Journal Online ISI Padangpanjang
Not a member yet
1530 research outputs found
Sort by
Perancangan Ulang Visual Identity Orange Sky Garden Payakumbuh
Meningkatnya jumlah kafe di Payakumbuh saat ini membuat para pemilik kafe berpikir lebih kreatif dan inovatif. Orange Sky Garden merupakan kafe yang terletak dipusat kota Payakumbuh, didirikan oleh Riko Putra pada tahun 2015. Kafe ini mengusung konsep perpaduan ruang terbuka dan klasik. Banyaknya kompetitor membuat berkurangnya pengunjung ke kafe Orange Sky Garden, walaupun yang mengusung konsep tersebut jarang di kota Payakumbuh. Permasalahan Orange Sky Garden terletak pada identitas mulai dari logo sampai kurangnya pemanfaatan media sosial. Metode pengumpulan datanya berupa observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi, sedangkan metode analisis datanya yaitu SWOT dan 5W 1H. Hasil Perancangan Ulang Visual Identity Orange Sky Garden Payakumbuh berupa logo sebagai media utama. Logo tersebut merupakan wajah baru Orange Sky Garden mewakili kafe secara keseluruhan, dengan logo ini dapat memperkuat identitas kafe dan mempermudah pelanggan mengenalinya. Bentuk logo yang baru ini berbentuk lingkaran (monoline) kombinasi dari elemen-elemen visual kafe Orange Sky Garden. Media pendukung Perancangan Ulang Visual Identity Orange Sky Garden Payakumbuh berupa signage, packaging, poster, banner, merchandise, desain UI menu, seragam, desain sosial media, office set dan manual book
The Ornament of the Malay Keris Hulu “Tumbuk Lada” as a Medium for Student Creativity in Fine Arts
This study aims to develop and evaluate teaching materials in the form of printed books and e-books for the Ornamen Nusantara course, focusing on the ornamental design of the Hulu Keris Melayu Tumbuk Lada. The development process employed the Research and Development (R&D) method using the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The results indicate that the teaching materials are valid (78,75%), practical (82,15%), and effective (88,53%). Their use has been shown to enhance students’ understanding of traditional ornamental richness; particularly the Melayu Tumbuk Lada ornament; and to encourage the preservation of local cultural values. More broadly, the findings contribute to strengthening cultural identity in art education and support the development of creative industries based on cultural heritage
Motif Bungong Meulu sebagai Ide Penciptaan Karya Busana Fashion Makrame
Motif Bungong Meulu berasal dari Bahasa Aceh motif ini tidak hanya ada di daerah Aceh, tetapi juga ada di seluruh Indonesia hanya saja nama yang berbeda-beda. Motif Bungong Meulu memiliki bentuk yang simetris dan motif ini berwarna putih, yang memiliki 4 kelopak. Alasan ketertarikan pengkarya dalam mengangkat motif Bungong Meulu sebagai ide penciptaan karya busana fashion, karna motif Bungong Meulu ini memiliki kelopak yang indah dan unik dimana kelopaknya itu berbentuk oval. Metode yang digunakan dalam penggarapan karya ini melalui empat tahap yaitu (1) Pra Perancangan (2) Perancagan (3) Perwujudan, dan (4) Penyajian. Konsep yang digunakan dalam karya ini menggunakan konsep ekspresi simbolik yaitu bentuk seni modern dengan memanfaatkan idiom tradisi. Penciptaan tugas akhir dengan objek “Motif Bungong Meulu” pada karya busana fashion makrame, dalam proses penggarapan karya ini pengkarya menerapkan motif bungong meulu dengan menggunakan Teknik makrame. Seni simpul yang digarap menjadi motif yaitu kombinasi simpul pipih ganda dengan kordon, tujuan dari penggarapan karya yaitu berfungsi untuk mengabadikan momen spesial suatu acara pernikahan dalam konteks modern namun tetap tidak terlepas dari budaya lokal
Pengolahan Limbah Serbuk Kayu Melalui Eksperimen Tekstur untuk Menemukan Material Baru
The growth of the wood processing industry in Indonesia, which reached 8.04% in 2021, also increased the amount of sawdust waste that has not been optimally managed. This waste is generally produced from the process of cutting and sawing wood, and can reach tens of tons per day in industrial centers such as Jepara and Pasuruan. If not utilized, sawdust can cause air pollution, pollute the surrounding environment, and become a source of material waste. In fact, sawdust has the potential as an alternative raw material in the manufacture of building materials and design products. This study aims to explore the utilization of sawdust waste by mixing it with adhesives, such as resin and white glue, to produce solid materials that have utility value and durability. Experiments were carried out with various compositions to study material performance, especially in terms of heat resistance. The results of this study are expected to be a creative and applicable solution in the processing of sawdust waste, while supporting the development of environmentally friendly and economically valuable sustainable designs in the future
“LANGKAH TANPA SUARA” Interprestasi dari Kegigihan Seseorang Tunarungu Dalam Kehidupan
The dance work entitled Langkah Tanpa Suara (Steps Without a Voice) is inspired by the life conditions of a deaf person who faces limitations in verbal communication. This work is represented as an artistic expression of the persistence of a deaf person in living life, even though they are often looked down upon by society. The creation process uses data collection and field observation methods to understand the lives of deaf people, exploration of movement and improvisation as the basis for creation; formation of dance structures and periodic evaluations. Technically, this work is performed by seven dancers, with a social theme packaged dramatically. Strengthening the narrative occurs through the use of sequencer music that is adjusted to the flow of the performance, thus enriching the emotional and dramatic expression of the work
Inovasi Pembelajaran Transkripsi Musik Tradisional Minangkabau Berbasis Aplikasi Android bagi Mahasiswa Seni
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi berbasis Android sebagai media pembelajaran transkripsi musik tradisional Minangkabau yang interaktif, adaptif, dan kontekstual terhadap kebutuhan mahasiswa seni. Selama ini, proses transkripsi musik tradisional masih dilakukan secara manual melalui pendengaran dan pencatatan notasi konvensional, yang sering menimbulkan kendala dalam akurasi nada dan efisiensi waktu. Melalui pendekatan Research and Development (R&D), penelitian ini meliputi tiga tahapan utama, yaitu analisis kebutuhan pengguna, perancangan antarmuka dan sistem aplikasi, serta uji efektivitas pembelajaran. Aplikasi yang dikembangkan mengintegrasikan fitur tuner kromatik dan notation editor yang memungkinkan pengguna mengukur nada-nada pentatonik tradisional secara presisi serta mentransformasi pola ritmik, melodi, dan struktur musikal khas Minangkabau ke dalam bentuk digital. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan pemahaman konsep transkripsi hingga 85% dan peningkatan motivasi belajar mahasiswa terhadap musik tradisi lokal. Penelitian ini berkontribusi terhadap digitalisasi pembelajaran seni, pelestarian budaya berbasis teknologi, dan promosi musikal tradisi Minangkabau di era digital.
Analisis Studi Kasus: Observasi Respons Fisik, Pemicu Social Anxiety, dan Kajian Furnitur Publik Eksisting di Ruang Publik
This study aims to analyze the physical responses associated with social anxiety, identify its underlying factors, and evaluate existing public furniture in Surabaya's public spaces. Utilizing a case study and observational methodology, data were collected through direct field observations and surveys administered to public space users. The research employed both qualitative and quantitative analysis to comprehensively understand the interplay between environmental conditions and the physical manifestations of social anxiety. Findings indicate that behaviors such as increased mobile phone usage, grounding techniques, and fidgeting are significant physical responses when individuals encounter ambiguous or crowded public environments. Additionally, the evaluation of current public furniture revealed that existing designs do not adequately address the needs of users experiencing social anxiety, highlighting a critical opportunity for innovative design interventions. In conclusion, enhancing the design of public furniture to be more responsive to the emotional and physical needs of users can serve as an effective strategy in reducing social anxiety levels and improving the overall quality of urban public experiences
KEBERADAAN TARI DANA SARADI DESA PAGAR AGUNG KABUPATEN MUARA ENIM PROVINSI SUMATERA SELATAN
This study aims to discuss the existence of Dana Sara Dance in Pagar Agung Village, Muara Enim Regency, South Sumatra Province, this research uses qualitative research methods that are descriptive in nature of analysis, and the data obtained both written data and data in the field are analyzed according to the problems formulated. This research uses the opinions of Alwi Hasan and Daryusti regarding the existence and function of the dance. The results obtained from this study are that the existence of the Dana Sara dance is still recognized to this day and is still maintained both in terms of movement, costumes, floor patterns, musical instruments, song verses. Dana Sara dance dancers are currently still in their 3rd generation and there is no younger generation who continues the Dana Sara dance
Revitalisasi Permainan Tradisional untuk Mendukung Wisata Edukasi Kampung Caping Pontianak
Permainan tradisional di Kampung Caping merupakan langkah strategis untuk melestarikan budaya lokal yang semakin terpinggirkan oleh perkembangan teknologi modern. Permainan tradisional tidak hanya bagian dari warisan budaya, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai dan kearifan lokal. Kegiatan ini dijalankan sebagai bagian dari Kuliah Kerja Nyata (KKM) oleh mahasiswa Universitas Tanjungpura, bertujuan memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda dan menjadikannya daya tarik wisata Kampung Caping. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pengembangan model pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi permainan tradisional di sekolah-sekolah dan komunitas setempat, pemanfaatan platform digital untuk menyebarluaskan informasi melalui video tutorial di media sosial, serta pendokumentasian komprehensif mengenai aturan, sejarah, dan manfaat permainan. Proses ini selaras dengan tujuan pengabdian masyarakat perguruan tinggi yang mengedepankan alih teknologi dan pemberdayaan sosial budaya. Melalui implementasi strategi-strategi ini, diharapkan permainan tradisional dapat kembali hidup, relevan, dan menarik bagi generasi muda, serta mendukung pelestarian budaya lokal Kampung Caping di era moder
Pengembangan Seni Pertunjukan dan Seni Rupa di Kota Dumai: Dari Aspek Kualitas dan Kuantitas
Artikel ini menjelaskan pengembangan seni di Kota Dumai melalui workshop dan pelatihan seni dan budaya dengan memetakan seni dulu, kini, dan nanti. Pengembangan seni pertunjukan di Kota Dumai pada tari kreasi Zapin, Persembahan, dan musik gambus masih dilakukan secara intuitif dan belum mempertimbangkan segi artistik dan estetika. Pengembangan artistik dan estetika perlu dilakukan dengan cara pengembangan dari aspek kualitatif dan kuantitatif. Pengembangan kualitatif atau kualitas adalah pengembangan pada bentuk, struktur, dan substansi gerak dan materi musiknya, teknik melukis, pengolahan warna, dan karakter untuk mencapai kualitas. Pengembangan kuantitatif atau kuantitas difokuskan pada upaya memperluaskan dan memperbesar volume pertunjukan dan pameran dengan cara memperbanyak dan menyebarkan ke berbagai kalangan masyarakat. Metode workshop dan pelatihan terdiri dari presentasi materi, workshop, dan pelatihan dibagi beberapa kelompok, yaitu kelompok tari, musik, dan seni rupa. Kemudian dilakukan evaluasi dan saran perbaikan. Hasil workshop dan pelatihan menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat perlu dilakukan untuk membuka wawasan dan cara mengembangkan suatu seni ke seni kreasi dengan pertimbangan konsep seperti kualitas dan kuantitas