Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    529 research outputs found

    Pemberdayaan Berbasis Kolaborasi dalam Penataan Fisik dan Sumber Daya Manusia di Bendungan Sungai Paku

    No full text
    Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mendampingi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan masyarakat dalam mengelola Bendungan Sungai Paku. Pelaksanaan pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal dengan mengedepankan prinsip kebersamaan dan kolaborasi, mitra dalam kegiatan ini berjumlah 20 orang yang terdiri dari unsur pokdarwis, pemuda, masyarakat dan Pemerintah Desa Sungai Paku. Tahap pelaksanaan pengabdian meliputi persiapan pembentukan tim, perumusan tujuan, identifikasi pemangku kepentingan, pengumpulan dan analisis kebutuhan, penentuan prioritas solusi masalah, persiapan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan penentuan kebutuhan lainnya. Hasil pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa dari segi waktu kegiatan terlaksana sesuai dengan perencanaan. Partisipasi mitra sangat baik mereka terlibat aktif mulai dari proses awal hingga akhir. Bersama masyarakat tim pengabdian membangun dan memperindah objek foto sebagai daya tarik tambahan. Dari sisi kelembagaan dilaksanakan penyuluhan tentang kepariwisataan serta manajemen kelompok. Dalam penyuluhan ditekankan bahwa keberhasilan pengelolaan suatu objek wisata sangat bergantung pada kontribusi aktif masyarakat secara pentahelix. Peserta kegiatan antusias mengikuti rangkaian acara. Keikutsertaan dalam rangkaian pengabdian ini didasari oleh keinginan untuk memajukan dan membangun objek wisata Bendungan Sungai Paku. Sementara itu, respon masyarakat terhadap kegiatan pengabdian memperoleh nilai yang tinggi (baik) antara 3,7-4,5. Secara garis besar, masyarakat merasakan manfaat dari kegiatan yang dilakukan dan berharap kegiatan serupa dapat berlanjut di tahun berikutnya agar pengelolaan potensi Bendungan Sungai Paku semakin optimal sebagai sumber penghasilan masyarakat berbasis potensi alam.  Collaboration-Based Empowerment in Physical and Human Resources Management at Bendungan Sungai Paku  The purpose of this service is to assist the tourism awareness group (Pokdarwis) and the community in managing the Bendungan Sungai Paku. The implementation of this service uses the Participatory Rural Appraisal approach by prioritizing the principles of togetherness and collaboration, the partners in this activity totaled 20 people consisting of elements of Pokdarwis, youth, community and Sungai Paku Village Government. The stage of service implementation includes preparation of team formation, formulation of objectives, identification of stakeholders, collection and analysis of needs, prioritization of problem solutions, preparation, implementation, monitoring, evaluation and determination of other needs. The results of this service can be concluded that in terms of time the activities were carried out in accordance with the plan. Partner participation is very good, they are actively involved from the beginning to the end of the process. Together with the community, the service team built and beautified the photo object as an additional attraction. From the institutional side, counseling on tourism and group management was carried out. In counseling, it is emphasized that the success of managing a tourist attraction is highly dependent on the active contribution of the community in a pentahelix manner. The participants were enthusiastic in participating in the series of events. Participation in this series of services is based on the desire to advance and develop the Bendungan Sungai Paku tourist attraction. Meanwhile, the community's response to the community service activities received a high score (good) between 3.7-4.5. Broadly speaking, the community feels the benefits of the activities carried out and hopes that similar activities can continue in the following year so that the management of the potential of the Bendungan Sungai Paku is optimized as a source of income for the community based on natural potential

    Sosialisasi Sistem E-Contraceptive Choice: Sistem Keputusan dalam Memilih Alat Kontrasepsi di PKK Pramesti Pandanwangi

    No full text
    Upaya pemerintah untuk mencapai tujuan SDGs ketiga dengan menjalankan program Keluarga Berencana dilaksanakan sebagai sarana untuk menekan pertumbuhan penduduk serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak (dalam konteks tingginya angka kematian ibu), dan menyediakan akses kepada kontrasepsi bagi Pasangan Usia Subur (PUS) atau Wanita Usia Subur (WUS). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengurangi permasalahan unmet need KB di Malang yang sangat kompleks dan krusial dengan membuat baru yaitu “E-Contraceptive Choice”.Rancangan metode pelaksanaan menggunakan langkah-langkah action research yaitu diagnosing, planning, action, evaluation, specifying learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi mitra dalam mengikuti sosialisasi sistem baru untuk memilih alat kontrasepsi cukup baik. Para akseptor ingin mengikuti program pengenalan sistem baru dalam memilih alat KB untuk mengatur jarak kelahiran dan mempertimbangkan kenyamanan serta resiko sehingga memiliki keluarga sejahtera.   Socialization of the E-Contraceptive Choice System: Decision System in Selecting Contraceptives at PKK Pramesti Pandanwangi The government's efforts to achieve the third SDGs goal by implementing the Family Planning program as a means of reducing population growth improving maternal and child health (in the context of high maternal mortality rates), and providing access to contraception for couples of childbearing age (PUS). or Women of Childbearing Age (WUS). This research aims to reduce the very complex and crucial problem of the unmet need for family planning in Malang by creating a new "E-Contraceptive Choice". The implementation method design uses action research steps, namely diagnosing, planning, action, evaluation, and specifying learning. The research results show that partner participation in socializing the new system for choosing contraceptives is quite good. The acceptors want to take part in the program to introduce a new system in choosing birth control methods to regulate birth spacing and consider the comfort and risks of having a prosperous family.

    Penyuluhan Kesehatan Reproduksi pada Siswi SMP Darul Hikmah Karang Genteng Pagutan, Kota Mataram

    No full text
    Pengetahuan siswi SMP Darul Hikmah tentang kesehatan reproduksi masih sangat kurang, karena di sekolah belum terdapat mata pelajaran yang membahas secara spesifik terkait kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan untuk memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi pada siswi SMP Darul Hikmah sehingga meningkatkan pengetahuannya dalam merawat dan menjaga kesehatan reproduksinya. Metode yang digunakan adalah metode ceramah dengan alat bantu media penyuluhan berupa power point, pemutaran video, dan leaflet. Pengetahuan siswi sebelum diberikan penyuluhan dan setelah diberikan penyuluhan dinilai dengan menggunakan kuesioner berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai materi kesehatan reproduksi. Hasil penilaian dilakukan dengan memberikan pre-test dan post test kepada siswi, kemudian data diolah menggunakan bantuan SPSS dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswi sebelum diberikan penyuluhan adalah 33,33 namun setelah diberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi, rata-rata pengetahuan siswi meningkat menjadi 65,95. Nilai P adalah 0,000 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan nilai pre test dan nilai post test dengan selisih 32,62. Simpulan dari kegiatan ini adalah penyuluhan kesehatan reproduksi mampu meningkatkan pengetahuan siswi SMP Darul Hikmah dalam menjaga dan merawat kesehatan reproduksi. Counseling on Reproductive Health for Darul Hikmah Karang Genteng Pagutan Middle School Students, Mataram City Abstract Darul Hikmah Middle School students' knowledge about reproductive health is still very lacking because, at school, there are no subjects that specifically discuss reproductive health. Community service activities are carried out to provide education about reproductive health to Darul Hikmah Middle School students to increase their knowledge in caring for and maintaining their reproductive health. The method used is the lecture method with educational media tools such as power points, video screenings and leaflets. Students' knowledge before being given counseling and after being given counseling was assessed using a questionnaire containing questions regarding reproductive health material. The assessment results were carried out by giving pre-tests and post-tests to female students, then the data was processed using SPSS with the paired sample t-test. The research results showed that students' knowledge before being given counseling was 33.33, but after being given counseling about reproductive health, the average student knowledge increased to 65.95. The P value is 0.000 (p<0.05), so it can be concluded that there is a difference in the pre-test score and the post-test score with a difference of 32.62. The conclusion of this activity is that reproductive health education can increase the knowledge of Darul Hikmah Middle School students in maintaining and caring for reproductive health

    Pelatihan Pengarsipan Berbasis Digital

    No full text
    Pendidikan di era digital saat ini membutuhkan upaya yang lebih serius dalam mengelola dan menyimpan informasi, termasuk arsip sekolah. TK AL-Hikmah sebagai mitra, menghadapi tantangan dalam pengelolaan arsip yang efektif dan penggunaan Google Drive sebagai platform digital. Ketidakpahaman guru-guru dalam operasionalisasi arsip digital menjadi hambatan dalam peningkatan efisiensi dan produktivitas. Tujuan dari pendampingan dan pelatihan ini adalah memberikan peningkatan wawasan dan pengetahuan kepada guru-guru terkait pengelolaan arsip yang baik serta pengoperasian Google Drive. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan panduan sederhana yang dapat membantu guru-guru dalam mengatasi permasalahan operasional di lapangan. Metode yang digunakan melibatkan workshop, pelatihan interaktif, dan pendampingan langsung. Workshop difokuskan pada pengelolaan arsip digital dan penggunaan Google Drive. Pelatihan interaktif memberikan guru-guru kesempatan untuk langsung mengimplementasikan keterampilan yang mereka pelajari. Pendampingan langsung dilakukan untuk memastikan penerapan konsep di lapangan. Hasil pelatihan dan pendampingan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru-guru tentang pengelolaan arsip digital. Guru-guru dapat dengan lebih efektif menyimpan, menata, dan mengakses arsip mereka. Selain itu, implementasi Google Drive membawa dampak positif dalam efisiensi organisasi. Pendampingan dan pelatihan arsip digital membuktikan memberikan manfaat yang besar bagi guru-guru di TK AL-Hikmah. Peningkatan keterampilan dalam pengelolaan arsip digital tidak hanya bermanfaat untuk pengembangan pribadi guru-guru tetapi juga mendukung kelancaran operasional sekolah secara keseluruhan. Untuk mengoptimalkan manfaatnya, perlu adanya panduan sederhana yang dapat menjadi acuan guru-guru dalam mengatasi permasalahan operasional sehari-hari. Dengan demikian, pemberdayaan guru-guru dalam pengelolaan arsip digital dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lainnya. Digital Archiving Training Abstract Education in the current digital era demands more serious efforts in managing and storing information, including school archives. TK AL-Hikmah, as a partner, faces challenges in effective archive management and the utilization of Google Drive as a digital platform. The lack of understanding among teachers in the operationalization of digital archives hinders improving efficiency and productivity. The objective of this mentoring and training is to provide an enhancement of insight and knowledge to teachers regarding proper archive management and the operation of Google Drive. Additionally, this initiative aims to create a simple guide to assist teachers in addressing operational issues in the field. The methods employed involve workshops, interactive training, and direct mentoring. Workshops focus on digital archive management and the utilization of Google Drive. Interactive training provides teachers with the opportunity to directly implement the skills they acquire. Direct mentoring is conducted to ensure the application of concepts in the field. The results of the training and mentoring demonstrate a significant improvement in teachers' understanding of digital archive management. Teachers can more effectively store, organize, and access their archives. Furthermore, the implementation of Google Drive has a positive impact on organizational efficiency. Mentoring and training in digital archiving are highly beneficial for TK AL-Hikmah's teachers. The enhanced skills in digital archive management not only benefit the personal development of teachers but also support the overall operational smoothness of the school. To optimize the benefits, developing a simple guide is essential to serve as a reference for teachers in addressing day-to-day operational challenges. Thus, empowering teachers in digital archive management can be a model for other educational institutions

    Pelatihan Bahasa Inggris untuk Anak Pekerja Migran Indonesia di Malaysia melalui Fun Easy English

    No full text
    Hak untuk mengenyam pendidikan bagi semua warga negara Indonesia nyatanya belum bisa dinikmati oleh semua anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ada di Malaysia. Selain Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SKIL), di wilayah Kuala Lumpur dan sekitarnya telah berdiri beberapa Sanggar Bimbingan. Sanggar Bimbingan Kampung Bharu adalah salah satu Sanggar Bimbingan di bawah naungan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia. Pada tahun ajaran 2021/2022 tercatat 51 siswa usia sekolah dasar dari kelas 1 sampai 6 yang belajar di SB Kampung Bharu. Menurut hasil wawancara dan observasi, salah satu permasalahan yang dihadapi adalah kurangnya penguasaan bahasa Inggris oleh siswa. Padahal di Malaysia, bahasa Inggris berstatus sebagai bahasa kedua dan lazim digunakan di wilayah perkotaan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Fun Easy English” ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan motivasi belajar bahasa Inggris siswa SB Kampung Bharu khususnya siswa kelas rendah (kelas 1-3). Kegiatan PkM ini diadakan pada hari Senin, 29 Agustus 2022, dan Kamis, 1 September 2022 menggunakan media lagu dan metode Total Physical Response. Hasil evaluasi pada pertemuan pertama menyebutkan bahwa 84% siswa mampu memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris dengan benar dan lancar sedangkan pada pertemuan kedua 100% siswa mampu mengerjakan lembar kerja dengan nilai di atas 70. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan sukses dan lancar. Diharapkan kegiatan semacam ini dapat dilaksanakan dan dilanjutkan oleh pengelola SB maupun dari tim pengabdian masyarakat lainnya. English Training for Indonesian Migrant Workers’ Children in Malaysia through “Fun Easy English” The right to education for all Indonesian citizens has not reached all the children of Indonesian Migrant Workers (PMI) in Malaysia. In addition to the Kuala Lumpur Indonesian School (SKIL), several learning centers called Sanggar Bimbingan (SB) have been established in Kuala Lumpur and its surroundings. Kampung Bharu learning center is one of the learning centers under the auspices of the Muhammadiyah Special Branch Manager (PCIM) of Malaysia. In the 2021/2022 academic year, 51 elementary school-aged students (grades 1 to 6) were enrolled at SB Kampung Bharu. According to the results of interviews and observations, one of the problems faced was the lack of mastery of English by the students, whereas in Malaysia, English is a second language and is commonly used in urban areas. Therefore, the community service entitled “Fun Easy English” was carried out to increase the ability and motivation of the students to learn English, especially low grade students (grades 1-3). This activity was held on Monday, 29 August 2022, and Thursday, 1 September 2022 using song media and the Total Physical Response method. At the first meeting, 84% of students were able to introduce themselves in English correctly and fluently while at the second meeting 100% of students were able to work on worksheets with scores above 70. Overall, this community service activity ran successfully and smoothly. It is hoped that this kind of activity can be carried out and continued by SB managers and other community service team

    Implementasi Program Kampus Mengajar dalam Penguatan Pembelajaran di SD Inpres Sugitangnga pada masa Pandemi Covid 19

    No full text
    Implementasi Program Kampus Mengajar dalam Penguatan Pembelajaran di Sekolah Dasar Inpres Sugitangnga pada masa Pandemi Covid 19. Program Kampus Mengajar ini adalah sebuah program dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) yang memberikan peluang kepada mahasiswa yang tertarik pada dunia pendidikan dan memiliki jiwa sosial yang tinggi untuk membantu para guru dan kepala sekolah pada jenjang SD dan SMP dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang terdampak pandemi. Melalui program ini, mahasiswa  bisa mengabdikan ilmu, keterampilan, dan memberikan inspirasi kepada para murid sekolah dasar dan menengah tersebut untuk mengembangkan cita-cita dan wawasan mereka di berbagai daerah di seluruh Indonesia dan SD Inpres Sugitangnga adalah merupakan salah satu sekolah sasaran dari program ini. Para mahasiswa berdedikasi selama 3 bulan penuh menjalankan program yang telah disusun bersama dengan mengacu kepada tiga aspek, yaitu pembelajaran (literasi numerasi), adaptasi teknologi, dan administrasi sekolah/guru secara daring (online) dan luring (offline) agar jiwa kepemimpinan, kreativitas, pemecahan masalah, dan inovasi bisa terasah secara langsung di lapangan. Selama 3 bulan menjalankan kegiatan di sekolah, para mahasiswa berhasil menjalankan beberapa program yaitu : (1) Kegiatan pembelajaran bagi siswa kelas 1- 6 secara luring dengan prosedur Tatap Muka Terbatas dan secara daring, (2) Peningkatan literasi siswa melalui kegiatan literasi sebelum pembelajaran dimulai pada saat luring (3) Peningkatan kecakapan mengajar guru secara jarak jauh melalui praktek langsung. Implementation of Campus Teaching Program at Sugitangnga State Elementary School as Strengthening of Learning during the Covid 19 Pandemic Implementation of the Kampus Mengajar Program in Strengthening Learning at SD Inpres Sugitangnga during the Covid 19 Pandemic. This Kampus Mengajar Program is a program from the Ministry of Education, Culture, Research and Technology (Kemdikbudristek) which provides opportunities for students who are interested in education and have a high social spirit to assist teachers and principals at the elementary and junior high school levels in carrying out learning activities in the form of a pandemic. Through this program, students can devote their knowledge, skills, and provide inspiration to these elementary and middle school students to develop their ideals and insights in various regions throughout Indonesia and SD Inpres Sugitangnga is one of the schools targeted for this program. The students for a full 3 month program that has been prepared together with reference to three aspects, namely learning (numerical literacy), technology adaptation, and school/teacher administration in the network (online) and face to face (offline)  so that the spirit of leadership, creativity, problem solving , and innovation can be honed directly in the field. During 3 months of carrying out activities at school, the students succeeded in carrying out several programs, namely: (1) Learning activities for students in grades 1-6 are attractive with Limited Face-to-face procedures and bravely, (2) Increasing student literacy through literacy activities before learning begins when offline (3) improvement of teaching and learning remotely through hands-on practice

    Pelatihan Pengajaran Bahasa Inggris dengan Tehnik Storytelling dalam Kelompok Kecil bagi Siswa SMPN 2 Alalak

    No full text
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berjudul Pelatihan Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Tehnik Storytelling dalam Kelompok Kecil di SMPN 2 Alalak Kabupaten Barito Kuala ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk implementasi dari Tridharma Perguruan Tinggi yang sesuai dengan Visi dan Misi Universitas Lambung Mangkurat yang relevan dengan perkembangan ipteks dan berfokus pada program unggulan lingkungan lahan basah. Pengenalan Bahasa Inggris dengan baik dan benar kepada anak-anak pada usia sekolah tentunya akan memberikan kesan baik dan manfaat untuk mereka kedepannya untuk lebih termotivasi belajar Bahasa Inggris. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan contoh secara faktual dan akurat tentang mengajarkan Bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak-anak dengan menggunakan cerita anak-anak berbahasa Inggris, yang meliputi proses persiapan dan pelaksanaan. Selain itu, pengabdian ini akan menjabarkan tentang bagaimana mengajarkan bahasa Inggris yang menyenangkan untuk menghindari kejenuhan dan rasa bosan atau bahkan trauma terhadap bahasa Inggris. Hasil pengabdian ini memfasilitasi para guru untuk memberikan pengajaran yang efektif dan bermakna melalui cerita anak-anak berbahasa Inggris yang dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil. hasil kegiatan menunjukkan 80% dari siswa menunjukkan respon positif dengan memperlihatkan keaktifan dalam pembelajaran, serta 70% dari mereka juga mampu mengingat dan mengucapkan vocabulary dari cerita yang telah diajarkan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tehnik mengajar dengan menggunakan storytelling dan dilakukan dalam kelompok kecil membawa manfaat dan hasil yang lebih baik. Training on Teaching English with Storytelling Technique in Small Groups for Students at SMPN 2 Alalak  This community service program entitled Learning English through Storytelling Technique in Small Groups at SMPN 2 Alalak, Barito Kuala Regency was carried out as a form of implementation of the Tridharma of Higher Education in accordance with the Vision and Mission of Lambung Mangkurat University. It was relevant to the development of science and technology that focused on the flagship program of the wetland environment. The proper and correct introduction of English to children at school will certainly give a good impression and benefit them in the future so they are more motivated to learn English. This program aims to provide factual and accurate examples of teaching English to improve children's speaking skills by using English children's stories, which include preparation and implementation processes. In addition, the program explains how to teach English in a fun way to avoid boredom or even trauma to English. It is hoped that the results of this program can facilitate teachers to provide effective and meaningful teaching through children's stories in English. The results of showed that 80% of students gave positive responses by showing activeness in learning, and 70% of them were also able to pronounce and remember vocabulary from the stories that had been taught. Therefore, it can be concluded that teaching technique using storytelling and carried out in small groups bring better benefits and results.

    Sosialisasi Teknologi Digitalisasi 4.0. Dalam Memasarkan Produk Unggulan UMKM Desa Sukamulya Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Lampung Utara

    No full text
    Tujuan dari kegitan pengabdian adalah sosialisasi berupa edukasi mengenai teknologi digitalisasi 4.0 dalam memasarkan produk unggulan UMKM Desa Sukamulya, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara. Lokasi penyuluhan adalah di Desa Sukamulya, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara pada hari Selasa, tanggal 16 Agustus 2022. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan solusi dari permasalahan mengenai pemasaran produk UMKM dengan menggunakan teknologi digitalisasi 4.0 kepada masyarakat. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dan diskusi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan mengenai manfaat pentingnya e-commerce. Peserta sosialisasi juga dapat mengetahui cara penggunaan e-commerce dan dibantu untuk memiliki market place. Kegiatan ini juga menambah pengetahuan tentang ide-ide UMKM. Digital Technology 4.0 Socialization in Marketing of Superior Products of UMKM in Sukamulya Village, Tanjung Raja District, North Lampung Regency  The purpose of this community service activity is to provide education and socialization about digitalization technology 4.0 in marketing the superior products of SMEs in Sukamulya Village, Tanjung Raja Subdistrict, North Lampung Regency. The counseling was conducted in Sukamulya Village, Tanjung Raja Subdistrict, North Lampung Regency on Tuesday, August 16, 2022. This activity aims to provide education and solutions to problems related to marketing SME products using digitalization technology 4.0 to the community. The methods used were counseling and question-and-answer discussions. The results of the activity showed an improvement in understanding and knowledge about the importance of e-commerce. Participants in the socialization also learned how to use e-commerce and were assisted in having a market place. This activity also increased knowledge about ideas for UMKM.

    Pengabdian kepada Masyarakat: Pengenalan Penyakit Tanaman Padi dan Teknik Pengendaliannya di Desa Bentok Darat, Bati-bati, Kalimantan Selatan

    No full text
    Beberapa permasalahan terjadi di Desa Bentok Darat salah satunya penurunan produksi padi akibat serangan gejala nekrosis dan lesi pada daun dan juga malai yang mengalami patah leher diduga mengalami penyakit blas yang disebabkan oleh jamur Pyricularia dengan ditemukannya miselia putih pada benih padi. Pada wawancara dengan ketua kelompok tani permasalahan ini ditenggarai iklim desa yang terus-terusan diguyur hujan berturut-turut setelah  mengalami kemarau yang panjang. Karena itulah perlu dilakukan penyuluhan tentang pengenalan penyakit penting pada padi dan teknik pengendaliannya dengan menerapkan prinsip pengelolaan penyakit terpadu atau mengutamakan keseimbangan ekosistem dalam mengendalikan pertumbuhan dan penyebaran patogen. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat petani Desa Bentok Darat dalam mencegah masalah penyakit pada padi dan cara pengelolaan lingkungan yang baik serta pengendalian terpadu. Metode kegiatan meliputi pengisian kuisioner, pembukaan, ceramah, diskusi dan pengisian kuisioner yang bertujuan untuk mengetahui manfaat kegiatan dalam meningkatkan pemahaman tentang penyakit padi dan cara pengendaliannya. Kegiatan pengabdian pada masyarakat oleh Jurusan Agroekoteknologi kepada mitra Kelompok Tani Desa Bentok Darat, Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Tanah Laut menghasilkan peningkatan pemahaman warga tani Desa Bentok darat mengenai jenis-jenis penyakit penting pada padi dan agen patogen penyebabnya sebesar 85,71%. Kegiatan ini berperan sekali dalam meningkatkan pemahaman petani di Desa Bentok Darat mengenai informasi cara pengendalian penyakit di padi dengan nilai pengetahuan warga desa meningkat sebesar 100% tentang cara lain atau teknis pengendaliannya menggunakan POC plus, pestisida nabati dan agensia hayati. Seratus persen responden menjawab kegiatan ini menimbulkan rasa senang karena memperoleh manfaat dalam peningkatan informasi dan pengetahuan dalam mengetahui jenis penyakit padi dan cara pengendaliannya. Community Service: Introduction to Rice Plant Diseases and Their Control Techniques in Bentok Darat Village, Bati-bati, South Kalimantan  One of the problems that occurred in Bentok Darat Village was a decrease in rice production due to attacks of symptoms of necrosis and lesions on leaves and panicles with broken necks suspected of being affected by blast disease caused by Pyricularia fungus with white mycelia found in rice seeds. In an interview with the head of the farmer group, it is suspected that the climate in the village continues to rain after experiencing a long dry season. Therefore it is necessary to carry out counseling about the introduction of important diseases in rice plants and their control techniques by applying the principles of integrated disease control or prioritizing ecosystem balance in controlling the growth and spread of pathogens. This activity aims to provide insight to the farming community of Bentok Darat Village in preventing rice disease problems as well as good environmental management and integrated control. Activity methods include filling out questionnaires, opening, lectures, discussions and filling out questionnaires which aim to find out the benefits of activities in increasing understanding of rice diseases and how to deal with them Community service activities by the Department of Agroecotechnology for Farmer Group partners in Bentok Darat Village, Bati-bati District, Tanah Laut Regency resulted in an increase in information and knowledge of the farmers in Bentok Darat Village regarding important types of diseases in rice and their causative pathogens by 85.71%. This activity played a major role in increasing the knowledge of farmers in Bentok Darat Village regarding the information on how to control diseases in rice with the value of the villagers' knowledge rising by 100% about other methods or control techniques using POC plus, vegetable pesticides, and biological agents. One hundred percent of respondents answered that this activity caused a sense of pleasure because it benefited from increasing information and knowledge about the types of rice diseases and how to control the

    Edukasi Pencegahan dan Penanganan Anemia pada Remaja Putri di Pulau Barrang Lompo

    No full text
    Salah satu masalah kesehatan yang menjadi fokus pemerintah saat ini adalah penanggulangan anemia. Anemia masih menjadi masalah kesehatan para remaja, khususnya pada remaja putri. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan menguatkan niat pencegahan anemia pada siswi SMAS Barrang Lompo, Kota Makassar. Sasaran dari kegiatan ini adalah siswi kelas XI yang berjumlah 21 orang. Pengabdian ini dilakukan dengan metode permainan Kartu ABCS (Aksi Bersama Cegah Stunting), pemaparan materi dengan metode ceramah, pembagian tablet tambah darah kepada peserta, dan pemasangan poster di mading sekolah. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini yaitu adanya peningkatan skor pengetahuan peserta sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan pencegahan dan penanganan anemia dari rata-rata 44,7% menjadi 63,3%, dan peningkatan niat dari 69,5% menjadi 76,4%. Setiap peserta diberikan empat tablet tambah darah di mana satu diantaranya dikonsumsi secara serentak saat edukasi. Satu set poster Cerita Anemia dipasang di mading sekolah sebagai media informasi mengenai anemia. Berdasarkan hasil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan niat pencegahan anemia siswi SMAS Barrang Lompo sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Education on Prevention and Management of Anemia in Young Women on Barrang Lompo Island One of the health problems currently being the focus of the government is the prevention of anemia. Anemia is still a health problem for adolescents, especially for young women. The purpose of this service is to increase the knowledge and strengthening intentions anemia prevention of SMAS Barrang Lompo student females. The target of this activity was 21 class XI students at SMAS Barrang Lompo. This service was carried out using 3 methods, namely the ABCS (Joint Action to Prevent Stunting) card game, presentation of material using the lecture method, and placing posters on the Barrang Lompo High School bulletin. The results obtained from the community service activities showed that there were differences in the participants' knowledge scores and intentions scores before and after the counseling was carried out based on the pre-test and post-test. The results showed of increasing the knowledge of SMAS Barrang Lompo students from an average of 44.7% to 63.3% and intentions from 69.5% menjadi 76.4%. Based on these results, it can be concluded that there was an increase in anemia knowledge and strengthening intentions prevention before and after education was carried out for SMAS Barrang Lompo student females

    0

    full texts

    529

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇