Peradaban Journal of Economic and Business
Not a member yet
41 research outputs found
Sort by
P PERAN EKONOMI PERTAHANAN DALAM MENDUKUNG PERTUMBUHAN EKONOMI
Defense economics plays a strategic role in supporting a country’s economic growth, not only by enhancing security but also by stimulating innovation, job creation, and strengthening domestic industries. This study aims to analyze how defense economics contributes to national economic growth, utilizing Bidle and Thomas's role theory, which includes three main aspects: role behavior, role conflict, and role ambiguity. The findings show that the government’s behavior in defense budget allocation can support economic growth; however, its effectiveness depends on transparency and efficient budget management. Role conflict arises when the defense budget competes with other public sector needs, such as health and education, highlighting the importance of balance in budget allocation. Additionally, role ambiguity in defense economic policy creates uncertainty in objectives, indicating a need for improved planning and inter-agency coordination. By addressing these three aspects, defense economics can optimally contribute to sustainable economic growth and societal welfare.
Ekonomi pertahanan memainkan peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi suatu negara, tidak hanya melalui peningkatan keamanan tetapi juga melalui stimulasi inovasi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri domestik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana ekonomi pertahanan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, dengan menggunakan teori peran Bidle dan Thomas, yang mencakup tiga aspek utama: perilaku peran, konflik peran, dan ambiguitas peran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perilaku pemerintah dalam alokasi anggaran pertahanan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi; namun, efektivitasnya bergantung pada transparansi dan pengelolaan anggaran yang efisien. Konflik peran muncul ketika anggaran pertahanan bersaing dengan kebutuhan sektor publik lainnya, seperti kesehatan dan pendidikan, yang menggarisbawahi pentingnya keseimbangan dalam alokasi anggaran. Selain itu, ambiguitas peran dalam kebijakan ekonomi pertahanan menciptakan ketidakpastian dalam tujuan, yang mengindikasikan perlunya peningkatan perencanaan dan koordinasi antarlembaga. Dengan menangani ketiga aspek tersebut, ekonomi pertahanan dapat berkontribusi secara optimal terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.Defense economics plays a strategic role in supporting a country’s economic growth, not only by enhancing security but also by stimulating innovation, job creation, and strengthening domestic industries. This study aims to analyze how defense economics contributes to national economic growth, utilizing Bidle and Thomas's role theory, which includes three main aspects: role behavior, role conflict, and role ambiguity. The findings show that the government’s behavior in defense budget allocation can support economic growth; however, its effectiveness depends on transparency and efficient budget management. Role conflict arises when the defense budget competes with other public sector needs, such as health and education, highlighting the importance of balance in budget allocation. Additionally, role ambiguity in defense economic policy creates uncertainty in objectives, indicating a need for improved planning and inter-agency coordination. By addressing these three aspects, defense economics can optimally contribute to sustainable economic growth and societal welfare
Analisis Determinan Nilai Perusahaan dengan Kebijakan Dividen sebagai Variabel Moderasi
This research attempts to analyze the influence of company value on profitability, liquidity, company size, and company growth, using dividend policy as a moderator. From 2019 to 2023, non-cyclical consumer companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) were the primary focus. This study employs a quantitative methodology and utilizes secondary data collected from financial reports. The research was conducted on 11 companies in the non-cyclical consumer sector, with sampling done through purposive sampling. The research model utilizes the Partial Least Squares structural equation model, supported by SmartPLS version 4 software for analysis. The results of the research indicate that profitability has a positive influence on company value. Liquidity and dividend policy have a negative influence on company value. Company value is not influenced by company size and company growth. The impact of profitability, company size, and company growth on company value is not moderated by dividend policy, but liquidity can be moderated by dividend policy.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, likuiditas, ukuran perusahaan, dan pertumbuhan perusahaan terhadap nilai perusahaan, dengan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi. Studi ini berfokus pada perusahaan sektor konsumen non-siklikal yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2023. Menggunakan metode kuantitatif, penelitian ini mengolah data sekunder yang berasal dari laporan keuangan 11 perusahaan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model persamaan struktural Partial Least Squares (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh positif signifikan terhadap nilai perusahaan, sementara likuiditas dan kebijakan dividen berpengaruh negatif. Ukuran dan pertumbuhan perusahaan tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Lebih lanjut, kebijakan dividen terbukti memoderasi pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan, namun tidak memoderasi pengaruh profitabilitas, ukuran, dan pertumbuhan perusahaan. Penelitian ini mengindikasikan pentingnya pengelolaan profitabilitas dan likuiditas dalam meningkatkan nilai perusahaan, serta peran strategis kebijakan dividen dalam memperkuat pengaruh likuiditas
ANALISIS PENERAPAN GMP PADA PRODUKSI IKAN TERI NASI (Stolepherus sp.) DI PT. MARINAL INDOPRIMA, PAMEKASAN : Studi pada Produksi Ikan Teri Nasi di PT. Marinal Indoprima Pamekasan
Anchovy (Stolephorus sp.) is a leading export commodity in Indonesia’s fisheries sector. However, the processing practices at PT. Marinal Indoprima, Pamekasan, remain largely manual and insufficiently compliant with product safety standards. This study aims to analyze the implementation level of Good Manufacturing Practice (GMP) and quality control based on Indonesian Ministry of Industry Regulation No. 75/M-Ind/Per/7/2010 at the company. A qualitative descriptive approach was employed, utilizing in-depth interviews, on-site observations, and questionnaires to evaluate the alignment of production processes with GMP criteria. Data were compared to regulatory standards through gap analysis using comparative tables. The results revealed suboptimal GMP implementation, particularly in production facility layout, wall conditions in production rooms, and employee discipline in maintaining hygiene and sanitation. Non-compliance with sanitation procedures poses potential risks to the safety of export products. The study concludes that enhancing production facilities, providing GMP training for employees, and strengthening internal monitoring systems are critical to ensuring compliance with national and international quality standards.
Ikan Teri Nasi (Stolepherus sp.) merupakan komoditas ekspor andalan dalam sektor perikanan Indonesia. Proses pengolahan ikan teri nasi masih banyak menggunakan cara yang manual sehingga mengesampingkan keamanan produk. GMP (Good Manufacturing Practice) merupakan suatu pedoman untuk memastikan produk yang dihasilkan aman dan layak dikonsumsi, pedoman ini dapat diterapkan di PT. Marinal Indoprima, Pamekasan sebagai produsen yang memproduksi ikan teri nasi berkemasan dan bergerak dibidang ekspor. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat penerapan Good Manufacturing Practice dan pengendalian kualitas mutu berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor: 75/M-Ind/Per/7/2010. Metode yang digunakan adalah wawancara, observasi dan kuisioner kemudian membuat tabel untuk diformasikan dengan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor: 75/M-Ind/Per/7/2010 sesuai dengan kondisi yang ada di PT. Marinal Indoprima, Pamekasan. Hasil penelitian menunjukkan penerapan Good Manufacturing Practice masih kurang diterapkan karena beberapa variabel seperti tata letak fasilitas fasilitas, dinding dalam ruang produksi, serta kurangnya kedisiplinan tentang kebersihan dan sanitasi karyawan sebagai agen yang bersentuhan langsung dengan produkAnchovy (Stolepherus sp.) is a main export commodity in the Indonesian fisheries sector. The processing of anchovy (Stolepherus sp.) Still uses a lot of manual methods so as to rule out product safety. GMP (Good Manufacturing Practice) is a guideline to ensure the products produced are safe and suitable for consumption, these guidelines can be applied at PT. Marinal Indoprima, Pamekasan as a producer that produces packaged anchovy (Stolepherus sp.) And is engaged in exports. The purpose of this study is to analyze the level of application of GMP (Good Manufacturing Practice and quality control based on Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor: 75/M-Ind/Per/7/2010. The method used is interview, observation and documentation and then make a table to be informed with Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor: 75/M-Ind/Per/7/2010 in accordance with the conditions in PT Marinal Indoprima, Pamekasan The results showed that the application of GMP (Good Manufacturing Practice) was still not applied due to several variables such as the layout of facilities, walls in the production room, as well as lack of discipline regarding cleanliness and sanitation
Analisis Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Pesisir dalam Perspektif Maqashid Syariah: Studi Kasus Pantai Gading, Mataram
Enhancing welfare constitutes a strategic resolution to elevate the living standards of fishermen and coastal communities. This research analyzes the welfare level of coastal communities in the Gading Beach Area, Mataram, through the perspective of maqashid syariah as propounded by Imam As-Syatibi and Yusuf al-Qardhawi, and correlates it with the concept of falah in Islamic economics. The research method employed is descriptive qualitative, utilizing data collection techniques such as participatory observation, in-depth interviews, and document analysis. The research findings indicate that the community has fulfilled the five primary indicators of maqashid syariah according to As-Syatibi, namely hifz ad-din (preservation of religion), hifz al-aql (preservation of intellect), hifz al-nafs (preservation of life), hifz an-nasl (preservation of progeny), and hifz al-mal (preservation of wealth). However, an additional indicator proposed by Yusuf al-Qardhawi, hifz al-bi’ah (preservation of the environment), has not been optimally achieved due to coastal ecosystem degradation. This finding confirms that the welfare of coastal communities is not solely contingent upon the fulfillment of basic needs (maslahah), but also on environmental sustainability as an integral component of holistic welfare or falah. The research implications underscore the importance of integrating ecological principles into coastal development policies to ensure economic prosperity and the sustainable maintenance of spiritual values.
Peningkatan kesejahteraan merupakan solusi strategis untuk mengangkat taraf hidup nelayan dan masyarakat pesisir. Penelitian ini menganalisis tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir Kawasan Pantai Gading, Mataram, melalui perspektif maqashid syariah yang dikemukakan oleh Imam As-Syatibi dan Yusuf al-Qardhawi, serta mengaitkannya dengan konsep falah dalam ekonomi Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat telah memenuhi lima indikator utama maqashid syariah menurut As-Syatibi, yaitu hifz ad-din (terpeliharanya agama), hifz al-aql (terpeliharanya akal), hifz al-nafs (terpeliharanya jiwa), hifz an-nasl (terpeliharanya keturunan), dan hifz al-mal (terpeliharanya harta). Namun, indikator tambahan yang dikemukakan oleh Yusuf al-Qardhawi, yakni hifz al-bi’ah (terjaganya lingkungan), belum tercapai secara optimal akibat degradasi ekosistem pesisir. Temuan ini mengonfirmasi bahwa kesejahteraan masyarakat pesisir tidak hanya bergantung pada pemenuhan kebutuhan dasar (maslahah), melainkan juga pada keberlanjutan lingkungan sebagai bagian integral dari kesejahteraan holistik atau falah. Implikasi penelitian menekankan pentingnya integrasi prinsip-prinsip ekologis ke dalam kebijakan pembangunan pesisir guna menjamin kemakmuran ekonomi dan pemeliharaan nilai-nilai spiritual secara berkelanjutan.
 
SATU DASAWARSA BRICS: PELUANG DAN TANTANGAN: Narrative Literature Review
This narrative literature review examines the opportunities and challenges faced by BRICS (Brazil, Russia, India, China, and South Africa) over the past decade, focusing on Indonesia's potential integration into the alliance. The study highlights key areas such as green growth, renewable energy adoption, economic integration, and geopolitical dynamics. BRICS countries have shown varying progress in transitioning to cleaner energy sources, with Brazil and China leading in renewable energy investments, while Indonesia faces challenges in reducing fossil fuel dependency. The review also explores the role of human capital, financial development, and intellectual property rights in driving sustainable growth. Despite internal disparities and geopolitical tensions, BRICS strengthens its influence in global economic governance. Indonesia's participation in BRICS offers strategic economic and geopolitical advantages, including diversification of trade partnerships and technology transfer, but requires careful management of risks such as fossil fuel dependency and geopolitical competition. The study concludes that BRICS must address internal challenges, including corruption and institutional weaknesses, to fully realize its potential as a global economic force.
Tinjauan literatur naratif ini mengkaji peluang dan tantangan yang dihadapi oleh BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) selama dekade terakhir, dengan fokus pada potensi integrasi Indonesia ke dalam aliansi tersebut. Studi ini menyoroti area-area kunci seperti pertumbuhan hijau, adopsi energi terbarukan, integrasi ekonomi, dan dinamika geopolitik. Negara-negara BRICS telah menunjukkan kemajuan yang bervariasi dalam transisi ke sumber energi yang lebih bersih, dengan Brasil dan China memimpin dalam investasi energi terbarukan, sementara Indonesia menghadapi tantangan dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Tinjauan ini juga mengeksplorasi peran modal manusia, pengembangan keuangan, dan hak kekayaan intelektual dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Meskipun terdapat disparitas internal dan ketegangan geopolitik, BRICS terus memperkuat pengaruhnya dalam tata kelola ekonomi global. Partisipasi Indonesia dalam BRICS menawarkan keuntungan ekonomi dan geopolitik strategis, termasuk diversifikasi kemitraan perdagangan dan transfer teknologi, tetapi memerlukan pengelolaan risiko yang cermat seperti ketergantungan pada bahan bakar fosil dan persaingan geopolitik. Studi ini menyimpulkan bahwa BRICS harus mengatasi tantangan internal, termasuk korupsi dan kelemahan institusional, untuk sepenuhnya mewujudkan potensinya sebagai kekuatan ekonomi global.BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan) telah muncul sebagai platform terkemuka untuk kerja sama internasional dan investasi diantara negara-negara berkembang. Studi ini melakukan tinjauan komprehensif terhadap peluang dan tantangan yang dihadapi BRICS selama dekade terakhir. Melalui tinjauan literatur naratif, studi ini mengkaji isu-isu penting yang telah membentuk lintasan aliansi ini, termasuk pertumbuhan ekonomi, masalah lingkungan, dinamika perdagangan, dan faktor geopolitik.
Tinjauan studi mengungkapkan bahwa BRICS telah berkontribusi secara signifikan terhadap ekonomi global, khususnya di bidang industri, infrastruktur, perdagangan, dan pertanian. Namun, tantangan seperti degradasi lingkungan, volatilitas nilai tukar, dan ketegangan geopolitik tetap ada. Studi ini menyoroti pentingnya pengembangan modal manusia, teknologi hijau, dan praktik berkelanjutan untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di negara-negara BRICS. Studi ini juga menekankan perlunya koordinasi kebijakan yang lebih dalam dan mekanisme kerja sama yang kuat untuk menavigasi kompleksitas tatanan dunia multipolar
Bagaimana Kinerja Keuangan Mempengaruhi Pertumbuhan Laba Perbankan: Studi Kasus pada PT Bank Lampung
This study aims to analyze the influence of financial performance on the profit growth of PT Bank Lampung during the period 2019–2023. The independent variables used are Return on Assets (ROA), Net Interest Margin (NIM), and Operating Expenses to Operating Income (BOPO). Secondary data were obtained from the bank's official quarterly financial reports, resulting in 64 observational samples. The analytical method employed is multiple linear regression, with classical assumption tests including normality, multicollinearity, heteroscedasticity, and autocorrelation. The results indicate that simultaneously, ROA, NIM, and BOPO have a significant influence on profit growth, with a coefficient of determination (R²) of 0.421. However, in partial analysis, only BOPO demonstrates a positive and significant influence on profit growth. ROA and NIM do not show significant partial effects. These findings suggest that operational efficiency, as measured by BOPO, is the dominant factor in enhancing the profitability of PT Bank Lampung, although asset management and net interest income remain relevant financial performance indicators.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan terhadap pertumbuhan laba PT Bank Lampung periode 2019–2023. Variabel independen yang digunakan adalah Return on Assets (ROA), Net Interest Margin (NIM), dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO). Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan triwulanan resmi bank, menghasilkan 64 sampel observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, dengan pengujian asumsi klasik yang meliputi normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, ROA, NIM, dan BOPO memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,421. Namun, secara parsial, hanya BOPO yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba. ROA dan NIM tidak menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial. Temuan ini mengindikasikan bahwa efisiensi operasional, yang diukur melalui BOPO, merupakan faktor dominan dalam meningkatkan profitabilitas PT Bank Lampung, meskipun pengelolaan aset dan pendapatan bunga bersih tetap menjadi indikator kinerja keuangan yang relevan
Enhancing MSMEs Growth through Halal Product Certification: A Jasser Auda's Maqasid Syari'ah Approach
This article analyzes the contribution of halal product certification to the growth of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia through the framework of Jasser Auda's Maqasid Shari'ah theory. Departing from conventional studies that focus on technical aspects, this research argues that halal certification, when viewed through Auda's systemic lens, becomes a tool for achieving holistic societal welfare by upholding the core principles of Maqasid. This approach enhances MSME competitiveness, fosters consumer trust, and expands market access. The article advocates for government support and cross-sector collaboration to optimize the implementation of halal certification and build a sustainable halal ecosystem, thus contributing to a more equitable and robust Indonesian economy.Penelitian ini mengkaji urgensi pengembangan bisnis dan perekonomian UMKM di Indonesia melalui sertifikasi produk halal dalam perspektif teori maqhasid syari’ah yang dikembangkan oleh Jasser Auda. Sertifikasi halal dipahami tidak hanya sebagai kewajiban normatif yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk mencapai tujuan syariah yang holistik, meliputi perlindungan agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Dalam analisis ini, teori maqhasid syari’ah digunakan sebagai kerangka konseptual untuk mengeksplorasi bagaimana sertifikasi halal dapat memperkuat daya saing UMKM, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan membuka akses ke pasar global yang terus berkembang. Penelitian ini juga menyoroti tantangan utama yang dihadapi UMKM dalam proses sertifikasi, seperti biaya yang tinggi, kurangnya pemahaman teknis, dan hambatan administratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa sertifikasi halal tidak hanya memberikan nilai tambah ekonomi, tetapi juga mencerminkan komitmen terhadap nilai-nilai keadilan dan keberlanjutan yang diusung oleh syariah. Secara praktis, diperlukan kebijakan yang lebih inklusif, seperti pemberian subsidi, pelatihan, dan integrasi teknologi blockchain untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi proses sertifikasi. Implikasi teoritis dari penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan sistemik maqhasid syari’ah dalam analisis kebijakan publik, yang mengintegrasikan dimensi spiritual dan material. Penelitian ini merekomendasikan agenda penelitian lanjutan yang berfokus pada inovasi teknologi dalam sertifikasi halal, analisis dampak sosial-ekonomi di tingkat lokal, dan studi komparatif dengan sistem sertifikasi halal di negara lain. Dengan pendekatan yang adaptif dan berbasis kemaslahatan, sertifikasi halal dapat menjadi paradigma baru dalam pengelolaan ekonomi UMKM yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berdaya saing di tingkat global
The Influence of Online Shop on Consumptive Behavior of IAIN Metro Sharia Economics Students
The rapid development of information technology, especially the widespread use of the internet, has revolutionized various aspects of daily life by facilitating access to online platforms to fulfill individual needs. This convenience significantly influences consumer behavior, leading to increased consumption tendencies. This study aims to investigate the impact of online shops on the consumptive behavior of Islamic Economics students at IAIN Metro. Using a quantitative methodology, the research focuses on two main variables: online shop usage as the independent variable and consumer behavior as the dependent variable. The sample consists of 67 students selected using a proportional random sampling method. Data analysis was conducted using SPSS Statistics version 25, including validity and reliability testing, classical assumption tests, as well as simple linear regression and t-tests. The research findings indicate a significant influence of online shops on consumer behavior, with a t-test result of 6.736, exceeding the critical t-value of 1.997, and a significance value of 0.000 < 0.05. Thus, the null hypothesis (H_0) is rejected, while the alternative hypothesis (H_a) is accepted, demonstrating a clear relationship between online shop usage and the consumptive behavior of Islamic Economics students at IAIN Metro.
Perkembangan pesat teknologi informasi, khususnya penggunaan internet yang luas, telah merevolusi berbagai aspek kehidupan sehari-hari dengan memudahkan akses ke platform online untuk memenuhi kebutuhan individu. Kenyamanan ini secara signifikan memengaruhi perilaku konsumen, yang mengarah pada kecenderungan konsumsi yang meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak toko online terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Ekonomi Syariah di IAIN Metro. Dengan menggunakan metodologi kuantitatif, penelitian ini memusatkan perhatian pada dua variabel utama: penggunaan toko online sebagai variabel independen dan perilaku konsumen sebagai variabel dependen. Sampel terdiri dari 67 mahasiswa yang dipilih menggunakan metode pengambilan sampel acak proporsional. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS Statistics versi 25, termasuk uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta regresi linear sederhana dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan toko online terhadap perilaku konsumen, dengan hasil uji-t sebesar 6,736, melebihi nilai t kritis sebesar 1,997, dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, hipotesis nol (H_0) ditolak, sementara hipotesis alternatif (H_a) diterima, menunjukkan hubungan yang jelas antara penggunaan toko online dan perilaku konsumtif mahasiswa Ekonomi Syariah di IAIN Metro
Social and Economic Transformation of Women through Microfinance: Lessons from the M. Yunus Economic Movement
Women's economic empowerment has become a central issue in global development, reflecting the need for gender equality and social justice. Microfinance institutions (MFIs), particularly Grameen Bank, have played a crucial role in providing financial access to previously underserved women. MFIs have proven that providing financial access to women not only increases their income but also changes power dynamics within households and communities. Despite significant progress, there are still challenges to overcome, including the risk of domestic violence, fraud, and dependence on patriarchal norms. Some recommendations provided in this paper include enhancing awareness training on fraud and financial skills, as well as developing comprehensive social performance measurement criteria. By addressing these challenges, microcredit programs and other MFIs are expected to become more effective instruments in helping women achieve greater economic empowerment and promoting inclusive and sustainable economic growth.
Pemberdayaan ekonomi perempuan telah menjadi isu sentral dalam pembangunan global sekaligus mencerminkan kebutuhan akan kesetaraan gender dan keadilan sosial. Lembaga keuangan mikro (MFIs), terutama Grameen Bank, memainkan peran penting dalam memberikan akses keuangan kepada perempuan yang sebelumnya tidak terlayani. MFIs telah membuktikan bahwa memberikan akses keuangan kepada perempuan tidak hanya meningkatkan pendapatan mereka, tetapi juga mengubah dinamika kekuasaan di dalam rumah tangga dan komunitas. Meskipun telah ada kemajuan signifikan, masih ada tantangan yang perlu diatasi, termasuk risiko kekerasan domestik, penipuan, dan ketergantungan pada norma patriarki. Beberapa rekomendasi yang diberikan dalam tulisan ini meliputi peningkatan pelatihan kesadaran terhadap penipuan dan keterampilan keuangan, serta pengembangan kriteria pengukuran kinerja sosial yang komprehensif. Dengan mengatasi tantangan ini, diharapkan program mikrokredit dan MFIs lainnya dapat menjadi instrumen yang lebih efektif dalam membantu perempuan mencapai pemberdayaan ekonomi yang lebih besar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan
Economic Empowerment Impact in Indonesian Pesantren: Advice for Government and Future Research
This paper develops a scoping study approach to review the literature on Pesantren (Islamic Boarding Schools) and their role in economic development. Over the past 15 years, published papers have been categorized into several key topics, including entrepreneurship, leadership, empowerment, multiculturalism, and politics. Among these, leadership has emerged as the most researched topic, given the kyai's role as influential religious, social, and cultural figures. Multiculturalism and politics are also prominently featured in the literature. This study highlights the importance of economic empowerment within pesantren and offers policy recommendations for the government while suggesting future research directions to strengthen pesantren's contributions to Indonesia's socio-economic landscape