Institutional Repository of STIE Ekuitas
Not a member yet
1095 research outputs found
Sort by
Perencanaan Bisnis Ayam Super Wani Melalui Pendekatan Empat Aspek Business Fungsional
Peningkatan kesadaran masyarakat Indonesia dalam mengkonsumsi ayam mendorong tingginya kebutuhan ikan di Indonesia, termasuk ayam kampung yang sangat umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, permintaan ayam kampung di Indonesia sangat tinggi namun belum dapat terpenuhi, peningkatan permintaan ayam kampung berbanding lurus dengan semakin banyaknya inovasi dalam pengolahan ayam, keadaan tersebut memungkinkan kebutuhan ayam kampung akan terus meningkat dari tahun ke tahun, rencana bisnis peternakan ayam super wani melihat peluang tersebut sangat potensial untuk di lakukan, analisis ini dilakukan untuk mengetahui usaha peternakan ayam kampung layak atau tidak untuk dijalankan.
Analisis dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan empat aspek bisnis fungsional untuk dapat menentukan kelayakan dari perencanaan bisnis peternakan ayam super wani.
Dari hasil analisis yang dilakukan pada bab-bab sebelumnya, terlihat bahwa bisnis ini memiliki banyak kelebihan dan peluang walaupun masih memiliki kekurangan dan ancaman yang akan terjadi, tetapi bisnis ini akan dapat mengatasinya dengan memaksimalkan keunggulan yang ada dan peluang untuk menutupi kelemahan dan ancaman. Sehingga dapat memasuki persaingan, dan dari hasil perhitungan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa bisnis ini layak untuk dijalankan berdasarkan perhitungan PBP (Payback Period), NPV (Net Present Value), dan PI (Profitability Index)Yuda Maulana Nugraha - NPM : A10160297 ; Dibawah Bimbingan : M. Hadi Prasetyo, SE., MM.
Peningkatan kesadaran masyarakat Indonesia dalam mengkonsumsi ayam mendorong tingginya kebutuhan ikan di Indonesia, termasuk ayam kampung yang sangat umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, permintaan ayam kampung di Indonesia sangat tinggi namun belum dapat terpenuhi, peningkatan permintaan ayam kampung berbanding lurus dengan semakin banyaknya inovasi dalam pengolahan ayam, keadaan tersebut memungkinkan kebutuhan ayam kampung akan terus meningkat dari tahun ke tahun, rencana bisnis peternakan ayam super wani melihat peluang tersebut sangat potensial untuk di lakukan, analisis ini dilakukan untuk mengetahui usaha peternakan ayam kampung layak atau tidak untuk dijalankan.
Analisis dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan empat aspek bisnis fungsional untuk dapat menentukan kelayakan dari perencanaan bisnis peternakan ayam super wani.
Dari hasil analisis yang dilakukan pada bab-bab sebelumnya, terlihat bahwa bisnis ini memiliki banyak kelebihan dan peluang walaupun masih memiliki kekurangan dan ancaman yang akan terjadi, tetapi bisnis ini akan dapat mengatasinya dengan memaksimalkan keunggulan yang ada dan peluang untuk menutupi kelemahan dan ancaman. Sehingga dapat memasuki persaingan, dan dari hasil perhitungan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa bisnis ini layak untuk dijalankan berdasarkan perhitungan PBP (Payback Period), NPV (Net Present Value), dan PI (Profitability Index
Pengaruh Kompetensi Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Primer Koperasi Kartika Artileri Berdaya Guna Sepanjang Masa Pusat Kesenjataan Artileri Medan Kota Cimahi
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Kompetensi Dan
Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Primer Koperasi Kartika Artileri Berdaya
Guna Sepanjang Masa Pusat Kesenjataan Artileri Medan Kota Cimahi. Penelitian
ini menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling, digunakan
sampel sebanyak 60 responden Pengaruh Kompetensi Dan Kompensasi Terhadap
Kinerja Pegawai Primer Koperasi Kartika Artileri Berdaya Guna Sepanjang Masa
Pusat Kesenjataan Artileri Medan Kota Cimahi. Data penelitian ini diperoleh dari
kuesioner (primer), studi kepustakaan sesuai tujuan penelitian. Teknik analisis
menggunakan uji koefisien determinasi (R2), regresi linear berganda dengan uji
hipotesis, yaitu uji F (simultan) dan uji T (parsial). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kompetensi dan kompensasi secara simultan berpengaruh dan signifikan
terhadap kinerja pegawai. Secara parsial, variabel kompetensi terhadap kinerja
pegawai diperoleh pengaruh yang signifikan, kemudian untuk variabel
kompensasi terhadap kinerja pegawai diperoleh pengaruh yang siginifikan.
Dengan demikian jika kompetensi yang baik dengan bidang pekerjaan yang
dijalankan, serta didukung pula dengan adanya pemberian kompensasi yang baik
pula yang diberikan kepada pegawai, maka senantiasa pegawai akan mampu
memberikan hasil kerja yang optimal bagi suatu organisasi.Arman Maulana - NPM : A22170016 ;
Pembimbing : Dr. H. Adang Widjana, Drs., MM.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh Kompetensi Dan
Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Primer Koperasi Kartika Artileri Berdaya
Guna Sepanjang Masa Pusat Kesenjataan Artileri Medan Kota Cimahi. Penelitian
ini menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling, digunakan
sampel sebanyak 60 responden Pengaruh Kompetensi Dan Kompensasi Terhadap
Kinerja Pegawai Primer Koperasi Kartika Artileri Berdaya Guna Sepanjang Masa
Pusat Kesenjataan Artileri Medan Kota Cimahi. Data penelitian ini diperoleh dari
kuesioner (primer), studi kepustakaan sesuai tujuan penelitian. Teknik analisis
menggunakan uji koefisien determinasi (R2), regresi linear berganda dengan uji
hipotesis, yaitu uji F (simultan) dan uji T (parsial). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kompetensi dan kompensasi secara simultan berpengaruh dan signifikan
terhadap kinerja pegawai. Secara parsial, variabel kompetensi terhadap kinerja
pegawai diperoleh pengaruh yang signifikan, kemudian untuk variabel
kompensasi terhadap kinerja pegawai diperoleh pengaruh yang siginifikan.
Dengan demikian jika kompetensi yang baik dengan bidang pekerjaan yang
dijalankan, serta didukung pula dengan adanya pemberian kompensasi yang baik
pula yang diberikan kepada pegawai, maka senantiasa pegawai akan mampu
memberikan hasil kerja yang optimal bagi suatu organisasi
Analisis Perhitungan Biaya Produksi Pada Cv X
CV X melakukan perhitungan biaya produksi dengan metode yang sederhana. Elemen-elemen biaya yang dihitung tidak dilakukan secara keseluruhan karena hanya terfokus pada biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
Tujuan studi ini yaitu untuk mengetahui perhitungan biaya produksi yang seharusnya. Metode yang digunakan dalam studi ini menggunakan metode studi lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara dengan pemilik CV dan pengumpulan data secara teoritis.
Berdasarkan hasil studi yang dilakukan pada CV X, disimpulkan bahwa CV X masih melakukan perhitungan biaya produksi secara sederhana karena tidak memperhitungkan seluruh elemen biaya yang mempengaruhi perhitungan biaya produksi seperti biaya overhead pabrik yang tidak terperinci sebaiknya CV X melakukan perhitungan biaya produksi yang sesuai. Perusahaan diharapakan dapat melanjutkan perhitungan biaya produksi yang sesuai.Adinda Nurjaman - NPM : C00160038 ; Pembimbing : Aneu Kuraesin, SE., M.Si.
CV X melakukan perhitungan biaya produksi dengan metode yang sederhana. Elemen-elemen biaya yang dihitung tidak dilakukan secara keseluruhan karena hanya terfokus pada biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
Tujuan studi ini yaitu untuk mengetahui perhitungan biaya produksi yang seharusnya. Metode yang digunakan dalam studi ini menggunakan metode studi lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara dengan pemilik CV dan pengumpulan data secara teoritis.
Berdasarkan hasil studi yang dilakukan pada CV X, disimpulkan bahwa CV X masih melakukan perhitungan biaya produksi secara sederhana karena tidak memperhitungkan seluruh elemen biaya yang mempengaruhi perhitungan biaya produksi seperti biaya overhead pabrik yang tidak terperinci sebaiknya CV X melakukan perhitungan biaya produksi yang sesuai. Perusahaan diharapakan dapat melanjutkan perhitungan biaya produksi yang sesuai
Pelaporan Pph Pasal 4 Ayat 2 Dengan Menggunakan E-Filling Pada Pt. X (Persero) Unit Induk Jawa Barat
Tujuan studi ini membahas tentang Pelaporan PPh Pasal 4 Ayat 2 dengan Menggunakan E-Filling yaitu untuk mengetahui Penerapan e-filling sebagai suatu langkah yang diharapkan dapat memberikan layanan prima terhadap masyarakat sehingga dapat meningkatkan kepuasan wajib pajak dan penerapan e-filling juga diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kebijakan e-filling dan pengaruhnya terhadap kepatuhan wajib pajak dalam penyampaian surat pemberitahuan (SPT) tahunan dan SPT Masa di PT. PLN (Persero) Unit Induk Jawa Barat.
Metode studi yang digunakan dalam studi ini adalah metode wawancara, observasi dan studi kepustakaan.
Berdasarkan hasil studi maka dapat ditarik kesimpulan bahwa cara pemungutan pajak ada tiga sistem yaitu sistem pajak nyata, sistem pajak anggapan, dan sistem pajak campuran, aplikasi e-filling dapat mempermudah dalam melakukan pelaporan pajak, serta adanya permasalahan dalam koneksi internet.Herlina Patimah - NPM : B00160028 ; Pembimbing : Dr. Yudi Wahyudin Suwandi, SE., M.Si.
Tujuan studi ini membahas tentang Pelaporan PPh Pasal 4 Ayat 2 dengan Menggunakan E-Filling yaitu untuk mengetahui Penerapan e-filling sebagai suatu langkah yang diharapkan dapat memberikan layanan prima terhadap masyarakat sehingga dapat meningkatkan kepuasan wajib pajak dan penerapan e-filling juga diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kebijakan e-filling dan pengaruhnya terhadap kepatuhan wajib pajak dalam penyampaian surat pemberitahuan (SPT) tahunan dan SPT Masa di PT. PLN (Persero) Unit Induk Jawa Barat.
Metode studi yang digunakan dalam studi ini adalah metode wawancara, observasi dan studi kepustakaan.
Berdasarkan hasil studi maka dapat ditarik kesimpulan bahwa cara pemungutan pajak ada tiga sistem yaitu sistem pajak nyata, sistem pajak anggapan, dan sistem pajak campuran, aplikasi e-filling dapat mempermudah dalam melakukan pelaporan pajak, serta adanya permasalahan dalam koneksi internet
Prosedur Pemberian Kredit Purna Bhakti (Kpb) Bagi Pensiunan Pns Pada Bank X Kantor Cabang Pembantu Lembang
Pensiun merupakan hal yang berat bagi sebagian orang dikarenakan waktu yang biasanya dipakai bekerja menjadi kosong. Maka dari itu biasanya Pensiunan PNS mendirikan usaha untuk mengisi waktu kosongnya, masalahnya pensiunan sering mengalami kendala di financial. Sejalan dengan permasalahan tersebut bank bjb membuat produk yaitu Kredit Purna Bhakti (KPB) untuk membantu pensiunan mengatasi masalahnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Prosedur pemberian KPB agar para pensiunan tidak salah ketika mengajukan kredit. Metode yang digunakan oleh penulis yaitu Metode Deskriptif. Untuk pengumpulan data penulis menggunkan Studi Kepustakaan dan Praktek Kerja Lapangan yang mencakup observasi dan wawancara.
Berdasarkan hasil studi menunjukan bahwa dalam prosedur pemberian KPB dimulai dari mengisi formulir dan melengkapi persyaratannya yang selanjutnya diproses pihak bank dan menghasilkan keputusan disetujui/ditolaknya pengajuan kredit. Adapun hambatan yang terjadi yaitu kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai prosedur KPB, persyaratan yang kurang lengkap, adanya persaingan, penanggung tidak hadir dan SK yang hilang/dijaminkan. Adapun solusi untuk mengatasi hambatan itu adalah menurunkan bunga, menjelaskan lebih detail prosedur dan persyaratannya, meningkatkan kualitas layanan, memberikan jadwal pencairan dan mengkonfirmasi sehari sebelumnya, menyarankan membuat surat kehilangan SK dan apabila SK di bank lain maka pemohon harus melunasi hutangnya terlebih dahulu.Siti Gina Marliana Gunawan - NPM : B00160045 ; Pembimbing : Merry Maulin, SH., M.Hum., M.Kn ;
Pensiun merupakan hal yang berat bagi sebagian orang dikarenakan waktu yang biasanya dipakai bekerja menjadi kosong. Maka dari itu biasanya Pensiunan PNS mendirikan usaha untuk mengisi waktu kosongnya, masalahnya pensiunan sering mengalami kendala di financial. Sejalan dengan permasalahan tersebut bank bjb membuat produk yaitu Kredit Purna Bhakti (KPB) untuk membantu pensiunan mengatasi masalahnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Prosedur pemberian KPB agar para pensiunan tidak salah ketika mengajukan kredit. Metode yang digunakan oleh penulis yaitu Metode Deskriptif. Untuk pengumpulan data penulis menggunkan Studi Kepustakaan dan Praktek Kerja Lapangan yang mencakup observasi dan wawancara.
Berdasarkan hasil studi menunjukan bahwa dalam prosedur pemberian KPB dimulai dari mengisi formulir dan melengkapi persyaratannya yang selanjutnya diproses pihak bank dan menghasilkan keputusan disetujui/ditolaknya pengajuan kredit. Adapun hambatan yang terjadi yaitu kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai prosedur KPB, persyaratan yang kurang lengkap, adanya persaingan, penanggung tidak hadir dan SK yang hilang/dijaminkan. Adapun solusi untuk mengatasi hambatan itu adalah menurunkan bunga, menjelaskan lebih detail prosedur dan persyaratannya, meningkatkan kualitas layanan, memberikan jadwal pencairan dan mengkonfirmasi sehari sebelumnya, menyarankan membuat surat kehilangan SK dan apabila SK di bank lain maka pemohon harus melunasi hutangnya terlebih dahulu
Pelaksanaan Standar Pelayanan Customer Service Terhadap Nasabah Pada Bank X Kantor Cabang Pembantu Ir. H. Juanda
Sri Wahyuni - NPM : B00120003 ;
Pembimbing : Yudi Wahyudin S. SE., M.Si.Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan standar pelayanan customer service terhadap nasabah, standar apa saja yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan pelayanan, serta apa saja kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pelayanan nasabah.
Metode pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah metode deskriptifanalisis, yaitu suatu metode yang bertujuan untuk mendapatkan fakta yang menggambarkan suatu objek penelitian dalam suatu keadaan yang sebenarnya. Sedangkan teknik pengumpulan data dalam studi ini adalah dengan cara studi kepustakaan dan studi lapangan (observasi, wawancara, dandokumentasi).
Hasil studi menunjukkan bahwa pelaksanaan standar pelayanan customer service terhadap nasabah sudah dilaksanakan dengan baik sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan. Beberapa kendala yang terjadi pada saat pelaksanaan standar pelayanan customer service dapat terselesaikan dengan baik karena pihak bank mempunyai solusi yang tepat untuk mengurangi kendala tersebut
Tinjauan Prosedur Pelaksanaan Klaim Asuransi Kredit Usaha Rakyat Pada Bank X Kantor Cabang Pembantu Pasir Kaliki
Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan dukungan dari Pemerintah terhadap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam rangka pengentasan kemiskinan serta pemerataan ekonomi. Bank bjb merupakan bank umum daerah yang memberikan fasilitas pembiayaan KUR, dalam memberikan kredit bank memiliki risiko yaitu risiko kredit nasabah gagal bayar. Untuk menghindari hal tersebut bank bjb mewajibkan seluruh calon debitur KUR mengasuransikan kreditnya.
Studi ini bertujuan untuk mengetahui prosedur dan hambatan yang terdapat dalam pelaksanaan klaim asuransi KUR. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode deskriptif dengan objek studi adalah Bank Bjb Kantor Cabang Pembantu Pasir Kaliki.
Dari hasil studi prosedur pelaksanaan klaim asuransi KUR adalah kredit yang dinyatakan layak diberikan kepada debitur, maka bank akan mengajukan permohonan penjaminan kepada Perusahaan Penjamin yang kemudian Perusahaan Penjamin menagih IJP terhadap Pemerintah. Apabila nasabah wanprestasi maka bank akan mengajukan klaim kepada perusahaan penjamin, lalu dilakukan analisa kelayakan oleh perusahaan penjamin dan apabila layak akan dibayarkan kepada bank penyalur. Hambatan yang terdapat dalam pelaksanaan klaim adalah lamanya proses pengumpulan berkas persyaratan klaim dari nasabah dan terlambatnya pembayaran klaim oleh Perusahaan Asuransi.Siti Nugrahani Al’humairah - NPM : B00160105 ; Pembimbinf : Reni Marlina, SE.,MM.
Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan dukungan dari Pemerintah terhadap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam rangka pengentasan kemiskinan serta pemerataan ekonomi. Bank bjb merupakan bank umum daerah yang memberikan fasilitas pembiayaan KUR, dalam memberikan kredit bank memiliki risiko yaitu risiko kredit nasabah gagal bayar. Untuk menghindari hal tersebut bank bjb mewajibkan seluruh calon debitur KUR mengasuransikan kreditnya.
Studi ini bertujuan untuk mengetahui prosedur dan hambatan yang terdapat dalam pelaksanaan klaim asuransi KUR. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah metode deskriptif dengan objek studi adalah Bank Bjb Kantor Cabang Pembantu Pasir Kaliki.
Dari hasil studi prosedur pelaksanaan klaim asuransi KUR adalah kredit yang dinyatakan layak diberikan kepada debitur, maka bank akan mengajukan permohonan penjaminan kepada Perusahaan Penjamin yang kemudian Perusahaan Penjamin menagih IJP terhadap Pemerintah. Apabila nasabah wanprestasi maka bank akan mengajukan klaim kepada perusahaan penjamin, lalu dilakukan analisa kelayakan oleh perusahaan penjamin dan apabila layak akan dibayarkan kepada bank penyalur. Hambatan yang terdapat dalam pelaksanaan klaim adalah lamanya proses pengumpulan berkas persyaratan klaim dari nasabah dan terlambatnya pembayaran klaim oleh Perusahaan Asuransi
Tinjauan Strategi Bauran Pemasaran Tabungan Tandamata My First Pada Bank x Kantor Cabang Pembantu Cicaheum
Dalam strategi pemasaran produk tabungan Tandamata My First pada bank bjb KCP Cicaheum menggunakan metode bauran pemasaran (marketing mix). Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui secara terperinci bagaimana pelaksanaan kegiatan strategi pemasaran produk tabungan Tandamata My First oleh bank bjb KCP Cicaheum.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu metode studi yang dapat memperoleh deskriptif atau gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat. Pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan teknik studi lapangan dan studi kepustakaan.
Berdasarkan hasil studi yang dapat diketahui bahwa, yang pertama dalam pelaksaan strategi pemasaran menggunakan metode Bauran Pemasaran (marketing mix) dengan menggunakan metode ini dalam pelaksanaanya sudah terperinci, yang kedua adanya kendala pada saat memasarkan produk Tandamata My First yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal dan yang terakhir setelah adanya kendala tentu ada solusi untuk mengurangi atau menangani kendala yang ada pada saat memasarkan produk Tandamata My First.Muhammad Iqbal - NPM : B00120026 ; Pembimbing : Teguh Iman Basuki, S. Kom., MM ;
Dalam strategi pemasaran produk tabungan Tandamata My First pada bank bjb KCP Cicaheum menggunakan metode bauran pemasaran (marketing mix). Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui secara terperinci bagaimana pelaksanaan kegiatan strategi pemasaran produk tabungan Tandamata My First oleh bank bjb KCP Cicaheum.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu metode studi yang dapat memperoleh deskriptif atau gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat. Pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan teknik studi lapangan dan studi kepustakaan.
Berdasarkan hasil studi yang dapat diketahui bahwa, yang pertama dalam pelaksaan strategi pemasaran menggunakan metode Bauran Pemasaran (marketing mix) dengan menggunakan metode ini dalam pelaksanaanya sudah terperinci, yang kedua adanya kendala pada saat memasarkan produk Tandamata My First yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal dan yang terakhir setelah adanya kendala tentu ada solusi untuk mengurangi atau menangani kendala yang ada pada saat memasarkan produk Tandamata My First
Tinjauan Pelaksanaan Pembiayaan Kpr Platinum Ib Pada Pt. x Tbk. Kantor Cabang Syariah Bandung
Tempat tinggal atau rumah untuk saat ini merupakan kebutuhan dasar atau kebutuhan primer setiap orang. Selain berguna untuk tempat berlindung untuk saat ini rumah juga dapat mencerminkan status sosial seseorang dan seringkali dijadikan sebagai tolak ukur keadaan ekonomi seseorang. Oleh karena itu studi ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana prosedur pelaksanaan pembiayaan KPR Platinum iB, syarat – syarat pemberian pemberian pembiayaan KPR Platinum iB, serta hambatan dan solusi dalam pemberian pembiayaan KPR Platinum iB.
Metode yang dilakukan adalah metode deskriptif, yaitu dengan cara mengumpulkan data – data yang bertujuan untuk menggambarkan, memaparkan, serta menganalisis dan kemudian menyimpulkannya. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dengan cara mewawancarai serta studi kepustakaan.
Adapun prosedur pelaksanaan pemberian KPR Platinum iB ini memiliki beberapa tahapan diantaranya seperti, Penerimaan berkas pemohon, Analisis pembiayaan, pihak Bank melakukan rapat komite pembiayaan terkait dengan layak atau tidaknya nasabah tersebut untuk mendapatkan pembiayaan, selanjutnya pihak bank mengeluarkan SP3 dan dilanjutkan dengan realisasi pembiayaan KPR, dimana untuk pencairan/realisasi pembiayaan diberikan apabila pihak pemohon atau nasabah telah memenuhi semua persyaratan yang telah ditentukan pihak bankM Huda Firdaus Syabani - NPM : B00160097 ; Pembimbing : Asep Ghofir Ali SE., M.Ag.
Tempat tinggal atau rumah untuk saat ini merupakan kebutuhan dasar atau kebutuhan primer setiap orang. Selain berguna untuk tempat berlindung untuk saat ini rumah juga dapat mencerminkan status sosial seseorang dan seringkali dijadikan sebagai tolak ukur keadaan ekonomi seseorang. Oleh karena itu studi ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana prosedur pelaksanaan pembiayaan KPR Platinum iB, syarat – syarat pemberian pemberian pembiayaan KPR Platinum iB, serta hambatan dan solusi dalam pemberian pembiayaan KPR Platinum iB.
Metode yang dilakukan adalah metode deskriptif, yaitu dengan cara mengumpulkan data – data yang bertujuan untuk menggambarkan, memaparkan, serta menganalisis dan kemudian menyimpulkannya. Adapun teknik pengumpulan data yaitu dengan cara mewawancarai serta studi kepustakaan.
Adapun prosedur pelaksanaan pemberian KPR Platinum iB ini memiliki beberapa tahapan diantaranya seperti, Penerimaan berkas pemohon, Analisis pembiayaan, pihak Bank melakukan rapat komite pembiayaan terkait dengan layak atau tidaknya nasabah tersebut untuk mendapatkan pembiayaan, selanjutnya pihak bank mengeluarkan SP3 dan dilanjutkan dengan realisasi pembiayaan KPR, dimana untuk pencairan/realisasi pembiayaan diberikan apabila pihak pemohon atau nasabah telah memenuhi semua persyaratan yang telah ditentukan pihak bank
Tinjauan Pelaksanaan Promosi Dalam Upaya Meningkatkan Produk Kpr Btn Subsidi Pada Pt. X Kantor Cabang Bandung
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN Subsidi merupakan salah satu jenis KPR yang ditawarkan oleh Bank Tabungan negara (BTN) bekerjasama dengan pemerintah Indonesia. Target pemasaran KPR BTN Subsidi adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang ingin memiliki hunian nyaman dengan cicilan dan bunga yang ringan.
Metode studi yang digunakan dalam penulisan Laporan Tugas Akhir adalah metode deskriptif. Metode deskriptif bertujuan untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan oleh Bank BTN dalam meningkatkan produknya berdasarkan fakta-fakta yang ada. Data yang diperoleh berupa data primer dan data sekunder, teknik data yang dilakukan oleh penulis adalah studi kepustakaan serta studi lapangan dengan melakukan observasi juga wawancara, lalu teknik pengumpulan data yang dilakukan mulai dari penyusunan, klasifikasi data serta membandingkan juga menganalisis untuk selanjutnya dilaporkan menjadi informasi yang berguna.
Berdasarkan hasil studi, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa upaya pelaksanaan promosi yang telah dilakukan oleh Bank BTN Kantor Cabang Bandung untuk meningkatkan produk KPR BTN Subsidi yaitu melakukan kegiatan periklanan (advertising), promosi penjualan (sales promotion), penjualan pribadi (personal selling) serta publisitas (publicity)Tria Siti Nurwenda - NPM : B00160039 ; Pembimbing : Teguh Iman Basuki, S.Kom., MM., CCS., CBT.
Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN Subsidi merupakan salah satu jenis KPR yang ditawarkan oleh Bank Tabungan negara (BTN) bekerjasama dengan pemerintah Indonesia. Target pemasaran KPR BTN Subsidi adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang ingin memiliki hunian nyaman dengan cicilan dan bunga yang ringan.
Metode studi yang digunakan dalam penulisan Laporan Tugas Akhir adalah metode deskriptif. Metode deskriptif bertujuan untuk menggambarkan kegiatan yang dilakukan oleh Bank BTN dalam meningkatkan produknya berdasarkan fakta-fakta yang ada. Data yang diperoleh berupa data primer dan data sekunder, teknik data yang dilakukan oleh penulis adalah studi kepustakaan serta studi lapangan dengan melakukan observasi juga wawancara, lalu teknik pengumpulan data yang dilakukan mulai dari penyusunan, klasifikasi data serta membandingkan juga menganalisis untuk selanjutnya dilaporkan menjadi informasi yang berguna.
Berdasarkan hasil studi, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa upaya pelaksanaan promosi yang telah dilakukan oleh Bank BTN Kantor Cabang Bandung untuk meningkatkan produk KPR BTN Subsidi yaitu melakukan kegiatan periklanan (advertising), promosi penjualan (sales promotion), penjualan pribadi (personal selling) serta publisitas (publicity