Selidik (Jurnal Seputar Penelitian Pendidikan Keagamaan)
Not a member yet
60 research outputs found
Sort by
MOTIVASI BELAJAR BAHASA INGGRIS PADA MAHASISWA SEKOLAH TINGGI PASTORAL SANTO PETRUS KEUSKUPAN ATAMBUA
This article describes the motivation to learn English for students of Saint Peter Pastoral College of Atambua Diocese, where there is still a mindset that they are prepared to become Catholic Religious Education teachers, not English teachers. As a result, English, which is a unifying language in the international world, is less attractive to students. The purpose of this study is to determine the level of motivation to learn English for students at Saint Peter Pastoral College of Atambua Diocese. This study apply the descriptive qualitative research design. The subjects of this study were several batches of students at the Saint Peter Pastoral College of Atambua Diocese consists of 100 students from four decanates (Belu, Malaka, Kefamenanu, and Mena) in the Atambua Diocese area and 25 students represent each decanate as samples. The data shows that there were 25 (100%) respondents from Belu decanate who found English is interesting, they get motivated to learn and use it to interact, 24 (94%) students from Malaka decanate, 19 (76%) students from Kefamenanu decanate and 19 (76%) students from Mena decanate who found English as an interesting subject to learn. As conclusion, the sample of 25 students from the Belu decanate (100%) all have higher motivation in learning English and can apply it in daily communication
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN HAMIL DI LUAR NIKAH PADA REMAJA PUTRI DI DESA KAKANIUK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pola asuh orang tua terhadap kejadian hamil di luar nikah pada remaja putri di Desa Kakaniuk. Penelitian ini menggunakan metode kausal komparatif karena bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan kejadian hamil di luar nikah pada remaja putri. Populasi penelitian ini adalah remaja putri dengan jumlah responden 60. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Hasil analisis regresi logistik biner menunjukkan bahwa ketiga pola asuh orang tua yaitu, otoriter, demokratis, dan permisif berpengaruh signifikan terhadap kejadian hamil di luar nikah pada remaja putri. Nilai signifikansi masing-masing berada di bawah 0,05 yang menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara pola asuh dan risiko kehamilan di luar nikah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pola asuh berpengaruh signifikan terhadap kejadian hamil diluar nikah
UPAYA MENGHADAP PEMBELAJARAN 4.0 DAN SOCIETY 5.0 PERSPEKTIF KI HADJAR DEWANTARA
This study aims to explore Ki Hadjar Dewantara's thoughts on addressing the challenges of Learning 4.0 and Society 5.0, as well as their relevance in the context of modern education. The research method used is a literature study with a qualitative approach, analyzing ideas about the Fourth Industrial Revolution, Society 5.0, and Dewantara's concepts through primary and secondary sources. The findings indicate that the concept of education based on learning freedom and a balance between technology and humanistic values remains relevant in the digital era and technology-based society. This study is expected to enrich educational discourse by emphasizing the importance of building character and culture in technology-based learning processes, thereby producing learners who are not only digitally intelligent but also have a strong sense of nationalism and character
MARTABAT MANUSIA DI ERA DIGITAL: ANALISIS TEOLOGI MORAL KATOLIK TERHADAP AI DAN IMPLIKASINYA BAGI KEHIDUPAN AKADEMIK MAHASISWA KUPANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pandangan mahasiswa katolik di Kupang terhadap penggunaan AI dan otomatisasi, mengidentifikasi nilai-nilai teologi moral yang relevan dan menganalisis potensi konflik antara nilai-nilai tersebut dengan implementasi AI dalam kehidupan mahasiswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jumlah informan utama 12 mahasiswa dan informan pendukung 2 dosen di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memandang AI sebagai alat bantu yang bermanfaat untuk efisiensi akademik. Nilai-nilai teologi moral yang ditekankan adalah martabat manusia, keadilan social dan tanggung jawab etis. Konflik etis utama berpusat pada kekhawatiran tentang integritas akademik, resiko ketergantungan dan potensi penurunan pemikiran kritis dan interaksi interpersonal. Pandangan umum menunjukkan bahwa teknologi harus menjadi mitra yang mendukung, bukan menggantikan perkembangan manisiawi. Dengan demikian, penggunaan AI diterima dengan persyaratan etis. Diperlukan kerangka teologi moral yang kuat untuk memastikan bahwa AI digunakan dengan bijak, menjunjung tinggi martabat manusia dan mendukung kebaikan bersama sehingga sejalan dengan prinsip-prinsip katolik
RELASI GEREJA KATOLIK DAN BUDAYA DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI JOHN FRAME
Karya ilmiah ini membahas relasi antara Gereja Katolik dan budaya dalam perspektif teologi John Frame, khususnya melalui konsep Lordship of Christ dan etika triperspektival (normatif, situasional, eksistensial). Dalam konteks ini, Gereja dipanggil untuk menilai, mengkritisi, serta mengarahkan perkembangan budaya agar sejalan dengan kehendak Allah. Pendekatan triperspektival menawarkan kerangka analisis teologis yang menyeimbangkan antara kebenaran firman Tuhan, pemahaman terhadap situasi budaya, dan respons iman pribadi umat. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa dalam konteks Gereja Katolik, pandangan Frame sejalan dengan ajaran Magisterium yang menekankan keterlibatan inkarnasional Gereja di tengah dunia. Dalam penyusunan karya ilmiah ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan beberapa buku dan jurnal dan membaca kritis atas sumber tersebut. Penulis menemukan sintesis antara teologi Frame dan ajaran Katolik memberikan dasar bagi model keterlibatan budaya yang transformatif, relevan, dan tetap setia pada kebenaran Injil di tengah perubahan zaman. Karya ilmiah ini menyimpulkan bahwa integrasi kedua pendekatan teologis tersebut memperkaya strategi pastoral Gereja dalam merespons dinamika budaya modern. Oleh karena itu, disarankan agar Gereja terus mengembangkan dialog teologis lintas tradisi serta memperluas pendidikan digital pastoral bagi para pelayan dan umat
DAMPAK PENGHAYATAN DEVOSI KEPADA BUNDA MARIA TERHADAP PERKEMBANGAN IMAN UMAT DI PAROKI ST.MARIA PEMBANTU ABADI WERI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penghayatan devosi kepada Bunda Maria terhadap perkembangan iman umat Katolik di Paroki St. Maria Pembantu Abadi Weri. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari umat yang secara aktif mengikuti kegiatan devosional, seperti doa rosario, novena, dan perayaan bulan Maria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghayatan devosi secara konsisten mampu menumbuhkan sikap iman yang lebih mendalam, memperteguh pengharapan, serta membentuk karakter kristiani dalam kehidupan sehari-hari umat. Devosi kepada Bunda Maria juga terbukti menjadi sarana pendidikan iman yang efektif, terutama dalam membangun kesadaran akan pentingnya ketekunan, kerendahan hati, dan kesetiaan kepada kehendak Allah. Dengan demikian, devosi kepada Bunda Maria bukan sekadar ritual, tetapi menjadi jalan konkret dalam menumbuhkan kedewasaan iman umat. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi pembinaan iman umat di tingkat paroki secara lebih kontekstual dan pastoral
PERSEPSI KAUM MUDA TENTANG HIDUP RELIGIUS DAN KAITANNYA DENGAN ANJURAN PAUS FRANSISKUS DALAM DOKUMEN CHRISTUS VIVIT
Penelitian ini berangkat dari permasalahan yang dihadapi Gereja Katolik saat ini, yaitu rendahnya panggilan hidup beragama di kalangan generasi muda. Kekhawatiran penulis ini tentu beralasan karena hanya sedikit generasi muda yang tertarik dengan gaya hidup monastik yang bagi mereka monoton dan membosankan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana minat dan minat generasi muda terhadap kehidupan beragama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggali data dari responden yang merupakan siswa SMA Negeri 1 Mempawah Hulu. Kuesioner penelitian ini dibuat mengikuti nilai-nilai yang dianjurkan oleh Paus Fransiskus dalam Dokumen Chistus Vivit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 84,54% responden tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang kehidupan beragama. Meskipun secara umum mereka tertarik dengan kehidupan monastik, namun faktanya gaya hidup yang mereka pilih sangat berbeda dengan gaya hidup religius, hanya 67,94% pilihan mereka yang menjawab benar. Selain itu, terdapat hal yang menjadi tantangan bagi mahasiswa, mengapa mereka tidak memilih kehidupan beragama, umumnya karena tidak ingin meninggalkan teman dan keluarga, namun demikian 71,24% responden bersedia menghadapi tantangan tersebut. Penelitian ini masih mempunyai banyak kekurangan, antara lain metode analisis data yang digunakan, serta keterbatasan waktu dan jarak sehingga menyebabkan proses pengumpulan data terkesan terburu-buru. Saran bagi peneliti selanjutnya agar menggunakan metode penelitian yang bervariasi, baik teknik analisis data maupun metode. Peneliti selanjutnya juga disarankan untuk melihat peran orang tua dalam menentukan pilihan masa depan anak
KONSEP KEBAJIKAN THOMAS AQUINAS SEBAGAI LANDASAN PARADIGMATIS BAGI MANAJEMEN DAN KEPEMIMPINAN KRISTIANI
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep kebajikan Thomas Aquinas sebagai dasar untuk membangun model manajemen kepemimpinan Kristiani yang menggabungkan aspek moral dan spiritual dalam konteks tantangan global. Di tengah kompleksitas sosial, ekonomi, dan teknologi saat ini, kepemimpinan Kristiani dituntut untuk tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berbasis kasih, integritas, dan tanggung jawab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui kajian pustaka terhadap karya Aquinas, Katekismus Gereja Katolik, serta literatur filsafat dan manajemen kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin dimotivasi untuk bertindak secara etis oleh empat kebajikan moral: kebijaksanaan, keadilan, keberanian, dan penguasaan diri. Di sisi lain, tiga kebajikan teologal: iman, pengharapan, dan kasih, memberikan orientasi spiritual menuju kesempurnaan moral dan persatuan dengan Allah. Integrasi kedua jenis kebajikan ini memperkaya fungsi manajemen modern: perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian, agar berjalan dengan dasar keadilan, empati, dan kasih. Studi kasus Santo Óscar Arnulfo Romero y Galdámez menunjukkan bahwa kebajikan dapat diterapkan secara efektif dalam kepemimpinan Kristiani melalui keberanian, solidaritas, dan komitmen terhadap martabat manusia di tengah ketidakadilan sosial. Dengan demikian, paradigma kepemimpinan Kristiani yang didasarkan pada kebajikan Aquinas memberikan model kepemimpinan yang etis, transformatif, dan berfokus pada bonum commune (kebaikan bersama) yang mencerminkan kesempurnaan moral dan kasih ilahi
PENDIDIKAN MULTIKULTUR DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DAN BUDI PEKERTI SEBAGAI UPAYA MENGHARGAI KEBERAGAMAN SISWA KELAS VII E SMP NEGERI 13 PONTIANAK
This study aims to describe the learning process and inhibiting factors of Multicultural Education in Catholic Religious Education and Character Education learning in Class VII E of SMP Negeri 13 Pontianak. Using a qualitative descriptive method with interview and documentation techniques, the study involved one Catholic Religious Education teacher, four students, and one principal as data sources. The results of the study indicate that multicultural education has been integrated into learning even though there is no specific theme about multicultural education. Teachers insert values of respect for differences in gender, ethnicity, culture, and religion in the learning process. Teachers also act as role models by showing an attitude of respecting differences inside and outside the classroom. The main inhibiting factors are the lack of facilities and infrastructure such as narrow rooms, the unavailability of tables, chairs, blackboards, and learning books, and the lack of socialization activities about multicultural education. This study recommends improving facilities and infrastructure and the intensity of socialization to optimize multicultural education in schools
TBUKAE TABUA SEBAGAI SIMBOL EKARISTI: INKULTURASI TRADISI ATONI PAH METO DALAM LITURGI KAMIS PUTIH DI LINGKUNGAN SANTO ALEXANDER OELNITEP
This article examines Tbukae Tabua, a communal eating ritual in the Atoni Pah Meto culture, as an inculturated expression of the Eucharist during the Holy Thursday liturgy. Using Alfred Schutz’s social phenomenology, this qualitative field study explores the subjective experience of Catholic communities in Oelnitep, who perceive the shared meal not merely as a cultural practice but as a spiritual event rooted in their Lebenswelt. Data were collected through interviews and field observations during Holy Week 2025. The findings have indicated that Tbukae Tabua has become a living symbol of faith: reinforcing relationships, embodying mutual love, and enriching the understanding of Christ’s sacrificial love. As such, it serves as a locus theologicus, where liturgical meaning is incarnated in a local cultural for