Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
657 research outputs found
Sort by
Effect of Cognitive Behavior Therapy (CBT) Approach on Inhalen Behavior "Ngelem" in Adolescents in Kambu District, Kendari City
Masa remaja sebagai masa peralihan masa anak-anak menuju masa dewasa. Masa ini melalui masa puberitas yang penuh dengan ‘badai’ dan stress, kecenderungan melakukan perilaku yang beresiko. Bila tahapan ini tidak dilalui dengan baik atau gagal, kemungkinan dapat menimbulkan masa krisis, yang ditandai kecenderungan munculnya perilaku menyimpang. diantaranya penyalahgunaan Narkotika dan lem (inhalen). Lem ini digunakan dengan cara inhalasi lem aibon atau dengan jenis lem lain. Untuk mengurangi kecenderungan perilaku menyimpang pada remaja, maka alternatif yang diberikan adalah intervensi melalui pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian CBT terhadap perilaku inhalen “ngelem” pada remaja di Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Penelitian ini merupakan eksperimen non-random pada satu kelompok dengan pra-pasca tes dan tindak lanjut. CBT dibagi menjadi 4 sesi, setiap sesi dilakukan 1-2 kali dalam seminggu. Pra-pascatest menggunakan instrumen penilain penyalahgunaan zat inhelen dan lembar observasi perilaku. Berdasarkan analisis statistik menggunakan metode uji paired sample t-test, terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah CBT dengan nilai p 0,02 (evaluasi minggu I) dan 0,008 (evaluasi minggu II). CBT dapat digunakan untuk membantu remaja mengontrol perilaku inhalen “ngelem”.Adolescence is a period of transition from childhood to adulthood. This period goes through puberty which is full of storms and stress, the tendency to engage in risky behavior. If this stage is not passed well or fails, it may lead to a period of crisis, which is marked by a tendency to appear deviant behavior. including the use of narcotics and glue (inhalants). This glue is used by inhalation of aibon glue or with other types of glue. To reduce the tendency of deviant behavior in adolescents, the alternative given is intervention through Cognitive Behavior Therapy (CBT) approach. The purpose of this study to determined the effect of giving CBT on the behavior of the inhaled “ngelem” in adolescents in Kambu District, Kendari City. This study was a non-randomized experiment in one group with pre-posttest and follow-up. CBT was divided into 4 sessions, each session carried out 1-2 times a week. The pre-posttest used an inherent substance abuse assessment instrument and behavioral observation sheet. Based on statistical analysis using the paired sample t-test method, there was a significant difference between before and after CBT with p-values ??of 0.02 (evaluation week I) and 0.008 (evaluation week II). CBT can be used to help teens control their inhaled “ngelem” behavior
The Effect of Nurse Therapeutic Communication on the Anxiety Level of Patients in the Intensive Care Room
Family anxiety arises due to the threat of death, disability, and expensive treatment costs. Efforts to reduce the level of anxiety are with psychotherapy through therapeutic communication interactions by nurses. This study aims to determine the effect of therapeutic communication on anxiety levels.The research method used was a pre-experiment using one group pretest and posttest design. A total of 30 respondents were recruited by consecutive sampling in this study. Data obtained using the ZSAS (Zung-Self Anxiety Scale) instrument. Data analysis uses a t-test: two-sample assuming unequal variances.The results showed that the average anxiety level before and after therapeutic communication was 42.73 and 36.43. Anxiety level before therapeutic communication is mild (56.7%) and moderate (43.3%), and the anxiety level thereafter is mild (100%). The T-test value obtained Account 4.49 with a P-value of 0,000 and a correlation of 0.613. Thus it can be concluded that there is a significant influence between the provisions of therapeutic communication with the level of family anxiety of patients treated in the Intensive Space.Kondisi kritis pada pasien yang dirawat di ruang perawatan intensif bisa menimbulkan kecemasan pada keluarga. Kecemasan keluarga muncul akibat adanya ancaman kematian, kecacatan, dan biaya perawatan yang mahal. Upaya untuk menurunkan tingkat kecemasan adalah dengan psikoterapi melalui interaksi komunikasi terapeutik yang dilakukan perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik terhadap tingkat kecemasan. Metode penelitian yang digunakan adalah pre eksperiment. Data diperoleh dengan menggunakan instrumen ZSAS (Zung-Self Anxiety Scale). Analisa data menggunakan t-test: two-sample assuming unequal variances. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata tingkat kecemasan sebelum dan sesudah komunikasi terapeutik adalah 42.73 dan 36.43. Tingkat kecemasan sebelum komunikasi terapeutik yaitu ringan (56.7%) dan sedang (43.3%), dan tingkat kecemasan sesudahnya adalah ringan (100%). Nilai uji T yang dilakukan mendapatkan Thitung 4.49 dengan P-value 0,000 dan kolerasi 0,613. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang cukup signifikan antara pemberian komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan keluarga pasien yang dirawat di Ruang Intensif
Kualitas Bakteri Udara Ruang Operasi Rumah Sakit di Wilayah Kota Jayapura
Indoor air quality is a problem that needs attention because it will affect human health. Bacteria found in hospital room air are one of the causes of infectious diseases called nosocomial infections. This research is a descriptive study with a laboratory observational approach to determine the quality of airborne bacteria in the operating room of Abepura Hospital and Dian Harapan Hospital in Jayapura city. Determination of the number of samples using the total sampling method, which is taking all samples of the operating room at Abepura Hospital and Dian Harapan Hospital. Each room is taken once, namely in the morning with 2 sampling points. The stages of this research were started by placing a petri dish containing PCA media and counting the total number of microorganisms in the operating room at Abepura Hospital and Dian Harapan Hospital. The results of research at Abepura Hospital, the microorganism number index in OK 1 room was 13 CFU/M³, OK2 was 4 CFU/M³, OK 3 was 1.3 CFU/M³ and OK room 4 was 0 CFU/M3. The results of research at Dian Harapan Hospital, the microorganism number index in the OK 1 room was 4 CFU / M³, OK2 = 0 CFU / M3, OK 3 was 6.5 CFU / M³ and the OK 4 room was 11.7 CFU/M3. The conclusion is that all operating rooms both in Abepura Hospital and Dian Harapan Hospital still meet the requirements by the Permenkes no. 7 of 2019.Kualitas udara dalam ruangan (Indoor Air Quality) merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian karena akan berpengaruh terhadap kesehatan manusia. Bakteri yang terdapat pada udara ruangan rumah sakit merupakan salah satu penyebab penyakit infeksi yang disebut infeksi nosokomial. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional laboratorium untuk mengetahui kualitas bakteri udara di ruang operasi Rumah Sakit Abepura dan Rumah Sakit Dian Harapan di kota Jayapura. Penentuan jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode total sampling, yaitu mengambil seluruh sampel ruang operasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura dan Rumah Sakit Dian Harapan di Kota Jayapura. Setiap ruang diambil satu kali yaitu pada pagi hari dengan 2 titik pengambilan sampel. Tahapan penelitian ini di mulai dengan meletakan cawan petri yang berisi media PCA dan menghitung jumlah total angka kuman diruang operasi Rumah Sakit Abepura dan RS Dian Harapan. Hasil penelitian di RS Abepura indeks angka kuman pada ruang OK 1 sebesar 13 CFU/M³, OK2 sebesar 4 CFU/M³, OK 3 sebesar 1,3 CFU/M³ dan ruang OK 4 sebesar 0 CFU/M3. Hasil penelitian di RS Dian Harapan indeks angka kuman pada ruang OK 1 sebesar 4 CFU/M³, OK2 = 0 CFU/M3, OK 3 sebesar 6,5 CFU/M³ dan ruang OK 4 sebesar 11,7 CFU//M3. Kesimpulannya bahwa semua ruang operasi di RSUD Abepura dan RS Dian Harapan masih memenuhi syarat sesuai dengan baku mutu Permenkes no. 7 tahun 2019
Pengaruh Edukasi Kesehatan mengenai Penyakit Hipertensi pada Lanjut Usia di Panti Sosial Tresna Werdha Minaula, Kabupaten Konawe Selatan
Hypertension is a health problem in the elderly group. As a result of rapid development and a prosperous living standards, better life expectancy, so that the numbers of elderly increasing every year. This followed with the risks of degenerative diseases and other health problems on this group. This was a quasi-experimental research with applicating hypertension health education to determine the effect to the knowledge of the elderly that living in the Panti Sosial Tresna Werdha Minaula, Kabupaten Konawe Selatan. The population of this study were all of the elderly who live in the panti, and as totally 57 elderly suffering from hypertension taken as partisipants use total sampling methode. The results showed that the differences of knowledge charateristics before and after hypertension health education regarding on knowledge of the elderly. The nurses have to continue the health education for the elderly to be better understanding about hypertension.Hipertensi menjadi permasalahan kesehatan pada kelompok lanjut usia. Sebagai hasil dari pembangunan yang pesat dan taraf hidup yang sejahtera serta pelayanan kesehatan dapat meningkatkan umur harapan hidup, sehingga jumlah lanjut usia bertambah setiap tahunnya. Peningkatan usia tersebut sering diikuti dengan meningkatnya penyakit degeneratif dan masalah kesehatan lain pada kelompok ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan tentang penyakit hipertensi terhadap pengetahuan lanjut usia. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan pre-post test one group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh Lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Minaula, Kabupaten Konawe Selatan. Sebanyak 57 Lansia yang menderita hipertensi dipilih sebagai responden. Ada perbedaan karakteristik pengetahuan Lansia sebelum dan setelah diberikan edukasi kesehatan. Di sarankan kepada pengelola panti melanjutkan edukasi kesehatan secara terstruktur sehingga Lansia yang menderita hipertensi dapat baik pemahamannya tentang penyakit hipertensi
Implementation of Nurse Career Paths on Patient Satisfaction: a study at the Pertamina Cirebon hospital
The nurse career level started since the regulation governing nurse career system in Indonesia. This research aims to determine the influence of individual factors of the patient and the implementation of the nursing clinic career path to satisfaction in hospital Pertamina Cirebon. Design of cross-sectional research with correlational type. The sample number is 96 respondents as an inpatient. Collection of research data using the Intrument questionnaire and interviews. Data analysis using Spearman's and T-Independent trials. The results proved that the implementation of the nurse's career level has an influence on the dimensions of patient satisfaction with P value 0.000. Therefore it is recommended to hospital management in applying the career path of clinic nurses need to be a commitment to leadership, cost allocation, adequate nursing resources, improving the welfare of nurses and completing the facilities.Pelaksanaan jenjang karir perawat dimulai sejak adanya regulasi yang mengatur sistem jenjang karir perawat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor individu pasien dan implementasi jenjang karir perawat klinik terhadap kepuasan di Rumah Sakit Pertamina Cirebon. Desain penelitian cross-sectional dengan jenis korelasional. Jumlah sampel sebanyak 96 responden sebagai pasien rawat inap. Pengumpulan data penelitian menggunakan intrumen kuesioner dan wawancara. Analisis data menggunakan uji Spearman’s dan t-Independent. Hasil penelitian membuktikan bahwa implementasi jenjang karir perawat klinik memberikan pengaruh terhadap dimensi kepuasan pasien dengan p value 0.000. Oleh sebab itu direkomendasikan kepada manajemen Rumah Sakit dalam menerapkan jenjang karir perawat klinik perlu adanya komitmen pimpinan, alokasi biaya, sumber daya perawat yang memadai, peningkatan kesejahteraan perawat dan melengkapi sarana serta prasarana
Penerapan Reminiscence Therapy dalam Menurunkan Tingkat Depresi Lansia Kabupaten Lombok Barat
Depression is a mental disorder that is often found in the elderly and has a bad impact if it is not handled properly. So there needs to be a model of therapy to reduce depression in the elderly. This study aims to determine the effect of reminiscence therapy on reducing depression in the elderly. The research conducted was a quasi-experimental study (one-group pretest post-test design). The research subjects were elderly people who experienced depression in the working area of ??Puskesmas Parempuan, West Lombok Regency, as many as 59 elderly people were selected using purposive sampling technique. The geriatric depression scale questionnaire (GDS) was used to collect data related to depression in the elderly. Reminiscence therapy is carried out for three sessions with a duration of approximately 25-30 minutes per session. The data were analyzed by using the Wilcoxon test using SPSS version 21. The results showed that there was a change in the GDS score in the elderly before and after being given reminiscence therapy and the Wilcoxon test results showed a p-value of 0,000. There is an effect of reminiscence therapy in reducing depression in the elderly. Reminiscence therapy can be used as an alternative therapy to reduce levels of depression in the elderly.Depresi merupakan gangguan mental yang sering ditemukan pada lansia dan mempunyai dampak buruk apabila tidak tertangani dengan baik. Sehingga perlu ada model terapi untuk menurunkan depresi pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai pengaruh reminiscence therapy terhadap penurunan depresi pada lansia. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian quasy-experiment (one-group pretest posttest design). Subyek penelitian adalah lansia yang mengalami depresi di wilayah kerja Puskesmas Parempuan Kabupaten Lombok Barat, sebanyak 59 lansia dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kuesioner skala depresi geriatrik (GDS) digunakan untuk mengumpulkan data terkait depresi lansia. Reminiscence therapy dilakukan selama tiga sesi dengan durasi waktu kurang lebih 25-30 menit setiap sesi. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon menggunakan SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan skor GDS pada lansia sebelum dan sesudah diberikan reminiscence therapy dan hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p (p-value) 0,000. Terdapat pengaruh reminiscence therapy dalam menurunkan depresi pada lansia. Reminiscence therapy dapat dijadikan sebagai terapi alternatif untuk menurunkan tingkat depresi pada lansia
Individual Coping Associated with Medication Compliance on Pulmonary Tuberculosis Patients in Konawe District
Masih tingginya kejadian tuberkulosis paru (TB paru) di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kuman mycobacterium tuberkulosis hanya dapat diobati dengan mengikuti pengobatan yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui huhungan koping individu dengan kepatuhan berobat pasien TB paru di kabupaten Konawe. Digunakan metode total sampling dalam penentuan besar sampel, dan pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Sejumlah 60 responden mengikuti penelitian ini. Hasil uji statistik Chi-square dengan nilai p 0.001, terdapat hubungan antara koping individu dengan kepatuhan berobat pasien TB paru.The incidence of pulmonary tuberculosis (pulmonary TB) is still high in Southeast Sulawesi Province. Mycobacterium tuberculosis can only be treated by following a long course of treatment. This study aimed to determine the relationship between individual coping with treatment adherence of pulmonary TB patients in Konawe district. Total sampling method was used in determining the sample size, and data collection using observation sheets. A total of 60 respondents participated in this study. The results of the Chi-square statistical test with a p value of 0.001, there was a relationship between individual coping with treatment adherence of pulmonary TB patients
The Relationship between Stress Levels and Sleep Quality of Final Years Students during the COVID-19 Pandemic Disease in Harapan Bangsa University, Purwokerto
Mahasiswa semester akhir yang sedang mengerjakan skripsi sering mengalami kejadian stres, terutama dimasa penyakit COVID-19, sistem pembelajaran dilakukan secara daring, dan mengalami ganguan tidur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa semester akhir. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif, pengambilan data secara potong lintang, dengan populasi mahasiswa semester akhir progra studi keperawatan Universitas Harapan Bangsa sejumlah 66 mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Depression, Anxiety and Stress Scale (DASS-42) dan Pittshurgh Sleep Qualiy Index (PSQI) yang dibagikan secara daring menggunakan google formulir. Mayoritas responden mengalami stres ringan (48,5%), dan gangguan tidur sedang (71,2%). Analisis data menggunakan metode uji statistik Sprearman's-rank nilai p 0,001, dan nilai r 0,445. Terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur mahasiswa tingkat akhir di Universitas Harapan Bangsa.Final semester students who are working on thesis often experience stressful events, especially during the COVID-19 disease, the learning system is carried out online, and experience sleep disturbances. The purpose of this study was to determine the relationship between stress levels and sleep quality in final semester students. The research design used quantitative methods, cross-sectional data collection, with a population of 66 students in the final semester of the nursing study program at Harapan Bangsa University. Data was collected using a Depression, Anxiety and Stress Scale (DASS-42) and Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire which were distributed online using a google form. The majority of respondents experienced mild stress (48.5%), and moderate sleep disturbances (71.2%). Data analysis used Spearman's-rank statistical test method, p value 0.001, and r 0.445. There is a relationship between stress levels and sleep quality for final year students at Harapan Bangsa University
The Relationship of Knowledge with Maternal Anxiety in Caring of Newborns
Gangguan kecemasan merupakan hal yang sering dialami oleh ibu yang muncul akibat ketidakmampuan dan kesiapan ibu untuk menerima kehadiran bayinya yang membutuhkan perawatan khusus pada minggu-minggu pertama kelahirannya. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kecemasan ibu nifas dalam perawatan bayi baru lahir di Rumah Sakit Umum Dewi Sartika Kendari tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah semua ibu nifas yang melahirkan normal di Ruang Nifas Rumah Sakit Umum Dewi Sartika Kendari yang berjumlah 34 Orang. Instrument pengumpulan data berupa kuesioner mengenai pengetahuan dan tingkat kecemasan ibu. Data dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kecemasan ibu nifas dalam perawatan bayi baru lahir dengan nilai p = 0,000 < ? = 0,05 dengan X2 hitung = 22,297. Ibu nifas sebaiknya meningkatkan pengetahuan tentang perawatan bayi baru lahir dan meningkatkan kesiapan mental dan fisik untuk mencegah adanya kecemasan pada ibu nifas.Anxiety disorders are things that are often experienced by mothers that arise due to the mother's inability and readiness to accept the presence of her baby who requires special care in the first weeks of birth. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and anxiety of post-partum mothers in the care of newborns at Dewi Sartika Kendari General Hospital in 2018. This type of research is an analytic study with a cross sectional design. The samples of this research were all postpartum mothers who gave birth normally in the postpartum room of Dewi Sartika Kendari General Hospital, totaling 34 people. The data collection instrument was a questionnaire regarding the mother's knowledge and anxiety level. Data were analyzed using Chi Square test. The results of the study, there is a significant relationship between knowledge and anxiety of postpartum mothers in the care of newborns with a value of p = 0.000 <? = 0.05 with X2 count = 22.297. Post-partum mothers should increase knowledge about newborn care and increase mental and physical readiness to prevent anxiety in postpartum mothers
Uji Laboratorium Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Brotowali sebagai Insektisida terhadap Nyamuk Aedes Aegypti di Universitas Abdurrab Pekanbaru
Aedes aegypti is a type of mosquito that acts as a vector for the dengue virus. So far, the control of the virus vector has been carried out using chemical insecticides. But it turns out that if it is done continuously, it will cause resistance so that an effort is needed to deal with it. One possible way is to use natural insecticides derived from plants. One of the plants that is considered to be used as a natural insecticide is brotowali leaf extract (Tinospora crispa L). The purpose of this study was to determine the effectiveness of the ethanol extract of brotowali (Tinospora crispa L) leaves as an insecticide against the Aedes aegypti mosquito. This study uses a laboratory experimental method with a post-only control group research design. The ethanolic extract of brotowali leaves was made in various concentrations of 15%, 20%, and 25% then sprayed on the Aedes aegypti mosquito and observed for 60 minutes. The results showed that concentrations of 15%, 20% and 25% were able to kill mosquitoes, respectively, namely 1 (20%), 3 (60%), and 4 (80%). The results of this study can be concluded that the ethanol extract of brotowali (Tinospora crispa L) leaves can be used as an insecticide against Aedes aegypti mosquitoes.
Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang berperan sebagai vektor virus Dengue. Selama ini, pengendalian vektor virus tersebut dilakukan menggunakan insektisida kimiawi. Namun ternyata jika dilakukan secara terus menerus, akan menyebabkan timbulnya resistensi sehingga diperlukan suatu upaya untuk menangani hal tersebut. Salah satu cara yang kemungkinan dapat dilakukan yaitu menggunakan insektisida alami yang berasal dari tumbuh- tumbuhan. Salah satu tanaman yan dianggap dapat digunakan sebagai insektisida alami yaitu ekstrak daun brotowali (Tinospora crispa L). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas ekstrak etanol daun brotowali (Tinospora crispa L) sebagai insektisida terhadap nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan desain penelitian design post only control group. Ekstrak etanol daun brotowali dibuat dalam berbagai konsentrasi yaitu 15%, 20%, dan 25% kemudian dilakukan penyemprotan terhadap nyamuk Aedes aegypti diamati selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 15%, 20% dan 25% dapat membunuh nyamuk secara berturut-turut yaitu sebanyak 1 ekor (20%) , 3 ekor (60%), dan 4 ekor (80%). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun brotowali (Tinospora crispa L) dapat digunakan sebagi insektisida terhadap nyamuk Aedes aegypti