Institutional Repository of STIE Ekuitas
Not a member yet
1095 research outputs found
Sort by
Tinjauan Terhadap Shariah Compliance (Kepatuhan Syariah) Pada Pt Bank X Syariah Kantor Pusat
Kepatuhan Syariah adalah kegiatan utama bank terutama pada bank syariah yaitu untuk memberikan rasa aman kepada stakeholder. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosedur penerapan kepatuhan syariah pada PT Bank bjb Syariah, manfaat diterapkannya shariah compliance (kepatuhan syariah) bagi pihak bank dan nasabah, serta hambatan-hambatan yang dihadapi dalam penerapan shariah compliance (kepatuhan syariah).
Metode yang digunakan untuk menyusun Tugas Akhir ini adalah metode deskriptif yaitu metode yang bermaksud untuk memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi yang sebenarnya terjadi di bank bjb Syariah Kantor Pusat yang meliputi observasi (pengumpulan data), wawancara dan studi kepustakaan.
Hasil studi ini menunjukkan bahwa prosedur pelaksanaan kepatuhan syariah adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi lembaga keuangan, Kepatuhan berimplikasi pada keharusan pengawasan terhadap pelaksanaan kepatuhan, perbankan syariah mengartikan kepatuhan syariah adalah meningkatkan pengetahuan syariah bagi karyawan sehingga peluang terjadinya pelanggaran syariah berkurang selain itu menciptakan tawaran-tawaran produk dan layanan yang kreatif dan inovatif. Manfaat dan hambatan dari pelaksanaan kepatuhan syariah juga menjadi fokus dalam pembahasan studi ini.NUR AZIZAH HIMAWATI - NPM : B00160023 ; Pembimbing : Dr. Iim Hilman SE., MM. ;
Kepatuhan Syariah adalah kegiatan utama bank terutama pada bank syariah yaitu untuk memberikan rasa aman kepada stakeholder. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosedur penerapan kepatuhan syariah pada PT Bank bjb Syariah, manfaat diterapkannya shariah compliance (kepatuhan syariah) bagi pihak bank dan nasabah, serta hambatan-hambatan yang dihadapi dalam penerapan shariah compliance (kepatuhan syariah).
Metode yang digunakan untuk menyusun Tugas Akhir ini adalah metode deskriptif yaitu metode yang bermaksud untuk memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi yang sebenarnya terjadi di bank bjb Syariah Kantor Pusat yang meliputi observasi (pengumpulan data), wawancara dan studi kepustakaan.
Hasil studi ini menunjukkan bahwa prosedur pelaksanaan kepatuhan syariah adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi lembaga keuangan, Kepatuhan berimplikasi pada keharusan pengawasan terhadap pelaksanaan kepatuhan, perbankan syariah mengartikan kepatuhan syariah adalah meningkatkan pengetahuan syariah bagi karyawan sehingga peluang terjadinya pelanggaran syariah berkurang selain itu menciptakan tawaran-tawaran produk dan layanan yang kreatif dan inovatif. Manfaat dan hambatan dari pelaksanaan kepatuhan syariah juga menjadi fokus dalam pembahasan studi ini
Analisis Rasio Likuiditas Pada PT X (persero)
Analisis laporan keuangan pada dasarnya berfungsi untuk mengetahui tingkat profitabilitas, tingkat solvabilitas, tingkat likuiditas, tingkat stablilitas usaha, dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Sedangkan Rasio keuangan merupakan alat analisis keuangan perusahaan untuk menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan data keuangan yang terdapat pada pos laporan keuangan (neraca, laporan laba/rugi, laporan arus kas). Salah satu bentuk rasio keuangan yang dinilai penting untuk mengalisis laporan keuangan adalah rasio likuiditas. Rasio likuiditas adalah aktiva lancar yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang bisa dengan cepat dijual dalam rangka untuk membayar kewajiban jangka pendek. Dengan begitu dapat diambil gambaran bahwa “semakin tinggi likuiditas perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya, maka akan semakin baik.” .Berdasarkan uraian tersebut penulis tertarik melakukan studi ini dengan judul “Analisis Rasio Likuiditas pada PT Pertamina (Persero)”. Dalam studi ini, penulis menggunakan laporan keuangan tahunan selama kurun waktu 5 (lima) tahun dari tahun 2013 hingga 2017. Berdasarkan hasil studi yang penulis lakukan melalui analisi rasio likuiditas dapat diketahui bahwa selama kurun waktu 5 (lima) tahun perusahaan tersebut berada di dalam ketegori kurang likuid menurut standar industry akan tetapi jika di lihat dari rasio likuiditas pada industri yang sama dapat disimpulkan bahwa rasio likuiditas PT Pertamina berada di kategori likuid.Dizzy Graha Putra Wiraatmaja -NPM : B00130002
Pembimbing : Rochadi Santoso, SE., MH., MBA.
Analisis laporan keuangan pada dasarnya berfungsi untuk mengetahui tingkat profitabilitas, tingkat solvabilitas, tingkat likuiditas, tingkat stablilitas usaha, dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Sedangkan Rasio keuangan merupakan alat analisis keuangan perusahaan untuk menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan data keuangan yang terdapat pada pos laporan keuangan (neraca, laporan laba/rugi, laporan arus kas). Salah satu bentuk rasio keuangan yang dinilai penting untuk mengalisis laporan keuangan adalah rasio likuiditas. Rasio likuiditas adalah aktiva lancar yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang bisa dengan cepat dijual dalam rangka untuk membayar kewajiban jangka pendek. Dengan begitu dapat diambil gambaran bahwa “semakin tinggi likuiditas perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya, maka akan semakin baik.” .Berdasarkan uraian tersebut penulis tertarik melakukan studi ini dengan judul “Analisis Rasio Likuiditas pada PT Pertamina (Persero)”. Dalam studi ini, penulis menggunakan laporan keuangan tahunan selama kurun waktu 5 (lima) tahun dari tahun 2013 hingga 2017. Berdasarkan hasil studi yang penulis lakukan melalui analisi rasio likuiditas dapat diketahui bahwa selama kurun waktu 5 (lima) tahun perusahaan tersebut berada di dalam ketegori kurang likuid menurut standar industry akan tetapi jika di lihat dari rasio likuiditas pada industri yang sama dapat disimpulkan bahwa rasio likuiditas PT Pertamina berada di kategori likuid
Pelaksanaan Tabungan Haji Ib Maslahah Pada Bank X Syariah Kcp Mohammad Toha Bandung
Tabungan Haji iB Maslahah adalah salah satu produk yang dimiliki oleh Bank Jabar Banten Syariah KCP Mohammad Toha Bandung. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pelaksanaan Tabungan haji iB Maslahah Pada Bank Bjb Syariah KCP Mohammad Toha Bandung.
Metode studi yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah studi lapangan dan studi kepustakaan. Studi lapangan berupa wawancara dengan mendatangi lokasi yaitu Bank Bjb Syariah KCP Mohammad Toha Bandung.
Pelaksanaan tabungan haji iB maslahah yang dilakukan pada Bank Bjb Syariah KCP Mohammad Toha Bandung berjalan dengan baik yang didasarkan pada SOP (Standard Operating Procedure). Dari mulai pembukaan, peyetoran, penarikan untuk dilimpahkan kepada rekening departemen agama dan penutupan serta pengeloaan.REFNO JUSANTO - NPM : B00160046 ; Pembimbing : Dr.Suryaman, SE., MM,CPM.
Tabungan Haji iB Maslahah adalah salah satu produk yang dimiliki oleh Bank Jabar Banten Syariah KCP Mohammad Toha Bandung. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Pelaksanaan Tabungan haji iB Maslahah Pada Bank Bjb Syariah KCP Mohammad Toha Bandung.
Metode studi yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah studi lapangan dan studi kepustakaan. Studi lapangan berupa wawancara dengan mendatangi lokasi yaitu Bank Bjb Syariah KCP Mohammad Toha Bandung.
Pelaksanaan tabungan haji iB maslahah yang dilakukan pada Bank Bjb Syariah KCP Mohammad Toha Bandung berjalan dengan baik yang didasarkan pada SOP (Standard Operating Procedure). Dari mulai pembukaan, peyetoran, penarikan untuk dilimpahkan kepada rekening departemen agama dan penutupan serta pengeloaan
Tinjauan Standar Operasional (Sop) Penyetoran Pajak Penghasilan (Pph) Pasal 23 Pada Pt. X (Persero) Distribusi Jawa Barat
Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana standar operasional prosedur penyetoran pajak penghasilan pasal 23, pelaksanaan penyetoran pajak penghasilan pasal 23, serta kendala yang dihadapi pada saat melakukan penyetoran pajak penghasilan pasal 23.
Metode yang digunakan untuk menyusun Tugas Akhir ini adalah metode deskriptif yaitu metode yang bermaksud untuk memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi yang sebenarnya terjadi di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat yang meliputi observasi (pengumpulan data), wawancara, dan kepustakaan.
Hasil studi ini menunjukkan bahwa prosedur penyetoran pajak penghasilan pasal 23, penyetor harus mengisi formulir surat setoran pajak dan surat pemberitahuan dengan menggunakan data dari Wajib Pajak seperti NPWP, alamat WP, nomor telepon,kode akun pajak, dan lainnya. Selain itu studi ini juga meninjau pelaksanaan penyetoran pajak penghasilan pasal 23 harus dilakukan berdasarkan jangka waktu yang ditetapkan oleh Dikrektorat Jenderal Pajak. Kendala yang dihadapi saat melakukan penyetoran pajak penghasilan pasal 23 juga menjadi fokus dalam pembahasan studi ini.LIPIA IRA ARYANTI - NPM B00160040 ; Pembimbing : Susinah Kuntandi, ST., MM.
Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui bagaimana standar operasional prosedur penyetoran pajak penghasilan pasal 23, pelaksanaan penyetoran pajak penghasilan pasal 23, serta kendala yang dihadapi pada saat melakukan penyetoran pajak penghasilan pasal 23.
Metode yang digunakan untuk menyusun Tugas Akhir ini adalah metode deskriptif yaitu metode yang bermaksud untuk memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi yang sebenarnya terjadi di PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat yang meliputi observasi (pengumpulan data), wawancara, dan kepustakaan.
Hasil studi ini menunjukkan bahwa prosedur penyetoran pajak penghasilan pasal 23, penyetor harus mengisi formulir surat setoran pajak dan surat pemberitahuan dengan menggunakan data dari Wajib Pajak seperti NPWP, alamat WP, nomor telepon,kode akun pajak, dan lainnya. Selain itu studi ini juga meninjau pelaksanaan penyetoran pajak penghasilan pasal 23 harus dilakukan berdasarkan jangka waktu yang ditetapkan oleh Dikrektorat Jenderal Pajak. Kendala yang dihadapi saat melakukan penyetoran pajak penghasilan pasal 23 juga menjadi fokus dalam pembahasan studi ini
Pengaruh Komitmen Organisasi, Partisipasi Anggaran, Dan Akuntansi Pertanggungjawaban Terhadap Kinerja Manajerial (Studi Kasus Pada Pt. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Bandung)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh komitmen organisasi, partisipasi anggaran, dan akuntansi pertanggungjawaban terhadap kinerja manajerial. Empat variabel yang diteliti komitmen organisasi, partisipasi anggaran, dan akuntansi pertanggungjawaban sebagai variabel independen serta kinerja manajerial sebagai variabel dependen. Penelitian ini dilakukan pada PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Bandung.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif verifikatif. Data yang digunakan berasal dari data primer. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, dapat disimpulkan bahwa secara parsial komitmen organisasi, partisipasi anggaran, dan akuntansi pertanggungjawaban berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Selain itu, secara simultan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari komitmen organisasi, partisipasi anggaran, dan akuntansi pertanggungjawaban terhadap kinerja manajerial.Riananda Ashma Dewi - NPM : C10150001 ;
Pembimbing : Yane Devi Anna, SE., M.Si., Ak., CA.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh komitmen organisasi, partisipasi anggaran, dan akuntansi pertanggungjawaban terhadap kinerja manajerial. Empat variabel yang diteliti komitmen organisasi, partisipasi anggaran, dan akuntansi pertanggungjawaban sebagai variabel independen serta kinerja manajerial sebagai variabel dependen. Penelitian ini dilakukan pada PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Bandung.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif verifikatif. Data yang digunakan berasal dari data primer. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, dapat disimpulkan bahwa secara parsial komitmen organisasi, partisipasi anggaran, dan akuntansi pertanggungjawaban berpengaruh terhadap kinerja manajerial. Selain itu, secara simultan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dari komitmen organisasi, partisipasi anggaran, dan akuntansi pertanggungjawaban terhadap kinerja manajerial
Pengaruh Non Performing Loan (Npl) Dan Loan To Deposit Ratio (Ldr) Terhadap Capital Adequacy Ratio (Car) Pada Pt. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Periode Tahun 2010-2013
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Non Performing Loan (NPL) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode verifikatif, dengan teknik pengumpulan data secara studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Data yang diperoleh adalah data sekunder yang berasal dari laporan keuangan bank. Rancangan pengujian hipotesis menggunakan uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, persamaan regresi berganda, koefisien korelasi, koefisien determinasi, uji t dan uji f.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif signifikan terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR berpengaruh positif signifikan terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR). Secara simultan Non Performing Loan (NPL) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh signifikan terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR). Non Performing Loan (NPL) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh kuat terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR).Cintya Puspa Ayu - NPM : A10110123 ; Pembimbing : Dr. H. Usdi Suryana, SE, MM, Ak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Non Performing Loan (NPL) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode verifikatif, dengan teknik pengumpulan data secara studi dokumentasi dan studi kepustakaan. Data yang diperoleh adalah data sekunder yang berasal dari laporan keuangan bank. Rancangan pengujian hipotesis menggunakan uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, persamaan regresi berganda, koefisien korelasi, koefisien determinasi, uji t dan uji f.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Non Performing Loan (NPL) berpengaruh negatif signifikan terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR berpengaruh positif signifikan terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR). Secara simultan Non Performing Loan (NPL) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh signifikan terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR). Non Performing Loan (NPL) dan Loan to Deposit Ratio (LDR) berpengaruh kuat terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR)
Pemungutan Pajak Penerangan Jalan Oleh Pt. X (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Barat Up3 Bandung
Pajak Penerangan Jalan adalah pajak atas penggunaan tenaga listrik baik yang dihasilkan sendiri maupun diperoleh dari sumber lain. PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Barat UP3 Bandung merupakan pihak pemungut Pajak Penerangan Jalan, memiliki kewajiban untuk menghitung dan memungut pajak yang terutang. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui pemungutan Pajak Penerangan Jalan oleh PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Barat UP3 Bandung.
Metode studi dilakukan secara deskriptif yaitu dengan cara mengumpulkan, menyusun, dan mengklasifikasi data dengan tujuan menggambarkan sifat dari suatu keadaan yang diteliti. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis dalam pembahasan ini adalah wawancara, dan studi kepustakaan.
Berdasarkan hasil studi menunjukkan bahwa dalam pemungutan Pajak Penerangan Jalan terdapat tahapan-tahapan, mulai dari penetapan pajak, pembayaran pajak terutang, pelaporan pajak, dan ketetapan pajak. Tarif perhitungan Pajak Penerangan Jalan telah diatur dalam Peraturan Daerah dan Undang-Undang. Terdapat hambatan-hambatan yang dihadapi PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Barat UP3 Bandung serta upaya-upaya dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut.Astari Regita Agustia - NPM : B00160020 ; Pembimbing : Reni Marlina, SE.,MM.
Pajak Penerangan Jalan adalah pajak atas penggunaan tenaga listrik baik yang dihasilkan sendiri maupun diperoleh dari sumber lain. PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Barat UP3 Bandung merupakan pihak pemungut Pajak Penerangan Jalan, memiliki kewajiban untuk menghitung dan memungut pajak yang terutang. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui pemungutan Pajak Penerangan Jalan oleh PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Barat UP3 Bandung.
Metode studi dilakukan secara deskriptif yaitu dengan cara mengumpulkan, menyusun, dan mengklasifikasi data dengan tujuan menggambarkan sifat dari suatu keadaan yang diteliti. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis dalam pembahasan ini adalah wawancara, dan studi kepustakaan.
Berdasarkan hasil studi menunjukkan bahwa dalam pemungutan Pajak Penerangan Jalan terdapat tahapan-tahapan, mulai dari penetapan pajak, pembayaran pajak terutang, pelaporan pajak, dan ketetapan pajak. Tarif perhitungan Pajak Penerangan Jalan telah diatur dalam Peraturan Daerah dan Undang-Undang. Terdapat hambatan-hambatan yang dihadapi PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Barat UP3 Bandung serta upaya-upaya dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut
Peran Bjb T-Samsat Dalam Menghimpun Dana pada PT. bank Pembangunan daerah Jawa Barat dan Banten,Tbk
Studi ini untuk mengetahui bagaimana peran tabungan samsatdalam menghimpun dana pada bank bjb kantor cabang tamansari Bandung dalammenariksebesar-besarnyadanadarimasyarakatyang memudahkanparawajibpajakuntukmembayarpajaknyadengancaramenabung.
Metode studi yang digunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah studi pustaka dan penelitian lapangan, untuk memperoleh data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumenter dengan mendatangi lokasi yaitu bank bjb kantor cabang Tamansari Bandung.
Berdasarkan observasi dan wawancara yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa peran bjb t-Samsat dalam menghimpun dana pada bank bjb kantor cabang Tamansari Bandung denganbertambahnyajumlahnasabahtabungandanjumlahdanatabunganpada bank BjbkantorcabangTamansari. Pada prosedurpelaksanaannyasangatlahfleksibelsertaefisienkarenatidakmembutuhkanwaktu yang lama saatbertransaksi. Banyak pula keuntungansertakemudahan yang didapatkanmasyarakatdalampenggunaanbjb T-Samsat.Amelia Putri Ayu Sakina - NPM : B00150006 ;
Pembimbing : Dr. YudiWahyudinSuwandi.,SE.,M.Si
Studi ini untuk mengetahui bagaimana peran tabungan samsatdalam menghimpun dana pada bank bjb kantor cabang tamansari Bandung dalammenariksebesar-besarnyadanadarimasyarakatyang memudahkanparawajibpajakuntukmembayarpajaknyadengancaramenabung.
Metode studi yang digunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah studi pustaka dan penelitian lapangan, untuk memperoleh data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumenter dengan mendatangi lokasi yaitu bank bjb kantor cabang Tamansari Bandung.
Berdasarkan observasi dan wawancara yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa peran bjb t-Samsat dalam menghimpun dana pada bank bjb kantor cabang Tamansari Bandung denganbertambahnyajumlahnasabahtabungandanjumlahdanatabunganpada bank BjbkantorcabangTamansari. Pada prosedurpelaksanaannyasangatlahfleksibelsertaefisienkarenatidakmembutuhkanwaktu yang lama saatbertransaksi. Banyak pula keuntungansertakemudahan yang didapatkanmasyarakatdalampenggunaanbjb T-Samsat
Tinjauan Proses Analisa Pembiayaan Anjak Piutang Ib Hasanah Pada X Syariah Kantor Cabang Bandung
Pembiayaan Anjak Piutang iB Hasanah adalah jasa pengalihan penyelesaian piutang dengan tagihan jangka pendek dengan berlandaskan prinsip syariah. Akad yang digunakan yaitu Wakalah dan Qard. Bank BNI Syariah mengeluarkan Pembiayaan Anjak Piutang iB Hasanah untuk menanggulangi kesulitan likuiditas serta mengembangkan dan meningkatkan hubungan bisnis. Tujuan studi ini untuk mengetahui prosedur pelaksanaan Pembiayaan Anjak Piutang iB Hasanah dan proses analisa Pembiayaan Anjak Piutang iB Hasanah serta mengetahui hambatan-hambatan dan solusi pada Pembiayaan Anjak Piutang iB Hasanah. Metode studi yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu metode yang menggambarkan keadaan tertentu berdasarkan pengumpulan fakta-fakta dengan cara observasi, wawancara dan studi kepustakaan sehingga dapat mengetahui permasalahannya. Berdasarkan hasil studi ini dapat diketahui syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pengajuan Pembiayaan Anjak Piutang iB Hasanah, mengetahui proses analisa Pembiayaan Anjak Piutang iB Hasanah, dan mengetahui hambatan dan solusi yang dihadapi pada Pembiayaan Anjak Piutang iB Hasanah.Puspa Respiansah - NPM : B00170082 ; Pembimbing : Dodi Supriyanto, Drs., MM.
Pembiayaan Anjak Piutang iB Hasanah adalah jasa pengalihan penyelesaian piutang dengan tagihan jangka pendek dengan berlandaskan prinsip syariah. Akad yang digunakan yaitu Wakalah dan Qard. Bank BNI Syariah mengeluarkan Pembiayaan Anjak Piutang iB Hasanah untuk menanggulangi kesulitan likuiditas serta mengembangkan dan meningkatkan hubungan bisnis. Tujuan studi ini untuk mengetahui prosedur pelaksanaan Pembiayaan Anjak Piutang iB Hasanah dan proses analisa Pembiayaan Anjak Piutang iB Hasanah serta mengetahui hambatan-hambatan dan solusi pada Pembiayaan Anjak Piutang iB Hasanah. Metode studi yang digunakan adalah metode deskriptif, yaitu metode yang menggambarkan keadaan tertentu berdasarkan pengumpulan fakta-fakta dengan cara observasi, wawancara dan studi kepustakaan sehingga dapat mengetahui permasalahannya. Berdasarkan hasil studi ini dapat diketahui syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pengajuan Pembiayaan Anjak Piutang iB Hasanah, mengetahui proses analisa Pembiayaan Anjak Piutang iB Hasanah, dan mengetahui hambatan dan solusi yang dihadapi pada Pembiayaan Anjak Piutang iB Hasanah
Prosedur Pemberian Pinjaman Pensiun Melalui Payment Points Pada Pt Bank X Kc Ahmad Yani Bandung
Pada era globalisasi saat ini, peranan bank dalam mendukung kegiatan dunia usaha kecil menengah sangat besar. Melalui bank kita dapat memperoleh kredit atau pinjaman uang untuk operasi usaha kecil dan menengah untuk dijalankan. Maka dari itu, PT. Bank BTPN, Tbk menyediakan beberapa produk yang ditawarkan seperti tabungan pensiun dan pinjaman pensiun. Salah satu produknya adalah kredit pensiun, kredit ini hanya memerlukan SK Pensiun sebagai agunan.
Penelitian ini bertujuan mengetahui prosedur pelaksanaan pemberian pinjaman pensiun melalui Payment points agar nasabah dapat mengetahui prosedurnya dengan baik. Metode yang digunakan penulis yaitu metode deskriptif. Untuk pengumpulan data penulis menggunakan Studi Kepustakaan dan Praktik Kerja Lapangan yang mencakup observasi dan wawancara.
Berdasarkan hasil studi menunjukan bahwa prosedur pelaksanaan pemberian pinjaman pensiun melalui Payment Points dimulai dari mengumpulkan berkas-berkas yang ditentukan oleh PT Bank BTPN,Tbk, melengkapi persyaratan yang selanjutnya diproses pihak bank dan menghasilkan keputusan disetujui atau ditolaknya pengajuan kredit. Adapun hambatan yang terjadi diantaranya, hambatan internal dan eksternal. Solusi untuk mengatasi hambatan itu adalah dengan meningkatkan kualitas dari karyawan bank tersebut, dan lebih mengenalkan produk kredit pensiun kepada nasabah.Penty Febriani - NPM : B00160071 ; Pembimbing : Rochadi Santoso,SE.,MH..
Pada era globalisasi saat ini, peranan bank dalam mendukung kegiatan dunia usaha kecil menengah sangat besar. Melalui bank kita dapat memperoleh kredit atau pinjaman uang untuk operasi usaha kecil dan menengah untuk dijalankan. Maka dari itu, PT. Bank BTPN, Tbk menyediakan beberapa produk yang ditawarkan seperti tabungan pensiun dan pinjaman pensiun. Salah satu produknya adalah kredit pensiun, kredit ini hanya memerlukan SK Pensiun sebagai agunan.
Penelitian ini bertujuan mengetahui prosedur pelaksanaan pemberian pinjaman pensiun melalui Payment points agar nasabah dapat mengetahui prosedurnya dengan baik. Metode yang digunakan penulis yaitu metode deskriptif. Untuk pengumpulan data penulis menggunakan Studi Kepustakaan dan Praktik Kerja Lapangan yang mencakup observasi dan wawancara.
Berdasarkan hasil studi menunjukan bahwa prosedur pelaksanaan pemberian pinjaman pensiun melalui Payment Points dimulai dari mengumpulkan berkas-berkas yang ditentukan oleh PT Bank BTPN,Tbk, melengkapi persyaratan yang selanjutnya diproses pihak bank dan menghasilkan keputusan disetujui atau ditolaknya pengajuan kredit. Adapun hambatan yang terjadi diantaranya, hambatan internal dan eksternal. Solusi untuk mengatasi hambatan itu adalah dengan meningkatkan kualitas dari karyawan bank tersebut, dan lebih mengenalkan produk kredit pensiun kepada nasabah