352 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN JARINGAN LEMBAGA PENYEDIA DENGAN LEMBAGA REGULASI TERHADAP IMPLEMENTASI PP 20 TAHUN 2005
Implementasi alih teknologi sebagaimana diatur PP No 20 Tahun 2005 membutuhkan peran stakeholder yang terkait dalam sistem jaringan antara lembaga penyedia dengan lembaga regulasi. Kedua lembaga penyedia dan lembaga regulasi ini sangat penting untuk mendorong terjadinya proses alih teknologi yang diatur dalam PP 20 tahun 2005. Karena itu, perlu diketahui tingkat hubungan antara lembaga penyedia dengan lembaga regulasi tersebut. Untuk itu, perlu pengukuran kekuatan jaringan antara lembaga penyedia dengan lembaga regulasi Iptek terkait dengan implementasi PP 20 tahun 2005. Dari kajian ini akan dirumuskan beberapa strategi potensial yang dapat dilaksanakan untuk mendukung Penguatan Jaringan Lembaga Penyedia dengan Lembaga Regulasi Iptek Terkait dengan Implementasi PP No 20 Tahun 2005. Strategi potensial tersebut antara lain meningkatkan intensitas sosialisasi, kepada lembaga penyedia Iptek tentang keberadaan PP 20/2005 sehingga aktor dalam jaringan inovasi menyadari bahwa sudah ada peraturan legal yang mengatur tentang alih teknologi. Selain kepada lembaga penyedia, perlu juga dilakukan sosialisasi kepada pejabat pembuat keputusan (decision maker) di Lingkungan Lembaga Regulasi yang terkait, khususnya di Kementerian Keuangan, agar terjadi kesepemahaman terkait dengan substansi dari PP 20 Tahun 2005
PENENTUAN JUMLAH KEDATANGAN ARMADA OPTIMAL KRL COMMUTER LINE JALUR BEKASI – MANGGARAI UNTUK SKENARIO KENAIKAN JUMLAH PENUMPANG MENGGUNAKAN SIMULASI PROMODEL
KRL Commuter Line kini merupakan primadona baru dalam bidang transportasi darat bagi masyarakat Jabodetabek. Dengan ongkos yang relatif murah membuat angkutan ini menjadi pilihan utama penumpang di Jabodetabek. Pengelolaan dan penjadwalan KRL CL pun sangat diperlukan demi terciptanya kepuasan pelanggan yang setia menggunakan jasa angkutan ini dalam kesehariannya.\ud
Penelitian ini dibuat guna mengurangi antrian penumpang yang terdapat pada setiap stasiun. Dalam penelitian ini penulis melakukan penentuan jumlah kedatangan armada optimal untuk skenario kenaikan jumlah penumpang yang telah diasumsikan oleh penulis yaitu sebesar 25%, 50%, dan 75%. Skenario dibuat berdasarkan jumlah penumpang dari Bekasi sampai Manggarai yang didapat melalui observasi. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi lapangan dengan melakukan perhitungan jumlah kedatangan penumpang di setiap stasiun dan juga perhitungan jumlah penumpang turun di setiap stasiun. Model dibuat berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan diolah, dan disimulasikan pada masing-masing skenario sehingga diperoleh jumlah dan waktu antar kedatangan KRL yang sesuai. Pemilihan dilakukan berdasarkan jumlah penumpang yang terangkut dari masing-masing simulasi.\ud
Dari penelitian diperoleh hasil, untuk skenario 1 digunakan 12 kedatangan krl dengan headway sebesar 600 detik, skenario 2 digunakan 13 kedatangan krl dengan headway sebesar 540 detik dan untuk skenario 3 digunakan 14 kedatangan krl dengan headway sebesar 540 detik
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI WORKSHOP PEMBUATAN SPARE PARTS MESIN INDUSTRI DENGAN MENGGUNAKAN METODE KRITERIA INVESTASI
Perkembangan industri jasa merupakan ladang usaha dan bisnis yang cukup memberikan profit besar asalkan di bangun dan di jalankan dengan analisis dan strategi bisnis yang tepat. PT.X adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri jasa pembuatan spare parts mesin industri. Output yang dihasilkan oleh perusahaan ini adalah jasa reparasi dan pembuatan spare parts mesin industri seperti roll conveyor, shaft, gear, punch number, dan lain sebagainya sesuai permintaan customer. Seperti kebanyakan jasa reparasi lainnya, kegiatan utama dalam bisnis proses dilakukan pada sebuah bengkel reparasi atau biasa disebut dengan Workshop\ud
Penelitian ini membahas mengenai analisis kelayakan investasi Workshop yang dilakukan oleh PT.X. Investasi Workshop berupa pembelian mesin produksi seperti mesin bubut, mesin miling, surface grinding, universal tools, dan sebagainya. Metode yang digunakan ini adalah Kriteria Investasi, sebagai salah satu alat untuk menentukan kelayakan investasi yang telah dilakukan dari sisi financial. Prinsip kriteria investasi adalah menghitung nilai Net Present Value, Internal Rate of Return, Payback Period, dan Benefit Cost Ratio. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai NPV sebesar Rp 99,292,491, IRR sebesar 27.903%, PP selama 2 tahun 6 bulan, dan BCR sebesar 1.321 .\ud
Hasil Analisis diperoleh bahwa investasi workshop yang dilakukan PT.X berupa pembelian mesin produksi untuk menjalankan bisnis dinyatakan layak dilaksanakan dengan nilai NPV lebih besar dari 1 dan IRR lebih besar dari suku bunga yang dipakai (15%) dengan jangka waktu pengembalian modal (PP) lebih cepat dari umur investasi (5 tahun) dan nilai BCR lebih besar dari 1
Pengaruh Faktor-Faktor Anteseden Terhadap Loyalitas Pelanggan\ud Studi Empiris pada O! Lounge Mall of Indonesia\ud
Competitions in hospitality industry especially restaurants and cafe have attracted new comers in indonesia. With the arrival of new entrants, old players in food industries decided to create new themes for competitive edge. Currently a lot of customers comes into a restaurant or cafe looking for a comfortable place just to sit back or chillout and relax with friends or collagues. Following the development of customer needs, restaurants owners are trying to pampers their customers more, it makes services offered by restaurants and cafes changed from offering quality foods and drinks to also provide other values that make customers feel comfortable and want to come back again and become frequent customers who are loyal to the restaurants and cafes.\ud
The purpose of this study is to investigate the relationship that exist between service quality, perceived value, trust, habit, and reputation with the customer loyalty variables. This study used 200 responds from customer in O! Lounge. The restaurants that become the subject of this research is located in the area of Mall Of Indonesia, Kelapa Gading. The variables are measured using likert scale. The sampling technique used is non-probability technique which is convenience sampling with descriptive analysis. The regression analysis used to check the hypothesis that used in this research was multiple regression analysis. The result showed that there is a positive relationship between service quality with customer loyalty, customer perceived value with customer loyalty, and habits with customer loyalty. From the five variables that were associated with customer loyalty, two do not have positive relationship with customer loyalty. They are trust with customer loyalty and reputation with customer loyalty.\u
PENINGKATAN VALUE BALIHO DENGAN PENDEKATAN SHORT TERM MEMORY PADA BALIHO CALON BUPATI INDRAGIRI HILIR PROVINSI RIAU
Baliho is a thing or media of promotion which is very useful for giving information or activity that relates to public. Morever, baliho is also to commerce the new product even it is used to election like president election, governor and regent to introduce themselves and recognize self to attract public attention. Interesting baliho should have been ease to be remembered by pubic so memory is very important to be considered in baliho design especially short term memory has important function in remembering or memorizing. The purpose of this research is to know how much establishment of value baliho and improvement of short term memory which is used value engineering method. This research was conducted in desa sungai bela with 22 samples.\ud
The result of this research that uses value engineering counting was increased about 66,06 % and t-test show from daired. Sample shown the differences between old baliho design with the new design about 66,01% with avarage of differences about 1.3246 which is sig (0,000) < α (0.05). So it can be concluded that there is significant differenctial in new balliho design
PENDEKATAN METODE SIX SIGMA (DMAIC) UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PRODUK BONCABE DI CV KOBE & LINA FOOD
CV . Kobe & Lina Food is engaged in manufacturing food industry . Data processing is done to achieve continuous quality improvement towards the target of Six Sigma , which is using the methodology DMAIC ( Define Measure Analyze Improve Control ) . Characteristics of product weight has 84,100 DPMO to sigma level of 2.88 , and disability packaging process has 6,010 DPMO to sigma level of 4.01 . Known to cause defects largest packaging process due to setting the machine with a percentage of 27% of the total disability . The cause of the weight that is not standards-compliant due to the negligence of the operator . Fixes a problem with the method 5W - 2H . This method is carried out improvements to the working methods of inspectors and operators . Implementation and measurement re- sigma level , for weight of bonCabe sigmanya level to 4.30 . To improve the quality of the products the company needs to implement a Six Sigma program
PERAN VISUAL FIGUR KARTUN DI FABEL DALAM PENDIDIKAN KARAKTER ANAK-ANAK USIA DINI
Early childhood is the most important period of human life development. At this time, all the major instruments of human being formed such as emotional and intellectual intelligence. Some experts call this period as the golden age of development. Currently, according to data from UNICEF, the number of children under five years old in developing countries reached 200 million people, more than a third of them is estimated not able develops fully. This is because of poverty, poor nutrition, micronutrient deficiencies, and the learning environment does not provide enough responsive stimulation. Indonesian government also felt worried with the problem, so they made a character education program for children of early age. To clarify the criteria of character education, the government made a technical reference that can help schools in instilling the character education to their students. This technical reference can be translated independently either in written form or visually into the fairy tale books, exercise books, or book activities. With the rise of the representation of the characters is done through a cartoon figure in the form of fables, author wanted to examine the role of the visual in the fable cartoon figure used by school education
PENGARUH EKSPOR NON MIGAS DAN INVESTASI LANGSUNG NETTO TERHADAP PDB NON MIGAS
This paper measured the effect of export value from agricultural, mining, manufacturing and direct investment through the value of Indonesia’s non oil and gas Gross Domestic Product (GDP) from 2005 to 2013. By using ordinary least squre method, it showed that export from agricultural and minimg sector have significat effect to the value of non oil and gas Indonesia’s GDP. However export form manufacturing and direct investment didn’t show any significant effec
PEMBENTUKAN PERSEPSI WARNA PADA KONSUMEN (Studi Tentang Customer Service)
Komunikasi digunakan pada awal kehidupan di dunia untuk mengungkapkan kebutuhan organis. Komunikasi pada jaman dahulu juga mengunakan tanda – tanda dan juga perilaku yang rumit dan perilaku – perilaku yang masih primitive. Komunikasi Sekarang telah berkembang pesat namun masih banyak terjadi kesalahan dalam berkomunikasi yang biasanya disebut “miscommunication”.\ud
Komunikasi sering dilakukan oleh manusia untuk membagi pengetahuan dan juga pengalaman. Bentuk dari komunikasi itu dapat berupa bunyi, bentuk, berbicara secara lisan maupun tidak atau “gesture” maupun “broadcasting”. Komunikasi juga dapat berupa interaktif, transaktif, baik yang betujuan atau tak bertujuan.\ud
Liliweri (2007) menyatakan bahwa definisi komunikasi dapat memberikan ruang yang sama dalam hal penempatan komunikasi sebagai berita atau gagasan yang secara positif menghadirkan pertukaran makna secara simbolik. Komunikasi dewasa ini menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien dengan kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Komunikasi juga erat kaitanya dengan pemberian makna dalam suatu simbol, karena mampu menarik presepsi seseorang sehingga dapat mengkonstruksi suatu suatu simbol. pemahaman seseorang akan suatu simbol tergantung bagimana orang tersebut memahami pemakaian simbol tersebut dimana simbol itu ditempatkan.\ud
BNET Business Dictionary (2008) Teknologi memuat publikasi yang menyatakan bahwa komunikasi adalah sistem elektronik yang digunakan untuk berkomunikasi antar individu atau kelompok orang. Teknologi komunikasi menfasilitasi komunikasi antar individu atau kelompok orang yang tidak bertemu secara fisik di lokasi yang sama. Teknologi komunikasi dapat berupa telepon, telex, fax, radio, televisi, audio video, data electronic interchange, dan e-mail
ANALISA PENJADWALAN WAKTU DENGAN METODE JALUR KRITIS DAN PERT PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUKO (JL. PASAR LAMA NO.20, GLODOK)
Keterlambatan penyelesaian proyek merupakan masalah yang sering muncul dan berdampak pada keseluruhan pekerjaan proyek. Untuk mengantisipasi keterlambatan tersebut, maka dilakukan dengan beberapa alat pengendalian. Alat-alat yang digunakan adalah metode Jalur Kritis (Critical Path Method), PERT (Program Evaluation and Review Tecnique), Crashing Project dan Diagram Tulang Ikan. Metode Jalur Kritis dan PERT dilakukan untuk mendapatkan gambaran bagaimana jika proyek dilakukan pengendalian dengan kedua alat tersebut. Crashing project dilakukan untuk melihat besaran biaya jika kegiatan proyek mengalami keterlambatan serta dilakukan analisa faktor-faktor penyebab keterlambatan itu sendiri. Hasil dari Metode Jalur kritis dan PERT yaitu terdapat keterlambatan penyelesaian proyek. Hasil dari Crashing Project adalah berupa pertukaran waktu dan biaya serta terdapat faktor-faktor penyebab keterlambatan yang terdiri dari manusia, material, metode, mesin dan lingkungan. Penyelesaian proyek dengan Metode Jalur Kritis memakan waktu 196 hari kerja, penyelesaian dengan PERT juga diperoleh hasil yang sama yaitu 196 hari dengan probabilitas selesai sebesar 61%, serta probabilitas terselesaikan 99% jatuh pada hari ke-209. Pengolahan dengan Crashing Project terdapat pemangkasan durasi pekerjaan sebanyak 16 hari dengan peningkatan biaya sebesar Rp 20.260.000 , serta pengolahan dengan Diagram Tulang Ikan terdapat faktor penyebab keterlambatan terbesar adalah minimnya pengawasan dari pihak perusahaan