Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika
Not a member yet
    324 research outputs found

    High Order Thinking Skills: Analisis Soal dan Implementasinya dalam Pembelajaran Fisika di Sekolah Menengah Atas

    Get PDF
    Abstract This study investigated the implementation of High Order Thinking Skills in high school physics teaching focused on the analysis of the questions that were developed by teachers in Jakarta. Data obtained in training physics teachers in Jakarta. Teachers followed training on how to develop the learning of physics to develop higher order thinking skills. Then the teachers were asked to develop physics problems test as an instrument measuring tool of learning physics at school. Problems that have been made and then analyzed based on the general criteria and the criteria of making about a matter that meets the requirements of high-order thinking skills. Based on the analysis it can be concluded that to devise a matter of meeting the requirements of high order thinking skills required considerable time and good skills especially can apply Bloom's taxonomy in merumsukan indicators of competence to be measured. Keywords: High order thingking skills, physics, Bloom Taxonomy. Abstrak Penelitian ini mengkaji penerapan High Order Thinking Skills dalam pembelajaran fisika di SMA yang difokuskan pada analisis soal-soal yang dikembangkan oleh guru-guru DKI Jakarta. Data diperoleh dalam pelatihan guru fisika di DKI Jakarta. Sebelum membuat soal guru-guru mendapatkan pelatihan bagaimana mengembangkan pembelajaran fisika yang dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skills). Kemudian guru-guru diminta untuk mengembangkan soal-soal fisika sebagai instrumen alat ukur pembelajaran fisika di sekolahnya. Soal-soal yang telah dibuat kemudian dianalisis berdasarkan kriteria umum pembuatan soal dan kriteria soal yang memenuhi persyaratan high order thinking skills. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa untuk dapat menyusun soal yang memenuhi persyaratan high order thinking skills dibutuhkan waktu yang cukup lama dan keterampilan yang baik terutama dapat menerapkan taksonomi Bloom dalam merumsukan indikator kompetensi yang akan diukur. Kata-kata kunci: High order thingking skills, fisika, taksonomi Bloom

    Science Process Skills-Based Integrated Instructional Materials to Improve Student Competence Physics Education Prepares Learning Plans on Teaching Skills Lectures

    Get PDF
    Abstract Integrated learning materials was developed, consisting of syllabus revision eddition, One Semester Plan, module, student work sheet, and student performance appraisal sheet for Physics Teaching Skills course. The subject matter have been developed are the skills to ask and skill explain. This research product has been validated by colleagues in Physics Education program of Faculty of Mathematics and Natural Sciences of Universitas Negeri Jakarta. Friends of colleagues agreed to use this research product in lectures on teaching skills. The student's response to teaching materials was measured using a questionnaire consisting of 14 number of statement, the average score of the students' assessment of 88.86 teaching materials means the student's response to the excellent teaching materials. This teaching material trains the science process skills of physics education students and also provides experience to the students to independently assess performance. The results of the product test on the students gave excellent results, where the average score of student performance for questioning skills was very good 85.3; While the average student performance score for the skills explained 87.9 it’s same category. The results of the experiment proved that the integrated teaching materials development outcomes are worthy of use in the course of Physic Teaching Skills. Keywords: integration learning materials, science process skills, physic teaching skills. Abstrak Telah dikembangkan bahan ajar terintegrasi, yang terdiri dari revisi silabus, Rencana Perkuliahan Satu Semester  (RPS), modul, lembar kegiatan mahasiswa, dan lembar penilaian kinerja mahasiswa untuk mata kuliah Keterampilan Mengajar Fisika. Bahan ajar terintegrasi yang telah dikembangkan, untuk keterampilan bertanya dan keterampilan menjelaskan. Produk penelitian ini sudah divalidasi oleh teman sejawat pada program Studi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Jakarta. Teman sejawat sepakat untuk menggunakan produk penelitian ini dalam perkuliahan Keterampilan Mengajar. Respon mahasiswa terhadap bahan ajar diukur menggunakan angket yang terdiri dari 14 butir, rata-rata skor penilaian mahasiswa terhadap bahan ajar 88,86 artinya respon mahasiswa terhadap bahan ajar sangat baik. Bahan ajar ini melatih keterampilan proses sains mahasiswa pendidikan fisika dan juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk menilai kinerja secara mandiri Hasil ujicoba produk terhadap mahasiswa memberikan hasil sangat baik, dengan nilai rata-rata kinerja mahasiswa untuk keterampilan bertanya 85,3 sangat baik; sedangkan rata-rata nilai kinerja mahasiswa untuk keterampilan menjelaskan 87,9 juga sangat baik. Hasil ujicoba membuktikan bahwa bahan ajar terintegrasi hasil pengembangan layak digunakan pada mata kuliah Keterampilan Mengajar Fisika. Kata-kata kunci: bahan ajar terintegrasi, keterampilan proses sains, keterampilan mengajar fisika

    Peningkatan Prestasi Belajar dan Keaktifan Siswa Kelas XI MIPA-3 SMA Negeri 3 Cilacap melalui Model Discovery Learning Berbantuan Media Inovatif dan Software Pesona Fisika Materi Teori Kinetik Gas Tahun 2015/2016

    Get PDF
    Abstract This study aims to describe the improvement of learning achievement and student activeness of class XI MIPA-3 SMA Negeri 3 Cilacap through innovative media-assisted discovery learning model and physics charm software on kinetic gas theory material of 2015/2016. The subject of the research is the students of class XI MIPA-3 even semester SMA Negeri 3 Cilacap Year 2015/2016. The study was conducted in two cycles. Data collection using written tests, observation sheets and peer ratings sheets. Data analysis was done by descriptive analysis percentage. Indicators of achievement of learning achievement above 75% and student activeness 60% high and 40% moderate. The result of the research shows that (1) description of the improvement of learning achievement with innovative media-assisted discovery learning model and physics charm can improve learning achievement from the average of 72,12 to 74,29 and 70,59% to 70,47% (2) description of student's activeness improvement with innovative media-assisted discovery learning model and physics charm can increase students' activity from 58,82% high to 61,76%. Keywords: Disvovery Learning, Innovative Media, Enchantment Physics. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar dan keaktifan siswa kelas XI MIPA-3 SMA Negeri 3 Cilacap melalui model discovery learning berbantuan media inovatif dan software pesona fisika pada materi teori kinetik gas tahun 2015/2016. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA-3 semester genap SMA Negeri 3 Cilacap Tahun 2015/2016. Penelitian dilakukan dalam dua siklus. Pengumpulan data menggunakan tes tertulis, lembar observasi dan lembar penilaian teman. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif persentase. Indikator keberhasilan prestasi belajar di atas 75 % dan keaktifan siswa 60% tinggi dan 40% sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) deskripsi peningkatan prestasi belajar dengan model discovery learning berbantuan media inovatif dan pesona fisika dapat meningkatkan prestasi belajar dari rata-rata nilai sebesar 72,12 menjadi 74,29 dan ketuntasan belajar 70,59% menjadi 76.47%, (2) deskripsi peningkatan keaktifan siswa dengan model discovery learning berbantuan media inovatif dan pesona fisika dapat meningkatkan keaktifan siswa dari 58,82% tinggi menjadi 61,76%. Kata-kata Kunci: Disvovery Learning, Media Inovatif, Pesona Fisika

    Front Matter JPPPF Volume 3 Nomor 1, Juni 2017

    No full text

    Pengembangan Instrumen Tes Keterampilan Pemecahan Masalah pada Materi Getaran, Gelombang, dan Bunyi

    Get PDF
    Abstract Problem-solving is one of the fundamental skills in the 21st century. Students’ problem-solving skill is defined as students’ abilities to use their knowledge to solve the daily life problems. This study main goal is to develop a test instrument of junior high school students’ problem-solving skills on oscillation, wave, and sound concepts. The test items are arranged based on problem-solving skills indicator that proposed by Doctor and Heler (2009), there are problems visualization/description, physics approach, mathematic procedure, and logically conclusion. This study used 4D (define, design, develop, and disseminate) model of research and development method. Fifteen test sets are designed based on five problem-solving skill indicators that grouped to each oscillation, wave, and sound sub concept. The result of instrument development shows all test items are valid through Pearson moment correlation coefficient test. Alpha Cronbach test the instrument shows the instrument reliability is 0.88 with the criteria of reliability is high. Based on expert judgment and data collections, the test instruments were well developed and could be used to measure students’ problem-solving skills on oscillation, wave, and sound wave concepts. Keywords: problem solving skills; problem solving skills instrument; oscillation, wave, and sound concept. Abstrak Pemecahan masalah adalah salah satu keterampilan yang penting di abad ke-21. Keterampilan pemecahan masalah siswa adalah kemampuan siswa menggunakan pengetahuan-pengetahuan yang dimilikinya untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen tes untuk mengukur keterampilan pemecahan masalah pada siswa SMP terkait materi getaran, gelombang, dan bunyi. Instrumen tes disusun berdasarkan indikator keterampilan pemecahan masalah yang dikembangkan oleh Doctor dan Heler (2009) yaitu visualisasi/deskripsi masalah, pendekatan fisika, prosedur matematika, dan kesimpulan logis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan model 4D (define, design, develop, and disseminate). Sebanyak lima belas soal dibuat berdasarkan lima indikator keterampilan pemecahan masalah yang dikelompokkan menjadi tiga pokok soal materi getaran, gelombang, dan bunyi. Hasil pengembangan menunjukkan keseluruhan item tes bersifat valid dengan menggunakan uji koefisien korelasi momen Pearson. Uji alpha cronbach pada instrumen tes menunjukkan bahwa tingkat reliabel instrumen tes adalah 0,88 dengan kriteria reliabel tinggi. Berdasarkan hasil penilaian ahli dan uji coba pada beberapa sampel, instrumen tes yang telah dikembangkan dapat digunakan untuk mengukur keterampilan pemecahan masalah siswa pada materi getaran, gelombang, dan bunyi. Kata-kata Kunci: keterampilan pemecahan masalah; instrumen tes keterampilan pemecahan masalah; materi getaran, gelombang, dan bunyi

    Problem Solving-Based Experiment untuk Meningkatkan Keterampilan Penalaran Ilmiah Mahasiswa Fisika

    Get PDF
    Abstract As one of the foundations in the development of technology, physics must be supported by experimental activities that are able to develop a scientist's skills, such as scientific reasoning skills. Experiments with cookbook methods that have been conducted in various experimental activities are considered not able to maximize the potential of students because it does not provide wide opportunities for students to explore. One of the solutions to develop the scientific reasoning skills of physics students is the problem solving-based experiment approach. The research was conducted by one group pretest-posstest design to 20 physics students as research sample. The research instrument used is the scientific reasoning instrument test developed by Lawson which is known as Lawson Classroom Test of Scientific Reasoning (LCTSR) and student work sheet instrument (LKM) containing problems in daily life and questions about: tools and materials, prediction, exploration, measurement, analysis and conclusions. The results show all aspects of scientific reasoning being measured, i.e. 1) conservation of matter and volume, 2) proportional thinking, 3) identification and control of variables, 4) probabilistic thinking, 5) correlative thinking, and 6) hypothetic-deductive thinking has increased. Based on the result of research can be concluded that the problem solving-based experiment can improve the scientific reasoning skills of physics students. Keywords: Problem solving, experiment, scientific reasoning skills Abstrak Fisika sebagai salah satu pondasi ilmu dalam perkembangan teknologi harus didukung dengan kegiatan eksperimen yang mampu menumbuhkembangkan keterampilan seorang ilmuwan, diantaranya keterampilan penalaran ilmiah dalam menyikapi fenomena alam. Eksperimen dengan metode cookbook yang selama ini menjamur dalam berbagai kegiatan eksperimen dipandang tidak mampu memaksimalkan potensi mahasiswa karena tidak memberikan kesempatan yang luas kepada mahasiswa untuk bereksplorasi. Salah satu solusi yang dapat menumbuhkembangkan keterampilan penalaran ilmiah mahasiswa fisika dalam bereksperimen ialah pendekatan problem solving-based experiment. Penelitian dilakukan dengan desain one group pretes-postes design kepada 20 mahasiswa fisika sebagai sampel penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan ialah instrumen tes penalaran ilmiah yang dikembangkan oleh Lawson yang dikenal dengan nama Lawson Classroom Test of Scientific Reasoning (LCTSR) dan instrumen lembar kerja mahasiswa (LKM) berisi permasalahan dalam kehidupan sehari-hari dan pertanyaan arahan mengenai: alat dan bahan, prediksi, eksplorasi, pengukuran, analisis dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan semua aspek penalaran ilmiah yang diukur, yaitu 1) kemampuan konservasi materi dan volume, 2) berpikir proporsional, 3) identifikasi dan kontrol variabel, 4) berpikir probabilistik, 5) berpikir korelatif, dan 6) berpikir hipotetik-deduktif mengalami peningkatan, sehingga dapat disimpulkan bahwa problem solving-based experiment mampu meningkatkan keterampilan penalaran ilmiah mahasiswa fisika. Kata-kata Kunci: problem solving, eksperimen, penalaran ilmia

    Integrated Course for Improve Student Competencies on School Physics Laboratory Management

    Get PDF
    Abstract School Physics Laboratory Management is one of the subjects in Physics Education Study Program on FMIPA UNJ which aims to build the competence of school laboratory management for physics education students. It have been developed integrated teaching materials consisting of syllabus, One Semester (RPS) Plan, hand out, Student Activity Sheet, and Student Performance Appraisal Sheet for Laboratory Administration Competence. The development model referred to is ADDIE. Has been validation with college Lecturer Physics Education Studies Program FMIPA UNJ, with the focus of validation of syllabus and One-Semester Lecture Plan (RPS). The recommendation of peers is the use of the tools developed in the lecture process. One Semester (RPS), hand out, Student Activity Sheet, and Student Performance Appraisal Sheet have been tested against the students. Student responses to lectures were collected using a questionnaire consisting of four pieces of grain. Students appreciate 84,59, meaning very good. The effectiveness of the use of lecture tools in building student competence is very high, which obtained an average score of 91.65 very good category. The results of the experiments show that the lecture tools developed are suitable for use as teaching materials. Keywords: integrated lecturing tools, student competence, laboratory management. Abstrak Manajemen Laboratorium Fisika Sekolah merupakan salah satu mata kuliah pada Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA UNJ yang bertujuan membangun kompetensi pengelolaan laboratorium sekolah bagi mahasiswa pendidikan fisika. Telah dikembangkan bahan ajar terpadu yang terdiri dari silabus, Rencana Perkuliahan Satu Semester (RPS), hand out,Lembar kegiatan Mahasiswa, dan Lembar Penilaian Kinerja Mahasiswa untuk kompetensi Administrasi Laboratorium. Model pengembangan yang diacu adalah ADDIE. Telah dilakukan validasi sejawat dengan Dosen Program Studi Pendidikan Fisika FMIPA UNJ, dengan focus validasi silabus dan Rencana Perkuliahan Satu Semester (RPS). Rekomendaso teman sejawat adalah penggunaan perangkat yang dikembangkan dalam proses perkuliahan. Rencana Perkuliahan Satu Semester (RPS), hand out,Lembar kegiatan Mahasiswa, dan Lembar Penilaian Kinerja Mahasiswa telah diujicoba terhadap mahasiswa. Respon mahasiswa terhadap perangkat perkuliahan dikumpulkan menggunakan angket yang terdiri dari empatbelah butir. Mahasiswa memberikan apresiasi 84,59, artinya  sangat baik. Efektivitas penggunaan perangkat perkuliahan  dalam membangun kompetensi mahasiswa sangat tinggi, dimana diperoleh skor rerata sebesar 91,65 kategori sangat baik. Hasil ujicoba menunjukan bahwa perangkat perkuliahan yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar. Kata-kata Kunci: perangkat perkuliahan terpadu, kompetensi mahasiswa, pengelolaan laboratorium

    Analisis Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Mahasiswa (Higher Order Thinking) dalam Menyelesaikan Soal Konsep Optika melalui Model Problem Based Learning

    Get PDF
    Abstract This study aims to describe the ability of higher order thinking students in solving the problem of the concept of optics after given the learning with problem-based learning model. This research uses a descriptive method with quantitative approach. The subjects of the research are students of the second semester of physics education study program, amounting to 19 people. Data collection techniques used are two tier multiple choice shaped test consisting of eight questions include the level of analyzing, evaluating and creating. Based on the results of data analysis, it is known that the ability of high-level thinking of students in optical learning has enough categories with the following details: (1) The percentage of students who have excellent high-level thinking skills is 15.79%, good category of 31.58%, enough category of 42.11%, and category less than 10.53%; (2) The percentage of student ability in answer about level of analyze equal to 68.42%, student ability in answer about evaluation level 57.89% and equal to 53.51% for student ability in answer level question create. Keywords: higher order thinking, optics, problem-based learning model Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa (higher order thinking) dalam menyelesaikan soal konsep optika setelah diberikan pembelajaran dengan model problem based learning. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian yaitu mahasiswa semester II program studi pendidikan fisika yang berjumlah 19 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes berbentuk two tier multiple choice yang terdiri dari delapan soal meliputi tingkatan menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi mahasiswa dalam pembelajaran optika memiliki kategori cukup dengan rincian sebagai berikut: (1) Persentase mahasiswa yang memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi kategori sangat baik adalah sebesar 15,79%, kategori baik sebesar 31,58%, kategori cukup sebesar 42,11%, dan kategori kurang sebesar 10,53%; (2) Persentase kemampuan mahasiswa dalam menjawab soal tingkatan menganalisis sebesar 68,42%, kemampuan mahasiswa dalam menjawab soal tingkatan mengevaluasi sebesar 57,89% dan sebesar 53,51% untuk kemampuan mahasiswa dalam menjawab soal tingkatan mencipta. Kata-kata Kunci: kemampuan berpikir tingkat tinggi, optika, model problem based learnin

    Back Matter JPPPF Volume 3 Nomor 1, Juni 2017

    No full text

    Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif untuk Sekolah Menengah Atas Kelas XI pada Pokok Bahasan Momentum

    Get PDF
    Abstract This research is aimed to developing interactive learning media physics for high school class XI with chapter of momentum and test the feasibility of interactive learning media through media expert validation and subject experts. Based on the evaluation of the validator (media specialists and subject experts), the media of the development of aspects of the product appearance and usefulness aspects of the product got a score average of 80.23% is included in the category of Most Eligible. Based on the results of the validation assessment of media experts, media development results are included in the category of Most Eligible with the feasibility level of 81.98%. Based on the validation results subject experts, media development results included in the category of Eligible with the feasibility level of 78.47%. Based on the results of the response of students scored an average 74.63% included in the category of Eligible. Based on the assessment, it can be concluded that, media interactive learning on the subject of momentum declared fit for use as a medium of learning physics class XI high school student. Keywords: media interactive learning, physics education, learning strategies, high school. Abstrak Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran fisika interaktif untuk sekolah menengah atas kelas XI materi momentum dan menguji kelayakan media pembelajaran interaktif melalui validasi ahli media dan ahli materi. Berdasarkan hasil penilaian dari para validator (ahli media dan ahli materi), media hasil pengembangan dari  aspek penampilan produk dan  aspek kemanfaatan produk mendapat skor rerata 80.23% yang termasuk dalam kategori Sangat Layak. Berdasarkan hasil penilaian validasi ahli media, media hasil pengembangan termasuk dalam kategori Sangat Layak dengan tingkat kelayakan 81.98%. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, media hasil pengembangan termasuk dalam kategori Layak dengan tingkat kelayakan 78.47%. Berdasarkan hasil respon peserta didik mendapat skor rerata 74.63% termasuk dalam kategori Layak. Berdasarkan penilaian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa, media pembelajaran interaktif pada pokok bahasan momentum dinyatakan layak digunakan sebagai media  pembelajaran fisika untuk siswa kelas XI Sekolah Menengah Atas. Kata-kata kunci: media pembelajaran interaktif, pendidikan fisika, strategi pembelajaran, sekolah menengah

    276

    full texts

    324

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Penelitian & Pengembangan Pendidikan Fisika
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇