Madaniya
Not a member yet
1133 research outputs found
Sort by
Implementasi Teknologi Diversifikasi Produk dan Pendampingan UKM Olahan Makroalga Kappaphycus alvarezii di Desa Tolango
Potensi makroalga di wilayah Tolango, Gorontalo Utara, sangat melimpah, namun masih minim pengolahannya untuk menunjang kesejahteraan warga lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan teknologi pengolahan dan diversifikasi produk makroalga (dikenal secara umum sebagai rumput laut) sebagai strategi meningkatkan nilai tambah dan kemandirian usaha masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi survei situasi awal, pembentukan kelompok UKM (Usaha Kecil Menengah), pelatihan teknis pengolahan produk, pelatihan pemasaran digital, serta pendampingan kelembagaan dan manajemen usaha. Dalam kegiatan ini, terbentuk satu kelompok usaha beranggotakan sepuluh orang dan diberikan pelatihan intensif pengolahan tiga varian produk olahan rumput laut, yaitu stik, mi, dan permen. Seluruh anggota kelompok aktif mengikuti pelatihan sanitasi, pengemasan, dan manajemen keuangan, serta mendapatkan fasilitas alat dan bahan produksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan teknis, penguatan kelembagaan, dan perluasan pasar melalui pemanfaatan media sosial. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat dan menjadi model replikasi pengembangan usaha berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. Keterlibatan aktif masyarakat pada setiap tahapan kegiatan menjadi aspek penting bagi keberhasilan pengabdian ini
Pemberdayaan Penjual Makanan Siap Saji di Pasar Benteng Kota Ambon
Usaha makanan siap saji memiliki potensi dan peluang yang baik karena makanan dibutuhkan oleh setiap orang, dan adanya perkembangan masyarakat yang menginginkan kepraktisan dalam hidupnya disebabkan adanya kesibukan dalam bekerja dan alasan lainnya. Makanan siap saji juga telah menjadi kebutuhan masyarakat di Kota Ambon, indikatornya semakin banyak masyarakat yang berjualan makanan siap saji di lingkungan desa atau kelurahan, di pinggir jalan raya, dan di pasar. Mitra Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah penjual makanan siap saji di lokasi Pasar Benteng Jalan Gudang Arang. Ada 3 hal penting yang harus diketahui mitra yang merupakan tantangan dalam mengelola usahanya, yaitu aspek keamanan pangan, aspek hukum, dan aspek keuangan. Metode pelaksanaan PKM meliputi tahap persiapan, pelaksanaan ceramah dan evaluasi. Efektivitas pelaksanaan PKM ini dapat dilihat dari nilai pre-test dan post-test lalu dilakukan uji beda sampel berpasangan. Hasil analisis menunjukkan nilai t-hitung ceramah keamanan pangan sebesar│8│, nilai t-hitung ceramah aspek hukum sebesar│13│, dan nilai t-hitung aspek keuangan sebesar│10│, sedangkan t-tabel sebesar 4,303, jadi t-hitung > t-tabel jadi disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah mendapat ceramah berbeda secara signifikan
Sosialisasi Perwujudan Pelabuhan Ramah Lingkungan (Greenport) di Pelabuhan Penumpang Teluk Bungus
Pelabuhan merupakan infrastruktur transportasi vital mendukung kegiatan perekonomian wilayah namun dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Aktivitas operasional pelabuhan dapat menyebabkan polusi, udara, air, suara dan tanah serta kerusakan ekosistem hayati. Konsep pelabuhan ramah lingkungan (greenport) menjadi solusi dari pemerintah untuk meminimalkan dampak negatif dan menerapkan praktik-praktik ramah lingkungan dalam aspek operasionalnya. Namun implementasinya belum berjalan baik akibat kebingungan pengelola pelabuhan untuk memulai langkah awal pelaksanaan program. Booklet indikator greenport disusun dan disosialisasikan dan didistribusikan kepada pengelola pelabuhan. Masyarakat sekitar, pengguna jasa layanan dan kru kapal juga menjadi sasaran kegiatan. Selain sosialisasi, dilakukan penyebaran poster dan tempat-tempat sampah pada titik strategis pelabuhan. Dari kegiatan ini diperoleh peningkatan pengetahuan dan kesadaran dari berbagai pihak terhadap peran keterlibatan dalam mewujudkan pelabuhan ramah lingkungan dan pengelola pelabuhan memiliki program untuk mewujudkan pelabuhan ramah lingkungan
Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Kotoran Kuda di Desa Bonto Bulaeng Kecamatan Sinoa
Desa Bonto Bulaeng, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng adalah salah satu desa yang sebagian besar penduduknya bekerja sebagai bertani dan peternak. Namun desa ini belum memanfaatkan hasil alam dan limbah ternaknya secara efisien, namun dasar pupuk yang digunakan yaitu dari alam dan limbah ternak. Melalui program pengabdian masyarakat ini kami mengevaluasi masyarakat desa Bonto Bulaeng khususnya para petani untuk memanfaatkan bahan alam dan kotoran kuda yang tersedia. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu observasi, persiapan alat dan bahan, pengumpulan data dan sosialisasi dan pelatihan. Hasil dari kegiatan ini ialah menyampaikan kepada masyarakat betapa pentingnya memanfaatkan bahan alam dan kotoran ternak khususnya kotoran kuda dan daun gamal menjadi bermanfaat bagi masyarakat setempat
Penerapan Teknologi Tepat Guna Mesin Pencacah Sampah untuk Mengatasi Permasalahan Lingkungan di Desa Pagerwangi
Permasalahan sampah plastik menjadi isu lingkungan utama di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, akibat keterbatasan fasilitas pengelolaan dan tingginya volume sampah. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan warga dalam pengelolaan sampah melalui implementasi teknologi tepat guna berupa mesin pencacah sampah plastik. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan berupa survei dan studi literatur, serta tahap pelaksanaan yang mencakup edukasi pengelolaan sampah, pelatihan penggunaan mesin, dan pengadaan mesin pencacah plastik yang telah dimodifikasi untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memahami pentingnya pengelolaan sampah melalui sosialisasi dan pelatihan, dengan 15 warga aktif berpartisipasi. Mesin pencacah yang digunakan memiliki spesifikasi kapasitas 30–40 kg/jam dan dilengkapi dengan fitur keamanan tambahan, sehingga dapat mengurangi volume sampah plastik secara signifikan dan memberikan nilai ekonomis baru bagi masyarakat. Program ini berhasil memberikan solusi praktis dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah plastik serta meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat Desa Pagerwangi
Inovasi Alat Pelubang Mulsa untuk Meningkatkan Efisiensi Petani di Desa Karyawangi
Desa Karyawangi merupakan salah satu desa di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan termasuk ke dalam wilayah agraris. Desa Karyawangi, dengan mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani dan memiliki potensi besar dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Namun, efisiensi proses pelubangan mulsa masih menjadi tantangan utama yang perlu segera diatasi. Metode manual pelubangan mulsa yang masih banyak digunakan terbukti memakan waktu, tenaga dan sering kali kurang presisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat pelubang mulsa inovatif yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan ergonomic kerja petani. Proses pengembangan meliputi desain, pembuatan prototipe, dan pengujian lapangan untuk mengevaluasi kinerja alat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini mampu mempercepat proses pelubangan mulsa dibandingkan dengan metode konvensional, dengan tingkat presisi lubang yang seragam. Alat pelubang mulsa ini diharapkan menjadi model bagi pengembangan alat pertanian sederhana yang mendukung keberlanjutan sektor agraris
Upaya Pencegahan DBD Melalui Pembuatan dan Pengaplikasian Ovitrap di Kecamatan Sukarami Kota Palembang
Kota Palembang merupakan wilayah dengan kasus Demam Berdarah Dengeu (DBD) tertinggi pada tahun 2023 yaitu sebanyak 727. Kecamatan Sukarami merupakan salah satu daerah yang mengalami DBD dengan angka kejadian tertinggi sebanyak 83 kasus, dengan tingginya angka kasus setiap tahunnya, sehingga perlu dilakukan pemberdayaan masyarakat untuk pencegahan DBD melalui edukasi dan pelatihan pembuatan ovitrap atau perangkap telur di Kecamatan Sukarame. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami dan dihadiri oleh 40 orang peserta. Tingkat pengetahuan masyarakat dalam pencegahan DBD dan pemahaman pembuatan ovitrap diukur melalui pre test dan post test. Pada kegiatan ini juga dilakukan pengaplikasian ovitrap yaitu dengan meletakkan ovitrap di dalam dan di luar rumah peserta. Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat dari hanya 12 peserta (30%) mendapatkan nilai baik menjadi 32 orang (80%) mengenai pencegahan penyakit DBD dan pemahaman dalam pembuatan ovitrap setelah diberikan materi dan pelatihan. Kemudian melalui kegiatan ini juga yaitu pemasangan ovitrap di rumah peserta dapat menjadi metode untuk menggambarkan tingkat populasi nyamuk Aedes aegypti di wilayah endemis Kota Palembang, khususnya di Kecamatan Sukarami. Diharapkan melalui kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin setiap tahun sebagai upaya pencegahan DBD khususnya di wilauah endemis DBD di Kota Palembang
Implementasi Kurikulum Merdeka Berbasis Lesson Study Bagi Guru UPT SMPN 4 Masamba
Implementasi Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan bagi pendidik dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efektivitas implementasi kurikulum ini adalah Lesson Study, yaitu model pembelajaran kolaboratif yang memungkinkan guru untuk merancang, mengimplementasikan, mengamati, dan merefleksikan praktik pembelajaran secara sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mendukung guru di UPT SMPN 4 Masamba dalam mengadopsi dan mengoptimalkan Kurikulum Merdeka melalui Lesson Study. Kegiatan PKM ini dilakukan dalam tiga tahap utama: (1) Edukasi mengenai konsep Kurikulum Merdeka dan praktik Lesson Study, (2) Lokakarya pengembangan modul ajar digital berbasis Lesson Study, dan (3) Penguatan literasi dan numerasi melalui implementasi Kurikulum Merdeka. Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap prinsip dan penerapan Kurikulum Merdeka serta bagaimana Lesson Study dapat digunakan sebagai strategi pembelajaran yang efektif. Lokakarya pengembangan modul ajar digital bertujuan untuk membantu guru dalam menyusun bahan ajar yang inovatif dan berbasis teknologi guna mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif. Sementara itu, penguatan literasi dan numerasi dilakukan dengan penerapan metode yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dasar siswa dalam membaca dan berhitung. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang serta melaksanakan pembelajaran berbasis Lesson Study sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Selain itu, guru juga lebih siap dalam memanfaatkan modul ajar digital untuk mendukung pembelajaran yang lebih efektif dan menarik. Penguatan literasi dan numerasi yang diterapkan dalam pembelajaran juga memberikan dampak positif terhadap keterampilan siswa. Dengan demikian, implementasi Kurikulum Merdeka berbasis Lesson Study dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di UPT SMPN 4 Masamba
Membangun Karir di Bidang Rekayasa Perangkat Lunak, Peluang, dan Tantangan Bagi Pemuda
Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan edukasi di SMK Dewantara 2 Kabupaten Bekasi. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang karir di dunia teknologi, khususnya di bidang rekayasa perangkat lunak, serta peluang dan tantangan yang dihadapi oleh pemuda dalam memasuki dunia kerja. Kegiatan ini diikuti oleh 58 peserta yang sebagian besar berasal dari jurusan teknologi informasi. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh informasi mengenai teknologi terkini, keterampilan yang dibutuhkan di dunia industri, serta berbagai peluang karir di bidang perangkat lunak. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 85% peserta merasa pemahaman mereka meningkat tentang karir di bidang ini, sementara 80% peserta memberikan tanggapan positif terhadap materi yang disampaikan. Program ini juga memberikan rekomendasi untuk mengadakan pelatihan lanjutan agar peserta dapat memperdalam keterampilan teknis mereka lebih lanjut. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan dapat mempersiapkan siswa untuk menghadapi dunia kerja yang kompetitif dan dinamis di sektor teknologi
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Pasar Pagi Panciro
Pasar Pagi Panciro merupakan salah satu pasar yang menjual kebutuhan pokok harian masyarakat seperti sayuran dan buah-buahan karena waktu beroperasinya yang singkat. Bila pasar sudah tutup tentunya akan meninggalkan limbah. Limbah pasar biasanya akan diangkut mobil menuju ke tempat pembuangan sampah. Melihat banyaknya limbah yang dihasilkan sayang rasanya kalau tidak diolah atau dimanfaatkan kembali. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat mengolah limbah pasar menjadi produk yang bernilai guna. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pengelolaan lingkungan dan cara mengolah limbah pasar menjadi POC. Kegiatan dilaksanakan di Desa Panciro Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa pada Agustus 2022. Kegiatan pengabdian ini melalui dua tahapan yaitu sosialisasi tentang perlunya mengelola lingkungan dengan baik dan demonsrasi pembuatan POC dari limbah pasar yang didapatkan dari Pasar Pagi Panciro. Kegiatan pengabdian mendapat sambutan baik dari masyarakat. Melalui kegiatan ini ilmu dan pengetahuan masyarakat bertambah dan mampu membuat POC secara mandiri