352 research outputs found
Sort by
THE ROLE OF TONE FREQUENCY CHARACTERS FOR IDENTITY RECOGNITION
Speech sounds contain thousands of acoustical features. The linguistic acoustical features can be importantly used to recognize the identity of the speakers due to the fact that every person produces different sounds. This paper is descriptively aimed to investigate the role of tone frequency characters to recognize a speaker’s identity. In order to achieve the objective of this research, the researcher pictures the character of tone frequencies by using PRAAT 4.5.1.4. Supported by mathematical measurement, the writer will formulize the role of these features for identification of personal identity and describe the logical implication of this formulation
Analisis Kesalahan dan Metode Pengajaran Tiga Kata Bantu " De" (Studi Kasus Mahasiswa Angkatan 2009-2012 Jurusan Bahasa dan Budaya China Universitas Bunda Mulia Jakarta
Bahasa China merupakan salah satu bahaa asing yang sulit untuk dipelajari. Selain karena pelafalan, nada dan huruf, tata bahasa merupakan salah satu kesulitan tersendiri bagi para pelajar. Kata bantu dalam bahasa mandarin merupakan salah satu tata bahasa yang sulit dikuasai dalam belajar bahasa Mandarin. Dalam penelitian ini akan dibatasi kata bantu yang diteliti, yaiyu kata bantu: “de”.\ud
Dalam Bahasa China tiga kata bantu “de” tersebut memiliki peran yang penting dan fungsi yang berbeda. Meskipun dari segi penulisan aksara Han sangat berbeda, tetapi penggunaan tiga kata tersebut masih membuat pelajar bingung. Oleh karena itu penulis tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui sejauh mana tingkat penguasaan mahasiswa angkatan 2009-2012 Prodi Bahasa dan Budaya China Universitas Bunda Mulia terhadap tiga kata bantu “de” dan juga melihat cara pengajaran bagaimana yang dilakukan oleh para pengajar. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, pengamatan, penelitian kepustakaan dan penelitian eksperimental
Analisis Pengaruh Mata Kuliah "Entrepreneurship" dalam Mengubah Paradigma dari Profesional Menjadi Entrepreneur Mahasiswa Universitas Bunda Mulia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penguasaan materi mata kuliah Entrepreneurship dengan jiwa entrepreneur yang sukses pada mahasiswa Universitas Bunda Mulia. Mata kuliah Entrepreneurship ini merupakan salah satu mata kuliah yang sedang berkembang dan telah dipelajari oleh seluruh program studi yang ada di Universitas Bunda Mulia. Untuk mengetahui hubungan penguasaan materi mata kuliah Entrepreneurship dengan jiwa entrepreneur yang sukses, penulis melakukan penelitian kuantitatif. Data dihimpun dari studi kepustakaan dan pengambilan kuesioner dengan mengambil 186 responden dari seluruh mahasiswa aktif Universitas Bunda Mulia yang telah mengikuti mata kuliah Entrepreneurship. Data yang didapat lalu diolah dan dianalisa kembali oleh penulis.\ud
Dari data yang berhasil dikumpulkan penulis, diperoleh hasil bahwa mayoritas responden menguasai materi mata kuliah Entrepreneurship dan memiliki jiwa entrepreneur yang sukses serta hubungan penguasaan materi mata kuliah Entrepreneurship dengan jiwa entrepreneur yang sukses memiliki hubungan positif dan hubungan signifikan yang lemah.\ud
Dari hasil penelitian ini, penulis memberikan beberapa saran yang dapat digunakan sebagai rekomendasi dalam pengembangan mata kuliah Entrepreneurship, antara lain adalah penekanan yang lebih baik pada materi mengenai modal dan pengambilan risiko, mempertahankan faktor-faktor dalam penyampaian bisnis dan peningkatan prestasi bisnis yang sudah baik, memberikan tambahan dalam bentuk praktek, seminar dan pengembangan pada kurikulim Entrepreneurship. \u
Indikator Kinerja Utama, Aplikasi, Teknologi
Komunikasi bukan hanya sebagai proses, melainkan komunikasi sebagai pembangkit makna. Ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, setidaknya orang lain tersebut memahami pesan kita. Website Universitas Bunda Mulia ialah sebuah portal yang berisi berita actual, informasi dan artikel yang menginformasikan segala sesuatu hal yang berhubungan dengan kampus UBM. Namun sudahkah website ini dianggap efektif secara fisual dalam mewadahi segala bentuk informasi.\ud
Tipe penelitian yang digunakan adalah menggunakan tipe penelitian deskritif dengan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan analisa dan penelitian yang dilakukan yang mengacu pada teori, kaidah dsain website dan survey yang dilakukan maka desain portal UBM.comsudah mengikuti kaidah dan masih menjadi salah satu portal yang baik, tetapi dalam dunia internet publisher edukasi \u
Analisis Pengaruh Komunikasi Organisasi, Gaya Kepemimpinan, dan Konflik terhadap Kepuasan Kinerja di Suatu Organisasi
Penelitian ini ingin menganalisis tentang pengaruh komunikasi organisasi, gaya kepemimpinan, konflik terhadap kepuasan kerja di suatu organisasi. Organisasi berkaitan erat dengan sekelompok individu yang terstruktur dan sistematis. Individu di dalam organisasi ini sangat berperan penting dalam kelangsungan hidup suatu organisasi. Baik organisasi profit dan non-profit, kedua-dua organisasi ini harus sangat memperhatikan individu-individu atau sumber daya manusia yang ada di dalam organisasi tersebut. Dari penelitian-penelitian yang sebelumnya juga didapati bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara komunikasi organisasi, gaya kepemimpinan dan konflik terhadap kepuasan kerja
MANAJEMEN KONTEN BISNIS RETAIL DENGAN ANDROID MOBILE
Berkembang cepatnya bahasa pemrograman seperti Android, Java, VB.Net yang merupakan evolusi dari bahasa Java yang dikembangkan untuk mobile aplikasi, meningkatnya kebutuhan bisnis yang cenderung dinamis dan mudah digelajahi lewat perangkat bergerak seiring meningkatnya permintaan pasar. aplikasi mobile menjadi pilihan yang sangat tepat dengan dukungan perangkat keras dan lunak memadai. Bisnis retail yang merupakan yang bertahan ditengah perekonomian bangsa dan terus berkembang dengan banyak tumbuhnya franchise di seluruh pelosok negeri. penerapan aplikasi mobile Android 2.2 versi froyo memberikan kemudahan dalam pengolahan dan pengawasan transaksi setiap toko yang dimiliki peritel menengah sehingga lebih efektif dalam pengolahan toko.\ud
Perancangan dengan metodologi analisa dan desain berdasarkan model konseptual konten Manajemen secara arsitektur aplikasi yang dibangun, pada mobile aplikasi dengan bahasa pemrograman Android 2.2 dengan menggunakan UML (Unified Markup Language) untuk memodelkan rancangan sistem tersebut.\ud
Mobile aplikasi bisnis retail memberikan kemudahan dengan menampilkan data secara akurat berdasarkan sistem dengan integrasi basisdata toko, dilengakpi fitur penjualan perbarang, toko, laporan rekap penjualan dan pembelian
BRAND POSITIONING DAN PERCEPTUAL MAPPING UNIVERSITAS BUNDA MULIA, ATMA JAYA, BINUS, IBII, DAN UNTAR DENGAN METODE DISCRIMINANT ANALYSIS
Although universities are increasingly competing for accepting huge number of students, little has been written about the influence of cultural values on the brand positioning of university education brands. This study investigates the values of brand positioning for some private university education, and the factors the students use to gain information about universities. The purpose of this paper is to present a call to action for universities to practice what they preach in developing and communicating differentiated brands. The paper reviews some recent literature on university brand positioning strategy. Universities marketing managers should seek to clearly differentiate their offerings from the competition. The large amounts of expenditure on university marketing would be more efficiently used if the principles of brand management taught within them were applied properly. The public perception of a university's programs is often considered a primary factor in building the brand positioning of the respective institution. Maintaining a favorable brand positioning can have a significant impact when recruiting potential students, when soliciting corporate partners, and when facilitating development opportunities with alumni and key stakeholders. The study also aims to discuss how the attributes of university brands influence consumers' evaluations of brand positioning and the differences and competition among brands. A perceptual map, developed using probabilistic discriminant analysis algorithms, depicts the relative position of each brand and illustrates their attractive properties. This statistical technique can enhance managers' ability to identify promising brand positions and enhance the overall brand positioning design process. A brand's positioning is designed to develop a sustainable competitive advantage on product attribute(s) in the consumer's mind. Brand positioning has been defined as the act of designing the image of the firm's offering so that target customers understand and appreciate what the product stands for in relation to its competitors. Each brand within a set of competitive offerings is thought of as occupying a certain position in a customer's "perceptual space". Perceptual mapping refers generally to techniques used to represent and evaluate a brand’s positioning
Gambaran Budaya Organisasi (Organizational Culture)
Organisasi yang mau berkembang dan dewasa akan melakukan organizational assessment untuk kepentingan organisasinya. Salah satunya adalah dengan mengetahui apakah budaya organisasi yang disosialisasikan dan diinternalisasikan kepada sumber daya manusia dapat diterima sebagai budaya bersama. Robbins (2001) mendefinisikan budaya organisasi (organizational culture) sebagai suatu sistem makna bersama yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi tersebut dengan organisasi yang lain. Budaya tersebut pada akhirnya dapat mempengaruhi sikap dan perilaku karyawan terhadap rekan kerja, konsumen, ataupun individu lain yang terkait dalam organisasi. \ud
Penelitian ini merupakan organizational assessment pada PT. X yang mau mengembangkan organisasinya. Pihak organisasi ingin mengetahui apakah budaya yang ada sudah kondusif dan diinternalisasi dengan baik oleh karyawan atau pekerjanya. Untuk mengetahui budaya organisasi tersebut maka digunakan Organizational Culture Assessment Inventory (OCAI) yang dapat mengungkapkan budaya organisasi yang dirasakan karyawan saat ini dan harapan di masa yang akan datang. OCAI dikembangkan oleh Quinn & Cameron (1999) yang mengukur 4 budaya organisasi yaitu clan, adhocracy, market, dan hierarchy. Subjek pada penelitian ini adalah 52 karyawan sesuai kriteria penelitian yaitu telah bekerja lebih dari 1 tahun, sebanyak 52 orang. Hasil dari assessment ini mengindikasikan bahwa budaya organisasi yang dirasakan atau dipersepsi saat ini merupakan market (57.69%) dan budaya yang diharapkan organisasi ke depan adalah hierarchy (48.08%) diikuti dengan clan (32.69%), dimana karyawan atau pekerja menginginkan suasana yang lebih terstruktur, ada aturan yang jelas, dan lebih kekeluargaan ketimbang dengan suasana yang kompetitif.\u
ANALISIS SEKTOR UNGGULAN KABUPATEN SLEMAN TAHUN 2006 – 2011\ud
Sleman Regency is one regency in Province Yogyakarta Special Region that has the potential as a contributor for Yogyakarta Regional Gross Domestic Bruto and Indonesia Gross Domestic Product. This descriptive quantitative paper will discuss about what the base sectors in Sleman Regency so that worthy to be developed. Location quotation (LQ) method was used to calculate and explain the base sectors in Sleman Regency. The result obtained that base sectors in Sleman in 2010 and 2011 were processing industry, electricity, gas, and clean water, construction, trade, hotel, and restaurants, and financial sector, real estate, company service, and services. Development in these sectors was the impact of Merapi eruption last year that causes huge material losses
DAMPAK SOCIAL EXPECTATION AND PRODUCT SENSORIAL EXPERIENCE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRIA DALAM PRODUK PERAWATAN WAJAH
Health care for skin is no longer women's territory anymore, Nowadays, male care products market in the cleaning and skin care segments experiencing tremendous growth. On the basis of these, the authors are interested in studying the impact of male personal care product attributes against a buying decision. This study was conducted in Surabaya, the second biggest cities in Indonesia, where usually men are expected to have a good personal appearance. This research will use social expectation, and product sensorial as a dependent variable to influence the buying decision. From the result it can be conclude that even though the societies have an expectation for the men to perform good personal appearance, but the product sensorial still have dominant factor to influence the buying decision for man personal care products