Universitas 'Aisyiyah Surakarta Online Journals
Not a member yet
    733 research outputs found

    PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG MEKANISME KOPING ADAPTIF, KESEHATAN TIDUR DAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANAK SEKOLAH

    Get PDF
    Background: Preliminary studies found variations in sleep habits, coping mechanism and cavities and dirty teeth on school-age children. Resolving health problems that occur in children requires a family center care approach. Objective: Increasing parental knowledge about sleep health and adaptive coping mechanism of children and increasing children’s knowledge about oral health. Method: This activity is carried out for 3 days. The first day and third day counseling about sleep health and dental and oral health for children through snakes and ladder’s game and video of tooth brush and sleep. Activity on second day was counseling to all parents of school children about adaptive coping mechanism and children's sleep health. Based on observations on these activities, several positive impacts were found including; 1)Children and parents were involved in activities, all children were involved and more than 50% of parents participated in the activity, 2)The child looks enthusastic of the games and videos that were shown, parents looked enthusiastic asking during the counseling. Results: There were significant increasing knowledge in children about oral health and significant increasing knowledge in parents immediately after counseling and decreasing knowledge after 3 months posttest. Conclusion: Counseling to parents and children were increasing knowledge soon after counseling

    DETEKSI DINI RESIKO JATUH PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA KENTINGAN, KECAMATAN JEBRES, SURAKARTA

    Get PDF
    Background :The falling risk is an event reported by a patient or family who sees an incident, which results in a person suddenly lying, sitting on the floor or lower place with or without loss of consciousness or injury. Falls can occurwhen the body’s postural, control system fails to detectshifting and not repositioning the center of gravity toward the body support at the right time.  In Indonesia, the elderly who live in communities experience an annual fall or around 30%. The incidence of falls in the elderly living in the community increased from 25% at the age 70 to 35% after being over 75 years old. One cause of the fall is a disturbance in the pattern of roads. Therefore it is necessary to practice early detection of the risk of falling in the elderly. Target and output 100% of extension participants consisting of the elderly can increase their knowledge and understanding of early detection training on the risk of falling on the elderly. Methods of conducting lectures and demonstrations or exercises. The result of the elderly can mention how to detect risk in the elderly and can do exercises to prevent falls. Conclusion elderly know how to detect the risk of early fall in the elderly.Â

    Hubungan Perilaku Merokok dengan Tingkat Konsentrasi pada Sopir Bus di Terminal Tirtonadi Surakarta

    Get PDF
    Latar belakang: Merokok merupakan masalah yang sulit ditemukan solusinya dan terus berkembang di Indonesia.Jumlah perokok di Indonesia mencapai 62.800.000 jiwa. Merokok mempunyai keunikan yaitu meredakan kecemasan , menimbulkan perasaan nikmat. Dampak negatif dari merokok salah satunya adalah menurunkan konsentrasi. Sopir bus banyak menghabiskan waktu bekerjanya dengan duduk, sehingga merokok dijadikan kebiasaan untuk menghilangkan rasa jenuh dan rasa mengantuk ketika   mengemudi.   Karena   rokok mengandung nikotin yang dapat mengacaukan pola tidur dan membuat penggunanya selalu terjaga. Tujuan: Mengetahui apakah ada hubungan antara perilaku merokok dengan tingkat konsentrasi pada sopir bus di terminal Tirtonadi Surakarta. Metode: Penelitian menggunakan metode  analitik,  teknik pengambilan data dengan quota  sampling,  sampel 93 responden, analisis data menggunakan uji Kendall’s tau dengan nilai signifikansi p < 0,05. Hasil: Penelitian ini didapatkan hasil perilaku merokok sopir bus di Terminal Tirtonadi Surakarta sebagian besar dalam kategori perokok sedang (50,5%), tingkat konsentrasi sopir bus sebagian besar dalam kategori kurang (45,2%), dan hasil uji kendall’s tau didapatkan hasil (p = 0,085). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara perilaku merokok dengan tingkat konsentrasi sopir bus di terminal Tirtonadi Surakarta

    Pemberian Intervensi Support Group Menurunkan Kecemasan Pada Pasien Yang Menjalani Hemodialisis

    No full text
    Pendahuluan: Hemodialisa merupakan salah satu terapi pengganti pada penderita penyakit ginjal kronis terminal yang banyak digunakan di dunia termasuk di Indonesia. Proses hemodialisa yang lama menimbulkan efek psikologis seperti kecemasan. Kecemasan yang berlebihan akan mengakibatkan terhambatnya proses penyembuhan penyakit. Dukungan sangat diperlukan oleh pasien yang menjalani hemodialisa, salah satunya adalah dukungan kelompok dengan intervensi support group. Tujuan penelitian ini adalah dengan pemberian intervensi support group apakah berpengaruh pada penurunan tingkat kecemasan pasien yang menjalani hemodialisa. Metode: Metode yang digunaka dalam penelitian ini adalah quasy experimental pre-post test without control group terhadap 20 pasien hemodialisa dengan cara pengambilan sampel consecutive sampling dan dilakukan analisa data dengan menggunakan Wilcoxon test.Hasil: Terdapat perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi support group dengan Ïvalue 0.000. Kesimpulan: Intervensi support group mampu menurunkan tingkat kecemasan. Intervensi support group dapat dijadikan tindakan mandiri perawat dalam mengatasi kecemasan pada pasien hemodialis

    PELATIHAN KETRAMPILAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI PSIKOSOSIAL PADA REMAJA DI SMP NEGERI 6 KOTA GORONTALO

    Get PDF
    Masa remaja adalah masa peralihan antara masa kanak-kanak dan dewasa. Pada masa tersebut remaja mengalami banyak perubahan baik fisik, hormonal dan psikosoial. Remaja sering merasa tidak nyaman dan bereaksi secara emosiaonal, misalkan mudah tersinggung, mudah marah, suka membantah, tidak mau lagi dianggap sebagai anak, tetapi belum dapat diberi tanggung jawab penuh sevagai orang dewasa. Berbagai perubahan dapat mempengaruhi lingkungan remaja sehingga dapat menyebabkan remaja rawan terhadap perilaku berisiko seperti hubungan seks pranikah, IMS, HIV/AIDS, Napza termasuk rokok dan tawuran. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan ketrampilan remaja dalam menghadapi berbagai tantangan terkait masalah kesehatan yang ditemui dalam berkehidupan social. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah Pelatihan meliputi ceramah yang diberikan oleh pemateri, tanya jawab dan praktik menggunakan studi kasus dan roleplay. pendekatan studi kasus. Hasil dari kegiatan ini Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam kegiatan pengabdian masyarakat, kegiatan ini memberikan kemampuan pengembangan kompetensi psikososial remaja yang diwujudkan dalam bentuk kemampuan remaja menolak pengaruh negatif yang ditunjukkan dalam hasil penilaian kuisioner, praktik dan rolepla

    Pengaruh Layanan Pesan Singkat dan Konseling Kelompok Terhadap Pengetahuan Penenun Tentang Obesitas Sentral

    Get PDF
    Obesitas sentral merupakan ancaman bagi kesehatan masyarakat yang ditandai dengan kelebihan berat badan dan penumpukan lemak pada bagian perut. Bisa dialami oleh siapapun akibat perilaku berisiko dan lingkungan meliputi pola makan dan gaya hidup kurang aktifitas. Termasuk penenun sebagai kelompok masyarakat dengan jenis pekerjaan yang berisiko menyebabkan obesitas sentral. Bentuk upaya penanggulangan masalah ini dapat melalui kegiatan promosi kesehatan yaitu pemberian informasi kesehatan dengan layanan pesan singkat pada telepon seluler dan konseling kelompok. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh layanan pesan singkat pada telepon seluler dan konseling kelompok terhadap pengetahuan penenun tentang obesitas sentral. Metode: penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan pre-test dan post-test. Ada tiga kelompok intervensi yaitu layanan pesan singkat, konseling kelompok, dan  kontrol. Subjek penelitian adalah penenun yang obesitas sentral sebanyak 30 responden. Analisis menggunakan uji paired t-test dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Hasil: intervensi layanan pesan singkat lebih besar berpengaruh dibandingkan konseling kelompok terhadap peningkatan pengetahuan tentang obesitas sentral dengan p= 0,001. Kesimpulan: diharapkan Dinas Kesehatan Pematangsiantar agar  merancang strategi pencegahan obesitas sentral pada masyarakat menggunakan media layanan pesan singkat

    Keikutsertaan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Ditinjau Dari Karakteristik Responden

    Get PDF
    Latar belakang Kanker Leher Rahim menempati urutan kedua setelah kanker payudara sebagai kanker yang paling sering diderita wanita Indonesia. Kelompok beresiko terjadinya kanker leher rahim adalah wanita usia diatas 30 tahun , insident terbanyak pada usia 45-54 tahun. Tercatat lebih dari 270.000 wanita meninggal karena Kanker Leher Rahim dan diperkirakan ada 40.000 kasus baru Kanker Leher Rahim setiap tahunnya Tujuan  Menganalisis keikutsertaan ibu melakukan deteksi dini Kanker Leher Rahim dengan metode Inspeksi Visual Asam Asetat ditinjau dari Karakteristik Responden. Metode Jenis penelitian ini adalah observasional analitik. Populasi  ibu-ibu pasangan usia subur di Forum Kajian dan Komunikasi Muslimah Pucangan. Teknik sampling menggunakan sampel jenuh yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 76 responden Analisis data menggunakan X2 untuk bivariat dan regresi logistik untuk multivariat. Hasil Ada hubungan umur dengan Keikutsertaan ibu melakukan Inspeksi Visual Asam Asetat, ada hubungan pendidikan dengan keikutsertaan ibu melakukan Inspeksi Visual Asam Asetat, ada hubungan pekerjaan dengan keikutsertaan ibu melakukan Inspeksi Visual Asam Asetat, Simpulan Variabel Umur, pendidikan dan pekerjaan mampu mempengaruhi keikutsertaan dalam pemeriksaan IVA test sebesar 68,5% dan sisanya yaitu sebesar 31,5% dijpengaruhi oleh faktor lain diluar model penelitian.

    PENINGKATAN PERAN KONSELOR DI BIDANG KESEHATAN PADA PUSAT INFORMASI KONSELING GIBITA DAN KARANG TARUNA LINGGASARI

    Get PDF
    The number of adolescents in the Purwokerto area is the third highest in the Central Java Province. Adolescence is very closely related to the puberty period which is accompanied by sexual development. This condition makes adolescents are prone to various forms of behavioral problems, such as having sex before marriage and drug abuse, both of which can carry risks to HIV / AIDS transmission. It is very important to instill good morale in the younger generation through youth organizations, such as youth organizations and counseling information centers. However, teenage health problems were found, especially in the area of Linggasari Youth Center and the “Gibita†Information Counseling Center/ Pusat Informasi Konseling (PIK) such as lack of understanding of HIV / AIDS, the dangers of smoking, and adolescent reproductive health. To overcome this problem, we trained Adolescent Counselors. Classroom learning, problem based solving, participatory learning, role play were used in this project. The result revealed that this activity enhances the understanding of knowledge and skills of new counselors on adolescent health problems. In addition, we also produced modules and film (roleplay and educational videos) of adolescent health problems counseling

    Kegiatan Pelaksanaan Perawatan Perineum Pada Ibu Nifas di PMB Sri Rejeki Plupuh Sragen

    Get PDF
    Mayoritas persalinan yang terjadi adalah jenis persalinan normal melalui vagina. Proses persalinan merupakan serangkaian kejadian yang melibatkan kinerja organ reproduksi. Pengeluaran seluruh badan bayi melalui vagina pada proses persalinan normal menyebabkan robekan pada organ tersebut atau pada jalan lahir. Robekan pada jalan lahir, akan menyebabkan luka terbuka yang berpotensi terjadi infeksi, walaupun sudah dilakukan penjahitan. Infeksi menjadi lebih mudah karena vagina sebagai jalan keluar lokhea dan dekat dengan rektum yang merupakan pintu pengeluaran feses. Upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah atau meminimalisir terjadinya infeksi pada jalan lahir pasca persalinan adalah dengan perawatan perineum secara tepat. Tujuan: Penelitian yang dilakukan pada tahun 2019 memahami pelaksanaan perawatan perineum pada ibu nifas di Praktik Mandiri Bidan Sri Rejeki Plupuh Sragen. Metode: Studi lapangan dengan pengumpulan data secara langsung melalui observasi dan wawancara. Model analisis ini meliputi reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi Hasil: Pelaksanaan promosi kesehatan tentang perawatan perineum dengan jahitan di Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) Sri Rejeki Dwi Hastuti sudah cukup baik. Bidan dan pasien secara aktif terlibat dalam perawatan perineum pada ibu nifas, yang dilaksanakan menjelang kepulangan pasien dan ketika melakukan kunjungan ulang atau kunjungan rumah

    UNIFIKASI THIBBUN NABAWI REBUSAN SIRIH HIJAU PADA IBU PASCA SALIN DENGAN ROBEKAN PERINEUM DI PKD SRI REJEKI PLUPUH SRAGEN

    Get PDF
    Background: Lack of cleanliness in the genetal area is a problem that is commonly found in post-saline mothers especially with perineal tears. Care for the genetal area of the puerperal mother is important because it can prevent odor and accelerate the healing of the perineum. The presence of injuries to body tissues is very risky of infection. The potential for infection in the perineum because the perineum in the puerperal mother is a moist area. Nursing perineal sutures using green betel stew is effective to speed up the drying of the stitches. Purpose: Community service is to increase knowledge about perineal suture care using green betel stew. Method: This service was carried out for one month in the form of health promotion through home visits to perform perineal care with seams with green betel stew. interactive discussion with material about how to early detect cervical cancer. Results: Based on observations during community service activities, several positive results were obtained, such as: 1). Postpartum mothers with perineal sutures consisting of 12 postpartum mothers. 2). Community service participants gave positive responses. 3) The healing period of perineal suture occurs within 4-5 days. The conclusion of this activity is health promotion with home visits can increase knowledge about how to care for perineal sutures. Keywords: perineum rupture; green betel stew; health promotio

    620

    full texts

    733

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas 'Aisyiyah Surakarta Online Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇