Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN PENGEMBANGAN KARIR PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RS BALADHIKA HUSADA JEMBER
Motivasi kerja menjadi faktor penting dalam meningkatkan
kinerja perawat diunit rawat inap. Motivasi yang tinggi dapat mendorong perawat
untuk lebih aktif dalam meningkatkan kompetensi, memberikan pelayanan yang
optimal, serta berpartisipasi dalam program pengembangan karir. Pengembangan
karir adalah elemen krusial dalam profesionalisme perawat, terutama di lingkungan
rumah sakit yang memiliki tuntutan kerja yang tinggi, waktu kerja yang panjang,
dan resiko emosional yang signifikan. Pengembangan karir perawat masih
dirasakan belum efektif sehingga berdampak pada menurunnya motivasi kerja
perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan motivasi kerja
dengan pengembangan karir perawat di ruang rawat inap RS Baladhika Husada
Jember. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi
korelasional dengan pendapatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah
perawat di RS Baladhika Husada Jember dengan jumlah populasi 66 responden di
ruang rawat inap (Anggrek, Mawar, Teratai, Nusa Indah, Melati, Flamboyan).
Sampling yang digunakan non probability sampling dengan pendekatan purposive
sampling. Pengumpulan data motivasi kerja dan pengembangan karir perawat
menggunakan kuisioner. Analisa data menggunakan korelasi Spearman Rho
dengan ketentuan α ≤ 0,05. Hasil : Hasil penelitian didapatkan motivasi kerja yang
baik dengan jumlah persentase 57,1% dan responden pengembangan karir
didapatkan nilai kurang dengan jumlah persentase 62,5%. Hasil analisa
menunjukkan nilai p value = 0,000 < 0,05 dengan nilai koefisien korelasi sebesar
0,709. Kesimpulan : Ada hubungan antara motivasi kerja dengan pengembangan
karir perawat diruang rawat inap RS Baladhika Husada Jember
KAJIAN YURIDIS PENYALAHGUNAAN WEWENANG OLEH KEPALA DESA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA (STUDI KASUS DI DESA BERCAK KECAMATAN CERMEE KABUPATEN BONDOWOSO)
Penelitian ini mengkaji penyalahgunaan wewenang oleh kepala desa. Fokusnya adalah penyalahgunaan wewenang oleh kepala desa berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim terhadap kepala desa yang melakukan penyalahgunaan wewenang berdasarkan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Surabaya Nomor : 54/G/2016/PTUN.SBY. Penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus, Majelis Hakim kurang dalam pertimbanganya dikarenakan dalam perkara a quo Majelis Hakim hanya mempertimbangkan mengenai perangkat desa yang mengikuti kampanye pemilihan kepala desa dan dalam putusannya tidak di tuangkan sehingga Hakim kurang dalam pertimbangannya (onvoldoende gemotiveerd) atau tidak cukup berasalasan untuk mengabulkan sepenuhnya
Pengaruh Budaya Perusahaan, Kompetensi, Training & Development Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepemimpinan Sebagai Variabel Intervening
Persaingan industri skincare dan healthy care menuntut perusahaan memiliki budaya perusahaan yang kuat, karyawan yang kompeten, serta kepemimpinan yang efektif untuk mencapai kinerja optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh budaya perusahaan, kompetensi, pelatihan & pengembangan terhadap kinerja karyawan dengan kepemimpinan sebagai variabel mediasi pada PT. FTWO Sukses Globalindo Banyuwangi. Populasi penelitian berjumlah 117 karyawan dengan sampel sebanyak 102 responden. Metode analisis yang digunakan adalah Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya perusahaan, kompetensi, serta pelatihan & pengembangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, kepemimpinan terbukti berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap kinerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin kuat budaya perusahaan, semakin tinggi kompetensi karyawan, serta semakin efektif program pelatihan dan pengembangan yang dilakukan, maka semakin optimal pula kinerja karyawan melalui kepemimpinan yang efektif. Penelitian ini merekomendasikan agar perusahaan terus memperkuat penerapan budaya perusahaan yang adaptif, meningkatkan program pengembangan kompetensi berbasis kebutuhan kerja, serta mendorong gaya kepemimpinan partisipatif dan transformasional guna menjaga kesinambungan peningkatan kinerja karyawan dalam jangka panjang
PENGARUH VARIASI BERAT RAGI DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP PEMBUATAN BIOETANOL BERBAHAN DASAR SINGKONG
Krisis energi dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil mendorong
pengembangan energi mutakhir, salah satunya bioetanol dari bahan baku lokal
seperti singkong. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh variasi berat ragi dan
waktu fermentasi terhadap yield, kadar, dan nilai kalor bioetanol dari singkong.
Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan fermentasi memanfaatkan
Saccharomyces cerevisiae pada konsentrasi ragi 5%, 10%, dan 15% selama 72, 96,
dan 120 jam, dilanjutkan dengan distilasi untuk memperoleh bioetanol murni.
Pengujian dilakukan untuk mengukur yield bioetanol, kadar bioetanol, dan nilai
kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi berat ragi 10% dan waktu
fermentasi 120 jam menghasilkan yield tertinggi sebesar 150%, kadar bioetanol
tertinggi sebesar 79% diperoleh pada fermentasi 72 jam, dan nilai kalor tertinggi
sebesar 119,30 Cal/gram tercapai pada fermentasi 96 jam. Temuan ini
menunjukkan bahwa singkong memiliki potensi sebagai bahan baku bioetanol yang
efisien dan mendukung pengembangan energi alternatif berkelanjutan
PERAN PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO DALAM TATA KELOLA PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA
ABSTRAK
Penelitian ini membahas peran Pemerintah Kabupaten Situbondo dalam tata kelola
pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif
dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual untuk menganalisis kesesuaian
kebijakan daerah dengan ketentuan hukum yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa tata kelola pelindungan PMI di Situbondo telah memiliki dasar hukum yang kuat
melalui pembentukan LTSA, program sosialisasi, pelatihan, dan koordinasi lintas lembaga.
Namun, implementasinya masih menghadapi kendala seperti keterbatasan SDM, lemahnya
pengawasan terhadap perekrutan non-prosedural, serta rendahnya literasi hukum masyarakat.
Model pelindungan PMI di Situbondo pada akhirnya membentuk pola kolaboratif yang
melibatkan pemerintah daerah, BP2MI, perwakilan RI di luar negeri, organisasi masyarakat,
dan lembaga pendidikan, meskipun efektivitasnya masih perlu ditingkatkan melalui
penguatan kelembagaan, regulasi lokal, dan integrasi sistem data PMI.
Kata Kunci: Pemerintah Kabupaten Situbondo, Tata Kelola Pelindungan, Pekerja Migran
Indonesia
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, BEBAN KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL INYERVENING (STUDI PADA MADRASAHBALIYAJ MEGERI DI KABUPATEN BANYUWANGI)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi, beban kerja,
dan kompensasi terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening
pada pegawai kementrian agama pada bidang lembaga Pendidikan madrasah Aliyah negeri di
Kabupaten Banyuwangi. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah pentingnya
peningkatan kinerja pegawai yang sering kali dipengaruhi oleh faktor internal
organisasi.Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan
data melalui penyebaran kuesioner kepada 259 responden yang ditentukan melalui purposive
sampling dari total populasi 321 pegawai. Analisis data dilakukan menggunakan metode
Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS).Hasil penelitian
menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai
dan kepuasan kerja, sementara budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan. Beban kerja
ditemukan memiliki pengaruh negatif terhadap kinerja pegawai. Selain itu, kepuasan kerja
terbukti berperan sebagai variabel intervening yang memperkuat hubungan antara variabel
independen dengan kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya organisasi untuk
memperhatikan aspek kompensasi yang adil serta manajemen beban kerja guna meningkatkan
kepuasan dan kinerja pegawai
ANALISIS NILAI TAMBAH PENGOLAHAN JAMUR TIRAM (Pleuratus Ostreatus) MENJADI KALDU JAMUR DI PT. MITRA JAMUR INDONESIA
Produk jamur tiram merupakan komoditas pertanian yang memiliki potensi ekonomi tinggi karena kandungan gizi yang baik dan ketersediannya melimpah, pengolahan jamur tiram segar sering menghadapi tantangan seperti umur simpan yang pendek dan fluktuasi harga di pasaran, sehingga perlu adanya suatu pengolahan untuk memberikan nilai tambah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis nilai tambah pengolahan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) menjadi kaldu jamur di PT. Mitra Jamur Indonesia dan serta mengidentifikasi strategi pemasaran yang relevan. Metode penelitian yang digunakan meliputi metode kuantitatif dan kualitatif. Analisis nilai tambah dilakukan dengan menggunakan metode Hayami, analisis SWOT digunakan untuk merumuskan strategi pemasaran berdasarkan faktor internal dan eksternal. Hasil penelitian menunjukkan (1) Pengolahan jamur tiram menjadi kaldu jamur menghasilkan nilai tambah yang positif sebesar Rp. 31.959/kg, dengan rasio nilai tambah sebesar 52,18%, (2) Keuntungan pada produksi kaldu jamur sebesar Rp. 31.239/kg, (3) PT. Mitra Jamur Indonesia berada pada posisi kuadran I Strategi Agresif, strategi yang diusulkan mencakup optimalisasi media sosial, inovasi kemasan, serta kolaborasi dengan distributor untuk memperluas jangkauan pasar
Persepsi Dan Ketertarikan Siswa SMA Terhadap Profesi Petani (Studi Kasus: SMA N 3 JEMBER)
Sektor pertanian merupakan sektor yang mampu menyerap banyak tenaga
kerja di Indonesia namun, beberapa tahun terakhir sektor pertanian ini mengalami
fenomena Aging Farmer. Fenomena Aging Farmer merupakan kondisi dimana
petani berusia muda lebih sedikit jumlahnya dibandingkan petani berusia tua.
Penelitian ini bertujuan untuk : (1)Menganalisis persepsi siswa SMA N 3 Jember
terhadap profesi petani; (2) Menganalisis ketertarikan siswa SMA N 3 Jember
terhadap profesi petani. ; (3)Menganalisis hubungan antara persepsi siswa SMA N
3 Jember dengan ketertarikan terhadap profesi petani ; (4) Menganalisis upaya
dalam mengurangi fenomena Aging Farmer pada siswa SMA N 3 Jember. Data
yang digunakan pada penelitian ini ialah data primer dan juga sekunder, dan
dianalisis menggunakan Uji Skala Likert, Analisis Deskriptif dan Korelasi Rank
Spearman. Jumlah Sampel pada penelitian ini yaitu siswa kelas XII SMA N 3
Jember sebanyak 78 siswa (51 siswa Laki-laki, 27 siswa perempuan). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa : (1) Persepsi siswa SMA N 3 Jember terhadap
profesi petani memiliki persepsi yang baik dengan nilai presentase sebesar
72,19%; (2) Ketertarikan siswa SMA N 3 Jember terhadap profesi petani dapat
dikategorikan baik. Hal ini ditunjukkan langsung pada skor rata-rata yakni
sebesar, 71,54%; (3) Hubungan persepsi dengan ketertarikan siswa terhadap
profesi petani dapat dikatakan kuat dan signifikan (rs= 0,702); (4) Sebesar 35,90%
siswa SMA N 3 Jember akan tertarik apabila menjadi seorang petani memiliki
pendapatan yang terjamin.
Kata Kunci : aging farmer, generasi muda, ketertarikan, persepsi, profesi petani
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL SUAMI TERHADAP WORK FAMILY BALANCE PADA IBU BEKERJA DI KABUPATEN LUMAJANG
Perempuan bekerja yang telah menikah juga ingin memiliki keadaan ideal dengan tetap dekat bersama keluarga dan berhasil mengurus rumah tangga dengan baik. Penting bagi ibu bekerja untuk mampu mencapai work family balance dalam kehidupannya. Menurut (Greenhaus, Collins, & Shaw, 2003) Work Family Balance adalah keadaan ketika individu terlibat dan puas dengan peran dalam urusan keluarga dan pekerjaannya. Salah satu faktor dapat tercapainya work family balance dengan mendapatkan dukungan sosial suami. Dukungan sosial suami menurut Sarafino dan Smith (2011) merupakan bentuk bantuan, perhatian, penghargaan yang diberikan oleh orang lain atau lingkungan sekitar kepada seseorang dan hal tersebut yang membuat dirinya merasa dicintai. Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dukungan sosial suami terhadap Work Family Balance pada ibu bekerja di Kabupaten Lumajang. Metode dalam penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Populasi yang digunakan yaitu ibu guru SMP Kabupaten Lumajang Kecamatan Tempeh dengan jumlah sampel 95 responden menggunakan teknik purposive sampling. Skala yang digunakan yaitu work family balance dengan konsep teori Greenhaus, Collins, & Shaw (2003) yang telah dimodifikasi dari penelitian Anita, 2019 dan dukungan sosial suami dengan konsep teori Sarafino dan Smith (2011) yang telah dimodifikasi dari penelitian Heriyanti, 2018. Analisa data menggunakan uji regresi linier sederhana dengan bantuan jamovi. Hasil validitas skala work family balance dengan rentan korelasi antara 0.319-0.634 dan reliabilitas 0.85, sedangkan hasil validitas skala dukungan sosial suami dengan nilai pearson korelasi antara 0.357 – 0.699 dan reliabilitas 0.91. Hasil dari uji regresi menunjukkan nilai F sebesar 70.4 (p < 0.001), artinya terdapat pengaruh antara dukungan sosial suami dengan work family balance pada ibu bekerja di Kabupaten Lumajang
RANCANG BANGUN SISTEM PERINGATAN DINI BANJIR BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) MENGGUNAKAN METODE FUZZY TSUKAMOTO
Banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di berbagai wilayah dan dapat menimbulkan kerugian besar, baik dari segi materi maupun korban jiwa. Untuk mengurangi dampak negatif dari banjir, diperlukan sistem peringatan dini yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem peringatan dini banjir berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan metode Fuzzy Tsukamoto. Sistem ini memanfaatkan beberapa sensor utama, yaitu sensor curah hujan, sensor ketinggian air, dan sensor kecepatan air, untuk mengumpulkan data lingkungan secara real-time. Data yang diperoleh dari sensor-sensor ini kemudian diproses menggunakan metode Fuzzy Tsukamoto untuk menentukan tingkat risiko banjir. Hasil dari proses ini dikirimkan ke server melalui jaringan IoT dan dapat diakses oleh pengguna melalui aplikasi mobile. Sistem ini diharapkan mampu memberikan peringatan dini yang akurat dan tepat waktu, sehingga masyarakat dapat melakukan tindakan pencegahan lebih awal. Pengujian sistem menunjukkan bahwa metode Fuzzy Tsukamoto mampu mengolah data sensor dengan baik dan memberikan hasil yang dapat diandalkan dalam menentukan potensi banjir