Online Electronic Journal Portal Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
41952 research outputs found
Sort by
KREATIVITAS TOKOH DALAM NOVEL GARUDA GAGANESWARA KARYA ARY NILANDARI (KAJIAN E. PAUL TORRANCE)
Kreativitas adalah hal yang sudah ada dalam diri setiap orang dan tidak hanya meliputi penciptaan produk baru, tetapi ide pemecahan masalah juga termasuk dalam kreativitas berpikir. Kreativitas berpikir perlu diasah sejak anak-anak sebab di era sekarang, berkembangnya teknologi membuat anak makin malas belajar hal baru akibat merebaknya tren media sosial. Selain itu, kreativitas dapat menjadi bekal dalam menghadapi kehidupan yang lebih kompleks masa mendatang. Bentuk kreativitas dapat dijumpai dan dipelajari anak dari penggambaran tokoh pada sastra anak yang berupa novel anak. Novel anak juga dapat dijadikan sebagai stimulus dalam melatih kreativitas anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kreativitas tokoh dalam novel anak Garuda Gaganeswara karya Ary Nilandari dengan teori kajian E. Paul Torrance. Teori kajian E. Paul Torrance meliputi, kelancaran berpikir, ketekunan dan kecermatan dalam berpikir, keaslian gagasan, memerinci gagasan baru, dan berpikiran terbuka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan pustaka. Teknik analisis yang digunakan adalah model analisis Milles dan Huberman, yaitu reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan data. Data penelitian ini disajikan secara naratif berupa kata, kalimat, paragraf, dan dialog. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya (1) kelancaran berpikir tokoh; (2) ketekunan dan kecermatan dalam berpikir tokoh; (3) keaslian gagasan tokoh; (4) kemampuan tokoh dalam memerinci gagasan baru; dan (5) kemampuan tokoh dalam berpikiran terbuka pada novel anak Garuda Gaganeswara karya Ary Nilandari.
Kata Kunci: Kelancaran berpikir, ketekunan, kecermatan, keaslian gagasan, memerinci gagasan, berpikiran terbuka
REPRESENTASI UNSUR MULTIKULTURAL DALAM SASTRA ANAK MATA DI TANAH MELUS KARYA OKKY MADASARI
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi unsur multikultural dalam sastra anak Mata di Tanah Melus karya Okky Madasari yang akan diungkap secara detail dan komprehensif, menggunakan teori representasi Thobroni dan Nurgiyantoro. Penelitian sastra ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan antropologi sastra. Sumber data yang digunakan adalah novel anak Mata di Tanah Melus karya Okky Madasari. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu baca, simak, catat, dan pustaka dengan sistem pengkodean. Analisis datanya menggunakan metode hermeneutik. Pada hasil penelitian ini ditemukan tujuh aspek unsur multikultural sesuai teori representasi Thobroni dan Nurgiyantoro, sebagai berikut: 1). Representasi unsur multikultural aspek solidaritas dan persaudaraan sosial bangsa Melus, seperti rasa persatuan dalam keberagaman, saling support satu sama lain, dan solidaritas antar etnis dan budaya. 2). Representasi unsur multikultural aspek kesetaraan gender seperti, perilaku memberikan kebebasan kepada perempuan untuk mencari pengalaman, persahabatan tanpa membeda-bedakan gender, dan melindungi perempuan dan anak-anak. 3). Representasi unsur multikultural aspek perdagangan terbuka, seperti adanya ketergantungan ekonomi, sistem tawar menawar, dan memanfaatkan peluang dalam perdagangan. 4). Representasi unsur multikultural aspek nilai kekeluargaan, seperti perilaku saling merangkul, menyelesaikan masalah dengan musyawarah, dan saling gotong royong. 5). Representasi unsur multikultural aspek nilai penghormatan terhadap tata susila, seperti penghormatan terhadap norma-norma yang berlaku dan penghormatan terhadap tokoh tua. 6). Representasi unsur multikultural aspek merasa cukup dalam hidup seperti, menerima apa adanya, dan tidak serakah. 7). Representasi unsur multikultural aspek berbagi dan kontrol kekuasaan seperti kontrol kekuasaan terhadap masyarakat dan pemberdayaan diri.
Kata Kunci: Representasi, Unsur Multikultural, Sastra Anak, Mata di Tanah Melus
KEFORMALAN DAN FUNGSI BAHASA DALAM INTERAKSI GURU DAN SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII MTSN 2 SURABAYA
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan keformalan bahasa dalam interaksi guru dan siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas VII MTsN 2 Surabaya dan (2) mendeskripsikan fungsi bahasa dalam interaksi guru dan siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia kelas VII MTsN 2 Surabaya. Penelitian ini berjenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini guru dan siswa kelas VII di MTsN 2 Surabaya, sedangkan datanya berupa ujaran yang menggunakan keformalan dan fungsi bahasa. Data dikumpukan menggunakan teknik rekam, catat, dan simak bebas libat cakap, sedangkan teknik Miles dan Huberman digunakan dalam menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan guru dan siswa dalam pembelajaran menggunakan keformalan dan fungsi bahasa yang berbeda. Ada 3 ragam keformalan bahasa: ragam resmi atau formal (106), ragam usaha atau konsultatif (9), dan ragam santai (47). Ragam keformalan yang paling dominan digunakan adalah ragam resmi, sedangkan ragam keformalan yang paling sedikit digunakan adalah ragam usaha. Ada 6 bentuk fungsi bahasa: fungsi instrumental (27), fungsi regulasi (11), fungsi representasi (26), fungsi interaksi (11), fungsi personal (16), dan fungsi heuristik (71). Bentuk fungsi bahasa yang paling dominan digunakan adalah fungsi heuristik, sedangkan bentuk fungsi bahasa yang paling sedikit digunakan adalah fungsi regulasi dan fungsi interaksi.
Kata Kunci: keformalan bahasa dan fungsi bahasa
PEMANFAATAN AKUN TIKTOK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MENULIS CERITA FANTASI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
FUNGSI KOMPETITIF IMPERATIF DALAM DEBAT CALON PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA 2024
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi tuturan imperatif dalam Debat Calon Presiden Republik Indonesia 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data berasal dari tuturan lisan yang mengandung tuturan imperatif. Sumber data yang digunakan adalah video youtube KPU RI debat pertama, debat ketiga, dan debat kelima. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, simak bebas libat cakap (SBLC), dan catat. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data berupa metode padan pragmatis dengan teknik pilah unsur tertentu. Teknik hubung banding menyamakan (HBS) digunakan sebagai teknik lanjutan yang menyambungkan, membandingkan, dan menyamakan data kebahasaan dengan teori sebagai objek penelitian. Adapun prosedur analisis data melalui empat tahap, yaitu pengodean data, analisis data, penyajian hasil, dan penyimpulan data. Hasil penelitian ini berupa fungsi tuturan imperatif meliputi fungsi kompetitif, fungsi menyenangkan, fungsi bekerja sama, dan fungsi bertentangan. Fungsi kompetitif mendominasi tuturan yang disampaikan oleh tiap-tiap calon presiden dalam debat. Hal tersebut terjadi karena forum Debat Calon Presiden 2024 ini bersifat formal. Dalam situasi tersebut, para calon presiden sedang menunjukkan otoritas dan kepemimpinan apabila terpilih sebagai presiden periode selanjutnya. Temuan dalam penelitian ini dapat dijadikan referensi penggunaan tuturan imperatif untuk memperoleh dukungan masyarakat dalam sebuah kompetisi politik.
Kata Kunci: tindak tutur, tuturan imperatif, fungsi, debat calon presiden.
 
PEMANFAATAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERBASIS CANVA PADA MATERI KARYA ILMIAH KELAS XI SMA ATMA WIDYA SURABAYA
Literasi digital merupakan kecakapan dalam memanfaatkan teknologi digital guna memperoleh, memahami, serta menggunakan informasi dari beragam sumber digital. Pada ranah pendidikan literasi sangat dibutuhkan, tidak hanya literasi lama saja namun juga literasi baru (digital). Tidak hanya siswa saja guru juga penting memiliki kecakapan dalam literasi digital. Pemanfaatan literasi digital dapat diaplikasikan pada kegiatan pembelajaran seperti penggunaan multimedia interaktif berbasis Canva. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan proses penggunaan, hasil belajar, dan respon siswa terhadap penggunaan multimedia interaktif berbasis Canva. Subjek penelitian yang digunakan yakni siswa kelas XI di SMA Atma Widya Surabaya dengan sejumlah 20 siswa. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi, angket, dan tes (posttest). Data dianalisis dengan analisis statistik deskriptif menggunakan SPSS 20 for windows. Hasil penelitian menjelaskan bahwa penggunaan multimedia interaktif berbasis Canva pada pembelajaran bahasa Indonesia materi karya ilmiah berjalan dengan baik yang dibuktikan dari persentase hasil observasi guru sebesar 93% dan hasil observasi siswa sebesar 88%. Berdasarkan hasil belajar siswa diketahui bahwa tes subjektif memiliki nilai terendah 60, rata-rata 84,00 dengan standar deviasi 11,876. Pada hasil analisis tes objektif, memiliki nilai terendah 70, rata-rata 82,00 dengan standar deviasi 8,335. Sedangkan kedua tes tersebut memiliki nilai tertinggi yang sama yakni 100. Berdasarkan persentase hasil angket respon siswa, penggunaan multimedia interaktif berbasis Canva memiliki respon positif sebesar 80% Sangat Setuju. Selain itu, persentase kelayakan dan ketertarikan siswa memperoleh hasil sebesar 95%.
Kata kunci: Multimedia interaktif, canva, karya ilmiah
Factors of Language Dominance Chosen by Young Self-Learning Bilinguals on X Platform
This study aims to explore the patterns of English language dominance among young self-learning bilinguals on platform X, while also uncovering the factors that affect their ability to communicate with others in English. Additionally, it examines how the use of English as the dominant language impacts these young bilingual learners. The research employs a qualitative approach, gathering data through in-depth interviews with participants and focusing on the social media accounts of bilingual youth engaged in independent learning on platform X. The collected data is analyzed through a data condensation process leading to conclusions. The findings indicate that specific languages play a significant role in fostering emotional connections and enhancing language proficiency, which in turn influences the dominant language usage among young self-learning bilinguals on X by creating meaningful connections through language. Furthermore, the study discusses how a language can develop linguistic skills through patterns of communicative interaction, which can affect each individual's language preferences and proficiencies. It highlights the positive correlation between proficiency in one language and proficiency in another, emphasizing the various interaction dynamics among factors such as language skills, personal backgrounds, language delivery, and the ability to interpret and understand communication outcomes
Using a psychological approach, this research aimed to discover what neurotic needs the character Justice Wargrave has in Agatha Christie's novel And Then There Were None. Not only Wargrave's neurotic needs this research also analyzed Justice Wargrave's aggressive behavior, which is caused by his neurotic needs. The analysis process was carried out to try to find the reasons why Wargrave's neurotic needs influenced his aggressive behavior. Through research conducted, it can be concluded that Wargrave has three neurotic needs that dominate his character, namely: (1) a Neurotic need for power, (2) a Neurotic need to exploit others, and (3) Neurotic need for recognition and prestige from other people, where these three neurotic needs fall into one category of neurotic trend, moving away from other people or aggression. The results of the analysis also showed that Wargrave's neurotic needs have quite a significant influence on his aggressive behavior; more precisely, Wargrave's neurotic needs become the fuel for his aggression