Journal of Community Development
Not a member yet
415 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kesadartahuan Masyarakat Pesisir Semarang Tentang Sampah Dalam Menjaga Kelestarian Wilayah Pesisir dan Laut
Sampah merupakan salah satu masalah lingkungan yang dialami di berbagai kota di dunia. Apabila tidak dikelola dengan baik maka sampah akan menjadi masalah baik bagi pemerintah ataupun masyarakat. Kota Semarang sebagai salah satu kota pesisir di utara jawa menghasilkan kurang lebih 431, 534.65 Ton atau 1,182.29 Ton sampah setiap hari. Salah satu timbulan sampah yang ada di sekitar lingkungan masyarakat pasti bermuara di sekitar pesisir pantai. Dalam rangka meningkatkan kesadartahuan masyarakat mengenai sampah maka diadakan pengabdian masyarakat ini yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyakat masyarakat mengenai konsep Pengelolaan Sampah 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) dengan cara membuat ecobrick. Pengabdian ini dilaksanakan di kawasan pantai Mangunharjo Kecamatan Tugu kota Semarang melalui metode langsung terjun kepesisir dengan melaksanakan berbagai kegiatan diantaranya adalah Bersih pantai, pemilahan sampah serta pelatihan pembuatan ecobrick menggunakan sampah plastik anorganik. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai sampah dan pengelolaanya serta ecobrick cenderung meningkat secara signifikan. Persentase peserta meningkat dari tidak tahu yaitu 10 % menjadi sangat tahu 89% pada aspek pengetahuan mengenai sampah, tidak tahu 51% menjadi sangat tahu 85% pada pengetahuan tentang 3R, dan tidak tahu 80% menjadi sangat tahu 84% pada pengetahuan mengenai ecobrick
Pemberdayaan Majelis Taklim Melalui Edukasi Psikospiritual dalam Pengendalian Hipertensi dan Pencegahan Stroke
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas edukasi psikospiritual dan pelatihan keterampilan kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan, kemampuan pengukuran tekanan darah mandiri, serta praktik manajemen stres pada anggota majelis taklim sebagai upaya pengendalian hipertensi dan pencegahan stroke. Program ini mengintegrasikan edukasi tentang hipertensi dan pencegahan stroke, pelatihan pemeriksaan tekanan darah menggunakan tensimeter digital, serta intervensi psikospiritual berupa terapi dzikir dan latihan relaksasi otot progresif. Metode yang digunakan mencakup penyampaian materi, diskusi interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung oleh peserta. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada beberapa aspek kemampuan peserta. Pengetahuan tentang pengendalian hipertensi dan pencegahan stroke meningkat dari 40% menjadi 83% setelah edukasi diberikan. Keterampilan pengukuran tekanan darah secara mandiri mengalami peningkatan dari 30% menjadi 90%, menunjukkan kemampuan deteksi dini hipertensi yang lebih baik di tingkat individu. Selain itu, pemahaman dan praktik terapi dzikir serta relaksasi otot progresif meningkat dari 50% menjadi 87%, yang berkontribusi pada penurunan stres dan peningkatan kesejahteraan psikologis peserta. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi kesehatan berbasis psikospiritual efektif dalam meningkatkan kompetensi masyarakat dalam mengelola hipertensi dan mencegah stroke. Pendekatan ini juga mudah direplikasi di komunitas lain dengan penyesuaian konteks budaya dan nilai-nilai keagamaan setempat. Implementasi strategi ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan dalam manajemen kesehatan komunitas
Penyuluhan Kesehatan Seksualitas Reproduksi Remaja dan Layanan Pemeriksaan VCT Gratis Bagi Siswa SMPN 3 Palangka Raya
Tujuan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini berupaya meningkatkan literasi kesehatan reproduksi siswa melalui pelatihan edukatif dan interaktif di SMPN 11 Palangka Raya. Upaya ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa siswa memperoleh informasi yang benar, dapat dipertanggungjawabkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk pola pikir remaja agar lebih kritis dalam menyaring informasi terkait seksualitas di era digital. Metode kegiatan meliputi konsultasi dengan mitra, perizinan, persiapan media pendukung, pelaksanaan pelatihan, evaluasi, serta publikasi hasil kegiatan. Pelatihan menghadirkan Ketua PKBI Kota Palangka Raya sebagai fasilitator utama yang menyampaikan materi terkait pubertas, perilaku seksual berisiko, kesehatan organ reproduksi, dan pentingnya literasi seksual di era digital. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa sangat antusias dan aktif dalam diskusi, tanya jawab, serta kuis edukatif. Pihak sekolah dan peserta memberikan respons positif, menilai kegiatan sangat bermanfaat dan sesuai kebutuhan remaja. Pelaksanaan kegiatan juga didukung kolaborasi efektif antara SMPN 11 Palangka Raya dan PKBI Kota Palangka Raya. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan berjalan dengan baik dan berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai kesehatan reproduksi. Namun, kegiatan selanjutnya perlu dilengkapi dengan instrumen evaluasi seperti pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan secara lebih objektif. PKM ini diharapkan menjadi program berkelanjutan sehingga mampu memperkuat pemahaman remaja, mendorong keputusan yang lebih bijaksana, serta mencegah perilaku yang berisiko bagi perkembangan mereka di masa depan
Efektivitas Strategi Pelatihan Participatory Action Research (PAR) berbasis Corporate Social Responsibility (CSR)Terhadap Performa Hard Skill dan Soft Skill dalam Berwirausaha: Studi Kasus di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan
Penelitian ini mengkaji efektivitas strategi pelatihan berbasis Participatory Action Research (PAR) berbasis Corporate Social Responsibility (CSR) dalam meningkatkan Performa Hard Skill dan Soft Skill warga binaan perempuan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan. Isu utama yang dibahas adalah kurangnya keterampilan berwirausaha dan stigma negatif yang melekat sehingga mempersulit WBP untuk mendapatkan pekerjaan setelah masa pembebasan. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan PAR dengan siklus Perencanaan–Aksi– Observasi – Refleksi. Jumlah sampel terlibat sebanyak 93 responden warga binaan wanita. Program pelatihan dilakukan dengan melibatkan kolaborasi pendidikan tinggi, dunia industri, instansi pemerintahan dan mitra productive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan strategi pelatihan berbasis PAR melalui kolaborasi dengan beberapa mitra, dapat meningkatkan keterampilan hardskill dan softskill dalam berwirausaha. Temuan ini merekomendasikan potensi PAR sebagai strategi efektif untuk memberikan perubahan positif dan pengetahuan kepada warga binaan perempuan (WBP) yaitu dengan cara membekali WBP dengan kompetensi mandiri yang diperlukan untuk reintegrasi ke masyarakat secara sukses
Transformasi Pembelajaran Islam Moderat Melalui Virtual Reality di Pesantren
Penggunaan teknologi digital dalam pendidikan Islam menjadi semakin penting di era transformasi digital, khususnya dalam upaya memperkuat moderasi beragama di kalangan generasi muda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan pembelajaran Islam moderat berbasis Virtual Reality (VR) di Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum Sidoarjo. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, difusi ipteks, simulasi ipteks, serta advokasi dan pendampingan. Guru pesantren dibekali keterampilan pedagogis moderasi beragama sekaligus pelatihan teknis penggunaan VR, sedangkan santri dilibatkan dalam simulasi pembelajaran menggunakan konten VR berupa video 360 derajat tentang sejarah Islam damai, toleransi, dan kehidupan sosial yang plural. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pre-test dan post-test, serta kuesioner kepuasan. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan VR meningkatkan motivasi belajar, memperkuat pemahaman santri terhadap nilai Islam moderat, dan menumbuhkan literasi digital di lingkungan pesantren. Meski demikian, keterbatasan infrastruktur teknologi dan keterampilan digital guru menjadi tantangan utama dalam implementasi. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa konten VR, silabus integratif, dan panduan praktis penggunaan teknologi pembelajaran di pesantren. Dengan demikian, program ini memberikan kontribusi nyata dalam menghadirkan model pembelajaran Islam moderat yang inovatif, relevan dengan era digital, serta dapat direplikasi di lembaga pendidikan Islam lainnya
Optimalisasi Kebersihan Gigi dan Mulut pada Kegiatan Penyuluhan Interaktif di PG & TK ABA VI
Karies gigi pada anak usia dini tetap menjadi masalah kesehatan yang menonjol, terutama akibat rendahnya pengetahuan mengenai perilaku menjaga kebersihan gigi dan tingginya paparan makanan kariogenik. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penyuluhan kesehatan gigi di PG & TK ABA VI melalui pendekatan interaktif berbasis demonstrasi dan permainan edukatif. Metode penyuluhan meliputi ceramah interaktif menggunakan media poster, demonstrasi teknik menyikat gigi menggunakan phantom, aktivitas permainan tematik, serta evaluasi pre-test dan post-test. Sebanyak 25 anak terlibat sebagai responden. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator pengetahuan. Skor pengetahuan rata-rata meningkat dari 2.04 pada pre-test menjadi 4.20 pada post-test dengan selisih rerata 2.16 (p < 0.001). Peningkatan terbesar terlihat pada indikator waktu menyikat gigi dan pemilihan makanan sehat, dimana lebih dari 80% anak memberikan jawaban benar pada post-test. Selain itu, 22 anak mampu menirukan teknik menyikat gigi secara sistematis sesuai demonstrasi, menunjukkan kemampuan praktik yang lebih baik setelah intervensi. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan multi-metode yang melibatkan demonstrasi langsung, visual edukatif, dan permainan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus motivasi anak dalam menjaga kesehatan gigi. Intervensi semacam ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai strategi promotif-preventif guna menurunkan angka karies pada anak usia dini
Pemanfaatan Teknologi Silase Berbasis Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) di Kelompok Ternak Desa Glundengan
Produktivitas ternak ruminansia di Desa Glundengan seringkali terkendala oleh fluktuasi ketersediaan hijauan pakan, terutama saat memasuki musim kemarau panjang. Kondisi ini memaksa peternak bergantung pada pakan komersial yang mahal atau rumput lapangan dengan kualitas nutrisi rendah, sehingga menyebabkan tingginya biaya produksi dan penurunan performa ternak. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan kelompok ternak melalui penerapan teknologi silase berbasis Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA). Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan partisipasi aktif mitra dalam tahapan sosialisasi, penyuluhan, serta pelatihan teknis pembuatan silase menggunakan limbah pertanian lokal berupa tebon jagung dan jerami. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra yang signifikan sebesar 80% mengenai teknologi fermentasi pakan. Produk silase yang dihasilkan memenuhi standar kualitas fisik yang baik, ditandai dengan warna hijau kekuningan, aroma asam segar, tekstur padat, tidak berjamur, serta memiliki pH ideal 3,8–4,2. Implementasi teknologi ini terbukti efektif menjamin ketersediaan cadangan pakan sepanjang tahun dan mampu menekan biaya operasional pakan melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara mandiri dan berkelanjutan
Peningkatan Kesadaran dan Pencegahan HIV/AIDS Pada Masyarakat Desa Asei Kecil Kabupaten Jayapura
HIV/AIDS merupakan ancaman serius bagi Indonesia, dan apabila tidak ditangani dengan baik kondisi ini dapat menjadi bom waktu yang berpotensi merusak generasi di masa mendatang. Provinsi Papus merupakan salah satu daerah dengan jumlah kasus infeksi HIV tertinggi, dimana revalensi HIV di Papua 24 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Kegiatan pengabdian ini dilakukan berupa pemberian edukasi (pendidikan) kesehatan tentang HIV/AIDS, dengan metode pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan masyarakat tentang kesadaran pencegahan dan pencegahan HIV/AIDS setelah diberi edukasi tersebut. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 31 peserta. Hasil penelitian yang diperoleh adalah terjadi perubahan signifikan pada tingkat kesadaran masyarakat sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Berdasarkan hasil paired T-Test diperoleh p value 0,000 (<0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kesadaran dan pencegahan HIV/AIDS pada masyarakat Desa Asei Kecil Kabupaten Jayapura
Family Empowerment Pencegahan Stunting di Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya
Stunting tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan prevalensi di Kalimantan Tengah mencapai 22,1% pada tahun 2024, masih di atas standar WHO sebesar 20%. Implementasi program pencegahan stunting di tingkat lokal sering menghadapi kendala karena pendekatan top-down yang kurang melibatkan partisipasi aktif keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap keluarga serta memperkuat kapasitas kader posyandu dalam pencegahan stunting melalui pendekatan pemberdayaan keluarga di Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah sosialisasi partisipatif dengan desain evaluasi one-group pre-test post-test melibatkan 40 peserta (15 kader posyandu dan 25 anggota keluarga). Instrumen evaluasi mencakup kuesioner pengetahuan 20 soal, skala sikap Likert 10 pernyataan, dan formulir kepuasan. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test dan paired t-test (α=0,05). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan proporsi peserta berpengetahuan baik dari 20% menjadi 82,5% (p<0,001) dan sikap positif dari 45% menjadi 87,5% (p<0,001). Sebanyak 93,3% kader siap melanjutkan edukasi mandiri dengan tingkat kepuasan peserta mencapai 97,5%. Pendekatan pemberdayaan keluarga terbukti efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dan membangun keberlanjutan program pencegahan stunting berbasis komunitas
Pelatihan Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Era Digital Melalui Penerapan Model Project Based Learning Bagi Guru SMA di Kabupaten Belitung Timur
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memberikan pelatihan model Project-Based Learning (PjBL) kepada guru-guru Pendidikan Kewarganegaraan tingkat SMA di Kabupaten Belitung Timur. Program dilaksanakan dengan metode partisipatif yang melibatkan 50 guru PKn Tingkat SMA melalui tiga tahap utama, yakni; perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan terdiri dari identifikasi peserta, koordinasi, pemilihan lokasi, dan penyusunan materi. Tahap pelaksanaan dimulai dengan diskusi mengenai masalah pembelajaran di sekolah, penyampaian materi mengenai penerapan Project-Based Learning (PjBL) dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, serta sesi diskusi dan tanya jawab seputar integrasi teknologi dalam pembelajaran hingga pengembangan proyek yang relevan dengan isu kewarganegaraan di era digital. Pada sesi ini, dilaksanakan pula pendampingan secara intensif untuk membantu guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek pembelajaran di kelas. Pada tahap evaluasi, peserta diminta memberikan umpan balik untuk menilai efektivitas pelatihan dan pemantauan penerapan PjBL di sekolah. Hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bagi guru SMA di Kabupaten Belitung Timur berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan model Project-Based Learning (PjBL) pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di era digital. Peningkatan ini dicerminkan dari kemampuan guru dalam merancang proyek pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi, memfasilitasi diskusi dan kolaborasi siswa, serta mengembangkan instrumen penilaian yang sesuai dengan karakteristik PjBL. Pelatihan-pelatihan seperti ini sangat di perlukan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru, sehingga guru memiliki kemampuan dalam mengatasi berbagai kendala dalam pembelajaran dan senantiasa berinovasi untuk mendukung terciptanya suasana belajar yang lebih interaktif dan relevan dengan perkembangan zaman