Publikasi Universitas Mercu Buana
Not a member yet
    7303 research outputs found

    Optimalisasi Energi Angin Pada Pltb Sebagai Charging Station Berbasis Electrical Switch

    No full text
    Sumber energi terbarukan terus dikembangkan sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil. Salah satu contohnya adalah pembangkit listrik tenaga bayu, yang menggunakan tenaga angin sebagai sumber energi. Pemanfaatan tenaga angin sebagai sumber energi listrik belum banyak digunakan dalam skala kecil untuk mendukung aktivitas sehari-hari seperti charging station untuk smartphone. Keberadaan angin yang selalu ada dapat menjadi potensi untuk meningkatkan penggunaan sumber energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang akan menyuplai charging station. PLTB menggunakan turbin tipe helical savanius yang dapat berputar dalam kecepatan angin yang rendah. Sistem yang dibuat menggunakan tegangan DC sebesar 24v mulai dari generator hingga ke buck-boost converter, dan 12v mulai baterai hingga ke port output untuk meningkatkan efisiensi sistem dikarenakan output dari charging station adalah tegangan DC. Untuk mengantisipasi perubahan kecepatan angin yang tiba – tiba, PLTB akan memiliki baterai sehingga selain suplai dari generator langsung, beban juga dapat disuplai oleh baterai. Electrical switching akan ditempatkan sebelum beban untuk menentukan sumber yang akan menyuplai. Electrical switch akan memilih sumber yang tertinggi untuk disalurkan ke buck converter dan port charging. Setelah dilakukan pengujian diperoleh bahwa charging station mampu memberikan daya maksimal 40 watt selama 2 jam dengan kondisi angin yang berubah

    Analisis Citra Pada Potret Botol Minuman Bekas Menggunakan Algoritma Convolutional Neural Network

    No full text
    Hadirnya kehidupan manusia yang menggunakan berbagai jenis produk berpotensi menghasilkan beraneka ragam sampah. Dalam situs resmi Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), urutan kedua pada produksi sampah nasional tahun 2021 adalah sampah plastik. Sampah botol minuman bekas berbahan dasar plastik membutuhkan waktu yang lama agar dapat terurai. Di antara solusinya ialah dengan melakukan daur ulang sampah. Sebagian pengelola daur ulang masih menggunakan teknik penyortiran sampah secara manual, sehingga dibutuhkan sistem klasifikasi agar mempermudah penyortiran sampah botol minuman bekas. Pada penelitian ini, dilakukan perancangan sistem dengan algoritma Convolutional Neural Network (CNN), di mana terdapat beberapa model CNN tunggal dengan base model dari MobileNetV2 dan dimodifikasi pada bagian head model atau fully-connected layer, sehingga menghasilkan arsitektur MobileNetV2 dengan tiga macam head model, yaitu Head Model 1, Head Model 2, dan Head Model 3. Selain itu, diusulkan metode ensemble yang diterapkan pada seluruh model CNN tunggal dengan mengambil nilai bobot (weight) yang diperoleh setelah pelatihan, kemudian dilakukan proses bobot rata-rata (average weights) untuk meningkatkan performa pengklasifikasian gambar. Bentuk model baru ini dikenal dengan Ensemble Convolutional Neural Network (E-CNN). Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, model CNN mampu mengklasifikasikan citra pada potret botol minuman bekas secara akurat dan efektif. Hal ini ditunjukkan pada nilai classification report pengujian, yaitu penggunaan model CNN tunggal berupa arsitektur MobileNetV2 dengan Head Model 1, Head Model 2, dan Head Model 3 memiliki nilai accuracy berturut-turut sebesar 91%, 89%, dan 91%. Selain itu, setelah diterapkan metode ensemble dan menjadi model E-CNN, maka didapatkan nilai accuracy pengujian sebesar 98%, di mana terjadi peningkatan nilai accuracy sebesar 7% hingga 9%

    Perancangan Changeover Sistem Transmisi Air To Ground Radio Communication Berbasis Penekanan Perangkat Push To Talk

    No full text
    Very High Frequency Air To Ground Radio Communication (VHF A/G) merupakan fasilitas komunikasi penerbangan yang digunakan dalam komunikasi antara pesawat udara dengan petugas pengatur lalu lintas penerbangan di darat. Komunikasi yang digunakan biasanya menggunakan push to talk (PTT). Dalam pengoperasiannya transmitter dan receiver pada VHF A/G terdiri dari masing- masing dua unit yang terdiri dari fungsi utama (main) dan fungsi cadangan (backup). Fungsi cadangan bertujuan sebagai backup system ketika salah satu perangkat bermasalah. Perpindahan dari unit main ke backup atau sebaliknya diatur oleh switch Automatic Changeover (ACO). Secara reguler, changeover terjadi jika perangkat utama mengalami masalah, kemudian berpindah ke perangkat backup atau dapat pula dipindahkan manual secara langsung pada perangkat VHF A/G. Penelitian ini bertujuan mengurangi beban kerja pada transmitter sebagai upaya efisiensi dan efektifitas dengan mengusulkan ACO berbasis penekanan pada PTT. Perancangan ACO menggunakan Arduino Uno pada peralatan VHF A/G dengan 3 (tiga) mode repetisi penekanan PTT. Metode yang digunakan berupa metode peneltian terapan dimana dilakukan perancangan alat dan dilakukan uji coba terhadap kehandalan alat itu sendiri. Hasil perancangan menunjukan bahwa ACO berbasis penekanan PTT ini telah berhasil memberikan trigger tegangan terhadap relay main/backup panel VHF A/G untuk memilih transmitter yang digunakan berdasarkan mode repitisi yang diinginkan

    Rancang Bangun Automatic Transfer Switch Satu Phasa pada PLTS Menggunakan Mikrokontroler Berbasis IoT

    No full text
    Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan dan berpotensi menjadi solusi alternatif untuk kebutuhan listrik di masa depan. Namun, pemanfaatannya masih kurang optimal karena keluaran daya yang tidak stabil dan bergantung pada kondisi cuaca. Untuk mengatasi kendala tersebut, penelitian ini mengembangkan sistem Automatic Transfer Switch (ATS) berbasis mikrokontroler Atmega8-16PU yang memungkinkan peralihan otomatis antara PLTS dan jaringan listrik PLN. Sistem ini dirancang dalam dua mode: inverter sebagai sumber utama dan PLN sebagai sumber utama. Teknologi Internet of Things (IoT) diterapkan dalam ATS untuk pemantauan dan pengendalian jarak jauh menggunakan NodeMCU ESP8266 serta aplikasi Blynk pada jaringan lokal. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada mode inverter, beban beralih ke PLN saat tegangan baterai turun di bawah 11 V dan kembali ke inverter saat tegangan mencapai 13,5 V. Sementara itu, pada mode PLN, peralihan beban ke inverter terjadi saat PLN mengalami pemadaman, dengan waktu rata-rata 7,44 detik. Sistem ATS berbasis IoT ini dapat meningkatkan keandalan catu daya dengan memastikan perpindahan daya yang otomatis dan efisien. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada optimalisasi pemanfaatan PLTS sebagai sumber energi alternati

    Rancang Bangun Kontrol Fan Cooling Tower Dimonitoring Oleh SCADA Wonderware

    No full text
    Penggunaan mesin Chiller dengan beban tidak konstan mengakibatkan mesin start dan stop secara berulang dengan waktu yang relatif cepat karena set point suhu yang tercapai. Pada dasarnya mesin terdiri dari tiga bagian utama yaitu bagian penghembus udara dingin, pemindah panas air suplai ke air cooling tower dan cooling tower. Pola seperti ini dikhawatirkan dapat menyebabkan lifetime mesin berkurang. Salah satu rancangan untuk mengurangi resiko ini adalah menggunakan sistem kontrol pada fan cooling tower yang dapat berputar sesuai dengan suhu air. Beberapa komponen seperti komponen pengontrol, pengindera dan unit pemonitor dibutuhkan dalam sistem ini. Pengontrol dapat berupa PLC, pengindera dapat berupa sensor RTD PT100 dan SCADA Wonderware untuk memonitor kinerja sistem. Agar PLC dapat berkomunikasi dengan SCADA, alamat memori PLC di poolling ke OPC melalui protokol Modbus RTU RS-485. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, akurasi dari sensor RTD yang digunakan memiliki rata-rata 0,11% dengan penyimpangan terbesar 0,28%. Nilai keluaran sensor 4-20 mA dapat discaling menjadi nilai displai pada SCADA 0-100 ºC dengan gap rata-rata 0,04 ºC dan gap maksimal sebesar 0,12 ºC jika dibandingkan dengan alat ukur. Sistem kontrol fan cooling tower dapat termonitoring oleh SCADA Wonderware dengan menampilkan suhu, alarm, pengoperasian yang dilakukan dan dan kecepatan fan yang dapat berubah sesuai keadaan suhu air cooling tower dengan melakukan pengaturan pada parameter PID secara trial and error

    Unveiling Fisheries Supply Chain Performance with SCOR: Challenges for Food Security amid Climate Change

    No full text
    Indonesia’s capture fisheries sector plays a critical role in sustaining coastal livelihoods and national food security; however, production from both aquaculture and capture fisheries has not shown stability nor met the targets of the KKP Strategic Plan (RENSTRA) 2020-2024. In Fisheries Management Area (WPP) 713, particularly Teluk Aru, South Kalimantan, fish catch volumes have been declining, driven by the dual pressures of climate change and inefficiencies in fishing practices, storage, and supply chain management. These challenges not only threaten the availability of fish as a key protein source but also undermine economic growth and community resilience. This study seeks to evaluate the performance of the fisheries supply chain in Teluk Aru by designing indicators that explicitly incorporate climate change adaptation and food security dimensions, which remain underexplored in prior research. Data were collected through surveys, observations, and Focus Group Discussions (FGDs) with fishers, collectors, consumers, and local stakeholders, and analyzed using the Analytic Hierarchy Process (AHP) within the Supply Chain Operations Reference (SCOR) framework. The results identified 17 valid and relevant key performance indicators (KPIs), yielding an overall performance score of 43.71 out of 81.00, categorized as “low.” With only one KPI meeting its target, the findings underscore the urgent need for policy action and supply chain improvements to enhance resilience and sustainability in the fisheries sector

    Mediation of market orientation on entrepreneurial orientation and firms’ performance: An empirical study on Indonesian SMEs

    No full text
    SMEs have proven to be fundamental to economic growth, especially in an emerging economy like Indonesia. They also reduce the unemployment rate because 99% of the businesses are categorized as SMEs. However, there are common SME problems: their capabilities to operate efficiently. This research uses multiple linear regression analysis to uncover the influence of entrepreneurial orientation (EO) on firms’ performance of food and beverage SMEs in Surabaya. Survey questionnaires were disseminated to managers, CEOs, and business owners of food and beverage SMEs in Surabaya. Moreover, each EO dimension will also be tested to identify their significance on firm performance. Market orientation (MO) was also tested to seek its influence on firms' performance and its mediation impact on the relationship between entrepreneurial orientation and performance. The findings of this study were that overall EO positively influences MO and firms’ performance. Innovativeness, risk-taking, and autonomy of EO were significant to firms’ performance. However, the proactiveness and competitive aggressiveness of EO and MO were found not to have significance on firms’ performance. MO was also found not to mediate EO and firms’ performance

    Transportation Cost Analysis Using Activity-based Costing in Waste Collection Distribution of ESWKA Waste Bank in Cilegon

    No full text
    In this study, the main problem encountered is the calculation to determine the actual operating costs in knowing the profit or deficit experienced by Bank Sampah Eswka is still not available. The ABC method is used to identify costs based on transportation operational activities for waste collection from Bank Sampah Unit (BSU) towards Bank Sampah Induk (BSI). The results showed significant efficiency in the calculation of operational costs with a difference in internal costs with a contract value in the range of IDR 993 to IDR 8,220. Thus, the use of the ABC method helps Bank Sampah Eswka to recognize the achievement of a high level of operational efficiency, which allows them to manage waste distribution and processing at a lower cost compared to contractors. This shows that the existing internal system is effective and efficient

    THE EFFECT OF BULLYING CONSUMPTION ON BULLYING BEHAVIOR AND EXPERIENCE OF HIGH SCHOOL STUDENTS: A CASE STUDY IN SMK 49 NORTH.JAKARTA

    No full text
    Schools are very influential in educating the younger generations. Not only creating a good generation, it turns out that schools can also be a place for violence, whether by teachers against students, students against teachers, or students against other students. Acts of violence committed by students in schools are increasingly heard and very worrying. This is evidence of the loss of human values and moral values. One that often occurs in the school environment today is Bullying. The word Bullying comes from English, namely from the word bull which means bull. In Indonesian, etymologically the word bully means to intimidate, while in terminology according to the definition of bullying according to Rigby (1994) is "a desire to hurt. This desire is shown in action, causing someone to suffer. This action is carried out directly by a person or group that is stronger, irresponsible, usually repeated, and carried out with a feeling of pleasure. "According to Sejiwa (2008: 2) states that Bullying is a situation where there is abuse of power or authority carried out by a person or group. The most common form of bullying in schools is verbal abuse, which can come in the form of teasing, teasing, or teasing someone. In Social Learning theory, Bandura said that someone has the opportunity to learn from others through observation, imitation and modeling. TikTok social media which is widely followed by Indonesian teenagers has 2 opposing sides of the coin. The negative side is that teenagers can easily observe, model and imitate behavior. This study concentrates on a case study at SMKN 49 about the influence of TikTok on bullying behavior. In this study, a determination coefficient test (R² test) was carried out to determine how much influence the independent variable (X) had on the dependent variable (Y). The results of the data processing produced an R Square of 0.740. This shows that the Impact of TikTok has an influence on Bullying with a magnitude of 74%

    Prototipe IoT untuk Monitoring dan Filterisasi Udara di Dapur Instalasi Gizi RSU Tangerang Selatan

    No full text
    Udara merupakan komponen penting dalam kehidupan, kebutuhan terhadap kualitas udara yang baik sangat dibutuhkan terutama pada lingkungan rumah sakit. Penelitian ini melakukan perancangan prototipe alat dan sistem filterisasiuntuk memantau kualitas udara yang terintegrasi dengan proses filterisasi yang memanfaatkan partikel air berdasarkan konsep Internet of Things (IoT) menggunakan sensor deteksi kondisi udara dengan fitur pengiriman/pemantauan notifikasi secara real time melalui jaringan internet di ruang dapur Instalasi Gizi RSU Tangerang Selatan yang merupakan bagian vital di rumah sakit. Metode penelitian yang dimulai dengan pengumpulan data, prototipe dan pengembangan sistem. Hasil penelitan berbentuk protipe alat dan sistem filterisasi yang sudah teruji mampu menurunkan rata-rata polutan di udara 86,8% sampai 91,1% dengan waktu rata-rata filterisasi 3 menit 7 detik. Hasil pengujian menunjukan bahwa alat dan sistem filterisasi terbukti berfungsi dengan baik dalam menyaring polutan di dalam udara. Selain itu terdapat fitur monitoring yang memudahkan pihak rumah sakit untuk memantau kebersihan, keadaan dan kualitas udara di ruang dapur melalui palform Telegram/BLYNK secara real time

    5,661

    full texts

    7,303

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Publikasi Universitas Mercu Buana
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇