Repository unigiri (Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro)
Not a member yet
5611 research outputs found
Sort by
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA EKSTRAK DAUN TAPAK DARA (Catharanthus roseus) DENGAN VARIASI JENIS PELARUT EKSTRAKSI
Diare masih menjadi salah satu masalah utama kesehatan di Indonesia, dengan angka kematian tertinggi pada balita. Salah satu penyebab utama diare adalah bakteri Escherichia coli, yang menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan. Penggunaan antibiotik sintetis seperti ciprofloxacin memang efektif, namun sering menimbulkan efek samping dan risiko resistensi bakteri. Oleh karena itu, diperlukan pengobatan alternatif alami yang aman dan efektif. Tanaman tapak dara (Catharanthus roseus) diketahui memiliki kandungan senyawa aktif alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Namun efektivitas antibakteri tapak dara dipengaruhi oleh jenis pelarut yang digunakan pada proses ekstraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa fitokimia yang terkandung dalam ekstrak daun tapak dara berdasarkan variasi jenis pelarut ekstraksi, serta menganalisis pengaruh jenis pelarut terhadap aktivitas antibakteri dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli. Penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain eksperimental laboratorik untuk mengetahui diameter zona hambat sebagai uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram. Dalam penelitian ini, hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak dengan pelarut etanol dan n-heksan mengandung lima golongan senyawa fitokimia, yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, dan steroid/triterpenoid, sedangkan ekstrak etil asetat tidak mengandung alkaloid. Zona hambat yang dihasilkan oleh ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksan terhadap bakteri Escherichia coli menunjukkan diameter yang bervariasi tergantung pada jenis pelarut. Rentang zona hambat berkisar antara 8,5 mm hingga 17,2 mm dengan zona hambat terbesar ditunjukkan oleh ekstrak etanol. Hasil analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa jenis pelarut memberikan pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas antibakteri
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata) DAN DAUN WARU (Hibiscus tiliaceus L.) TERHADAP Staphylococcus epidermidis DAN POTENSINYA SEBAGAI SEDIAAN DEODORAN SPRAY
Daun sambiloto (Andrographis paniculata) dan daun waru (Hibiscus tiliaceus L.) mengandung senyawa aktif berupa flavonoid, saponin dan tanin yang dikenal memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis yang merupakan salah satu bakteri penyebab bau badan, sehingga memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam sediaan deodoran spray. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antibakteri kedua ekstrak tersebut terhadap Staphylococcus epidermidis. Jika salah satu atau kedua ekstrak tersebut menunjukkan aktivitas antibakteri yang baik, maka ekstrak tersebut akan diformulasikan sebagai bahan aktif sediaan deodoran spray. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorik dengan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun sambiloto (Andrographis paniculata) pada konsentrasi 40%, 50%, dan 60% tidak membentuk zona hambat, sedangkan ekstrak daun waru (Hibiscus tiliaceus L.) menghasilkan zona hambat sebesar 8,3 mm, 8,7 mm, dan 9,3 mm. Pada konsentrasi 70% dan 80%, kedua ekstrak membentuk zona hambat, akan tetapi ekstrak daun waru (Hibiscus tiliaceus L.) menghasilkan zona hambat yang lebih besar yaitu 10,5 mm dan 12,2 mm dibandingkan ekstrak daun sambiloto (Andrographis paniculata) yaitu 8,1 mm dan 9,4 mm. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis Test yang menunjukkan bahwa ekstrak daun waru (Hibiscus tiliaceus L.) memiliki aktivitas antibakteri yang baik terhadap Staphylococcus epidermidis dibandingkan dengan ekstrak daun sambiloto (Andrographis paniculata) dan menunjukkan perbedaan signifikan antar konsentrasi. Ekstrak daun waru (Hibiscus tiliaceus L.) kemudian diformulasikan dalam sediaan deodoran spray, dan formula terbaik adalah F2 (5%) menunjukkan karakteristik fisik yang stabil selama penyimpanan seminggu, meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, iritasi, dan viskositas
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM PENGADUAN PENERANGAN JALAN UMUM (PJU) PADA DINAS PKP CIPTA KARYA DENGAN METODE OBJECT ORIENTED ANALYSIS AND DESIGN (OOAD)
Di era digitalisasi, pelayanan publik dituntut untuk lebih cepat, transparan, dan efisien. Salah satu permasalahan yang dihadapi Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro adalah belum optimalnya sistem pelaporan Penerangan Jalan Umum (PJU), yang masih dilakukan secara manual sehingga sering terjadi penumpukan laporan, kurangnya umpan balik, dan lemahnya koordinasi antara admin dan pekerja lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang sistem informasi pengaduan PJU berbasis website dengan metode Object Oriented Analysis and Design (OOAD) guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Hasil perancangan meliputi pembuatan use case diagram, Activity Diagram, class diagram, ERD, serta mockup antarmuka menggunakan Balsamiq dan Figma. Sistem ini dilengkapi dengan fitur pelaporan masyarakat, umpan balik, serta pengelolaan data oleh admin dan pekerja lapangan. Diharapkan, sistem ini dapat mempercepat proses penanganan laporan PJU, meningkatkan transparansi, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan pelaporan PJU secara efektif dan efisien
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA WAYANG KARTUN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN BERBAHASA JAWA PADA MATERI UNGGAH-UNGGUH BASA DI KELAS III MI ULUL ALBAB PLESUNGAN
Pembelajaran Bahasa Jawa di sekolah dasar seharusnya dapat dilakukan secara interaktif, menarik, dan kontekstual dengan menggunakan media pembelajaran yang inovatif serta sesuai dengan perkembangan teknologi. Penggunaan media yang tepat dapat meningkatkan minat belajar serta pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Namun, di MI Ulul Albab Plesungan, pembelajaran Bahasa Jawa masih terbatas pada penggunaan buku paket dan LKS (Lembar Kerja Siswa). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis multimedia berupa wayang kartun pada mata pelajaran Bahasa Jawa, khususnya materi Unggah-Ungguh Basa, guna meningkatkan pemahaman berbahasa siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahap: Analisis, Desain, Pengembangan (Development), Implementasi, dan Evaluasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, tes, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data meliputi teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan layak dan efektif digunakan. Validasi oleh ahli desain media memperoleh nilai 83,07% (sangat layak), ahli bahasa 85,45% (sangat layak), dan ahli materi 94,28% (sangat layak). Respon siswa sangat positif, dengan uji coba kelompok kecil memperoleh 89,5% dan kelompok besar 93,31% (kategori sangat efektif). Uji N-Gain menunjukkan nilai 0,68 (sedang) dengan skor 68% (cukup efektif) pada kelompok kecil, serta 0,81 (sedang) dengan skor 81% (sangat efektif) pada kelompok besar. Dengan demikian, media pembelajaran yang berbentuk multimedia wayang kartun terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman berbahasa peserta didik. Kata kunci : Media Pembelajaran, Multimedia Wayang Kartun Interaktif, Pemahaman Berbahasa Jawa
IMPLEMENTASI METODE PEMBIASAAN DO’A BERSAMA DAN PEMBACAAN ASMAUL HUSNA BERBASIS ASWAJA AN-NAHDLIYAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA DI SMP PLUS AL-AMANAH SUMBERTLASEH BOJONEGORO
Pembentukan karakter religius peserta didik menjadi salah satu aspek penting dalam pendidikan Islam, terutama di tengah tantangan zaman yang berpotensi melemahkan nilai-nilai spiritual siswa. SMP Plus Al-Amanah Sumbertlaseh Bojonegoro menerapkan metode pembiasaan do’a bersama dan pembacaan Asmaul Husna berbasis Aswaja An-Nahdliyah sebagai langkah konkret dalam menanamkan nilai religius pada siswa sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode tersebut serta menganalisis dampaknya terhadap pembentukan karakter religius siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuasi kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan dilaksanakan secara rutin setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai. Guru piket karakter turut mengondisikan kegiatan agar berjalan dengan tertib dan khidmat. Pembiasaan ini memberikan pengaruh positif terhadap siswa, terutama dalam membentuk kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta kesadaran spiritual. Nilai-nilai Aswaja seperti tawassuth (moderat), tasamuh (toleransi), dan tawazun (keseimbangan) mulai tercermin dalam perilaku siswa sehari-hari di lingkungan sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa metode pembiasaan keagamaan seperti do’a bersama dan pembacaan Asmaul Husna efektif dalam membentuk karakter religius siswa, meskipun pelaksanaannya masih perlu penguatan dalam hal konsistensi dan pendampingan
EFEKTIVITAS METODE SNOWBALL THROW TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MTS PLUS SUNAN DRAJAT BOJONEGORO
Penelitian ini membahas tentang Efektivitas Metode Snowball Throw Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di MTs Plus Sunan Drajat Bojonegoro, dilatarbelakangi oleh permasalahan terkait rendahnya semangat peserta didik dalam pembelajaran, yang mengakibatkan hasil belajar peserta didik masih tergolong rendah. Sehingga perlu dilakukannya inovasi dan kreatifitas dalam pembelajaran yang dapat meningkatkan dan mengoptimalkan hasil belajar peserta didik. Metode pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru yaitu metode pembelajaran yang bersifat tradisional maupun media pembelajaran yang bersifat modern. Dengan penggunaan metode snowball throw dapat memudahkan peserta didik mengatasi permasalahan dalam pembelajaran sehingga dikelas tidak merasa jenuh dan bosan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menjelaskan implementasi pembelajaran Akidah Akhlak menggunakan metode snowball throw di MTs Plus Sunan Drajat Bojonegoro dan untuk mengetahui efektivitas metode snowball throw terhadap hasil belajar siswa kelas VIII pada pembelajaran Akidah Akhlak di MTs Plus Sunan Drajat Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif jenis eksperimen dengan quasi experimental design, tipe non-equivalent control group design yang menggunakan kelas eksperimen yang diberi perlakuan metode pembelajaran snowball throwing dan kelas kontrol yang tidak diberi perlakuan. Sehingga dalam penelitian ini menggunakan instrumen berupa pre-test dan post-test dalam pengambilan data. Penerapan metode ini membuat keadaan pembelajaran semakin lebih aktif dan interaktif, sehingga peserta didik dapat mudah mengerti materi yang diajarkan. Maka demikian, metode pembelajaran Snowball Throw bisa dijadikan pilihan sebagai strategi pembelajaran yang mampu mendorong peningkatan hasil belajar. Hasil data yang diperoleh menunjukan nilai rata-rata post-test kelas eksperimen: 81,40 dan nilai rata-rata post-test kelas kontrol: 69,75, yang berarti nilai rata-rata post-test kelas eksperimen > nilai rata-rata post-test kelas kontrol. Sedangkan hasil dari uji independent sampel t-test mendapatkan hasil nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,002. Sesuai kaidah dalam pengambilan keputusan jika sig. (2 tailed) < 0,05 maka terdapat pengaruh yang signifikan. Dikarenakan hasil uji independent sampel t-test menunjukan sig (2 tailed) sebesar 0,002 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh metode snowball throw terhadap hasil belajar peserta idik kelas VIII pada mata pelajaran akidah akhlak di MTs Plus Sunan Drajat Bojonegoro
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN SURUHAN (Peperomia pellucida) DENGAN VARIASI PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI
Daun suruhan (Peperomia pellucida) merupakan tanaman herbal yang diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, steroid, saponin dan tanin yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami. Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode ekstraksi terhadap rendemen dan aktivitas antioksidan ekstrak daun suruhan. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, sokletasi, dan ultrasonik kemudian skrining fitokimia alkaloid, flavonoid, steroid, saponin dan tanin serta perhitungan rendemen dan penentuan aktivitas antioksidannya menggunakan metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ekstraksi memengaruhi rendemen dan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun suruhan. Metode maserasi menghasilkan rata-rata rendemen sebesar 12,09%, sokletasi sebesar 14,37%, dan ultrasonik memberikan rendemen tertinggi sebesar 16,12%. Aktivitas antioksidan diukur melalui perhitungan FRAP dan IC50. Metode maserasi menunjukkan nilai FRAP sebesar 43,54 µmol Fe2+/mg ekstrak dengan nilai IC50 sebesar 47,05 ppm. Ekstraksi sokletasi menghasilkan nilai FRAP tertinggi yaitu 58,47 µmol Fe2+/mg ekstrak dengan nilai IC50 sebesar 38,25 ppm, sedangkan metode ultrasonik memiliki nilai FRAP sebesar 49,75 µmol Fe2+/mg ekstrak dan IC50 sebesar 46,98 ppm. Berdasarkan hasil tersebut, metode sokletasi terbukti memberikan aktivitas antioksidan paling tinggi dibandingkan metode lainnya
ANALISIS KEPATUHAN SYARIAH DI BMT MANDIRI SEJAHTERA JAWA TIMUR CAB. BAURENO TERHADAP ALOKASI DANA MODAL UMKM
Baitul Maal wat Tamwil (BMT) berperan penting dalam pembiayaan UMKM melalui prinsip syariah seperti ʿadālah, ḥifẓ al-māl, dan tarfīq. Namun, masih ditemukan ketidaksesuaian antara teori dan praktik, seperti rendahnya pemahaman akad dan kecenderungan mengikuti sistem konvensional, sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap kepatuhan syariah (sharia compliance). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merumuskan dua masalah utama: bagaimana praktik alokasi dana modal untuk UMKM di BMT Mandiri Sejahtera Cabang Baureno, dan sejauh mana pelaksanaannya sesuai dengan prinsip sharia compliance. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kesesuaian pembiayaan yang dilakukan BMT dengan prinsip-prinsip syariah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung atau menghambat kepatuhan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara kepada pihak BMT dan nasabah, serta dokumentasi dari sumber buku, jurnal, dan literatur terkait. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori employment sharia dan teori sharia compliance, yang mencakup aspek akad, mekanisme penyaluran dana, pengawasan pasca pembiayaan, serta edukasi dan pendampingan terhadap nasabah. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMT Mandiri Sejahtera Cabang Baureno telah menggunakan akad-akad syariah seperti murābaḥah dan muḍārabah dalam proses pembiayaan UMKM. Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi kendala, antara lain ketidaktepatan penggunaan akad sesuai karakteristik usaha, lemahnya pengawasan pasca pencairan dana, dan masih kurangnya edukasi syariah bagi nasabah. Berdasarkan teori sharia compliance, hal ini menunjukkan bahwa prinsip ʿadālah (keadilan), ḥifẓ al-māl (perlindungan harta), dan tarfīq (kemudahan dan kerelaan dalam akad) belum sepenuhnya terlaksana. Oleh karena itu, dibutuhkan perbaikan pada aspek teknis dan peningkatan kualitas pendampingan agar prinsip kepatuhan syariah benar-benar terealisasi secara utuh
DISPARITAS PUTUSAN PERCERAIAN SEBAB BATAS MINIMAL PISAH RUMAH BERDASARKAN SEMA NOMOR 3 TAHUN 2023 (STUDI PUTUSAN NOMOR 2507/PDT.G/2023/PA.BJN DAN PUTUSAN NOMOR 69/PDT.G/2024/PTA.SBY)
Dalam praktik perceraian, Pengadilan Agama sebagai lembaga yang berwenang menangani perkara perceraian kerap menghadapi dinamika dalam menafsirkan dan menerapkan peraturan, termasuk Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA). Terdapat satu kasus yang menarik untuk dikaji dan diteliti yaitu perbedaan putusan perkara nomor 2507/Pdt.G/2023/PA.Bjn dan putusan perkara nomor 69/Pdt.G/2024/PTA.Sby dalam perkara cerai gugat yang sama, namun mengahasilkan putusan yang berbeda akibat perbedaan penafsiran terhadap syarat formil perceraian pisah rumah minimal 6 bulan sesuai yang terkandung dalam SEMA Nomor 3 Tahun 2023. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui perbedaan putusan Pengadilan Agama Bojonegoro perkara nomor 2507/Pdt.G/2023/PA.Bjn dan putusan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya perkara nomor 69/Pdt.G/2024/PTA.Sby serta status perkawinan antara Penggugat dan Tergugat setelah adanya dua putusan pengadilan yang berbeda pada kasus yang sama. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan Peraturan Perundang-Undangan dan studi putusan pengadilan. Pendekatan penelitian yang diganakan dalam studi ini adalah pendekatan kuailitatif guna menggambarkan data yang diperoleh di lapangan, serta fakta-fakta yang terjadi pada saat proses persidangan di pengadilan agama tingkat pertama dan pengadilan agama tingkat banding. Data primer diperoleh penulis dari wawancara yang dilakukan dengan Abdul Ghani dan Muhlas . Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pada amar putusan, penerapan hukum, penilaian hasil pembuktian penilaian, serta pandangan hakim terkait penerapan SEMA. Pada pengadilan agama tingkat pertama mengabulkan gugatan perceraian pemohon meskipun baru perpisah rumah selama tiga bulan, hal tersebut didasarkan pertimbangan bahwa konflik rumah tangga sudah berlangsung lama dan terjadi penelantaran. Sebaliknya pada tingkat banding, hakim Pengadilan Tinggi Agama Surabaya menilai bahwa gugatan cerai tidak dapat diterima dan membatalkan putusan pengadilan tingkat pertama sebab belum memenuhi syarat batas waktu pisah rumah sebagaimana ketentuan dalam SEMA. Akibat dari perbedaan kedua putusan tersebut status perkawinan antara Penggugat dan Tergugat kembali menjadi suami istri yang sah
INKONSISTENSI KOMISI DALAM PROGRAM SHOPEE AFFILIATE PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH DAN HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN
Program Shopee Affiliate menjadi salah satu peluang bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan tambahan tanpa ada batasan atau syarat yang memberatkan. Tetapi dalam praktiknya, ditemukan ada bentuk inkonsistensi dalam pemberian komisi, yang mana afiliator yang tergabung dalam program memperoleh komisi bukan dari produk yang mereka bagikan. Fenomena ini menjadikan adanya keraguan terkait kejelasan dalam sistemnya. Penelitian ini ingin memecahkan persoalan praktik inkonsistensi pemberian komisi dalam program Shopee Affiliate, bagaimana tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap inkonsistensi pemberian komisi dalam program Shopee Affiliate dengan prinsip ju’alah, dan bagaimana tinjauan Hukum Perlindungan Konsumen terhadap inkonsistensi pemberian komisi dalam program Shopee Affiliate. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik inkonsistensi pemberian komisi dalam program Shopee Affiliate, mengetahui tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap inkonsistensi pemberian komisi dalam program Shopee Affiliate dengan prinsip ju’alah, serta mengetahui tinjauan Hukum Perlindungan Konsumen terhadap inkonsistensi pemberian komisi dalam program Shopee Affiliate. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan lima afiliator aktif yang mengalami langsung ketidaksesuaian komisi. Kemudian data sekunder dikumpulkan dari dokumentasi, literatur, serta ketentuan website resmi Shopee. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teori hadiah dan wa’d dan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Hasil penelitian menyimpulkan dalam praktiknya afiliator mengalami bentuk inkonsistensi komisi yaitu menerima komisi bukan dari produk yang mereka promosikan, sedangkan ketentuan resmi Shopee menyatakan komisi akan diberikan jika pesanan masuk dari link atau tautan yang sah dan telah dibagikan afiliator. Menurut tinjauan Hukum Ekonomi Syariah program Shopee Affiliate ini dikategorikan sebagai hadiah, namun terdapat pelanggaran wa’d karena ketidaksesuaian antara janji Shopee dan realita yang ada. Menurut tinjauan Hukum Perlindungan Konsumen dalam pasal 4 (c) dan padal 7 (b) UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, afiliator belum memperoleh informasi yang jelas dan akurat dari pihak Shopee selaku pelaku usaha