Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
    1530 research outputs found

    TARI BAIT BAJAMBAR INTERPRETASI MOMAKEN JAMBAR DALAM PROSESI RATIK TOLAK BALA DI KOTO SAWAH, PASAMAN

    Full text link
    The Bait Bajambar dance work is an interpretation of the process of Momaken Jambar in the event of rejecting reinforcements in Koto Sawah, Kenagarian Pintu Padang, Mapattunggul, Pasaman. This rejects the reinforcements is a tradition carried out by the local community every year. The focus of the problem worked on is about togetherness and solidarity in the procession of Momaken Jambar which is contained in the ritual of rejecting bala. This work is worked on with a social theme and pure type, which is supported by 6 dancers, 3 male dancers and 3 female dancers. The movements presented in this themed choreography interpret the togetherness activities in the Jambar momaken event. This work uses the method of creation, namely research, the basic concept of creation, the tools for realizing the work, studio work: that is, exploration, improvisation, formation, evaluation. Music is the spirit in the bajambar bait dance work, in this dance work uses live music that is played directly by musicians using musical instruments such as: saluang, bansi, sarunai, sleigh bell, tomtom, snare drum and vocal which are worked on by the composer in accordance with the concept of the work. This work uses a modified baju kurung costume from baju kurung basiba combined with pants in the form of a culotte skirt, also using a batik belt that is harmonized with a headband. The performance of bajambar temple works is strengthened by lighting and properties in the form of plates, trays, kankak (large cauldrons) and properties in the form of goat heads, while the setting is also used as property. This work has been displayed at the Hoerijah Adam performance hall on January 22, 2025

    Penokohan dalam Lakon Maut dan Sang Dara

    Full text link
    This research “Characterization of Characters in Ariel Dorfman’s Maut dan Sang Dara (Death and Maiden; trans. Mimi Notokusumo) is a study of characters in the play by emphasizing the reading and reflection on the speech and actions of each character. This study is also to see the uniqueness of each character especially in determining the existence of main character and its relation with another characters. Opposing or supporting relationship of each characters is described in relation to the main conflict of the play. The research begins with a ‘three-dimensional reading’ by examining their identities physically, psychologically, and sociologically. This step is followed up by exploring the various emotions, thoughts, and actions of the main characters as a result of the emotions, thoughts, and actions of the other characters. Ultimately, the reading of characters in Maut dan Sang Dara sees and finds differences in each character which then sharpens and deepens the conflict in the story. Maut dan Sang Dara, Ariel Dorfman, Characterization, and Relation of character

    Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Tradisi “Man Belo” Pada Perempuan Suku Karo Di Desa Namo Riam Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang

    Full text link
    Jurnal ini yang berjudul “Nilai-nilai Dalam Tradisi Man Belo Pada Perempuan Suku Karo Di Desa Namo Riam Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang”, tujuan dari jurnal ini mendeskripsikan faktor yang melatarbelakangi perempuan suku Karo masih melakukan tradisi man belo dan mengetahui apa saja nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi man belo pada perempuan suku Karo di Desa Namo Riam. Teori yang dipakai yaitu teori nilai budaya. Adapun metode yang digunakan yaitu metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berdasarkan observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 3 faktor perempuan suku Karo masih melakukan tradisi man belo, yaitu: faktor budaya, faktor sosial dan faktor kesehatan. Selanjutnya, nilai yang terdapat dalam tradisi man belo, yaitu: 1). nilai budaya karena tradisi man belo menjadi simbolisasi dari keberagaman budaya yang menjadi ciri khas adat budaya Karo, 2). nilai spiritual karena mencerminkan perilaku perempuan Karo yang memiliki kepercayaan lokal terkait tradisi man belo, 3). nilai sosial karena tradisi man belo menjadi simbolisasi keharmonisan antar perempuan suku Karo

    PERANCANGAN KONSEP PHOTOGRAFI KOMERSIAL SEBAGAI ASPEK KREATIFITAS IKLAN PROMOSI BATIK RUMOH MALAKA

    Full text link
    Commercial photography used as one of the promotional media. Designers created commercial photography as a creative aspect of the batik product ads of malaka rumoh which is the original batik of the kuta malaka, Big day.Creation process carried out through design thinking method. The stage starts with data collection and analysis gathering, resulting in the concept of a photo shoot. The results of the work were then poured into various media among the prototype billboards, poster, magazines and website markets place. The use of commercial photography is expected to improve the quality of promotion for malaka batik. The role of photography in advertising is crucial to supporting the promotion of a product. I used to be. Advertising done through mouth to mouth, but as the age develops and the technology, Advertising methods also thrive.That's why. The company must establish a proper promotional strategy.kata kunci: Photography Commercial, Batik Rumoh Malaka, Aceh Besar, Promotional Medi

    Teknik Ecoprint Pada Produk UMKM Eikora Padangpanjang

    Full text link
    Penelitian ini berjudul “Teknik Ecoprint Pada Produk UMKM Eikora  Padangpanjang”. Metode penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Penelitian ini mendeskripsikan tentang bagaimana proses pembuatan produk ecoprint UMKM Eikora Padangpanjang sehingga menghasilkan sebuah produk. Beberapa produk yang dihasilkan dari UMKM Eikora Padangpanjang seperti: totebag, obibelt, auter, cardigan, syal. Produk-produk ini sering digunakan sebagai kebutuhan sandang, sehingga dapat menciptakan produk-produk berkualitas dengan bahan alam. Produk ini dibuat dengan menggunakan dua teknik yaitu teknik pukul (pounding) dan teknik kukus (steaming)

    DAMPAK WISATA PETUALANGAN DI AIR TERJUN KEDUNG KAYANG TERHADAP AKTIVASI EMOSI WISATAWAN DALAM SENSORY TOURISM

    Full text link
    Wisata petualangan telah menjadi bagian penting dari industri pariwisata dengan menawarkan pengalaman multisensori yang dapat memengaruhi aktivasi emosi wisatawan.Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak wisata petualangan di Air Terjun Kedung Kayang terhadap aktivasi emosi wisatawan serta mengidentifikasi faktor sensorik yang paling dominan dalam membentuk pengalaman emosional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 107 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang mengukur pengalaman sensorik, aktivasi emosi, dan kepuasan wisatawan dengan skala Likert 5 poin. Analisis data dilakukan menggunakan Teknik statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, serta analisis regresi linier berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman sensorik secara signifikan memengaruhi aktivasi emosi wisatawan, yang pada akhirnya berdampak pada kepuasan mereka. Aktivasi emosi ditemukan sebagai mediator yang lebih dominan dibandingkan pengalaman sensorik langsung dalam membentuk kepuasan wisatawan. Elemen sensorik yang paling berpengaruh terhadap aktivasi emosi adalah suara air terjun dan sensasi fisik selama trekking. Temuan ini mendukung teori sensory tourism dan memberikan implikasi bagi pengelola destinasi wisata untuk lebih menekankan pengalaman multisensori dalam pengembangan strategi pemasaran dan perancangan pengalaman wisata berbasis emosional. Studi ini juga merekomendasikan pengembangan fasilitas yang dapat meningkatkan pengalaman wisata berbasis sensorik tanpa mengurangi esensi petualangan

    Harimau Sumatera Pada Relief Kayu

    Full text link
    Harimau Sumatera adalah satwa asli pulau Sumatera yang sangat patut untuk dilestarikan keberadaannya. Dalam Konsep perwujudan karya menghadirkan bentuk dari harimau Sumatera yang diwujudkan dalam bentuk relief kayu sebanyak tujuh buah karya yang ditambah dengan beberapa objek pendukung seperti gunung, pohon, batu, semak belukar, rawa, rusa, buaya, teratai dan tebing sehingga memberi kesan alam yang indah dan alami layaknya hutan Sumatera sebagai tempat tinggal harimau Sumatera.Teknik yang digunakan pada pembuatan karya ini adalah teknik ukir tinggi, dengan menggunakan bahan utama kayu surian, difinishing menggunakan wood stain salak brown, tinta printer dan clear dof. Hasil akhir dari karya relief kayu bejumlah tujuh karya yang berjudul yaitu: Karya I King Phantera Tigris Sumatrae, Karya II Queen Phantera Tigris Sumatrae, Karya III Perjumpaan, Karya IV Raja dan Ratu, Karya V Buah Hati, Karya VI Tidak akan Dibagi, Karya VII Pedalaman. Dalam setiap karya mengandung pesan, kesan dan ilmu pengetahuan tentang harimau Sumatera

    Te’o Renda: Its History, Meaning, and Function for the Rotenese Community in the Past and the Present

    Full text link
    This research aims to examine traditional te'o renda music from an ethnomusicological perspective. Using Ethnomusicology theories by Sri Hastanto that are relevant to those of Mantle Hood, the study explores changes and continuities in the presentation of te'o renda in Rote society. Conducted using qualitative methods, focusing on the discipline of ethnomusicology to understand the meaning and function of traditional music within cultural contexts, the research found that te'o renda and sasandu gong have undergone significant changes. In the past, sasandu and te'o renda played crucial roles in wedding ceremonies, particularly in traditional engagement rituals. However, their current usage has diminished, indicating a decline in their essence and sacredness. Other findings include the history, meanings, and functions of te'o renda for Rote communities past and present, as well as the construction of emic notations applied in te'o renda performances. This approach enables accurate and authentic documentation of traditional music, which is expected to contribute to the preservation and revitalization of Rote music culture. Thus, this research not only enhances theoretical understanding but also provides a foundation for efforts to conserve traditional music through emic notation methods

    Eksplorasi Seni Auditory Binaural Beats dan Transpersonal Therapy

    Full text link
    Binaural beats sebagai seni suara menjadi topik yang banyak diteliti oleh berbagai bidang, diantaranya dikatikan dengan induksi gelombang otak, relaksasi, dan transformasi kesadaran. Hal ini dapat  terjadi ketika  dua gelombang frekuensi suara yang berbeda diperdengarkan melalui masing-masing telinga, sehingga otak menciptakan persepsi nada tambahan yang tidak ada dalam stimulus asli. Penelitian ini bahwa binaural beats yang berada dalam frekuensi theta (4–8 Hz), terbukti mampu mempengaruhi pola aktivitas otak, meningkatkan efek, dan mendukung eksplorasi kesadaran ke arah lebih dalam. Dalam penelitian berbasis elektroensefalografi (EEG) menjelaskan bahwa paparan dari music binaural beats mampu meningkatkan sinkronisasi neuron di sistem limbik, yang dapat berperan dalam regulasi emosi dan kesadaran. Binaural beats memberikan efek yang siginifikan terhadap psikologis dan fisiologis individu, diantaranya dapat menurunkan kadar kortisol dan detak jantung, yang dapat mempengaruhi efek. Namun efek ini masih belum konsisten dan masih menunjukkan variasi pada setiap individu, hal ini ditentukan oleh pengalaman dan kondisi lingkungan sekitarnya.  Beberapa penelitian juga menunjukkan kombinasi antara binaural beats dengan beberapa elemen akustik tambahan, seperti seni auditory relaksasi, kemudian penggunaannya di lingkungan yang sedikit/ mini. Dengan beberapa temuan yang pada binaural beats serta efek yang ditimbulkan memiliki keterkaitan dengan kesadaran dan pengembalian kepada gelombang teta. Maka dapat disimpulkan binaural beats bisa digunakan sebagai media penghantar untuk menuju gelombang teta, yang akan membantu dalam induksi terapi transpersonal. Meskipun hal ini juga masih membutuhkan penelitian lanjutan untuk melihat sejauh mana efektivitasnya dalam terapi yang menggunakan induksi.  Dengan pendekatan yang lebih sistematis dan evidence-based, binaural beats dapat dijadikan sebagai bagian metode terapi komplementer di psikologi terkhusus pada terapi transpersona

    Histeria dalam Bailau: Analisis Lacanian–Žižekian dan Implikasinya bagi Penciptaan Musik Kontemporer

    Full text link
    Artikel ini menelaah dimensi sonik, performatif, dan psikoanalitis dari Bailau, tradisi ratapan Minangkabau, dengan menggabungkan analisis musikologis teknis, wacana histeria Lacan, dan teori fantasy Žižek. Analisis spektral, pelacakan pitch, dan pemetaan interval menunjukkan bahwa Bailau dicirikan oleh kombinasi struktur hemitonik dan anhemitonik, fluktuasi mikrotonal dan quarter-semitone, glissando lebar, formant yang tidak stabil (F1 550–900 Hz; F2 2000–2300 Hz), timbre padat, dan noise 3–5 kHz. Penanda akustik ini menampilkan vokalitas di antara ujaran dan ekses afektif, sejalan dengan gagasan Lacanian tentang Real yang menembus simbolik. Repetisi nada rendah berfungsi sebagai jangkar musikal sekaligus representasi kembalinya subjek pada lack, sedangkan lompatan tinggi mengekspresikan desire. Perspektif Žižek menegaskan peran Bailau sebagai mekanisme kultural untuk menata trauma kolektif terkait migrasi dan kehilangan. Karakter mikrotonal, spektral, dan afektifnya juga menawarkan potensi besar untuk komposisi elektroakustik, teknik vokal eksperimental, dan dramaturgi berbasis bunyi, menegaskan Bailau sebagai medan psikoakustik yang memadukan suara, afek, tubuh, dan simbolik.Kata Kunci: Bailau; Mikrotonalitas; Analisis Spektral; Histeria (Lacanian); Fantasi (Žižek

    1,195

    full texts

    1,530

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online ISI Padangpanjang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇