Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
ANALYSIS OF STUDENTS’ PERCEPTIONS OF THE UTILITY OF GOOGLE TRANSLATE IN ASSISTING COMPREHENSION OF ENGLISH TEXTS AT SMAM 3 JEMBER
The rapid development of artificial intelligence (AI) technology has significantly influenced English language learning. However, students over reliance and inaccuracies in translation remain concerns. This research aims to determine the level of eleventh-grade students’ perceptions regarding the utility of Google Translate in assisting their comprehension of English texts at SMA Muhammadiyah 3 Jember.
This study applied a descriptive quantitative method with a survey approach. A Likert-scale questionnaire, adapted from previous studies, was distributed to 97 out of eleventh-grade students through Google Forms. After data was collected, the screening and checking process was carried out by the researcher and resulted in the final data of 81 respondents’ answers that were suitable for analysis. Data were analyzed using descriptive statistics via SPSS version 27.
The percentage score of the main finding in statement 3 reached (91.4%), which falls within the range of ≥ 85% in line with level 5 classified as “Very Positive”. Indicating that the majority of eleventh-grade students at SMA Muhammadiyah 3 Jember have a very positive perception of the utility of Google Translate in assisting comprehension of English texts. These factors contribute to the students’ positive perceptions because students agreed that the tool is easily accessible, saves time, and is more practical than a physical dictionary. Limitations were identified: (25.9%) of students doubted its accuracy in translating paragraphs, (80.2%) recognized the risk of changing the original meaning, (69.2%) acknowledged confusing sentence structures, and (30.8%) expressed concerns that over dependency could reduce critical thinking skills.
Based on the classification between the percentage of the main findings and the existing classification table, it can be concluded that eleventh-grade students at SMA Muhammadiyah 3 Jember have a very positive perception of Google Translate as a helpful tool for comprehending English texts. Their level of perception falls into level 5, which is the highest level in the classification of perception. This finding aligns with Technology Acceptance Model (TAM), which emphasizes that the adoption of technology depends on its perception of ease and usefulness, However, undirected use can risk reducing critical thinking skills, so proper learning strategies are needed to still understand the texts in depth without relying so much on translation tools
PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI PADA PERUSAHAAN MAKANAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh rasio keuangan terhadap harga saham dengan profitabilitas sebagai variabel yang memoderasi hubungan tersebut. Peneilitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan makanan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang berjumlah 29 perusahaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 145. Data yang digunakan adalah data sekunder, yang kemudian dianalisis dengan metode regresi linier berganda serta Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas, solvabilitas dan nilai pasar berpengaruh positif terhadap harga saham. Selain itu, hasil analisis MRA menunjukkan bahwa variabel profitabilitas yang diukur dengan Earnings Per Share (EPS) secara signifikan mampu memoderasi hubungan antara likuiditas, solvabilitas dan nilai pasar dengan harga saham
Analisis Intervensi Range Of Motion (ROM) pada pasien stroke non hemoragic dengan masalah gangguan mobilitas fisik di Ruang Teratai RSUD Dr. H. Koesnadi Bondowoso
Jenis stroke yang paling banyak terjadi adalah stroke non hemoragik dengan angka kejadian 85% dari penderita stroke. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan mobilitas fisik, penurunan tonus otot, hingga kecacatan permanen. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mobilitas fisik pasien stroke adalah latihan Range of Motion (ROM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas intervensi Range of Motion (ROM) pasif dalam meningkatkan mobilitas fisik pada pasien stroke non hemoragik. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan subjek tiga pasien stroke non hemoragik yang mengalami gangguan mobilitas fisik di Ruang Teratai RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Proses keperawatan meliputi pengkajian, penegakan diagnosis, perencanaan, implementasi intervensi ROM pasif, dan evaluasi hasil. Setelah dilakukan intervensi ROM pasif secara teratur selama beberapa hari, seluruh pasien menunjukkan peningkatan kekuatan otot, perbaikan rentang gerak sendi, serta penurunan tingkat ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari. Latihan ROM pasif efektif meningkatkan kekuatan otot, memperbaiki mobilitas fisik, dan mencegah komplikasi lebih lanjut pada pasien stroke non hemoragik dengan gangguan mobilitas fisik. Intervensi ini dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas asuhan keperawatan pasien stroke.
Kata Kunci: Stroke Non Hemoragik, Gangguan Mobilitas Fisik, Range of Motion (ROM), Keperawatan, Intervens
PENGARUH DISIPLIN KERJA, KOMUNIKASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN BUDAYA KERJA TERHADAP PENINGKATAN KINERJA PETUGAS KEBERSIHAN DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN JEMBER
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah manajemen yang memfokuskan diri memaksimalkan kemampuan karyawan atau anggotanya melalui berbagai langkah strategi dalam rangka meningkatkan kinerja pegawai atau karyawan menuju pengoptimalan tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh disiplin kerja, komunikasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya kerja terhadap peningkatan kinerja petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan jumlah sampel 89 responden dan menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik sampling jenuh dengan bantuan kuesioner sebagai alat utama dalam mengumpulkan data responden. Adapun teknik analisis data penelitian ini dengan menggunakan pengujian instrumen, asumsi klasik, regresi linear berganda, hipotesis, dan koefisien determinasi. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa disiplin kerja, komunikasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya kerja berpengaruh terhadap peningkatan kinerja petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jember, dengan tingkat kontribusi sebesar 0,763 atau 76,3% hasil dari uji Koefisien Determinasi R2
Pengaruh Digital Culture, Leadership Style, dan Organizational Commitment Terhadap Workforce Agility Pada PT Bumi Asri Lestari Situbondo
Transformasi digital yang pesat menuntut organisasi untuk memiliki tenaga kerja yang
adaptif dan responsif terhadap perubahan. PT Bumi Asri Lestari Situbondo, sebagai
perusahaan di bidang budidaya perairan, menghadapi tantangan dalam pengelolaan sumber
daya manusia di tengah perkembangan teknologi yang terus berubah. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji pengaruh budaya digital, gaya kepemimpinan dan komitmen
organisasi terhadap kelincahan tenaga kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert. Teknik
pengambilan sampel adalah simple random sampling, dan analisis data dilakukan
menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel
independen yakni budaya digital, gaya kepemimpinan, dan komitmen organisasi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kelincahan tenaga kerja. Budaya digital
berperan dalam mendorong kolaborasi dan pemanfaatan teknologi kerja, gaya
kepemimpinan yang efektif menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan komunikatif,
sementara komitmen organisasi meningkatkan loyalitas dan keterlibatan karyawan dalam
perubahan. Temuan ini menunjukkan pentingnya integrasi antara budaya digital,
kepemimpinan yang adaptif, dan komitmen organisasi dalam membentuk tenaga kerja yang
lincah dan siap menghadapi dinamika era digital
Implementasi Terapi Nonfarmakologis Kompres Air Hangat pada Tengkuk Pasien Hipertensi dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut di RS Bhayangkara Lumajang
Pendahuluan : Hipertensi merupakan penyakit kronis yang sering disebut sebagai “silent killer” karena dapat menyebabkan komplikasi serius tanpa gejala yang jelas. Salah satu gejala yang umum dialami oleh pasien hipertensi adalah nyeri pada tengkuk akibat peningkatan tekanan darah yang menyebabkan ketegangan otot dan vasokonstriksi. Penatalaksanaan nyeri secara nonfarmakologis seperti kompres air hangat dinilai efektif dalam mengurangi intensitas nyeri dengan risiko efek samping yang minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan terapi nonfarmakologis berupa kompres air hangat pada tengkuk pasien hipertensi yang mengalami nyeri akut serta mengevaluasi dampaknya terhadap penurunan intensitas nyeri. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan subjek tiga pasien hipertensi di RS Bhayangkara Lumajang yang mengalami nyeri tengkuk dengan skala nyeri ≥5. Intervensi dilakukan selama 15–20 menit menggunakan kompres air hangat bersuhu 37–40°C. Hasil penelitian : Hasil menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri pada ketiga pasien setelah dilakukan intervensi. Pada pasien pertama, skala nyeri menurun dari 5 menjadi 3; pada pasien kedua dari 6 menjadi 4; dan pada pasien ketiga dari 5 menjadi 2. Terapi ini juga meningkatkan kenyamanan, mengurangi ketegangan otot, serta membantu relaksasi psikologis. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kompres air hangat terbukti efektif sebagai alternatif intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam manajemen nyeri pada pasien hipertensi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan asuhan keperawatan khususnya dalam penanganan nyeri akut secara nonfarmakologis. Saran: Tenaga kesehatan mengintegrasikan metode yang sederhana dan berisiko rendah ini ke dalam praktik keperawatan rutin, memberikan edukasi kepada pasien mengenai cara penggunaannya secara mandiri yang aman di rumah
IMPLEMENTASI TERAPI SPIRITUAL DZIKIR DAN DOA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN POST OPERASI FRAKTUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMBULU JEMBER
Kecemasan merupakan salah satu respons umum yang dialami pasien setelah
menjalani operasi, termasuk pasien post operasi fraktur. Kecemasan ini dapat
memperlambat proses penyembuhan dan menurunkan kualitas hidup pasien.
Dukungan spiritual seperti dzikir dan doa diyakini mampu memberikan ketenangan
batin dan menurunkan tingkat kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengevaluasi implementasi terapi spiritual dzikir dan doa terhadap tingkat
kecemasan pasien post operasi fraktur di wilayah kerja Puskesmas Ambulu,
Jember. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif
pada dua pasien dengan diagnosa medis fraktur dan gejala kecemasan. Intervensi
yang diberikan berupa terapi spiritual dengan membimbing pasien berdzikir dan
berdoa secara rutin selama tiga hari berturut-turut. Pengumpulan data dilakukan
melalui observasi, wawancara, pengisian kuesioner kecemasan (STAI), serta
pemeriksaan tanda vital. Hasil menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat
kecemasan dari kategori sedang menjadi ringan pada kedua pasien. Penurunan ini
juga diikuti oleh perbaikan tanda vital seperti tekanan darah dan denyut nadi,
serta peningkatan kualitas tidur dan ketenangan emosional. Terapi spiritual
terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis dalam mengatasi kecemasan
pasien post operasi fraktur. Diharapkan terapi ini dapat diintegrasikan dalam
asuhan keperawatan untuk mendukung penyembuhan holistik pasien.
Kata Kunci: Kecemasan, Terapi Spiritual, Dzikir, Doa, Post Operasi Fraktu
Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi Pada Anak Dengan Pneuomonia Di Puskesmas Pakusari
ABSTRAK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
Karya Tulis Ilmiah
Gilang Bariq Romadhan
Pemenuhan Kebutuhan Oksigenasi Pada Anak dengan Pneumonia di Puskesmas
Pakusari
XIV + 36 hal + 8 tabel + 8 lampiran
Abstrak
Pendahuluan: Pneumonia merupakan penyebab utama kematian anak di dunia
termasuk di Indonesia. Anak dengan pneumonia rentan mengalami gangguan
oksigenasi akibat adanya inflamasi dan penumpukan secret. Salah satu pendekatan
yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan oksigenasi adalah dengan memberikan
nebulisasi. Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis Pemenuhan Kebutuhan
Oksigenasi Pada Anak dengan Pneumonia di Puskesmas Pakusari. Metode: Studi
kasus ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada satu anak berusia 6 tahun
dengan diagnosis pneumonia. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan
pemeriksaan fisik dan kemudian dianalisis berdasarkan proses asuhan keperawatan
meliputi pengkajian, diagnose, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil: Hasil
pengkajian menunjukkan bahwa klien mengalami sesak napas, batuk tidak efektif,
frekuensi napas meningkat serta saturasi oksigen 90%. Diagnosa utama yang
ditegakkan adalah “Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif”. Intervensi yang diberikan
berupa manajemen jalan napas dengan memberikan nebulisasi. Setelah dilakukan
intervensi pemberian nebulisasi selama 3 hari, frekuensi napas membaik, klien
mampu batuk secara efektif dan tidak ditemukan adanya suara napas tambahan.
Kesimpulan: Nebulisasi terbukti membantu mengencerkan secret dan
memperbaiki funggsi pernapasan pada anak dengan pneumonia. Intervensi ini
sejalan dengan teori kebutuhan dasar manusia yang menempatkan oksigenasi
sebagai prioritas fisiologis.
Kata Kunci: Pneumonia, Pemenuhan Oksigenasi, Nebulisasi
ix
ABSTRACT
MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF JEMBER
DIPLOMA III OF NURSING STUDY PROGRAM
FACULTY OF HEALTH SCIENCES
Scientific Paper
Gilang Bariq Romadhan
Fulfilling Oxygenation Needs in a Pediatric Pneumonia Case at Pakusari Health
Center
XIV + 36 pages + 8 figures + 8 attachment
Abstract
Introduction: Pneumonia is a leading cause of death among children worldwide
including in Indonesia. Children with pneumonia are vulnerable to impaired
oxygenation due to inflammation and mucus buildup in the lungs. One approach to
address this need is through nebulization therapy. This case study aims to analyze
the fulfillment of oxygenation needs in a child with pneumonia at Pakusari Public
Health Center. Method: This descriptive case study involved a 6-year-old child
diagnosed with pneumonia. Data were collected through interviews, observation,
and physical examination and analyzed using the nursing care process which
includes assessment, diagnosis, intervention, implementation and evaluation.
Results: The assessment revealed that the child experienced shortness of breath,
ineffective coughing, increased respiratory rate and an oxygen saturation level of
90%. The primary nursing diagnosis established was "Ineffective Airway
Clearance." The intervention provided was airway management through
nebulization. After three days of nebulization therapy, the child showed improved
respiratory rate was able to cough effectively and no additional breath sounds were
detected. Conclusion: Nebulization has been shown to help thin secretions and
improve respiratory function in children with pneumonia. This intervention aligns
with the theory of basic human needs which places oxygenation as a physiological
priority.
Keywords: Pneumonia, Oxygenation Fulfillment, Nebulizatio
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA TARI LUKAT KARYA KOMUNITAS SENI DAMAR ART BANYUWANGI
Matematika tidak hanya hadir dalam ruang kelas, tetapi juga melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat melalui aktivitas budaya, salah satunya dalam seni tari. Pendekatan etnomatematika menjadi cara untuk mengungkap keberadaan konsep-konsep matematika yang tersembunyi dalam praktik budaya lokal. Salah satu wujud konkret dari integrasi antara budaya dan matematika dapat ditemukan dalam Tari Lukat, sebuah karya seni kontemporer yang terinspirasi dari ritual tradisional Seblang Olehsari di Banyuwangi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etnomatematika pada Tari Lukat karya komunitas seni Damar Art Banyuwangi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sementara keabsahan datanya diuji menggunakan teknik triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat konsep matematika pada Tari Lukat, yaitu bangun datar (segi lima, segitiga, persegi panjang, dan lingkaran), bangun ruang (setengah bola dan bola), bilangan ganjil, sudut lancip, sudut tumpul, sudut lurus, garis horizontal, serta transformasi geometri (refleksi). Selain sebagai struktur fungsional, bentuk-bentuk ini memiliki makna filosofis, yaitu solidaritas, kekuatan, penghormatan, syukur, kebanggaan, dan spiritual lainnya.
Kata Kunci: etnomatematika, Tari Luka
PENGARUH PENGETAHUAN INVESTASI, RISK PERCEPTION, EFIKASI KEUANGAN DALAM KEPUTUSAN INVESTASI (STUDI KASUS MAHASISWA DI KABUPATEN JEMBER)
Latar belakang dari penelitian ini didasari oleh pentingnya pemahaman keuangan di
kalangan generasi muda dalam menghadapi dinamika pasar modal dan peluang investasi yang
semakin kompleks. Generasi muda, khususnya mahasiswa, menjadi sasaran utama karena
mereka merupakan kelompok yang sedang berada dalam fase pengambilan keputusan keuangan
jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengetahuan investasi, risk
perception, dan efikasi keuangan terhadap keputusan investasi, dengan studi kasus pada
mahasiswa di Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif
melalui survei kuesioner yang disebarkan kepada mahasiswa aktif yang memiliki pengalaman
dalam berinvestasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen, yaitu pengetahuan investasi, risk
perception, dan efikasi keuangan, secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan
investasi. Secara parsial, efikasi keuangan memiliki pengaruh paling dominan dibandingkan
dua variabel lainnya. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan dalam
aspek efikasi dan pengelolaan risiko untuk membentuk perilaku investasi yang lebih bijak dan
terinformasi di kalangan mahasiswa. Oleh karena itu, edukasi keuangan yang lebih terstruktur
dan aplikatif menjadi hal yang sangat dibutuhkan dalam membentuk generasi investor muda
yang tangguh dan cerdas dalam mengambil keputusan investasi