Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    529 research outputs found

    Efektivitas Penyuluhan Pengetahuan Ibu Dari Baduta (Bawah Dua Tahun) Terhadap Stunting Di Desa Kawangrejo, Kabupaten Jember, Jawa Timur

    No full text
    Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam seribu hari pertama kelahiran. Angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan dengan angka stunting yang ditargetkan oleh WHO. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang stunting dan mengevaluasi efektivitas penyuluhan stunting sehingga dapat menurunkan derajat stunting. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain one group pretest and posttest design yang dilaksanakan di Desa Kawangrejo, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember pada tanggal 14-30 Juli 2022 yang didukung oleh LPPM Universitas Airlangga. Partisipan dalam penelitian ini adalah sebanyak 10 individu dan diperoleh menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar angket yang berisi empat soal valid dan reliabel tentang stunting. Dari instrumen penelitian yang diberikan kepada subjek, sebanyak tujuh dari sepuluh subjek penelitian mengalami peningkatan nilai pretest ke nilai posttest dengan rata-rata kenaikan sebesar 4,00 dan total kenaikan sebesar 28,00. Sedangkan tiga dari sepuluh subjek penelitian yang memiliki nilai pretest dan posttest yang sama. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Wilcoxon sebagai alternatif uji t-test berpasangan karena data pretest dan posttest tidak berdistribusi normal. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan antara hasil pretest dan posttest dengan nilai siginifikansi (p=0,008). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penyuluhan tentang stunting pada ibu baduta Desa Kawangrejo, Kecamatan Mumbulsari, Jember menunjukkan hasil yang efektif. The Effectiveness of Knowledge Counseling of Baduta Mothers (Under Two Years) Against Stunting in Kawangrejo Village, Jember Regency, East Java Stunting is a condition of failure to thrive in children under five due to chronic malnutrition, especially in the first thousand days of birth. The stunting rate in Indonesia is still quite high compared to the stunting rate targeted by WHO. This study aims to increase understanding of stunting and evaluate the effectiveness of stunting counseling so that it can reduce the degree of stunting. This research is a quasi-experimental study with a one group pretest and posttest design which was carried out in Kawangrejo Village, Mumbulsari District, Jember Regency on 14-30 July 2022 supported by LPPM Airlangga University. There were 10 participants in this study and were obtained using purposive sampling. The research instrument used was a questionnaire containing four valid and reliable questions about stunting. From the research instruments given to the subjects, seven out of ten research subjects experienced an increase in pretest scores to posttest scores with an average increase of 4.00 and a total increase of 28.00. Meanwhile, three out of ten research subjects had the same pretest and posttest scores. The statistical test used is the Wilcoxon test as an alternative to the paired t-test because the pretest and posttest data are not normally distributed. The statistical test results showed that there was a difference between the pretest and posttest results with a significance value (p=0.008). The conclusion of this study is that counseling about stunting for under-aged mothers in Kawangrejo Village, Mumbulsari District, Jember has shown effective results

    Pelatihan dan Pendampingan Pembukaan Rekening Online Bank Syariah Indonesia Mahasiswa Perbankan Syariah STEBIS IGM

    No full text
    Teknologi digital saat ini mendominasi berbagai aspek kehidupan, termasuk perbankan syariah. Perbankan syariah berupaya memanfaatkan teknologi untuk memberikan kemudahan kepada nasabah, salah satunya dengan pembukaan rekening online melalui BUREKOL. Kami, sebagai dosen Perbankan Syariah, bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia untuk melatih mahasiswa dalam pembukaan rekening online. Pelatihan ini dilakukan pada 13 Maret 2023 di STEBIS IGM dengan 15 peserta. Metode pelatihan melibatkan contoh pembukaan rekening online yang dipraktikkan oleh seorang praktisi perbankan. Setelah pelatihan, 15 dari 17 mahasiswa memiliki rekening BSI dan mampu menggunakan mobile banking melalui smartphone mereka." Training and Assistance in Opening Online Accounts for Bank Syariah Indonesia for STEBIS IGM Sharia Banking Students  Digital technology currently dominates various aspects of life, including sharia banking. Sharia banking seeks to utilize technology to provide convenience to customers, one of which is by opening an online account through BUREKOL. We, as Sharia Banking lecturers, collaborate with Bank Syariah Indonesia to train students in opening online accounts. This training was conducted on March 13 2023 at STEBIS IGM with 15 participants. The training method involves an example of opening an online account practiced by a banking practitioner. "After the training, 15 out of 17 students had BSI accounts and were able to use mobile banking via their smartphones."

    Sosialisasi Manajemen Hidup Sehat bagi Guru dan Siswa SMKN 1 Wonoayu melalui Pelatihan Olahraga Pickleball

    No full text
    Indeks Prestasi Manusia (IPM) yang dimiliki suatu Negara menjadi salah satu alat ukur apakah negeri tersebut telah berhasil dalam upaya meningkatkan kualitas hidup manuasi di Negara tersebut. Status kesehatan menjadi salah satu indicator pengungukuran IPM. Pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk meningkatkan motivasi masyarakat dalam mempertahankan pola hidup sehat pasca pandemic Covid-19 melalui sosialisai manajemen hidup sehat bagi siswa di SMAN 1 Wonoayu. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan melakukan sosilaisasi kesehatan secara interakif, agar materi serta tujuan yang diharapkan dapat sampai secara langsung kepada masyakarat tersebut. Untuk menciptakan manajemen hidup sehat di kolaborasikan dengan pengenalan permaianan olahraga baru Pickleball supaya siswa sekolah dapat melakukan olahrga sederhana dan menyenangkan. Secara umum, hasil kegiatan menunjukkan ketercapaian target materi yang telah direncakan dinilai baik (90%). Semua materi teori dan praktek cabang olahraga pickleball yang telah di rencanakan dapat disampaikan pada mitra, meskipun karna keterbatasan waktu ada beberapa materi yang hanya disampaikan secara garis besar.  Kesimpulan yang didapat dari kegiatan ini adalah sebagai berikut, secara keseluruhan baik guru dan siswa SMAN 1 wonoayu merasakan manfaat dari kegiatan edukasi pola hidup sehat yang disampaikan, meskipun masih ada sedikit hambatan terkait sarana dan prasarana yang ada di sekolah. Healthy Life Management Socialization for Teachers and Students of SMKN 1 Wonoayu through Pickleball Sports Training Abstract The Human Achievement Index owned by a country is a measure of whether the country has been successful in efforts to improve the quality of human life in that country. Health status is one of the indicators for measuring HDI. This community service has the aim of increasing people's motivation in maintaining a healthy lifestyle after the Covid-19 pandemic through the socialization of healthy life management for students at SMAN 1 Wonoayu. The method used in this community service activity is to carry out interactive health outreach, so that the expected material and objectives can reach the community directly. To create healthy living management in collaboration with the introduction of the new sports game Pickleball so that school students can do simple and fun sports. In general, the results of the activity showed that the target material that had been planned was achieved, which was considered good (90%). All theoretical and practical materials for pickleball sports that have been planned can be delivered to partners, although due to time constraints some material is only presented in outline. The conclusions drawn from this activity are as follows, overall both teachers and students of SMAN 1 Wonoayu feel the benefits of the healthy lifestyle education activities delivered, although there are still some obstacles regarding the facilities and infrastructure in schools

    Pengembangan UMKM Kain Perca Melalui Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Di Tabanan Bali

    No full text
    Tujuan dari kegiatan ini adalah membantu mitra dalam mengatasi kendala yang dialami sehingga usaha mitra dapat perkembang terutama dengan penerapan teknologi tepat guna. Metode pelaksaan kegiatan ini adalah dipecah menjadi beberapa kegiatan yaitu sosialisasi, pelatihan manajemen keuangan, pelatihan penggunaan media sosial untuk pemasaran online, pendampingan pembuatan variasi jenis produk baru dan pemberian bantuan berupa alat produksi serta evaluasi kegiatan pengabdian. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa adanya peningkatan kuantitas produksi hingga 50% dan efisiensi waktu produksi, 1 orang anggota mitra dapat membuat manajemen keuangan sederhana dan 1 orang mitra dapat menggunakan instagram sebagai media promosi produknya. Rekomendasi yang diberikan adalah mengemas hasil produk mitra menjadi produk oleh-oleh khas daerahnya karena peminatnya tidak hanya warga lokal tapi juga wisatawan. The Development Of Patchwork UMKM Through The Utilization Of Appropriate Technology In Tabanan, Bali The purpose of this activity is to assist partners in overcoming the obstacles so that partner's business can develop, especially with the application of appropriate technology. The method of this activity namely socialization, financial management training, training on the use of social media for online marketing, assistance in making variations of new types of products and providing assistance in the form of production tools and evaluation of community service activities. The evaluation results show that there is an increase in production quantity of up to 50% and production time efficiency, 1 partner member can make simple financial management and 1 partner can use Instagram as a medium for promoting their products. The recommendation given is to package the partner's products into regional souvenirs because the demand is not only local residents but also tourist

    Pemberdayaan POKDARWIS Pantai Tlangoh dalam Pengembangan Desa Wisata Desa Tlangoh Kecamatan Tanjungbumi Kabupaten Bangkalan Provinsi Jawa Timur

    No full text
    Tujuan kegian pengabdian yaitu membantu pengelola POKDARWIS mengembangkan keterampilan mengelola desa wisata secara mandiri atau berdaya. Masalah utama yaitu pengetahuan dan keterampilan Pengelola POKDARWIS Pantai Tlangoh  mengelola desa wisata merencanakan, melaksanakan dan membuat laporan pertanggung jawaban masih  rendah.  Metode penyelesaian yang ditawarkan yaitu pemberdayaan pembangunan desa wisata bagi pengelola POKDARWIS Pantai Tlangoh melalui bimbingan teknis dan pendampingan. Bimbingan teknis dilakukan untuk membekali dan mengupgrade pengetahuan dan keterampilan pengelola POKDARWIS Pantai Tlangoh tentang bagaimana mengelola keuangan dan strategi marketing desa wisata.  Pendampingan dilakukan setelah bimbingan teknis untuk memastikan pengelola POKDARWIS dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara dan profesional mandiri. Hasil kegiatan yaitu Pengelola POKDARWIS mampu mempraktikan membuat pembukuan sederhana yaitu pendapatan dan pengeluaran dan membuat video konten promosi Pantai Tlangoh menggunakan aplkasi desa wisata. Simpulan kegiatan pengabdian yaitu eksistensi dan keberlanjutan Pantai Tlangoh sebagai destinasi desa wisata. Empowerment of Tlangoh Beach POKARWIS in the Development of Tourism Villages in Tlangoh Village, Tanjungbumi District, Bangkalan Regency, East Java Province The purpose of the service activity is to help POKDARWIS managers develop skills in managing tourist villages independently or empowered. The main problem is knowledge and skills Tlangoh Beach POKDARWIS managers manage village tourism planning, implementing and reporting accountability is still low. The settlement method offered is empowering tourism village development for Tlangoh Beach POKDARWIS managers through technical guidance and assistance. Technical guidance is carried out to equip and upgrade the knowledge and skills of Tlangoh Beach POKDARWIS managers on how to manage finances and tourism village marketing strategies. Assistance is carried out after technical guidance to ensure that POKDARWIS managers can apply knowledge and skills in an independent and professional manner. The results of the activity were that the POKDARWIS Manager was able to practice making simple bookkeeping, namely income and expenses and making promotional video content for Tlangoh Beach using the tourist village application. The conclusion of the community service activities is the existence and sustainability of Tlangoh Beach as a tourist village destinatio

    Pemberdayaan Masyarakat Dalam Meningkatkan Self Management Hipertensi Dan Diabetes Mellitus Melalui Edukasi Pada Masyarakat Di Puskesmas Panyileukan Bandung: Self Edukasi Hipertensi dan Diabetes Mellitus

    No full text
    Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi beban kesehatan karena mennyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian. Puskesmas Panyileukan, merupakan salah satu Puskesmas yang menyumbangkan data tingginya kasus  penyakit  Tidak  Menular  (PTM)  di  Kota  Bandung.  Data menunjukan PTM Hipertensi dan Diabetes merupakan penyakit terbanyak sejak Januari-Maret 2022 adalah penyakit Hipertensi (185 Pasien) dan penyakit Diabetes Mellitus (103 Pasien). Peningkatan aspek kognitif pada masyarakat dengan PTM diharapkan akan meningkatkan Self Management dalam hal ini adalah pada pasien Hipertensi dan Diabetes Melitus. Diawali dengan meningkatkan aspek kognitif kader dalam meningkatkan kader dalam pemberdayaan massyarakt sehingga masyarakat akan melakukan perawatan sendiri  terutama pada pasien Hipertensi dan Diabetes Mellitus. Sasaran dalam kegiatan ini dimulai dari Kader di wilayah kerja Puskesmas Panyileukan yang dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi. Kegiatan dilakukan secara bertahap yaitu terkait Penyakit Diabetes Melitus dan Hipertensi. Program edukasi dilakukan evaluasi dengan melakukan pre test dan post test. Hasil pretest sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup (74%) dan setelah post test pengetahuan responden menjadi 87% pengetahuan nya baik. Sehingga Puskesmas Panyileukan perlu tetap melakukan peningkatan informasi tentang Penyakit Tidak menular secara kontinu untuk meningkatkan Self Management masyarakat terkait Hipertensi dan Diabetes Mellitus dengan selalu berkoordinasi dengan kader dan melakukan kegiatan Posbindu PTM. Community Empowerment In Improving Self Management Of Hypertension And Diabetes Mellitus Through Community Education At The Panyileukan Puskesmas Bandung Non-Communicable Diseases (NCDs) are a health burden because they cause high rates of morbidity and mortality. Panyileukan Community Health Center is one of the community health centers that contributes data on the high number of cases of non-communicable diseases (NCDs) in the city of Bandung. Data shows that PTM Hypertension and Diabetes are the most common diseases from January-March 2022, namely hypertension (185 patients) and diabetes mellitus (103 patients). It is hoped that improving cognitive aspects in people with PTM will improve Self Management, in this case for Hypertension and Diabetes Mellitus patients. Starting with improving the cognitive aspects of cadres in increasing cadres in empowering the community so that people will carry out their own care, especially for patients with hypertension and diabetes mellitus. The target of this activity starts from cadres in the Panyileukan Community Health Center working area which is carried out using lecture and discussion methods. Activities are carried out in stages, namely related to Diabetes Mellitus and Hypertension. The educational program is evaluated by conducting a pre-test and post-test. The pretest results showed that most of the respondents had sufficient knowledge (74%) and after the posttest, 87% of respondents' knowledge was good. So the Panyileukan Health Center needs to continue to continuously improve information about non-communicable diseases to improve community self-management regarding hypertension and diabetes mellitus by always coordinating with cadres and carrying out PTM Posbindu activities

    Edukasi Pemenuhan Gizi Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Di Kelurahan Melong

    No full text
    Berdasarkan Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) tahun 2022, masih terdapat 3.036 balita yang mengalami stunting (9, 70%), sedangkan berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) prevelensi stunting Kota Cimahi berada di 16,4 %. Hal tersebut yang mendasari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi untuk melakukan berbagai Upaya untuk mempercepat penurunan tingkat stunting di Kota Cimahi. Peningkatan jumlah stunting pada balita akan berdampak pada perkembangan kognitif dikarenakan terganggunya perkembangan otak sehingga dapat menurunkan kecerdasan anak dan menjadi rentan terjangkit penyakit. Oleh sebab itu, tujuan umum dari program KKN-PPM Tematik ini adalah untuk membantu memberdayakan Masyarakat dalam menurunkan angka stunting di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Sedangkan tujuan khusus dari kegiatan ini adalah : 1) Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pemenuhan gizi pada balita; 2) Peningkatan pengetahuan Masyarakat mengenai hidup sehat dalam Upaya pencegahan stunting; 3) Pencegahan gizi buruk pada balita. 3. Kehidupan sehat dan sejahtera bertujuan untuk memastikan layanan kesehatan reproduksi dan kesehatan keluarga dengan edukasi pendidikan termasuk ke dalam perencanaan peningkatan kesehatan dalam strategi program kesehatan Nasional. Kegiatan pemberdayaan Masyarakat yang kami laksanakan dengan judul Edukasi Pemenuhan Gizi Dalam Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Melalui sosialisai di wilayah RW 01 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Kegiatan ini mempunyai tujuan utama untuk mencegah ternyatanya stunting di Wilayah RW 01. Dengan adanya penyuluhan Kesehatan secara luring, memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting, serta memberikan edukasi mengenai penyebab terjadinya stunting. Kemudian diikuti dengan kegiatan Pemberian Makanan Terpenuhi (PMT) untuk balita stunting. Education on Nutrition Fulfillment in Stunting Prevention Efforts For Toddlers in Melong Village Based on the Electronic Recording and Reporting of Community-Based Nutrition (e – PPGBM) in 2022, there are still 3,036 children under five who are stunted (9, 70%), while based on the Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI) the prevalence of stunting in Cimahi City is at 16.4%. This underlies the Office of Women's Empowerment, Child Protection, Population Control and Family Planning (DP3AP2KB) of Cimahi City to make various efforts to accelerate the reduction of stunting rates in Cimahi City. An increase in the number of stunting in toddlers will have an impact on cognitive development due to disruption of brain development so that it can reduce children's intelligence and become vulnerable to disease. Therefore, the general purpose of this Thematic KKN-PPM program is to help empower the community in reducing stunting rates in Melong Village, South Cimahi District, Cimahi City. While the specific objectives of this activity are: 1) Increasing public knowledge about the fulfillment of nutrition in toddlers; 2) Increasing public knowledge about healthy living in stunting prevention efforts; 3) Prevention of malnutrition in toddlers. 3. Healthy and prosperous life aims to ensure reproductive health and family health services with educational education are included in health improvement planning in the National health program strategy. Our community empowerment activities are entitled Education on Nutrition Fulfillment in Efforts to Prevent Stunting in Toddlers through socialization in the RW 01 area of Melong Village, South Cimahi District, Cimahi City. This activity has the main objective to prevent stunting in RW 01. With offline health counseling, providing education about stunting prevention, and providing education about the causes of stunting. Then followed by Fulfilled Feeding (PMT) activities for stunting toddlers

    Pelatihan Literasi Keuangan Kepada Generasi Milenial Untuk Mendukung Keamanan Finansial

    No full text
    Generasi millennial adalah generasi terpelajar, memiliki kemampuan dan pengetahuan formal yang lebih tinggi dibandingan dengan generasi sebelumnya. Generasi ini tergolong dalam kelompok usia produktif, yang diharapkan memiliki produktivitas tinggi dalam mendukung perekonomian negara. Produktivitas yang tinggi harus dibarengi dengan kemampuan dan pemahaman tentang literasi keuangan, yang terarah dan terstruktur sehingga tidak berpotensi merugikan di masa yang akan datang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan yang akan melaksanakan magang di dunia industri ataupun yayasan nirlaba, menjadi mitra dalam kegiatan ini. Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang literasi keuangan kepada generasi millenial untuk mendukung keamanan finansialnya di masa yang akan datang, baik secara individu maupun skala rumah tangga atau komunitas. Kegiatan ini diikuti oleh 20 orang peserta, dan dilakukan secara offline dengan menggunakan metode ceramah, simulasi dan diskusi terkait dengan sumber pemasukan dan rencana pengeluaran, serta trik untuk mengefisiensikan pengeluaran Evaluasi kegiatan dilaksanakan melalui pertanyaan yang diberikan sebelum materi diberikan dan sebelum acara berakhir. Dari hasi kegiaitan inimenunjukkan peningkatan kemampuan peserta kegiatan dalam memahami istilah-istilah yang berhubungan dengan literasi, serta kemampuan dalam menyusun rencana keuangan dengan baik. Financial Literacy Training for Millennial Generation to Support Financial Security The millennial generation is an educated generation, having higher abilities and formal knowledge compared to previous generations. This generation belongs to the productive age group, which is expected to have high productivity in supporting the country's economy. High productivity must be accompanied by ability and understanding of financial literacy, which is focused and structured so that it does not have the potential to cause harm in the future. Community service activities for Marine Science Department students who will carry out internships in the industrial world or non-profit foundations, become partners in this activity. The aim of this PKM is to increase understanding of financial literacy among the millennial generation to support their financial security in the future, both individually and on a household or community scale. This activity was attended by 20 participants, and was carried out offline using lecture methods, simulations and discussions related to sources of income and expenditure plans, as well as tricks for making expenditures more efficient. Activity evaluation is carried out through questions given before the material is given and before the event ends. The results of this activity show an increase in the ability of activity participants to understand terms related to financial literacy, as well as the ability to prepare financial plans well

    Pelatihan Pembuatan Kompos Dari Canang Sari di SD Saraswati 6 Denpasar, Bali

    No full text
    Canang sari merupakan simbolik dari kehadiran Ida Sang Hyang Widhi. Sebelum memulai kegiatan belajar, sekolah di Bali selalu menghaturkan canang sari di Pura Sekolah. Canang sari menjadi sampah ketika sudah selesai digunakan dalam kegiatan persembahyangan di sekolah. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah siswa mampu melaksanakan siklus canang sari. Pelaksanaan pengabdian dilakukan selama 4 bulan dengan tahapan observasi, persiapan dan perancangan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah Siswa-siswi SD Sarawati 6 Denpasar memahami makna dari canang sari. Indikator penilaian meliputi memahami pengertian canang sari, memahami fungsi canang sari, menyebutkan bahan-bahan untuk membuat canang sari, membuat canang sari, memahami jenis-jenis sampah, membedakan sampah organik dan non organik, menjelaskan manfaat sampah organik dan non organik. Pada kegiatan kegidua, siswa-siswi SD Saraswati 6 Denpasar mampu memahami dan membuat kompos dari canang sari. Indikator penilaian yaitu mampu menyebutkan alat dan bahan pembuatan kompos dari canang sari, melaksanakan pembuatan kompos dari canang sari, menganalisis keadaan kompos pada saat pembuatan, dan mempresentasikan cara membuat kompos dari canang sari. Training on Making Compost from Canang Sari Offerings At SD Saraswati 6, Denpasar, BaliCanang sari is symbolic of the presence of Ida Sang Hyang Widhi. Before starting learning activities, schools in Bali always offer canang sari at the tample. Canang sari becomes garbage when it has finished being used in prayer activities at school. The purpose of this community service is that students are able to carry out the canang sari cycle. The implementation of the service was carried out for 4 months with the stages of observation, preparation and design of activities, implementation of activities, and evaluation. The results of community service activities are students of SD Sarawati 6 Denpasar understand the meaning of canang sari. Assessment indicators include understanding the meaning of canang sari, understanding the function of canang sari, mentioning the ingredients for making canang sari, making canang sari, understanding the types of waste, distinguishing organic and non-organic waste, explaining the benefits of organic and non-organic waste. In the second activity, students of SD Saraswati 6 Denpasar were able to understand and make compost from canang sari.  The assessment indicators are being able to mention the tools and materials for making compost from canang sari, carry out the making of compost from canang sari, analyze the state of compost at the time of making, and present how to make compost from canang sari

    Penguatan Literasi Digital Staff Pelayanan Publik di Kelurahan Sempaja Timur untuk Percepatan Transformasi Digital Sebagai Kota Penyangga IKN

    No full text
    Untuk meningkatkan aktivitas pekerjaan dan akses layanan publik dalam berinternet serta mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi staff pelayanan publik di Kelurahan Sempaja Timur, maka ditawarkan suatu solusi yaitu dengan adanya penguatan literasi digital terhadap staff pelayanan publik di Kelurahan Sempaja Timur. Adapun metode pelaksanaan meliputi Survei Awal, Identifikasi potensi dan Peluang Mitra, Analisis Kebutuhan, Rencana Kegiatan Bersama, dan pelaksanaan kegiatan yang meliputi pra pelatihan, pelatihan dan pendampingan, serta pasca pelatihan. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Sempaja Timur, Samarinda, Kalimantan Timur. Kegiatan dimulai dengan pengukuran indeks literasi digital kepada staff kelurahan berupa pre-test hasil dari pre-test di analisis kemudian dibuat modul dan pelatihan yang bersesuaian. Hasil dari pelatihan yang dilengkapi dengan modul LMS menunjukkan penguatan indeks literasi digital staff kelurahan, dimana pilar digital skill sub pilar kemampuan penggunaan teknologi sangat signifikan naik yaitu dari sebelumnya 2,71 (kurang) naik menjadi 3,21 (cukup). Dari kegiatan yang sudah dilakukan, dapat dilihat bahwa indeks literasi digital untuk masing-masing pilar mengalami peningkatan, khususnya pada pilar digital skill. Perlu adanya monitoring dan pendampingan untuk menumbuhkan semangat budaya digital di lingkungan kelurahan. Pelatihan diturunkan ke lingkup Rukun Tetangga yang berada di bawah Kelurahan Sempaja Timur. Dan pelatihan juga perlu disampaikan kepada masyarakat Kelurahan Sempaja Timur. Strengthening Digital Literacy of Public Service Staff in The East Sempaja District to Accelerate Digital Transformation as a City That Supports IKN To increase work activities and public service access to the internet as well as overcome the obstacles faced by public service staff in East Sempaja Village, a solution is offered, namely by strengthening digital literacy for public service staff in East Sempaja Village. Implementation methods include Initial Survey, identification of potential and Partner Opportunities, Needs Analysis, Joint Activity Plan, and implementation of activities including pre-training, training and mentoring, and post-training. This activity was carried out in East Sempaja Village, Samarinda, East Kalimantan. The activity began with measuring the digital literacy index for sub-district staff in the form of pre-test results from the pre-test which were analyzed and then appropriate modules and training were created. The results of the training equipped with the LMS module showed a strengthening of the digital literacy index of sub-district staff, where the digital skills pillar, sub-pillar, ability to use technology, increased very significantly, namely from the previous 2.71 (poor) to 3.21 (sufficient). From the activities that have been carried out, it can be seen that the digital literacy index for each pillar has increased, especially for the digital skills pillar. There is a need for monitoring and assistance to foster the spirit of digital culture in the sub-district environment. The training was expanded to cover the Neighborhood Units under the East Sempaja Village. And training also needs to be delivered to the people of East Sempaja Village

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇