Health Information : Jurnal Penelitian
Not a member yet
657 research outputs found
Sort by
POEMS Syndrome: Latest Comprehensive Review
Latar Belakang: Sindrom POEMS meliputi polineuropati, organomegali, endokrinopati, protein M, dan perubahan kulit. Sindrom POEMS merupakan kelainan langka dengan usia rata-rata onset antara 46 dan 56 tahun. Sindrom POEMS progresif dapat mengakibatkan gangguan kardiorespirasi berat, pada beberapa pasien dapat mengakibatkan kematian dini. Diperlukan diagnosis dan tatalaksana dini serta agresif. Tujuan: ulasan terkini yang menjelaskan sindrom POEMS belum banyak dijumpai, sehingga penulis ingin menyatukan berbagai literatur terkait serta memberikan referensi terbaru terkait sindrom POEMS. Metode: Berbagai literatur terkait diambil dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun menggunakan database Google Scholar, PubMed, Cochrane Library dengan kata kunci “POEMS Syndrome”. Analisis dan penyusunan studi dilakukan setelah memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Hasil: Sindrom POEMS adalah sindrom paraneoplastik yang langka karena kelainan sel plasma yang mendasarinya. Neuropati yang merupakan karakteristik utama dan kriteria penting untuk diagnosis. Kriteria Diagnostik Sindrom POEMS dapat digunakan untuk membantu menegakan diagnosis. Kesimpulan: Diagnosis yang tepat dapat memberikan tatalaksana yang sesuai sehingga didapatkan hasil klinis jangka panjang yang baik.Background: POEMS syndrome includes polyneuropathy, organomegaly, endocrinopathies, M protein, and skin changes. POEMS syndrome is a rare disorder with a mean age of onset between 46 and 56 years. Progressive POEMS syndrome can cause severe cardiorespiratory compromise, in some patients resulting in premature death. Early and aggressive diagnosis and treatment is required. Purpose: there are not many recent reviews describing POEMS syndrome, so the author wants to bring together various related literature and provide the latest references regarding POEMS syndrome. Method: Various related literature was retrieved over a period of 3 (three) years using the Google Scholar database, PubMed, Cochrane Library with the keyword "POEMS Syndrome". The analysis and arrangement of the study was carried out after fulfilling the inclusion and exclusion criteria. Results: POEMS syndrome is a rare paraneoplastic syndrome due to an underlying plasma cell abnormality. Neuropathy which is the main characteristic and important criterion for diagnosis. The POEMS Syndrome Diagnostic Criteria can be used to help establish the diagnosis. Conclusion: The right diagnosis can provide appropriate management so that good long-term clinical results are obtained
Hubungan antara Pengetahuan dan Sikap Ibu dengan Kejadian Stunting di Desa Nagasaribu
Stunting is a condition of failure to thrive in children under five years old due to chronic malnutrition so that children are short compared to other children of their age. The management of handling the problem of stunting to reduce stunting rates in Nagasaribu Village, Padang Bolak Tenggara District is not optimal. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of mothers about stunting and the incidence of stunting in children in Nagasaribu Village, Padang Bolak Tenggara District. This research is a quantitative research with analytic observation with a cross sectional design. Height measurements and data collection were carried out from November 2022 to February 2023. The sample in this study was 100 children and mothers in Nagasaribu Village. The results of the study showed that 61% of respondents had good category knowledge and 39% of respondents had poor knowledge about stunting. As many as 64% of respondents had an attitude in the good category and 36% of respondents had an attitude in the less category about stunting. The results of the Chi-Square test on the relationship between mother's knowledge about stunting in children in Nagasaribu Village showed a value of p = 0.470. The results of the Chi-Square test on the relationship between mothers' attitudes about child stunting in Nagasaribu Village showed a value of p = 0.001. This study concluded that there was a relationship between the mother's attitude about stunting and the incidence of stunting in children in Nagasaribu Village.Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak pendek dibandingkan dengan anak lain seusianya. Pengelolaan penanganan masalah stunting untuk menurunkan angka stunting di Desa Nagasaribu belum optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu tentang stunting dengan kejadian stunting pada anak di Desa Nagasaribu Kecamatan Padang Bolak Tenggara. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan analitik observasi dengan rancangan cross-sectional. Pengukuran tinggi badan dan pengumpulan data dilakukan pada bulan November 2022 sampai Februari 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 anak dan ibu di Desa Nagasaribu. Hasil penelitian menujukkan bahwa sebanyak 61% responden memiliki pengetahuan dengan kategori baik dan sebanyak 39% responden memiliki pengetahuan dengan kategori kurang tentang stunting. Sebanyak 64% responden memiliki sikap dengan kategori baik dan 36% responden memiliki sikap dengan kategori kurang tentang stunting. Hasil uji Chi-Square pada hubungan pengetahuan ibu tentang stunting pada anak di Desa Nagasaribu menunjukkan nilai p=0,470. Hasil uji Chi-Square pada hubungan sikap ibu tentang stunting anak di Desa Nagasaribu menunjukkan nilai p=0,001. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan sikap ibu tentang stunting dengan kejadian stunting pada anak di Desa Nagasaribu
Masa Kerja, Frekuensi Kerja, Durasi Kerja, dan Paparan Limbah Medis berhubungan dengan Status Kesehatan: Penelitian Observasional pada Perawat Ruang Operasi
Perawat ruang operasi merupakan tenaga kesehatan yang beresiko terkena paparan limbah medis.. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan masa kerja, frekuensi, durasi dan paparan limbah medis dengan status kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional dengan besar sampel adalah 19 responden. Teknik pengambilan sampel ialah total sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara masa kerja dengan status kesehatan (0,006 < 0,05) ada hubungan antara frekuensi dan status kesehatan (0,024 < 0,05) dan ada hubungan antara durasi dan status kesehatan (0,001 < 0,05) dan ada hubungan antara paparan limbah dan status kesehatan (0,020 < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa masa kerja, frekuensi, durasi dan paparan limbah medis (ruang OK) berhubungan dengan status kesehatan perawat. Sehingga diharapkan perawat dapat menjaga status kesehatannya dengan cara melindungi diri saat bekerja dan rutin melakukan cek kesehatan secara berkala.Operating room nurses are health workers who are at risk of exposure to medical waste. The purpose of this study was to determine the relationship between working period, frequency, duration and exposure to medical waste with health status. The method used in this study was cross sectional with a sample size of 19 respondents. The sampling technique is total sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the Spearman Rank test. The results showed that there was a relationship between length of work and health status (0.006 <0.05) there was a relationship between frequency and health status (0.024 <0.05) and there was a relationship between duration and health status (0.001 <0.05) and there was a relationship between waste exposure and health status (0.020 < 0.05). Based on the results of the above study it can be concluded that work period, frequency, duration and exposure to medical waste (Operation room) are related to the health status of nurses. So it is hoped that nurses can maintain their health status by protecting themselves while working and routinely carrying out regular health checks
Korelasi Hematokrit dengan SGOT dan SGPT pada Pasien Demam Berdarah Dengue Dewasa di Rumah Sakit Salak Kota Bogor Tahun 2022
Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an infectious disease that generally occurs in tropical and subtropical countries caused by female mosquito vectors that transmit the virus through Aedes aegypti or Aedes albopictus. This research is supported by data obtained through the West Java Health Office, the incidence of DHF has increased, especially in adults. This study aims to determine and analyze the correlation between Hematocrit levels and SGOT and SGPT in adult DHF patients at Salak Hospital, Bogor City in 2022. This study uses a type of quantitative research and cross-sectional design and a retrospective approach. The data used in this study is secondary data from the medical records of adult DHF patients at Salak Hospital, Bogor City in 2022. The minimum number of samples required is 106 samples. The mean age of the sample as a whole is 30.99 ± 11.949 years with the largest age group being 18 - 45 years, which is 84%. With an overview of SGOT and SGPT levels increased by 77.3% in the SGOT examination parameters and SGPT levels increased by 63.2%. There was no significant correlation between Hematocrit and SGOT in adult DHF (r = 0.078, p = 0.426) and Hematocrit and SGPT in adult DHF (r = 0.100, p = 0.307).Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang umumnya terjadi di negara daerah tropis dan subtropis disebabkan oleh vector nyamuk betina yang menularkan virus melalui Aedes aegypti ataupun Aedes albopictus. Penelitian ini didasari data yang diperoleh melalui Dinas Kesehatan Jawa Barat angka kejadian DBD mengalami peningkatan terutama pada dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis korelasi antara kadar Hematokrit dengan SGOT dan SGPT pada pasien DBD dewasa di Rumah Sakit Salak Kota Bogor Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain cross - sectional serta pendekatan secara retrospektif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari rekam medis pasien DBD usia dewasa di Rumah Sakit Salak Kota Bogor Tahun 2022. Jumlah sampel minimal yang dibutuhkan adalah 106 sampel. Rerata usia sampel secara keseluruhan adalah 30,99 ± 11,949 tahun dengan kelompok usia terbanyak adalah 18 - 45 tahun, yakni sebanyak 84%. Dengan gambaran kadar SGOT dan SGPT, meningkat sebanyak 77,3% pada parameter pemeriksaan SGOT dan kadar SGPT yang meningkat sebanyak 63,2%. Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara Hematokrit dengan SGOT pada DBD dewasa (r = 0,078, p = 0,426) dan Hematokrit dengan SGPT pada DBD dewasa (r = 0,100, p = 0,307)
Faktor Penyebab Gangguan Psikologis pada Penderita Penyakit Ginjal Kronis yang menjalani Hemodialisis: Literatur Reviu Naratif
Pasien Penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis, mengalami beban gangguan fungsional yang tinggi, harapan hidup yang terbatas, pelayanan kesehatan, komplikasi yang meyebabkan berbagai masalah psikologis seperti depresi dan kecemasan. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai penyebab gangguan psikologis pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis Berbagai sumber penyebab gangguan psikologis pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis antara lain; pertama kelelahan yang disebabkan anemia, uremia, ketidakcukupan dialisis, gangguan tidur, nyeri pada tulang dan otot, status gizi buruk, peradangan, depresi, kecemasan, usia lanjut, dan penyakit penyerta.; kedua, nyeri kronis yang disebabkan prosedur HD, nyeri karena jarum, perpindahan cairan, kram, sakit kepala, dan etiologi penyakit; ketiga, masalah seksual yaitu Disfungsi seksual pada pria berhubungan dengan penuaan, penyalahgunaan obat, diabetes, penyakit jantung, sedangkan disfungsi seksual pada wanita di tandai dengan kurangnya libido, dispareunia, kekeringan vagina, rasa gairah minimal, dan anorgasmia; keempat, gangguan kognitif disebabkan penyakit kardiovaskular, diabetes, hipertensi, dan dislipidemia, penyakit serebrovaskular, stroke, infark pembuluh darah albuminuria, cedera vaskular sistemik dan kelima gangguant tidur di sebabkan peningkatan t fosfat, asupan kafein, usia lanjut, penyakit kardiovaskular, durasi HD, kualitas HD yang buruk, gangguan napas saat tidur, mengantuk berlebihan, sindrom kaki gelisah, kelelahan/fatigue, nyeri pada tulang, stres, kecemasan dan depresi.Chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis, experience a high burden of functional disorders, limited life expectancy, health services, complications that cause various psychological problems such as depression and anxiety. This study aims to explore various causes of psychological disorders in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis Various sources of psychological disorders in chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis, including; first fatigue caused by anemia, uremia, dialysis inadequacy, sleep disorders, pain in bones and muscles, poor nutritional status, inflammation, depression, anxiety, old age, and comorbidities.; second, chronic pain caused by HD procedures, pain due to needles, fluid displacement, cramps, headaches, and the etiology of the disease; Sexual dysfunction in men is associated with aging, drug abuse, diabetes, heart disease, while sexual dysfunction in women is characterized by lack of libido, dyspareunia, vaginal dryness, minimal arousal, and anorgasmia; fourth, cognitive impairment caused by cardiovascular disease, diabetes, hypertension, and dyslipidemia, cerebrovascular disease, stroke, albuminuria vascular infarction, systemic vascular injury and fifth sleep disorders caused by increased t phosphate, caffeine intake, old age, cardiovascular disease, HD duration, poor HD quality, breathing disturbance during sleep, excessive sleepiness, restless legs syndrome, fatigue, bone pain, stress, anxiety and depression
Non-Traumatic Intraventricular Hemorrhage With Hydrocephalus
Background: Non-traumatic intracerebral hemorrhage (ICH) in younger population is a relatively rare event but is associated with considerable mortality and poor functional outcome. Imaging plays a crucial role in determining the underlying cause and guide treatment of ICH. Method: A 67-year-old man was brought by his family members to Royal Taruma Hospital emergency department in an unconscious state. The patient has been unconscious for almost 4.5 hours before presenting to the hospital. Before the incidence, the patient was claimed to be normal and able to carry out daily activities normally. The patient had a history of hypertension, diabetes mellitus, and ischaemic stroke (exact history of disease couldn’t be assessed due to guardian’s inability to recall ), and has stopped going for monthly follow-up appointments due to personal reasons. Result: On physical examination, the patient was comatose with GCS of 6 (E1M3V2), vital signs were measured and results are as follow : blood pressure 208/133 mmHg, pulse 98 x/min, respiration rate 16x/min, temperature 36.6°c, oxygen saturation 98%. Cranial nerve examination revealed isochore pupils, with diameters of 3 mm, light reflex (+). Laboratory examination results were as follow : Hemoglobin 15.3 mg/dL, leucocytes 198500/ uL, hematocrit 4%, thrombocytes 248000/uL, erythrocyte sedimentation rate (ESR) 10 mm/hour. Renal and liver functions were within normal limits. Blood glucose was found elevated to 226 mg/dL. Electrolytes, including calcium, sodium, potassium, chloride were within normal limits. Magnesium was decreased to 1.6 mg/dL. Conclusion: Hydrocephalus is very sensitive for detecting the underlying structural and local causes of ICH in young adults. Thus, Hydrocephalus should be considered in the diagnostic work-up of all young Hydrocephalus patients to enable targeted secondary preventionLatar belakang: Perdarahan intraserebral non-traumatik (ICH) pada populasi yang lebih muda adalah peristiwa yang relatif jarang tetapi berhubungan dengan kematian yang cukup besar dan hasil fungsional yang buruk. Pencitraan memainkan peran penting dalam menentukan penyebab yang mendasari dan memandu pengobatan ICH. Metode: Seorang laki-laki berusia 67 tahun dibawa oleh anggota keluarganya ke UGD Rumah Sakit Royal Taruma dalam keadaan tidak sadarkan diri. Pasien tidak sadarkan diri selama hampir 4,5 jam sebelum dibawa ke rumah sakit. Sebelum kejadian, pasien mengaku normal dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan normal. Pasien memiliki riwayat hipertensi, diabetes mellitus, dan stroke iskemik (riwayat pasti penyakit tidak dapat dinilai karena ketidakmampuan wali untuk mengingat), dan telah berhenti untuk janji tindak lanjut bulanan karena alasan pribadi. Hasil: Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien koma dengan GCS 6 (E1M3V2), dilakukan pengukuran vital sign dan didapatkan hasil sebagai berikut : tekanan darah 208/133 mmHg, nadi 98 x/menit, laju pernafasan 16x/menit, suhu 36,6° c, saturasi oksigen 98%. Pemeriksaan saraf kranial mengungkapkan pupil isochore, dengan diameter 3 mm, refleks cahaya (+). Hasil pemeriksaan laboratorium sebagai berikut : Hemoglobin 15,3 mg/dL, Leukosit 198500/ul, Hematokrit 4%, Trombosit 248000/uL, Laju Endapan Eritrosit (ESR) 10 mm/jam. Fungsi ginjal dan hati dalam batas normal. Glukosa darah ditemukan meningkat menjadi 226 mg/dL. Elektrolit, termasuk kalsium, natrium, kalium, klorida berada dalam batas normal. Magnesium diturunkan menjadi 1,6 mg/dL. Kesimpulan: Hidrosefalus sangat sensitif untuk mendeteksi penyebab struktural dan lokal yang mendasari ICH pada orang dewasa muda. Dengan demikian, Hidrosefalus harus dipertimbangkan dalam pemeriksaan diagnostik semua pasien Hidrosefalus muda untuk mengaktifkan pencegahan sekunder yang ditargetkan
Hubungan Ph Saliva Dan Perilaku Anak Dalam Menjaga Kesehatan Gigi Dengan Terjadinya Karies Gigi Pada Anak Usia Prasekolah
Karies gigi adalah proses multifaktor yang terjadi melalui interaksi antara gigi dan saliva sebagai host, bakteri di dalam rongga mulut, serta makanan yang mudah difermentasikan. Secara tidak langsung, saliva mempengaruhi proses terjadinya karies karena saliva selalu membasahi gigi geligi sehingga mempengaruhi lingkungan dalam rongga mulut. Di Indonesia telah terjadi perubahan pola makan akibat dari meningkatnya penggunaan refined carbohydrat atau dalam kehidupan sehari-hari dikenal sebagai kembang gula, cokelat, dan penganan lain yang banyak mengandung sukrosa, makanan tersebut umumnya mudah melekat pada permukaan gigi, kemudian menyebabkan kerusakan gigi. Tujuan penelitian: Mengkaji Hubungan pH Saliva dan perilaku anak dalam menjaga kesehatan gigi dengan terjadinya Karies gigi pada anak usia prasekolah. Metodologi: metode yang digunakan adalah survey analitik dengan jenis rancangan cross sectional, populasi 50 anak TK Ananda Bagasasi, pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisa data menggunakan uji statistika dengan uji Spearman. Hasil penelitian: Sebanyak 25 anak (50%) dengan angka resiko karies gigi tinggi, Sebanyak 24 anak (48%) memiliki pH saliva asam, dan sebanyak 29 anak (58%) memiliki perilaku yang baik dalam menjaga kesehatan gigi. Hasil uji Spearman didapatkan nilai signifikan 0,000 dan 0,006. Kesimpulan: Terdapat Hubungan pH Saliva dan perilaku anak dalam menjaga kesehatan gigi dengan terjadinya Karies gigi pada anak usia prasekolah. Direkomendasikan bagi puskesmas khususnya terapis gigi agar lebih meningkatkan penyuluhan kepada anak prasekolah tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.Dental caries is a multifactorial process that occurs through interactions between teeth and saliva as the host, bacteria in the oral cavity, and easily fermentable foods. Indirectly, saliva affects the process of caries because saliva always wets the teeth so that it affects the environment in the oral cavity. In Indonesia, there has been a change in diet as a result of the increasing use of refined carbohydrates or in everyday life known as confectionery, chocolate and other snacks that contain a lot of sucrose, these foods generally easily stick to the surface of the teeth, then cause tooth decay. The purpose of the study: Assessing the relationship between salivary pH and children's behavior in maintaining dental health with the occurrence of dental caries in preschool-aged children. Methodology: The method used was an analytic survey with a cross-sectional design type, a population of 50 children from Kindergarten Ananda Bagasasi, taking samples using total sampling. Data analysis used statistical tests with the Spearman test The results of the study: A total of 25 children (50%) had a high risk of dental caries, 24 children (48%) had an acidic salivary pH, and 29 children (58%) had good behavior in maintaining dental health. The Spearman test results obtained significant values of 0.000 and 0.006. Conclusion: There is a relationship between salivary pH and children's behavior in maintaining dental health with the occurrence of dental caries in preschool-aged children. It is recommended for health centers, especially dental therapists, to further increase counseling to preschool children about the importance of maintaining oral and dental health
Efek Analgetik Ekstrak Daun Gatal (Laportea decumana Roxb. Wedd) pada Mencit Jantan (Mus Muscullus L.) yang Diinduksi Asam Asetat: Penelitian Hewan Coba
Laportea decumana (Roxb.) Wedd, commonly known as "daun gatal" in Papua, is a plant that is empirically used as a pain reliever. The purpose of this study was to determine the analgesic effect and effective dose of L. decumana leaf extract on male mice. The experimental research method was conducted on 25 male mice that were divided into 5 groups according to treatment, which were negative control of 1% Na-CMC, positive control of 1% aspirin, and L. decumana leaf extract doses of 250 mg/kgBW, 500 mg/kgBW, and 1000 mg/kgBW. The results showed that L. decumana leaf extract doses of 250mg, 500mg, 1000mg/kgBW had analgesic effects (0.000<0.05), and the most effective dose was 1000mg/kgBW. Further research is needed to confirm the specific chemical constituents of L. decumana leaf extract as an analgesic.Daun gatal (Laportea decumana (Roxb.) Wedd) merupakan salah satu tanaman khas Papua yang secara empiris digunakan sebagai penghilang nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek analgetik dan dosis efektif ekstrak daun L. decumana pada hewan coba mencit jantan. Metode penelitian eksperimental pada 25 ekor mencit jantan yang dikelompokkan de dalam 5 kelompok sesuai dengan perlakuan, yaitu kontrol negatif Na-CMC 1%, kontrol positif asetosal 1%, ekstrak daun gatal dosis 250 mg/kgBB, 500 mg/kgBB, dan 1000 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun gatal dosis 250mg, 500mg, 1000mg/kgBB mempunyai efek analgetik (0,000<0,05) dan dosis yang paling efektif adalah 1000mg/kgBB. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengkonfirmasi fraksi kandungan kimia spesifik daun L. decumana sebagai analgesik
Analisis Kepuasan Pengguna Aplikasi Mobile JKN di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Magelang
Optimalisasi digitalisasi pelayanan publik menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan. Sebagai pemenuhan komitmen kepada peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan mengembangkan beragam inovasi berbasis teknologi informasi. Aplikasi Mobile JKN merupakan salah satu bentuk transformasi digital, dimana pelayanan administratif di kantor cabang maupun fasilitas kesehatan kini dapat diakses dimana saja dan tanpa batasan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan peserta JKN sebagai pengguna aplikasi Mobile JKN di wilayah BPJS Kesehatan KC Magelang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi yang diteliti merupakan peserta JKN-KIS yang telah teregistrasi di aplikasi Mobile JKN serta berdomisili di wilayah kerja BPJS Kesehatan KC Magelang, kemudian dipilih 100 sampel dengan teknik purposive sampling serta penyebaran kuesioner dengan skala likert sebagai teknik pengumpulan data. Variabel yang digunakan adalah metode End User Computing Satisfaction (EUCS) yang terdiri atas Content, Accuracy,Format, Ease of Use dan Timeliness dengan kepuasan pengguna (User Satisfaction) sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (69%) responden merasa puas terhadap digitalisasi pelayanan melalui aplikasi Mobile JKN. Diperoleh kesimpulan bahwa secara simultan variabel yang diujikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan para pengguna aplikasi Mobile JKN yang telah diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan KC Magelang.Optimizing the digitization of public services is one of the essential factors in creating community satisfaction as service users. As a fulfillment of the commitment to JKN-KIS participants, BPJS Kesehatan has developed various innovations based on information technology. The JKN Mobile Application is a form of digital transformation in which administrative services at branch offices and health facilities can now be accessed anywhere and without time limits. The aim of this research is to assess how contented JKN members in the BPJS Kesehatan KC Magelang region are with the Mobile JKN app. This study uses a quantitative descriptive method. The population studied was JKN-KIS participants who had registered in the Mobile JKN application and were domiciled in the work area of ??the BPJS Kesehatan KC Magelang, then 100 samples were selected using a purposive sampling technique and distributing questionnaires with a Likert scale as a data collection technique. The variable used is End User Computing Satisfaction (EUCS) which consists of Content, Accuracy, Format, Ease of Use, and Timeliness, with user satisfaction as the dependent variable. The study results show that most (69%) of respondents are satisfied with digitizing services through the Mobile JKN application. Users' satisfaction with the Mobile JKN application organized by BPJS Kesehatan KC Magelang was found to increase with each of the investigated variables
Radiografi Antegrade Pyelography dengan Sangkaan Hydronefrosis d RSUPH. Adam Malik Medan
Antegrade Pyelography teknik atau prosedur pemeriksaan sinar-X pada system urinaria bagian atas dengan cara memasukkan media kontras yang dimasukkan melalui system (kaliks) ginjal. Media kontras dimasukkan melalui kateter nefrostomi yang sebelumnya sudah di pasang oleh dokter urologi dengan cara pembedahan Hidronefrosis adalah distensi ginjal panggul dan calyces dari ginjal yang dihasilkan dari beberapa halangan ureter atau pelvis ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk pemeriksaan non fungsional dari sistem kemih di mana media kontras dimasukkan langsung secara antegrade ke sistem pelvicalyceal melalui kateterisasi oleh seorang ahli urologi selama prosedur bedah kecil prosedur ini sering dilakukan untuk menentukan lokasi batu saluran kemih atau jenis obstruksi lainnya.Pemeriksaan yang digunakan pada pemeriksaan adalah antero-posterior dan oblique.Penelitian tentang radiografi Antegrade Pyelography dengan sangkaan Hydronefrosis, ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Pemeriksaan Antegrade Pyelography dengan sangkaan Hydronefrosis di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan menggunakan Pesawat General Purpose X-ray (GPX) dengan pemasukan kontras media water soluble sebanyak 20 cc melalui kateter dan pencatatan gambar dengan Digital Radiografi(DR).Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam ilmu yang telah di dapat sewaktu dalam perkuliahan dan untuk melihat kelainan pada Antegrade Pyelography.Penelitian ini dilakukan di RSU Pusat H. Adam Malik Medan pada tanggal 14 Juni 2021,dengan menggunakan metode kualitatif, Observasi, Wawancara, Konsultasi, dan Dokumentasi.Antegrade Pyelography is a technique or procedure for X-ray examination of the upper urinary system by inserting a contrast medium which is inserted through the renal system (calyces). Contrast media is inserted through a nephrostomy catheter which has previously been installed by a urologist surgically. Hydronephrosis is distention of the renal pelvis and calyces of the kidney resulting from some obstruction of the ureter or renal pelvis. This study aims at a non-functional examination of the urinary system in which contrast medium is inserted directly antegrade into the pelvicalyceal system via catheterization by a urologist during a minor surgical procedure. This procedure is often performed to determine the location of urinary tract stones or other types of obstruction. The examination is antero-posterior and oblique. Research on Antegrade Pyelography radiography with suspected Hydronephrosis, this type of research uses qualitative research. Antegrade Pyelography examination with suspected Hydronephrosis at the H. Adam Malik Central General Hospital in Medan using a General Purpose to study in more depth the knowledge that has been obtained during lectures and to see abnormalities in Antegrade Pyelography. This research was carried out at the H. Adam Malik Central RSU Medan on June 14 2021, using qualitative methods, Observation, Interview, Consultation and Documentation