Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
    1530 research outputs found

    Dahanapura as a Source of Regency Work Clothing Ideas, Kediri

    Get PDF
    The Kediri or Panjalu kingdom was a kingdom located in East Java between 1042 and 1222. This kingdom was centered in Daha City. Daha is an abbreviation of Danapura, which means City of Fire. Dahanapura as a source of ideas for work attire for the Kediri Regency Tourism Office is a work inspired by the flame reliefs found in several places that are similar to each other. The aim of this work assignment is to create a flame batik motif and apply it to the work clothes of the Kediri Regency Tourism Office. The process of creating the work starts from the exploration stage, namely by observing several types of flames found on several inscriptions spread across Kediri, designing designs, alternative designs to be chosen as batik motifs to be applied to the work clothes of the Kediri district tourism office and also embodiment. The embodiment technique applied to the entire work uses the dyed dab batik technique using the synthetic dye Remasol. Starting from the pattern process, nyorek, batik, coloring, melorod, sewing to finishing. The results of creating this work are 6 works of work clothing with the titles Manuela, Desmond, Atalaya, Astama, Atlee, Amergyo. This design produces clothing works with Dahanapura motifs. By creating clothing works that use the Dahanapura motif, we can learn more about the inscriptions found in Kediri through batik media

    Application of Father's Song Arrangement "Rinto Harahap" in School Music at SMKN 1 Padangpanjang

    No full text
    The song Ayah was created by Rinto Harahap. This song originates from the motivation of a child who is far from his father figure to seek knowledge and a future. This song was re-arranged by Albiner Purba, S.Sn for final work research in the form of a mixed ensemble which will be applied to students at SMKN 1 Padang Panjang. This ensemble uses musical instruments including Keyboard, Cajon, Acoustic Guitar, Bass Guitar, Pianica, Flute, and Vocals. There are 8 players in this musical ensemble, consisting of 5 men and 3 women. This research is qualitative and descriptive in nature, with an action research design approach and applying supporting methods: lectures, demonstrations, exercises, experiments, and evaluations. This research also uses data analysis techniques: searching and compiling data, organizing data, selecting data, and analyzing data. The results of this research show students' progress and knowledge in ensemble playing: they can regulate dynamics, tempo, discipline in playing, and play song material using instruments well and correctly. Apart from that, this research succeeded in realizing the achievements of the SMKN 1 Padangpanjang school curriculum, namely implementing sustainable practice habits and producing main ideas which were then directed to the presentation of musical works

    INOVASI DESAIN KONTEN TIKTOK TERHADAP PENYEBARAN INFORMASI KOMUNIKASI DI MASYARAKAT

    Get PDF
      Dengan adanya perkembangan zaman saat ini banyak sekali perubahan dari cara menyebarkan informasi. Tiktok adalah salah satu platform media social yang sedang berkembang pesat di seluruh dunia salah satunya adalah Indonesia. TikTok sendiri adalah aplikasi yang memberikan kemudahan bagi para penggunanya untuk membuat video pendek dengan durasi hingga 10 menit yang didukung dengan fitur edit, filter, music, dan berbagai fitur lainnya yang dapat memudahkan penggunanya. Dengan aplikasi ini, pengguna dapat membuat video pendek dengan cepat dan mudah untuk dibagikan ke seluruh dunia. Dengan munculnya platform baru tentunya memunculkan ide-ide desain grafis yang baru dan beragam  untuk menarik para audiens. Hadirnya platform semacam TikTok ini telah memberikam peluang untuk menghadirkan konten yang menarik dan unik. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi, mengumpulkan, dan menganalisis data. Hasil dari jurnal  ini adalah sebuah informasi mengenai inovasi desain konten TikTok terhadap penyebaran informasi dan komunikasi di masyarakat.  With today's developments, there have been many changes in the way information is disseminated. Tiktok is a social media platform that is growing rapidly throughout the world, one of which is Indonesia. TikTok itself is an application that makes it easy for its users to create short videos with a duration of up to 10 minutes which are supported by editing features, filters, music and various other features that can make it easier for users. With this application, users can create short videos quickly and easily to share with the world. With the emergence of new platforms, new and varied graphic design ideas will certainly emerge to attract audiences. The presence of platforms like TikTok has provided opportunities to present interesting and unique content. In this research, the author used qualitative methods by observing, collecting and analyzing data. The results of this journal are information regarding TikTok content design innovations for the dissemination of information and communication in society.

    Modification, Commodification Of The Dance Of Sekapur Sirih As The Cultural Identity Of The City Of Bengkulu

    Get PDF
    The study aims to investigate the modification, commodification of Sekapur Sirih dance as the identity of Bengkulu City. To refresh its attractiveness, the dance underwent modifications of the dance elements of its movement, duration, and musical components with the support of the government and artists. In addition, the commodification of cultural products occurs in Sekapur Sirih dance, which is carried out by artists and communities in an effort to increase commercial value as a form of source of income. Production, distribution, and consumption are part of the process of turning traditional art into high-value commodities. The research method used is qualitative, with data collection techniques of observation, interviews, and documentation. The theoretical paths used are modification (Shils Hand), commodification (Vicent Mosco), and identity. (Yasraf Amir Piliang). The results of the research showed that the modifications carried out reflected the identity of Bengkulu City that appeared in the movement of Sekapur Sirih dancing and the commodification made into cultural products packaged to commercial value, meaning that packaging not only enhances cultural value but also requires economic value.

    PENERAPAN MOTION GRAPHIC PADA IKLAN LAYANAN MASYARAKAT “DUA FAKTA”

    Get PDF
    Public Service Advertisements (PSAs) are the process of conveying information, which is persuasive and educational in nature. For this reason, the packaging of PSAs needs to be packaged carefully in order to produce work that is easily understood by the audience.  One way to package PSAs to produce interesting and easy-to-understand impressions needs to be packaged using motion graphics. The aim of this research is to apply motion graphics to the production of the public service advertisement "Two Facts". This research uses a qualitative descriptive method, the research process goes through three stages, namely pre-production, production and post-production. The results of this research show that the applied motion graphics can create impressions that are easy to understand depending on the planning process, selection and application of motion graphics techniques that are in accordance with the specified objectives. In this work, 2D compositing and flat animation techniques are applied combined with cutting by narration image continuity techniques

    VISUALISALI ABNORMALITAS SEKSUAL DALAM FOTOGRAFI EKSPRESI

    Get PDF
    Abnormalitas seksual merupakan perilaku seksual yang menyimpang dari orang kebanyakan. Penyimpangan seksual ini terbagi tiga secara garis besar yaitu alasan yang salah, pasangan yang salah dan cara yang salah. banyaknya jenis abnormalitas seksual ini menjadi sebuah ide penciptaan dalam fotografi ekspresi. Penciptaan ini bertujuan untuk memvisualkan bentuk-bentuk abnormalitas seksual dengan pendekatan ilmu semiotika. Pemilihan objek dalam memvisualkan Abnormalitas seksual sangatlah penting dalam fotografi ekspresi. Kaitan objek dengan ide konsep menjadikan pengkarya memilih anggota tubuh manusia sebagai objek utama dikarenakan manusia adalah objek yang paling dekat dengan penyimpangan seksual. Tujuan penciptaan ini sebagai penyampaian pesan terhadap khalayak ramai tentang bagaimana visual atau gambaran terkait Abnormalitas seksual. Teknik yang digunakan dalam penciptaan ini seperti double exposure menjadi poin penting dalam menciptakan karya fotografi ekspresi yang berjudul Visualisasi Abnormalitas Seksual dalam Fotografi Ekspresi

    Seni dan Keindahan Musik Gordang Sambilan di Nagari Sungai Tanang, Pasaman Barat

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menganalisis aspek estetika musik dalam pertunjukan Gordang Sambilan yang berkembang di Nagari Sungai Tanang, Kecamatan Sungai Aur, Pasaman Barat. Gordang sambilan merupakan kesenian tradisional yang berasal dari Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang tetap eksis dan berkembang di luar daerah asalnya, termasuk di Pasaman Barat. Kesenian ini merupakan perpaduan antara musik dan gerakan tari, yang dimainkan menggunakan berbagai instrumen seperti gordang (gendang), gong, suling, seleot, cenang, dan jagat. Meskipun sudah memasuki era modern dengan kemajuan teknologi, kesenian ini tetap mempertahankan keberadaannya sebagai sarana hiburan dan upacara adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara mendalam terhadap para pemain dan masyarakat setempat. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi nilai estetika dalam permainan musik gordang sambilan, yang diukur melalui teori estetika musik, khususnya melalui prinsip kesatuan (organic unity) dan variasi menurut tema (theme variation) dari DeWitt H. Parker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika dalam Gordang Sambilan dapat dinikmati melalui pengamatan melodi, ritme, harmoni, serta gerakan tubuh pemain. Pengolahan variasi tema dalam ritme dan melodi, seperti yang terlihat pada instrumen jagat, memberikan dinamika yang membuat pertunjukan ini tidak monoton. Selain itu, gerakan tubuh pemain, terutama jagat, memberikan dimensi visual yang memperkaya estetika keseluruhan. Keberadaan Gordang Sambilan di Nagari Sungai Tanang menunjukkan peran pentingnya dalam melestarikan tradisi budaya dan sebagai wadah ekspresi seni yang mencerminkan nilai keindahan melalui integrasi berbagai unsur musik dan gerakan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pemahaman lebih dalam mengenai estetika musik dalam kesenian tradisional di masyarakat Minangkabau

    KARYA TARI HORJA HALAK HITA PENGEMBANGAN TIGA RAGAM GERAK TOR-TOR

    Get PDF
    Karya tari Horja Halak Hita lahir berdasarkan pengembangan tiga ragam gerak tari tor-tor di daerah Suku Batak Toba diantaranya gerak pangurdot, gerak marhembas, gerak sigale-gale. Ragam gerak pada tarian tersebut memiliki ciri khas dan keunikan masing masing, hal ini dikembangkan sesuai dengan gaya dan kemampuan yang di miliki. Karya tari ini dibuat dalam bentuk penyajian karya tari bentuk dan type murni, dengan penari berjumlah dua puluh orang diantaranya, enam penari utama dan empat belas penari kelompok. Penari kelompok muncul pada pertengahan dan akhir pertunjukan. Musik pada karya ini, adalah kolaborasi antara musik tradisional Batak dengan musik modern yang diaransemen sehingga menjadi musik baru dalam media musik komputer. Dalam penggarapan karya ini, penata menggunakan Metode konstruksi menurut Jacqueline Smith dalam B. Suharto (1985), merupakan petunjuk dalam penyusunan karya tari. Jacqueline Smith menuturkan ada lima metode kontruksi yang diseskripsikan. Karya tari ini juga diperkuat dengan dua kostum yang berbeda pada bagian awal dan akhir pertunjukan sebagai konsep hiburan bagi mata penonton

    MAKNA GERAK DAN FUNGSI TARI LIKOK PULO DI SANGGAR SYECH AHMAD BAIDEHON KECAMATAN PULO ACEH

    Get PDF
    This study aims to describe the meaning of motion and function of Likok Pulo Dance in Sanggar Syech Ahmad Baidehon, Pulo Aceh District. This research uses descriptive qualitative research, using Ferdinand de Saussure's Semiotics theory and Anthony V. Shay's Function theory. Data collection methods include observation, interviews, and documentation studies, and use data analysis, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing or verification. The results showed that Likok Pulo Dance is a dance that involves hand, body, and head movements that reflect the daily life of the people of Pulo Aceh. The meaning of each movement in this dance is generally related to the invitation to worship and believe in God. The movements also describe the activities of the people of Pulo Aceh and are harmonized with the accompanying poems. Besides having a deep meaning, Likok Pulo Dance in Syech Ahmad Baidehon Studio has several important functions. This dance serves as a means of creative and religious expression, as well as providing entertainment and recreation for dancers and audiences. This dance also acts as a medium of emotional therapy that can help release negative energy. With an aesthetic appearance and supporting local economic activities, Likok Pulo Dance is prioritized as the preservation and development of Aceh's cultural heritage

    Analisis Koreografi Tarian Latar pada Lagu Anak 'Kala dan Rosmani' oleh Penyanyi Amriz Arifin di Sumatera Barat: Tinjauan Deontologi dan Teleologi

    Get PDF
    Penelitian ini membahas perspektif deontologi dan teleologi terhadap koreografi tarian latar dalam lagu anak "Kala" dan "Rosmani" yang dibawakan oleh penyanyi Amriz Arifin di Sumatera Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif, di mana data yang dikumpulkan baik tertulis maupun lisan dianalisis sesuai dengan permasalahan yang dirumuskan. Teori yang digunakan adalah teori deontologi dan teleologi, serta konsep koreografi dari Y. Sumandyo Hadi dan bentuk tari dari Soedarsono. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koreografi tarian latar dalam lagu-lagu tersebut tidak selaras dengan makna lagunya dan tidak sesuai dengan norma adat Minangkabau, baik dalam aspek gerak maupun kostum. Kehadiran tarian latar yang tidak sesuai dengan adat ini dikhawatirkan dapat memberikan dampak negatif, baik bagi penari latar, masyarakat, maupun keberlanjutan nilai-nilai adat di Minangkaba

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online ISI Padangpanjang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇