Jurnal Edu Aksara
Not a member yet
    60 research outputs found

    Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching pada Materi Tekanan Zat dalam Kehidupan Sehari-Hari untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Peserta Didik Kelas VIII D MTsN 15 Jombang Tahun Pelajaran 2020/2021

    Get PDF
    Ilmu pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala melalui serangkaian proses yang dikenal dengan proses ilmiah yang dibangun atas dasar sikap ilmiah dan hasilnya terwujud sebagai produk ilmiah yang tersusun atas tiga komponen terpenting berupa konsep, prinsip, dan teori yang berlaku secara universal. Berdasarkan hasil observasi pelajaran IPA pada bab sebelumnya, bahwa nilai siswa kelas VIII D di MTsN 15 Jombang masih rendah sehingga perlu adanya upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Berkenaan dengan itu, perlu dilakukan suatu perubahan dalam proses belajar mengajar IPA terutama dalam bab tekanan zat yang menekankan peran aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat digunakan adalah dengan menerapkan model pembelajaran IPA Quantum Teaching. Quantum Teaching sebuah model pembelajaran yang mengizinkan pendidik untuk memahami perbedaan gaya belajar peserta didik dalam kelas. PTK ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Quantum Teaching dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas VIII D MTsN 15 Jombang. Berdasarkan penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Quantum Teaching dapat meningkatkan hasil belajar IPA peserta didik kelas VIII D MTsN 15 Jombang Tahun Pelajaran 2020/202

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PPKN SISWA KELAS VIII SMP IT TAHFIDZIL QUR’AN TULUNGAGUNG PADA MATERI UPAYA PEMBERANTASAN KORUPSI MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING

    Get PDF
    Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPPKn) dinilai siswa kelas VIII SMP IT Tahfidzil Qur’an Tulungagung pelajaran membosankan, membuat jenuh, karena mata pelajaran ini terkesan hafalan dan teoritik, apalagi dalam penyampaianya kurang varisasi sehingga siswa kurang paham dan hasil belajar siswa menurun rata-rata dibawah kreteria Ketuntasan Minimal (KKM). Oleh karena itu diperlukan metode pembelajaran yang mampu mengubah stigma buruk yang dianggap siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam  materi  upaya pemberantasan korupsi pada mata pelajaran PPKn kelas VIII SMP IT Tahfidzil Qur’an Tulungagung. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa diatas, ada beberapa temuan dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu: skor rata- rata aktivitas siswa yang relevan dengan pembelajaran PPKn sebesar 85,24%; Skor rata- rata aktivitas siswa yang kurang relevan dengan pembelajaran PPKn hanya sebesar 12,35%. Skor rerata pemahaman siswa tentang masalah korupsi sebesar 92,59% dan ketuntasan belajar sebesar 92,59%. Dari temuan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran PPKn pada materi pemberantasan Korupsi Siswa kelas VIII SMP IT Tahfidzil Qur’an Tulungagung dan menjadikan siswa aktif dalam kegiatan belajar mengajar

    Upaya Pengembangan Budaya Religius Sekolah di MI Sabilul Muttaqin Mojosari Mojokerto

    Get PDF
    Banyaknya kasus kriminalisasi dikalangan pelajar dapat dijadikan indikator semakin merosotnya moral dan akhlak generasi muda Indonesia. Berbagai upaya perlu dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat untuk mengatasi masalah tersebut. salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan pengembangan budaya religius di sekolah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui wujud budaya religius yang ada di MI Sabilul Muttaqin Mojosari Mojokerto beserta dengan strategi yang dilakukan untuk mengembangkan budaya religius tersebut. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah menggunakan penelitian kualitatif yang jenisnya fenomenologi. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah wujud budaya religius sekolah meliputi pembinaan baca tulis al-Qur’an, shalat Duha, muhadharah, dan istighasah. Strategi pengembangan budaya religius di lembaga pendidikan dilakukan melalui: (1) power strategy  (2) persuasive strategy (3) normative educative

    Pengaruh Penerapan Laboratorium Virtual Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IX E MTS Negeri 11 Jombang Tahun Pelajaran 2020/2021 Pada Materi Listrik Dinamis

    Get PDF
    Proses pendidikan dengan tatap muka tanpa protokoler terindikasi penularan Covid-19 oleh karena itu dilakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Pada kenyataan penerapan pembelajaran daring menemui beberapa kendala teknis seperti kendala jaringan dan kepemilikan perangkat teknologi. Pada aktivitas pembelajaran pun terdapat beberapa hambatan di antaranya interaksi guru dan peserta didik yang terbatas sehingga berpengaruh pada hasil belajar siswa, penguatan karakter, dan kegiatan praktikum yang dilakukan peserta didik. Pembelajaran fisika tidak akan terpisahkan dari kegiatan praktikum. Selain itu, dalam pembelajaran fisika menuntut banyak dilakukan eksperimen agar pembelajaran konsep dalam diri siswa menjadi kuat dan tahan lama. Tetapi tidak semua konsep fisika dapat dieksperimenkan secara nyata di laboratorium karena keterbatasan sarana dan juga konsep fisika yang bersifat abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan. Pada penelitian ini terdapat dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari dua kali pertemuan. Subyek penelitian ini adalah peserta didik di kelas IX E MTs Negeri 11 Jombang pada tahun pelajaran 2020/2021. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan penggunaan media pembelajaran sebagai bahan literasi dalam pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik. Pada siklus I ketuntasan pembelajaran belum mencapai keberhasilan sedangkan pada siklus II telah mencapai indikator keberhasilan yang telah di tetapkan pada PTK. Penggunaan media virtual laboratorium dapat membantu peserta didik dalam berliterasi mengenai listrik dinamis. Aktivitas literasi yang dilakukan dapat berpengaruh dalam penguasaan konsep peserta didik sehingga berdampak pada ketuntasan belajar

    Penerapan Model Pembelajaran Problem-Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika pada Materi Aritmetika Sosial Peserta Didik Kelas VII-B MTsN 9 Jombang Tahun Pelajaran 2021/2022

    Get PDF
    Matematika merupakan ilmu yang bersifat universal yang menjadi dasar perkembangan berbagai teknologi modern, berperan penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Berdasarkan hasil pengamatan pada topik sebelumnya menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik peserta didik Kelas VII-B MTsN 9 Jombang banyak yang belum belum mencapai target KKM, baik secara individu maupun klasikal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik melalui penerapan model pembelajaran problem-based learning pada materi aritmetika sosial. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian yaitu peserta didik kelas VII-B MTsN 9 Jombang Tahun Pelajaran 2021/2022 yang terdiri dari 32 peserta didik. Instrumen pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu tes, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan simpulan data. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran problem-based learning dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada materi aritmetika sosial peserta didik kelas VII-B MTsN 9 Jombang tahun pelajaran 2021/2022 yaitu sebesar 71 pada siklus I dan naik menjadi 74 pada siklus II.  Selain itu juga terjadi peningkatan ketuntasan belajar secara klasikal dari 63% pada siklus I menjadi 88% pada siklus II atau mengalami peningkatan sebesar 25%. Model pembelajaran problem-based learning sangat tepat untuk pembelajaran matematika. Model pembelajaran ini mendorong peserta didik untuk terlibat secara aktif dan kreatif dalam pembelajaran serta membangun pengetahuan peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan pada persoalan pembelajaran di dalam kelas. Problem-based learning juga dapat membantu peserta didik menghubungkan materi yang dipelajari di sekolah dengan permasalahan di kehidupan nyata yang tentunya berpengaruh pada hasil belajar peserta didik

    Konsep Pendidikan Demokrasi Perspektif Islam: Upaya Mendidik Generasi Menjadi Moderat dan Madani

    Get PDF
    Politik yang diusung oleh Islam Ahlu as-Sunnah wa al-Jamaah (Aswaja) berprinsip (1) at-tawasuth (moderat, tengah-tengah) atau tak ekstrem, tak anti konsep bernegara memilih asas teokrasi (ketuhanan), aristokrasi (kerajaan), demokrasi (kerakyatan), atau lainnya. Kata kuncinya memenuhi aspek syura (musyawarah), al-’adl (keadilan), al-musawah (kesetaraan derajat), dan al-hurriyyah (kebebasan) dengan menjaga 5 prinsip asas manusia (al-usul al-khamsah): menjaga jiwa (hifdzu an-nafs), agama (hifdzu ad-din), harta benda (hifdzu al-mal), identitas asal-usul/keturunan (hifdzu an-nasl), dan harga diri/kehormatan (hifdzu al-‘irdh), (2) at-tawazun; seimbang dalam penerapan kaidah, teks, rasio, dan realitas, (3) al-i’tidal (tegak lurus) atau tak mudah terprovokasi, dan (4) at-tasamuh (menjunjung tinggi sikap toleran). Realisasi prinsip tersebut pada hakikatnya merupakan inti ajaran Islam dalam kehidupan, termasuk berpolitik. Bila terealisasi, tidak perlu memaksakan diri dalam bentuk simbolisasi ’berwarna’ kearab-araban atau kebarat-baratan. Negeri ini kaya dengan simbol, sehingga ragam simbol untuk diayomi negara yang merupakan esensi negara Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan itu anugerah Ilahi, kehendak Ilahi, sehingga saling menghormati di tengah perbedaan. Mengeratkan perbedaan untuk saling mengenal dan memahami sehingga saling menolong berbekal perilaku bijaksana. Hal ini menjadi titik tekan dari pendidikan demokrasi perspektif Islam

    Kebijakan Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

    Get PDF
    Artikel ini merupakan artikel berbasis kajian literatur yang bertujuan membahas kebijakan apa saja yang mengatur hak anak berkebutuhan khusus untuk mendapatkan pendidikan dari lingkungan di sekitarnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif serta teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian diketahui bahwa ada banyak Undang-undang dan Peraturan Pemerintah yang mengatur kebijakan hak anak berkebutuhan khusus untuk mendapatkan pendidikan di Indonesia. Hal tersebut diatur dalam Undang-undang No 20 Tahun 2003 mengenai pendidikan khusus. Undang-undang No 70 tahun 2009 pasal 3 ayat 1:peserta didik yang berhak mengikuti pendidikan secara inklusif pada satuan pendidikan. Undang-undang No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

    Model Baru Lembaga Pendidikan Islam

    Get PDF
    Pendidikan Nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Untuk mencapai tujuan mulia tersebut diperlukan strategi dan inovasi yang mantap baik dari Lembaga Pendidikan, program Pendidikan maupun kurikulumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Lembaga Islam model baru yang ada di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa model baru lembaga pendidikan Islam di Indonesia di antaranya, Sekolah Islam terpadu, Muhammadiyah Boarding School, Pesantren sains, Pesantren modern. Di samping lembaga-lembaga model baru sebagaimana tersebut, tentunya masih ada lagi model baru lembaga pendidikan Islam, baik yang konsentrasi pada alam, informasi teknologi, maupun yang lain. Keberadaan lembaga pendidikan Islam model baru tersebut, diharapkan menjadi referensi bagi masyarakat yang membutuhkan pendidikan Islam sesuai dengan kekhasannya masing-masing

    Moral Mahasiswa dalam Menyikapi Ketidakjujuran Akademik Analisis Emile Durkheim

    Get PDF
    Pada penelitian ini mahasiswa sebagai objek, dikarenakan menegakkan kaidah moralitas dalam ruanglingkup mahasiswa sangat diperlukan untuk kesenjangan akademik menjadi lebih baik lagi. Dengan diketahuinya moralitas yang ada, akan membuat para akademisi untuk mengkaji ulang sampai sejauh mana pola pendidikan ini diterapkan. Jika kurang baik akan direvisi kembali, jika sudah baik akan lebih ditingkatkan lagi. Dengan menggunakan teknik analisis teori dari Emile Durkheim dan  metode pengambilan data dengan menyebarkan formulir online ke setiap pengguna sosial media dengan harapan sudah mencakup batasan batasan yang ditentukan pada pengambilan data. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini, bahwa masih ada banyak mahasiswa yang menegakkan kaidah moralitas akademis dengan bertindak jujur dan adil dalam setiap urusan akademik. Masih ada juga mahasiswa yang belum sepenuhnya menerapkan kaidah moralitas namun tidak banyak

    Meningkatkan Kemampuan Berbicara Dalam Bahasa Inggris Peserta Didik Kelas VII B MTsN 17 Jombang Melalui Model Pembelajaran Talking Stick

    Get PDF
    Pembelajaran merupakan suatu proses yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan pemikiran maupun perilaku yang lebih baik, sebagai hasil dari pengalaman individu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan sebelum dilakukan siklus penelitian (pra siklus), banyak ditemukan masalah berupa kesulitan peserta didik dalam berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Berdasarkan hasil tes kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris pada bab sebelumnya nilai rerata peserta didik yaitu sebesar 55 dengan peserta didik yang tuntas sebanyak 15 orang atau sebesar 47%. Salah satu model pembelajaran yang dicoba untuk diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan berbicara peserta didik adalah model pembelajaran Talking Stick. Model pembelajaran Talking Stick merupakan sebuah model belajar yang mana dalam pengaplikasiannya nanti peserta didik akan mempergunakan tongkat dalam kegiatannya. Hal yang pertama kali guru lakukan adalah mengambil tongkat dan memberikannya kepada peserta didik, setelah itu pendidik memberikan sebuah pertanyaan dan peserta didik yang memegang tongkat mesti menjawab pertanyaan dari gurunya tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Waktu yang digunakan untuk setiap siklus adalah 2 kali pertemuan dengan 2 kali pertemuan penyajian materi dan pada akhir pertemuan kedua diadakan evaluasi siklus. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang kemampuan berbicara peserta didik melalui penerapan penerapan model pembelajaran Talking Stick di kelas VII B MTsN 17 Jombang dapat diketahui bahwa kemampuan berbicara Bahasa Inggris peserta didik pada Siklus II mendapatkan nilai rata-rata 80 atau sudah mencapai rata-rata diatas KKM dan dikategorikan cukup baik. Begitu juga ketuntasan klasikalnya sudah mencapai 84% dan diatas kriteria keberhasilan yang telah ditetapka

    58

    full texts

    60

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Edu Aksara
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇