Universitas 'Aisyiyah Surakarta Online Journals
Not a member yet
    733 research outputs found

    Application of Complementary Therapy as an Effort to Mitigate Health Crisis from Malnutrition Risk Factors in Vulnerable Groups

    Get PDF
    Introduction Malnutrition, a critical global health issue, continues to affect vulnerable populations despite advances in healthcare and nutrition science, highlighting the need for integrated intervention strategies that combine traditional nutritional support with complementary therapies. Objective: This research aimed to assess the effectiveness of a holistic intervention combining nutritional strategies and complementary therapies in mitigating malnutrition risks within vulnerable families, specifically those with toddlers or elderly members. Method: Conducted at a community health center in Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, the study involved 43 families, with 24 having toddlers and the remainder with elderly members. Employing purposive sampling, participants were selected based on their regular attendance at the health center, literacy, and willingness to participate. The intervention, implemented through two sessions in October-November 2023, included measures to enhance access to nutritious food, provide nutritional supplements, offer educational outreach, monitor nutritional status, and administer personalized nutritional therapy. Result: Data, recorded on a scale of 0-5 for each indicator and sub-indicator, demonstrated significant improvements across all parameters. The results indicated positive shifts in food security, healthcare access, socioeconomic status, dietary diversity, and micronutrient intake. Conclusion: The integrated approach effectively addressed malnutrition risks, showcasing tangible improvements in key indicators. This study contributes valuable insights into holistic strategies for mitigating malnutrition in vulnerable populations

    Dysmenorrhea and Practice of Menstrual Hygiene in Adolescent Females

    Get PDF
    Background: Adolescence is a relatively fast period of physical change experienced by adolescents when puberty is marked by the first menstruation (menarche). Menstruation and menstrual habits continue to encounter numerous social, cultural, and religious barriers, which make it extremely difficult to maintain good hygiene during the menstrual cycle. Objective: Analyzing menstruation practices and the prevalence of dysmenorrhea in adolescent female is the goal of this study.   Method: The cross-sectional investigation was carried out in Sukoharjo and Surakarta. The research was carried out between December 2023 and January 2024. Adolescent female samples had reached menarche. WaLIDD score is an instrument used to measure dysmenorrhea. Results: The results of this study show as many as 71.7% of Menarche adolescent girls at the age of 12-14 years. As many as 44.4% of respondents said dysmenorrhea almost always interfered with work activities. Data also shows that nearly 100 % of respondents wash their hands before and after replacing menstrual materials. The majority of them wash their genitals using soap (79.1%) and replace pads (>3 times) 72.5%. Conclusion: Most respondents practice good menstrual hygiene, characterized by frequent washing of hands and genitals. Adolescent females who are knowledgeable about their periods can make hygienic and safe menstrual habits

    PEMBENTUKAN DAN PELATIHAN KANJI (KADER KESEHATAN JIWA) UNTUK MEWUJUDKAN DESA SIAGA SEHAT JIWA BERBASIS KOMUNITAS

    Get PDF
    Handling people with mental disorders (ODGJ) is a problem that spreads in all regions because 1 in 10 people with ODGJ live around us. Based on the Law of the Republic of Indonesia No. 18 of 2014 concerning Mental Health in which every activity realizes optimal mental health degrees for individuals, families, and communities with promotive, preventive, curative, and rehabilitative approaches which are carried out comprehensively and sustainably by the Government, Regional Governments and the community. This activity aims to improve the health status of ODGJ and provide health services for ODGJ. Referring to the achievement targets above, the approach method used in this PKMS activity is to hold the selection of mental health cadres (KANJI) and conduct trainings for mental health cadres such as how to detect family mental health status, mental health programs, determine mental health interventions in the community. community, how to handle violent behavior in the community, mobilizing cadres to make home visits as well as recording and reporting the results of detection of mental health status in the community. This activity was then continued by providing assistance to the participants so that this activity could continue and form a mental health studio as a forum for ODGJ to carry out activities to provide non-pharmacological therapy or without drugs and establish collaboration with the puskesmas and local village stakeholders

    PENINGKATAN PENGETAHUAN PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN MELALUI PEER GROUP EDUCATION PADA REMAJA DI PIK-R KAPAS CIREBON

    Get PDF
    Indonesia teenager’s population in 2021 has 66,893,500. The teenager’s knowledge about reproductive health is inadequate and it’s the reason for the first marriage Indonesian women age still in 19.8 years. Pusat Informasi Dan Konsultasi Remaja (PIK-R) Kapas RW 03 Kedung Mendeng, Cirebon has 165 registered members, but they have never been given education for family life preparation Marriage Age Maturity (PUP). The aim is increasing the teenager’s knowledge about family life preparation Marriage Age Maturity (PUP). The method is peer group education, with 20 participants, consisting of 5 peer educators and 15 participants. The results are the participant’s pre-test was 34 average score and the post-test was 65 average score, there was an increase on the average score in 31 or 90%. There was a significant change in teenager’s knowledge after being given peer group education for Marriage Age Maturity (PUP) with p value = 0.000 < 0.05. Teenager’s Knowledge of Marriage Age Maturity (PUP) at PIK-R Kapas Cirebon increased after attending peer group education. Teenagers at PIK-R Kapas must spread out Marriage Age Maturity (PUP) information to the others using this metho

    Studi Korelasi Peran Dukungan Keluarga dalam Meningkatkan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

    Get PDF
    Latar Belakang: Diabetes melitus, suatu kondisi di mana tubuh tidak mampu mengelola glukosa dengan baik, telah menjadi masalah kesehatan global yang serius. Kondisi ini disebabkan oleh produksi insulin yang tidak adekuat oleh pankreas. Sekitar 422 juta orang di seluruh dunia hidup dengan diabetes, sebagian besar di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Penyakit ini berkontribusi pada 1,5 juta kematian setiap tahunnya. Peningkatan prevalensi diabetes ini dikaitkan dengan pertumbuhan populasi dan gaya hidup yang tidak sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi korelasi antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional digunakan dalam studi ini. Data dikumpulkan dari 89 pasien yang dipilih secara acak dari populasi sebanyak 811 pasien diabetes mellitus. Penelitian ini dilakukan tanggal 23 Juni sampai 12 Juli 2023. Instrumen yang digunakan family support scale dan penilaian kepatuhan diet. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 (p < 0,011). Kesimpulan: Dukungan keluarga memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe 2

    PENYULUHAN PERTOLONGAN PERTAMA DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN PENANGANAN LUKA BAKAR PADA REMAJA

    Get PDF
    Luka bakar adalah cedera pada kulit atau jaringan yang disebabkan oleh panas, listrik, gesekan, atau kontak dengan bahan kimia. Ini adalah jenis trauma dengan morbiditas (kecatatan) dan mortalitas (kematian) yang tinggi. Kebiasaan masyarakat yang kurang tepat akibat kurangnya informasi dan pengetahuan, banyak orang memberikan pertolongan pertama pada luka bakar dengan mengoleskan pasta gigi, mentega, kecap, dan minyak pada area yang terluka. Tujuan dari program ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan remaja dalam pemberian pertolongan pertama luka bakar. Metode yang digunakan penyuluhan ini diberikan penjelasan tentang cara memberikan pertolongan pertama pada luka bakar, melalui penggunaan kuisioner dan wawancara. Hasil pengabdian ini setelah dilakukan penyuluhan peserta diberikan 10 pertanyaan tentang materi yang sudah diberikan untuk mengukur atau melihat pengetahuan sebelum dan setelah penyuluhan, hasil pengetahuan siswa meningkat, dengan 12 siswa memperoleh hasil semua benar, 4 siswa memperoleh hasil benar 9, 4 siswa memperoleh hasil benar 8, 1 siswa memperoleh hasil benar 7, dan 6 siswa memperoleh hasil benar 6. Dengan program  ini mampu meningkatkan pengetahuan tentang pertolongan pertama pada luka kabar. Disimpulkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan terhadap hasil yang diperoleh siswa MTs Aswaja sebelum dan sesusah dilakukan penyuluhan kesehatan pemberian pertolongan pertama luka baka

    Pengaruh Beban Kerja, Stres Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan

    Get PDF
    This research aims to determine the influence of workload, work stress and work environment on the performance of employees of PT BPR BKK Jateng Pemalang Branch Office. The research method used is quantitative and uses primary data in the form of a questionnaire. The population used was employees of PT BPR BKK Jateng KC Pemalang. The sample used was 71 respondents, using purposive sampling technique. The analysis method uses multiple regression analysis with the SPSS application. The results of this research show that for each variable, workload has a negative and significant effect on employee performance, work stress has a negative effect on employee performance, and the work environment has a positive and significant effect on employee performance. Meanwhile, simultaneously workload, work stress and work environment affect employee performance.   Keywords: Workload, Work stress, Work environment, Employee performance   Abstrak.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja, stres kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan PT BPR BKK Jateng Kantor Cabang Pemalang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan menggunakan data primer berupa kuesioner. Populasi yang digunakan yaitu karyawan PT BPR BKK Jateng KC Pemalang. Sampel yang digunakan adalah 71 responden, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis menggunakan analisis regresi berganda dengan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing variabel, beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan, dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Sedangkan secara simultan beban kerja, stres kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan.   Kata Kunci: Beban kerja, Stres kerja, Lingkungan kerja, Kinerja karyawan  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja, stres kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan PT BPR BKK Jateng Kantor Cabang Pemalang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan menggunakan data primer berupa kuesioner. Populasi yang digunakan yaitu karyawan PT BPR BKK Jateng KC Pemalang. Sampel yang digunakan adalah 71 responden, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis menggunakan analisis regresi berganda dengan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masing-masing variabel, beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan, dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Sedangkan secara simultan beban kerja, stres kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan

    Pengaruh Terapi Butterfly Hug terhadap Tingkat Kecemasan pada Remaja

    Get PDF
    Latar Belakang:  Remaja merupakan masa transisi di mana ketika terjadi kesalahan dalam bertindak dapat menimbulkan reaksi emosi yang tidak stabil sehingga menyebabkan kecemasan. Salah satu upaya untuk mengatasi kecemasan adalah Terapi Butterfly Hug. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi pengaruh Terapi Butterfly Hug terhadap tingkat kecemasan pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan satu kelompok pretest-posttest. Penelitian ini dilaksanakan pada 18-23 Maret 2024 di salah satu sekolah menengah atas di Boyolali. Sebanyak 42 responden dipilih secara purposive sampling. Pengukuran tingkat kecemasan menggunakan HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) sebelum dan setelah tindakan Terapi Butterfly Hug. Terapi Butterfly Hug dilakukan sebanyak satu kali pertemuan terdiri atas 8 sesi yang dilakukan secara berkelompok dengan durasi 10 menit per sesi. Analisis data dilakukan dengan Wilcoxon Rank Test. Hasil: Hasil uji analisis didapatkan bahwa nilai p 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Tindakan Terapi Butterfly Hug pada remaja memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kecemasannya. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperluas pemahaman tentang efektivitas terapi ini dalam konteks kecemasan remaja, serta memberikan dasar bagi penelitian lebih lanjut atau penerapan klinis lebih lanjut terkait dengan terapi ini

    Edukasi Terapeutik untuk Meningkatkan Kepatuhan Pembatasan Cairan Pasien Gagal Ginjal Kronik

    Get PDF
    Latar belakang : Ketidakpatuhan pada pasien hemodialisa dapat menyebabkan komplikasi serius. Salah satu ketidakpatuhan yang sering terjadi yaitu mengenai kepatuhan pembatasan cairan. Akibat dari ketidakpatuhan tersebut dapat menyebabkan penumpukan cairan didalam tubuh dan zat lainya sehingga menyebabkan pasien merasa tidak nyaman hingga berakhir kematian. Warga kota Surakarta yang menjalani hemodialisa terdaftar sebagai penerima JKN berjumlah 586.166 jiwa. Oleh karena itu, Upaya yang dapat dilakukan salah satunya pemberian edukasi yang efektif. Edukasi yang terstruktur dan berkelanjutan dapat membantu pasien menigkatkan kepatuhan dan kualitas hidup. Tujuan : Untuk mengidentifikasi pengaruh edukasi terapeutik terhadap kepatuhan pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa terhadap pembatasan cairan. Metode : penelitian ini  menggunakan quasi-eksperimental dengan rancangan one group pre-test – post-test design. Pengambilan sample penelitian menggunakan purposive sampling dengan jumlah sample sebanyak 36 responden dan menggunakan uji Wilcoxon signed rank test. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner data demografi dan lembar observasi interdialytic body weight gains (IDWG). Hasil : penelitian ini menunjukan hasil nilai kepatuhan pembatasan cairan IDWG sebanyak 75% dan hasil uji analisis 0,004 yang dimana p=<0,05. Kesimpulan : Edukasi terapeutik meningkatkan kepatuhan pembatasan cairan pasien gagal ginjal kronik terhadap pembatasan cairan, mengurangi risiko komplikasi seperti edema, hipertensi dan masalah jantung, serta meningkatkan kualitas hidup pasien

    Terapi Hipnosis Lima Jari untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Pasca Banjir di Wilayah Sangkrah Surakarta

    Get PDF
    Latar Belakang : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) menyatakan pada tahun 2021-2023 di Indonesia terdapat 2.136 bencana banjir. Selain kerugian materi, bencana ini juga memicu berbagai masalah kesehatan mental seperti kecemasan, stres akut, dan depresi klinis pada masyarakat terdampak. Terapi hipnosis lima jari, sebagai salah satu teknik relaksasi, berpotensi menjadi intervensi efektif untuk mengatasi gangguan psikologis pasca-bencana. Tujuan : Mengetahui pengaruh pemberian terapi Hipnosis Lima Jari terhadap tingkat kecemasan pasca banjir di wilayah Sangkrah, Surakarta. Metode : Jenis penelitian ini Quasi Experiment dengan rancangan Pre and Post Test Without Control. Sampel penelitian ini masyarakat RW 04 RT 01 Kelurahan Sangkrah berjumlah 68 responden. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen menggunakan lembar kuisioner pengukuran tingkat kecemasan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Sebelum dilakukan Terapi hipnosis Lima Jari kecemasan pada masyarakat Kelurahan Sangkrah mayoritas dalam kategori kecemasan sedang, dan setelah dilakukan Terapi hipnosis Lima Jari kecemasan pada masyarakat Kelurahan Sangkrah mayoritas dalam kategori kecemasan ringan. Didapatkan nilai p value 0,001 yang berarti p value <0,05. Kesimpulan : Pemberian terapi hipnosis lima jari menurunkan tingkat kecemasan pasca banjir di wilayah Sangkrah, Surakarta

    620

    full texts

    733

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas 'Aisyiyah Surakarta Online Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇