Puslit Penelitian Karet E-Journal System Portal
Not a member yet
    531 research outputs found

    UJI COBA PEMBUATAN PELUNAK KARET ALAMI BERBASIS MINYAK JARAK PAGAR EPOKSI

    Get PDF
     Hasil penelitian pendahulan diketahui bahwa penggunaaan minyak jarak pagar epoksi memiliki kompatiblitas yang baik dengan vulkanisat karet NBR dan mampu menggantikan pelunak dioktil flalat (DOP). Kompatibilitas yang baik, serta besarnya peluang pasar minyak nabati epoksi yang mencapai 50 ribu ton per tahun maka perlu dilakukan upaya untuk memproduksi minyak jarak pagar epoksi dalam skala lebih besar. Pada penelitian ini akan digunakan hasil percobaan laboratorium sebagai acuan peningkatan skala produksi minyak jarak pagar epoksi. Proses produksi peningkatan skala dilakukan dengan sistem batch. Penelitian ini mendeskripsikan mengenai kondisi dan karakteristik produksi tahap peningkatan skala (rendemen produksi), kualitas produk yang dihasilkan serta stabilitas kualitas produk selama masa penyimpanan 1 bulan di suhu ruang. Peningkatan skala menghasilkan rendemen minyak jarak pagar epoksi murni sebesar 65,11% dan nilai oksiran sebesar 1,43%. Kestabilan mutu produk epoksi selama 1 bulan penyimpanan cenderung tidak stabil. Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa proses produksi sistem batch dan penyimpanan selama 1 bulan berpengaruh signifikan terhadap mutu produk epoksi.  Diterima : 9 Januari 2015; Direvisi : 28 Maret 2015; Disetujui : 7 Mei 2015  How to Cite : Kinasih, N. A., & Cifriadi, A. (2015). Uji coba pembuatan pelunak karet alami berbasis minyak jarak pagar epoksi. Jurnal Penelitian Karet, 33(1), 91-100. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/17

    IDENTIFIKASI SIFAT KIMIA ABU VULKANIK DAN UPAYA PEMULIHAN TANAMAN KARET TERDAMPAK LETUSAN GUNUNG KELUD (STUDI KASUS: KEBUN NGRANGKAH PAWON, JAWA TIMUR)

    Get PDF
    Indonesia merupakan daerah yang dikelilingi oleh pegunungan berapi paling aktif di dunia, yang tersebar di berbagai pulau. Pada awal tahun 2014 yang lalu, Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur meletus sehingga menimbulkan kerusakan di sekitarnya, termasuk perkebunan Ngrangkah Pawon. Meskipun demikian, dalam jangka panjang material vulkanik sangat bermanfaat untuk perkebunan karena dapat menyuburkan tanah. Abu vulkanik merupakan mineral yang memiliki potensi sebagai pembenah tanah sekaligus berfungsi memperkaya tanah dan memperbaiki sifat fisik tanah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari dan September 2014. Penelitian bertujuan mengindentifikasi dampak letusan Gunung Kelud, terhadap sifat kimia abu vulkanik dan tanah kebun Ngrangkah Pawon sekaligus menganalisis dampaknya terhadap kerusakan tanaman karet serta tindakan pemulihannya. Penelitian dilakukan dengan metode survey dengan mengambil contoh abu dan tanah serta pengamatan kondisi tanaman. Hasil analisis tanah dan abu menunjukkan kesuburan tanah cukup baik dicirikan pH tanah dan abu vulkanik berkisar 5-6 dan tergolong agak masam. pH tersebut merupakan pH optimum bagi pertumbuhan tanaman karet. Kandungan hara tanah terutama unsur makro P, dan K tergolong tinggi hingga sangat tinggi, sedangkan hara makro sekunder Ca dan Mg tergolong sedang hingga rendah. Hasil pengamatan kondisi visual tanaman karet enam bulan setelah letusan Gunung Kelud menunjukkan pemulihan tanaman cukup baik. Tindakan yang dilakukan untuk pemulihan tanaman yaitu pembukaan lapisan pasir di sekitar batang, pemberian bahan organik, pemberian mulsa, dan aplikasi pupuk anorganik.       Kata kunci

    SINTESIS ASAM DIMER DARI MINYAK BUNGA MATAHARI DENGAN REAKSI DIELS-ALDER UNTUK MENGHASILKAN BAHAN BAKU SELF-HEALING RUBBER

    Get PDF
    Sintesis asam dimer yang bersumber dari minyak bunga matahari telah dilakukan dengan menggunakan reaksi Diels-Alder. Reaksi ini dilakukan dengan mereaksikan asam  linoleat yang terkandung di dalam minyak bunga matahari dengan asam akrilat. Hasil reaksi diharapkan dapat digunakan untuk sintesis self healing rubber. Karet ini memiliki kemampuan untuk dapat tersambung kembali setelah diputuskan menjadi beberapa bagian. Reaksi Diels-Alder dikonfirmasi dengan melakukan analisis nuclear magnetic resonance (NMR) dan infra merah spektroskopi. Hasil reaksi menunjukkan bahwa ikatan rangkap karbon di dalam asam linoleat bereaksi dengan asam akrilat untuk menghasilkan asam dimer. Reaksi ini dikonfirmasi dengan munculnya sebuah puncak infra merah yang cukup luas pada kisaran 3600 – 2300 cm-1.  Puncak ini mewakili ikatan hidrogen yang terbentuk dalam asam dimer. Hasil analisis karbon NMR juga menunjukkan pembentukan asam dimer pada puncak 173,2 ppm. Puncak NMR ini mewakili karbon yang berada di dalam gugus fungsional asam karboksilat (- COOH). Diterima : 24 Desember 2014; Direvisi : 15 Februari 2015; Disetujui : 10 April 2015 How to Cite : Purbaya, M., Nor, H., & Suwardin, D. (2015). Sintesis asam dimer dari minyak bunga matahari dengan reaksi diels-alder untuk menghasilkan bahan baku self-healing rubber. Jurnal Penelitian Karet, 33(1), 83-90. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/17

    PENGGUNAAN GARAM AMMONIUM DALAM PRODUKSI KARET VISKOSITAS RENDAH DARI LATEKS

    Get PDF
    Ekspor karet alam Indonesia masih didominasi SIR 20 yang digunakan sebagai bahan baku produksi ban. Untuk mengurangi konsumsi energi, sebagian pabrik ban sudah mulai mensubstitusi karet SIR 20 dengan jenis mutu yang lebih sesuai berupa karet viskositas mantap dan viskositas rendah. Kedua jenis karet alam ini mampu mengurangi konsumsi energi. Penambahan aditif diperlukan untuk memproduksi karet viskositas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mencari aditif terbaik dari kelompok senyawa garam ammonium yang dapat digunakan dalam pembuatan karet alam viskositas rendah sesuai dengan persyaratan mutu ekspor. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan, yaitu jenis bahan aditif terdiri dari ammonium sulfat, ammonium klorida, ammonium dihidrogen fosfat dan ammonium nitrat  serta HNS sebagai kontrol dengan dosis 0,15% berat per berat (b/b) karet kering dan tanpa aditif (blanko). Parameter yang diamati terdiri atas kondisi penggumpalan (pH dan waktu penggumpalan), Po, PRI, ASHT, viskositas Mooney, SVI, kadar abu dan kadar gel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya dua jenis senyawa garam ammonium yang dapat digunakan sebagai aditif untuk menghasilkan karet viskositas rendah yaitu ammonium sulfat dan ammonium dihidrogen fosfat. Mutu kedua karet tersebut memenuhi persyaratan sebagai karet viskositas rendah sesuai dengan SNI No. 1903-2011 tentang SIR. Diterima : 28 Juli 2015; Direvisi : 31 Agustus 2015; Disetujui : 27 September 2015  How to Cite : Vachlepi, A., & Suwardin, D. (2015). Penggunaan garam ammonium dalam produksi karet viskositas rendah dari lateks. Jurnal Penelitian Karet, 33(2), 193-202. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/18

    ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL MODEL PEREMAJAAN KARET PARTISIPATIF: SUMBER PEMBIAYAAN DARI HASIL PENJUALAN KAYU KARET

    Get PDF
    Pada saat ini terdapat  ± 40 ribu ha areal perkebunan karet rakyat berumur tua dan kurang produktif yang siap diremajakan. Upaya peremajaan karet rakyat terkendala oleh tidak tersedianya sumberdana yang dimiliki petani dan kesiapan kelembagaan peremajaan. Tulisan ini akan menganalisis upaya memberikan solusi alternatif sumber pembiayaan dan kelembagaan peremajaan karet rakyat.Hasil analisis menunjukkan bahwa peremajaan karet rakyat dapat dilakukan dengan Model Peremajaan Karet Partisipatif dan menerapkan teknologi karet anjuran budidaya tanaman, panen/penyadapan, dan pasca panen. Pembiayaan peremajaan karet rakyat dapat dilakukan dengan alternatif memanfaatkan nilai jual kayu karet dan kredit bank. Analisis kelayakan finansial peremajaan karet rakyat menunjukkan bahwa penggunaan sumber pembiayaan dari hasil penjualan kayu karet dan kredit bank disertai dengan penanaman tanaman sela dinilai layak untuk dilakukan

    SIFAT MEKANIK VULKANISAT CAMPURAN KARET ALAM-KARET POLIBUTADIEN DENGAN BAHAN PENGISI ORGANOBENTONIT TEREKSPANSI

    Get PDF
    Komposit campuran karet alam (NR) dan karet polibutadien (BR) dengan bahan pengisi organobentonit terekspansi dibuat dengan cara pelelehan kompon di dalam open mill. Karakteristik pematangan dan sifat mekanik vulkanisat campuran NR-BR dengan bahan pengisi organobentonit terekspansi (OBT) dibandingkan dengan vulkanisat campuran NR-BR (60:40) dengan bahan pengisi carbon black (CB) dan silika (Si) dalam jumlah yang sama. Organobentonit terekspansi dihasilkan dari interkalasi asam stearat ke dalam organobentonit sehingga didapatkan organobentonit dengan basal spasi yang cukup besar agar karet mudah masuk ke dalam galeri organobentonit. Hasil menunjukkan bahwa torsi maksimum dari kompon campuran NR-BR dengan bahan pengisi OBT lebih kecil bila dibandingkan dengan kompon campuran NR-BR dengan bahan pengisi CB dan Si. Namun, DS, t90 dan ts2 relatif sama. Sifat mekanik dari vulkanisat campuran NR-BR dengan bahan pengisi OBT lebih baik dibandingkan dengan vulkanisat campuran NR-BR dengan bahan pengisi CB. Kuat tarik, perpanjangan putus, kekuatan sobek, dan ketahanan kikis dari vulkanisat campuran NR-BR dengan bahan pengisi OBT masing-masing sebesar 12,57 MPa, 530%, 1,86 N/mm2, dan 148,91 mm3/40 m.  Berdasarkan hasil sifat mekanik, maka dapat disimpulkan bahwa organobentonit terekspansi dapat digunakan sebagai bahan pengisi yang bersifat menguatkan pada vulkanisat campuran NR-BR. Diterima : 14 November 2014; Direvsi : 4 Januari 2015; Disetujui : 10 Maret 2015  How to Cite : Faturrohman, M., & Ramadhan, A. (2015). Sifat mekanik vulkanisat campuran karet alam-karet polibutadien dengan bahan pengisi organobentonit terekspansi. Jurnal Penelitian Karet, 33(1), 65-74. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/17

    PENGGUNAAN MODEL WaNuLCAS UNTUK MANAJEMEN TUMPANG SARI PADA PERKEBUNAN KARET

    Get PDF
    Salah satu model yang dapat digunakan untuk mensimulasikan interaksi antara pohon dan atau tanaman semusim dalam kaitannya dengan penggunaan air, unsur hara, dan sinar matahari dalam suatu sistem tumpang sari pada perkebunan karet adalah model WaNuLCAS. Model ini dapat digunakan untuk mengevaluasi sistem tumpang sari secara keseluruhan sebelum pengaplikasian di lapangan, sehingga sangat berguna untuk menekan biaya yang lebih besar apabila percobaan tumpang sari dilakukan secara langsung di lapangan. Model ini terdiri atas dua komponen, yaitu file Wanulcas.xlsm dalam format Excel untuk input data dan file Wanulcas.stm yang ditulis dalam program Stella untuk menjalankan model WaNuLCAS tersebut. Beberapa macam data mengenai iklim, karakteristik tanah, manajemen kebun, dan karakteristik pohon serta tanaman yang akan dibudidayakan diperlukan untuk menjalankan model ini. Sebelum digunakan untuk menjalankan suatu skenario, kalibrasi dan validasi diperlukan untuk memastikan bahwa data keluaran dari model ini tidak jauh berbeda dengan data hasil pengamatan di lapangan. Model ini telah digunakan sebelumnya pada beberapa penelitian dan disimpulkan  dapat digunakan sebagai alat untuk memprediksi pertumbuhan dan hasil beberapa macam tanaman dengan keluaran yang logis, namun masih memerlukan perbaikan pada beberapa bagian.Kata kunci

    KAJIAN MODIFIKASI KIMIA SECARA KOPOLIMERISASI CANGKOK PADA PEMBUATAN KARET ALAM TERMOPLASTIK

    Get PDF
    Modifikasi diperlukan untuk memperbaiki kelemahan karet alam sehingga dapat memperluas aplikasinya dalam industri. Salah satu modifikasi kimiawi pada lateks karet alam terdeproteinisasi dapat dilakukan secara kopolimerisasi cangkok dengan monomer termoplastik golongan vinilik (metil metakrilat dan stirena) untuk menghasilkan karet alam termoplastik yang bersifat kuat, keras, kaku, mudah diproses, dan tahan terhadap oksidasi. Kopolimerisasi cangkok umumnya dilakukan dengan teknik polimerisasi emulsi mekanisme radikal bebas. Keberhasilan reaksi kopolimeriasi cangkok yang ditunjukkan dengan efisiensi cangkok yang tinggi dipengaruhi oleh rasio karet terhadap monomer, serta pemilihan jenis dan dosis inisator maupun emulsifier. Hasil kopolimer yang terbentuk dapat dikonfirmasi melalui analisis kualitatif maupun kuantitatif. Dalam industri kopolimer karet alam dengan monomer vinilik dapat digunakan sebagai perekat atau adhesif, compatibilizer agent, surface modified agent, hardness modifier, serta industri alas kaki. Oleh karena itu penelitian dan pengembangan tentang kopolimerisasi cangkok karet alam dapat mendukung kemajuan agroindustri karet alam nasional

    JENIS BAHAN PENGGUMPAL DAN PENGARUHNYA TERHADAP PARAMETER MUTU KARET SPESIFIKASI TEKNIS

    Get PDF
    Koagulan merupakan salah satu faktor penting dalam pengolahan Bahan Olah Karet (bokar). Terkait dengan semakin ketatnya persyaratan konsumen terhadap spesifikasi mutu karet remah di masa mendatang, maka perbaikan mutu bokar harus mendapat perhatian yang lebih seksama. Upaya perbaikan mutu bokar mencakup penggalakkan penggunaan koagulan anjuran di tingkat petani. Aspek mengenai jenis koagulan yang dianjurkan dan pengaruhnya terhadap parameter mutu uji dalam SNI 1903:2011 merupakan fokus bahasan dalam tulisan ini. Landasan teori dan pengetahuan mengenai koagulan disajikan untuk meningkatkan pemahaman dalam aplikasinya sesuai anjuran. Di samping itu akan diuraikan mengenai kondisi permasalahan koagulan serta upaya solusi yang diperlukan untuk perbaikan mutu bokar secara menyeluruh di masa mendatang. Penerapan analisis kimia kualitatif mengenai koagulan yang digunakan sebagai pelengkap pengujian secara visual dalam SNI 1903: 2011, juga disajikan agar memberikan kepastian mengenai hasil monitoring bagi petugas di lapangan

    PERAN UNSUR MIKRO BAGI TANAMAN KARET

    Get PDF
    Pemupukan merupakan kegiatan penting bagi perkebunan karet. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemupukan pada tanaman karet berpengaruh pada pertumbuhan, status hara, peningkatan produksi dan ketahanan terhadap penyakit. Pemupukan yang intensif pada masa tanaman belum menghasilkan karet akan meningkatkan ''nutrient bankâ€, sehingga setidaknya beberapa tahun setelah tanaman masuk ke tahap tanaman menghasilkan, pemupukan dapat diminimalkan sepanjang status hara yang tinggi dapat dipertahankan. Namun demikian, umumnya kegiatan pemupukan tanaman karet hanya mempertimbangkan unsur makro saja (N, P, K, Ca, dan Mg) sehingga mulai gejala defisiensi unsur mikro (B, Cu, Zn, Mn, Mo, dan Fe) terlihat di beberapa perkebunan karet setelah beberapa kali siklus penanaman karet.Selain itu, sistem manajemen budidaya perkebunan karet untuk beberapa dekade terakhir ini seperti penggunaan klon-klon unggul, penerapan tanaman sela diantara tanaman karet dan lahan yang telah digunakam beberapa kali siklus penanaman karet juga ikut menjadi penyebab terjadi defisiensi unsur mikro. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji peran penting unsur mikro pada pertumbuhan karet dan bagaimana gejala defisiensi unsur mikro yang terjadi di perkebunan karet

    365

    full texts

    531

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Puslit Penelitian Karet E-Journal System Portal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇