Institutional Repository of STIE Ekuitas
Not a member yet
    1095 research outputs found

    Pengaruh Sosialisasi, Kualitas Sumber Daya Manusia, Dan Pemahaman Akuntansi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Berdasarkan Sak Etap (Studi Pada Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah (Umkm) Di Kota Bandung)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sosialisasi, kualitas sumber daya manusia dan pemahaman akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP. Variabel independen dalam penelitian ini adalah sosialisasi, kualitas sumber daya manusia, dan pemahaman akuntansi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kualitas laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan deskriptif verifikatif sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Bandung. Teknik penentuan sampel menggunakan nonprobability sampling dan sampel dalam penelitian ini melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui penyebaran kuisioner, dan metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitiaan ini menunjukan bahwa sosialisasi, dan pemahaman akuntansi berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP. Sedangkan kualitas sumber daya manusia secara parsial tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP. Namun secara simultan sosialisasi, kualitas sumber daya manusia dan pemahaman akuntansi berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP.Zulfa Asyifa - NPM : C10150248 ; Pembimbing : Tri Widiastuty, SE., Ak., M.Si. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sosialisasi, kualitas sumber daya manusia dan pemahaman akuntansi terhadap kualitas laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP. Variabel independen dalam penelitian ini adalah sosialisasi, kualitas sumber daya manusia, dan pemahaman akuntansi. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kualitas laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan deskriptif verifikatif sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Bandung. Teknik penentuan sampel menggunakan nonprobability sampling dan sampel dalam penelitian ini melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui penyebaran kuisioner, dan metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitiaan ini menunjukan bahwa sosialisasi, dan pemahaman akuntansi berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP. Sedangkan kualitas sumber daya manusia secara parsial tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP. Namun secara simultan sosialisasi, kualitas sumber daya manusia dan pemahaman akuntansi berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan berdasarkan SAK ETAP

    Perhitungan Harga Pokok Pakaian Menggunakan Metode Activity Based Costing Pada Umkm Batis Production

    No full text
    Ketetapan dalam menghitung harga pokok produksi akan mempengaruhi laba yang diharapkan. Harga pokok produksi penting untuk diperhitungkan oleh pelaku usaha UMKM Batis Production. Metode Activity Based Costing (ABC) diharapkan menjadi alternatif pilihan yang tepat dalam menentukan harga pokok produksi. Dalam studi ini penulis menggunakan metode deskriptif dan metode kuantitatif dalam proses pemecahan masalahnya. Jenis data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara kepada pemilik perusahaan. Berdasarkan hasil studi dapat disimpulkan bahwa UMKM Batis Production melakukan perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode tradisional yaitu dengan mengakumulasikan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead. Sehingga terdapat selisih antara perhitungan menurut UMKM Batis Production dengan metode Activity Based Costing (ABC). Selisih untuk produk t-sirt sebesar Rp 13.135,-, untuk produk kemeja sebesar Rp Rp 18.434,- dan untuk produk jaket sebesar Rp 22.977,-. Hal ini terjadi karena perhitungan menurut UMKM Batis Production tidak memperhitungkan semua biaya overhead yang ada pada UMKM Batis Production.Dini Nuraeni - NPM : C00170053 ; Pembimbing : Drs. Bambang Rismadi, SE., Ak., M.Si. ; Ketetapan dalam menghitung harga pokok produksi akan mempengaruhi laba yang diharapkan. Harga pokok produksi penting untuk diperhitungkan oleh pelaku usaha UMKM Batis Production. Metode Activity Based Costing (ABC) diharapkan menjadi alternatif pilihan yang tepat dalam menentukan harga pokok produksi. Dalam studi ini penulis menggunakan metode deskriptif dan metode kuantitatif dalam proses pemecahan masalahnya. Jenis data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara kepada pemilik perusahaan. Berdasarkan hasil studi dapat disimpulkan bahwa UMKM Batis Production melakukan perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode tradisional yaitu dengan mengakumulasikan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead. Sehingga terdapat selisih antara perhitungan menurut UMKM Batis Production dengan metode Activity Based Costing (ABC). Selisih untuk produk t-sirt sebesar Rp 13.135,-, untuk produk kemeja sebesar Rp Rp 18.434,- dan untuk produk jaket sebesar Rp 22.977,-. Hal ini terjadi karena perhitungan menurut UMKM Batis Production tidak memperhitungkan semua biaya overhead yang ada pada UMKM Batis Production

    Tinjauan Pelaksanaan Produk Deposito Ib Hasanah Pada Bank X Syariah Kantor Cabang Bandung "

    No full text
    Deposito iB Hasanah yaitu investasi berjangka yang dikelola berdasarkan prinsip syariah yang ditujukan bagi nasabah perorangan dan perusahaan, dengan menggunakan akad mudharabah. Bank BNI Syariah mengeluarkan produk Deposito iB Hasanah merupakan tabungan perencanaan untuk investasi dengan memberikan jangka waktu. Tujuan studi ini untuk mengetahui prosedur pelaksanaan pembukaan dan penutupan Deposito iB Hasanah dan mengetahui hambatan yang dihadapi pada Deposito iB Hasanah. Metode studi yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu metode yang menggambarkan keadaan tertentu berdasarkan pengumpulan fakta-fakta dengan cara observasi, wawancara dan studi kepustakaan sehingga dapat mengetahui permasalahannya. Berdasarkan hasil studi ini dapat diketahui syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pembukaan deposito, mengetahui prosedur pelaksanaanya mulai dari pembukaan hingga penutupan, dan mengetahui hambatan yang dihadapi pada Deposito iB Hasanah.PUTRI NURUL AFFIFAH - NPM : B00160087 ; Pembimbing : Reni Marlina, SE.,MM. ; Deposito iB Hasanah yaitu investasi berjangka yang dikelola berdasarkan prinsip syariah yang ditujukan bagi nasabah perorangan dan perusahaan, dengan menggunakan akad mudharabah. Bank BNI Syariah mengeluarkan produk Deposito iB Hasanah merupakan tabungan perencanaan untuk investasi dengan memberikan jangka waktu. Tujuan studi ini untuk mengetahui prosedur pelaksanaan pembukaan dan penutupan Deposito iB Hasanah dan mengetahui hambatan yang dihadapi pada Deposito iB Hasanah. Metode studi yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu metode yang menggambarkan keadaan tertentu berdasarkan pengumpulan fakta-fakta dengan cara observasi, wawancara dan studi kepustakaan sehingga dapat mengetahui permasalahannya. Berdasarkan hasil studi ini dapat diketahui syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pembukaan deposito, mengetahui prosedur pelaksanaanya mulai dari pembukaan hingga penutupan, dan mengetahui hambatan yang dihadapi pada Deposito iB Hasanah

    Tinjauan Program Kegiatan Dan Anggaran Belanja Pada Bidang Penataan Pertanahan Di Bpn Provinsi Jawa Barat

    No full text
    Program kerja merupakan unsur penting dalam mencapai sebuah tujuan didalam organisasi begitupula anggaran yang merupakan komponen dalam hal pencapaian visi dan misi organisasi. Anggaran terdiri dari tiga bagian yaitu, pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Anggaran belanja terbagi menjadi anggaran belanja langsung dan anggaran belanja tidak langsung. Anggaran belanja langsung digunakan untuk mengalokasikan dana pemerintah yang dianggarkan terkait secara langsung dengan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan agar sesuai proporsi kebutuhan. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui bentuk program kegiatan dan anggaran belanja serta hambatan yang dihadapi pada bidang penataan pertanahan di BPN Provinsi Jawa Barat. Metode studi penyusunan Tugas Akhir ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara studi lapangan, wawancara, dan studi pustaka. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan, menunjukan berdasarkan program kegiatan dan pertumbuhan anggaran serta anggaran belanja secara umum dapat dikatakan baik dan efesien karena tidak melebihi anggaran yang sudah ditetapkan. Sedangkan realisasinya juga tidak ada yang melebihi dari yang sudah dianggarkan.Ganang Muhammad Priambudi - NPM : C00160019 ; Pembimbing : Yuyus Yudistria, SE.,ME.; Program kerja merupakan unsur penting dalam mencapai sebuah tujuan didalam organisasi begitupula anggaran yang merupakan komponen dalam hal pencapaian visi dan misi organisasi. Anggaran terdiri dari tiga bagian yaitu, pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Anggaran belanja terbagi menjadi anggaran belanja langsung dan anggaran belanja tidak langsung. Anggaran belanja langsung digunakan untuk mengalokasikan dana pemerintah yang dianggarkan terkait secara langsung dengan program dan kegiatan yang akan dilaksanakan agar sesuai proporsi kebutuhan. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui bentuk program kegiatan dan anggaran belanja serta hambatan yang dihadapi pada bidang penataan pertanahan di BPN Provinsi Jawa Barat. Metode studi penyusunan Tugas Akhir ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan cara studi lapangan, wawancara, dan studi pustaka. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan, menunjukan berdasarkan program kegiatan dan pertumbuhan anggaran serta anggaran belanja secara umum dapat dikatakan baik dan efesien karena tidak melebihi anggaran yang sudah ditetapkan. Sedangkan realisasinya juga tidak ada yang melebihi dari yang sudah dianggarkan

    Analisis Bisnis Pada Toko Bandung Cloth Market Menggunakan Metode Business Model Canvas

    Full text link
    Latar belakang analisis bisnis ini karena terdapat pasar potensial dan pasar fashion yang cukup besar. Tujuan analisis bisnis untuk menganalisis kelayakan dari bisnis Bandung Cloth Market, dalam menganalisis bisnis ini, yang dilihat dari strategi SWOT yaitu internal dan eksternal, 4 aspek manajemen yaitu aspek pemasaran, aspek sumber daya manusia, aspek operasional, aspek dan keuangan, juga di tambahkan metode business model canvas. Metode analisis yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Dengan metode yang digunakan adalah business model canvas yang terdiri dari customer segment, value propositions, channel, customer relationships, revenue stream, key resources, key activities, key partnership, cost structure dan 4 aspek manajemen yaitu pemasaran (STP, bauran pemasaran), sumber daya manusia (Job analysis), operasional (Proses produksi, manajemen rantai pasok, dan tata letak) dan keuangan (PP, NPV, dan PI). Berdasarkan analisis bisnis yang telah di lakukan, di ketahui bahwa usaha Bandung Cloth Market layak untuk dijalankan. Hal ini dilihat dari segi strategi SWOT yaitu menawarkan belanja melalui online dan offline store, pembayaran melalui aplikasi ovo, dan memberikan bonus stiker setiap pembelian produk. Dalam segi manajemen, di dapatkan aspek pemasaran mempunyai market yang tinggi, aspek sumber daya manusia akan terjalin hubungan profesional, aspek operasional mempunyai sistem dalam pengaturan produk yang baik, dan aspek keuangan (PP, NPV, dan PI) menghasilkan laba yang menguntungkan. Dalam menggunakan metode business model canvas yang lebih fokus terhadap 3 pilihan yaitu value propositions, customer relationships, dan key activities.Satria Wahyu Maulana - NPM : A10160129 ; Pembimbing : M. Hadi Prasetyo, SE., MM. Latar belakang analisis bisnis ini karena terdapat pasar potensial dan pasar fashion yang cukup besar. Tujuan analisis bisnis untuk menganalisis kelayakan dari bisnis Bandung Cloth Market, dalam menganalisis bisnis ini, yang dilihat dari strategi SWOT yaitu internal dan eksternal, 4 aspek manajemen yaitu aspek pemasaran, aspek sumber daya manusia, aspek operasional, aspek dan keuangan, juga di tambahkan metode business model canvas. Metode analisis yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Dengan metode yang digunakan adalah business model canvas yang terdiri dari customer segment, value propositions, channel, customer relationships, revenue stream, key resources, key activities, key partnership, cost structure dan 4 aspek manajemen yaitu pemasaran (STP, bauran pemasaran), sumber daya manusia (Job analysis), operasional (Proses produksi, manajemen rantai pasok, dan tata letak) dan keuangan (PP, NPV, dan PI). Berdasarkan analisis bisnis yang telah di lakukan, di ketahui bahwa usaha Bandung Cloth Market layak untuk dijalankan. Hal ini dilihat dari segi strategi SWOT yaitu menawarkan belanja melalui online dan offline store, pembayaran melalui aplikasi ovo, dan memberikan bonus stiker setiap pembelian produk. Dalam segi manajemen, di dapatkan aspek pemasaran mempunyai market yang tinggi, aspek sumber daya manusia akan terjalin hubungan profesional, aspek operasional mempunyai sistem dalam pengaturan produk yang baik, dan aspek keuangan (PP, NPV, dan PI) menghasilkan laba yang menguntungkan. Dalam menggunakan metode business model canvas yang lebih fokus terhadap 3 pilihan yaitu value propositions, customer relationships, dan key activities

    Tinjauan Risiko Reputasi Pada Bank X Kantor Cabang Pembantu Dr. Djunjunan Bandung

    Full text link
    Pada dasarnya pengelolaan risiko reputasi sangatlah penting bagi suatu bank, maka dari itu penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah pengelolaan risiko reputasi, faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya risiko reputasi, serta hambatan dan solusi dalam pelaksanaan pengelolaan risiko reputasi pada bank bjb KCP Dr. Djunjunan Bandung. Dalam penulisan tugas akhir ini penulis menggunakan metode studi deskriptif, yaitu studi yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mengelola data, dan membandingkan dengan teori yang ada untuk kemudian diambil satu kesimpulan. Hasil studi menunjukkan bahwa tinjauan risiko reputasi pada bank bjb KCP Dr. Djunjunan Bandung relatif baik dengan adanya langkah-langkah pengelolaan risiko reputasi dan jugafaktor yang dapat mempengaruhi timbulnya risiko reputasi guna mengetahui hambatan serta solusi yang dapat diambil jika terjadi risiko reputasi pada bank.ADE ZAENUDIN AKBAR - NPM : B00160002 ; Pembimbing: : ROCHADI SANTOSO, SE., MH. Pada dasarnya pengelolaan risiko reputasi sangatlah penting bagi suatu bank, maka dari itu penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah pengelolaan risiko reputasi, faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya risiko reputasi, serta hambatan dan solusi dalam pelaksanaan pengelolaan risiko reputasi pada bank bjb KCP Dr. Djunjunan Bandung. Dalam penulisan tugas akhir ini penulis menggunakan metode studi deskriptif, yaitu studi yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mengelola data, dan membandingkan dengan teori yang ada untuk kemudian diambil satu kesimpulan. Hasil studi menunjukkan bahwa tinjauan risiko reputasi pada bank bjb KCP Dr. Djunjunan Bandung relatif baik dengan adanya langkah-langkah pengelolaan risiko reputasi dan jugafaktor yang dapat mempengaruhi timbulnya risiko reputasi guna mengetahui hambatan serta solusi yang dapat diambil jika terjadi risiko reputasi pada bank

    Penerapan Pelayanan Unggul (Service Excellent) Teller Terhadap Nasabah Pada Bank X Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pajajaran Bandung

    Full text link
    Service Excellent merupakan hal penting bagi setiap Bank, yang memberikan nilai tambah untuk Bank itu sendiri. Karena setiap nasabah pasti menginginkan pelayanan yang baik, cepat dan nyaman. Tellermerupakapetugas Bank yang melakukan pelayanan langsung dengan nasabah dalam bentuk penarikan/penerimaan transaksi tunai/non tunai. Tellerbertanggung jawab atas pelayanan terhadap nasabah, harus bersikap ramah sehingga nasabah akan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Bank. Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan pelayanan unggul (Service Excellent)Teller terhadap nasabah sudah memberikan yang terbaik, maka dari itu Bank harus tetap menjaganya agar nasabah tetap menyimpan uang mereka di Bank.Anggi Suci Mulyantini - NPM : B00150069 ; Pembimbing : Teguh Iman Basuki, S. Kom., MM Service Excellent merupakan hal penting bagi setiap Bank, yang memberikan nilai tambah untuk Bank itu sendiri. Karena setiap nasabah pasti menginginkan pelayanan yang baik, cepat dan nyaman. Tellermerupakapetugas Bank yang melakukan pelayanan langsung dengan nasabah dalam bentuk penarikan/penerimaan transaksi tunai/non tunai. Tellerbertanggung jawab atas pelayanan terhadap nasabah, harus bersikap ramah sehingga nasabah akan merasa puas dengan pelayanan yang diberikan oleh Bank. Hasil studi menunjukkan bahwa penerapan pelayanan unggul (Service Excellent)Teller terhadap nasabah sudah memberikan yang terbaik, maka dari itu Bank harus tetap menjaganya agar nasabah tetap menyimpan uang mereka di Bank

    Pelaksanaan Sistem Kliring Pada Bank X Kantor Cabang Ahmad Yani

    No full text
    Kliring adalah jasa penyelesaian utang piutang antar bank dengan cara saling menyerahkan warkat – warkat yang akan di kliringkan di lembaga kliring. Sistem kliring bertujuan untuk bertujuan mempermudah dan memperlancar lalulintas pembayaran. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan sistem kliring, keuntungan dalam bertransaksi menggunakan kliring pada Bank BTPN Kantor Cabang Ahmad Yani. Metode studi yang digunakan adalah metode deskriptif. Untuk pengumpulan data digunakan Studi Kepustakaan dan Praktik Kerja Lapangan yang mencakup wawancara dan observasi langsung. Berdasarkan hasil studi, ada sebelas proses yang dijalankan dalam mekanisme kliring debet maupun kliring kredit pada Bank BTPN kantor Cabang Ahmad Yani. Terdapat beberapa keuntungan yang didapat oleh nasabah dan pihak bank dalam melaksanakan kliring. Adapun hambatan yang dihadapi saat melaksanakan kliring. Namun semua kendala tersebut dapat diatasi dengan baik. Dan dapat disimpulkan bahwa seluruh kegiatan sistem kliring pada Bank BTPN Kantor Cabang Ahmad Yani Bandung berjalan baik sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).Dwi Noviyantie - NPM : B00160022 ; Pembimbing : Rochadi Santoso., S.E.,MH. Kliring adalah jasa penyelesaian utang piutang antar bank dengan cara saling menyerahkan warkat – warkat yang akan di kliringkan di lembaga kliring. Sistem kliring bertujuan untuk bertujuan mempermudah dan memperlancar lalulintas pembayaran. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan sistem kliring, keuntungan dalam bertransaksi menggunakan kliring pada Bank BTPN Kantor Cabang Ahmad Yani. Metode studi yang digunakan adalah metode deskriptif. Untuk pengumpulan data digunakan Studi Kepustakaan dan Praktik Kerja Lapangan yang mencakup wawancara dan observasi langsung. Berdasarkan hasil studi, ada sebelas proses yang dijalankan dalam mekanisme kliring debet maupun kliring kredit pada Bank BTPN kantor Cabang Ahmad Yani. Terdapat beberapa keuntungan yang didapat oleh nasabah dan pihak bank dalam melaksanakan kliring. Adapun hambatan yang dihadapi saat melaksanakan kliring. Namun semua kendala tersebut dapat diatasi dengan baik. Dan dapat disimpulkan bahwa seluruh kegiatan sistem kliring pada Bank BTPN Kantor Cabang Ahmad Yani Bandung berjalan baik sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP)

    Strategi Pemasaran Taseto Premium Pada Pt Bank X Kantor Cabang Ahmad Yani Bandung

    No full text
    Strategi pemasaran merupakan upaya memasarkan suatu produk, baik itu barang atau jasa, dengan menggunakan pola rencana dan taktik tertentu sehingga jumlah penjualan menjadi lebih tinggi. Tujuan penulisan ini adalah mengetahui strategi pemasaran produk Taseto Premium, kendala-kendala yang dihadapi PT. Bank Tabungan Pensiun Nasional serta mengetahui cara menghadapi kendala dalam strategi pemasaran produk Taseto Premium. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, teknik pengumpulan data yang dilakukan merupakan wawancara dan studi kepustakaan. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku refrensi yang berkaitan dengan judul yang diteliti. Penelitian yang dilakukan di PT. Bank Tabungan Pensiun Nasional kantor cabang Ahmad Yani menghasilkan kesimpulan bahwa strategi pemasaran Taseto Premium menggunakan bauran pemasaran 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Proces, physical evidence) Kendala-kendala yang dihadapi : Kurangnya promosi yang dilakukan Bank Tabungan Pensiun Nasional, sempitnya sasaran pasar dan Jaringan Kantor yang masih minimum. Cara mengatasi kendala tersebut dengan Membuat brosur-brosur dan pengadaan sosialisasi, Menfokuskan promosi produk pada masyarakat menengah keatas, Mengoptimalkan pelayanan kantor cabang kas dan kantor cabang pembantu. Saran yang diberikan pada penulisan ini adalah menambah gencarnya promosi, memperluas jaringan dan memperbanyak kantor pelayanan, melakukan pendekatan personal terhadap nasabah serta masuk kedalam suatu komunitas sasaran untuk melakukan pendekatan.Sarah Dwi Rahmawati - NPM : B00150053 ; Pembimbing : Teguh Iman Basuki, S.Kom.,MM. Strategi pemasaran merupakan upaya memasarkan suatu produk, baik itu barang atau jasa, dengan menggunakan pola rencana dan taktik tertentu sehingga jumlah penjualan menjadi lebih tinggi. Tujuan penulisan ini adalah mengetahui strategi pemasaran produk Taseto Premium, kendala-kendala yang dihadapi PT. Bank Tabungan Pensiun Nasional serta mengetahui cara menghadapi kendala dalam strategi pemasaran produk Taseto Premium. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, teknik pengumpulan data yang dilakukan merupakan wawancara dan studi kepustakaan. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku refrensi yang berkaitan dengan judul yang diteliti. Penelitian yang dilakukan di PT. Bank Tabungan Pensiun Nasional kantor cabang Ahmad Yani menghasilkan kesimpulan bahwa strategi pemasaran Taseto Premium menggunakan bauran pemasaran 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Proces, physical evidence) Kendala-kendala yang dihadapi : Kurangnya promosi yang dilakukan Bank Tabungan Pensiun Nasional, sempitnya sasaran pasar dan Jaringan Kantor yang masih minimum. Cara mengatasi kendala tersebut dengan Membuat brosur-brosur dan pengadaan sosialisasi, Menfokuskan promosi produk pada masyarakat menengah keatas, Mengoptimalkan pelayanan kantor cabang kas dan kantor cabang pembantu. Saran yang diberikan pada penulisan ini adalah menambah gencarnya promosi, memperluas jaringan dan memperbanyak kantor pelayanan, melakukan pendekatan personal terhadap nasabah serta masuk kedalam suatu komunitas sasaran untuk melakukan pendekatan

    Analisis Perkembangan Transaksi Non Tunai Tahun 2014-2018 Di Indonesia

    Full text link
    Studi ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan jumlah transaksi kartu debet, kartu ATM, kartu kredit dan uang elektronik, serta jumlah Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) yang beredar tahun 2014-2018 di Indonesia berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI). Metode studi yang digunakan adalah metode kuantitatif yang bersifat deskriptif, dimana penulis menjelaskan fenomena yang diteliti secara sistematis, terstruktur, tanpa adanya rekayasa, dan tersusun dari awal hingga akhir studi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan observasi. Hasil dari studi ini adalah perkembangan transaksi non tunai yang terdiri dari kartu debet, kartu ATM, kartu kredit dan uang elektronik berfluktuatif dari tahun 2014-2018. Perkembangan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) yang terdiri dari Infrastruktur dan jumlah Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) yang beredar juga berfluktuatif dari tahun 2014-2018. Meskipun perkembangan uang elektronik berfluktuatif setiap tahunnya, namun pada Oktober 2017 sampai tahun 2018 uang elektronik mengalami kenaikan yang signifikan.Nurhaliza - NPM : B00170024 ; Pembimbing : Reni Marlina, SE.,MM. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan jumlah transaksi kartu debet, kartu ATM, kartu kredit dan uang elektronik, serta jumlah Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) yang beredar tahun 2014-2018 di Indonesia berdasarkan data yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI). Metode studi yang digunakan adalah metode kuantitatif yang bersifat deskriptif, dimana penulis menjelaskan fenomena yang diteliti secara sistematis, terstruktur, tanpa adanya rekayasa, dan tersusun dari awal hingga akhir studi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka dan observasi. Hasil dari studi ini adalah perkembangan transaksi non tunai yang terdiri dari kartu debet, kartu ATM, kartu kredit dan uang elektronik berfluktuatif dari tahun 2014-2018. Perkembangan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) yang terdiri dari Infrastruktur dan jumlah Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) yang beredar juga berfluktuatif dari tahun 2014-2018. Meskipun perkembangan uang elektronik berfluktuatif setiap tahunnya, namun pada Oktober 2017 sampai tahun 2018 uang elektronik mengalami kenaikan yang signifikan

    826

    full texts

    1,095

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of STIE Ekuitas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇