Universitas 'Aisyiyah Surakarta Online Journals
Not a member yet
    733 research outputs found

    PENERAPAN APLIKASI CERDAS PENCEGAHAN STUNTING DI POSYANDU ARUMDALU DESA SANGGRAHAN GROGOL SUKOHARJO

    No full text
    Stunting is a condition of failure to achieve normal growth due to poor nutritional status over a long period of time. The purpose of this Community Service Program is to increase the knowledge of stunting cadres through smart applications for stunting prevention. This is the basis for community service with the title "PKM Implementation of Smart Applications for Stunting Prevention at the Arumdalu Integrated Health Post (Posyandu) in Sanggrahan Village, Grogol, Sukoharjo". The activity stages begin with coordination and communication activities with the Village Head, Village Midwife, and the Chairperson of the Arumdalu Integrated Health Post (Posyandu) in Sanggrahan Village. The implementation of Community Service (PKM) is carried out offline through digital-based education with a brainstorming method. The outputs of this PkM activity are the publication of scientific articles in the PkM journal, proceedings, posters, mass media publications, application guides, 5-minute PkM activity videos, and the integration of PkM activity results into courses. The outputs of this PkM are expected to have an impact on increasing knowledge, improving the quality of abilities, and real practices of the Arumdalu Integrated Health Post (Posyandu) cadres in Sanggrahan Village in stunting prevention

    Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Pelaksanaan Patient Safety pada Mahasiswa S1 Keperawatan

    No full text
    Latar Belakang: Keselamatan pasien merupakan aspek krusial dalam pelayanan kesehatan untuk mencegah kesalahan medis dan menurunkan risiko cedera. Mahasiswa keperawatan sebagai calon tenaga kesehatan dituntut memiliki pengetahuan yang memadai agar mampu mematuhi prosedur keselamatan pasien.Tujuan: Menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan mahasiswa keperawatan dalam melaksanakan patient safety. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 121 mahasiswa semester VII Program Studi S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstandar untuk mengukur pengetahuan dan kepatuhan. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Terdapat korelasi positif yang lemah namun signifikan secara statistik antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan pelaksanaan patient safety (r = 0,266; p = 0,003). Mahasiswa dengan pengetahuan yang lebih tinggi cenderung lebih patuh dibandingkan yang berpengetahuan sedang. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan dalam pelaksanaan keselamatan pasien. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan pengetahuan melalui pendidikan berkelanjutan, namun perlu diakui bahwa kepatuhan juga dipengaruhi oleh faktor lain di luar pengetahuan

    Gambaran Pemenuhan Kebutuhan Hubungan Interpersonal pada Mahasiswa Keperawatan Generasi Z

    No full text
    Latar Belakang: Mahasiswa keperawatan dalam proses pendidikan dituntut untuk membentuk dimensi karakter profesional. Salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter tersebut adalah kemampuan membangun hubungan interpersonal yang bermakna. Hubungan interpersonal yang baik berperan dalam adaptasi kehidupan sehari-hari, sedangkan keterbatasan dalam menjalin hubungan dapat menimbulkan dampak negatif, seperti masalah kesehatan mental, perilaku menyimpang (misalnya kecenderungan depresi), rendahnya keterampilan sosial dalam bernegosiasi dan membangun jejaring, serta kurang efektifnya kemampuan koping terhadap stres. Tujuan: Mengetahui gambaran pemenuhan kebutuhan hubungan interpersonal pada mahasiswa keperawatan generasi Z. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Partisipan berjumlah 268 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik proportionate random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Interpersonal Needs Questionnaire yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data dikumpulkan melalui Google Form dan dianalisis secara univariat. Hasil: Sebagian besar mahasiswa generasi Z memiliki kebutuhan hubungan interpersonal yang terpenuhi, yaitu sebanyak 161 responden (60,1%). Kesimpulan: Mayoritas mahasiswa keperawatan generasi Z telah memiliki pemenuhan kebutuhan hubungan interpersonal yang baik, meskipun masih terdapat sebagian yang kebutuhannya belum terpenuhi. Temuan ini penting diperhatikan untuk mendukung pengembangan kesehatan mental, kemampuan sosial, dan kesiapan profesional mahasiswa keperawatan

    PENGARUH PEMBERIAN NEURODYNAMIC TECHNIQUES DAN TENDON GLIDING EXERCISES PADA PASIEN CARPAL TUNNEL SYNDROME : CASE REPORT

    No full text
    Latar Belakang: Tangan merupakan salah satu anggota gerak tubuh yang kompleks dan memiliki fungsi penting dalam aktivitas sehari-hari. Carpal Tunnel Syndrome merupakan kumpulan gejala seperti nyeri, kesemutan, dan baal pada pergelangan tangan akibat kompresi persisten nervus medianus saat melewati terowongan carpal di pergelangan tangan dan lengan bawah. Pemberian NT dan TGE bertujuan untuk memberikan efek pengurangan inflamasi atau edema dan nyeri pada saluran carpal sehingga dapat meningkatkan aliran darah, dan menurunkan tekanan. di dalam kanal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian NT dan TGE terhadap intensitas nyeri, kekuatan otot, cakupan gerak sendi, dan status fungsional pada penderita CTS. Metodologi: metode penelitian yang digunakan adalah laporan kasus yang dilakukan pada pasien berusia 61 tahun dengan diagnosa medis CTS sinistra. Subjek diberikan intervensi ND dan TGE dan dilakukan evaluasi nyeri menggunakan NRS, evaluasi kekuatan otot menggunakan MMT, evaluasi lingkup gerak sendi menggunakan goniometer, dan evaluasi status fungsional menggunakan BCTSQ. Hasil: Pemberian teknik neurodinamik dan latihan tendon gliding pada pasien CTS sinistra diperoleh hasil berupa penurunan nyeri, peningkatan cakupan gerak sendi, dan peningkatan status fungsional. Kesimpulan: Pada penelitian ini diperoleh hasil bahwa terdapat penurunan nyeri, peningkatan lingkup gerak sendi, dan peningkatan status fungsional yang diberikan intervensi selama 4 pertemuan

    PENGARUH PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 4-5 TAHUN

    No full text
    Latar belakang: Permainan engklek adalah sebuah game lompatan pada bidang datar yang digambar ditanah berbentuk kotak – kotak anak lompat dari satu kotak ke kotak lainnya dengan satu kaki permainan biasanya dimainkan dan dilakukan oleh 2-5 anak. Permainan engklek ternyata memiliki banyak manfaat salah satunya dapat mengembangkan aspek motorik kasar anak yang dimana motorik kasar anak ini sangat berpengaruh pada perkembangan. Sehingga, semakin dini pemberian stimulasi maka semakin bagus untuk kognitif anak kedepannya. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan engklek terhadap perkembangan motorik kasar pada anak usia 4-5 tahun. Metode: penelitian dengan desain pretest-posttest with control group. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 17 anak yang diberikan perlakuan permainan engklek dengan frekuensi latihan 3 kali dalam seminggu selama 4 minggu, dengan intensitas ringan durasi 30-40 menit. Instrumen penelitian menggunakan Test of Gross Motor Development (TGMD) untuk menilai perkembangan fungsi motorik anak. Hasil: adanya pengaruh pemberian permainan engklek dengan p=0.00 (p<0.05). Kesimpulan: terdapat peningkatan motorik kasar pada anak usia 4-5 tahun setelah pemberian permainan engklek

    PENGARUH PEMBERIAN NERVE AND TENDON GLIDING EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN FUNGSIONAL HAND-WRIST PADA PENJAHIT DENGAN RISIKO CARPAL TUNNEL SYNDROME

    No full text
    Latar Belakang: Carpal Tunnel Syndrome (CTS) memiliki keterkaitan erat dengan pekerjaan terutama pekerjaan yang membutuhkan tenaga manual, gerakan tangan berulang, getaran yang ditransmisi oleh tangan, dan gerakan menekuk/memutar pergelangan tangan. Fisioterapi dapat membantu perawatan CTS dengan berbagai modalitas seperti nerve and tendon gliding exercise. Nerve and tendon gliding exercise dapat menstimulasi penyembuhan jaringan lunak serta meningkatkan vaskularisasi saraf medianus di terowongan karpal dan merupakan intervensi berbasis mekanis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nerve and tendon gliding exercise terhadap peningkatan fungsional hand-wrist pada pekerja dengan risiko CTS. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis quasi experimental menggunakan rancangan one group pre-test dan post-test. Total 26 subjek penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengukuran fungsional tangan dengan kuesioner Boston Carpal Tunnel Questionnaire (BCTQ). Intervensi nerve and tendon gliding exercise dilakukan 3 kali seminggu selama 3 minggu. Hasil: Uji pengaruh dengan uji Wilcoxon p=0.001 (p <0.05) menunjukkan bahwa nerve and tendon gliding exercise dapat meningkatkan kemampuan fungsional. hand-wrist. Kesimpulan: Terdapat pengaruh nerve and tendon gliding exercise terhadap peningkatan fungsional hand-wrist pada penjahit dengan risiko CTS

    PENINGKATAN KAPASITAS MAHASISWA DALAM BIDANG AI DAN KEAMANAN SIBER UNTUK MENCEGAH ANCAMAN DI DUNIA DIGITAL

    No full text
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa di bidang kecerdasan buatan (AI) dan keamanan siber melalui pelatihan dan workshop yang dirancang berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) No. 55 Tahun 2015. Program ini menyasar mahasiswa Program Studi Sistem Informasi dan Teknologi Informasi dari mitra, yang masih memiliki keterbatasan dalam pengetahuan serta keterampilan praktis terkait ancaman digital. Metode pelaksanaan menggabungkan pelatihan langsung, pembelajaran berbasis proyek, dan e-learning mandiri. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pre-test dan post-test peserta, penyelesaian proyek mini berbasis unit kompetensi, serta kepuasan tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan. Selain dampak langsung, kegiatan ini juga mendorong terbentuknya komunitas belajar keamanan siber di kampus mitra dan peningkatan kesadaran digital peserta. Kendala teknis seperti keterbatasan perangkat dan pemahaman awal diatasi melalui pendekatan bertahap dan alternatif media pembelajaran. Program ini terbukti efektif dalam memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan keamanan digital dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut secara berkelanjutan

    Improving Teachers First Aid Skills for Managing School Injuries: A Quasi-Experimental Study in an Indonesian Elementary School

    No full text
    Background Injuries frequently occur within school environments, ranking as the second most common location for injury incidents due to unsafe conditions and limited first aid preparedness. Children aged 5–14 years exhibit a high prevalence of injuries, reaching 13% in school-related incidents. Teachers, as front-line responders, must possess adequate first aid knowledge and skills to manage common injuries—such as falls, bruises, nosebleeds, fainting, and seizures—before professional medical care is available. Objective This study aimed to assess the effectiveness of a first aid training program in improving teachers’ skills in managing school-related injuries. Methods A quantitative approach with a quasi-experimental design (pretest–posttest without a control group) was conducted among 49 teachers at Al Islam 3 Gebang Elementary School, Surakarta. Total sampling was used. Skill levels were assessed before and after the training using standardized evaluation tools. Results The Wilcoxon signed-rank test showed a statistically significant improvement in teachers’ first aid skills after the training intervention (p = 0.01; p < 0.05). Conclusion First aid training significantly enhanced teachers’ skills in managing injuries among school children. Continued collaboration between schools and health professionals is recommended to maintain and further develop these essential competencies

    Evidence-based case report: effects of exercise-based cardiac rehabilitation in repaired tetralogy of Fallot

    No full text
    Background: Several sequelae may persist following corrective surgery for tetralogy of Fallot (ToF), including reduced exercise capacity, compromised vascular and cardiac autonomic function, and diminished quality of life. While exercise-based cardiac rehabilitation is commonly implemented for patients with congenital heart disease, there remains a lack of comprehensive understanding regarding the optimal frequency, intensity, duration, and type of exercise. This evidence-based case report aims to evaluate the effectiveness of physical exercise on exercise capacity and quality of life in patients who have undergone ToF repair. Method: A literature search was conducted in PubMed, Cochrane, and Google Scholar databases in September to December 2024 using keywords "exercise," "cardiac rehabilitation," and "tetralogy of Fallot." Studies were included if they involved human subjects with tetralogy of Fallot, were published in English within the past fifteen years, and provided primary data. Studies were excluded if they were duplicates, had unavailable full texts, were research protocols, or review articles. Results: Six articles met the established inclusion and exclusion criteria. Data extraction revealed that various studies consistently demonstrated significant improvements (p<0.05) in peak oxygen uptake (VO2 peak) and quality of life (QoL), particularly in the mental and social domains. Conclusion: Exercise-based cardiac rehabilitation can be beneficial for patients post-ToF repair. However, it is essential to consider factors such as the duration since corrective surgery, the appropriate dosage of exercise, and the specific types of exercise prescribed

    Metode Forward chaining untuk Deteksi Gangguan Kejiwaan Dini

    Full text link
    Mental disorders are specific conditions associated with symptoms and pain that cause disruptions in psychosocial functioning. In general, people who want to diagnose mental disorders need to meet directly with a doctor. This research aims to develop an expert system that can assist in the process of diagnosing mental disorders, where this system can produce decisions equivalent to those of a doctor, so that the public no longer needs to meet a doctor directly for initial diagnosis. This research applies the forward chaining method with 5 types of disorders and 28 types of symptoms, which is a search technique that starts with known facts, then managed with existing data and applies inference rules to reach a conclusion. Thus, the application of this method has the potential to become an innovative solution in supporting the prevention and management of mental disorders from the early stages.Gangguan mental adalah kondisi tertentu yang terkait dengan gejala dan rasa sakit yang menyebabkan gangguan dalam fungsi psikososial. Secara umum, orang yang ingin melakukan diagnosa gangguan mental perlu bertemu langsung dengan seorang dokter. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pakar menggunakan yang dapat membantu dalam proses diagnosa gangguan mental, di mana sistem ini dapat menghasilkan keputusan yang setara dengan dokter, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menemui dokter secara langsung untuk melakukan diagnosa awal. Penelitian ini menerapkan metode forward chaining dengan 5 jenis gangguan dan 28 jenis gejala, yaitu suatu teknik pencarian yang diawali dengan fakta yang sudah diketahui, kemudian dikelola dengan data yang ada dan diterapkan aturan inferensi untuk mencapai suatu kesimpulan. Dengan demikian, penerapan metode ini berpotensi menjadi solusi inovatif dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan gangguan kejiwaan sejak tahap awal

    620

    full texts

    733

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas 'Aisyiyah Surakarta Online Journals
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇