Scientific Journal Portal of Sidyanusa
Not a member yet
307 research outputs found
Sort by
Sistem Informasi Management Kredit Pada BUMdesa Tunjung Sari Susun Tunjuk Abadi
BUMDesa Tunjung Sari Susun Tunjuk Abadi merupakan badan usaha yang bergerak pada bidang sosial dan ekonomi. BUMDesa Tunjung Sari Susun Tunjuk Abadi beralamat di Br. Tunjuk Kaja, Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan. BUMDesa ini memiliki tiga bidang usaha yaitu GSM (Gerbang Sadu Mandara), Gerbang Emas, dan Pertokoan. Usaha yang pertama dikembangkan oleh BUMDesa ini adalah GSM (Gerbang Sadu Mandara) dimana usaha ini merupakan pemberian pinjaman kepada masyarakat. Terdapat permasalahan pada pengelolaan pinjaman yaitu proses penyimpanannya masih menggunakan proses konvensional, dimana data tersebut masih disimpan dalam bentuk arsip dokumen sehingga dapat mengakibatkan kerusakan data dimakan rayap ataupun lembab karena tempat penyimpanannya, dan seringkali terjadi human error karena banyaknya data yang harus dicatat. Solusi untuk mengatasi permasalahan diatas adalah dengan membuat sistem informasi management kredit. Penelitian ini menggunakan beberapa metode seperti observasi, wawancara, dokumentasi dan juga studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa fitur pada sistem informasi management kredit ini telah mampu berjalan sesuai dengan yang diharapkan
PENGEMBANGAN KEMAMPUAN NILAI AGAMA DAN MORAL MELALUI PERMAINAN MAGIC BOX KOLABORATIF PADA KELAS B2 TK RATNA KUMARA SARI DENPASAR
Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui proses pengembangan kemampuan nilai agama dan moral anak melalui permainan kolaboratif TK Ratna Kumara Sari, dan untuk mengetahui apakah permainan kolaboratif mampu mengembangkan kemampuan nilai agama dan moral anak di Tk Ratna Kumara Sari.
Metode penelitian: Metode adalah metode penelitian tindakan kelas, berkolaborasi dengan guru siswa B2. Pendekatan penelitian model Kemmis & M C Taggart : perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian siswa kelompok B2 Tk Ratna Kumara Sari Denpasar tahun Pelajaran 2022/2023 sebagai sumber data utama. Data dikumpulkan menggunakan instrument lembar observasi. Tambahan data sekunder berupa dokumentasi foto kegiatan. Data dianalisis dengan pendekatan deskriptif kualitatif, mendeskripsikan secara rinci proses dan hasil pembelajaran dengan menggunakan media bahan alam.
Temuan: Pengembangan kemampuan nilai agama dan moral dengan menggunakan permainan kolaboratif dapat meningkatkan minat belajar anak dan keaktifan serta pemahaman anak.
Implikasi: Terjadinya peningkatan perkembangan nilai agama dan moral anak melalui bermian menggunakan media kolaboratif.Tujuan: tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui proses pengembangan kemampuan nilai agama dan moral anak melalui permainan Magic box kolaboratif TK Ratna Kumara Sari, dan untuk mengetahui apakah Permainan Magic box kolaboratif dapat mengembangkan kemampuan nilai agama dan moral anak di Tk Ratna Kumara Sari.
Metode penelitian: penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas, berkolaborasi dengan guru kelas B2 dengan menggunakan model penelitian Kemmis & M C Taggart. Adapun tahapannya: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelompok B2 Tk Ratna Kumara Sari Denpasar tahun Pelajaran 2022/2023 sebagai sumber data utama. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument lembar observasi. Sumber data sekunder berupa dokumentasi foto kegiatan. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif, yang mendeskripsikan secara rinci proses dan hasil pembelajaran dengan menggunakan media bahan alam.
Temuan: Penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan pengembangan kemampuan nilai agama dan moral melalui permainan magic box kolaboratif dapat meningkatkan minat belajar anak dan keaktifan serta pemahaman anak .
Implikasi: terjadinya peningkatan perkembangan nilai agama dan moral anak melalui bermian menggunakan media magic box kolaboratif.
 
Analyzing Religious Conflicts On Social Media Based On The First Principle Of Pancasila
The development of communication technology is accelerating. Whatever happens in Indonesia can easily be sent through the Internet network. Social media is a communication and marketing tool where people can share their thoughts, ideas and experiences with others. It is a form of electronic media that allows people to create content and share it with the public. Social media has many positive and negative effects on society. If people do not use social media wisely and it goes viral, it can lead to unwanted conflicts. One of them is the religious conflict that is currently widespread, thus becoming a real threat to the Indonesian nation. The threat is not only in the real world, but also in cyberspace. Many people are indirectly uploading what is on their minds to social media, which can cause others to be offended. This is the beginning of religious conflict on social media. This is where the role of the government as well as the community is to understand that we live together in differences of ethnicity, religion and language. The role of the government can also be to firmly control the application of press laws and journalistic ethics. In addition, the role of the community is also important, namely by not being easily provoked by media coverage that is not balanced and seems to favor one particular group
Analysis of Cyberbullying from a Pancasila Perspective
The rapid development in the field of technology has brought various positive and negative impacts. There are many typical crimes that occur, one of which is cyberbullying. These crimes take the form of oppression, insults, psychological violence or intimidation in cyberspace which is carried out repeatedly which is intended to embarrass, spread ugliness and hatred, intimidation which is directed directly or openly through digital devices and platforms such as social media, email, messaging applications, and gaming sites exist. Apart from that, there are several fundamental factors that form the background to the perpetrator's behavior and the impacts it causes. Cyberbullying cases are considered a violation of the 2nd and 5th principles of Pancasila. In responding to the problem of cyberbullying, Indonesia has sufficient laws and regulations to crack down on this criminal act of cyberbullying, one of which is Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions (ITE). By applying Pancasila values ??and understanding applicable laws, efforts to prevent and handle cyberbullying can be improved, creating a safer and more positive social media environment, especially for the nation's next generation. This research aims to determine the meaning, impact and ways to overcome it that are useful for provide knowledge to everyone. This research is research that uses a descriptive method in the type of literature study by describing, illustrating, explaining and analyzing the situation and conditions of the problem object from the researcher's perspective based on the results of the literature review
Phenomenom Cyber Crime in Indonesia in the Digitalization Era
Science and technology are increasingly developing rapidly and advancing, offering various interactions in human life. Information and communication technology continues to develop in the digital era, especially the internet, which has a big influence on people's life patterns. The development of the internet has triggered the emergence of a type of cyber crime which is usually known as Cyber Crime. Various cases of cyber crime (Cyber Crime) have emerged in Indonesia, especially in the banking sector. In the following years until now, in Indonesia there have been many incidents of Cyber Crime, for example computer program piracy, cracking, bank burglary (banking fraud), unauthorized use of other parties' credit cards (carding), pornography, including crimes against domain names (domain names). Cyber Crime could happen because unlimited internet access. Apart from that, computer user negligence is also often the cause of this Cyber Crime. This is something that is often overlooked, namely a weak network security system. In fact, a weak network security system creates a big loophole for people who intend to commit crimes. Currently, what is used as the legal basis for Cyber ??Crime cases in Indonesia isLaw Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions (ITE). The ITE Law consists of 13 chapters and 54 articles which explain in detail the rules for living in cyberspace and the transactions that occur therein. Prohibited acts (cybercrime) are explained in Chapter VII (Articles 27-37
The Strategic Management for Community-based Tourism during the Pandemic of COVID 19: A Case Study of Surrounding Communities of Sukhothai Muangkao Cultural World Heritage Site, Thailand
Purpose: The Purpose of this research is to identify The main-Crisis Management of Community-based Cultural Tourism Model (CM-CBTM) during the COVID 19 pandemic(Corrected) that should be implemented within the surrounding community in Muangkao sub-district administrative upon the new-normal period as well as to find out the key specific strategic management area in which local administrative government has been initiated based on the main-key stakeholders under the collaboration policy approach.
Research method: This research applies a qualitative approach by using interview technique, participatory observation, focus-group discussion. For data analysis technique, the researcher adopted coding information process of grounded theory. By Involving codes which classified in group discussion in align with the strategic management of the community-based tourism model that was interviewed respectively.
Findings: The community-based tourism Model indicated that several challenges had been experienced during the period of covid-19 pandemic including conflict management over resource ownership and benefit leaking, financial issues, and problems of community participation. The study found the key specific strategic management that require preparation stage on the part of the community moving toward community-based tourism.
Implications: Outcome of the improvement in Community-based tourism development model is highly relevant with community empowerment and local participation approach. Additionally, The suggestions shown that local administrative government are expected to bring the community alignment policy that developed with a various consultative process. Within this potential-criteria, the community in Muangkao sub-district administrative become more adaptable management policy that most of key actors included villagers, community leaders, active government and non-government officers are working as the co-facilitator. The new-normal implementation policy changed touristry of Muangkao sub-district administration, it created a new network of partnership based on the availability of local politics values which prioritized the majority of local voice empowerment to build up the clear policy guideline in the community. As a result, The practical requirement strategies of the Covid-19 prevention mechanism manipulated by primary public health care unit, sub-district hospital, and some support from surrounding communities brought advantages in community development capacity which integrated with local.
 
Pengaruh Ukuran Jendela Ketetanggaan (Window) Terhadap Hasil Redukasi Noise pada Metode Median Filter dan Gaussian Filter
Pada era sekarang, pengolahan citra merupakan bidang yang berkembangpesat dan banyak diterapkan pada berbagai ilmu pengetahuan. Pengolahan citra didefinisikan sebagai suatu proses pengolahan citra atau gambaran. untuk menghasilkan citra yang lebih tinggi kualitasnya, dalam arti lebih jelas menampilkan informasi yang diharapkan. Gambar yang kita miliki terkadang mempunyai kualitas yang kurang baik atau memiliki gangguan, sepertigangguan berupa distorsi cahaya, noise atau derau, maupun gangguan lainnya yang menyebabkan objek dalam citra menjadi kurang jelas atau pun kabur. Gangguan yang sering terjadi atau mucul berupa noise atau derau, jenis Noise yang paling sering merusak citra adalah salt and pepper (noise impluse). Untuk mengatasi hal seperti ini, maka dilakukan proses filtering dengan menggunakan metode median filter 3x3, 5x5, 7x7 dan metode gaussian filter dengan standar deviasi 1, 1,0, dan 0,5. Secara teoritis mengenai metode yang digunakan yakni menginput citra atau gambar setelah mengkonversi RGB ke Grayscale, menambahkan noise ke citra grayscale, menyimpan citra dengan noise dilanjutkan dengan proses noise filtering dengan menggunakan median dan gaussian filter. Hasil dari pengujian median filter dan gaussian filter dengan menggunakan parameter MSE dan PSNR bahwa rata-rata nilai MSE dan PSNR yang memiliki nilai tertinggi maka citra hasil dapat dikatakan bagus dan mirip dengan citra aslinya. Dari 5 gambar uji yang digunakan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa dalam kasus ini metode median filter lebih baik dari pada gaussian filter dalam perbaikan kualitas gambar atau citra dengan jenis noise salt and pepper
Pengaruh Financial Distress, Growth Opportunity, Dan Leverage Terhadap Keputusan Hedging Pada Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi Di BEI Tahun 2019-2022
Perdagangan internasional merupakan bagian penting dari proses globalisasi dimana memungkinkan negara-negara untuk mengekspor barang dan jasa yang dihasilkan sehingga memeperoleh keuntungan dari kegiatan yang dilakukan..Terlepas dari berbagai keuntungan yang dihasilkan,terdapat berbagai resiko yang mungkin dihadapi dalam proses jual beli ini seperti kerugian yang timbul dari adanya fluktuasi mata uang. Negara-Negara yang terlibat dalam perdagangan internasional harus bisa menentukan strategi agar bisa meminimalisir kemungkinan kerugian yang dihadapi. Industri barang konsumsi merupakan salah satu sektor yang terlibat dalam perdagangan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari financial distress, growth opportunity dan leverage terhadap keputusan hedging pada perusahaan sektor industri barang konsumsi di BEI pada tahun 2019-2022. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif, dengan teknik pengumpulan data purposive sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan financial distress memiliki pengaruh terhadap keputusan hedging, sedangkan growth opportunity dan leverage tidak memberikan pengaruh terhadap keputusan hedging
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun Dilingkungan Perumahan Graha Paramitha
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dampak dari pendekatan pengasuhan demokratis yang diterapkan oleh orang tua pada pertumbuhan sosial dan emosional anak-anak berusia 5-6 tahun di Perumahan Graha Paramitha.
Metode penelitian: Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kuantitatif, menggunakan pendekatan ex-post facto, dan melibatkan 13 anak sebagai partisipan. Pengumpulan data dijalankan melalui observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumen. Untuk menganalisis data, digunakan metode analisis yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman.
Temuan: Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa terdapat dampak yang baik dari cara orang tua mengasuh terhadap pertumbuhan sosial dan emosional anak-anak berumur 5-6 tahun. Sikap hangat orang tua, penerimaan terhadap alasan di balik perilaku anak, dukungan terhadap tindakan mereka, serta keterlibatan anak dalam proses keluarga merupakan ciri khas dari pola asuh demokratis.
Implikasi: Pendekatan pengasuhan demokratis memfasilitasi kemandirian anak dengan tetap memberikan batasan dan pengawasan yang diperlukan.Peirkeimbangan sosial-eimosional adalah keimampuian uintuik meingeindalikan, meingolah dan meingkontrol eimosi agar mampui beiradaptasi deingan masyarakat. Perilaku sosial adalah aktivitas dakam hubungan dengan dua orang atau lebih, baik teman sebaya, guru, orang tua, maupun saudara. Pola asuh berasal dari dua kata yakni pola dan asuh, pola berarti cara kerja dan asuh berarti pimpin, membimbing. Sehingga dapat disimpulkan pola asuh adalah cara memimpin atau membimbing anak. Orang tua merupakan seorang lelaki dan perempuan yang sudah melakukan prosesi pernikahan yang sah, dan membentuk satu keluarga. Kedua Peineilitian ini meiruipakan peineilitian kuialitatif deingan jeinis peineilitian stuidi kasuis. Stuidi kasuis adalah strateigi peineilitian yang meincari informasi seicara meindalam teintang seisuiatui yang diteiliti. Stuidi kasuis ditandai deingan batasan, deiskripsi, dan hasil yang seibagian didasarkan pada buikti dan fakta eimpiris. Tuijuian uitama peineilitian kuialitatif jeinis ini adalah uintuik meineiliti keiadaan objeik yang alamiah, peineiliti adalah alat uitamanya. Teiknik peinguimpuilan data meingguinakan obseirvasi partisipatif, wawancara tidak teirstruiktuir, dan dokuimeintasi. hasil peineilitian teintang dampak pola asuih otoriteir teirhadap peirkeimbangan sosial-eimosional dilingkungan Graha Paramitha teirgambar dari hasil obseirvasi, wawancara, dan dokuimein dari beibeirapa informan ataui reispondein yang pola asuih dominannya dianuit oleih orang tuia uintuik meimbeintuik peirilakui sosial-eimosional teirhadap anaknya yakni pola asuih demokratif, deingan orang tuia dan anak sama sama memiliki peran dalam pola asuh. Gaya peingasuihan demokratis mendorong anak untuk mandiri tetapi tetap dalam batasan dan kontrol. Biasanya bersikap hangat, bisa menerima alasan dari semua tindakan anak, mendukung tindakan anak, orang tua menerima dan akan melibat anak.
Kata Kunci: pola asuh; perkembangan sosial emosional; anak usia din
Quality Service Analysis of Front Office Department to Enhance Customer Satisfaction at Klapa Resort
Purpose: The purpose of this study was to analyze the level of front office service quality in increasing guest satisfaction at the Klapa Resort and to determine the most satisfactory service indicators for guests at the Klapa Resort. The number of samples used is 80 respondents, with purposive sampling data collection techniques.
Research methods: The method of collecting primary data for service quality variables uses a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The analysis technique used is Servqual, Importance Performance Analysis and Customer Satisfaction Index.
Findings: The results of this study indicate that there is a negative, positive and neutral gap between guest perceptions and expectations. Customers are satisfied with the services provided because the value of the positive gap is more than the negative.
Implications: The results of the study showed that most of the hotel guests were satisfied with the service performance provided by Klapa Resort