Prospek Agroteknologi
Not a member yet
    17 research outputs found

    RESPON PERTUMBUHAN SETEK JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) di POLYBAG TERHADAP BEBERAPA ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI

    No full text
    Jarak pagar dapat diperbanyak secara generatif maupun vegetatif. Di antara perbanyakan vegetatif adalah melalui setek. Penggunaan zat pengatur tumbuh dapat mempercepat pertumbuhan setek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan setek  jarak pagar (Jatropha curcas l.) di polybag  terhadap  beberapa zat pengatur tumbuh alamig. Penelitian ini dilaksanakan di lahan seluas 50 m2 yang berlokasi di Perum Griya Revari Indah Blok Z. 10 Kelurahan Talang Kelapa Kecamatan Alang-alang Lebar. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)  dengan 5 perlakuan, yang diulang sebanyak 4 kali.  Perlakuan zat pengatur tumbuh alami yang digunakan dalam penelitian ini adalah  : A  =  Aquades ; B  =  Air Kelapa  ; C  =  Urine Sapi  ;  D  =  Urine Kambing ; dan E  =  Ekstrak Bawang Merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa perlakuan zat pengatur tumbuh alami air kelapa muda memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan setek jarak pagar di polybag dibandingkan dengan perlakuan lainny

    PENGARUH TAKARAN PUPUK PELENGKAP ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L)

    No full text
    Untuk  meningkatkan produksi selada dapat dilakukan dengan usaha intensifikasi. Salah   satu   cara  dengan  Intensifikasi  yaitu  dapat  dilakukan  dengan pemberian pupuk melalui daun maupun melalui tanah. Pemupukan melalui daun dapat diberikan dengan jalan menyemprotkan pupuk ke permukaan atas daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk pelengkap cair yang tepat terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada (Lactuca sativa L). Penelitian ini dilaksanakan dilapangan dengan menggunakan Rancangan Alat Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan T0=Tanpa pupuk pelengkap organik cair (Kontrol), T1 = Pupuk pelengkap organik cair sebanyak 5 cc/liter air, T2=Pupuk pelengkap organik cair sebanyak 10 cc/liter air, T3 = Pupuk pelengkap organik cair sebanyak 15 cc / liter air, T4 = Pupuk pelengkap organik cair sebanyak 20 cc/liter air, T5    =   Pupuk pelengkap organik cair sebanyak 25 cc/liter air. Parameter yang diamati tinggi tanaman, jumlah daun  dan berat berangkasan kering. Perlakuan pemupukan berpengaruh  sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun  tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap berat berangkasan kerin

    PENGARUH PERLAKUAN PUPUK KANDANG KOTORAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (BRASSICA OLERACEAE L.)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan pupuk kendang kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini a menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 (lima) perlakuan dan 4 (empat) ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0 = tanpa pemberian pupuk kandang kotoran sapi (kontrol), P1 =5 ton pupuk kandang  per hektar (1,5 kg  per petak), P2 = 10 ton pupuk kandang  per hektar (3 kg  per petak), P3 = 15 ton pupuk kandang  per hektar (4,5 kg  per petak),  P4 = 20 ton pupuk kandang  per hektar (6 kg  per petak).  Pemberian pupuk kandang kotoran sapi berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kalian (Brassica oleraceae L.). Pemberian pupuk kandang kotoran sapi 15 ton per hektar (P3 /4,5 kg  per petak) menghasilkan tinggi tanaman 37,30 cm, jumlah daun 12,50 helai, berat segar tanaman 112,50 g dan berat kering tanaman seberat 20,66

    POTENSI KERAGAMAN HASIL PERTANIAN NON BERAS DALAM MENUNJANG AGROINDUSTRI PANGAN RUMAH TANGGA DI KOTA LUBUKLINGGAU

    No full text
    Industri adalah suatu usaha atau kegiatan yang mengelola bahan mentah (raw material)  atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan.  Barang jadi ini dapat langsung dimanfaatkan oleh konsumen untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, apakah kebutuhan primer, sekunder atau kebutuhan tersier dan seterusnya. Industri rumah tangga diharapkan berperan dalam memecahkan masalah-masalah pengembangan industri di Indonesia.   Karena industri rumah tangga mempunyai jumlah unit usaha yang jauh lebih  besar dan baik dibandingkan kelompok usaha industri sedang dan industri besar. Sebagai contoh industri rumah tangga adalah  kerajian anyaman, kerajian bordir, merajut, industri pangan misalnya produk tahu, tempe, roti kering, keripik, kue basah,  abon ikan atau daging, kue bolu dan lain-lain, baik itu dalam kemasan sederhana atau dalam kemasan yang mewah. Industri rumah tangga yang dikelola dengan baik, mengikuti standar baku industri dan dengan kemasan yang menarik diharapkan dapat mencapai target yang diharapkan yaitu meningkatkan pendapatan rumah tangga, terserapnya tenaga kerja dan dieprolehnya nilai tambah dari satu komditas produk pertanian

    Peningkatan Produksi Tanaman Sawi ( Brassica rapa var. caisin) dengan Pemberian Pupuk Organik Hayati

    No full text
    Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali.  Adapun faktor perlakuan yaitu : P0=   Kontrol, P1 = Pupuk organik hayati 100kg/ha,  P2 =  Pupuk organik  hayati 200kg/ha, P3  =   Pupuk organik  hayati 300kg/ha, P4 = Pupuk organik  hayati 400kg/ha, P5 = Pupuk organik hayati 500 kg/ha. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), bobot berangkasan basah (g), bobot berangkasan kering (g). Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa, keberhasilan perlakuan berbagai takaran pupuk organik hayati  memberikan pengaruh yang terbaik terhadap tinggi tanaman, jumlah daun,  berat berangkasan basah  dan berat berangkasan kering. Perlakuan pupuk organik hayati dengan  takaran  400 kg/ha memberikan pengaruh yang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi (Brassica rapa var caisin)

    UJI KEMIRINGAN TALANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CAISIM (Brassica juncea L.) HIDROPONIK DENGAN SISTEM Nutrient Film Technique (NFT)

    No full text
    The research design used is experimental method using a randomized block design (RAK) with 4 treatments and 6 replications, each replication consisted of 13 plants, the number of plants examined as many as 312 plants. The number of plants observed in experimental unit that is 10 plants sample. The treatments studied were P1 = 1%, P2 = 3%, 5% P3, P4 = 7%. The parameters observed were plant height (cm), number of leaves (leaf), fresh weight of plants (g), weight wet above (g), weight wet under (g), leaf area (cm2) and plant dry weight (g ). Based on the results of the study concluded that, the slope of the gutter hydroponics good influence on the growth and yield of caisim (Brassica       juncea L.) in hydroponic systems Nutrient Film Technique (NFT). Hydroponics gutters slope in treatment P4 (7%) resulted in the growth and yield better caisim, ie an average plant height of 35.49 cm at age 21 HST, as wide as 3522.62 cm2 leaf area, plant fresh weight average amounting to 75.62 g wet weight above average crop of 66.63 g and the weight of the wet below the average of 8.99 g

    PERUBAHAN BEBERAPA SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH ATAS PERLAKUAN BAHAN ORGANIK DENGAN BERBAGAI WAKTU INKUBASI PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan beberapa sifat fisik dan kimia tanah Podsolik Merah Kuning dengan berbagai waktu inkubasi dan mengkaji hubungan akibat adanya perubahan sifat – sifat fisik dan kimia tanah tersebut pada pertumbuhan tanaman cabai. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang diulang tiga kali dan dua faktor percobaan. Faktor pertama adalah pemberian bahan organik yang berhasil dari pupuk hijau Azolla (A) dengan empat aras perlakuan yaitu : 0 ton/ha (A0), 8 ton / ha (A1), 16 ton / ha (A2) dan 24 ton / ha (A3), sedangkan faktor kedua adalah waktu inkubasi (W) dengan tiga aras perlakuan yaitu : 3 minggu (W1), 4 minggu (W2), dan 5 minggu (W3). Perubahan yang diamati adalah  1) Sifat fisik tanah yang meliputi : kerapatan bongkah, kerapatan butir, ruang pori total dan kemantapan agregat, 2) Sifat kimia tanah yang meliputi : pH (H2O), pHkCl, N total, kapasitas tukar kation (KTK), bahan organic (C-organik ) dan nisbah C/N dan 3) pertumbuhan tanaman yang meliputi : berat segar akar dan berat kering akar . hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan bahan organik dan waktu inkubasi, berpengaruh nyata sampai sangat nyata terhadap sifat fisik dan kimia tanah serta pertumbuhan akar tanaman cabai kecuali kerapatan butir yang berpengaruh tidak nyata. Perlakuan bahan organic 24 ton/ha dan waktu inkubasi 4 minggu (A3W2) memberikan hasil yang terbaik terhadap semua perubahan yang diamati. Hasil analisis korelasi menunjukan bahwa perkembangan akar tanaman dipengaruhi oleh sifat fisik tanah, pHLH2O), pH(KCL), KTK tanah dan kadar bahan organik tanah, kecuali terhadap kerapatan butir yang tidak dipengaruhinya

    KEANEKARAGAMAN LUMUT (BRYOPHITHA) DI UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG KAMPUS 2

    No full text
    Moss is a green plant that serves as an indicator of moist areas, but some types of mosses can grow in dry places. This research was conducted for one month starting from October 23, 2019 to November 23, 2019 at the Islamic University of Sunan Gunung Djati Campus 2 which is an area with quite dry conditions. The purpose of this study was to determine the diversity of mosses in arid regions. The method used in this study was purvosive random sampling which was divided into 4 observation stations. The observations showed the level of diversity of moss was very low, only one species of moss was found, namely Sphaigna sp. The largest average area of moss was found at station 2 with an area of 27.9 m2, while at station 4 no moss was found. Diversity of mosses can be influenced by abiotic factors, such as light intensity, temperature, soil moisture, air humidity, and soil pH. Prevention efforts that can be done is by greening. Trees recommended for greening include mahogany (Switenia mahagoni), pole glodokan (Polyalthia longifolia) and banyan (Ficus benjamina)

    APLIKASI BIOPESTISIDA ASAP CAIR UNTUK MENGENDALIKAN HAMA WERENG COKLAT DI TANAMAN PADI (Oryza sativa L.)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aplikasi asap cair untuk mengendalikan hama wereng coklat di tanaman padi (Oryza sativa L.). Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Karang Ketuan kota Lubuklinggau dari bulan Desember 2017 sampai dengan April 2018. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok  (RAK) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor perlakuan dan tiga kali ulangan. Faktor I yaitu perlakuan konsentrasi asap cair (A) yang terdiri dari 3 taraf , yaitu A1 : Konsentrasi asap cair 1 % , A2 : Konsentrasi asap cair 2 %, A3 : Konsentrasi asap cair 3 % . Faktor II yaitu perlakuan bahan baku Asap cair (B) yang terdiri dari 3 bahan yaitu B1 : Kayu karet, B2 : Kayu jati, B3 : Kayu pelangas.Hasil penelitian menunjukan bahwa aplikasi asap cair dengan konsentrasi 2% (A2) mampu menekan populasi hama wereng coklat yang terbaik. Asap cair dari bahan kayu jati (B2) mampu menekan populasi hama wereng coklat pada tanaman padi.  Interaksi perlakuan konsentrasi asap cair 2 % dan asap cair asal bahan kayu jati (A2B2) mampu menekan populasi hama wereng coklat pada tanaman padi

    RESPON PEMBERIAN PUPUK BOKASHI PADA TANAH ULTISOL TERHADAP PRODUKSI TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L) DI DALAM POLYBAG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian pupuk bokashi pada tanah Ultisol terhadap produksi tanaman sawi hijau (Brassica juncea L) dalam polybag. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kelurahan Air Kuti Kecamatan Lubuklinggau Timur I Kota Lubuklinggau, pada bulan Maret sampai Mei 2017, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diuji coba dalam penelitian ini adalah : B0 = Tanpa Pupuk Bokashi, B1 = Pupuk Bokashi 5 gram/polybag setara 1 ton/ha, B2 = Pupuk Bokashi 10 gram/polybag setara 2 ton/ha, B3 = Pupuk Bokashi 15 gram/polybag setara 3 ton/ha, B4 = Pupuk Bokashi 20 gram/ polybag setara 4 ton/ha, B5 = Pupuk Bokashi 25 gram/polybag setara 5 ton/ha. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk bokashi sebanyak 25 gram/polybag setara dengan 5 ton/ha (B5) mampu meningkatkan hasil pertumbuhan tanaman sawi hijau yang terbaik pada tanah Ultisol

    0

    full texts

    17

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Prospek Agroteknologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇