Repository unigiri (Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro)
Not a member yet
5611 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI AKIDAH AKHLAK DALAM MEMBENTUK SIKAP EGALITER PESERTA DIDIK KELAS XI MA ASY-SYAKUR NGLINGI NGASEM BOJONEGORO
Nilai-nilai Akidah Akhlak yang bersumber dari ajaran tauhid, diharapkan mampu membentuk sikap peserta ddik yang tahu akan keadilan, kejujuran, dan kesetaraan, yang secara teoritis dapat membentuk tatanan sosial yang egaliter. Namun dalam praktiknya, sikap egaliter belum sepenuhnya tercermin dalam interaksi peserta didik di lingkungan sekolah, terutama di tengah masyarakat yang masih menyisakan kesenjangan sosial dan kecenderungan diskriminatif. Hal inilah yang mendorong pentingnya mengkaji bagaimana proses implementasi nilai-nilai Akidah Akhlak berlangsung di satuan pendidikan Islam, khususnya MA Asy-Syakur Nglingi Ngasem Bojonegoro.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan nilai-nilai Akidah Akhlak dilakukan oleh pendidik dalam proses pembelajaran dan kehidupan keseharian peserta didik kelas XI, serta sejauh mana nilai-nilai tersebut berkontribusi dalam membentuk sikap egaliter di antara siswa. Kajian ini tidak hanya memotret aspek kognitif dalam pengajaran Akidah Akhlak, tetapi juga menyoroti bagaimana nilai-nilai tersebut dihayati dan diterapkan dalam relasi sosial antar individu di lingkungan madrasah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-Naratif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam dengan guru mata pelajaran Akidah Akhlak dan peserta didik, serta dokumentasi kegiatan yang relevan. Analisis data dilakukan secara tematik dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian difokuskan pada pemahaman kontekstual dan pengalaman empiris aktor-aktor pendidikan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Akidah Akhlak secara nyata dan terukur.
Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokus kajiannya yang menghubungkan secara langsung antara pembelajaran Akidah Akhlak dan sikap egaliter sebagai dimensi sosial yang belum banyak ditelaah dalam konteks madrasah. Penelitian sebelumnya umumnya menyoroti aspek moral secara umum atau perilaku religius siswa, tetapi belum mengangkat dimensi kesetaraan sosial sebagai bagian integral dari nilai-nilai keagamaan. Oleh karena itu, hasil studi ini berkontribusi dalam memperluas wawasan pendidikan Islam sebagai sarana pembentukan kesadaran sosial yang adil dan inklusif
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBANTU MEDIA PEMBELAJARAN ANIMASI TERHADAP KREATIVITAS PESERTA DIDIK MATERI SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM KELAS VII MTS ASSALAM BANGILAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) berbantuan media animasi terhadap kreativitas peserta didik pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas VII di MTs ASSALAM Bangilan. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh rendahnya minat dan kreativitas peserta didik dalam mengikuti pembelajaran SKI yang cenderung masih didominasi metode ceramah. Penggunaan media pembelajaran yang belum variatif menyebabkan peserta didik kurang mampu mengekspresikan ide-ide kreatif dalam memahami materi sejarah Islam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen (one group pretest-posttest design). Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VII MTs ASSALAM Bangilan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket kreativitas, dan dokumentasi hasil proyek. Data dianalisis dengan uji statistik deskriptif dan inferensial. pembaruan (novelty) dari pendekatan PJBL yang tidak hanya menekankan pada proses pembelajaran aktif berbasis proyek, tetapi juga didukung dengan media animasi yang dirancang untuk membangkitkan minat belajar dan imajinasi peserta didik.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kreativitas peserta didik setelah penerapan model PJBL berbantu media animasi. Peserta didik lebih aktif dalam mengeksplorasi ide, mampu menciptakan karya poster yang orisinal, serta menunjukkan keberanian dalam menyampaikan gagasan. Media animasi membantu visualisasi materi sejarah secara lebih menarik dan kontekstual. Dengan demikian, model PJBL berbantu animasi efektif dalam meningkatkan kreativitas peserta didik pada mata pelajaran SKI
PENGEMBANGAN MEDIA JEMURAN GEMBIRA PADA MATERI CLOTHES DI MI MANBA’UL FUTUCH
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi keefektifan media Jemuran gembira dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V MI Manba’ul Futuch pada materi "Clothes.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau R&D (Research and Development) dengan mengikuti prosedur dari Borg and Gall. Subjek yang digunakan sebagai sampel penelitian adalah kelas V MI Manba’ul Futuch Belun Temayang. Tahapam penelitan meliputi tahapan pengembangan produk media, tahapan validasi ahli materi, ahli media, dan tahapan uji coba produk, tahapan uji coba produk terdiri dari 3 tahapan yaitu tahap uji coba kelompok kecil dengan dengan subjek uji coba 5 siswa, dan tahap uji coba kelompok besar dengan jumlah subjek uji coba 15 siswa. Hasil penelitian pengembangan ini menunjukkan bahwa media jemuran gembira layak digunakan sebagai media pembelajaran setelah melewati uji validasi ahli materi yang dapat presentase sebesar 83%, ahli media 70%, angket respon siswa memperoleh presentase keefektifan 92% atau layak digunakan
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBASIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS IV MI AL MUSLIMIYAH DAN MI PSM RANDUBLATUNG TAHUN PELAJARAN 2024/2025
Pendidikan agama islam memberikan pengetahuan, membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan siswa dalam mengamalkan ajaran agama yang dilaksanakan melalui pembelajaran. Nilai-nilai pendidikan agama islam harus lebih diterapkan dalam pendidikan agar menjadi dasar dalam menghadapi arus tantangan globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil implementasi model pembelajaran Problem Based Learning berbasis nilai-nilai pendidikan agama islam siswa kelas VI MI Almuslimiyah dan MI PSM Randublatung tahun pelajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuaitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Lokasi penelitian ini di MI Almuslimiyah dan MI PSM Randublatung kabupaten Blora. Sumber data terdiri dari data primer dan data skunder. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekkan keabsahan temuan meliputi uji kredibilitas, uji transferailitas, uji dependabilitas dan uji konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) implementasi model pembelajaran Problem Based Learning berbasis nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) meliputi nilai aqidah yaitu ketauhidan dan syukur, nilai syariah yaitu kedisiplinan, toleransi, keadilan, kerjasama, ingin tahu, musyawarah mufakat, dan tanggungjawab, serta nilai akhlak yaitu kasih sayang, kejujuran, optimis, percaya diri, amanah, menghormati (b) hasil implementasi model pembelajaran Problem Based Learning berbasis nilainilai Pendidikan Agama Islam (PAI) mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa, pemahaman materi, terintegrasinya nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam pembelajaran, dan peningkatan sikap sosial dan spiritual siswa Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini ialah (a) lembaga hendaknya menghimbau guru agar mempelajari dan mengikuti pelatihan model pembelajaran yang inovatif abad 21 khususnya model Problem Based Learning, (b) guru hendaknya lebih optimal dalam menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning berbasis nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI), serta dapat menjadi teladan bagi siswa dalam menerapkan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) , dan (c) siswa hendaknya lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran, dan mengaplikasikan nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam kehidupan sehari-hari
ENGLISH E-LEARNING MODULE BASED ON ESP (ENGLISH FOR SPECIFIC PURPOSES) TO PHYSICAL EDUCATION STUDENTS
English for Specific Purposes (ESP) instruction plays an important role in preparing pre-service Physical Education teachers to meet academic and professional communication demands. However, existing English learning materials for Physical Education students are often general in nature and do not adequately address students’ needs for sports-related vocabulary, instructional language, and contextual learning. This condition results in limited student engagement and difficulties in understanding English materials relevant to their field. Therefore, this study aimed to develop an ESP-based electronic module specifically designed for first-semester Physical Education students and to examine its validity, practicality, and students’ responses. This study employed a Research and Development (R&D) approach adapted from Sugiyono’s model. Due to academic and time limitations, the research was conducted through five stages: needs analysis, module design, expert validation, product revision, and limited product trial. The needs analysis involved questionnaires distributed to 68 students and interviews with English lecturers. Expert validation was conducted by a material expert, a media expert, and a Physical Education lecturer. Furthermore, a limited product trial was carried out with 35 first-semester Physical Education students to collect students’ responses through a questionnaire. The findings showed that students had a very high need for ESP materials tailored to Physical Education contexts, particularly for mastering sports terminology and instructional communication. The expert validation results indicated that the developed e-module was valid and suitable for use, with feasibility percentages of 78.67% (material expert), 89.23% (media expert), and 100% (Physical Education lecturer). The limited product trial revealed highly positive student responses, with an overall percentage score of 99.81%, categorized as “very satisfactory.” These results demonstrate that the module is engaging, relevant, and easy to understand. In conclusion, the developed ESP-based e-module is valid, practical, and appropriate for use as a supplementary English learning resource for Physical Education students. The module effectively supports students’ learning needs and enhances their motivation, engagement, and understanding of English in a Physical Education context
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA PADA MAPEL FIKIH MATERI ZAKAT KELAS XI DI MA DARUL ULUM BAKUNG
Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep zakat yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Advance Organizer dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran Fikih materi zakat di kelas XI MA Darul Ulum Bakung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa kelas XI. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pretest dan posttest, dokumentasi, serta analisis data menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, N-Gain, dan uji paired t-test dengan bantuan aplikasi SPSS 27.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa setelah diterapkan model pembelajaran Advance Organizer. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji paired t-test yang memperoleh nilai signifikansi < 0,05 dan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,5655 yang tergolong kategori sedang. Nilai N-gain persen 56,5470 sesuai dengan kaidah maka N-Gain skor dinyatakan sedang dan N-Gain persen kelas eksperimen dinyatakan cukup efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Advance Organizer efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi zakat
PENERAPAN MEDIA DIGITAL BERBASIS ARTIFICAL INTELLEGENCE (AI) CHATGPT UNTUK MELATIH BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DAN BUDI PEKERTI FASE D DI SMP NEGERI 5 KABUPATEN BOJONEGORO
Perkembangan teknologi di era Society 5.0 menuntut dunia pendidikan beradaptasi dengan menghadirkan pembelajaran yang lebih modern dan berbasis digital. Kecerdasan buatan, seperti Chatgpt, menjadi salah satu inovasi yang menawarkan pengalaman belajar lebih interaktif, cepat, dan personal. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, AI tidak hanya membantu penyampaian materi, tetapi juga mendorong berpikir kritis dan meningkatkan motivasi belajar siswa. Namun, penerapannya tetap membutuhkan pendampingan guru agar penggunaan teknologi berjalan bijak, terarah, dan tidak menimbulkan ketergantungan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dan jenis penelitian ini adalah studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Artifical Intellegence (AI) Chatgpt mampu meningkatkan motivasi belajar, pemahaman materi, partisipasi, serta keterampilan berpikir kritis siswa. Proses penerapan dilakukan melalui tahapan terstruktur meliputi persiapan, pengenalan, demonstrasi, praktik mandiri, hingga evaluasi, dengan guru berperan sebagai fasilitator utama yang memastikan penggunaan Chatgpt berjalan informatif, interaktif, dan tetap berlandaskan etika pembelajaran. Chatgpt terbukti membantu personalisasi belajar, memberi umpan balik cepat, dan berfungsi sebagai tutor virtual yang mendukung kebutuhan belajar abad ke-21. Namun, penggunaan Chatgpt juga menuntut pendampingan pedagogis agar tidak menimbulkan ketergantungan dan tetap menjaga kemandirian analisis siswa. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan Chatgpt sangat potensial meningkatkan kualitas proses belajar mengajar apabila diterapkan secara bijak, terarah, dan tetap memprioritaskan pengembangan karakter serta kompetensi peserta didik
IMPLEMENTASI HARD SKILL DAN SOFT SKILL DALAM MEMPERSIAPKAN PENDAKWAH DAN KARAKTER KEPEMIMPANAN DI PONDOK PESANTREN RENJANA MULIA DAN PONDOK PESANTREN MODERN 4 BAHASA AL-MUHIBBIN JATIROGO TUBAN JAWA TIMUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Hard Skill Dan Soft Skill Di Pondok Pesantren Renjana Mulia Dan Pondok Pesantren Modern 4 Bahasa Al-Muhibbin Jatirogo Tuban Jawa Timur, serta menganalisis kosep Implementasi Hard Skill Dan Soft Skill Dalam Mempersiapkan Pendakwah Dan Karakter Kepemimpanan santri. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya mengimplementasi Hard Skill Dan Soft Skill Di Pondok Pesantren, pembelajaran agama yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan kognitif, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai karakter seperti keterbukaan berpikir, ketangguhan dalam menghadapi kegagalan, kemampuan bekerja sama, serta sikap menghargai proses belajar. Implementasi Hard Skills Dan Soft Skills dipilih karena mampu menciptakan pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, dan bermakna bagi santri.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di dua Pesantren, yaitu Pondok Pesantren Renjana Mulia Dan Pondok Pesantren Modern 4 Bahasa Al-Muhibbin. Pembelajaran, keterlibatan santri, serta perubahan pola pikir selama dan setelah kegiatan pembelajaran berlangsung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa . Implementasi Hard Skills Dan Soft Skills memberikan dampak positif terhadap pola pikir santri. Membangun karakter santri yang bermutu dalam aspek intelektual, emosional, Life Skill dan spiritual. Faktor pendukung keberhasilan antara lain peran aktif guru, desain proyek yang relevan, dan antusiasme siswa. Sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, kurangnya media pembelajaran, serta kebutuhan akan pendampingan intensif
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA BERBASIS DIGITAL DI SEKOLAH DASAR
Keunggulan konsep kurikulum merdeka membuat lembaga-lembaga pendidikan berlomba lomba untuk mengimplementasikan kurikulum baru ini dengan berbagai kreatifitas dan kebaharuan versi masing-masing. Beberapa permasalahan, diakibatkan kurang mampunya pendidik memanage dan mengintegrasikan regulasi, gagasan, dan formulasi pembaharuan kompetensi peserta didik yang diharapkan. Untuk merealisasikan gagasan baik ini, tentu dibutuhkan suatu model pembelajaran yang dapat diimplementasikan di kelas, guna mewujudkan profil pelajar Pancasila. Pengembangan model pembelajaran berdampak positif dalam kemampuan peserta didik. Dengan rancangan pembelajaran yang tepat, peserta didik dapat mendapatkan pengalamana yang lebih bermakna dan mengakomodir kebutuhan peserta didik. Penelitian ini merupakupakan penelitian RND yang dilakukan untuk mengembangkan Model Pembelajaran Projek Pengutan Profil Pelajar Pancasila berbasis Digital di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan dengan model pengembangan ADDIE pada 3 SD di Bojpnegoro dengan melibatkan 120 siswa. Penelitian ini menghasilkan 8 sintaks ideal dalam pelaksanaan pembelajaran projek penguatan profil pelajar Pancasila berbasis digital yakni Introduse dan Persiapan, Menentukan Projek, Menyepakati Projek, Membuat Timeline sesuai Kesepakatan, Monitoring, Penyusunan Hasil, Diseminasi Hasil, dan Evaluasi Hasil. Kegiatan ini divalidasi oleh ahli pembelajaran, ahli kurikulum Merdeka, dan ahli materi, dengan hasil baik. Implementasikan model pembelajaran ini menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam penentuan proyek dan pembuatan timeline sangat berpengaruh pada kemampuan siswa dalam menyelesaikan proyek
Development of Role Playing Based on Traffic Sign Miniature Learning Media in Elementary Schools
In an era where traffic discipline is increasingly neglected,Specific Background: instilling traffic rule awareness from an early age is critical. The Indonesian subject for grade III elementary students includes material on traffic signs. Knowledge Gap: However, conventional teaching methods relying on lectures and textbooks often lead to student disengagement, especially when interpreting symbolic traffic signs. Aims: This study aims todeveloparole-playing-based miniature traffic sign learning media to enhance student comprehension and engagement. Results: Utilizing the ADDIE Research and Development model,productvalidationinvolvedmedia,material,andlanguageexperts,aswellasstudents. Validation results showedscoresof90%(media),88.5%(material),and90%(language),while student responses reached 96%, all categorized as "Very Feasible". Student learning outcomes also improved significantly, with pretest and posttest averages rising from 52.5 to 80.5. Novelty: This media integrates hands-on, interactive learning with role-play to bridge cognitive challenges in understanding abstract symbols. Implications: The findings suggest that such innovative media can substantially increase student motivation and achievement, offering a replicable model for similar educational challenges. Highlights: Increases student engagement through interactive role-play. Significantly improves learning outcomes on traffic sign material. Validated as highly feasible by experts and student responses