Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA GAYA PENGASUHAN ORANGTUA DENGAN PEMBENTUKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA ANAK KELOMPOK BERMAIN DI TK MUSLIMAT KHADIJAH 157 KECAMATAN ROGOJAMPI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya pengasuhan orang tua dengan kepercayaan diri anak kelompok bermain di TK X Kecamatan Rogojampi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian adalah 37 anak kelompok bermain dan orang tua mereka yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari dua angket. Angket gaya pengasuhan orang tua disusun berdasarkan Parenting Style and Dimensions Questionnaire (PSDQ), sedangkan angket kepercayaan diri anak disusun berdasarkan indikator perkembangan sosial-emosional dalam Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA). Validitas dan reliabilitas diuji sebelum analisis data dilakukan. Dari 32 item instrumen variabel X, sebanyak 21 item dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,703, yang berarti reliabel karena melebihi batas minimum 0,7 (Ghozali, 2016).. Sedangkan dari 32 item variabel Y, sebanyak 21 item valid dan reliabel dengan Cronbach’s Alpha sebesar 0,601. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, linearitas, dan korelasi Pearson. Hasil menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan hubungan antar variabel bersifat linear. Namun, hasil uji korelasi Pearson menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,220 (tergolong lemah menurut Sugiyono, 2017) dengan signifikansi sebesar 0,191 (> 0,05), sehingga hubungan tidak signifikan secara statistik, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaya pengasuhan orang tua dengan kepercayaan diri anak kelompok bermain. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun arah hubungan positif, kepercayaan diri anak kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar pola pengasuhan, seperti karakteristik individu, lingkungan sosial, dan pengalaman belajar anak
Asesmen Faktor Penyebab Distress Pada Ny. X Dengan Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kelurahan Mangli Jember
Diabetes Melitus tipe 2 tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga
memicu distress psikologis, seperti kekhawatiran terhadap komplikasi jangka
panjang, beban perawatan, dan stigma sosial. Distress ini dapat menghambat
manajemen penyakit secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan faktor-faktor penyebab distress pada pasien Diabetes Melitus tipe
2 melalui asesmen menggunakan instrumen T2DDAT-SOURCES. Penelitian ini
merupakan studi kasus deskriptif non-analitik dengan pendekatan kualitatif. Data
dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan pengisian kuesioner
T2DDAT-SOURCES yang terdiri dari 21 item dan 7 domain. Analisis dilakukan
secara deskriptif. Hasil asesmen menunjukkan bahwa domain distress tertinggi
adalah kesehatan jangka panjang (rata-rata skor 4,0), diikuti oleh hipoglikemia dan
masalah interpersonal (masing-masing skor 3,3). Distress sedang ditemukan pada
domain hubungan dengan tenaga kesehatan, akses pelayanan kesehatan, perasaan
malu/stigma, dan tuntutan dalam manajemen diabetes. Distress yang tinggi pada
domain kesehatan jangka panjang disebabkan oleh riwayat keluarga dengan DM,
luka yang tidak kunjung sembuh, serta kekhawatiran akan amputasi dan komplikasi
lainnya. Faktor pemberat seperti fluktuasi kadar gula darah dan ketakutan dirujuk
ke rumah sakit memperparah kondisi pasien. Temuan ini menunjukkan perlunya
pendekatan keperawatan yang holistik, termasuk edukasi, dukungan psikologis, dan
pelibatan keluarga. Asesmen distress secara menyeluruh penting untuk merancang
intervensi yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.
Kata kunci: Diabetes Distress; Diabetes Melitus Tipe 2; Faktor Psikososial;
Komplikasi; T2DDA
IMPLEMENTASI MENGHARDIK PADA MASALAH HALUSINASI PENDENGARAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANTI JEMBER
Pendahuluan: Halusinasi merupakan salah satu gejala utama dalam gangguan
psikotik, seperti skizofrenia, dan dapat mempengaruhi fungsi sosial, perilaku,
hingga keselamatan pasien Halusinasi dapat disebabkan oleh gangguan mental
penyakit tertentu atau efek samping obat. Halusinasi dapat dilihat dari gejala yang
ditimbulkan seperti tidak bisa duduk diam, selalu bergerak, berjalan mondar
mandir, atau melamun. Metode : Penelitian ini menggunakan desain studi kasus
dengan pendekatan asuhan keperawatan jiwa. Subjek terdiri dari tiga klien dengan
masalah keperawatan gangguan persepsi sensori:halusinasi. Intervensi dilakukan
selama empat kali pertemuan. Instrumen yang digunakan berupa format asuhan
keperawatan jiwa, serta catatan harian pelaksanaan. Data dikaji melalui
pendekatan subjektif dan objektif, serta dianalisis secara deskriptif untuk
mengevaluasi perubahan kondisi klien. Hasil: Setelah implementasi teknik
menghardik, ketiga klien menunjukkan penurunan frekuensi halusinasi,
peningkatan konsentrasi, dan kemampuan mengungkap isi halusinasi secara
sederhana. Dua klien mulai mampu menggunakan teknik menghardik secara
mandiri saat halusinasi muncul, dan satu klien menunjukkan peningkatan respons
komunikasi. Kesimpulan: Teknik menghardik efektif membantu klien dalam
mengenali serta mengendalikan halusinasi pendengaran. Intervensi ini dapat
diterapkan di komunitas dengan keterlibatan aktif perawat dan dukungan
keluarga
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DAN KEPERCAYAAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH MELALUI KEPUASAN NASABAH SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PT. BRI FINANCE JEMBER
Persaingan yang semakin ketat di sektor perbankan memicu perubahan signifikan dalam bisnis perbankan, yang dipengaruhi oleh perubahan permintaan nasabah, kemajuan teknologi, serta kompetisi dari bank lain dan lembaga keuangan non-bank. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan kepercayaan terhadap loyalitas nasabah PT. BRI Finance Jember dengan kepuasan nasabah sebagai variabel intervening. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 186 nasabah PT. BRI Finance Jember. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan apalikasi WarpPLS untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antara variabel-variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah, yang pada gilirannya secara signifikan meningkatkan loyalitas nasabah. Selain itu, kepuasan nasabah berperan sebagai variabel intervening yang memperkuat pengaruh kualitas pelayanan dan kepercayaan terhadap loyalitas nasabah. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan dan pembangunan kepercayaan sebagai strategi utama dalam mempertahankan dan meningkatkan loyalitas nasabah PT. BRI Finance Jember. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi manajemen perusahaan dalam merancang kebijakan pelayanan dan komunikasi yang efektif untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas nasabah
IMPLEMENTASI SHAKER EXERCISE DALAM MENGATASI GANGGUAN DISFAGIA PADA PASIEN STROKE INFARK DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MENELAN DI RUANG MELATI RSD dr. SOEBANDI JEMBER
Latar Belakang: Kerusakan pada bagian tertentu di otak akibat stroke dapat menyebabkan berbagai dampak, seperti gangguan fisik dalam bergerak, kesulitan berbicara, hingga masalah menelan. Tindakan yang digunakan untuk mengatasi kesulitan menelan pada pasien stroke adalah dengan menggunakan shaker exersice. Shaker Exercise merupakan suatu rehabilitasi untuk memperkuat otot yang lemah dan mengatasi kesulitan menelan pada otot-otot suprahyoid di leher yang meningkatkan gerakan ke atas dan ke depan dari tulang hyoid dan laring saat menelan kemudian terjadi peningkatan pembukaan sfingter esofagus bagian atas sehingga makanan masuk ke saluran pencernaan bagian bawah. Tujuan: Tujuan studi penelitian ini untuk mengetahui efektifitas Shaker exercise pada pasien stroke infark. Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus dengan metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini berjumlah tiga klien yang mengalami stroke dengan masalah keperawatan gangguan menelan. Hasil: Berdasarkan evaluasi pada ketiga klien tidak terjadi peningkatan kemampuan menelan pada klien setelah diberikan terapi shaker exercise di hari pertama dan kedua. Pada perkembangan kemampuan menelan pada ketiga klien mengalami peningkatan kemampuan menelan setelah dilakukan Shaker Exercise pada hari ketiga. Simpulan: Shaker exercise efektif dalam meningkatkan kemampuan menelan pada pasien stroke dengan masalah keperawatan gangguan menelan
PENERAPAN ALTERNATE NOSTRIL BREATHING EXERCISE PADA PASIEN HEART FAILURE DENGAN MASALAH KEPERAWATAN PENURUNAN CURAH JANTUNG DI RUANG LAVENDER RSD dr. SOEBANDI JEMBER
Heart failure (HF) merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang dapat
menurunkan curah jantung akibat gangguan fungsi ventrikel dalam memompa
darah. Penurunan curah jantung dapat menyebabkan gejala seperti sesak napas,
kelelahan, dan peningkatan tekanan darah. Salah satu intervensi non-farmakologis
yang efektif untuk menurunkan tekanan darah dan memperbaiki fungsi pernapasan
adalah Alternate Nostril Breathing Exercise (ANBE). Penelitian ini menggunakan
metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus terhadap tiga pasien dengan
diagnosis medis Heart Failure di Ruang Lavender RSD dr. Soebandi. Intervensi
ANBE dilakukan selama tiga hari, dua kali sehari selama 10–15 menit.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi tanda vital,
pemeriksaan fisik, dan dokumentasi rekam medis. Hasil evaluasi menunjukkan
adanya perbaikan parameter klinis berupa penurunan frekuensi napas, tekanan
darah, serta peningkatan saturasi oksigen dan kekuatan nadi perifer. Teknik ANBE
terbukti membantu dalam menstabilkan hemodinamik dan meningkatkan curah
jantung pada pasien HF. Intervensi ini direkomendasikan sebagai terapi tambahan
dalam asuhan keperawatan pasien dengan gangguan kardiovaskular
PENGARUH KONSENTRASI DAN SUHU EKSTRAK DAUN KOPI ROBUSTA TERHADAP DAYA HAMBAT Propionibacterium acnes DIMANFAATKAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI BERUPA ATLAS
Jerawat (Acne vulgaris) merupakan masalah kulit dengan prevalensi tinggi
di Indonesia, terutama pada rentang usia 12-25 tahun dan salah satu penyebabnya
adalah peradangan akibat bakteri Propionibacterium acnes. Penggunaan antibiotik
sintetis dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan resistensi dan efek samping.
Salah satu alternatif penanganan jerawat adalah penggunaan bahan alam seperti
daun kopi robusta (Coffea canephora) yang diketahui mengandung senyawa
metabolit sekunder dan dapat digunakan sebagai antibakteri. Kemudian hasil
penelitian dikembangkan menjadi sumber belajar biologi berupa atlas untuk
mendukung pembelajaran bioteknologi yang lebih kontekstual. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstrak daun kopi robusta
terhadap daya hambat Propionibacterium acnes. Proses dan hasil penelitian ini
dimanfaatkan sebagai sumber belajar biologi berupa atlas.
Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini yaitu (1) Apakah
konsentrasi dan suhu penyimpanan ekstrak daun kopi robusta berpengaruh terhadap
daya hambat Propionibacterium acnes? (2) Bagaimana validitas hasil penelitian
sebagai sumber belajar biologi berupa atlas?. Jenis penelitian ini adalah eksperimen
kuantitatif dilanjutkan pengembangan atlas. Penelitian dilakukan di Laboratorium
Biologi Dasar Universitas Muhammadiyah Jember pada bulan Maret-Mei
Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial.
Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, Anova, dan uji tukey.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa
konsentrasi dan suhu penyimpanan ekstrak daun kopi robusta berpengaruh secara
signifikan terhadap daya hambat Propionibacterium acnes dengan zona hambat
terbesar pada konsentrasi 3% suhu ruang 27°C sebesar 15,71 mm. Evaluasi
fisikokimia gel menunjukkan stabilitas baik. Validasi atlas menunjukkan kategori
sangat valid dengan rata-rata 90%. Berdasarkan hasil tersebut, produk atlas layak
digunakan sebagai sumber belajar biologi pada fase e kelas 10
THE EFFECT OF USING READING NARRATIVE TEXT AS THE VOCABULARY LEARNING STRATEGY ON THE 11TH GRADE STUDENTS’ VOCABULARY ACQUISITION
ABSTRACT
Saputri, Refika Nanda. 2025. The Effect of Using Reading Narrative Text as the Vocabulary Learning Strategy on the 11th Grade Students’ Vocabulary Acquisition. Thesis. English Education program, Faculty of Teacher Training and Education, Muhammadiyah University of Jember. Advisors: (1) Yeni Mardiyana Devanti, S.S., M.Pd. (2) Kristi Nuraini, M.Pd.
Key words: Vocabulary Learning Strategy, Vocabulary Acquisition, Reading, Narrative text, Brown and Payne 1994
Vocabulary is fundamental aspect for all language learners. without enough vocabulary it will be difficult for learners to develop other language skills, such as reading, listening, writing and speaking. To build a strong vocabulary, strategies is needed, because with strategies the vocabulary acquired will be easier and wider. In addition, vocabulary learning strategies (VLS) also create a more enjoyable learning experience and improve long-term understanding for students. Reading activity is also required as a receptive skill, where text acts as the basis source to finding new vocabulary. Reading exposes students to new information and vocabulary. Therefore, reading is also an important part of learning vocabulary.
In this research problem formulated “Is there any significant effect before and after using reading narrative text as the vocabulary learning strategy on the 11th grade students’ vocabulary acquisition?”, and the objective of this research is to investigate whether there is a significant effect of using reading narrative text as the vocabulary learning strategy on the 11th grade students’ vocabulary acquisition or not. Based on research problem and relevant theory the hypothesis of this research is there is a significant effect of reading narrative text as the vocabulary learning strategy on the 11th grade students’ vocabulary acquisition.
The research design of this research used pre-experimental research with one group pre-test post-test design. The research sample were 11th grade class B consisted 28 students (N=28) of SMA Muhammadiyah 2 Wuluhan, Ambulu-Jember. The data collected by pre-test and post-test, and the research instrument used is vocabulary test in order to analyze the students’ vocabulary size.
This research was conducted with referring to the 5 processes proposed by Brown and Payne (1994) as the VLS. The results showed that the mean score of the pre-test is 7.50 and there was an increase in the post-test score to 12.50. The significance score from Wilcoxon Signed-Rank test analysis on pre and post-test showed < 0.001 which is it is < 0.05. Based on these two things, the writer concluded that the use of reading narrative text as the VLS has a significant effect on 11th grade students’ vocabulary acquisition
PROTOTIPE SISTEM MONITORING POSISI KERETA SECARA REAL-TIME MENGGUNAKAN MODUL GPS DAN LORA UNTUK PENGENDALIAN PALANG PINTU OTOMATIS
Banyak perlintasan kereta api di Indonesia masih dioperasikan secara manual tanpa sistem otomatis, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama di wilayah yang tidak memiliki akses internet. Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan prototipe sistem palang pintu otomatis berbasis sinyal radio menggunakan modul LoRa E32 dan GPS Neo-6M. Sistem terdiri atas unit pemancar yang dipasang pada kereta dan unit penerima yang dipasang pada palang pintu, dengan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pengendali. Sensor ultrasonik HC-SR04 digunakan untuk mendeteksi keberadaan hambatan di perlintasan, sedangkan motor servo dan buzzer digunakan sebagai aktuator dan sistem peringatan. Pengujian dilakukan secara fungsional dan kuantitatif, meliputi pengujian akurasi sensor, perhitungan jarak posisi kereta terhadap palang pintu menggunakan rumus Euclidean Distance, pengujian kekuatan sinyal menggunakan nilai RSSI (Received Signal Strength Indicator), pengukuran waktu delay transmisi data, serta analisis tingkat packet loss dalam kondisi Line of Sight (LOS). Hasil menunjukkan sistem mampu beroperasi secara stabil dengan jangkauan komunikasi hingga 800 meter, nilai rata-rata RSSI sebesar -26,36 dBm, waktu respons sistem kurang dari 2 detik, dan tingkat keberhasilan mencapai 100% pada seluruh skenario pengujian. Prototipe ini terbukti efektif meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta, khususnya di wilayah yang tidak terjangkau jaringan internet
STUDI PENGGUNAAN METODE FAST TRACK PADA RANGKA PERCEPATAN PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG OLAHRAGA SITUBONDO (STUDI KASUS PEMBANGUNAN GOR SITUBONDO)
Proyek konstruksi sering mengalami keterlambatan akibat inkonsistensi terhadap jadwal perencanaan dan faktor eksternal, seperti produktifitas pekerja dan faktor cuaca. Proyek pembangunan Gedung Olahraga (GOR) di Kabupaten Situbondo mengalami keterlambatan sekitar 4% atau setara dengan 8 hari kerja, yang disebabkan oleh belum optimalnya penerapan sistem pengendalian proyek sesuai standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kelayakan penerapan metode fast track guna mempercepat jadwal proyek pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Situbondo. Pendekatan dilakukan dengan menjalankan aktivitasaktivitas pada lintasan kritis secara paralel menggunakan perangkat lunak Microsoft project. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode fast track mampu mengurangi durasi proyek 199 hari menjadi 178 hari, sehingga tercapai percepatan sebesar 10,5%. Percepatan ini juga berdampak pada penurunan biaya tidak langsung sebesar Rp. 146.301.104,00, karena periode pengeluaran overhead menjadi lebih singkat. Temuan ini membuktikan bahwa metode fast track dapat diterapkan secara efektif pada proyek konstruksi gedung olahraga, dengan syarat adanya perencanaan matang, alokasi sumber daya yang memadai, serta koordinasi
yang baik untuk mengurangi potensi risiko terhadap mutu dan keselamatan kerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi manajemen konstruksi pada mengoptimalkan efisiensi waktu dan biaya melalui strategi percepatan proyek