Puslit Penelitian Karet E-Journal System Portal
Not a member yet
531 research outputs found
Sort by
NATURAL RUBBER IN ENGINEERING APPLICATIONS
Natural rubber is a versatile and excellent engineering material which has been used successfully by engineers for more than one hundred years in structural and industrial applications.  This paper will describe the latest applications of natural rubber which require stringent requirements such as very durable, excellent fire-retardant characteristics and ability to protect structures form earthquake
POTENSI PEMANFAATAN LIGNOSELULOSA DARI BIOMASA KAYU KARET (Hevea brasisiliensis Muell Arg.)
Tanaman karet (Hevea brasiliensis) merupakan salah satu tanaman perkebunan utama yang cukup diandalkan di Indonesia. Luas areal karet di Indonesia sampai tahun 2016 mencapai 3,6 juta hektar. Tanaman karet memiliki umur ekonomis sekitar 25 - 30 tahun, sebelum akhirnya direplanting. Produksi kayu karet yang dihasilkan di akhir masa sadapnya merupakan salah satu biomassa potensial dengan kandungan lignoselulosa yang cukup tinggi. Lignoselulosa merupakan komponen polisakarida yang mengandung selulosa, hemiselulosa dan lignin yang berpotensi untuk diproses menjadi produk tertentu, seperti bioetanol, biogas, minyak berbasis biomasa (bio-oil), bioarang, hingga pemanfaatan selulosa yang berukuran nano (nanoselulosa) untuk kebutuhan industri elektronik, manufaktur dan otomotif. Lignoselulosa dari biomassa kayu karet antara lain dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan sumber energi (bioetanol), pendukung sarana pertanian (bioarang, biopestisida, pupuk), industri obat dan makanan (vanilin, zat tambahan makanan, bahan kemasan) dan nanoselulosa. Produk berbahan dasar biomassa akan mendukung industri masa depan yang terbarukan, mudah terdegradasi dan lebih ramah lingkungan
KARAKTERISASI SIFAT FISIK DAN KETAHANAN TERHADAP LINGKUNGAN ASAM LAHAN GAMBUT MATERIAL CANAL BLOCKING BERBASIS KOMPOSIT KARET ALAM
Penggunaan komposit berbasis karet alam sebagai alternatif material konstruksi canal blocking merupakan hal yang baru. Tujuan penelitian adalah mempelajari sifat fisik dan mekanik dan ketahanan terhadap lingkungan asam lahan gambut material canal blocking yang terbuat dari komposit karet alam. Komposit karet alam didisain dengan nilai kekerasan yang divariasikan sebesar 70, 80 dan 90 Shore A dan jenis bahan pengisi tipe partikulat meliputi karbon hitam dan kalsium karbonat (CaCO3). Data hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi komposit karet alam untuk produksi canal blocking terbaik diperoleh menggunakan partikulat CaCO3 sebanyak 140 bsk dan karbon hitam 65 bsk. Komposit karet alam ini memiliki sifat fisik dan ketahanan yang baik pada lingkungan asam lahan gambut yang memiliki tingkat keasamaan pH 3 (setara dengan larutan asam sulfat 20%) dan pH 2,5 (setara dengan larutan asam sulfat 40%), yang ditandai dengan rendahnya perubahan volume dan sifat fisika serta mekanik vulkanisat setelah perendaman dalam larutan asam sulfat 20% dan 40%.Â
STUDI KINERJA KOMPON KARET ALAM TANPA BAHAN PENGISI SEBAGAI BAHAN PEMODIFIKASI ASPAL PANAS
Karet alam berpotensi digunakan sebagai bahan aditif dalam pembuatan aspal modifikasi polimer. Dalam penelitian ini telah diujicobakan penambahan kompon karet alam berbasis karet SIR 20 pada konsentrasi 3%, 5%, 7% dan 9% dalam aspal penetrasi 60 pada suhu 150oC sebagai upaya dalam pembuatan aspal karet. Sedangkan kecepatan pengaduk pada mesin pencampurkan divariasikan pada 1000 rpm, 2000 rpm, 4000 rpm, 6000 rpm, 8000 rpm, dan 10000 rpm. Kompon karet SIR diformulasikan berdasarkan sistem vulkanisasi yaitu konvensional (KP1) dan semi effisien (KP2). Penilaian mutu aspal karet ditentukan berdasarkan pengujian sifat fisik aspal karet tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa kecepatan pengaduk pada mesin pencampur aspal karet yang teroptimal sebesar 6000 rpm. Selanjutnya menurut hasil karakterisasi sifat fisik aspal karet diperoleh bahwa kompon karet SIR 20 yang dihasilkan dari sistem vulkanisasi semi effisien (KP2) dengan dosis 5-7% dapat membentuk aspal karet dengan kualitas terbaik ditunjukkan oleh penurunan penetrasi yang diikuti dengan peningkatan nilai titik lembek, indeks penetrasi dan elastic recovery serta sifat kestabilan aspal karet selama penyimpanan dan akibat pengaruh pemanasan berulang yang relatif baik
PENINGKATAN KETAHANAN OKSIDASI TERMAL KARET ALAM MELALUI REAKSI TRANSFER HIDROGENASI KATALITIK FASA LATEKS MENGGUNAKAN SENYAWA DIIMIDA
Dalam riset telah dilakukan upaya untuk meningkatkan sifat ketahanan oksidasi termal karet alam melalui mekanisme modifikasi kimiawi lateks karet alam secara transfer hidrogenasi katalitik menggunakan senyawa diimida sebagai donor hidrogen. Senyawa diimida dihasilkan secara insitu dari reaksi oksidasi hidrasin hidrat oleh hidrogen peroksida berkatalis asam borat dan berpenstabil kombinasi larutan surfaktan SLS/PPE. Reaksi transfer hidrogenasi katalitik dijalankan pada skala semi pilot berkapasitas 2,5 kg lateks pekat/batch pada suhu reaksi yang ditetapkan pada 30ºC, 40ºC, dan 50ºC. Lateks karet alam terhidrogenasi yang diperoleh digumpalkan dengan asam format, selanjutnya karet alam terhidrogenasi dikeringkan dalam oven pada suhu 100oC selama 240 menit. Evaluasi mutu karet alam terhidrogenasi yang dihasilkan dilakukan secara kualitatif menggunakan spektrofotometer FTIR dan uji kuantitatif meliputi uji bilangan iod, derajat hidrogenasi, indeks ketahanan plastisitas, dan kadar zat menguap. Hasil analisis diketahui bahwa suhu reaksi sebesar 30oC dan waktu pengeringan selama 240 jam dianggap sebagai kondisi teroptimal karena menghasilkan karet alam terhidrogenasi dengan nilai indeks ketahanan plastisitas tertinggi sebesar 43,7. Nilai indeks ketahanan plastisitas umumnya digunakan untuk menggambarkan ketahanan oksidasi termal karet alam mentah
MOLECULAR CLONING AND CHARACTERIZATION OF S-ADENOSYLMETHIONINE DECARBOXYLASE GENE IN RUBBER TREE (HEVEA BRASILIENSIS)
S-Adenosylmethionine decarboxylase (SAMDC) is a key rate-limiting enzyme involved in polyamines biosynthesis. It plays important roles in plant growth, development and stresses response. However, no SAMDC gene was reported in rubber tree. Here we report characteristics of an SAMDC gene (HbSAMDC1) in rubber tree. HbSAMDC1 contains a 1080 bp open reading frame (ORF) encoding 359 amino acids. Quantitative real-time PCR analyses revealed that HbSAMDC1 exhibited distinct expression patterns in different tissues and was regulated by various stresses, including drought, cold, salt, wounding, and H2O2 treatments. HbSAMDC1 5’ untranslated region (UTR) contains highly conserved overlapping tiny and small upstream ORFs (uORFs), encoding 2 and 52 amino acid residues, respectively. No introns were located in the main ORF of HbSAMDC1, whereas two introns were found in the 5’ UTR. In transgenic tobaccos, the highly conserved small uORF of HbSAMDC1 is found to be responsible for translational repression of downstream β-glucuronidase reporter. To our knowledge, this is the first report on molecular cloning, expression profiles, and 5’ UTR characteristics of HbSAMDC1. These results lay solid foundation for further elucidating HbSAMDC1 function in rubber tree.Keywords:  Rubber tree, polyamines, S-Adenosylmethionine decarboxylase, translational regulation, genomic structure, QRT-PCR, hevea, stress, molecular clonin