Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika
Not a member yet
324 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Berbasis Web Menggunakan Pendekatan Guided Discovery Learning
AbstractThe development of physics web based approach using a guided discovery learning has done on SMAK 5 Penabur at XI science class from March until May 2015. Development of the model is based on Borg & Gall with comparative descriptive data. Development of this web-based physical media is expected to assist students in understanding the substance of Physics in 2013 curriculum. After passing through the planning process, judicial review by experts of material and test media by media experts, the revision, the product tested on students are welcomed. Similarly, when disseminated to teachers. Web-based learning media is considered to overcome the limitations of the learning process and can facilitate the learners in understanding physics.Keywords: web-based, Guided Discovery Learning, development researchAbstrakPengembangan media pembelajaran fisika berbasis web menggunakan pendekatan Guided Discovery learning telah dilakukan di SMAK 5 Penabur untuk kelas XI IPA pada bulan Maret sampai Mei 2015. Pengembangan yang digunakan mengacu pada model Borg & Gall dengan data deskriptif komparatif. Pengembangan media fisika berbasis web ini diharapakan dapat membantu siswa dalam memahami substansi Fisika pada kurikulum 2013. Setelah melewatiproses perencanaan, uji materi oleh ahli materi, dan uji media oleh ahli media, revisi, produk diujicobakan pada peserta didik dengan hasil baik. Begitu pula ketika disosialisasikan ke guru se-Penabur. Media pembelajaran berbasis web dinilai dapat mengatasi keterbatasan pada proses belajar mengajar dan dapat memfasilitasi peserta didik dalam memahami materi fisika.Kata-kata kunci : Berbasis Web, Guided Discovery learning, penelitian pengembanga
Pengembangan Naskah Drama Fisika sebagai Media Pembelajaran Fisika SMA berbasis Joyful Learning
Abstract This research aims to develop a drama script with physics thematic content for senior high school physics- fun based learning and meaningful learning or joyful learning. Joyful learning requires fun learning conditional in the delivery of learning materials. The drama script as a collection of dialog is one form of media that can be used to deliver learning with fun and still has meaningfulness. This development can be used as the basis for research-based instructional media with joyful learning to another subjects. The development research is 4D Thiagarajan Model, and the stage consists of defining, designing, development, and disseminate. This study will describe the process of development of each of its stages. The output of this research is a physics plays eligible to be used as a medium of learning physics in high school. Keywords: a physics drama script, physics learning media, joyful learning Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan naskah drama fisika untuk pembelajaran fisika SMA berbasis pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna atau joyful learning. Joyfull learning menyaratkan pembelajaran yang menyenangkan dalam penyampaian materi pembelajaran. Naskah drama sebagai kumpulan dialog merupakan salah satu bentuk media yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pembelajaran dengan menyenangkan dan tetap memiliki kebermaknaan. Pengembangan naskah drama fisika ini menjadi penelitian yang dapat dijadikan dasar bagi penelitian media pembelajaran berbasis joyfull learning untuk mata pelajaran lainnya. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4D Thiagarajan, yang tahapannya terdiri dari pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Penelitian ini akan memaparkan proses pengembangan dari tiap tahapannya. Keluaran dari penelitian ini berupa naskah drama fisika yang layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran fisika SMA. Kata-kata kunci: naskah drama fisika, media pembelajaran fisika, joyfull learnin
Kurikulum Tersembunyi Lingkungan di dalam Materi Energi Terbarukan untuk Fisika SMA
Abstract Renewable energy resources education, in essence, is the treatment of various topics and issues related to enewable energy resources and technologies as an environmental hidden curriculum in physics education at Senior High School. Based on the statement, environmental Hidden Curriculum in teaching physics concept, especially renewable energy resource was developed. Used research and development method, with step: need assessment, development theoretic models, validation, trial, and revision. The development result is a curriculum with contain: concept of green energy renewal resource and waste cooking oil as a kind of the resources, producing process, and learning strategies to implementation the curriculum. Implementation as trial this curriculum was conducted at a senior high school in South of Jakarta. Didactic exploration improves the learning process, link or integration in physics concept, when worksheets were used in the physics lab and multimedia system. The worksheet content are picture, video, and text or article about green renewable energy resources. Used project based learning and cooperative learning, using the worksheet was improve not only cognitive aspect of the student, but also their skill and attitude to save environmental. Kata-kata Kunci: environmental hidden curricullum, green renewable energy resources, learning strategies.
Abstrak Inti dari pendidikan tentang sumber energi terbarukan adalah ujicoba terhadap sejumlah topik dan isu yang terkait dengan sumber energi terbarukan ramah lingkungan dan teknologinya sebagai sebuah kurikulum tersembunyi dalam pendidikan fisika pada tingkat SMA. Berdasarkan alasan tersebut, telah dikembangkan kurikulum lingkungan yang tersembunyi di dalam mengajar konsep fisika, khususnya sumber energi ramah lingkungan. Hasil pengembangan adalah kurikulum yang berisi konsep sumber energi terbarukan ramah lingkungan dan minyak jelanta sebagai salah satu jenisnya, proses produksi, dan strategi pembelajaran dalam penerapan kurikulum tersebut. Implementasi terhadap siswa salah satu SMA di Jakarta Selatan menunjukkan bahwa materi pembelajaran lingkungan dikaitkan atau diajarkan secara terintegrasi dalam pembelajaran fisika, menggunakan lembar kerja yang berisi konsep, gambar, video, dan teks atau artikel tentang sumber energi terbarukan ramah lingkungan di laboratorium multimedia fisika. Menggunakan pembelajaran berbasis projek dan kooperatif, penggunaan lembar kerja tersebut terbukti meningkatkan tidak hanya pengetahuan, tapi juga keterampilan, dan sikap kepedulian siswa terhadap lingkungan.
Kata-kata Kunci: kurikulum lingkungan yang tersembunyi, sumber energi terbarukan ramah lingkungan, strategi pembelajara
Penerapan Five Stage Conceptual Teaching Model untuk Meningkatkan Prestasi Belajar dan Konsistensi Ilmiah pada Siswa SMA
AbstractFive Stage Conceptual Teaching Model has been applied to improve learning achievement and scientific consistency of the static fluid material. Material fluid static decomposed into 8 subconcepts ie, the hydrostatic pressure (the relationship with depth), the hydrostatic pressure (the relationship of density), the principal legal hydrostatics, the principle of Pascal, buoyancy,floating, floating and sinking, surface tension, and capillarity. The method used is one group pretest-posttest design with a sample of one class X of SMAN 9 Bandung consisting of 36 students. Unuk form of a test used to measure scientific consistency is using Three Tier Test based multi representasion where each theme using 3 different representations, namely verbal,images, and mathematical. The tests used to measure student achievement using a multiplechoice test. Results from this study were obtained value gain (<g>) scientific consistency of 0.53 which are in the moderate category and value gain (<g>) the learning achievement of 0.69 and be in the medium category. The highest increase in the number of students who are in the scientific consistency sub concept of hydrostatic pressure. This is because during the learning process of students conduct experiments on these concepts so that students explore their own knowledge and students use many representations. While the lowest increase is in sub concept of floating, floating and sinking.Keywords: scientific consistency, academic achievement, Five Stage Teaching Conceptual,Three Tier TestAbstrakFive Stage Conceptual Teaching Model telah diterapkan untuk meningkatkan prestasi belajar dan konsistensi ilmiah pada materi fluida statis. Materi fluida statis diuraikan ke dalam 8 subkonsep yaitu, tekanan hidrostatis (hubungan dengan kedalaman), tekanan hidrostatis (hubungan dengan massa jenis), hukum pokok hidrostatika, prinsip Pascal, gaya apung,terapung, melayang, dan tenggelam, tegangan permukaan, dan kapilaritas.Metode penelitian yang digunakan yaitu one group pre test-post test design dengan sampel salah satu kelas X di SMAN 9 Bandung yang terdiri dari 36 siswa. Bentuk tes yang digunakan unuk mengukur konsistensi ilmiah adalah menggunakan Three Tier Test berbasis multirepresentasi dimana setiap tema menggunakan 3 representasi yang berbeda, yaitu verbal, gambar, dan matematis. Tes yang digunakan untuk mengukur prestasi belajar siswa menggunakan tes pilihan ganda. Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai gain (<g>) konsistensi ilmiah sebesar 0,53 yang berada dalam kategori sedang dan nilai gain (<g>) prestasi belajar sebesar 0,69 dan berada dalam kategori sedang. Peningkatan jumlah siswa paling tinggi yang konsistensi ilmiah berada pada sub konsep tekanan hidrostatis. Hal ini dikarenakan saat proses pembelajaran siswa melakukan percobaan mengenai konsep-konsep tersebut sehingga siswa menggali sendiri pengetahuannya dan siswa menggunakan banyak representasi. Sedangkan peningkatan paling rendah ada pada sub konsep terapung, melayang, dan tenggelam.Kata-kata kunci: konsistensi ilmiah, prestasi belajar, Five Stage Conceptual Teaching, ThreeTier Tes
Analisis Didaktis Berdasarkan Kemampuan Kognitif dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Kalor
Abstract Cognitive abilities and critical thinking skill are the essential things to develop in learning process. The purpose of this research is to analyze didactically students’ cognitive abilities and critical thinking on heat concept in order to design an appropriate learning. Research method was descriptive analysis. Research subject was 25 senior high school students in Bandung. Data was documented by using 10 essay items of cognitive abilities test and 5 essay items of critical thinking skill. Data was analyzed based on the interpretation of the test score. The findings showed that students’ cognitive abilities on each cognitive process indicators respectively 48% understand (C2), 41% apply (C3), 36% analyze (C4) and 38% evaluate (C5). The findings of students’ critical thinking, respectively the ability to identify main idea of problem (58%), to interprets data accurately (36%) and to formulate a rational decision (28%). Keywords: didactic analysis, cognitive abilities, critical thinking, heat concept. Abstrak Kemampuan kognitif dan keterampilan berpikir kritis merupakan hal esensial yang penting untuk dikembangkan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis didaktis terhadap kemampuan kognitif dan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi kalor dalam rangka untuk merancang pembelajaran yang tepat. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik. Subjek penelitian sebanyak 25 siswa kelas XII pada salah satu sekolah menengah atas di Kota Bandung. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan kognitif sebanyak 10 soal dan keterampilan berpikir kritis sebanyak 5 soal berbentuk uraian. Data dianalisis berdasarkan tafsiran persentase hasil tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kognitif siswa pada tiap indikator proses kognitif berturut-turut sebesar 48% memahami (C2), 41% mengaplikasikan (C3), 36% menganalisis (C4) dan 38% mengevaluasi (C5). Keterampilan berpikir kritis siswa meliputi: kemampuan mengidentifikasi elemen utama suatu masalah (58%), kemampuan menginterpretasi data secara akurat (36%) dan kemampuan merumuskan keputusan rasional (28%). Kata-kata kunci: analisis didaktis, kemampuan kognitif, berpikir kritis, konsep kalor
Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah dengan Pendekatan Multirepresentasi untuk Meningkatkan Prestasi Belajar dan Konsistensi Ilmiah Berbasis Multirepresentasi pada Materi Elastisitas
Abstract Experimental studies have conducted problem based learning model with multirepresentation appoach for seeing the increase of learning achievement and scientific consistency. Research was implemented at one of senior high school in West Bandung. Multirepresentation approach (verbal, graph and math) that believed that able to make easier the students for learning concept in various representation. Pre-experiment method is used with one group pretest and posttest design. Research sample was one of tenth grade classes. The instrument to measure the learning achievement is in the form of multiple choice question which consist of twenty six questions, while scientific consistency was measured by multirepresentative three tier test based 21 questions which consist of seven concepts. These is an improvement between pretest and posttest result, it is categorized as medium with gain normalization of learning achievement 0,44 while gain normalization of scientific consistency 0,38. Futher, there is improvement scientific consistency level for whole elastic subject, four students in the consistency level, 13 students in enough consistency level and four students in the not consistency level. Based on the research result, there is tendency in multirepretation answers with students’ multi intelegences level. Keywords: PBM with multirepresentation approach, learning achievement, scientific consistency Abstrak Telah dilakukan penerapan model pembelajaran berbasis masalah dengan pendekatan multirepresentasi untuk melihat peningkatan prestasi belajar dan konsistensi ilmiah. Penelitian dilaksanakan di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Bandung Barat. Pendekatan multirepresentasi (verbal, gambar dan matematis) yang diyakini dapat memudahkan siswa mempelajari konsep dalam berbagai representasi. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain one group pretest and posttest design. Sampel penelitian adalah satu kelas X. Instrumen untuk mengukur prestasi belajar berupa multiple choice test sebanyak 26 soal sedangkan konsistensi ilmiah diukur dengan menggunakan three tier test berbasis multirepresentatif sebanyak 21 soal terdiri dari 7 konsep. Terjadi peningkatan antara hasil pretes dan postes, yaitu berada pada ketegori sedang dengan gain prestasi belajar 0,44 sedangkan gain konsistensi ilmiah 0,38. Selain itu, terjadi peningkatan level konsistensi ilmiah untuk keseluruhan materi elastistisitas, yaitu 4 siswa berada pada level konsisten, 13 siswa cukup konsisten dan 4 siswa tidak konsisten. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat kecenderungan jawaban multirepresentasi siswa dengan kecerdasan majemuk.
Kata-kata kunci: PBM dengan pendekatan multirepresentatif, prestasi belajar, konsistensi ilmiah berbasi
Desain Didaktis Pembelajaran Konsep Energi dan Energi Kinetik Berdasarkan Kesulitan Belajar Siswa pada Sekolah Menengah Atas
AbstractPhysics is one of the subjects that is often considered difficult by students, whereas Hewitt (2006) stated that physics is a foundation of science which studies nature’s orderliness. If student’s learning obstacles continue to come up, then their potential on physics concepts couldn’t be optimally developed. This research is conducted to observe student’s learning obstacles towards physics concept, especially on energy and kinetic energy concept, and to build a didactical design of learning which is capable to minimize stated learning obstacles. This is a qualitative descriptive research based on Didactical Design Research (DDR). Learning obstacle observed on this research is associated with epistemological obstacle. Didactical design implementation has been applied on the research subject, second grade high school students, and resulted a revision of initial design which can be used as an alternative to learn energy and kinetic energy concepts. Almost all of the student’s learning obstacles’s percentage has been decreased after initial didactical design implementation. Some of the learning obstacles have been resolved while another still happens with a lower percentage. Thus, the remaining obstacles are the focus of the didactical design revision development.Keywords: Didactical Design ResearchAbstrakFisika merupakan salah satu mata pelajaran yang seringkali dianggap sulit oleh siswa. Sementara menurut Hewitt (2006) fisika adalah fondasi dari ilmu sains yang mempelajari keteraturan alam. Apabila kesulitan yang dialami siswa terus muncul, potensi dalam diri siswa pada konsep-konsep fisika menjadi tidak dapat berkembang secara optimal. Penelitian ini dilakukan untuk menggali kesulitan belajar yang dimiliki siswa terkait konsep fisika, khususnya pada konsep energi dan energi kinetik, beserta dengan desain didaktis pembelajaran yang dapat meminimalisir temuan kesulitan belajar siswa terkait konsep tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang pelaksanaannya mengacu pada Didactical Design Research (DDR). Kesulitan belajar yang digali dalam penelitian ini adalah kesulitan belajar terkait dengan epistemological obstacle. Implementasi desain didaktis berdasarkan temuan kesulitan belajar telah dilakukan pada subjek penelitian siswa SMA kelas XI dan menghasilkan desain didaktis revisi yang dapat menjadi alternatif pembelajaran konsep energi dan energi kinetik. Hampir seluruh tipe kesulitan belajar yang dimiliki siswa telah mengalami penurunan persentase melalui implementasi desain didaktis awal yang dibuat berdasarkan kesulitan belajar siswa. Beberapa kesulitan belajar telah mampu teratasi seluruhnya, dan beberapa kesulitan lainnya telah masih muncul dengan persentase kesulitan yang lebih rendah. Kesulitan belajar yang masih muncul ini dijadikan fokus dalam pembuatan desain didaktis revisi.Kata-kata kunci: Penelitian Desain Didaksti
Pengembangan Model Pembelajaran Adaptive Blended Learning untuk Berbagai Jenis Gaya Belajar Siswa Menengah Atas pada Pokok Bahasan Listrik Statis
Abstract Physics learning are currently given by using model and varied online media learning. However, that varied learning model is still rarely pay attention to students learning styles. Consequently, learning becomes less optimal and less motivated students. Rapidly information technology blooming gave a great opportunity for the development of online learning models that have the adaptive feature of the student's learning style. The aim of this research is to produce learning model blended learning, merger between models of online learning and face-to-face learning, adaptive by learning styles of students. This product was validated by experts consist of media experts and learning physics expert. The results showed that developed of learning model, according to experts has validated in good categories so that used in physics learning. Keywords: model learning, blended learning, learning style
Abstrak Pelajaran fisika saat ini telah banyak diberikan dengan menggunakan model dan media pembelajaran online yang variatif. Namun, dari berbagai model pembelajaran tersebut masih jarang yang memperhatikan gaya belajar siswa. Akibatnya, pembelajaran menjadi kurang maksimal dan kurang memotivasi siswa. Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat telah memberikan peluang yang besar bagi pengembangan model pembelajaran online yang memiliki sifat adaptif terhadap gaya belajar siswa. Penelitian ini bertujuan menghasilkan model pembelajaran blended learning, yakni penggabungan antara model pembelajaran online dan pembelajaran face to face, yang adaptif sesuai gaya belajar siswa yang mengikutinya. Produk ini divalidasi oleh ahli yang terdiri atas: ahli media, dan ahli pembelajaran fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran yang dikembangkan, menurut para ahli memiliki validasi dalam kategori baik sehingga layak digunakan dalam pembelajaran fisika. Kata-kata kunci: model pembelajaran, blended learning, gaya belajar
Implementasi Model Pembelajaran Argumentasi Dialogis dalam Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Kemampuan Argumentasi Ilmiah Siswa SMA
Abstract Low ability of scientific arguments related to the students' learning process in the physics classroom that has not habituate scientific argumentation ability. This study aimed to examine the effect of the implementation of arguments dialogical learning model to increase students' ability of scientific argumentation. Argumentation dialogical learning model consists of five phases of learning, namely stages: (1) identification of the problem; (2) group argument discussion; (3) classroom argument discussion; (4) class mediation; and (5) the integration of knowledge. Each stage involves students learning activities directly in order to develop the ability of scientific argumentation. The pre-experimental method with the one group pretest and posttest design used in this research. The essay ability of the scientific arguments test and observation sheet used as a research instruments. Subjects in this study were students of 10th grade in one of the state senior high schools in Bandung, which is determined by random cluster sampling technique. The results show there is an increase in the ability of the student to the acquisition of scientific arguments with medium category after argument dialogical learning model implemented and it was concluded that the implementation of arguments dialogical learning model increased the students’ ability of scientific argumentation. Keywords: argument dialogic learning model, scientific argumentation ability
Abstrak Rendahnya kemampuan argumentasi ilmiah siswa terkait proses pembelajaran fisika di kelas yang belum melatihkan kemampuan argumentasi ilmiah. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh implementasi model pembelajaran argumentasi dialogis terhadap kemampuan argumentasi ilmiah siswa. Model pembelajaran argumentasi dialogis terdiri dari lima tahap pembelajaran, yaitu: (1) identifikasi masalah; (2) diskusi argumentasi kelompok; (3) diskusi argumentasi kelas; (4) mediasi kelas; dan (5) integrasi pengetahuan. Setiap tahapan melibatkan secara langsung aktivitas siswa untuk berlatih mengembangkan kemampuan argumentasi ilmiah. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-experiment dengan desain penelitian one group pretest and posttest. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi tes kemampuan argumentasi ilmiah berbentuk uraian dan lembar observasi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X pada salah satu SMA Negeri di Kota Bandung yang ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan argumentasi ilmiah siswa dengan kategori sedang setelah diimplementasikan model pembelajaran argumentasi dialogis, sehingga dapat disimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran argumentasi dialogis berpengaruh terhadap kemampuan argumentasi ilmiah siswa. Kata-kata kunci: model pembelajaran argumentasi dialogis, kemampuan argumentasi ilmia