Publikasi Universitas Mercu Buana
Not a member yet
7303 research outputs found
Sort by
The Financial Implications of ESG Performance: Innovation as a Mediator and External Assurance as a Moderator
Objectives: Investor and regulator attention to sustainability practices has made Environmental, Social, and Governance (ESG) performance increasingly crucial for companies. This study examines the effect of ESG performance on financial performance with innovation as a mediator and external assurance as a moderator.Methodology: The study was conducted on 58 publicly listed Indonesian companies during the 2023–2024 period that have ESG Risk Rating scores from Morningstar Sustainalytics and have reported research and development expenses in their operations. SEM-PLS aims to analyze the developed model.Finding: The results show that (1) good ESG performance (indicated by a lower ESG Risk Rating) has a significant positive effect on ROE, indicating that better ESG performance is associated with higher financial performance; (2) innovation acts as a mediator, where sustainability practices encourage innovative activities that positively impact financial performance; and (3) external assurance strengthens the relationship between ESG and financial performance through enhanced reporting credibility and reduced information asymmetry..Conclusion: These findings affirm that ESG is not merely about compliance but a strategy to drive innovation and increase profits. The managerial implications include reducing ESG risk through measurable sustainability initiatives, strengthening investment in green research and development, and obtaining independent external assurance to enhance reporting credibility and increase investment opportunities
Performance evaluation of hyper-parameter tuning automation in YOLOV8 and YOLO-NAS for corn leaf disease detection
Corn cultivation was crucial in Southeast Asia, significantly contributing to regional food security and economies. However, leaf diseases posed a significant threat, causing substantial losses in production and quality. This research utilized artificial intelligence (AI) technology to address this issue by automating the hyper-parameter tuning process in YOLO (You Only Look Once) object detection models for early corn leaf disease detection. High-resolution images of corn leaves were captured and preprocessed for consistency. The preprocessing stage involved creating new dataset folders for images and labels, resizing images while preserving their aspect ratio, and rotating them if necessary. The images, containing 11,596 labeled instances, were analyzed using YOLOv8 and YOLO-NAS models. Each image's detected disease regions were converted into YOLO-format text files with x, y, width, and height coordinates, describing the presence and severity of infections. The models' performances were evaluated using precision, recall, mAP50, and mAP50-95 metrics. YOLOv8m achieved a mAP50 of 98.5% and mAP50-95 of 67.8%, while YOLO-NAS-L demonstrated superior detection capabilities with a mAP50 of 70.3% and mAP50-95 of 38.9%. This automated system facilitated early disease identification and enabled prompt preventive measures, thereby enhancing crop yields and mitigating losses. The findings highlighted the potential of advanced AI-driven detection systems in revolutionizing crop management and supporting global food security.
Investigation of mechanical properties and microstructural characteristics of rice husk ash-based geopolymer mortar as patch repair
The rapid expansion of the construction sector has escalated cement use, significantly impacting the environment due to CO2 emissions. Geopolymers are eco-friendly construction materials designed to reduce cement use and have the potential to be a patching material to rehabilitate concrete structures due to corrosion damage. Among these, pozzolanic materials like rice husk ash, rich in aluminosilicate, are abundant and suitable for geopolymer binders. This study explored the use of rice husk ash and alkali activators (NaOH/Na2SiO3), with different activator percentages (40%, 45%, and 50%), to evaluate their mechanical properties and potential applications as patch repair materials. This research involved formulating an optimal mix design through trial and error in a laboratory setting, followed by curing at 70 °C and testing at room temperature. XRF and SEM-EXD analyses were performed to determine the chemical composition and microstructure of the specimens. The activators, NaOH and Na2SiO3, were employed in a 1:3.5 ratio, with 14M molarity and 2% superplasticizer, to enhance workability. The test yielded the geopolymer mortar’s highest compressive strength of 8.14 MPa at a 40% activator variation. In comparison, the highest split tensile and flexural strengths were 2.50 MPa and 1.00 MPa, respectively, both at a 50% variation. These findings demonstrated the suitability of the mortar for patch repair on concrete substrates with compressive strengths below 8 MPa. The mechanical properties of the rice husk ash geopolymer mortar were influenced by the silica, calcium, and alkali activator content, affecting the mortar’s strength and density
Five questions on the multisensory perception in historic urban areas
Multisensory perception is essential for individuals or communities to fully appreciate urban historic areas. Recognizing non-physical aspects such as sound, smell, and tactile sensations based on human senses is crucial for enhancing the relationship between individuals and their environment. Discussions on heritage conservation extend beyond physical aspects evaluated visually to encompass non-physical elements. This article presents five questions covering the definition, influencing factors, types and categories, and methods for multisensory perception research. Furthermore, this article aims to explain gaps in multisensory research in urban historic areas to determine what and how future heritage conservation studies should be conducted. The research employs content analysis methods to analyze discussions from selected literature regarding the benefits of multisensory research in urban historic areas. Multisensory perception significantly influences the diverse sensory experience of intangible aspects in an environment, enriching urban heritage conservation approaches
Perancangan Tata Letak Fasilitas Menggunakan Metode Systematic Layout Planning Pada Produksi Komponen Wiring Harness
Penelitian ini menganalisis perancangan tata letak fasilitas menggunakan metode Systematic Layout Planning (SLP) pada pada perusahaan wiring harness dengan pendekatan ergonomi. Fenomena yang terjadi tidak efektif dan efisien tata letak fasilitas untuk proses produksi, jarak antar operator yang kurang memadai serta suhu ruangan yang panas mengakibatkan kelelahan kerja yang berpengaruh menurunnya produktifitas karyawan. Tujuan utama dari tata letak fasilitas ini adalah mengatur area kerja, semua fasilitas produksi yang paling optimal untuk operasi produksi, aman, dan nyaman sehingga akan dapat menaikkan moral kerja dan performansi kerja dari operator. Penelitian ini melalui tahapan pengamatan kondisi aktual, perancangan Flow Process Chart (FPC), membuat Activity Relationship Chart (ARC), membuat Activity Relationship Diagram (ARD), dan penentuan kebutuhan luas area, dan rancangan usulan tata letak fasilitas untuk produksi wiring harness. Berdasarkan hasil analisis perancangan tata letak fasilitas terjadi perluasan lantai produksi dan penambahan allowance sebesar 50% sesuai dengan metode fasilitas industri terutama pada masing-masing stasiun kerja. Sehingga kebutuhan total luas lantai produksi awal sebesar 375 m2 menjadi sebesar 486 m2, hal ini sesuai kebutuhan yang telah diperhitungkan untuk dapat meningkatkan produktivitas operator pada produksi komponen wiring harness
Analisis Kepuasan Penumpang terhadap Kualitas Layanan Bus Karyawan di Perusahaan Retail Menggunakan Metode Service Quality dan Importance-Performance Analysis
Seiring pesatnya pertumbuhan urbanisasi dan kompleksitas kebutuhan transportasi, dalam menghadapi tantangan mobilitas di wilayah perkotaan, perusahaan retail mengadopsi layanan bus karyawan sebagai salah satu strategi efisiensi guna menunjang aktivitas dan meningkatkan kualitas hidup karyawan sekaligus berkontribusi dalam mengurangi dampak lingkungan. Meskipun demikian, implementasi layanan ini tidak lepas dari keterbatasan armada, fluktuasi kebutuhan transportasi, serta kendala manajemen operasional, terutama bagi perusahaan yang berlokasi jauh dari pusat kota, sehingga sering menimbulkan ketidakpuasan di kalangan penumpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan penumpang bus karyawan perusahaan retail dan menganalisis faktor-faktor yang perlu diperbaiki menggunakan metode Servqual (Service Quality) dan IPA (Importance-Performance Analysis). Dari hasil penelitian ini dihasilkan bahwa terdapat kesenjangan negatif (-0,383) antara persepsi (4,168) dan harapan (4,551) penumpang secara keseluruhan. Dimensi assurance mencatatkan kinerja terbaik dengan gap terkecil (-0,285), sementara dimensi reliability memiliki gap terbesar (-0,515), mengindikasikan bahwa seluruh dimensi layanan masih berada di bawah ekspektasi penumpang. Analisis IPA menyoroti ketepatan waktu, kualitas AC, dan kenyamanan perjalanan sebagai prioritas utama perbaikan. Rekomendasi yang diberikan meliputi optimasi jadwal operasional berdasarkan pola lalu lintas, pemeliharaan berkala armada bus khususnya sistem AC, serta peningkatan fasilitas dan pelayanan bus. Usulan perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan penumpang dan mendukung keberlanjutan transportasi perusahaan
Rancang Bangun Sistem Kontrol Dan Monitoring Sistem Pendinginan Dan Penerangan Pada Gedung Perkantoran Berbasis PLC Virtual Machine Experion LXR120
Perkembangan teknologi pada jaman ini, memungkinkan manusia untuk menciptakan sistem otomasi untuk melakukan pekerjaan dan aktifitas sehari-hari. Mulai dari keamanan rumah tinggal, pengendalian lalu lintas dan manufacturing. Salah satu teknologi yang terus berkembang dan dipergunakan secara luas dibidang pengontrolan adalah Programmable Logic Control (PLC) dan Human Machine Interface (HMI). Pada kehidupan sehari-hari sistem instalasi penerangan listrik sangat memberikan pengaruh penting dalam aktivitas yang dikerjakan manusia. Selain itu Indonesia yang memiliki iklim tropis membutuhkan pendinginan saat musim kemarau yang panjang dan sangat panas. Oleh karena itu, apabila sistem penerangan dan pendinginan dapat bekerja secara modern, akan lebih mempermudah aktifitas yang dilakukan oleh manusia. Maka pada penelitian ini dibuatkah sistem kontrol dan monitoring pada sistem penerangan dan pendinginan di gedung perkantoran. Pada penelitian ini parameter yang dugunakan adalah PLC Honeywell C300, dan HMI. Pembacaan temperature dilakukan dengan cara memasukan nilai temperature secara manual melalui HMI (Human Machine Interface) yang disediakan disetiap tampilan HMI (Human Machine Interface) pada Gedung perkantoran yaitu ada diruang direktur, ruang staff dan ruang satpam. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa penggunaan PLC dapat digunakan untuk kontrol dan monitoring aktifitas pada Gedung perkantoran. Dimana respon daripada PLC Honeywell C300 memiliki respon yang cepat untuk melakukan kontrol pada output/aktuator melalui HMI yaitu kurang dari 1 detik. Tentu dengan respon terhadap perintah yang cepat dapat mengefisiensikan waktu disetiap aktifitas gedung perkantoran.Kata Kunci—HMI, Monitoring, PLC LXR120, Sistem Kontrol, Sistem Pendinginan, Sistem Peneranga
Wadah Pakan Ternak Ayam Anti Lapar Berbasis Internet of Things
Tumbuh sehatnya ternak ayam tergantung dari jaminan ketersediaan pakan pada wadah pakan. Ketersedian pakan harus dipantau dan dilakukan oleh peternak secara terus menerus yang sudah tentu akan banyak menyita waktu perternak, oleh sebab itu penelitian ini melakukan perancangan alat berupa prototipe yang dapat memberikan pakan secara otomatis baik secara terjadwal maupun berdasarkan ketersediaan pakan pada wadah. Alat ini menggunakan mikrokontroler sebagai pusat pengendalinya yang dapat dipantau dan dikendalikan secara jarak jauh dengan menggunakan IoT (Internet of Things) melalui aplikasi telegram pada smartphone android. Pengujian dari hasil rancangan alat ini berhasil berjalan dengan baik sesuai dengan rancangan, pakan pada pakan utama akan diisi secara otomatis sesuai jadwal dalam 2 kali sehari atau atas perintah peternak melalui aplikasi telegram dengan persentasi kesalahan jumlah berat pakan untuk setiap kali pemberian pakan sebesar 4,29 %
Implementasi Sistem Terintegrasi Pada Penyimpanan Fotovoltaik Dalam Satu Perangkat
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji sistem terintegrasi penyimpanan energi fotovoltaik dalam satu perangkat, guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas konversi serta penyimpanan energi surya. Dalam penelitian ini, kami merancang sebuah perangkat yang menggabungkan panel fotovoltaik dengan sistem penyimpanan energi berbasis baterai lithium-ion, dilengkapi dengan pengendali daya pintar. Sistem ini dirancang untuk mengoptimalkan penyerapan energi matahari dan penyimpanannya, serta mengurangi kehilangan energi selama proses konversi dan penyimpanan. Proses fabrikasi melibatkan pemilihan material fotovoltaik yang efisien dan komponen penyimpanan yang memiliki densitas energi tinggi serta umur pakai yang panjang. Pengendali daya pintar dikembangkan untuk mengelola distribusi energi secara real-time, memastikan ketersediaan daya sesuai kebutuhan, dan meminimalkan kerugian akibat overcharging atau deep discharging. Pengujian dilakukan dalam kondisi lingkungan yang bervariasi untuk menilai kinerja sistem dalam situasi nyata. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa sistem terintegrasi ini mampu meningkatkan efisiensi penyimpanan hingga 20% dibandingkan dengan sistem konvensional yang terpisah. Selain itu, sistem ini juga menunjukkan peningkatan stabilitas operasi dan pengurangan biaya instalasi serta pemeliharaan. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan teknologi penyimpanan energi terbarukan dan menawarkan solusi praktis untuk mengatasi tantangan penyimpanan energi yang berkelanjutan dan efisie
Rancang Bangun Altimeter Berbasis Arduino Pro Micro Dengan Metode Fuzzy Mamdani
Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap kegiatan pendakian gunung semakin meningkat. Mayoritas masyarakat tersebut merupakan pendaki pemula yang belum memahami teknik – teknik dasar mendaki gunung seperti kurangnya pengetahuan dalam bertahan hidup di kondisi alam yang tidak menentu dan tidak mempersiapkan peralatan pendakian yang mendukung keselamatan. Hal tersebut dapat berisiko terhadap kesehatan para pendaki, hingga dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, untuk meminimalisir risiko tersebut sebaiknya para pendaki pemula membawa alat yang dapat memperkirakan suhu, ketinggian, tekanan udara, dan kondisi keselamatan pendaki saat di gunung. Dengan mengintegrasikan Module GY-087 dan Arduino Pro Micro sebagai alat yang dapat menampilkan kompas, suhu, ketinggian dan tekanan udara. Dilengkapi dengan baterai lithium 18650 yang dapat di isi ulang sehingga memudahkan para pendaki untuk dibawa kemana saja. Serta menerapkan metode fuzzy mamdaniyang dapat membuat parameter kondisi keselamatan para pendaki berdasarkan kondisi lingkungan sekitar. Hasil dari pengujian alat terhadap altimeter terkalibrasi menghasilkan rata – rata error pada sensor suhu sebesar 1,66%, pada sensor tekanan udara sebesar 0,23% dan pada sensor ketinggian sebesar 2,9%. Dari metode fuzzy mamdani didapatkan parameter kondisi keselamatan di antaranya indikasi hipertermia, aman dan indikasi hipotermia. Bedasarkan hasil pengujian fuzzy pada matlab nilai rata – rata error sebesar 2,33%