Puslit Penelitian Karet E-Journal System Portal
Not a member yet
    531 research outputs found

    Sampul Belakang 37 2 2019

    No full text
    Sampul Belakang 37 2 201

    SIFAT KARET MENTAH DAN VULKANISAT KARET ALAM DENGAN PENAMBAHAN ASAM AMINO

    No full text
    Pembuatan karet viskositas mantap biasanya menggunakan hidroksil amine sulfate (HNS) sebagai bahan penstabil viskositas yang ditambahkan ke dalam lateks karet alam. Akan tetapi HNS bersifat korosif sehingga perlu digantikan dengan bahan kimia lain yang tidak korosif seperti asam amino. Pada penelitian ini, penambahan asam amino (glisin dan arginin) ke dalam lateks karet alam diinvestigasi untuk memperbaiki sifat karet mentah, kompon, dan vulkanisat karet alamnya. Pada penelitian ini dosis asam amino (glisin dan arginin) yang digunakan disesuaikan dengan dosis HNS yang biasa diterapkan di dalam praktek, yaitu sebanyak 0,15% berat karet kering. Lateks karet alam dengan kandungan gel tinggi yang didapat dari pohon karet tua digunakan pada penelitian ini. Sifat karet mentah seperti sifat plastisitas, kandungan gel, plasticity retention index (PRI), dan kestabilan pada saat penyimpanan diobservasi. Sementara itu karakteristik pematangan dan sifat vulkanisat karet alam dikarakterisasi dengan menggunakan rheometer dan universal tension machine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan asam amino dapat meningkatkan PRI dan untuk sampel yang mengandung arginin dan penstabil dapat menurunkan kandungan gel dan karet mentah stabil pada saat penyimpanan dibandingkan dengan sampel tanpa penambahan arginin dan penstabil. Dengan adanya penurunan kandungan gel di dalam karet mentah dapat meningkatkan derajat ikatan silang dari vulkanisat karet alam menyebabkan peningkatkan sifat kuat tarik karet alam. Arginin merupakan asam amino polar yang cocok digunakan untuk meningkatkan sifat karet mentah dan memudahkan pemrosesan serta menghasilkan peningkatan sifat kuat tarik vulkanisat karet alamnya

    Sampul Belakang 37 1 2019

    No full text
    Sampul Belakang 37 1 201

    Sampul Belakang 38 1 2020

    No full text
    Sampul Belakang 38 1 202

    APLIKASI PENGGUNAAN KARET ALAM SEBAGAI ALAT PEREDAM GEMPA PADA BANGUNAN RUMAH TINGGAL SEDERHANA

    Full text link
    Konsep desain penggunaan karet peredam gempa adalah energi disipasi, yaitu penyerapan gaya gempa sebelum masuk ke bangunan dengan cara pemisah struktur bangunan diatasnya dari tanah yang merupakan pusat sumber kedatangan gempa. Aspek keamanan pelaksanaan pembangunan terutama untuk perumahan rakyat seringkali terabaikan. Hal ini terutama berkaitan dengan pendetailan tulangan baja yang merupakan aspek penting dalam kriteria bangunan tahan gempa yang kerap kali terabaikan di dalam pelaksanaan baik secara tidak disengaja maupun disengaja dengan dalih menekan biaya pembangunan agar nilai bangunan lebih ekonomis. Dengan pertimbangan kedua permasalahan di atas, maka solusi yang paling elegan dan memungkinkan untuk negara berkembang seperti Indonesia dimana sebagian besar penduduknya menghuni perumahan rakyat daripada apartemen bertingkat adalah mengenalkan penggunaan karet peredam gempa. Karet peredam gempa berfungsi sebagai penyekat atau peredam agar gaya gempa sebelum merambat masuk ke struktur bangunan dapat diredam. Peredam gempa ini dikembangkan mulai dari teknik proses dan pembuatan bahan dasar kompon karet agar tepat sesuai dengan peruntukannya sebagai bahan isolator (pemisah). Untuk perkuatan digunakan lapisan reinforcement woven roving fiberglass sebagai pengganti pelat baja yang secara nilai ekonomi lebih inovatif dan dapat diaplikasikan. Aplikasi penggunaan karet peredam gempa dilakukan dengan pengujian material karet dan menganalisa karet peredam gempa tersebut secara numerik untuk menghasilkan sifat mekanik dan nilai redaman disipasi energi sebesar 9 persen. Nilai rasio redaman tersebut dimasukan ke dalam simulasi bangunan rumah tinggal tahan gempa menggunakan software ETABS dengan sebelas rekaman gempa yang pernah terjadi. Dari hasil simulasi diperoleh perilaku bangunan rumah tinggal menggunakan karet peredam gempa mampu menaikan performa bangunan, dari yang sebelumnya tanpa karet peredam gempa bangunan mengalami kerusakan saat terjadi gempa, setelah diaplikasikan karet peredam gempa bangunan tidak mengalami kerusakan

    PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN KARET DALAM ROOT TRAINER TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ANORGANIK BRIKET

    Full text link
    Pemupukan anorganik memegang peranan penting dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman karet pada pembibitan root trainer. Pemupukan anorganik pada pembibitan tanaman karet selain diberikan dalam bentuk cair dapat juga diberikan dalam bentuk padat seperti pupuk briket yang memiliki sifat lambat tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman karet pada pembibitan root trainer terhadap pemberian pupuk anorganik briket. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Unit Riset Bogor-Getas, Salatiga, Jawa Tengah pada bulan April sampai September 2020. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 8 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas: 1)kontrol tanpa pemupukan; 2)pupuk cair 2 minggu; 3)briket 5 g/tanaman; 4)briket 10 g/tanaman; 5)briket 5 g/tanaman + pupuk cair 2 minggu; 6)briket 10 g/tanaman + pupuk cair 2 minggu; 7)briket 5 g/tanaman + pupuk cair 4 minggu; 8)briket 10 g/tanaman + pupuk cair 4 minggu. Pemberian pupuk anorganik briket tidak menunjukkan peningkatan pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang, bobot akar, bobot tanaman, dan kandungan hara daun dibandingkan tanpa pemupukan. Efektivitas agronomi relatif tertinggi ditunjukkan pada perlakuan briket 10 g/tanaman + pupuk cair 4 minggu dengan RAE 145%. Hal tersebut berarti bahwa penambahan pupuk anorganik briket 10 g/tanaman dapat mengurangi frekuensi pupuk cair dengan efektivitas agronomi relatif yang sudah lebih tinggi 45% dibandingkan pupuk cair 2 minggu. Kata kunci: pupuk briket; pupuk cair; pembibitan karet; root traine

    PENGUJIAN KADAR KARET KERING DENGAN METODE HIDROMETRI

    Full text link
     Kadar karet kering (KKK) merupakan persentase kandungan karet yang terdapat di dalam lateks. KKK lateks sangat penting untuk diketahui karena digunakan sebagai pedoman penentuan harga. Kadar karet kering lateks juga digunakan sebagai standar dalam pemberian bahan kimia untuk pengolahan RSS, krep, dan lateks pekat. Metode hidrometri merupakan salah satu metode yang cepat dan praktis yang digunakan untuk mengetahui kadar karet kering lateks kebun secara langsung di lapangan. Alat yang digunakan dalam metode hidrometri ini adalah metrolaks, gelas ukur atau potongan tabung paralon diameter 2,5 inci (vol. 1500 ml), dan ember, sedangkan bahan yang diperlukan adalah air bersih. Keakuratan metrolaks dapat diperoleh apabila prosedur dalam pengujian diikuti sesuai dengan rekomendasi yang dianjurkan

    POTENSI MODEL USAHA PEREMAJAAN KARET RAKYAT DI SUMATERA SELATAN

    No full text
    Strategi peremajaan karet rakyat ini dipandang perlu mengingat luasnya areal karet rakyat yang sudah tua/rusak, serta banyaknya areal tanaman menghasilkan (TM) yang kondisinya juga sudah tidak layak sadap. Kondisi ini menyebabkan upaya-upaya peremajaan karet rakyat harus segera dipercepat. Kajian ini dibuat untuk menganalisis strategi peremajaan karet rakyat yang arahnya lebih dititikberatkan pada upaya pemberdayaan masyarakat perkebunan secara optimal, sehingga nantinya dapat dibuat model-model usaha peremajaan yang dapat diterapkan dalam upaya mempercepat peremajaan karet rakyat. Dengan melihat potensi luasnya areal karet-karet tua dan rendahnya tingkat adopsi bahan tanam klonal, maka wilayah-wilayah yang dapat dijadikan sasaran prioritas untuk dilaksanakan program peremajaan karet di Sumatera Selatan yaitu Kabupaten Musi Rawas Utara (5.571 ha), Kabupaten Musi Rawas (4.014 ha), Kabupaten Musi Banyuasin (4.014), Ogan Komering Ilir (2.603 ha), OKU Timur (2.265 ha), Ogan Komering Ulu (1.588 ha), Banyuasin (1.893 ha), dan Muara Enim (2.308 ha). Upaya peremajaan karet dengan menerapkan teknologi maju secara swadaya sebenarnya telah dilakukan oleh sebagian petani. Namun pada pelaksanaannya masih berjalan lambat karena petani memiliki keterbatasan, antara lain: kekurangan modal, ketidaktersediaan sarana produksi seperti bibit unggul dan pupuk, serta kurangnya pengetahuan teknis. Dapat diidentifikasi potensi sumber dana internal dari petani dan dana eksternal dari pihak luar yang dapat membiayai peremajaan, antara lain: penjualan hasil tanaman intercropping, bantuan CSR migas/perusahaan swasta, kemitraan dengan perusahaan kayu karet, serta bantuan pemerintah. Dari analisis kelayakan finansial, semua pilihan skenario model usaha peremajaan karet rakyat dapat dikategorikan layak untuk diusahakan. Apabila di suatu wilayah tidak tersedia pabrik kayu karet, tanaman hasil intercropping tidak bisa dijual, dan apabila tidak terdapat perusahaan-perusahaan yang potensial mengeluarkan dana CSR untuk membiayai peremajaan karet rakyat, maka diperlukan peran pemerintah daerah yang tinggi di wilayah tersebut untuk menyediakan bantuan peremajaan bagi karet rakyat

    PENAPISAN JAMUR DAN BAKTERI ANTAGONIS TERHADAP JAMUR AKAR PUTIH (Rigidoporus microporus) DARI RIZOSFER TANAMAN LIDAH MERTUA (Sansevieria trifasciata Prain)

    Full text link
    Penyakit akar putih yang disebabkan oleh jamur Rigidoporus microporus merupakan salah satu penyakit penting diperkebunan karet karena mengakibatkan kerugian yang cukup berarti. Mulai tahun 2003, Balai Penelitian Sembawa telah memperoleh suatu pengendalian alternatif yang murah, mudah didapat dan diterapkan di perkebunan rakyat yaitu pemanfaatan tumbuhan antagonis. Tumbuhan antagonis adalah suatu tumbuhan dari alam sekitar yang mempunyai kemampuan untuk menekan atau menghambat perkembangan penyakit akar putih. Tumbuhan antagonis memberikan pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap perkembangan jamur akar putih dalam tanah. Faktor utama yang berpengaruh secara langsung adalah eksudat akar yang bersifat antibiotik, sedangkan faktor sekunder yang berpengaruh secara tidak langsung adalah sifat biokimia-fisik tanah. Dari 12 tumbuhan antagonis yang telah diuji di lapangan, lidah mertua merupakan tanaman yang paling efektif  dalam mengendalikan jamur akar putih karena tanaman tersebut lebih tahan terhadap kondisi lingkungan yang ektrim dan adanya zat anti mikroba pada tumbuhan ini.  Penelitian ini bermaksud mengeksplorasi jamur dan bakteri yang terdapat di rizosfer tanaman lidah mertua secara laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa terdapat 11 jenis bakteri dan 7 jenis jamur yang diperoleh dari rizosfer  lidah mertua.  Dari 11 isolat bakteri tersebut, 4 diantaranya tergolong bakteri gram positif dan 7 tergolong bakteri gram negatif, kemudian terdapat suatu interaksi antagonisme antara isolat bakteri L. M. 5 dan L. M. 6 dengan jamur Rigidoporus microporus. Kemudian, dari 7 isolat jamur yang ditemukan terdapat 4 isolat jamur yang merupakan jamur antagonis terhadap jamur Rigidoporus microporus. Diterima : 11 April 2012; Disetujui : 10 Juli 2012 How to Cite : Febbiyanti, T. R. (2016). Penapisan jamur dan bakteri antagonis terhadap jamur akar putih (Rigidoporus microporus) dari rizosfer tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata Prain). Jurnal Penelitian Karet, 30(1), 1-11. Retrieved from http://ejournal.puslitkaret.co.id/index.php/jpk/article/view/11

    PERBANDINGAN PERTUMBUHAN TANAMAN KARET BELUM MENGHASILKAN ASAL BIBIT TABELA DAN STUM POLIBEG

    Full text link
    Kualitas bahan tanam karet juga menjadi faktor penentu produksi pohon karet. Kualitas bahan tanam karet yang rendah dapat menurunkan produksi sebesar 20 - 50% lebih rendah dari kualitas bahan tanam karet standar. Bibit yang digunakan untuk budidaya tanaman karet umumnya dalam bentuk bibit polibeg. Bibit polibeg terdapat dua jenis yaitu stum dalam polibeg dan tabela (tanam benih langsung) di polibeg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan selama tanaman belum menghasilkan (TBM) karet klon IRR 112 dan IRR 118 asal bibit tabela dan stum dalam polibeg. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Pusat Penelitian Karet Sembawa dengan jenis tanah ultisol. Masingmasing klon ditanam pada areal 2 ha dengan populasi 550 pohon per ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan klon IRR 112 lebih jagur dibandingkan dengan klon IRR 118, pertumbuhan bibit asal tabela dan stum dalam polibeg tidak berbeda nyata baik pada klon IRR 112 maupun pada klon IRR 118. Kesimpulan yang dapat diambil adalah baik bibit tabela maupun stum dalam polibeg dapat digunakan sebagai bahan tanam untuk budidaya tanaman karet, namun bibit tabela memiliki beberapa keunggulan diantaranya lebih murah, proses pembibitannya lebih singkat dan membutuhkan areal yang lebih sedikit

    365

    full texts

    531

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Puslit Penelitian Karet E-Journal System Portal
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇