Journal of Authentic Research
Not a member yet
242 research outputs found
Sort by
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning dengan Refleksi Metakognitif terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan refleksi metakognitif terhadap keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa di MA Sirojut Tholibin Taman Sari Pamekasan. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain Posttest Only Control Design. Sampel penelitian terdiri dari kelas X IPA A sebagai kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran Direct Instruction dan kelas X IPA B sebagai kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran PBL dengan refleksi metakognitif. Instrumen yang digunakan meliputi tes esai untuk mengukur hasil belajar dan rubrik penskoran keterampilan berpikir kritis. Analisis data dilakukan menggunakan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) dengan taraf signifikansi 5%, dibantu perangkat lunak JASP versi 0.17.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Rerata skor keterampilan berpikir kritis pada kelas eksperimen lebih tinggi (M=75,07, SD=6,09) dibandingkan kelas kontrol (M=65,01, SD=6,56). Begitu pula dengan hasil belajar, rerata skor pada kelas eksperimen (M=85,02, SD=8,26) lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol (M=73,57, SD=7,78). Hasil uji MANOVA menunjukkan bahwa model pembelajaran PBL dengan refleksi metakognitif berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa (F(2,41)=15,739, Trace Pillai=0,434, p<?.001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model PBL dengan refleksi metakognitif efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.
The Influence of Problem Based Learning Model with Metacognitive Reflection on Students' Critical Thinking Skills and Learning Outcomes
Abstract
This study aims to describe the impact of the Problem-Based Learning (PBL) model with metacognitive reflection on critical thinking skills and learning outcomes of students at MA Sirojut Tholibin Taman Sari Pamekasan. The type of research used is quasi-experimental with a Posttest Only Control Design. The research sample consists of class X IPA A as the control class using the Direct Instruction learning method and class X IPA B as the experimental class using the PBL model with metacognitive reflection. The instruments used include essay tests to measure learning outcomes and scoring rubrics for critical thinking skills. Data analysis was performed using Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) with a significance level of 5%, aided by JASP software version 0.17.1. The results showed a significant difference in critical thinking skills and learning outcomes between the control and experimental classes. The mean critical thinking skills score in the experimental class was higher (M=75.07, SD=6.09) compared to the control class (M=65.01, SD=6.56). Similarly, the mean learning outcomes score in the experimental class (M=85.02, SD=8.26) was higher than that in the control class (M=73.57, SD=7.78). The MANOVA test results indicated that the PBL model with metacognitive reflection had a significant effect on improving students' critical thinking skills and learning outcomes (F(2,41)=15.739, Pillai's Trace=0.434, p<?.001). This study concludes that the implementation of the PBL model with metacognitive reflection is effective in enhancing students' critical thinking skills and learning outcomes
Pengembangan Modul Pembelajaran Biologi Berbasis Problem-Based Learning (PBL) pada Materi Virus untuk Siswa Kelas X SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi kelayakan modul pembelajaran biologi berbasis Problem-Based Learning (PBL) dengan materi virus untuk siswa kelas X SMA. Proses pengembangan modul mengikuti model 4-D yang meliputi tahap pendefinisian, perancangan, dan pengembangan, dengan validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli media, guru biologi, dan siswa. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul ini memperoleh persentase kelayakan sebesar 77% dari ahli materi, 94% dari ahli media, dan 96% dari guru biologi, yang semuanya tergolong dalam kategori layak digunakan. Respon dari siswa juga menunjukkan penerimaan yang positif, dengan rentang persentase antara 71% hingga 87%, menunjukkan bahwa modul ini efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap materi virus. Modul ini tidak hanya menyediakan materi yang sesuai dengan standar kurikulum, tetapi juga dirancang untuk mendorong siswa berpikir kritis dan memecahkan masalah nyata melalui pendekatan PBL. Berdasarkan hasil tersebut, modul ini direkomendasikan untuk diimplementasikan secara luas di sekolah-sekolah menengah atas sebagai sarana pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21. Diharapkan, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang penggunaan modul ini terhadap hasil belajar siswa dan keterampilan berpikir kritis mereka.
Development of a Problem-Based Learning (PBL) Biology Module on Virus Topics for Tenth Grade High School Students
Abstract
This study aims to develop and evaluate the feasibility of a Problem-Based Learning (PBL) biology module on viruses for tenth-grade high school students. The module development process followed the 4-D model, including the stages of defining, designing, and developing, with validation conducted by content experts, media experts, biology teachers, and students. Validation results showed that the module received a feasibility percentage of 77% from content experts, 94% from media experts, and 96% from biology teachers, all of which are categorized as feasible for use. Student responses also indicated positive reception, with a percentage range of 71% to 87%, demonstrating that the module effectively enhances student engagement and understanding of virus material. The module not only aligns with curriculum standards but is also designed to encourage critical thinking and real-world problem-solving through the PBL approach. Based on these results, the module is recommended for widespread implementation in high schools as an innovative and relevant educational tool for 21st-century learning needs. Further research is encouraged to explore the long-term impact of using this module on students' learning outcomes and critical thinking skills
Pengaruh Metode Concept Map Terhadap Hasil Belajar Siswa di MA NW Kotaraja
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode concept map terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran fisika di MA NW Kotaraja. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diberikan pembelajaran menggunakan metode concept map dan kelompok kontrol yang diberikan pembelajaran dengan metode konvensional. Sampel penelitian terdiri dari 56 siswa kelas X yang dibagi menjadi dua kelompok: 31 siswa di kelompok eksperimen dan 25 siswa di kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test siswa di kelompok eksperimen adalah 75 dengan standar deviasi 10, sementara di kelompok kontrol rata-rata nilainya adalah 57 dengan standar deviasi 9. Uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung sebesar 7,148 lebih besar dari ttabel sebesar 1,671 pada taraf signifikansi 95%, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode concept map secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan metode konvensional. Rekomendasi untuk penelitian lanjutan termasuk penggunaan peta konsep dalam mata pelajaran lain dan integrasi teknologi dalam pembelajaran.
The Influence of Concept Map Method on Student Learning Outcomes at MA NW Kotaraja
Abstract
This study aims to analyze the influence of the concept map method on student learning outcomes in physics at MA NW Kotaraja. The research employed an experimental design with two groups: an experimental group that received instruction using the concept map method and a control group that received conventional teaching methods. The sample consisted of 56 tenth-grade students, divided into two groups: 31 students in the experimental group and 25 in the control group. The results showed that the average post-test score for students in the experimental group was 75 with a standard deviation of 10, while the control group averaged 57 with a standard deviation of 9. Hypothesis testing revealed that the t-value of 7.148 exceeded the critical value of 1.671 at a 95% confidence level, indicating a significant difference between the two groups. These findings suggest that the concept map method significantly enhances student learning outcomes compared to conventional methods. Recommendations for future research include the application of concept maps in other subjects and the integration of technology in teaching
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIII SMP Negeri 11 Mataram
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Mataram pada materi "Getaran dan Gelombang." Penelitian menggunakan desain eksperimen semu dengan kelompok eksperimen yang diajar menggunakan PBI dan kelompok kontrol yang diajar menggunakan metode ceramah tradisional. Data dikumpulkan melalui tes post-test keterampilan berpikir kritis yang terdiri dari lima soal uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa di kelas eksperimen adalah 82,27 yang termasuk dalam kategori "Sangat Kritis," sedangkan nilai rata-rata di kelas kontrol adalah 61,724 yang termasuk dalam kategori "Kurang Kritis." Uji statistik menggunakan uji-t menunjukkan bahwa t-hitung sebesar 4,951 lebih besar dari t-tabel sebesar 2,021 pada taraf signifikansi 5%, yang menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Hasil ini menunjukkan bahwa PBI efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.
The Effect of Problem Based Instruction (PBI) Model on Critical Thinking Skills of Grade VIII Students at SMP Negeri 11 Mataram
Abstract
This study aims to examine the effect of the Problem Based Instruction (PBI) model on the critical thinking skills of Grade VIII students at SMP Negeri 11 Mataram in the "Vibrations and Waves" material. The study used a quasi-experimental design with an experimental group taught using PBI and a control group taught using traditional lecture methods. Data were collected through a post-test critical thinking skills test consisting of five essay questions. The results showed that the average critical thinking skills score of students in the experimental class was 82.27, classified as "Highly Critical," while the average score in the control class was 61.724, classified as "Less Critical." Statistical analysis using a t-test showed that the t-value of 4.951 was greater than the t-table value of 2.021 at a 5% significance level, indicating a significant difference between the two groups. These results indicate that PBI is effective in enhancing students' critical thinking skills
Perbedaan Kesadaran Metakognitif Berdasarkan Gender di SMA Negeri 1 Gunungsari
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kesadaran metakognitif antara siswa laki-laki dan perempuan di SMA Negeri 1 Gunungsari. Kesadaran metakognitif, yang mencakup kemampuan untuk memantau, mengontrol, dan mengevaluasi proses berpikir, merupakan faktor penting dalam keberhasilan akademik. Penelitian deskriptif ini melibatkan 100 siswa kelas XI IPA, dengan 52 siswa laki-laki dan 48 siswa perempuan yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui angket metakognitif berbasis skala Likert dengan empat pilihan jawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa perempuan memiliki kesadaran metakognitif yang lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki pada hampir semua indikator yang diukur. Rata-rata nilai kesadaran metakognitif siswa perempuan adalah 2,65 (SD = 0,57), sementara rata-rata nilai siswa laki-laki adalah 2,58 (SD = 0,55). Perbedaan paling signifikan terlihat pada indikator perencanaan, dengan nilai rata-rata siswa perempuan sebesar 2,76 (SD = 0,58) dibandingkan dengan 2,61 (SD = 0,60) pada siswa laki-laki. Berdasarkan hasil ini, direkomendasikan agar strategi pembelajaran yang lebih responsif terhadap gender diterapkan, termasuk pendekatan yang lebih personal dan integrasi teknologi untuk mendukung pengembangan kesadaran metakognitif. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut pengaruh faktor lain, seperti lingkungan belajar dan dukungan sosial, terhadap kesadaran metakognitif.
Gender Differences in Metacognitive Awareness at SMA Negeri 1 Gunungsari
Abstract
This study aims to analyze the differences in metacognitive awareness between male and female students at SMA Negeri 1 Gunungsari. Metacognitive awareness, encompassing the ability to monitor, control, and evaluate cognitive processes, is a critical factor in academic success. This descriptive study involved 100 randomly selected 11th-grade science students, consisting of 52 male and 48 female students. Data were collected using a Likert-scale-based metacognitive questionnaire with four response options. The results indicated that female students had higher metacognitive awareness than male students across most measured indicators. The average metacognitive awareness score for female students was 2.65 (SD = 0.57), compared to 2.58 (SD = 0.55) for male students. The most significant difference was observed in the planning indicator, with female students scoring an average of 2.76 (SD = 0.58) compared to 2.61 (SD = 0.60) for male students. Based on these findings, it is recommended that more gender-responsive learning strategies be implemented, including personalized approaches and the integration of technology to support the development of metacognitive awareness. Further research is needed to explore the influence of other factors, such as learning environments and social support, on metacognitive awareness
Efektivitas Problem-Based Learning (PBL) dalam Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Berpikir Kritis: Sebuah Studi Komparatif
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Problem-Based Learning (PBL) dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar dan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini melibatkan dua kelompok siswa: kelompok Eksperimen yang menerima PBL dan kelompok Kontrol yang mengikuti metode konvensional. Skor pretest dan posttest dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U. Hasil menunjukkan bahwa kelompok Eksperimen memiliki skor posttest rata-rata 46,5 dalam hasil belajar, dibandingkan dengan 44,7 pada kelompok Kontrol, tanpa perbedaan yang signifikan (U=216, p=0,131, rank biserial correlation = 0,250). Namun, dalam keterampilan berpikir kritis, kelompok Eksperimen menunjukkan peningkatan signifikan, dengan skor median meningkat dari 40 menjadi 77, dibandingkan kelompok Kontrol yang meningkat dari 40 menjadi 74 (U=146, p=0,002, rank biserial correlation = 0,492). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun PBL secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dampaknya terhadap hasil belajar tidak signifikan secara statistik dalam konteks penelitian ini. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas PBL dan menilai dampak jangka panjangnya terhadap hasil pendidikan.
The Effectiveness of Problem-Based Learning (PBL) in Enhancing Learning Outcomes and Critical Thinking Skills: A Comparative Study
Abstract
This study aims to evaluate the effectiveness of Problem-Based Learning (PBL) compared to conventional teaching methods in enhancing students' learning outcomes and critical thinking skills. The research involved two groups of students: an Experimental group that received PBL and a Control group that followed conventional methods. Pretest and posttest scores were collected and analyzed using the Mann-Whitney U test. Results showed that the Experimental group had a mean posttest score of 46.5 in learning outcomes, compared to 44.7 in the Control group, with no significant difference (U=216, p=0.131, rank biserial correlation = 0.250). However, in critical thinking skills, the Experimental group exhibited a significant improvement, with the median score increasing from 40 to 77, compared to the Control group, which increased from 40 to 74 (U=146, p=0.002, rank biserial correlation = 0.492). These findings suggest that while PBL significantly enhances critical thinking skills, its impact on learning outcomes is not statistically significant within the context of this study. Further research is recommended to explore factors influencing the effectiveness of PBL and to assess its long-term impact on educational outcomes
Pengembangan dan Validasi Modul Pembelajaran Berbasis Problem-Based Learning pada Materi Keanekaragaman Hayati untuk Siswa Madrasah Aliyah
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berbasis Problem-Based Learning (PBL) pada materi Keanekaragaman Hayati untuk siswa kelas X di MA Sirojut Tholibin Taman Sari. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Penelitian ini difokuskan pada tahap Define, Design, dan Develop, sementara tahap Disseminate tidak dilakukan karena keterbatasan waktu dan biaya. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan media, serta uji coba dilakukan pada siswa. Validasi oleh ahli materi memberikan nilai validitas sebesar 96% dan oleh ahli media sebesar 88%, yang menunjukkan bahwa modul ini layak digunakan dengan revisi kecil. Validasi oleh siswa menunjukkan skor antara 73% hingga 89%, yang mengkategorikan modul ini dalam "Baik" hingga "Sangat Baik." Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul PBL efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan pemahaman mereka terhadap konsep keanekaragaman hayati. Namun, disarankan untuk dilakukan perbaikan lebih lanjut, terutama dalam meningkatkan interaktivitas dan variasi kegiatan belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modul PBL ini layak digunakan dalam konteks pendidikan yang serupa dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan Biologi di lingkungan MA Sirojut Tholibin Taman Sari Pamekasan.
Development and Validation of a Problem-Based Learning Module on Biodiversity for Islamic High School Students
Abstract
This research aims to develop a Problem-Based Learning (PBL) teaching module on Biodiversity for Grade X students at MA Sirojut Tholibin Taman Sari. The study employed the Research and Development (R&D) method using the 4-D model (Define, Design, Develop, and Disseminate). The research focused on the Define, Design, and Develop stages, while the Disseminate stage was not conducted due to time and budget constraints. Validation was carried out by material and media experts, and trials were conducted with students. The material expert's validation yielded a 96% validity score, and the media expert's validation yielded 88%, both indicating that the module is suitable for use with minor revisions. Student validation showed scores ranging from 73% to 89%, categorizing the module as "Good" to "Very Good." The findings suggest that the PBL module is effective in enhancing student engagement and understanding of biodiversity concepts. However, further improvements are recommended, particularly in increasing interactivity and diversity of learning activities. The study concludes that the PBL module is appropriate for use in similar educational contexts and contributes to improving the quality of Biology education at MA Sirojut Tholibin Taman Sari Pamekasa
Daya Adaptasi Cacing Tanah (Eisenia Foetida) Terhadap Media Budidaya Campuran Feses Sapi Dengan Jerami Padi
Limbah feses sapi dan jerami padi merupakan sumber limbah organik yang sering diabaikan dan berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya adaptasi cacing tanah Eisenia foetida terhadap media budidaya campuran feses sapi dan jerami padi, dengan fokus pada parameter pH media, kelembaban, dan suhu ruangan. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen deskriptif kuantitatif selama 30 hari di Laboratorium Biologi Universitas Pendidikan Mandalika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E. foetida mengalami tingkat kematian yang tinggi pada awal adaptasi, dengan angka kematian mencapai 100% pada hari pertama hingga kelima. Namun, cacing mulai menunjukkan adaptasi optimal pada hari kesepuluh, dengan tingkat kematian 0% hingga hari ketiga puluh. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa media campuran feses sapi dan jerami padi memerlukan masa fermentasi sekitar 10 hari agar sesuai untuk budidaya E. foetida. Rekomendasi penelitian ini adalah pentingnya pengelolaan fermentasi media untuk memastikan adaptasi optimal cacing, yang pada gilirannya dapat meningkatkan efektivitas dalam pengolahan limbah organik dan produksi vermikompos yang berkualitas tinggi.
Adaptability of Earthworms (Eisenia foetida) to a Mixed Cultivation Medium of Cow Manure and Rice Straw
Abstract
Cow manure and rice straw are organic waste sources that are often neglected and have the potential to pollute the environment if not properly managed. This study aims to evaluate the adaptability of Eisenia foetida earthworms to a mixed cultivation medium of cow manure and rice straw, focusing on parameters such as pH, moisture, and room temperature. The research was conducted using a quantitative descriptive experimental method over 30 days at the Biology Laboratory of Universitas Pendidikan Mandalika. The results showed that E. foetida experienced a high mortality rate during the initial adaptation phase, with mortality reaching 100% from the first to the fifth day. However, the earthworms began to show optimal adaptation by the tenth day, with a 0% mortality rate through the thirtieth day. Based on these findings, it is concluded that a fermentation period of around 10 days is necessary for the cow manure and rice straw mixture to be suitable for E. foetida cultivation. The study recommends careful management of media fermentation to ensure optimal worm adaptation, which in turn can enhance the effectiveness of organic waste processing and the production of high-quality vermicompost
Penerapan Strategi Pembelajaran KWL (Know Want to Learn) untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah Mataram
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca dan hasil belajar kognitif siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Mataram melalui penerapan Strategi Pembelajaran KWL (Know Want to Learn) pada mata pelajaran IPA Biologi. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Strategi Pembelajaran KWL secara signifikan meningkatkan keterampilan membaca siswa dari kategori "Cukup Terampil" dengan persentase 47,5% pada Siklus I menjadi "Sangat Terampil" dengan persentase 87,5% pada Siklus II. Selain itu, keterlaksanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) juga meningkat dari 68,75% pada Siklus I menjadi 87,5% pada Siklus II. Meskipun demikian, ketuntasan klasikal hasil belajar kognitif siswa pada Siklus II hanya mencapai 75%, masih di bawah target ketuntasan 85% yang diharapkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Strategi Pembelajaran KWL efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca dan memberikan dampak positif terhadap hasil belajar kognitif siswa, meskipun diperlukan penyesuaian lebih lanjut untuk mencapai ketuntasan belajar yang lebih optimal. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pengelolaan kelas yang lebih baik, perencanaan pembelajaran yang matang, serta motivasi yang konsisten dari guru dalam penerapan strategi pembelajaran yang inovatif.
Implementation of the KWL (Know Want to Learn) Learning Strategy to Enhance Reading Skills and Cognitive Learning Outcomes of Seventh-Grade Students at SMP Muhammadiyah Mataram
Abstract
This study aims to enhance reading skills and cognitive learning outcomes of seventh-grade students at SMP Muhammadiyah Mataram through the implementation of the KWL (Know Want to Learn) Learning Strategy in Biology lessons. This Classroom Action Research (CAR) was conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. The results indicate that the KWL Learning Strategy significantly improved students' reading skills from the "Moderately Skilled" category with a percentage of 47.5% in Cycle I to "Highly Skilled" with a percentage of 87.5% in Cycle II. Additionally, the implementation of the Lesson Plan (RPP) increased from 68.75% in Cycle I to 87.5% in Cycle II. However, the classical completeness of students' cognitive learning outcomes in Cycle II reached only 75%, still below the expected 85% target. The findings suggest that the KWL Learning Strategy is effective in improving reading skills and positively impacts students' cognitive learning outcomes, although further adjustments are needed to achieve optimal learning completeness. The implications of this study highlight the importance of better classroom management, thorough lesson planning, and consistent teacher motivation in the implementation of innovative learning strategies
Efektivitas Penggunaan Metode Active Learning Tipe Team Game Tournament Terhadap Minat dan Prestasi Belajar Siswa
Penelitian ini mengkaji efektivitas metode active learning tipe team game tournament dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA di tingkat SMP. Desain kuasi-eksperimen digunakan dengan melibatkan 60 siswa kelas VIII dari dua kelas yang berbeda, masing-masing terdiri dari 30 siswa. Kelompok eksperimen diajar menggunakan metode team game tournament selama dua pertemuan, sementara kelompok kontrol menerima pembelajaran STAD. Minat belajar siswa yang ditinjau berdasarkan aktivitas dan antusiame belajar siswa, menunjukkan peningkatan skor minat sebesar 25% pada kelompok eksperimen, dibandingkan dengan peningkatan 5% pada kelompok kontrol. Prestasi akademik diukur menggunakan lima butir soal berbentuk essay, dengan rata-rata nilai post-test kelompok eksperimen sebesar 74,3, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata 49,7 pada kelompok kontrol. Analisis statistik menggunakan uji-t mengkonfirmasi perbedaan signifikan dalam minat dan prestasi belajar siswa (p < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode team game tournament secara efektif meningkatkan keterlibatan siswa dan prestasi akademik, menjadikannya strategi pedagogis yang menjanjikan untuk pendidikan IPA. Penelitian lanjutan direkomendasikan untuk mengeksplorasi penerapan metode ini pada mata pelajaran dan tingkat pendidikan lainnya guna memaksimalkan manfaatnya.
The Effectiveness of the Team Game Tournament Active Learning Method on Students' Interest and Academic Achievement
Abstract
This study examines the effectiveness of the Team Game Tournament (TGT) active learning method in enhancing students' interest and academic achievement in science subjects at the junior high school level. A quasi-experimental design was used, involving 60 eighth-grade students from two different classes, each consisting of 30 students. The experimental group was taught using the TGT method for two sessions, while the control group received STAD-based instruction. Student interest, evaluated based on learning activities and enthusiasm, showed a 25% increase in interest scores for the experimental group, compared to a 5% increase in the control group. Academic achievement was measured using five essay questions, with the experimental group’s average post-test score being 74.3, significantly higher than the control group’s average of 49.7. Statistical analysis using a t-test confirmed a significant difference in both interest and academic achievement (p < 0.05). The findings of this study indicate that the TGT method effectively enhances student engagement and academic performance, making it a promising pedagogical strategy for science education. Further research is recommended to explore the application of this method across other subjects and educational levels to maximize its benefits