Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
1530 research outputs found
Sort by
Tradisi Panen Niro pada Masyarakat Nagari Koto Tinggi Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat
Penelitian ini membahas tentang tradisi panen niro masyarakat Nagari Koto Tinggi Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatera Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses dan fungsi tradisi dalam melakukan panen niro di Nagari Koto Tinggi. Di sini juga dipaparkan mengenai sejarah ritual panen niro. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Fungsionalisme dari Bronislaw Malinowski. Metode yang digunakan yaitu Metode Kualitatif, dengan teknik pengumpulan data obeservasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan diantaranya, reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peneliti menemukan beberapa indikator dari objek ini yang pertama bagaimana prosesi tradisi Panen niro yang meliputi sebagai berikut: mengambil daun lalang di kri kanan ruas jalan, Monggua atau memukul dahan aren, memutuskan mayang atau buah kolang kaling, menampung aren. Indikator kedua dalam penelitian ini yaitu membahas bagaiaman bentuk fungsi dari tradisi panen niro yang memiliki fungsi sebagai berikut: fungsi ekonomi, fungsi sosial dan fungsi pewarisan budaya. Dalam tradisi panen niro prosesi yang dilakukan adalah prosesi yang dilakukan secara turun temurun dan sudah menjadi kearifan lokal masyarakat Koto Tinggi, tradisi panen niro juga memiliki banyak fungsi salah satunya sebagai peningkatan pendapatan masyarakat sebagai fungsi ekonomi, fungsi menjaga silaturahmi dan wujud gotong royong sebagai fungsi social, dan pelestarian budaya sebagai fungsi pewarisan budaya
Structure of Nang Gumalunsang Angka Laut Toba Batak Song in Sisolu-Solu Village, North Sumatera
The song 'Nang Gumalunsang Angka Laut' is one of the popular Batak Toba songs that is often performed at certain events such as church services, mourning ceremonies, and entertainment. The research location was in the village of Sisolu-solu, Sumbul District, North Sumatra. The song studied was performed in the SATB choral format and arranged by Mr. Edy Dh Siahaan, S.Th. This research aims to analyze the structure of the choral song titled 'Nang Gumalunsang Angka Laut'. This research uses a qualitative method with a descriptive analysis approach, with the intention of revealing and describing the analysis of the structure of the choral song. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The result of this research is the revealing of the form of the song 'Nang Gumalunsang Angka Laut', which in this research consists of three parts form song , with a melodic line that has similarities (parallel), and has an irregular phrase (more than 4 bars)
Performance of Concerto in B Minor By Oscar Rieding for Solo Marimba
The marimba solo performance featuring the composition Concerto in B Minor is a work by O. Rieding adapted for the marimba. Originally composed for the violin, this piece was released in November 1909 in Leipzig by the publishing company Bosworth & Co. The work consists of three movements: Allegro moderato, Andante, and Allegro moderato. The objective of this performance is to demonstrate the adaptation of this piece for the marimba, focusing on the application of arpeggio techniques and various expression marks such as piano, forte, crescendo, decrescendo, mezzo forte, ritardando, and a tempo. The performance results illustrate the successful application of these techniques and expression marks, showcasing the performer's ability to interpret and convey the musical nuances of the composition. The performance methodology includes the conceptualization, preparation, and execution of the performance.
Fantasia Melengking
Seni bertutur atau sering dikenal dengan sastra lisan merupakan satu diantara wujud ekpresi dari Masyarakat. seni bertutur yang tumbuh dan berkembang di Desa Mudung Darat, Kab. Muaro Jambi, yaitu Jolo Mudung. Jolo memiliki makna sebuah nyanyian, sedangkan Mudung merupakan nama sebuah desa. Seni bertutur Jolo Mudung berisikan pantun yang sesuai dengan konteks yang terjadi pada masyarakat. Metode dalam penggarapan karya ini menggunakan: persiapan, tahap proses penciptaan. Hasil penggarapan ini yaitu Jolo mudung adalah sebuah komposisi musik yang terbagi dalam 2 bagian. Komposisi musik Melengking berangkat dari lantunan sahutan Jolo Mudung , yang menggembangkan melodi sahutan Jolo Mudung diwujudkan menjadi sebuah komposisi musik dengan format World musik serta bentuk musik Fantasia
Makanan Tradisional Kabupaten Lima Puluh Kota Dalam Food Photography
The traditional food of Lima Puluh Kota Regency as a form of traditional culinary culture needs to be re-actualized, namely by displaying it through visual images that are more attractive, refreshing and have a contemporary nuance through a work of food photography. In the culinary industry, food photography is an important requirement, both for commercial and non-commercial purposes. This is because artistic visual images can increase the image and selling value of the food displayed. In realizing this, several methods of creating work were carried out, namely qualitative descriptive methods with observation activities, literature studies and interviews. The data obtained was then analyzed qualitatively and presented descriptively. Then, the design method and work realization were carried out to realize the concept that had been designed, with the shooting process carried out indoors using a Cannon EOS 1200D camera and other supporting equipment. The creation of the work "Traditional Food of Lima Puluh Kota Regency in Food Photography" includes the food Sate Danguang-Danguang, Unja Ikan, Kipang Ompiang, and Galamai Boreh Rondang as photographic objects. From this food, 4 photo works were created and it is hoped that the creators can overcome the problem of preserving the traditional food of Lima Puluh Kota Regency, becoming one of the superior regional culinary and cultural products, and can increase the interest of local people and tourists in consuming traditional food, especially in the Lima Puluh Kota Regency
Learning Song Kampuang Nan Jauah Di Mato In The Form Of Guitar Ensemble At SMA Xaverius Bukittinggi
Penelitian ini di latar belakangi oleh keinginan untuk mengaktifkan kembali kegiatan kesenian musik dan memberikan sebuah pengetahuan tentang teknik-teknik pembelajaran ansambel gitar yang sudah tidak diterapkan lagi di SMA Xaverius Bukittinggi. Kegiatan ini melibatkan 5 orang siswa SMA Xaverius Bukittinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah action research (tindakan) yaitu penelitian kolaboratif oleh partisipan dalam ilmu sosial dan pendidikan untuk memperbaiki pemahaman dan pelaksanaan pekerjaannya sendiri, dan juga membawa dampak pada lingkungan di sekitarnya. Dalam pengumpulan data menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart berupa model spiral yang di dalamnya terdapat Siklus I dan Siklus II. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode ceramah, metode demonstrasi, metode latihan dan metode eksperimen. Hal yang diperoleh dari hasil pembelajaran lagu Kampuang Nan Jauah Di Mato dalam bentuk ansambel gitar di SMA Xaverius Bukittinggi adalah siswa-siswa mendapatkan pengetahuan musik khususnya dalam bentuk ansambel, siswa-siswa juga sudah mampu memainkan dan mempertunjukan ansambel gitar dengan benar
Komposisi Informal Untuk Memperkuat Visual Karakter Tokoh Kayra Pada Film Fiksi Social Media Dilemma
Penciptaan karya tugas akhir yang berjudul “Komposisi Informal Untuk Memperkuat Visual Karakter Tokoh Kayra Pada Film Fiksi Social Media Dilemma” ini merupakan penguatan suatu karakter tokoh yang divisualkan melalui pengambilan gambar. Tokoh Kayra yang memiliki karakter pendiam, bersemangat dan pemarah pengkarya perlihatkan melalui pengambilan gambar komposisi informal atau komposisi tidak simetris, bertujuan untuk memperkuat visual karakter dari tokoh Kayra yang diperlihatkan secara tidak langsung. Komposisi informal adalah salah satu pengambilan gambar yang bisa memperlihatkan karakter dari suatu tokoh secara tidak langsung. Penerapkan komposisi informal juga sebagai pembeda antara karakter Kayra yang pendiam dan bersemangat ketika memainkan media sosial, dengan karakter Kayra yang pemarah jika dipisahkan atau ketika tidak memainkan media sosial. Objek penciptaan karya film Social Media Dilemma ini terfokus pada tokoh Kayra. Pemilihan tokoh Kayra untuk diterapkan konsep komposisi informal yaitu, karena Kayra adalah tokoh utama dalam naskah atau skenario Social Media Dilemma yang hampir terlihat atau muncul dalam setiap scene pada film, untuk itu karakter Kayra yang muncul pada film, diperkuat melalui penerapan konsep komposisi informal.Kata kunci: Komposisi informal, Karakter, Smartphone, Media sosia
Representation of Women in Paintings From The Private Collection of OHD Museum, Magelang
Penulisan ini didasari atas ketertarikan penulis terhadap karya seni yang terpajang di Museum OHD Magelang. Dari sekian banyaknya lukisan, penggambaran mengenai perempuan sangat terlihat jelas perbedaan penggambarannya. Sudut pandang pelukis memang menjadi salah satu tumpuan dari bagaimana karya lukis tersebut akhirnya dibuat. Perbedaan tersebut dapat terlihat sebagai bagaimana objektifikasi perempuan dilihat dalam sudut pandang pelukis, yang tentunya keduanya saling bertolak belakang, karena adanya interpretasi yang berbeda tersebut penulis tertarik untuk menuangkannya, menggabungkan sudut pandang pelukis dan penikmat seni. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan teori studi kasus. Hasilnya, dari enam lukisan yang diambil tiga merepresentasikan permepuan sebagai objek keindahan. Penggambarannya menyajikan keanggunan, keteduhan, kecantikan wanita yang bisa dinikmati keindahannya dalam goresan kuas yang lembut, dengan warna yang cenderung pucat. Semenntara di sisi lain penggambaran perempuan sebagai objek erotisme terlihat dari bagaimana lukisan dibuat dengan menampilkan tubuh wanita secara vulgar, tidak memakai baju, dan menunjukan area yang terbilang sensitif, penggambarannya sebagai perempuan sebagai objek seksual, gairah dan nafsu. Dari adanya pembahasan tersebut disimpulkan bagaimana pandangan laki-laki saat melihat wanita sebagai dua objek yang berbeda, wanita sebagai unsur keteduhan dan keindahan, disisi lain wanita sebagai objek seksualitas dan nafsu
The Interpretation and Performance Techniques of the Aria Der Hölle Rache Kocht in Mainem Herzen by Wolfgang Amadeus Mozart
This study aims to identify the interpretation techniques and elements of the aria Der Hölle Rache Kocht in Mainem Herzen by Wolfgang Amadeus Mozart and to apply the performance techniques appropriately. Using a descriptive qualitative approach, this research utilizes video observations on YouTube, literature studies, and documentation to explore various interpretation techniques. The analysis focuses on musical elements, including dynamics, timbre, tempo, and melismatic style. Vocal techniques examined include sound production (covering breathing, vocal cords, resonance, and articulation), intonation, vibrato, head voice, and coloratura technique. The results indicate that this aria demands a high level of technical skill from the singer, particularly in mastering fast tempo, precise intonation, and high register usage. In addition to advanced vocal techniques, presenting this aria requires physical and environmental preparation, such as room temperature regulation and hydration, to maintain sound quality. It was found that the ability to combine emotional expression with vocal technique is key to successfully performing this aria, renowned as one of the most challenging pieces in the opera repertoire
Struktur Bentuk Musik Ansamble Gonrang Sipitu-Pitu Pengiring Tor-Tor Sirittak Hotang pada Pesta Rondang Bittang Garama dan Anak Boru Di Simalungun Provinsi Sumatera Utara
Ansamble Gonrang Sipitu-pitu pengiring Tor-tor Sirittak Hotang merupakan kesenian tradisional yang berada di Silau Kahean, kabupaten Simalungun, provinsi Sumatera Utara. Instrumen yang dipakai dalam ansamble ini terdiri dari satu buah Sarunei Ponggol-ponggol, tujuh Gonrang, satu Mongmongan, dan satu Ogung yang dimainkan oleh enam orang pemain laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Bentuk Musik Ansamble Gonrang Sipitupitu pengiring Tor-tor Sirittak Hotang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan musikologi. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka yaitu buku, skripsi dan jurnal, kemudian studi lapangan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu mereduksi data, menyajikan data dan menyimpulkan data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori struktur musik Schneck and Berger, Leon Stein dan Karl Edmund Prier. Hasil penelitian ini menemukan bahwa struktur bentuk musik Ansamble Gonrang Sipitu-pitu terdiri dari intro, motif, frase, periode dan coda yang tergolong dalam dua bagian bentuk musik. Kata Kunci: Ansamble Gonrang Sipitu-pitu; Masyarakat Simalungun; Struktur Bentuk Musik; Tor-tor Sirittak Hotang