mempunyai tanggung jawab untuk melakukan perawatan pada halusinasi dikarenakan keluarga yang paling sering berhubungan ataupun kontak langsung dengan halusinasi. Kemampuan keluarga dalam menganalisa masalah dan pemberian perawatan yang tepat pada anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa diharapkan dapat meningkatkan sistem koping keluarga. Dukungan keluarga menjadi peran vital untuk menciptakan koping keluarga yang sesuai untuk merawat klien halusinasi. Studi ini bertujuan untuk mengimplementasikan psikoedukasi dalam meningkatkan koping keluarga klien dengan halusinasi di wilayah kerja Puskesmas Patrang Jember. Metode: Studi ini menggunakan desain studi kasus untuk mengeksplorasi masalah keperawatan pada keluarga dengan klien halusinasi menggunakan intervensi psikoedukasi. Studi ini dilakukan selama 3 hari kerja pada 3 keluarga klien halusinasi. Hasil : Hasil evaluasi SP 1 terdapat perbedaan, keluarga klien 1 dan 2 mengetahui halusinasi tetapi tidak tau cara penangannya, sedangkan keluarga klien 3 menyangkal dan berpersepsi klien tidak ada gangguan jiwa. Hasil evaluasi keluarga klien mampu menerapkan SP 1 cara menghardik hingga SP 4 aktivitas. Kesimpulan : Keluarga klien mampu mengontrol halusinasi klien melalui teknik menghardik halusinasi dan minum obat. Kata Kunci : Psikoedukasi, Halusinasi, Strategi Pelaksanaa

    penerapan discharge planning pada pasien post op SC dengan indikasi preeklamsi berat di ICU RS Srikandi IBI Jember

    No full text
    Latar Belakang: Preeklampsia berat merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu di Indonesia, yang seringkali memerlukan tindakan persalinan melalui sectio caesarea (SC). Proses pemulihan pasca SC membutuhkan penatalaksanaan keperawatan yang menyeluruh, termasuk discharge planning yang terstruktur untuk menjamin keberlangsungan perawatan pasien di rumah dan mencegah komplikasi lanjutan. Tujuan: Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menerapkan discharge planning pada pasien post operasi SC dengan indikasi preeklampsia berat di ICU RS Srikandi IBI Jember, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan kesiapan pasien dan keluarga. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Fokus asuhan keperawatan meliputi pengkajian, penentuan diagnosa, perencanaan, implementasi, evaluasi, serta penerapan discharge planning secara komprehensif dan terstruktur sejak pasien masuk ICU hingga menjelang pemulangan. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa penerapan discharge planning yang dimulai sejak awal perawatan mampu meningkatkan pengetahuan dan kesiapan pasien serta keluarga dalam melanjutkan perawatan di rumah. Tindakan ini juga terbukti menurunkan potensi komplikasi, mempercepat proses pemulihan, serta meningkatkan kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan. Kesimpulan: Discharge planning memiliki peran penting dalam kesinambungan asuhan keperawatan pada pasien post SC dengan preeklampsia berat. Penerapan discharge planning yang tepat dan sistematis dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan menurunkan angka morbiditas pasca rawat inap

    HUBUNGAN STATUS EKONOMI KELUARGA DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK PRASEKOLAH DI DESA TAMANAN KABUPATEN BONDOWOSO

    No full text
    ABSTRAK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN Skripsi, Juli 2025 Fitri Lusiana Hubungan Status Ekonomi Keluarga Dengan Status Gizi Pada Anak Prasekolah Di Desa Tamanan Kabupaten Bondowoso. Xvii + 126 hal + 3 bagan + 15 tabel + 20 lampiran Latar Belakang: Status gizi merupakan kondisi yang mencerminkan keseimbangan antara asupan zat gizi yang dikonsumsi dengan kebutuhan gizi tubuh, terutama pada anak usia prasekolah. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI tahun 2023, prevalensi gizi kurang di Indonesia menurun pada tahun 2022, yang diiringi dengan penurunan angka kemiskinan nasional pada tahun 2023. Salah satu faktor tidak langsung yang memengaruhi status gizi anak adalah status ekonomi keluarga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status ekonomi keluarga dengan status gizi pada anak usia prasekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian adalah seluruh siswa TK Nurur Rahman Tamanan yang berjumlah 208 orang. Sebanyak 137 sampel dipilih secara purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Spearman’s rho dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Uji korelasi Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status ekonomi keluarga dengan status pada gizi anak prasekolah di Desa Tamanan, Kabupaten Bondowoso, dengan nilai p sebesar 0,000 (< 0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,748. Arah positif dan korelasi yang kuat menunjukkan bahwa semakin tinggi status ekonomi keluarga, semakin baik pula status gizi anak, yang dikategorikan cukup atau baik. Dengan demikian hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan strategi penanganan masalah gizi pada anak prasekolah, khususnya mereka yang berada dalam kategori gizi buruk dan kurang, yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi keluarga. Kata kunci: Status ekonomi keluarga, Status gizi, Anak Prasekola

    Gambaran Perilaku Sehat pada Ibu Hamil di Kecamatan Sumbersari Jember

    Get PDF
    Di Indonesia juga sudah terjadi peningkatan pada Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI). Untuk mengatasi hal tersebut maka ibu hamil diwajibkan untuk selalu berperilaku sehat, hal tersebut dilakukan demi menjaga kesehatan ibu serta janin yang ada di kandungannya. Perilaku sehat dapat terjadi pada ibu hamil bahwa perilaku seseorang berupa tindakan pencegahan kesehatan dipengaruhi oleh beberapa persepsi dan penilaian individu yang dibentuk oleh beberapa factor (demografis, sosial-psikologis, dan struktural). Faktor tersebutlah yang nantinya akan membentuk persepsi kerentanan dan keparahan yang kemudian memunculkan persepsi ancaman. Persepsi ancaman tersebutlah yang nantinya akan membuat ibu memilih untuk melakukan perilaku protektif agar terhidar dari perilaku resiko selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku sehat pada ibu hamil di Kecamatan Sumbersari Jember dengan metode kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah ibu hamil di Kecamatan Sumbersari Jember. Populasi penelitian sebanyak 100 ibu hamil dengan sampel 80 ibu hamil. Teknik sampel yang digunakan adalah Simple random sampling. Skala yang digunakan pada penelitian ini yakni Prenatal Health Behavior Scale (16 item; alpha 0.808). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 50 % ibu hamil di Kecamatan Sumbersari Jember telah melakukan perilaku protektif selama kehamilan dan 50% lainnya masih melakukan perilaku yang beresiko selama kehamilan

    Hubungan Sikap dan Intensi Berhenti Menggunakan Narkoba pada Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Jember

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara sikap dan intensi berhenti menggunakan narkoba pada warga binaan Lapas Kelas II A Jember. Berdasarkan Theory of Planned Behavior, sikap menjadi determinan utama dalam pembentukan intensi untuk berhenti menggunakan narkoba. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan sampel 160 warga binaan pengguna narkoba, menggunakan teknik purpossive simple random sampling dengan kriteria warga binaan pengguna narkoba dan pendidikan minimal SMA/sederajat. Instrumen penelitian terdiri dari Skala Intensi (10 item ; α = 0,83) dan Skala Sikap (14 item; α = 0,691). Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dan intensi berhenti menggunakan narkoba (r = 0,635, p < 0,05). Hal ini berarti semakin positif sikap, maka semakin tinggi intensi untuk berhenti. Namun, sebagian partisipan (53,1%) memiliki intensi rendah untuk menghindari tempat yang dapat memicu kekambuhan penggunaan narkoba. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan melibatkan partisipan perempuan agar hasil lebih representatif secara gender dan memasukkan lama penggunaan narkoba sebagai variabel, karena durasi penggunaan berkaitan dengan tingkat kecanduan, dampak, dan kemungkinan kambuh atau relapse

    10,685

    full texts

    19,650

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Muhammadiyah Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇