Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
Blended Learning And Listening Comprehension In English Language Classrooms: A Systematic Literature Review
Hermawan, Mukhlis Yuda , 2025. Blended Instruction And Listening Comprehension In English Language Classrooms: A Systematic Literature Review.Thesis. English Language Education Program, Faculty of Teacher Training and Education, Uviversity Muhammadiyah Jember. Advisor: (1) Dr. Indri Astutik, M.Pd. (2) Kristi Nuraini, M.Pd
Keywords: blended learning, listening comprehension, senior high school, english as aforeign language
The integration of digital tools into English Language Teaching (ELT) has become increasingly crucial, particularly in enhancing students' listening skills in senior high schools. The shift toward blended learning combining traditional face-to-face methods with digital platforms has prompted numerous studies examining its effectiveness in improving students' listening comprehension, This study aims to systematically review and synthesize recent findings on the application of blended learning in teaching listening skills to senior high school students.
A Systematic Literature Review (SLR) method was applied, analyzing five peer-reviewed articles published between 2020 and 2024 sourced from Google Scholar. The review found that blended learning significantly supports the development of students' listening abilities by providing flexible access to authentic listening materials, interactive activities, and teacher feedback. In conclusion, blended learning serves as an effective approach for improving listening skills in secondary education. Future implementations should focus on the integration of diverse media and ongoing teacher support to maximize
outcomes
PENGKAJIAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETIC FOOT ULCER DI RUANG BOUGENVILE RSU DR. H. KOESNADI BONDOWOSO
Diabetic Foot Ulcer (DFU) merupakan komplikasi serius diabetes mellitus yang
dapat menyebabkan amputasi. Pengkajian keperawatan yang sistematis dan
komprehensif sangat esensial sebagai langkah awal pencegahan komplikasi dan
penentuan intervensi. Namun, praktik klinis menunjukkan pengkajian DFU sering
terbatas, baik dalam ruang lingkup data maupun kedalaman penilaian, serta
kurangnya dokumentasi sistematis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan
mendeskripsikan proses dan hasil pengkajian keperawatan pada pasien Diabetic
Foot Ulcer di Ruang Bougenvile RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso, meliputi
identifikasi data subjektif dan objektif, kondisi luka, status vaskularisasi, serta
faktor risiko. Metode dalam penelitian ini menggunakan studi kasus dengan
pendekatan proses keperawatan ini berfokus pada tahap pengkajian. Tiga pasien
DFU dewasa di RSU dr. H. Koesnadi Bondowoso pada April–Mei 2025 menjadi
subjek. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan telaah rekam medis.
Keabsahan data diuji dengan triangulasi dan analisis dilakukan secara deskriptif
serta tematik. Pengkajian pada ketiga pasien (Ny. S, Ny. M, Tn. H) menunjukkan
penderita DM tipe 2 tak terkontrol. Keluhan utama meliputi luka sulit sembuh,
nyeri, dan berbau. Pola kebiasaan menunjukkan asupan nutrisi tak terkontrol dan
aktivitas terbatas. Pemeriksaan fisik mengidentifikasi ulkus berbau, basah,
nekrosis, callus, penurunan sensasi, dan CRT >3 detik. Hasil laboratorium
mendukung temuan hiperglikemia, leukositosis, dan anemia. Faktor risiko utama
adalah kontrol glikemik buruk, kurang edukasi perawatan kaki, dan malnutrisi.
Pengkajian keperawatan pada pasien DFU menunjukkan kompleksitas masalah
fisik dan psikososial. Temuan ini menegaskan pentingnya pengkajian holistik dan
terstruktur sebagai landasan deteksi dini, identifikasi faktor risiko, serta
perencanaan intervensi komprehensif. Diharapkan penelitian ini meningkatkan
mutu proses pengkajian dan pendokumentasian asuhan keperawatan DF
PERBEDAAN WAKTU DETASSELING DAN DEFOLIASI TERHADAP PRODUKSI DAN KUALITAS BENIH JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Strut)
Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember yang bertempat di Jl. Karimata 49, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember dimulai pada bulan Oktober 2024 – Maret 2025, dengan ketinggian ±89 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini merupakan percobaan 2 faktor yang dirancang menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 12 perlakuan dengan 3 ulangan, pada setiap unit percobaan terdapat faktor interval waktu detasseling (T), dalam 3 taraf: (T1 = Detasseling 35 hst), (T2 = Detasseling 45 hst), (T3 = Detasseling 55 hst), Faktor kedua adalah interval waktu Defoliasi (D) dalam 4 taraf : (D1= Defoliasi 35 hst), (D2 = Defoliasi 45 hst), (D3 = Defoliasi 55 hst), (D4 = Defoliasi 65 hst).
Berdasarkan hasil analisis ragam dan uji jarak berganda Duncan perlakuan detasseling berpengaruh terhadap hasil tanaman jagung. Perlakuan detasseling T3 (detasseling 55 hst) berpengaruh terhadap hasil pada parameter berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, dan panjang tongkol. Sedangkan perlakuan defoliasi D4 (defoliasi 65 hst) berpengaruh nyata terhadap umur panen. Perlakuan interaksi berpengaruh terhadap hasil tanaman jagung manis, Perlakuan interaksi T3D4 (detasseling 55 hst dan defoliasi 65 hst) berpengaruh nyata terhadap umur panen, sedangkan pada perlakuan interaksi T2D2 ( detasseling 45 hst dan defoliasi 45 hst) berpengaruh sangat nyata terhadap laju perkecambahan.
Kata Kunci : Detasseling, Defoliasi, Jagung Manis, Umur Pane
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum) TERHADAP PEMBERIAN DUA MACAM MULSA DAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) KULIT PISANG
Muhammad Nuril Ivanza (2010311005) “RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum) TERHADAP PEMBERIAN DUA MACAM MULSA DAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) KULIT PISANG” Dosen Pembimbing Utama Ir. Oktarina, M.P., Dosen Pembimbing Anggota Ir. Wiwit Widiarti, M.P.
Tomat merupakan salah satu komoditas hortikultura unggulan yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Permintaan masyarakat akan tomat segar dengan kualitas baik semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Kebutuhan tomat tidak sekedar untuk sayuran tetapi sudah menjadi komoditas buah, tidak hanya untuk pasar dalam negeri akan tetapi juga untuk pasar luar negeri, oleh sebab itu kualitas buah tomat harus ditingkatkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh: 1). Pertumbuhan dan produksi tanaman tomat terhadap pemberian dua macam mulsa; 2). Pertumbuhan dan produksi tanaman tomat terhadap pupuk organik cair kulit pisang; 3) Interaksi antara pemberian dua macam mulsa dan pupuk organik cair kulit pisang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor Pemberian Dua Macam Mulsa (M) dan Pupuk Organik Cair Kulit Pisang (P) dengan petak utama yaitu beberapa perlakuan M0 (tanpa mulsa), M1 (Mulsa Hitam Perak), M2 (Jerami), dan anak petak P0 (Tanpa POC), P1 dosis (75 ml/tanaman), P2 dosis (150 ml/tanaman), P3 dosis (225 ml/tanaman).
Hasil penelitian menunjukan pemberian Dua Macam Mulsa (M) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tomat tetapi berpengaruh terhadap produksi tanaman tomat pada parameter jumlah buah per plot, jumlah buah per sampel, berat buah per sampel, dan berat buah per plot dengan perlakuan terbaik terdapat pada M1 (Mulsa Hitam Perak). POC Kulit Pisang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat kecuali pada parameter tinggi tanaman 21 hst, jumlah daun 14 hst, jumlah daun 28 hst, dan jumlah cabang 21 hst dengan perlakuan terbaik terdapat pada P3 (225ml/tanaman). Interaksi antara pemberian Dua Macam Mulsa Dan POC Kulit Pisang (MP) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman tomat kecuali parameter tinggi tanaman umur 35 hst dan jumlah cabang umur 35 hst, sedangkan pada produksi tanaman tomat berpengaruh kecuali parameter jumlah buah per sampel perlakuan terbaik terdapat pada M1P3 (Mulsa Hitam Perak Dan POC Kulit Pisang 225ml/tanaman)
PENGARUH INKLUSI KEUANGAN, LITERASI KEUANGAN, DAN PENDAPATAN TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN PADA IBU RUMAH TANGGA DI KABUPATEN SITUBONDO
Inklusi keuangan merupakan ketersediaan akses dalam lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan dari masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. ibu rumah tangga di Kabupaten Situbondo adalah masih banyak ibu rumah tangga yang belum mengetahui konsep dasar dalam mengelola dan mengatur keuangannya serta masih banyak ibu rumah tangga yang belum melakukan investasi dan merasa perlu merasa perlu menginvestasikan sebagian pengehasilannya. Tujuan penelitian ini untuk menguji dan menganalisis apakah inklusi keuangan, literasi keuangan dan pendapatan berpengaruh signifikan terhadap Pengelolaan Keuangan Pada Ibu Rumah Tangga di Kabupaten Situbondo. Populasi yang digunakan yaitu ibu rumah tangga di Kabupaten Situbondo. Sampel yang digunakan sebanyak 260 responden dengan menggunakan teknik puposive sampling. Alat analisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian membuktikan inklusi keuangan, literasi keuangan dan pendapatan berpengaruh signifikan terhadap Pengelolaan Keuangan Pada Ibu Rumah Tangga di Kabupaten Situbondo
Hubungan Pola Asuh Demokratis Dengan Regulasi Diri Remaja Di SMPN 1 Jenggawah
Masa remaja merupakan fase penting dalam perkembangan individu, di mana kemampuan regulasi diri menjadi salah satu keterampilan utama yang mendukung keberhasilan akademik, penyesuaian sosial, serta kesehatan mental. Regulasi diri tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal, tetapi juga oleh faktor eksternal seperti pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh demokratis dengan regulasi diri pada remaja tingkat SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah siswa
sebanyak 640 siswa, dengan jumlah sampel 221 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Alat ukur berupa skala modifikasi, yaitu skala pola asuh demokratis yang diadaptasi dari Lathifah (2024) dengan reliabilitas alat ukur sebesar 0,747, validitas alat ukur -0,162-0,605.
skala regulasi diri berdasarkan teori Bandura yang disusun oleh Shinta (2015) dengan validitas alat ukur 0,063-0,588. nilai reabilitas sebesar 0,826. Analisis data dilakukan menggunakan uji Pearson Product Moment dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Nilai korelasi pearson 0,306, artinya semakin pola asuhnya demokratis maka regulasi diri remaja semakin meningkat
Pengaruh Career Adaptability Terhadap Job Performance di Gen Z
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Career Adaptability terhadap Job Performance pada Generasi Z di Kabupaten Jember. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear sederhana, penelitian ini melibatkan 148 individu Gen Z sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diisi secara langsung maupun daring. Instrumen yang digunakan berupa CAAS (Career Adapt-Ability Scale) (24 aitem ; α = 0,873) dan Job Performance Scale (11 aitem ; α = 0,817) yang telah dimodifikasi sesuai dengan populasi yang diteliti. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Career Adaptability tidak berpengaruh terhadap Job Performance (sig. 0.817 ; B = -0,011 r2 = 0,000). Temuan ini menemukan bahwa mayoritas responden (51%) memiliki tingkat Career Adaptability yang rendah, begitu pula dengan Job Performance (53%). Gen Z di Jember memiliki Control yang tinggi. Faktor lain selain Career Adaptability yang lebih berpengaruh terhadap Job Performance pada Gen Z di Jember diantaranya work motivation, work behaviour, dan leadershi
IMPLEMENTASI KOMPRES AIR HANGAT JAHE SEBAGAI UPAYA PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA LANSIA NY. S DENGAN GOUT ARTHRITIS DI KELURAHAN JEMBER LOR KABUPATEN JEMBER
Latar Belakang: Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi sistem tubuh, termasuk sistem muskuloskeletal. Lansia dengan gout arthritis rentan mengalami nyeri sendi akibat penumpukan asam urat yang mengganggu aktivitas harian dan menurunkan kualitas hidup. Terapi non-farmakologis seperti kompres air hangat jahe dapat menjadi alternatif yang aman karena kandungan senyawa aktif dalam jahe bersifat antiinflamasi dan analgesik. Tujuan: Mendeskripsikan implementasi kompres air hangat jahe sebagai upaya penurunan intensitas nyeri pada lansia dengan gout arthritis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada Ny. S, seorang lansia dengan keluhan nyeri hebat pada sendi kaki akibat gout arthritis. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut, satu kali sehari, selama 15–20 menit menggunakan air rebusan jahe. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan skala Numeric Rating Scale (NRS). Hasil: Hari pertama skala nyeri adalah 5 (nyeri sedang), hari kedua menurun menjadi 3 (nyeri ringan), dan hari ketiga menjadi 2 (nyeri ringan). Hal ini menunjukkan adanya penurunan nyeri secara bertahap setelah pemberian kompres air hangat jahe. Pembahasan: Kompres air hangat jahe memberikan efek hangat, meningkatkan vasodilatasi, memperlancar aliran darah, serta mengurangi zat pemicu nyeri seperti prostaglandin. Kandungan gingerol dan shogaol dalam jahe juga berperan dalam proses antiinflamasi sehingga mendukung penurunan intensitas nyeri secara signifikan. Kesimpulan: Kompres air hangat jahe efektif digunakan sebagai terapi non-farmakologis dalam menurunkan intensitas nyeri pada lansia dengan gout arthritis secara bertahap dalam tiga hari
MANAJEMEN HIPOVOLEMIA PADA AN. P DENGAN DENGUE HAEMORAGHIC FEVER (DHF) DI RUANG ANAK RUMAH SAKIT DAERAH KALISAT
Pendahuluan: Dengue Hemorraghic Fever (DHF) merupakan penyakit endemik di Indonesia yang sering menyerang anak-anak dan berisiko menyebabkan hipovolemia akibat kebocoran plasma. Oleh karena itu, manajemen cairan yang efektif menjadi salah satu pilar penting dalam penatalaksanaan DHF pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan manajemen hipovolemia pada An.P dengan Dengue Haemoraghic Fever (DHF) di Ruang Anak RSD Kalisat Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif terhadap satu anak yang dirawat di Ruang Anak RSD Kalisat dengan DHF dan tanda-tanda hipovolemia. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan berdasarkan hasil pengkajian, intervensi, implementasi dan evaluasi asuhan keperawatan. Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pasien mengalami demam tinggi (40°C), mukosa bibir kering, turgor kulit menurun, hematokrit meningkat (54,2%), trombosit menurun (53 ribu/mm³) dan balance cairan negatif (-345cc). Intervensi yang dilakukan meliputi pemantauan tanda vital, pemberian cairan intravena, edukasi peningkatan asupan oral melalui pemberian jus jambu merah. Evaluasi pada hari ketiga menunjukkan perbaikan klinis ditandai dengan mukosa lembab, turgor kulit normal, hematokrit 42,2%, trombosit 166 ribu/mm³ serta tidak ada keluhan lemas. Diskusi: Manajemen hipovolemia melalui pemantauan ketat dan pemberian cairan sesuai protokol terbukti efektif dalam menstabilkan kondisi pasien dengan DHF. Implikasi: Peran perawat sangat penting dalam mengidentifikasi tanda hipovolemia secara dini, melaksanakan intervensi tepat waktu dan melakukan evaluasi berkelanjutan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut
ANALISIS KEUNTUNGAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI FATTENING AYAM KAMPUNG DI KECAMATAN SEMBORO KABUPATEN JEMBER
Budidaya ayam kampung super saat ini mulai banyak diminati oleh
peternak karena lebih menguntungkan dan dapat dipanen dalam waktu yang
singkat, daging ayam kampung sangat diminati masyarakat karena rasanya yang
enak, gurih, tidak lembek dan rendah lemak. Tujuan penelitian untuk: (1) Untuk
menghitung keuntungan usaha ternak ayam kampung fattening di Kecamatan
Semboro Kabupaten Jember; (2) Untuk mengetahui faktor faktor apa saja yang
mempengaruhi usaha ternak ayam kampung dengan metode fattening. Penelitian
ini merupakan deskriptif kuantitatif dengan lokasi di Desa Rejoagung, Desa
Banjarejo Tengah, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro. Pengambilan sampel
mempergunakan metode Purposive sampling dengan jumlah responden sebesar
15 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan
kuesioner pada peternak ayam kampung di Kecamatan Semboro Kabupaten
Jember. Analisis data menggunakan metode Cobb-douglas. Dari hasil penelitian
dapat disimpulkan bahwa: (1) Keuntungan yang diperoleh oleh peternak ayam
kampung pada produksi fattening ayam kampung per masa panen sebesar Rp.
7.177.689/ 632 ekor DOC atau per 54,68 m2 kandang; (2) secara bersama-sama
berpengaruh nyata, hasil dari perhitungan uji F dapat diketahui bahwa diperoleh
nilai yang dilihat dari F hitung 75,006 dengan nilai probabilitas sebesar 0,000 <
0,05 maka F hitung signifikan. Jadi dapat diartikan ada pengaruh positif dan
signifikan antara variabel bebas dengan produksi. Sedangkan secara parsial faktor
produksi yang berpengaruh secara nyata yaitu pakan (X3) dapat dilihat dari hasil
analisis regresi bahwa variabel pakan berpengaruh secara nyata terhadap produksi
ayam kampung sebesar 0,001 < 0,05