Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
    657 research outputs found

    Factors Associated with the Incidence of Low Self-Esteem in Mental Disorder Patients

    No full text
    Harga diri rendah adalah evaluasi diri negatif yang dikaitkan dengan perasaan lemah, tidak berdaya, putus asa, ketakutan, rentan, rapuh, tidak lengkap, tidak berharga, dan tidak memadai. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan rendahnya harga diri pasien jiwa di RS Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien gangguan jiwa dengan harga diri rendah di RSJ Provinsi Sulawesi Tenggara yang berjumlah 171 orang. Jumlah sampel 63 orang, teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, uji statistik yang digunakan adalah uji chi square dan phi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan kejadian harga diri rendah adalah riwayat penganiayaan fisik, kehilangan orang terdekat, penolakan keluarga, dan kegagalan berulang. Disarankan bagi institusi RS Jiwa yang memberikan edukasi tentang pentingnya keluarga klien untuk memberikan dukungan dan kalimat pujian klien yang memiliki harga diri rendah untuk mengembalikan kepercayaan klien yang hilang.Low self-esteem is a negative self-evaluations that associated with feelings of being weak, helpless, hopeless, frightened, vulnerable, fragile, incomplete, worthless, and inadequate. The research objective was to determine the factors that associated with low self-esteem incidence of mental patients in mental hospital Southeast Sulawesi province in 2015. This type of research is analytic using cross sectional. The study population was all mental patients with low self-esteem in RSJ southeast Sulawesi province in 2015 the number of 171 people. A sample of 63 people, the sampling technique is purposive sampling, statistical test used was chi square test and phi. The results showed that the variables associated with the incidence of low self-esteem is a history of persecution physical, the loss of a nearby, family rejection, and repeated failure. Suggested for mental hospital institution providing education on the importance of the client’s family to provide supports and praise sentences clients who have low self-esteem to restore confidence lost clients

    Deteksi Dini Peripheral Artery Disease melalui Pemeriksaan Ankle Brachial Index pada Kelompok Prolanis di Puskesmas Poasia

    Get PDF
    Peripheral Artery Disease (PAD) is a complication of Diabetes Mellitus (DM). Changes in the walls of blood vessels cause a decrease in blood flow (perfusion) to the lower extremities which are marked by a decrease in the ankle-brachial index (ABI). The purpose of this study was to obtain an overview of ABI values in diabetes patients in the prolanis group at Puskesmas Poasia, Kendari City, Southeast Sulawesi. This study is a descriptive study, to get an overview of the ABI value in patients with DM who were registered as prolanis patients at Poasia Kendari health center as many as 14 people. The results of the research were obtained, namely: the average gender was 11 respondents, the average age of the respondents was 46-55 years old as many as 6 respondents, and the average length of suffering from the respondents was 0-2 years as many as 9 respondents. The results of the study obtained ABI values in 14 patients with Type II Diabetes Mellitus (DM type II), there are still many who fall into the normal category, namely 9 respondents (64.3%) and there are (35.7%) respondents who have abnormal ABI, namely in minor and moderate occlusion categories. Normal ABI in respondents is influenced by the average duration of diabetes mellitus is only a period of 5 years, this causes the ABI value in the normal range and not many have experienced disturbances.  Peripheral Artery Disease (PAD) merupakan komplikasi Diabetes Melitus (DM) Perubahan pada dinding pembuluh darah menyebabkan penurunan aliran darah (perfusi) ke ekstremitas bawah yang ditandai dengan penurunan ankle brachial index (ABI). Adapun tujuan penelitian ini adalah Mendapatkan gambaran Nilai ABI pada pasien diabetes di kelompok prolanis Di Puskesmmas Poasia Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, mendapatkan gambaran nilai ABI  pada pasien dengan DM yang terdaftar sebagai pasien prolanis di puskemas poasia kendari sebanyak 14 orang. Hasil penelitian diperoleh yaitu: rata-rata berjenis kelamin adalah perempuan sebanyak 11 responden, rata-rata usia responden 46-55 tahun sebanyak 6 responden responden, dan rata-rata lama menderita responden adalah 0-2 tahun sebanyak 9 responden. Hasil penelitian yang diperoleh nilai ABI pada 14 pasien Diabetes Melitus tipe II (DM tipe II) masih banyak yang masuk dalam kategori normal  yaitu sebanyak 9 responden (64,3%)  dan terdapat (35,7%) responden memiliki ABI abnormal yaitu berada di kategori oklusi singan dan sedang. ABI normal pada responden dipengaruhi oleh rata-rata lama sakit DM hanya kurun waktu 5 tahun, hal tersebut yang menyebabkan nilai ABI dalam rentang normal dan belum banyak yang mengalami gangguan.

    Pengaruh Terapi Alquran Terhadap Penurunan Tingkat Stres Mahasiswa Keperawatan di PSIK UMI Makassar

    Get PDF
    Stress is the body's reaction to the environment that is considered dangerous. Metabolism and blood circulation become disturbed if the psychiatric feel depressed which can cause illness. This study aims to determine the effect of therapy of the Qur'anic verses on reducing stress levels in nursing students in completing their thesis at the Muslim University of Indonesia. This type of research uses a quasi-experimental with one group pre-post design on 18 respondents using purposive sampling technique. The research instrument used a questionnaire. The statistical test of the paired sample test shows the value of p = 0.042 with ? = 0.05. The results showed that the stress level of students compiling their thesis at the Muslim University of Indonesia decreased from 88.9% to 66.7% after being given therapy for the Qur'anic verses. The conclusion of this study is that there is an effect of the therapy of Qur'anic verses on reducing stress levels in nursing students in completing theses at Muslim University of Indonesia and there are differences in student stress levels in preparing theses at Indonesian Muslim University before and after receiving verse therapy.Stres merupakan reaksi tubuh akibat lingkungan sekitar yang dianggap membahayakan. Metabolisme dan sirkulasi darah menjadi terganggu jika kejiwaan merasa tertekan sehingga dapat menyebabkan kondisi sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi ayat-ayat al-Qur’an terhadap penurunan tingkat stres pada mahasiswa keperawatan dalam menyelesaikan skripsi di Universitas Muslim Indonesia. Jenis penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan one group pre-post design pada 18 responden menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Uji statistik sample paired test menunjukkan nilai p = 0.042 dengan ? = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tingkat stres mahasiswa yang menyusun skripsi di Universitas Muslim Indonesia mengalami penurunan dari 88,9% menjadi 66,7% setelah diberikan terapi ayat-ayat al-Qur’an. Kesimpulannya penelitian ini adalah ada pengaruh terapi ayat-ayat Al-Qur’an terhadap penurunan tingkat stres pada mahasiswa keperawatan dalam menyelesaikan skripsi di Universitas Muslim Indonesia dan terdapat perbedaan tingkat stres mahasiswa dalam menyusun skripsi di Univeristas Muslim Indonesia sebelum dan setelah mendapatkan terapi ayat-ayat al-Qur’a

    Pengaruh Pemberian Terapi Murrotal Al-Qur’an Terhadap Penurunan Dismenorea ada Remaja Putri di SMAN 9 Kendari

    Get PDF
    Upaya penanganan dismenorea pada remaja putri dapat dilakukan dengan metode non farmakologis yaitu terapi distraksi melalui pemberian terapi bacaan Al-Qur’an yang diperdengarkan (murottal Al-Qur’an) dapat memberikan efek penyembuhan penyakit jasmani dan rohani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi murrotal Al-Qur’an terhadap penurunan dismenorea pada remaja putri di SMAN 9 Kendari. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan rancangan eksperimen dan menggunakan desain pendekatan pretest-postest with control group. Peneliti membandingkan rasa nyeri sebelum dan sesudah diberikan terapi selama 15 menit dan jeda waktu istirahat 5 menit untuk pengukuran post test. Populasi penelitian adalah semua siswi putri yang mengalami dismenorea pada kelas X dan XI yang berjumlah 115 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Probability sample dengan metode sampel random sistematis. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 orang. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah lembaran observasi dengan menggunakan skala intensitas nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai ? (0.000) < (0.05) maka Ha diterima dan H0 ditolak sehingga terdapat perbedaan hasil sebelum dan setelah pemberian terapi murrotal Al- Qur’an. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh terapi murrotal Al-Qur’an terhadap penurunan dismenorea.Efforts to deal with dysmenorrhea in adolescent girls can be done by non-pharmacological methods, namely distraction therapy through the provision of listening to Al-Qur'an reading therapy (murottal Al-Qur'an) which can have a healing effect on physical and spiritual diseases. The study purpose was to determine effect of murrotal Al-Qur'an therapy on reducing dysmenorrhea in adolescent girls at SMAN 9 Kendari. This research is a quantitative study, with an experimental design and using a pretest-posttest with control group design. Researchers compared pain before and after being given therapy for 15 minutes and a 5 minute rest period for post-test measurements. The study population were all female students who experienced dysmenorrhea in grades X and XI totaling 115 people. Sampling technique in study used a probability sample with a systematic random sample method. The number of samples in this study were 36 people. The data collection tool used is an observation sheet using the Numeric Rating Scale (NRS) pain intensity scale. Analysis of the data used Wilcoxon test. The results showed that p value (0.000) < ? (0.05) then Ha was accepted and H0 was rejected so that there were differences in results before and after giving murrotal Al-Qur'an therapy. It can be concluded that there is an effect of murrotal Al-Qur'an therapy on the reduction of dysmenorrhea

    Pengaruh Pursed Lip Breathing terhadap Fatigue Pasien GGK di Ruang Hemodialisa RSUD Bahteramas

    Get PDF
    From interviews with 10 respondents said that the current conditions experienced were tiredness, dizziness, lack of appetite, activities assisting by their families, and they could not work as usual. The aim of this study was to identify the effect of pursed lips breathing on fatigue in patients with chronic renal failure in the hemodialysis room at Bahteramas hospital. This type of research was a quantitative quasi-experimental study with pre-post test without control. The sample consist of 20 respondents collected using purposive sampling technique, and method of data analysis using paired sample t-test. The p value of statistical anaysis was 0.000. There was an effect of pursed lip breathing on chronic renal failure patients with fatigue.Dari wawancara kepada 10 responden mengatakan bahwa kondisi yang dialami saat ini yaitu mudah lelah, pusing, kurang nafsu makan, aktivitas dibantu oleh keluarga, dan tidak bisa bekerja seperti biasanya. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh pursed lips breathing terhadap fatigue pada pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa rumah sakit umum daerah Bahteramas. Jenis Penelitian ini adalah penelitian semua kuantitatif dengan pra-pasca tes tanpa adanya kontrol. Sampel sebanyak 20 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik paired t-test. Hasil uji statistik didapatkan nilai p 0.000. Ada pengaruh pursed lip breathing pada pasien yang menjalani hemodialisis dengan kondisi fatigue. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk mengimplementasikan pursed lip braething pada pasien yang menjalani hemodialisa

    The Effect of Alum Concentration on the Decrease of Phosphate Content of Laundry Industry Waste in Cirebon City

    No full text
    The small industry of the laundry is exploding. The development of this industry needs to get attention because it is in the industry to dispose of the waste of residual production to the ditch or to the body of water without processing. Pollution to the environment can arise because of wastewater that contains many pollutants in the form of fats and other organic compounds derived from dirty clothing, some chemical compounds such as tripolyphosphate, detergent, and surfactants difficult to wave naturally in nature. This research knows the influence of the concentration of alum to decrease phosphate levels. This research uses a quantitative descriptive method against the remaining liquid wastes in the housing dumped into the water and sewer that flows to the area of the inhabitants. Determination of phosphate levels using UV-Vis spectrophotometers with Vanadate method at 410 nm wavelength. The results of the study showed an influence on the addition of alum to a certain concentration on phosphoric levels.Industri kecil penatu saat ini berkembang pesat. Perkembangan industri ini perlu mendapat perhatian karena pada umumnya di kalangan industri ini membuang langsung limbah sisa produksinya ke selokan atau ke badan air tanpa pengolahan terlebih dahulu. Pencemaran terhadap lingkungan dapat timbul karena air limbah yang banyak mengandung polutan berupa lemak dan senyawa organik lain yang berasal dari pakaian kotor, beberapa senyawa kimia seperti tripolyphosphat sebagai pengisi, detergen dan surfaktan yang sulit terombak secara alami di alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi tawas terhadap penurunan kadar fosfat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif terhadap limbah cair sisa pencucian pakaian di perumahan yang dibuang ke selokan dan air selokan yang mengalir sampai ke area pesawahan penduduk.  Penentuan kadar fosfat menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan metode Vanadate pada panjang gelombang 410 nm. Hasil penelitian pada menunjukkan pengaruh penambahan tawas pada konsentrasi tertentu terhadap penurunan kadar fosfat

    Memahami Beban, Kondisi Psikososial dan Koping Keluarga (Caregivers) Dalam Merawat Penderita Gangguan Jiwa (Pendekatan Keluarga)

    Get PDF
    Keluarga adalah faktor utama dalam proses perawatan pasien dengan gangguan jiwa. Anggota keluarga dengan gangguan jiwa tidak dapat mengatasi masalah psikologisnya sendiri, sehingga membutuhkan dukungan terutama keluarga atau caregiver. Perawatan merupakan tugas berat yang berisi tantangan sosial, emosional, perilaku, dan keuangan bagi keluarga menyebabkan mereka rentan terhadap tekanan mental seperti depresi, kecemasan, dan masalah somatik. Tujuan ; Mengeksplorasi Gambaran Beban dan Kondisi Psikososial Serta Koping Keluarga (Caregivers) Dalam Merawat Penderita Gangguan Jiwa. Metodologi; Semua peer-review dan literatur dimasukkan dalam review, melalui pencarian database (MEDLINE, Embase, PsycINFO, Scopus, pudmed, Elsevier, Google Scholar). Tulisan ini mencakup segala jenis desain studi yang menggambarkan atau mengevaluasi Beban dan Kondisi Psikososial Serta Koping keluarga atau pengasuh Keluarga (Caregivers) Dalam Merawat Penderita Gangguan Jiwa. Data diekstraksi dan diringkas sebagai ulasan tulisan naratif ilmiah. Hasil ; Beban Pengasuh (Caregiver): Beban Kendala Keuangan, Beban Biaya Transportasi, Beban Waktu, Bean Biaya Hidup, Beban Lebih Tinggi Pada Pengasuh Wanita Dan Usia Lebih Tua, Beban Keselamatan Pasien, Beban Adanya Konflik Dengan Tetangga, Kondisi Psikososial Pengasuh : Gangguan Fungsi Keluarga, Tekanan Psikologis / Distress Psikologis Pengasuh, Gangguan Rutinitas Dan Masalah Dalam Mengelola Gejala Pasien, Kurangnya Dukungan Sosial, Stigma Dan Diskriminasi, Koping Yang Digunakan Pengasuh; Mendekatkan Diri Kepada Sang Pencipta Dengan Ibadah, Doa, Kebutuhan Kelompok Swadaya, Koping Penerimaan Dan Keyakinan, Cinta, Kesabaran, Dan Pengetahuan Tentang Masalah, Meningkatkan Pengetahuan Dalam Ketahanan Merawat Keluarga Gg Mental, Menghadapi Masalah Secara Langsung, Memilih Membawa Anggota Keluarga Untuk Dirawat Kerumah Sakit, Pengasuh Menyetujui Pengunaan Strain. Kesimpulan; ada tiga hal utama yang harus diketahui tentang masalah pengasuh anggota keluarga yang mnegalami gangguan mental yaitu beban pengasuh, kondisi psikologis pengasuh dan koping pengasuhKeluarga adalah faktor utama dalam proses perawatan pasien dengan gangguan jiwa. Anggota keluarga dengan gangguan jiwa tidak dapat mengatasi masalah psikologisnya sendiri, sehingga membutuhkan dukungan terutama keluarga atau caregiver. Perawatan merupakan tugas berat yang berisi tantangan sosial, emosional, perilaku, dan keuangan bagi keluarga menyebabkan mereka rentan terhadap tekanan mental seperti depresi, kecemasan, dan masalah somatik. Tujuan ; Mengeksplorasi Gambaran Beban dan Kondisi Psikososial Serta Koping Keluarga (Caregivers) Dalam Merawat Penderita Gangguan Jiwa. Metodologi; Semua peer-review dan literatur dimasukkan dalam review, melalui pencarian database (MEDLINE, Embase, PsycINFO, Scopus, pudmed, Elsevier, Google Scholar). Tulisan ini mencakup segala jenis desain studi yang menggambarkan atau mengevaluasi Beban dan Kondisi Psikososial Serta Koping keluarga atau pengasuh Keluarga (Caregivers) Dalam Merawat Penderita Gangguan Jiwa. Data diekstraksi dan diringkas sebagai ulasan tulisan naratif ilmiah. Hasil ; Beban Pengasuh (Caregiver): Beban Kendala Keuangan, Beban Biaya Transportasi, Beban Waktu, Bean Biaya Hidup, Beban Lebih Tinggi Pada Pengasuh Wanita Dan Usia Lebih Tua, Beban Keselamatan Pasien, Beban Adanya Konflik Dengan Tetangga, Kondisi Psikososial Pengasuh : Gangguan Fungsi Keluarga, Tekanan Psikologis / Distress Psikologis Pengasuh, Gangguan Rutinitas Dan Masalah Dalam Mengelola Gejala Pasien, Kurangnya Dukungan Sosial, Stigma Dan Diskriminasi, Koping Yang Digunakan Pengasuh; Mendekatkan Diri Kepada Sang Pencipta Dengan Ibadah, Doa, Kebutuhan Kelompok Swadaya, Koping Penerimaan Dan Keyakinan, Cinta, Kesabaran, Dan Pengetahuan Tentang Masalah, Meningkatkan Pengetahuan Dalam Ketahanan Merawat Keluarga Gg Mental, Menghadapi Masalah Secara Langsung, Memilih Membawa Anggota Keluarga Untuk Dirawat Kerumah Sakit, Pengasuh Menyetujui Pengunaan Strain. Kesimpulan; ada tiga hal utama yang harus diketahui tentang masalah pengasuh anggota keluarga yang mnegalami gangguan mental yaitu beban pengasuh, kondisi psikologis pengasuh dan koping pengasu

    Indications of Dermatophyte Fungi on the Toes of Natural Stone Workers in Bobos Village, Dukupuntang District, Cirebon Regency

    No full text
    Dermatophytes are a group of fungi that have the ability to digest keratin such as the stratum corneum of the skin (epidermis), hair, nails and cause dermatophytosis. Tinea pedis is caused by a dermatophyte fungal infection often found on the soles of the feet and between the toes. Tinea pedis predisposing factors are the use of old closed shoes every day, the use of socks when working and direct contact with water for a long time. This research is located in Bobos Village, Dukupuntang District, Cirebon Regency and is conducted on natural stone workers who work daily in a humid place because they are often in contact with water and wear boots for a long time. The aim of the study was to identify dermatophyte fungi and the percentage of natural stone workers infected with dermatophyte fungi. The method used in this research is descriptive analysis by conducting a survey. The results of identification of dermatophyte fungi on the sidelines of the fingers of natural stone workers were found Trichophyton rubrum and Trichophyton mentagrophytes.Dermatofita merupakan golongan jamur yang mempunyai sifat dapat mencerna keratin seperti stratum korneum pada kulit (epidermis), rambut, kuku dan menyebabkan dermatofitosis. Tinea pedis disebabkan oleh infeksi jamur dermatofita sering ditemukan pada telapak kaki dan sela jari kaki. Faktor predisposisi tinea pedis adalah penggunaan sepatu tertutup yang lama setiap hari, pemakaian kaos kaki ketika bekerja dan kontak langsung dengan air dalam jangka waktu lama. Penelitian ini berlokasi di  Desa Bobos Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon dan dilakukan pada pekerja batu alam yang sehari harinya bekerja di tempat yang lembab karena sering terkontak dengan air dan memakai sepatu boot dalam jangka waktu lama. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi jamur dermatofita dan persentase pekerja batu alam yang terinfeksi jamur dermatofita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan melakukan survei. Hasil identifikasi jamur dermatofita pada sela-sela jari pekerja batu alam yaitu ditemukan jamur Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophytes

    Use of Gloves Affects the Incidence of Irritant Contact Dermatitis in Seaweed Farmers

    No full text
    Irritant contact Dermatitis is an inflammation of the skin that occurs as a non-specific skin response to a chemical substance through the release of inflammatory mediators from the epidermis cells. The purpose of this research is to know the relationship of use of personal protective equipment namely gloves against the incidence of irritant contact dermatitis on seaweed farmers in the village Bawalipu, Wotu subdistrict. The study used a descriptive analytical design with cross sectional plans for respondents of 47 people. From the results of the study using Chi-square test obtained the value P = 0.05 so that it can be concluded that the use of gloves have a relationship with the incidence of irritant contact dermatitis in the seaweed farmer especially in Bawalipu village, Wotu District, so it is expected to the village government to socialize the benefits of use of gloves that one of them through cooperation with health care center.Dermatitis kontak iritan merupakan peradangan kulit yang terjadi sebagai respon non-spesifik kulit terhadap zat kimia melalui pelepasan mediator inflamasi dari sel-sel epidermis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penggunaan alat pelindung diri yaitu sarung tangan terhadap kejadian dermatitis kontak iritan pada petani rumput laut di Desa Bawalipu Kecamatan Wotu. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional pada responden sebanyak 47 orang. Dari hasil kajian menggunakan uji chisquare didapatkan nilai p = 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan sarung tangan memiliki hubungan dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada petani rumput laut khusunya yang berada di Desa Bawalipu Kecamatan Wotu, sehingga diharapkan kepada pemerintah Desa untuk mensosialisasikan manfaat penggunaan sarung tangan yang salah satunya melalui kerja sama dengan pusat pelayanan kesehatan

    Bacterial Contamination in Pempek Food Produced by Households and Food Processing Factories

    No full text
    Pempek is a traditional Palembang dish. The food is processed by home and food processing industries. The bacteria Escherichia coli, Salmonella, and Staphylococcus aureus are at risk for infection of these processed fish. The purpose of this research is to determine the bacterial contamination of products sold on the public market of Samarinda. This type of study was descriptive analysis with a cross-sectional design. Random sampling is the sampling method used. 20 samples were collected, 10 homemade manufacturing samples, and 10 factory manufacturing samples. The samples are then taken to the laboratory and a colony counter is used to monitor the number of colonies. The outcome of the Total Plate Count measurement on Plate Count Agar (PCA) media has demonstrated that 18 samples (90%) consisting of 10 samples of factory-produced performance and 8 homemade performance samples contain high contamination microbial levels (> 5x104). Pempek should be cooked until it is fully mature to avoid the possibility of infection by pathogenic bacteria before eating both factory-produced and homemade products.Pempek merupakan makanan tradisional yang berasal dari Palembang. Makanan ini diproduksi oleh industri rumah tangga maupun pabrik pengolah makanan. Olahan ikan ini beresiko dicemari oleh bakteri Escherichia coli, Salmonella, dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cemaran bakteri pada pempek yang dijual di pasaran kota Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian laboratorium. Teknik sampling yang digunakan yaitu random sampling. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 20 sampel pempek, 10 sampel produksi industri rumah tangga dan 10 sampel produksi pabrik. Sampel kemudian dibawa ke laboratorium dan dilakukan pemeriksaan jumlah koloni dengan menggunakan colony counter. Hasil penghitungan Angka Lempeng Total (ALT) pada media Plate Count Agar (PCA) menunjukkan bahwa sebanyak 18 sampel (90%) yang terdiri dari 10 sampel pempek produksi pabrik dan 8 sampel pempek produksi rumahan mengandung cemaran mikroba yang tinggi (> 5x 104). Masyarakat disarankan memasak pempek hingga matang sebelum mengkonsumsi baik pempek produksi pabrik maupun produksi rumahan agar terhindar dari resiko cemaran bakteri patogen

    477

    full texts

    657

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Health Information : Jurnal Penelitian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇