Publikasi Universitas Mercu Buana
Not a member yet
7303 research outputs found
Sort by
The Empowerment of Kembangan Utara Community in Increasing the Value of Soap Products Made from Waste Cooking Oil Through Visual Branding
Waste Cooking Oil (WCO) is a prevalent form of household waste in Indonesia, often mismanaged due to a lack of awareness and infrastructure. In the densely populated area of RW 06 Kembangan Utara, Jakarta, improper waste disposal exacerbates environmental issues. However, repurposing WCO into soap offers renewed benefits and utility. Despite this, the association of the product with WCO creates a stigma that hinders its acceptance and economic viability. This community empowerment initiative aimed to address these challenges by enhancing the perceived value of soap products through visual branding strategies. Conducted over 12 sessions, the program engaged the RW 06 Kembangan Utara community in six systematic stages, providing education on WCO processing, product development, and branding. As a result, the community not only gained awareness about sustainable waste management but also acquired skills in creating visually appealing packaging to market their soap products effectively. The initiative serves as a foundation for fostering environmental responsibility and economic empowerment, encouraging the community to continue this small but impactful step toward a healthier and more sustainable future
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN MANAJEMEN PEMASARAN PADA KELOMPOK USAHA KUE TRADISIONAL “KUE LARUT” DI DESA SINANGGUL MLONGGO JEPARA
UMKM "Kue Larut" menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan alat produksi, manajemen keuangan yang belum rapi, serta pemasaran yang masih tradisional. Meskipun kue ini memiliki prospek pasar yang baik, keterbatasan kapasitas produksi menyebabkan UMKM sering kali tidak dapat memenuhi permintaan pasar. Oleh karena itu, diperlukan intervensi teknologi tepat guna, pelatihan manajemen SDM, pembukuan, serta pemasaran digital untuk meningkatkan kapasitas usaha dan memperluas jangkauan pasar. Tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi, memperkenalkan inovasi produk, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), serta memperluas akses pasar melalui penerapan teknologi dan digitalisasi pemasaran. Secara spesifik, target peningkatan penjualan hingga 30-50% diharapkan dicapai dengan penerapan teknologi dan strategi pemasaran baru. Metode pelaksanaan pengabdian yaitu: Sosialisasi Program, Pelatihan Manajemen SDM, Pelatihan Pembukuan Keuangan Sederhana, Pelatihan Digital Marketing, Penerapan Teknologi. Luaran yang dihasilkan meliputi peningkatan aset berupa mesin pengaduk adonan dan oven otomatis, peningkatan kapasitas produksi hingga 30-50%, peningkatan efisiensi produksi sebesar 30%, serta pengurangan biaya produksi sebesar 20%. Selain itu, dari segi pemasaran, diharapkan terjadi peningkatan penjualan sebesar 30-50% dengan penerapan digital marketing dan penggunaan media sosial. Luaran pada pengabdian PKM ini meliputi peningkatan produksi kue larut hingga 40-60% setelah pendampingan teknologi, peningkatan omset penjualan hingga 50%, serta bertambahnya aset usaha (mesin pengaduk dan oven). Dari sisi pemasaran, penerapan media sosial berhasil meningkatkan jumlah pelanggan, dan UMKM mulai mampu menjual produknya melalui marketplac
IMPLEMENTASI SYSTEM WEB-BASED MENGGUNAKAN METODE OBJECT ORIENTED TECHNOLOGY (OOT) UNTUK MENINGKATKAN KREDIBILITAS PONDOK PESANTREN SALAFIYAH ILZAMUN MAJU BAHRIN KIMAK
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berawal dari masih terbatasnya pemanfaatan teknologi informasi sebagai media penyebaran informasi dan layanan administrasi di banyak pesantren. Salah satunya adalah Pondok Pesantren Salafiyah Ilzamun Maju Bahrin. Oleh karena itu, tim melakukan sosialisasi dan mengimplementasikan sistem berbasis web yang dapat digunakan sebagai media informasi sekaligus mendukung proses penerimaan peserta didik baru (PPDB). Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar fitur sistem memenuhi persyaratan (71,4%) dan sangat sesuai (14,3%). Guru dan staf merasa lebih mudah dalam mengelola konten (57,1%) dan menavigasi tata letak fitur sistem. Lebih lanjut, implementasi PPDB daring dinilai lebih efektif (85,7%) dan meningkatkan kepuasan pengguna (71,4%). Seluruh responden sepakat bahwa sistem ini berdampak positif terhadap kredibilitas pesantren, dengan 57,1% menyatakan siap mengelolanya secara mandiri. Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan sesuai rencana dan berdampak positif baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara teknologi, lembaga pendidikan tinggi, dan lembaga pendidikan Islam dapat mendorong transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola yang lebih baik
Perancangan Optimasi Rute Pengiriman Buah Menggunakan Saving Matrix Dan Algoritma Genetika Untuk Meningkatkan Efisiensi Distribusi
Distribusi produk pertanian, khususnya buah-buahan yang mudah rusak, memegang peranan vital dalam menjaga kualitas produk dan efisiensi logistik. Keterlambatan pengiriman menjadi masalah utama dalam distribusi buah di Provinsi Jawa Barat, dengan tingkat keterlambatan mencapai 15–20% dan tingkat kerusakan produk 10–15%. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dua metode optimasi rute distribusi, yaitu metode Saving Matrix dan Algoritma Genetika, dalam konteks pengiriman buah dari berbagai wilayah di Jawa Barat menuju Bandung. Penelitian ini mengintegrasikan parameter degradasi kualitas buah berdasarkan waktu pengiriman dan karakteristik komoditas, seperti masa simpan. Pendekatan mixed-method eksplanatori sekuensial digunakan dalam penelitian ini. Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara dan observasi terhadap delapan stakeholder industri logistik pertanian. Temuan kualitatif menjadi dasar perancangan model optimasi. Pada tahap kuantitatif, Saving Matrix dan Algoritma Genetika diimplementasikan menggunakan bahasa pemrograman Python dengan library seperti geopy, DEAP, dan matplotlib. Data jarak antar titik diperoleh dari koordinat geografis, dan model optimasi dikembangkan berdasarkan formulasi Vehicle Routing Problem (VRP) yang disesuaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Algoritma Genetika lebih unggul dalam konteks kompleksitas tinggi, dengan kemampuan mengurangi waktu pengiriman hingga 22% dan penurunan kerusakan stroberi dari 15% menjadi 7%. Sementara itu, Saving Matrix lebih unggul dari sisi kecepatan komputasi dan efisiensi awal, namun kurang adaptif terhadap variasi karakteristik produk dan medan geografis. Penelitian ini memberikan kontribusi pada praktik logistik pertanian dengan menawarkan solusi berbasis algoritma untuk distribusi buah yang lebih efisien dan adaptif terhadap kondisi riil. Hasil ini juga memperkaya literatur tentang penerapan heuristik dan evolusioner dalam konteks distribusi produk perishable di negara berkembang seperti Indonesia
Pengaruh Penentuan Lokasi Terhadap Pendapatan Toko Kelontong An-Nur
Penentuan lokasi usaha merupakan salah satu faktor yang sangat penting. Karena dapat mempengaruhi keberhasilan dan kemajuan suatu usaha. Di era persaingan bisnis yang sangat ketat, pemilihan lokasi yang tepat dapat memberikan keuntungan yang besar bagi suatu usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penentuan lokasi terhadap pendapatan usaha dengan wawancara langsung dengan pemilik toko kelontong An-Nur yang berada di Desa Gandamekar. Hasil analisis dari dua lokasi toko kelontong An-Nur didapatkan data pendapatan yang berbeda jauh antara toko kelontong An-Nur 1 yang lokasinya yang strategis di pinggir jalan dan toko kelontong An-Nur 2 yang berada di dalam permukiman warga. Untuk toko An-Nur 1 mendapatkan rata rata omzet pendapatan Rp 10.550.000/bulan. Sedangkan toko An-Nur 2 memiliki rata rata omzet sebesar Rp. 4.400.000/bulan. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa penentuan lokasi usaha dapat berpengaruh terhadap pendapatan suatu usaha
Analisis Studi Kelayakan Bisnis Pemasaran Obat Herbal Madu Ditinjau dari Aspek Pasar dan Pemasaran
The purpose of this research is to assess the business feasibility and to increase sales of "Neo Herbamart Store" Herbal Honey, located in North Cikarang, as a micro, small, and medium enterprise (MSME), with a focus on market and marketing aspects. Using a qualitative descriptive approach, this study analyzes market and marketing aspects. The results of the study indicate that Trigona Herbal Honey has met the legal requirements by having a halal certificate, which supports legitimate and sustainable operations. From a production perspective, this business is located in a strategic location, namely close to residential areas that help with business operations, using quality materials, and implementing a regular production process, so it is feasible for further development. In terms of market and marketing, there is promising potential with a focus on consumers who have stomach complaints and marketing strategies through social media. This study recommends that Trigona Herbal Honey increase product variations and expand distribution channels, including collaborating with pharmacies by utilizing digital marketing, to increase competitiveness and its contribution to the local economy
Analisa Proses Quenching Terhadap Penurunan Kadar Air Pada Kokas dengan Menggunakan Metode Six Sigma di Pabrik Baja
Kokas merupakan material utama dalam proses produksi besi cair melalui metode blast furnace. Fungsinya tidak hanya sebagai bahan bakar, tetapi juga sebagai agen pereduksi dan pendukung permeabilitas gas dalam blast furnace. Salah satu permasalahan krusial dalam proses produksi kokas adalah tingginya kadar air setelah proses pendinginan (quenching). Kadar air yang berlebih dapat menyebabkan penurunan efisiensi panas di dalam blast furnace, peningkatan konsumsi energi, penurunan kualitas kokas, serta pemborosan biaya operasional secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan upaya sistematis untuk mengidentifikasi dan mengendalikan faktor-faktor yang memengaruhi kadar air kokas secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel-variabel dalam proses quenching terhadap kadar air kokas, menggunakan pendekatan Six Sigma dengan metodologi DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Penelitian dilakukan di salah satu pabrik baja terkemuka di Cilegon, Banten. Data diperoleh dari hasil pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Minitab. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tiga variabel utama, yaitu waktu quenching (quenching time), waktu penyemprotan (spraying time), dan penggunaan nozzle tambahan, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kadar air kokas, dengan nilai P < 0,05 berdasarkan uji ANOVA. Setelah tahap analisis, dilakukan perbaikan proses dengan pendekatan Design of Experiment (DoE) untuk menentukan kombinasi parameter optimal dalam proses quenching. Implementasi hasil perbaikan menunjukkan keberhasilan dalam menurunkan kadar air kokas secara konsisten. Selain itu, level sigma proses meningkat dari 3,31σ menjadi 4,04σ, yang menunjukkan peningkatan kapabilitas proses dan penurunan variasi. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa penerapan pendekatan Six Sigma secara terstruktur dan berbasis data mampu meningkatkan efisiensi, mengurangi pemborosan, dan meningkatkan kualitas hasil produksi pada proses pembuatan kokas di industri baj
PERANCANGAN MUSEUM GEOGRAFI INDONESIA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI
Museum Geografi Indonesia dirancang sebagai pusat edukasi dan penelitian tentang geografi dengan pendekatan arsitektur ekologi. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan bangunan yang berkelanjutan, efisien energi, serta memberikan pengalaman edukatif yang interaktif bagi pengunjung. Pemilihan lokasi di kawasan Taman Pintar Yogyakarta didasarkan pada potensinya sebagai pusat edukasi dan wisata, sehingga museum ini dapat menjangkau berbagai kalangan, termasuk pelajar, akademisi, dan wisatawan.Pendekatan arsitektur ekologi diterapkan melalui penggunaan material ramah lingkungan, pencahayaan alami, ventilasi silang, serta sistem pengelolaan air hujan dan energi terbarukan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan. Konsep ini juga menekankan integrasi museum dengan lingkungan sekitarnya, menciptakan ruang terbuka hijau serta meminimalkan dampak negatif terhadap ekosistem.Selain itu, penerapan teknologi interaktif dalam museum ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, sehingga pengunjung dapat memahami konsep geografi dengan cara yang lebih menarik dan mendalam. Dengan menerapkan prinsip arsitektur ekologi, Museum Geografi Indonesia diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan museum berkelanjutan di Indonesia serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya geografi dan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari
PERANCANGAN MIXED USE BUILDING (APARTEMEN & RETAIL) DENGAN PENDEKATAN PERILAKU
DKI Jakarta is a bustling city and a residential hub for many people, including those in North Jakarta. One of the rapidly developing areas is Kelapa Gading, which has become a prime destination for workers seeking a place to live. However, Kelapa Gading is predominantly a high-end area, limiting housing options for the middle to lower-income population. To accommodate both migrant workers from other cities and native Jakarta residents, a strategic and comfortable living environment is essential—one that provides daily necessities within easy reach.Therefore, a mixed-use development with a behavioral approach is an ideal solution for workers in Jakarta. By integrating various functions, such as residential apartments and retail spaces, this type of development enables residents to meet their daily needs without relying on transportation to leave the premises. The application of architecture with a behavioral approach ensures that building functions align with user needs and lifestyles, fostering a dynamic yet comfortable living environment
Redesain Pasar Ikan Muara Angke (Arsitektur Tropis Modern)
Muara angke merupakan daerah paling utara jakarta yang sering dilanda fenomena alam banjir Rob sehingga kerap mempengaruhi produktifitas pendistribusian dan juga perdagangan ikan di tempat pelelangan ikan yang berada tepat di pesisir laut Muara Angke. Selain itu, degradasi fisik yang terjadi hampir disetiap sudut kota jakarta khusunya di kawasan muara angke akibat kepadatan penduduk menyebabkan kawasan Muara Angke mulai kehilangan identitasnya sebagai kawasan dengan potensi wisata laut yang menjanjikan. Oleh sebab itu, dalam mengatasi permasalahan ini perancangan bangunan pemasaran produk laut yang bisa lebih beradaptasi dengan fenomena alam dan iklim sekitar dapat menjadi salah saatu upaya dalam membangun kembali produktifitas kawasan