Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
    1530 research outputs found

    Koreografi dan Ekspresi Gangguan Mental: Skizofrenia dalam Tari Kontemporer Bisikan Buku Usang

    Get PDF
    Penelitian ini membahas bagaimana gangguan skizofrenia, khususnya gejala halusinasi dan delusi, dapat diekspresikan melalui karya tari kontemporer berjudul Bisikan Buku Usang. Karya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sosial dan empati terhadap penderita skizofrenia, yang seringkali dipandang sebagai fenomena sosial yang kompleks dan kurang dipahami. Melalui kombinasi gerak tari modern seperti Vouge, Wacking, Tutting, Krumping, dan Hip-Hop, karya ini menyajikan interpretasi artistik dari pengalaman mental dan emosional yang dialami oleh penderita skizofrenia. Proses penciptaan karya ini melibatkan eksplorasi intensif terhadap gerak tubuh yang mampu merepresentasikan kondisi psikis pengidap skizofrenia, terutama dalam menghadapi distorsi realitas. Musik dengan genre creepy dan tata pencahayaan yang dramatis digunakan untuk memperkuat suasana dan memperjelas ekspresi yang dihasilkan. Karya Bisikan Buku Usang tidak hanya berfungsi sebagai medium artistik, tetapi juga sebagai alat komunikasi yang efektif untuk menyampaikan kompleksitas kehidupan penderita skizofrenia kepada masyarakat luas. Dengan demikian, karya ini diharapkan dapat membuka wacana baru dalam memahami dan mendukung individu dengan gangguan mental melalui seni pertunjuka

    Dramaturgi Pertunjukan Tari Negeri Budaya Latah Koreografer Deslenda

    Get PDF
    Artikel dengan judul “Konsep Dramaturgi dalam Pertunjukan Tari Negeri Budaya Latah, Koreografer Deslenda” secara eksplisit merupakan usaha peneliti di dalam menjawab berbagai pertannyaan terkait bentuk karya tari yang digarap oleh Deslenda, terlihat berbeda dengan karya beberapa koreografer Sumatera Barat di masanya, sebut saja Gusmiati Suid, Boy G Sakti, Hartati, Indra Yudha, Syaiful Erman, Susas Rita Loravianti (sekadar menyebut beberapa nama).  Hal yang membedakan terletak pada kemampuan Deslenda di dalam  meletakkan unsur teaterikal  pada karya tarinya, sehingga secara visual bentuk yang diusung tidak lagi bentuk tari yang  konvensional, tetapi Deslenda berupaya untuk keluar dari zona nyaman untuk menemukan bentuk tari kontemporer yang anti mainstream. Kecenderungan unsur teaterikal di dalam karya Deslenda, apakah dipengaruhi oleh latar belakang suaminya Hardian Radjab (alm), atau justru hal tersebut lahir sebagai bentuk perenungan sehingga melahirkan bentuk dramaturgi pertunjukan tari yang estetik dan artistik.    Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang konsep galuik dalam pertunjukan Tari Negeri Budaya Latah karya Deslenda dan menganalisis tentang kencendrungan Deslenda selaku seniman sekaligus koreografer, dalam mencipta karya tari dengan menggunakan unsur teaterikal pada tari Negeri Budaya Latah. Metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif berpusat pada data wawancara dan dokumentasi. Temuan dari penelitian ini adalah Galuik sebagai konsep dramaturgi dalam proses kreatif yang dilakukan oleh Deslenda, terutama dalam penggarapan karya tari kontemporer Negeri Budaya Latah.

    Pendampingan Media Pembelajaran Realistik dan Menyenangkan bagi Guru SDN Balerejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan

    Get PDF
    Media pembelajaran merupakan perantara bagi para guru untuk mengembangkan kreativitas dalam materi pembelajaran yang realistik dan menyenangkan. Berpandangan sisi dari guru harus mampu memilah dan memilih media pembelajaran yang cocok dan cocok dalam tujuan pembelajaran. Adapun pemilihan media pembelajaran sebelum dipergunakan harus memenuhi kriteria yang diperhatikan guru sehingga pemilihan tepat sasaran kepada siswa dan mampu menyampaikan pembelajaran secara baik dan berhasil memberikan pemahaman sehingga menghasilkan prestasi belajar yang unggul di sekolah. Adapun media Pembelajaran yang dibuat berjumlah tiga yaitu ular tangga pembelajaran yang digunakan untuk mata pelajaran matematika, monopoli pembelajaran yang digunakan untuk mata pelajaran tematik, dan yang terakhir adalah peredaran darah yang digunakan untuk mata pelajaran IPA. Pelaksanaan metode kegiatan ini ialah wawancara dan diskusi bersama dengan para guru pada tahap perencanaan dan sosialisasi. Adanya media pembelajaran siswa bisa melihat, melakukan dan merasakan pelajaran sebagaimana media yang digunakan dalam pembelajaran

    Irama Tragika dalam Naskah Raja Lear karya William Shakespeare

    Get PDF
    This tragic rhythm research aims to explore the strategic tragedy and the characteristic Shakespearean Tragedy in William Shakespeare's King Lear. The material object in this study is the King Lear by William Shakespeare translated by Trisno Sumardjo, while the formal object used is Fergusson's Tragic Rhythm theory. The research method used is a qualitative method with data collection techniques, text studies and literature studies. The results achieved in this study are the characteristics of Shakespearean Tragedy in King Lear's consisting of the fall of the king, the omnipotence of destiny and characters who have tragic defects. Meanwhile, the tragic rhythm is found in three stages, the stage of King Lear's obsession, the stage where King Lear encounters obstacles and the stage when King Lear realizes his mistake.AbstrakPenelitian irama tragika ini bertujuan untuk menelusuri strategi tragedi dan karakteristik shakespearean tragedy dalam naskah Raja Lear karya William Shakespeare. Objek material dalam penelitian ini adalah naskah Raja Lear karya William Shakespeare terjemahan Trisno Sumardjo, sedangkan objek formal yang digunakan adalah teori Irama Tragika Fergusson. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data, yaitu studi teks dan studi pustaka. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini adalah karakteristik Shakespearean Tragedy dalam naskah Raja Lear terdiri dari kejatuhan raja, kemahakuasaan takdir dan tokoh yang memiliki cacat tragis. Sedangkan irama tragika ditemukan dalam tiga tahapan, yaitu tahap obsesi Raja Lear, tahap Raja Lear mendapatkan hambatan dan tahap Raja Lear menyadari kesalahannya

    INDUSTRI KREATIF BATOK KELAPA SEBAGAI PENUNJANG EKOMONI MASYARAKAT

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan sumber daya alam sebagai bahan baku penciptaan produk kerajinan ramah lingkungan (ramah lingkungan). Potensi alam di lingkungan Lubuk Malako, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, merupakan sumber daya alam dari pohon kelapa yang tumbuh subur di daerah tersebut. Sumber daya alam ini merupakan modal dasar untuk pembukaan dan pengembangan industri kreatif, khususnya usaha kerajinan rakyat. Masyarakat di kawasan tersebut mengolah batok kelapa dengan teknik kolase dan akar kayu menjadikan produk kerajinan sebagai sumber ekonomi. Ketersediaan alam yang melimpah sumberdaya berpotensi menjadi industri kerajinan kreatif yang berkelanjutan karena pemanfaatannya bahan yang mudah ditemukan dan terbarukan. Produk yang dihasilkan bersifat fungsional dan barang-barang dekoratif dan produk souvenir untuk mendukung pariwisata di kabupaten Solok Selatan, yaitu terkenal dengan kawasan Seribu Rumah Gadang dan Rumah Gadang Panjang. Memanfaatkan alam potensi yang dimiliki dapat meningkatkan kemampuan warga untuk menciptakan ekonomi kreatif yang mampu menyediakan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat di bidang sosial dan ekonomi. Kata kunci: Ekonomi, Industri Kreatif, Pohon Kelapa This study aims to examine and describe the utilization of natural resources as raw materials for creating environmentally friendly craft products. The research focuses on the natural potential of Lubuk Malako, a district in Solok Selatan, West Sumatra. The area is blessed with abundant coconut trees, which serve as a valuable natural resource for opening and developing creative industries, particularly in the field of craft businesses. The local community in this region employs the collage technique using coconut shells and wood roots to produce handicraft products, which serve as an economic resource. The availability of these natural resources in large quantities has the potential to foster a sustainable creative craft industry due to the ease of sourcing materials and their renewable nature. The resulting products range from functional and decorative items to souvenir products, supporting tourism in Solok Selatan district. This region is renowned for its Seribu Rumah Gadang and Rumah Gadang Panjang, adding to the significance of these craft products. By harnessing the natural potential of the area, the study aims to enhance the citizens' ability to foster a creative economy, thereby bringing direct social and economic benefits to their lives

    Cintaku Jauh di Pulau Karya F.X Soetopo Ditinjau dari Teknik Bernyanyi Seriosa

    Get PDF
    Tulisan ini membicarakan teknik bernyanyi seriosa pada lagu Cintaku Jauh di Pulau karya F. X. Soetopo. Lagu tersebut dari puisi karya Chairil Anwar yang ditulis tahun 1946. Pada tahun 1985, F. X. Soetopo mengaransemen puisi tersebut dalam sebuah lagu seriosa. Lagu ini menceritakan tentang kisah cinta seorang pria kepada seorang gadis dengan menjalin hubungan jarak jauh. Seorang penyanyi tenor bernama Christopher Abimanyu pertama kali membawakan lagu tersebut di Bentara Budaya Jakarta. Gaya atau teknik bernyanyi yang dibawakan oleh Christopher adalah gaya nyanyian yang lebih menekankan pada penggunaan dinamika (messa di voce) sebagai sumber utama ekspresi keindahan dan penjiwaan saat bernyanyi serta teknik artikulasi, intonasi, dan teknik vokal. Penulis melakukan pengembangan teknik bernyanyi pada lagu Cintaku Jauh di Pulau yaitu penggunaan improvisasi ostinato (riff) terdapat di birama 5 dengan nada berulang-ulang pada ketukan ke-2 dan pentatonik pelog terdapat di birama 12-13 yang dimulai ketukan ke-2 dimulai dengan nada 1-2-4-5-6 (do-re-fa-sol-la) dengan interval melangkah naik, dan juga di birama 22-23 dimulai ketukan ke-3 dimulai dari nada 6-5-4-2-1 (la-sol-fa-re-do) dengan interval melangkah turun. Lagu Cintaku Jauh di Pulau merupakan lagu yang tergolong ke dalam bentuk lagu 5 bagian A-B-B’-C-D-A’ dengan urutan kalimat A (a,b), B (x,y), B’ (x’,y’), C (c,d), D (xx,yy), A’ (a, b’). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang diperoleh berupa observasi melalui YouTube (https://youtu.be/QRVL9vcaQBo), studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Mempertunjukkan lagu tersebut dalam bentuk penampilan secara langsung di Taman Yenny Hendra Bundaran Nommensen, 2) Menggunakan teknik improvisasi ostinato dan pentatonik pelog, 3) Analisis bentuk lagu Cintaku Jauh di Pulau.Kata Kunci: Cintaku Jauh di Pulau; F.X Soetopo; Analisis;EkspresiAbstractThis paper discusses seriosa singing techniques in the song Cintaku Jauh di Pulau Pulau by F. X. Soetopo. The song is taken from Chairil Anwar's poem which was written in 1946. In 1985, F. X. Soetopo arranged the poem to become a seriosa song. This song tells about the love story of a man and a girl who are in a long-distance relationship. The tenor named Christopher Abimanyu performed the song for the first time at Bentara Budaya Jakarta. Christopher's singing style or technique is a singing style that places more emphasis on the use of dynamics (messa di voce) as the main source of expression of beauty and soul when singing as well as articulation techniques, intonation and vocal techniques. The author develops a technique for singing the song Cintaku Jauh di Pulau, namely the use of ostinato (riff) improvisation and pelog pentatonic according to the ability of a presenter. This study uses a descriptive qualitative approach. The data obtained are in the form of observations via YouTube (https://youtu.be/QRVL9vcaQBo), literature studies, and documentation. The results of this study were: 1) Performing songs in the form of live performances at the Yenny Hendra Park Nommensen Roundabout, 2) Using ostinato and pelog pentatonic improvisational techniques, 3) Analysis of the form of the song Cintaku Jauh di Pulau.Keywords: Cintaku Jauh di Pulau; F.X Soetopo; Analysis; Expression 

    Nyanyian Kromong : Komposisi Musik Dua Bagian (Nyanyian Kromong : Two Part Musical Composition)

    Get PDF
    ABSTRAK Kromong adalah salah satu instrumen musik tradisional dan kesenian yang berada didaerah Setangguk Remas, desa Mandiangin Tuo, Kecamatan Mandiangin, Provinsi Jambi. Kromong memiliki idiom musik yang unik dan menarik untuk dikembangkan sebagai ide musikal dalam penciptaan komposisi musik baru. Kromong ditampilkan bersamaan dengan gong, dan gendang pada acara adat penyambutan dan kedatangan keluarga kerajaan serta para pejabat pemerintahan. Dimainkan juga pada ritual acara perkawinan, khitan, dan pengiring tari kain kromong dan serta acara kesenian lainnya. Dari salah satu potongan ritme dan melodi yang dimainkan oleh kromong pada ritual acara perkawinan, dan pengiring tari kain kromong diambil sebagai dasar terciptanya sebuah tematik komposisi musik baru yang digarap ke dalam format orkestra dengan bentuk dua bagian. Komposisi ini digarap melalui identifikasi, eksplorasi, dan eksperimentasi terhadap unsur-unsur musikal, sehingga menjadi musikal baru.Kata kunci: Kromong; komposisi; dua bagianABSTRACTKromong is one of the traditional musical instruments and arts located in Setangguk Remas area, Mandiangin Tuo village, Mandiangin district, Jambi province. Kromong has a unique and interesting musical idiom to develop as a musical idea in creating new musical compositions. Kromong is displayed along with gongs and drums during traditional welcome and arrival ceremonies by the royal family and government officials. It is also played during wedding ceremonies, circumcision ceremonies and accompanies the kromong cloth dance and other artistic events. From one of the rhythms and melodies of the kromong played at the wedding ceremony, and the accompaniment of the kromong dance was taken as the basis to create a new thematic musical piece elaborately orchestrated in the form of an orchestra. the form of two pieces of music. This composition is made possible through the identification, discovery and experimentation of musical elements, so that it becomes a new musical.Keywords:  : Kromong; composition; two parts 

    KOMPOSISI MUSIK “TITIAN MUHIBAH”, TERISNPIRASI DARI PERMAINAN MELODI PENDEK LAGU MELAYU MAKAN SIRIH, DALAM PENDEKATAN GARAP WORLD MUSIC

    Get PDF
    Lagu Makan Sirih merupakan lagu klasik melayu yang berfungsi sebagai musik pengiring dari tradisi persembahan Melayu. Lagu ini sudah sangat terkenal di seluruh kawasan Melayu bahkan lintas negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand (masyarakat patani). Tari Makan Sirih atau yang lebih dikenal dengan sebutan tari persembahan merupakan tari Melayu Klasik yang sering ditampilkan dalam acara menyambut tamu agung atau tamu kehormatan. Perkembangan pertunjukan tari Makan Sirih bisa ditemukan dalam pelaksanan upacara pernikahan masyarakat Melayu, acara syukuran dan acara-acara yang menampilkan kesenian daerah khususnya di Provinsi Riau.Pada tahun 1957 di Pekanbaru diadakan musyawarah pembakuan tari persembahan. Berdasarkan musyawarah itu dibentuklah sebuah tari untuk dipersembahkan kepada tamu tamu. Maka terciptalah tari Makan Sirih yang kini menjadi tari persembahan yang diciptakan oleh seniman-seniman Riau. Karya komposisi musik “Titian Muhibah” digarap dengan menggunakan metode pendekatan World Music. Pengkarya mewujudkan ide/gagasan yang bersumber dari lagu Makan Sirih, dengan mengembangkan pola melodi yang terdapat didalam lagu tersebut. Melalui garapan karya komposisi musik “Titian Muhibah”, pengkarya mencoba menghadirkan beberapa bentuk kebaruan dalam berbagai aspek garap sesuai dengan konsep yang ditawarkan. Pengkarya menggunakan pendekatan World Music karena ingin berbagi pengalaman musikal yang bisa memberikan kontribusi demi perkembangan komposisi musik itu sendir

    EKSPRESI SIMBOLIK OEN RANUP PADA KARYA INTERIOR RUANG TAMU

    Get PDF
    Oen Ranup is the name for betel leaf by the people of Aceh. It consists of two syllables, namely Oen which means leaf and Ranup which means betel. The artist’s interest in taking Oen Ranup as the idea of creating textile art is that it is because unique in terms of a shape that resembles a heart shape and a green color that gives a fresh impression. This Oen Ranup has been used since the royal era until now, it is still brought into the series of Acehnese customs, making the craftsmen interested in expressing Oen Ranup into the interior of the living room. The method used in this work goes through several stages,the first stage is the pre-design stage, namely the imagination development step. The second stage of design is to realize visual ideas by making alternative designs, the third stage is embodiment, namely alternative sketches that have been selected will be realized into a work. Furthermore,the presentation is an exhibition with the aim of establishing communication between artists and art connoisseurs through exhibitions. The concept used in making this work using the concept of symbolic expression is a modern art form by utilizing traditional idioms as a basic part of its composition. In the creation of this final project, the artist applies Oen Ranup to the interior of the living room with embroidery techniques. The works are Sofa Pillows, wall clocks

    Kebiasaan Melanggar Peraturan Pengguna Jalan Sebagai Objek Penciptaan Karya Seni Lukis

    Get PDF
    Abstract The habit of violating the rules by road users became a source of ideas in creating this work of art. The asphalt road and the icons on the road are used as objects for creating works. Starting from observing the behavior and habits of road users and public facilities who do not comply with applicable regulations, violate traffic signs, disobey road markings and so on. The author uses forms or icons that are often found on the streets, such as; traffic signs, marking lines, road asphalt, car tire tracks and so on onto the canvas using a realist-symbolic style. The realist-symbolic concept is used to convey messages to people who see or enjoy this work. The method used in the process of making this work goes through several stages, namely; (1) observation stage (2) contemplation stage (3) sketch stage (4) embodiment stage.  Keywords:  the habit of breaking the rules, streets, paintin

    1,195

    full texts

    1,530

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online ISI Padangpanjang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇