Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Not a member yet
198 research outputs found
Sort by
ANALISIS FORECASTING PRODUKSI PADA PERUSAHAAN JARING
Sebagai produsen jaring ikan pertama di Indonesia, PT XYZ menghadapi tantangan dalam memenuhi permintaan pasar domestik dan ekspor yang terus meningkat. Perusahaan sesekali mengalami kesulitan dalam memprediksi permintaan dengan akurat. Ketidakseimbangan antara kedatangan dan kapasitas produksi dapat menyebabkan waktu tunggu yang lama bagi pelanggan, menurunkan kepuasan pelanggan, dan mengancam posisi perusahaan di pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode forecasting yang dapat meningkatkan akurasi dalam memprediksi permintaan produk jaring ikan di PT XYZ. Dua metode yang dianalisis adalah exponential smoothing dan multiplicative decomposition. Dengan menggunakan data historis permintaan selama satu tahun, penelitian ini membandingkan efektivitas kedua metode dalam meramalkan permintaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode multiplicative decomposition lebih baik menangkap pola musiman dan tren permintaan. Ini memungkinkan bisnis untuk merencanakan produksi dengan lebih baik. Temuan ini memberikan rekomendasi bagi PT XYZ untuk mengadopsi metode ini dalam perencanaan produksi guna meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelanggan. Selain itu, penelitian ini menekankan betapa pentingnya memahami secara menyeluruh unsur-unsur yang mempengaruhi permintaan untuk mendapatkan tanggapan pasar yang lebih baik
SISTEM INFORMASI KEPEGAWAIAN BERBASIS WEB PADA PT X
Kemajuan teknologi informasi telah menjadi kebutuhan mendasar bagi organisasi, terutama dalam mengelola tenaga kerja. PT X, sebuah perusahaan yang bergerak di sektor penyewaan alat berat dan angkutan berat dengan sekitar 80 karyawan, telah menerapkan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (HRIS) berbasis desktop. Namun, sistem ini memiliki keterbatasan dalam aksesibilitas dan kemudahan penggunaannya. Proses perekrutan di PT X mencakup pengiriman lamaran secara langsung atau melalui situs web, seleksi oleh HRD, serta tes dan wawancara yang dapat dilakukan secara langsung maupun daring. Walaupun proses ini berjalan cukup lancar, pencatatan data kandidat yang berhasil lolos masih dilakukan secara manual oleh HRD, yang membutuhkan waktu lebih lama dan meningkatkan risiko terjadinya kesalahan. Data kehadiran karyawan dicatat melalui mesin fingerprint dan diintegrasikan ke dalam HRIS, namun karyawan tidak memiliki akses langsung ke data tersebut. Selain itu, proses promosi, PHK, cuti, reward, dan punishment belum terdokumentasi dengan baik, sehingga menyulitkan HRD dalam pengelolaan informasi terkait. Untuk mengatasi kendala ini, dikembangkan "Sistem Informasi Kepegawaian Berbasis Web pada PT X" dengan pendekatan pengembangan sistem waterfall. Pendekatan ini dipilih karena dianggap lebih efisien, terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan yang sudah terdefinisi sejak awal. Sistem ini diharapkan dapat mendukung pengelolaan data kepegawaian dengan cara yang lebih mudah dan cepa
APPLICATION OF CLUSTERING METHOD TO IDENTIFY CRIME-PRONE AREAS IN MENTAWAI ISLANDS DISTRICT USING K-MEANS ALGORITHM AND GEOPANDAS LIBRARY
Crime is a serious social problem that has a significant impact on the quality of life of the community, including in Mentawai Islands Regency. Based on data collected by the Mentawai Resort Police between 2021 and 2023, there are six types of crime that occur most frequently, namely theft, sexual abuse, maltreatment, narcotics, gambling, and domestic violence. This research uses K-Means clustering method to identify crime-prone areas by considering the number and density of population. The data used in this study includes information about the location of the incident, the number of criminal incidents, population and population density, which is then analyzed using the Geopandas library and Folium library for visualization. After clustering the data of crime-prone areas using the K-Means clustering method, three clusters with different characteristics were formed. The first cluster includes six sub-district areas that are classified as not prone to crime. The second cluster consists of three sub-district areas categorized as crime-prone areas, while the third cluster includes one sub-district area that is very prone to crime. This research is expected to provide useful information for the authorities in designing more targeted security policies
RANCANG BANGUN PURWARUPA PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS BERDASARKAN WAKTU, KELEMBABAN TANAH DAN HUJAN DENGAN ARDUINO
Saat ini untuk menanam tidak harus membutuhkan lahan yang luas melainkan dapat menggunakan media tanam berupa pot. Tanaman yang dikembangkan pun tidak ditanam dengan menggunakan biji tanaman saja tetapi dapat menggunakan dengan cara mencangkok dari tanaman induk. Penyiraman tanaman dengan cara tradisional yaitu petani tanaman mendatangi langsung ke lokasi tanaman dengan membawa air untuk melakukan penyiraman terhadap tanaman memerlukan waktu yang lama dan melelahkan petani apabila dilakukan pada jumlah tanaman yang banyak. Selain itu, apabila petani ada aktivitas lain diluar bertani yang menyita waktu seharian, mengakibatkan tanaman tidak dilakukan penyiraman yang berakibat buruk pada kualitas tanaman. Untuk mengatasi permasalahan proses penyiraman diatas maka dibuatlah bentuk purwarupa dari alat penyiram tanaman otomatis mengguakan micro controller Arduino. Peneliti melakukan pengujian menggunakan tanaman segar yang ditanam dalam pot. Alat ini dibuat dengan memanfatakan sensor kelembaban tanah dan sensor hujan. Dalam alat ini telah diprogram berdasarkan waktu (RTC) penyiraman yaitu sehari 2 kali yaitu pada waktu pukul 10.00 pagi dan pukul 04.00 sore. Selain itu apabila terjadi diluar waktu penyiraman maka alat ini secara otomatis tidak akan berfungsi. Sensor kelembaban tanah akan mendeteksi nilai ideal kelembaban tanah dari suatu tanaman. Bila nilai kelembaban tanah diatas nilai ideal maka alat akan berfungsi untuk menyiram dan apabila dibawa nilai ideal maka alat tidak akan berfungsi. Alat purwarupa ini telah di ujicobakan pada tanaman lidah buaya untuk bertujuan apakah alat ini berfungisi pada tanaman lidah buaya
RANCANGAN SISTEM PAKAR PENDETEKSI ALOPECIA
Alopecia merupakan penyakit dimana seorang individu kehilangan sebagian rambut pada bagian tubuh, umumnya pada bagian kepala. Kurangnya fasilitas dan pengetahuan masyarakat dapat memperlambat diagnosa gejala alopecia sehingga terlambat untuk ditangani. Sistem pakar adalah serangkaian aktivitas dalam melakukan proses sistem yang menggunakan pengetahuan manusia yang disimpan dalam komputer sebagai metode pemecahan masalah, dimana sistem tersebut membutuhkan suatu pakar dari bidang tertentu. Sistem pakar mencari dan menggunakan informasi yang relevan dari pengguna manusianya dan dari sumber pengetahuan yang tersedia dengan tujuan untuk membuat suatu jenis rekomendasi. Saat ini, belum terdapat sistem pakar yang dapat digunakan untuk membantu mendeteksi jenis alopecia, serta membantu menganalisa jenis pengobatan yang tepat bagi jenis spesifik dari alopecia tersebut, dan membantu memberikan saran metode pencegahan agar alopecia tersebut tidak kambuh. Oleh karenanya, diperlukan sistem pakar yang mampu melakukan diagnosa jenis alopecia yang diderita oleh suatu pasien dengan efektif dengan meminimalisir kesalahan diagnosa. Penelitian yang dilakukan, yaitu membangun sistem pakar menggunakan bahasa tools CLIPS (C Language Integrated Production System) dan menggunakan inference engine bertipe forward chaining yang berbasis web
APLIKASI PEMILIHAN LOKASI USAHA COFFEESHOP MENGGUNAKAN METODE AHP
Budaya minum kopi sudah menjadi hal yang umum di Indonesia, khususnya di Pontianak. Hal ini mendorong banyak pengusaha untuk membangun tempat minum kopi yang disebut Coffeeshop. Coffeeshop menawarkan tampilan dan suasana yang lebih modern dibandingkan warung kopi tradisional, dengan fokus pada desain, fasilitas, menu, penyajian, dan pelayanan yang lebih nyaman. Layak atau tidak sebuah lokasi untuk dijadikan Coffeeshop masih menjadi pertimbangan bagi pengusaha. Terdapat permasalahan terkait informasi mengenai Coffeeshop. Selain itu, konsumen juga belum mengetahui jumlah Coffeeshop di area kecamatan tertentu seperti beberapa bagian Pontianak (Pontianak Kota, Pontianak Selatan dan Pontianak Tenggara). Menjelaskan proses pengambilan keputusan merupakan salah satu kelebihan dari metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Keberadaan hirarki memungkinkan dipecahnya masalah kompleks dalam sub-sub masalah, lalu menyusunnya menjadi suatu bentuk hirarki. Oleh karena itu, peneliti bertujuan untuk membangun sistem pemilihan lokasi usaha Coffeeshop yang memudahkan pengguna dalam menentukan lokasi membangun Coffeeshop sesuai prioritas, dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Sistem ini memperhitungkan kriteria seperti harga sewa, luas lokasi, jumlah kompetitor, Aksesibilitas dan lahan parkir serta menampilkan lokasi usaha Coffeeshop berdasarkan area kecamatan di Kota Pontiana
PERBAIKAN KUALITAS PROSES PRODUKSI KARTON BOX PADA PT. XYZ DENGAN METODE KAIZEN
PT. XYZ yang merupakan salah satu supplier packaging bagi salah satu perusahaan otomotif yang cukup terkenal di dunia, berkaitan dengan perusahaan otomotif maka packaging yang diperlukan dalam ukuran besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses produksi pada PT.XYZ, mengetahui angka reject tertinggi pada proses produksi PT.XYZ, mengetahui capability process pada PT, XYZ , dan melakukan perbaikan dengan metode kaizen. Dalam penelitian ditemukan bahwa untuk proses produksi pada item-003”Box” melalui tiga proses produksi antara lain slitter, exentric, dan stitch. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa reject terjadi paling banyak pada proses stitch item-003”Box” dengan total produksi 28.640 pcs dan angka reject 172 lembar, berdasarkan pada hasil pengambilan data tersebut maka dapat dihasilkan angka nilai DPMO sebesar 6.006 atau sama dengan nilai 4.01 pada level six sigma, sama dengan Cpk 1,332 . Setelah di lakukan perbaikan dengan metode kaizen, perbaikan yang dilakukan adalah mengubah ukuran palet, standarisasi alas palet, WI (Work Instruction), pemasangan conveyor. Setelah dilakukan perbaikan terjadi peningkatan dengan hasil produksi 25.659 pcs dengan reject 79 lembar atau sama dengan nilai DPMO 3.079 dengan nilai capacity process 4.24 level sigma sama dengan Cpk 1,41
ANALISIS KINERJA STRUKTUR PADA GEDUNG CIBIS EIGHT CIBIS PARK CILANDAK DENGAN RESPON SPEKTRUM MENGGUNAKAN SOFTWARE ETABS V 20.2
Gedung Cibis Eight Cilandak merupakan gedung bertingkat yang berada di Jalan Raya Tahi Bonar Simatuppang nomor 2 kawasan perkantoran Cibis Park, Cilandak, Jakarta Selatan. Gedung ini terdiri dari 7 lantai tipikal dan atap dengan elevasi 32 m, memiliki kategori resiko II. Sebuah gedung harus memiliki kinerja yang optimal termasuk dalam menahan beban gempa sehingga keselamatan penghuni di dalamnya lebih terjamin. Analisis respon spektrum adalah salah satu metode yang umum digunakan dalam menganalisis beban gempa untuk mengetahui kinerja bangunan berdasarkan nilai simpangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui level kinerja struktur dan simpangan antar tingkat. Berdasarkan hasil analisis respon spektrum secara keseluruhan nilai simpangan antar tingkat berada di bawah simpangan antar tingkat izin, dengan nilai simpangan atap arah x sebesar 0,0598 m dan 0,0554 m pada arah y serta nilai rasio simpangan total maksimum arah x sebesar 0,0019 dan 0,0017 pada arah y. Berdasarkan ATC-40, Level kinerja struktur Gedung Cibis Eight Cilandak berada pada level kinerja Immediate Occupancy (IO), dengan dampak sedikit kerusakan struktural yang terjadi. Karakteristik dan kapasitas sistem penahan gaya vertikal dan lateral pada struktur masih sama dengan kondisi dimana gempa belum terjadi, sehingga bangunan aman dan dapat langsung dipakai
EVALUASI KINERJA FIELD SUPERVISOR K3LH DAN QULITY CONTROL PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT PENDIDIKAN DAN TEKNIK UNIVERSITAS LAMPUNG
Proyek Rumah Sakit Universitas Lampung memiliki kompleksitas yang tinggi, melibatkan berbagai aspek manajemen konstruksi, termasuk perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan pengawasan. Dalam proses implementasi di lapangan terdapat tantangan teknis dan non-teknis yang membutuhkan solusi tepat guna agar proyek dapat berjalan sesuai jadwal, anggaran, dan standar kualitas yang telah ditentukan. Selain itu, penerapan nilai-nilai profesionalisme, kepatuhan terhadap kode etik, serta penerapan prinsip Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L) menjadi aspek penting dalam memastikan kelancaran dan keberlanjutan proyek. Kegiatan yang akan dibahas dalam laporan praktik ini difokuskan pada identifikasi masalah lapangan yang ditinjau dari masa lalu, saat ini, dan masa depan. Mengawasi proses konstruksi dan menilainya dari sisi kode etik, profesionalisme dan K3L keinsinyuran. Menyelesaikan permasalahan lapangan (problem solving) secara efektif. Menilai permasalahan lapangan dari sisi kode etik, profesionalisme dan K3L keinsinyuran. Menilai diri (self assessment) calon insinyur selama proses Praktik Keinsinyuran sebagai seorang Problem Solver. Identifikasi masalah dianalisis dalam lingkup manajemen proyek dan kualitas struktur. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan pengisian tabel penilaian diri, tabel penilaian manajemen proyek, dan tabel penilaian solusi. Solusi pada praktik ini ditentukan melalui analisis SWOT
EKSTRAKSI PROTEIN NABATI MENGGUNAKAN METODE MICROWAVE ASSISTED EXTRACTION (MAE) DENGAN PERBEDAAN BAHAN DAN PERLAKUAN DAYA MICROWAVE, SUHU, DAN WAKTU EKSTRAKSI
Protein nabati merupakan salah satu komponen penting dalam pengembangan produk pangan berbasis nabati yang semakin digemari oleh masyarakat. Salah satu inovasi dalam proses ekstraksi protein ini adalah penggunaan metode Microwave-Assisted Extraction (MAE). Teknologi ini mampu meningkatkan efisiensi ekstraksi dengan waktu yang lebih singkat dan hasil yield protein yang lebih tinggi. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk memberikan informasi mengenai penerapan metode MAE dalam ekstraksi yield protein dari berbagai bahan nabati seperti kacang arab, sekam wijen, bungkil kelapa sawit, dedak padi, dan biji kopi hijau. Metode dalam penulisan ini adalah kajian literatur yang diperoleh dari media internet dan Google Scholar. Data yang digunakan merupakan data sekunder, seperti hasil penelitian yang melaporkan pengaruh daya, suhu, dan waktu ekstraksi terhadap yield protein. Kriteria literatur yang digunakan yaitu penelitian yang membahas ekstraksi protein nabati menggunakan teknologi MAE. Hasil dari penulisan kajian ini menunjukkan bahwa penggunaan MAE mampu meningkatkan ekstraksi protein pada kacang arab yang menghasilkan yield protein tertinggi yaitu 175,53% pada daya 900 W dan suhu 120°C selama 5 menit. Sebaliknya, biji kopi hijau menunjukkan yield terendah yaitu 5,8% pada daya 300 W dan suhu 77°C selama 4 menit. Perbedaan hasil ini menegaskan bahwa karakteristik bahan baku sangat mempengaruhi efisiensi ekstraksi, disamping pengaruh signifikan dari parameter proses seperti daya, suhu, dan durasi ekstraksi. Perbedaan hasil ini menegaskan bahwa karakteristik bahan baku sangat mempengaruhi efisiensi ekstraksi, disamping pengaruh signifikan dari parameter proses seperti daya, suhu, dan durasi ekstraksi sehingga optimalisasi kondisi MAE yang disesuaikan dengan masing-masing bahan baku diperlukan untuk memaksimalkan hasil ekstraksi protein nabati. Hal ini tetap menunjukkan inovasi penggunaan teknologi MAE menjadikan proses ekstraksi protein nabati potensi teknik ini dalam mempercepat proses ekstraksi sekaligus meningkatkan efisiensi produksi protein nabati dan lebih efektif untuk mendukung pengembangan pangan sehat di masa depan