Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
Not a member yet
462 research outputs found
Sort by
KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS SISWA MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN TIPE SOAL OPEN ENDED
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kemampuan pemahaman matematis siswa melalui penggunaan pendekatan saintifik dengan soal open ended dan pendekatan saintifik tanpa soal open ended. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai pengaruh pemberian soal open ended pada pendekatan Saintifik terhadap kemampuan pemahaman matematis siswa. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan populasi terdiri dari siswa kelas VIII di salah satu sekolah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sampel diambil dua kelas dengan menggunakan teknik simple random sampling. Satu kelas belajar melalui pendekatan saintifik dengan pemberian soal open ended, sedangkan kelas lain menggunakan pendekatan Saintifik tanpa pemberian soal open ended. Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan pemahaman matematis siswa melalui penggunaan pendekatan saintifik dengan soal open ended dan pendekatan saintifik tanpa soal open ended masih rendah. Tidak terdapat pengaruh pemberian soal open ended pada pendekatan saintifik terhadap kemampuan pemahaman matematis siswa.
Kata Kunci : open ended, pemahaman matematis, pendekatan saintifik.
ABSTRACT
The purpose of this study is to examine students\u27 mathematical understanding ability through the use of scientific approaches with open ended problems and scientific approaches without open ended problems. In addition, this study aims to explore the influence of open ended problems on scientific approaches to students\u27 mathematical understanding ability The study used quasi-experimental methods with a population consisting of grade VIII students in one of the schools in Indramayu Regency, West Java. Samples were taken in two classes using simple random sampling techniques. One class learned through a scientific approach by giving open ended problems, while the other class used a Scientific approach without giving open ended problems. Based on the results of the study, students\u27 mathematical understanding ability through the use of scientific approaches with open ended problems and scientific approaches without open ended problems are still low. There is no effect of giving open ended problems on scientific approaches to students\u27 mathematical understanding ability
 
MODEL PROBLEM BASED LEARNING MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII DITINJAU DARI HABIT OF STRIVING FOR ACCURACY AND PRECISION
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan pemahaman konsep matematis antara siswa yang mendapatkan pembelajaran melalui model Problem Based Learning dan siswa yang mendapatkan pembelajaran melalui model konvensional ditinjau dari habit of striving for accuracy and precision, (2) peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa yang mendapatkan pembelajaran melalui model problem based learning lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran melalui model konvensional, (3) kualitas peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa yang mendapatkan pembelajaran melalui problem based learning dan siswa yang mendapatkan pembelajaran melalui model konvensional. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIIA dan VIIB SMP Negeri 3 Palopo, pada semester genap tahun ajaran 2019/2020. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VII pada sekolah tersebut. Kemampuan kecakapan matematis yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam memahami konsep dengan baik. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah Tes kemampuan pemahaman konsep matematis dan Angket Habits of Striving for Accuracy and Precision (HSAP). Teknik analisis data yang digunakan yaitu secara deskriptif dan inferensial dengan uji-t dan anova dua jalur. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: (1) peningkatan pemahaman konsep matematis siswa kelas VII SMP Negeri 3 Palopo yang diajar dengan model pembelajaran PBL lebih baik daripada peningkatan pemahaman konsep matematis siswa yang diajar dengan model konvensional. Baik secara deskriptif maupun secara inferensial. (2) peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa yang diajar dengan menggunakan model PBL memiliki kualitas peningkatan yang dikategorikan tinggi, sedangkan kualitas peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis yang diajar dengan model konvensional dikategorikan sedang
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE TERHADAP KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think, talk, write (TTW) untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa. penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan satuan eksperimen 1 kelas yaitu kelas VA SDN 1 Lalebbata. Satuan eksperimen ditentukan dengan menggunakan teknik purposive random sampling sebanyak 16 orang. Instrumen penelitian terdiri dari tes komunikasi matematika serta lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial serta kriteria pengaruh. Hasil penelitian ini adalah (1) kemampuan komunikasi matematika siswa sebelum penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Thik Talk Write berada pada kategori cukup dengan rata-rata 65,38 (2) kemampuan komunikasi matematika siswa sesudah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Thik Talk Write berada pada kategori baik dengan rata-rata 79,81. (3) terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Thik Talk Write terhadap kemampuan komunikasi matematika dengan hasil uji hipotesis hasil uji hipotesis peningkatan kemampuan komunikasi matematika siswa diperoleh nilai sig. (2 tailed) 0,015 < 0,05 menunjukkan bahwa hipotesis h1 diterima.
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think, talk, write (TTW) untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa. penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan satuan eksperimen 1 kelas yaitu kelas VA SDN 1 Lalebbata. Satuan eksperimen ditentukan dengan menggunakan teknik purposive random sampling sebanyak 16 orang. Instrumen penelitian terdiri dari tes komunikasi matematika serta lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial serta kriteria pengaruh. Hasil penelitian ini adalah (1) kemampuan komunikasi matematika siswa sebelum penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Thik Talk Write berada pada kategori cukup dengan rata-rata 65,38 (2) kemampuan komunikasi matematika siswa sesudah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Thik Talk Write berada pada kategori baik dengan rata-rata 79,81. (3) terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Thik Talk Write terhadap kemampuan komunikasi matematika dengan hasil uji hipotesis hasil uji hipotesis peningkatan kemampuan komunikasi matematika siswa diperoleh nilai sig. (2 tailed) 0,015 < 0,05 menunjukkan bahwa hipotesis h1 diterima
DESKRIPSI GAYA BERPIKIR SISWA PADA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan untuk mengetahui gambaran gaya berpikir siswa pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share. Subjek ditentukan sebanyak dua orang siswa yang masing-masing memiliki dominan gaya berpikir konkret dan gaya berpikir abstrak yang kuat. Analisis dilakukan secara mendalam pada subjek dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dengan materi garis dan sudut. Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, metode tes dan wawancara melalui 4 langkah analisis yaitu menelaah data, reduksi data, penyajian data, dan menafsirkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Baik subjek bergaya pikir konkret maupun abstrak, meraka mampu belajar dengan aktif pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). (2) Kedua subjek memiliki kemampuan yang sama, akan tetapi subjek gaya berpikir kongkret lebih kuat dalam menyelesaikan masalah berupa soal gambar sedangkan subjek gaya berpikir abstrak lebih kuat dalam menyelesaikan masalah berupa soal uraian
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE STAD BERBANTUAN MEDIA KANTONG BILANGAN DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan media kantong bilangan efektif terhadap hasil belajar matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Model penelitian yang digunakan adalah Kemmis dan Taggart dengan menggunakan dua siklus. Setiap siklus dilaksanakan dalam enam kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah 26 siswa kelas III SDN 96 Campurejo yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Objek penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berbantuan media kantong bilangan untuk meningkatan hasil belajar siswa. Metode pengumpulan data dilakukan melalui tes essay, observasi aktivitas siswa dan observasi aktivitas guru, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Secara kualitatif melalui persentase hasil kinerja guru dan secara kuantitatif melalui nilai ketuntasan belajar siswa individual, nilai rata-rata hasil belajar siswa, persentase hasil belajar klasikal siswa. Indikator keberhasilan siswa ditandai dengan meningkatnya hasil belajar siswa dengan ketuntasan klasikal belajar siswa mencapai 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa. Peningkatan hasil belajar siswa kelas III dapat dilihat berdasarkan persentase yang meningkat dari pra tindakan siswa sebesar 23,0% mengalami peningkatan 30,8% pada siklus I menjadi 53,8% pada siklus II meningkat 34,6% menjadi 88,4%
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONNECTED MATHEMATICS PROJECT (CMP) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP
The research was conducted in students’ mathematical problem - solving skills and there are many students who have difficulty learning mathematics. This is due to the teacher - centered learning. Efforts that can be made to the learning process in the classroom can improve students \u27 problem - solving skills by selecting and using the relevant learning model. One such relevant learning model is the Connected Mathematics Project (CMP) learning model. The research problem was formulized in "is there any influence of the Connected Mathematics Project (CMP) learning model to the mathematical problem - solving skills of SMP students?". This research aims to determine the influence of CMP learning model to the mathematical problem solving skills of grade VIII SMPN 12 Surabaya. The research method was plied in quantitative methods. Research samples were acquired by two classes with random sampling techniques consisting of experimental classes and control classes, each as much as 37 students. Analysis of the data used in this study is test-T. The results of the study using the test-T showed that there was a influence of the CMP learning model of students learning outcomes of class VIII SMP Negeri 12 Surabaya year 2019/2020 of The System Material of Two-Variable Linear Equations (SPLDV). In addition, students’ mathematical problem solving capabilities include understanding the problems in the experiment class higher than the control class
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS GEOGEBRA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan media pembelajaran berbasis GeoGebra untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Datok Sulaiman Palopo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan Research & Development (R&D) yang dikembangkan dengan menggunakan model 4D (Define, Design, Development, Dissemination). Subyek uji coba penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling sebanyak 33 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan media pembelajaran berbasis GeoGebra melalui 4 tahap yaitu tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Hasil pengembangan berupa media pembelajaran berbasis GeoGebra untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Hal ini ditunjukkan dengan hasil validasi ahli media 3,53 dan ahli materi 3,47 berada pada kategori tinggi dengan tingkat kevalidan valid. Hasil observasi keterlaksanaan penggunaan media sebesar 3,69 dengan rata-rata 89% media pembelajaran dapat dilaksanakan masuk kategori tinggi dengan tingkat kepraktisan praktis. Hasil tes penguasaan materi 81,81% siswa mencapai ketuntasan belajar dengan kemampuan pemahaman konsep 71,47% berada pada kategori cukup dengan nilai gain rata-rata 0,6 berada pada kategori sedang dan 94,27 siswa merespon positif sehingga memenuhi kriteria efektif
EKSPLORASI KEMAMPUAN REPRESENTASI VISUAL MAHASISWA CALON GURU DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI BERDASARKAN PEMAHAMAN MATEMATIKA DAN GENDER
1 subjek laki-laki dan 1 subjek perempuan yang memiliki pemahaman matematika tinggi, sedang dan rendah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan data dalam penelitian ini diperoleh dari tes dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) kemampuan representasi matematika subjek laki-laki berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan masalah bangun datar segitiga cenderung menggunakan representasi visual (2) kemampuan representasi matematika subjek perempuan berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan masalah bangun datar segitiga cenderung menggunakan representasi visual
A ANALISIS PEMECAHAN MASALAH KONTEKSTUAL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis kemampuan pemecahan masalah kontekstual ditinjau dari gaya belajar siswa pada materi aritmatika sosial. Analisis kemampuan pemecahan masalah menggunakan tahapan Polya yaitu (1) memahami masalah, (2) membuat rencana pemecahan masalah, (3) melaksanakan rencana pemecahan masalah, (4) memeriksa kembali pemecahan masalah. Subjek penelitian terdiri dari 3 siswa yang telah dikelompokkan berdasarkan gaya belajar visual, gaya belajar auditori, gaya belajar kinestetik. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 6 Palopo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen yang digunakan yaitu angket gaya belajar, tes kemampuan pemecahan masalah, dan pedoman wawancara. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa: 1) Subjek dengan gaya belajar visual mampu memahami masalah, membuat rencana pemecahan masalah dengan baik, kurang teliti dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah, dan melakukan pemeriksaan kembali jawaban akhir. (2) Subjek dengan gaya belajar auditori mampu memahami masalah dengan baik, membuat rencana penyelesaian dengan benar, dan melaksanakan rencana penyelesaian masalah dengan tepat serta memeriksa kembali hasil akhir. (3) subjek dengan gaya belajar kinestetik kurang mampu dalam memahami masalah, tidak dapat merencanakan penyelesaian masalah dengan baik, tidak dapat menyelesaikan rencana penyelesaian dikarenakan subjek kurang mampu dalam melakukan operasi hitung matematika sesuai dengan rumus yang digunakan utamanya perkalian dan pembagian, subjek tidak memeriksa kembali hasil akhir
INDIKATOR-INDIKATOR KECEMASAN BELAJAR MATEMATIKA DARING DI ERA PANDEMIK COVID- 19 MENURUT PERSPEKTIF SISWA SMA KELAS X
Penelitinian ini bertujuan untuk mengetahui indikator-indikator kecemasan belajar matematika daring di era pandemik COVID-19 menurut perspektif siswa SMA Kelas X. Penelitian ini dilaksanakan di rumah siswa yang berasal dari SMAN 1 Lohbener. Penelitian ini dilaksanakan pada era pandemik COVID-19 dimana pada saat itu pembelajaran matematika yang diterapkan secara daring. Pembelajaran matematika daring juga diterapkan di SMAN 1 Lohbener di era pandemik COVID-19 tersebut. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Secara garis besar pengertian penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bertujuan memahami fenomena yang dialami oleh subyek penelitian.. Fenomena dalam penelitian ini, yaitu kecemasan belajar matematika menurut perspektif siswa kelas X di SMA Negeri 1 Lohbener pada daring di era pandemik COVID-19. Subjek yang dipilih sebanyak 6 siswa dari pertimbangan guru dengan kriteria pandai, sedang, dan kurang, dan dari masing-masing kriteria tersebut 2 siswa.Siswa tersebut sebagai subjek penelitian pada penelitian ini, peneliti mengambil 6 subjek penelitian. Analisis data pada penelitian ini adalah Miles dan Huberman (Sugiyono, 2018: 246) yaitu melakukan coding, mereduksi data, menyajikan data, dan setelah itu memverifikasi kesimpulan. Peneliti juga menggunakan triangulasi sumber, teori, uji konfirmabilitas dan uji transferability. Berdasrkan hasil penelitian dan kesimpulan yang diperoleh antara lain indikator kecemasan belajar siswa ditinjau dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Kebanyakan dari siswa mengalami kecemasan belajar matematika, karena terjadinya kendala pada saat pembelajaran matematika daring. Adapun indikator-indikator kecemasan belajar matematika siswa pada saat pembelajaran matematika daring yang ditinjau peneliti dari aspek kognitif seperti: tidak dapat berkonsentrasi, bingung (termenung), tidak dapat memahami materi yang disampaikan guru, tidak mampu mengerjakan soal sendiri, tidak percaya diri, khawatir terhadap nilai yang turun. Aspek afektif seperti: kesal karena kendala itu terjadi berulang-ulang, cemas, takut terhadap nilai, gelisah, dan gugup tidak bisa menjelaskan ulang apa yang guru sampaikan, sedangkan aspek psikomotor seperti: tidak mau mengikuti pembelajaran matematika daring dan menghindar dari pembelajaran matematika daring