Journal of Community Development
Not a member yet
415 research outputs found
Sort by
Education Through Poster Media “Flu Is Not The Same as The Common Cold” For Patients at Azim Farma Pharmacy
Myths and misconceptions about flu and the common cold are widespread in society, including the assumptions that flu is the same as the common cold, that influenza vaccination causes illness, or that flu is only a mild illness. These myths are suspected to affect the ability to differentiate between the two illnesses. This counseling activity aims to provide education about the differences between influenza and the common cold, their appropriate management, and to correct misconceptions and myths circulating within the community.. The session was held on Sunday, November 30, 2025, from 10:30 AM to 12:30 PM WIB. The primary target of this counseling was patients at Azim Farma Pharmacy, with a target of 82 participants. The method of implementation was in the form of direct face-to-face interaction, providing education using poster media. The success indicator was measured by comparing pre-test and post-test scores. The results of the activity showed that before the education was given, the majority of respondents (34 respondents, 41.5%) were in the good knowledge category. After the education, the majority (64 respondents, 75.6%) were in the good knowledge category, indicating that the counseling participants were able to receive and understand the information and knowledge well. Statistical analysis using the Wilcoxon test on these results yielded a p-value = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference before and after the education. This shows that overall, the intervention can be considered successful in improving respondents' understanding of the difference between influenza and the common cold. This counseling has positive implications for health education and promotion efforts in increasing public awareness in differentiating and managing coughs and colds
Pemberdayaan Kader dan Komunitas untuk Pendampingan Pasien Tuberkulosis melalui Pendekatan Video Supervised Therapy
Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, dengan tantangan utama rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga tuntas. Program ini bertujuan memberdayakan kader dan komunitas IKABAYA melalui pendampingan berbasis Video Supervised Therapy (VST) menggunakan aplikasi Tebas TB untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pasien. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui lima tahapan, yaitu persiapan, sosialisasi, pelatihan dan instalasi aplikasi, implementasi pendampingan digital, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kepatuhan minum obat dari 60% menjadi 90%, penurunan angka putus obat, serta efisiensi kerja kader karena mampu memantau lebih banyak pasien tanpa harus melakukan kunjungan rumah setiap hari. Pasien juga melaporkan peningkatan motivasi dan rasa percaya diri karena mendapat dukungan sosial dari keluarga dan komunitas. Pembahasan menekankan pentingnya kombinasi teknologi digital dengan pendampingan psikososial untuk memastikan keberhasilan pengobatan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pendampingan berbasis VST mampu meningkatkan kepatuhan pasien, memperkuat peran kader, dan menciptakan lingkungan sosial yang lebih mendukung kesembuhan, sehingga berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan kasus TBC yang tinggi
Pemberdayaan Petani Kopi melalui Pemanfaatan Limbah Kulit Kopi menjadi Pupuk Organik Cair (POC) di Desa Klungkung-Jember
Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember merupakan salah satu sentra kopi rakyat yang menghasilkan limbah kulit kopi cukup melimpah. Selama ini, limbah hanya dibuang atau dibakar sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan petani dalam mengolah limbah kulit kopi basah maupun kering menjadi pupuk organik cair (POC) bernilai tambah, serta mendorong keberlanjutan usaha tani kopi yang ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan pada Mei – Desember 2025 dengan melibatkan 20 anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Santoso Lestrai. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan dalam proses produksi POC. Bahan pendukung yang digunakan dalam fermentasi antara lain mikroba starter, molase, dedak, kentang, dan serbuk telur. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta hingga 100%, dari kondisi awal yang belum mengenal Teknik pengolahan limbah kulit kopi menjadi POC. Produk POC yang dihasilkan mulai diaplikasikan pada lahan pertanian kopi dan tanaman hortikultura anggota kelompok. Dampak kegiatan ini terlihat pada aspek lingkungan (berkurangnya limbah kopi yang terbuang), ekonomi (efisiensi biaya pemupukan), serta sosial (peningkatan keterampilan dan partisipasi petani)
Pemberdayaan LKSA Muhammadiyah Al-Iman Wuluhan dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi melalui Program B2SA
The availability of diverse, nutritious, balanced, and safe food (B2SA) is a fundamental need, especially for children in child welfare institutions. This community service program aimed to enhance food security and economic self-sufficiency at Muhammadiyah Al-Iman Child Welfare Institution in Wuluhan through yard utilization and aquaponic-based food processing training. The program involved 25 participants, including 2 caregivers, 3 administrators, and 20 foster children. The activities included nutrition counseling, aquaponic cultivation training (catfish and water spinach), food processing training (catfish nuggets and water spinach sticks), and product marketing and branding management. Evaluation results showed a significant improvement in participants’ knowledge and skills, indicated by an increase in the average pre-test score from 40 to 80 in the post-test (100% improvement). The physical outputs included three drum-based aquaponic units, packaged value-added food products with labels, and simple promotional media. The program successfully improved nutritious food availability and generated additional income opportunities. Ongoing mentoring and collaboration with local government agencies ensure sustainability. This model is effective in strengthening both food security and economic resilience and has potential for replication in similar institutions
Dampak Investasi Pendidikan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Sumber Daya Manusia di Kota Makassar: Analisis Makroekonomi dan Implikasi Kebijakan
P
endidikan diakui secara universal sebagai investasi strategis dalam pembangunan ekonomi jangka panjang dan penentu utama kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Penelitian ini berfokus pada analisis dampak dan efektivitas investasi pendidikan di Kota Makassar, yang merupakan pusat pertumbuhan ekonomi vital di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Tujuan utama kajian ini adalah menganalisis kontribusi investasi pendidikan terhadap peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita dan dinamika Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta mengidentifikasi kesenjangan antara hasil pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan yang komprehensif dan analisis deskriptif makroekonomi, yang secara kausal mengaitkan prinsip-prinsip Teori Modal Manusia (Human Capital Theory) dan Teori Pertumbuhan Endogen (Endogenous Growth Theory) dengan data makroekonomi regional. Hasil analisis menunjukkan bahwa investasi pendidikan berkontribusi signifikan terhadap pencapaian IPM pada kategori "Sangat Tinggi" dan mendukung laju PDRB per kapita yang resilien pasca-pandemi. Namun, ditemukan tantangan mendasar terkait efektivitas dan relevansi investasi, yang ditunjukkan oleh kesenjangan kompetensi yang persisten, terutama pada sektor vokasi dan keterampilan digital yang dibutuhkan oleh industri strategis lokal seperti Makassar New Port. Analisis tingkat pengembalian investasi (Return on Investment/ROI) menegaskan pentingnya pengalokasian sumber daya yang lebih besar pada jenjang pendidikan tinggi dan vokasi berbasis keterampilan spesifik. Rekomendasi kebijakan diarahkan pada penguatan integrasi kurikulum (Outcome-Based Education), realokasi belanja daerah dari rutin ke belanja modal produktif, serta peningkatan kemitraan strategis dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) guna memastikan pertumbuhan ekonomi Makassar yang berkelanjutan dan inklusi
Pendampingan Perencanaan Karier Siswa/Siswi Kelas XII SMA Negeri Tanjung Batu Ogan Ilir
Perencanaan karier menjadi isu yang semakin urgen bagi siswa kelas XII sekolah menengah atas seiring dengan kompleksitas pilihan pendidikan lanjutan dan dinamika dunia kerja di era modern. Kurangnya pemahaman siswa terhadap potensi diri, informasi karier, serta arah masa depan seringkali menimbulkan kebingungan dalam pengambilan keputusan pasca-sekolah. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan manfaat program pendampingan perencanaan karier bagi siswa kelas XII SMA Negeri Tanjung Batu dalam meningkatkan kesiapan karier mereka. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif melalui kegiatan pendampingan yang bersifat interaktif dan partisipatif, dengan mengombinasikan ceramah, tanya jawab, serta diskusi klasikal dan individual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi selama pelaksanaan kegiatan, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan perencanaan karier membantu siswa meningkatkan pemahaman terhadap minat, bakat, nilai-nilai pribadi, dan keterampilan yang dimiliki, sehingga siswa memiliki arah dan keyakinan yang lebih jelas dalam menentukan pilihan pendidikan lanjutan maupun karier. Program ini memberikan kontribusi praktis dalam layanan bimbingan karier di sekolah dengan menegaskan pentingnya pendampingan terstruktur bagi siswa pada fase transisi pendidikan. Disimpulkan bahwa pendampingan perencanaan karier berperan penting dalam membekali siswa dengan kesiapan menghadapi masa depan, dan disarankan agar pengabdian selanjutnya mengembangkan instrumen evaluatif yang lebih sistematis untuk mengukur dampak jangka panjang program ini
Edukasi Mpasi Tepat Waktu dan Bergizi Seimbang Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Ibu
Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tepat waktu dan bergizi seimbang berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi, namun masih ditemukan rendahnya pengetahuan dan sikap ibu terkait praktik MPASI yang sesuai. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu terhadap pemberian MPASI berdasarkan usia dan kebutuhan gizi bayi. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukasi partisipatif dengan desain pre-experimental one group pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 di RT 05 Kampung Sanoba, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, dengan sasaran 30 ibu yang memiliki bayi usia MPASI. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan penggunaan media edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu, yang ditandai dengan meningkatnya kategori pengetahuan baik sebesar 43,3%. Selain itu, sikap positif ibu meningkat secara signifikan dari 13,3% menjadi 93,3% setelah diberikan edukasi. Edukasi partisipatif terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan membentuk sikap ibu yang lebih mendukung praktik pemberian MPASI. Kesimpulannya, kegiatan edukasi MPASI ini efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam mendukung praktik pemberian MPASI yang tepat serta tumbuh kembang bayi secara optimal
Integrasi Teknologi Growlight, Energi Surya, dan Live streaming dalam Peningkatan Produktivitas serta Daya Saing Usaha Budidaya Tanaman Hias
Perkembangan teknologi membuka peluang baru bagi pelaku usaha mikro dalam meningkatkan produktivitas dan jangkauan pasar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengkaji implementasi teknologi grow light berbasis energi surya serta pemanfaatan fitur live streaming sebagai strategi pemasaran digital pada usaha budidaya tanaman hias Platycerium di Kota Denpasar. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan fasilitas budidaya yang memengaruhi laju pertumbuhan tanaman, tingginya biaya operasional listrik, serta rendahnya kemampuan komunikasi pemasaran digital.Metode kegiatan dilakukan melalui pelatihan dan pemberian bantuan teknologi tepat guna kepada mitra. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi program, pengadaan dan instalasi grow light berbasis panel surya, pembuatan akun pemasaran digital, pelatihan pemanfaatan media sosial dan marketplace, pelatihan komunikasi bisnis melalui live streaming, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Indikator keberhasilan kegiatan diukur dari peningkatan jumlah produksi tanaman Platycerium serta peningkatan penjualan tanaman setelah penerapan teknologi dan strategi pemasaran digital.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pertumbuhan tanaman sebesar 25–30% dalam tiga bulan, penurunan biaya listrik melalui pemanfaatan energi surya, serta meningkatnya kemampuan mitra dalam memanfaatkan live streaming sebagai media promosi interaktif. Selain itu, kegiatan ini juga berdampak pada penyebarluasan informasi mengenai budidaya dan pemasaran tanaman Platycerium melalui platform digital, sehingga mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing usaha secara berkelanjutan
Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah untuk Mendukung Ekonomi Sirkular di Desa Haurwangi
Pengelolaan sampah di wilayah pedesaan masih menghadapi tantangan rendahnya literasi lingkungan, minimnya teknologi tepat guna, dan tidak adanya model bisnis sirkular yang berkelanjutan. Desa Haurwangi, Kabupaten Cianjur, merupakan salah satu wilayah dengan timbulan sampah tertinggi, yaitu 125,5 juta liter per tahun. Mitra program menghadapi permasalahan utama berupa rendahnya kapasitas pengelolaan sampah berbasis nilai ekonomi, keterbatasan teknologi produksi, serta belum adanya tata kelola usaha yang berkelanjutan, sehingga pengabdian ini menggunakan pendekatan pemberdayaan partisipatif berbasis teknologi tepat guna, penguatan kapasitas usaha, dan integrasi model ekonomi sirkular. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keberdayaan kelompok masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna berupa mesin peleleh plastik otomatis dan mesin press sampah organik, pengembangan produk eco enzyme, serta pelatihan manajemen dan digitalisasi usaha. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi keberdayaan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi mitra produktif sebesar 200–250%, peningkatan literasi digital sebesar 70%, peningkatan partisipasi masyarakat melalui pemilahan sampah rumah tangga (20 KK), serta munculnya unit usaha baru berbasis eco enzyme. Analisis kelayakan finansial menunjukkan ROI mencapai 197%, IRR 72%, payback period 6 bulan untuk mitra produktif, sedangkan SROI mitra sosial mencapai 4,11, yang berarti setiap Rp 1 investasi menghasilkan manfaat sosial Rp 4,1. Program ini terbukti meningkatkan level keberdayaan mitra dari 1,5–2 menjadi 2,8–3, serta menghadirkan model ekonomi sirkular yang dapat direplikasi di wilayah lain
Implementasi Pakan Wafer dengan Selenium Organik pada Domba Cross Merino Kelompok Ternak Sido Makmur Jember
Abstrak
Selenium (Se) merupakan mikro mineral penting yang sering ditambahkan dalam pakan ternak domba untuk meningkatkan efisiensi reproduksi. Selenium organik memiliki keunggulan karena dapat tersimpan dalam jaringan tubuh sehingga berperan lebih optimal dalam mendukung produktivitas ternak. Selain kandungan nutrisi, bentuk pakan juga memengaruhi efektivitas dan efisiensi pemberian pakan. Pakan dalam bentuk wafer memiliki kelebihan dalam kemudahan penanganan, penyimpanan, serta menjamin keseimbangan nutrisi sesuai komposisi pakan, sehingga dapat mengoptimalkan produktivitas ternak. Pemberian pakan wafer dengan penambahan selenium organik diharapkan mampu meningkatkan reproduktivitas induk domba Cross Merino sekaligus menurunkan tingkat mortalitas.Implementasi pakan wafer dengan selenium organik juga menjadi solusi dalam pemanfaatan bahan pakan lokal serta menjaga kualitas pakan agar dapat tersedia sepanjang tahun. Metode kegiatan pengabdian meliputi sosialisasi, pelatihan dan praktik, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peternak Kelompok Ternak Sido Makmur mengalami peningkatan pemahaman mengenai penggunaan selenium organik sebesar 0,2 mg/kg pakan yang diaplikasikan dalam bentuk pakan wafer menggunakan teknologi hydraulic press. Peningkatan pemahaman ini menjadi indikator keberhasilan kegiatan pengabdian. Dengan demikian, teknologi pakan wafer berbasis selenium organik berpotensi diterapkan secara berkelanjutan untuk menurunkan mortalitas ternak dan mendukung keberlanjutan usaha ternak domba di Kelompok Ternak Sido Makmur