Online Electronic Journal Portal Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
41952 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS HOTS PADA MATERI RIAS CIKATRI KELAS XI SMK NEGERI 2 JOMBANG
The development of this HOTS-based teaching module is the development of a teaching module which aims to help students get used to thinking critically and creatively in learning activities with the help of HOTS (high level thinking) which is applied in the teaching module to help students get used to thinking critically and creatively in learning activities . Finding out how HOTS-based teaching modules were developed at SMKN 2 Jombang, their viability, student learning results, and student reactions to utilizing them with cikatri makeup material are the goals of the study. R&D (Research and Development) is the sort of research that is used. Overall media feasibility may be classified as "Very Feasible" based on study findings on the viability of learning modules. The average score for the structure of teaching modules is 92%, and the average score for the preparation of teaching modules is 88%. According to research findings, 86.7% of student learning outcomes in the cognitive area were deemed complete. Students might be classified as "Very Eligible" or 81-100% based on the evaluation results of their replies, which were 93.3%. According to these findings, the creation of teaching modules based on HOTS is highly appropriate for use as a learning tool to enhance cognitive learning outcomes and get excellent feedback from students.Modul ajar berbasis HOTS adalah modul ajar yang bertujuan untuk membantu peserta didik terbiasa berfikir kritis dan kreatif dalam kegiatan pembelajaran. Mengetahui bagaimana modul ajar berbasis HOTS dikembangkan di SMKN 2 Jombang, kelayakan modul, hasil belajar siswa, dan reaksi siswa dalam menggunakannya dengan materi tata rias cikatri merupakan tujuan dari penelitian ini. R&D adalah jenis studi yang digunakan. Kelayakan media secara keseluruhan dapat diklasifikasikan sebagai “Sangat Layak” berdasarkan temuan studi kelayakan modul pembelajaran. Skor rata-rata untuk struktur modul pembelajaran adalah 92%, dan skor rata-rata untuk penyusunan modul pembelajaran adalah 88%. Menurut temuan penelitian, 86,7% hasil belajar siswa di bidang kognitif dianggap tuntas. Siswa dapat diklasifikasikan sebagai “Sangat Layak” atau 81-100% berdasarkan hasil evaluasi jawaban mereka, yaitu 93,3%. Berdasarkan temuan tersebut, pembuatan modul ajar berbasis HOTS sangat tepat digunakan sebagai alat bantu pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar kognitif dan mendapatkan respon yang sangat baik dari siswa
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TUTORIAL FRENCH MANICURE UNTUK KELAS X TATA KECANTIKAN KULIT DAN RAMBUT DI SMKN 1 SOOKO MOJOKERTO
Nail art is a form of beauty nail art that is increasingly in demand among society, especially among teenagers. Nail art skills not only provide aesthetic value, but also open up career opportunities in the beauty industry. This research aims to develop learning media for French manicure video tutorials on learning outcomes for hand care and nail coloring in the basics of beauty subjects and to determine the validity of the video media. This research method uses the 4D R&D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The subjects in this research were 33 class x beauty and beauty students at SMKN 1 Sooko. Data collection techniques were carried out through observation, interviews and questionnaires. The research method used is the R&D (Research&Development) development method with the 4D development model. The R&D (Research and Development) method is a research method that builds new product media or improves existing product media and tests product effectiveness, Sugiyono (2019). The 4D (Four D) development model is a learning device development model. This model was developed by S. Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, and Melvyn I Semmel. The 4D development model consists of four development stages, namely: Define, Design, Development and Disseminate. The results of the research are as follows: 1) Stages of the process of developing video learning media, video tutorials that have been developed through expert validation tests and trials on student responses to get the criteria "Very Good. 2) Validation of media suitability obtained expert validation results with an average of 90% for the material aspect, 94.4% for the media aspect, and 89.4% for the language aspect, while the average result for each aspect was 90.8%. So it can be categorized as "Very Good / Very Appropriate" for use during the learning process.
Keywords: Learning Media, Video Tutorial, Nail art, French ManicureNail art adalah salah satu bentuk seni kecantikan kuku yang semakin diminati di kalangan masyarakat, terutama di kalangan remaja. Keterampilan Nail art tidak hanya memberikan nilai keindahan, tetapi juga membuka peluang karier di industri kecantikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran video tutorial French manicure pada capaian pembelajaran perawatan tangan dan mewarnai kuku mata pelajaran dasar-dasar kecantikan dan mengetahui validasi kelayakan media video. Metode penelitian ini menggunakan R&D model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek dalam penelitian yakni siswa kelas x tata kecantikan di SMKN 1 Sooko sebanyak 33 orang siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan angket. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan R&D (Research&Development) dengan model pengembangan 4D. Metode R&D (Research and Development) adalah metode penelitian yang membangun media baru maupun melengkapi media produk yang sudah ada dan menguji keefektifan produk, Sugiyono (2019). Model pengembangan 4D (Four D) ialah model pengembangan perangkat pembelajaran. Model ini dikembangkan oleh S. Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I Semmel . Model 4D terdiri dari empat tahapan pengembangan yaitu : Define (Pendefisian), Design (Perancangan), Development (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Adapun hasil penelitian sebagai berikut: 1) Tahapan proses pengembangan video media pembelajaran video tutorial yang telah dikembangkan melalui uji validasi para ahli dan uji coba kepada respon siswa mendapatkan kriteria “Sangat Baik. 2) Validasi kelayakan media mendapatkan hasil validasi para ahli rata-rata aspek materi yaitu 90%, aspek media 94,4%, serta aspek bahasa sebesar 89.4%, sedangkan hasil jumlah rata-rata tiap aspek sebesar 90,8%. Sehingga dapat dikategorikan “Sangat Baik / Sangat Layak” untuk digunakan pada saat proses pembelajaran.
Kata Kunci: Media Pembelajaran, Video Tutorial, Nail art, French Manicure
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Materi sanitasi Hygiene Serta K3 Pada Peserta Didik Kelas X Tata Kecantikan Kulit Dan Rambut SMKN 1 Sooko Mojokerto
The activity of students in learning is still not optimal. To overcome this problem, it is important to apply the right learning model. This research aims to examine the implementation of project-based learning, as well as analyse the improvement of learning outcomes and student responses. The type of research carried out is Class Action Research (PTK). The subject of this research consists of 34 students in class X Skin and Hair Beauty at SMKN 1 Sooko, Mojokerto. Instruments used in research include: 1) observation instruments to assess the learning process; 2) test instruments that include data presentation and drawing conclusions or meaning. The results of the research show that: 1) the implementation of project-based learning took place for a maximum of two cycles, with a percentage of 100%; 2) there was a significant increase in cognitive learning results from cycle I to cycle II, namely from 15.63% to 43.75%, while the student project results also increased from 18.75% to 78.13%; 3) the student response to project-based learning showed a positive response, reflected by a decrease in the percentage in the 'less' category and an increase of 6.25% in the 'good' category, and a decrease of 5.25% in the 'less' category. In conclusion, the implementation of project-based learning has a positive impact on the improvement of student learning outcomes, and this can be seen from the better response from learners between cycle I and cycle IIKeaktifan peserta didik dalam pembelajaran masih belum optimal. Untuk mengatasi masalah ini, penting untuk menerapkan model pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek, serta menganalisis peningkatan hasil belajar dan respons peserta didik. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini terdiri dari 34 peserta didik kelas X Tata Kecantikan Kulit dan Rambut di SMKN 1 Sooko, Mojokerto. Instrumen yang digunakan dalam penelitian meliputi: 1) instrumen observasi untuk menilai proses pembelajaran; 2) instrumen tes yang mencakup penyajian data dan penarikan kesimpulan atau makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) berlangsung secara maksimal selama dua siklus, dengan persentase mencapai 100%; 2) terdapat peningkatan signifikan dalam hasil belajar kognitif dari siklus I ke siklus II, yaitu dari 15,63% menjadi 43,75%, sementara hasil proyek peserta didik juga meningkat dari 18,75% ke 78,13%; 3) respon peserta didik terhadap pembelajaran berbasis proyek menunjukkan tanggapan positif, tercermin dari penurunan persentase pada kategori 'kurang' serta peningkatan sebesar 6,25% pada kategori 'baik', dan penurunan sebesar 5,25% pada kategori 'kurang'. Kesimpulannya, implementasi pembelajaran berbasis proyek memberi dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik, dan hal ini terlihat dari respon yang lebih baik dari peserta didik antara siklus I dan siklus II
Penerapan PENERAPAN ALUR MERDEKA TERHADAP KEMAMPUAN KOLABORATIF DAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMKN 4 SURABAYA
This study is an action research aimed at determining the influence of the implementation of Merdeka Flow on students' collaborative abilities and learning outcomes. This research was conducted in class XI Digital Business 3 of SMKN 4 Surabaya in the even semester of the Academic Year 2023/2024 with a total of 32 students. This study was conducted in 2 cycles, each comprising planning, action, observation, and reflection. Data collection methods included observation, documentation, and tests. Observations were conducted to assess students' collaborative skills, documentation was used to gather data such as learning materials, student names, instructional documentation, and observation results, and tests were administered to evaluate students' learning progress. The data obtained were analyzed qualitatively for students' collaborative skills and quantitatively for their learning outcomes. Qualitative analysis involved examining indicators of collaborative skills, while quantitative analysis involved calculating achievement percentages and categorizing them. The results showed that students' collaborative skills improved from Cycle I to Cycle II, with an overall rating of Good. Additionally, test results indicated an improvement in learning outcomes from Cycle I, where the pre-test average score increased from 63.59 to 82.03 in the post-test, and in Cycle II, where the pre-test average score increased from 69.69 to 86.56 in the post-test. Consequently, it was concluded that the implementation of Alur Merdeka could enhance both students' collaborative skills and learning outcomes.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan alur merdeka terhadap kemampuan kolaboratif dan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di kelas XI Bisnis Digital 3 SMKN 4 Surabaya pada semester genap tahun ajaran 2023/2024 dengan jumlah siswa 32 anak. Penelitian ini dilakukan 2 siklus yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, dokumentasi dan tes. Observasi dilakukan untuk mengetahui kemampuan kolaboratif siswa, dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data seperti perangkat pembelajaran, nama siswa, dokumentasi pembelajaran dan hasil observasi; dan tes dilakukan untuk mengetahu perkembangan hasil belajar siswa. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk kemampuan kolaboratif siswa dan kuantitatif untuk hasil belajar siswa. Analisis kualitatif dilakukan dengan mengamati indikator kemampuan kolaboratif, sedangkan analisis kuantitatif dilakukan dengan menghitung persentase ketercapaian dan mengkategorikannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan kolaborasi siswa meningkat dari siklus I ke siklus II dengan katerori Baik. Sedangkan dari hasil tes diketahui hasil belajar siswa pada siklus I, terjadi peningkatan nilai dari pre-test (63,59) menjadi post-test (82,03), sedangkan pada siklus II, nilai pre-test meningkat dari (69,69) menjadi post-test (86,56), sehingga disimpulkan bahwa penerapan alur merdeka dapat meningkatkan kemampuan kolaboratif dan hasil belajar siswa
PENGARUH BRAND AMBASSADOR DAN BRAND IMAGE ERIGO TERHADAP MINAT BELI PADA APLIKASI TIKTOK: PENGARUH BRAND AMBASSADOR DAN BRAND IMAGE ERIGO TERHADAP MINAT BELI PADA APLIKASI TIKTOKSHOP
Advances in information technology, especially the internet, have driven significant changes in various fields,including digital marketing through social media. Platforms such as TikTok are now strategic tools to reachconsumers. One example of utilizing this strategy is Erigo, which uses brand ambassadors and brand image toincrease consumer buying interest. This study aims to analyze the influence of Erigo's brand ambassadors andbrand image on TikTok users' purchase intention. With a quantitative approach, this study involved universitystudents in Surabaya as the population, using questionnaires as data collection instruments. Data analysis wasconducted through multiple linear regression with the help of SPSS software. The results showed that both brandambassador and brand image have a significant influence on buying interest in TikTokKemajuan teknologi informasi, terutama internet, telah mendorong perubahan signifikan di berbagai bidang,termasuk pemasaran digital melalui media sosial. Platform seperti TikTok kini menjadi alat strategis untukmenjangkau konsumen. Salah satu contoh pemanfaatan strategi ini adalah Erigo, yang menggunakan brandambassador dan brand image untuk meningkatkan minat beli konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisispengaruh brand ambassador dan brand image Erigo terhadap minat beli pengguna TikTok. Dengan pendekatankuantitatif, penelitian ini melibatkan mahasiswa di Surabaya sebagai populasi, menggunakan angket sebagaiinstrumen pengumpulan data. Analisis data dilakukan melalui regresi linier berganda dengan bantuan perangkatlunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik brand ambassador maupun brand image memilikipengaruh signifikan terhadap minat beli di TikTo
TINGKAT KEBUGARAN JASMANI DAN STATUS GIZI SISWA SISWI KELAS IV, V, DAN VI MADRASAH IBTIDAIYAH MIFTAHUL ULUM SIDOWUNGU
Kebugaran Jasmani ialah kemampuan tubuh manusia dalam melaksanakan kegiatan sehari- hari tanpa merasa lelah. Manusia yang mempunyai kebugaran baik akan melaksanakan kegiatan dengan penuh vitalitas serat kesiagaan tanpa merasa lelah serta masih mempunyai tenaga cadangan dalam beraktivitas. Selain kegiatan fisik, status gizi merupakan faktor eksternal dalam meningkatkan kebugaran jasmani. Bila anak mempunyai kebutuhan gizi yang tercukupi maka anak akan berkembang serta pertumbuhan pada anak akan baik dari segi fisik ataupun psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani terhadap siswa kelas IV, V, serta VI di MI Miftahul Ulum yang ada di Desa Sidowungu. Jenis penelitian yang dipakai yakni penelitiankuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pada penelitian ini teknik pengumpulan sampel menggunakan stratified randomsampling dengan jumlah sampel 50 siswa.Berdasarkan hasil penelitian dengan jumlah sampel 50 siswa terdapat 27 siswa dengan status gizi normal memiliki rata-rata 17.5 dengan persentase 54% dan tingkat kebugaran jasmani dengan kategori cukup hingga sangat baik dengan jumlah laki-laki 19 siswa memiliki rata-rata 5.8 persentase 38% dan perempuan 8 siswa memiliki rata-rata 5.5 persentase 16%. Status gizi underweight terdapat 15 siswa dengan rata-rata 12.9 dengan persentase 30% dan tingkat kebugaran jasmani dengan kategori kurang dengan jumlah laki-laki 6 siswa memiliki rata-rata 5.9 persentase 12% dan perempuan 9 siswa memiliki rata-rata 2.6 persentase 18%. Sedangkan Status gizi overweight terdapat 8 siswa dengan rata-rata 25.9 dengan persentase 16% dan tingkat kebugaran jasmani dengan kategori kurang dengan jumlah laki-laki 4 siswa memiliki rata-rata 3.2 persentase 8% dan perempuan 4 siswa memiliki rata-rata 2.4 persentase 8%
PENERAPAN PERMAINAN KECIL BENTENG-BENTENGAN UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI AKTIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN PJOK DI SMPN 2 GRESIK
Pembelajaran adalah sistem yang melibatkan satu kesatuan dari banyak komponen yang saling berkaitan dan berinteraksi untuk mencapai hasil yang diharapakan secara optimal dengan tujuan yang sudah ditetapkan. Seperti halnya dengan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) yang menuntun peserta didik untuk bergerak secara aktif agar mencapai tujuan olahraga yaitu meningkatkan kebugaran jasmani. PJOK tidak membebankan peserta didik untuk selalu bisa dan mampu dalam mempraktekkan materi, namun lebih ditekankan pada kemauan, keinginan dan juga keberhasilan untuk mau bergerak aktif atau ikut berpartisipasi aktif dalam melakoni aktivitas pembelajaran. Partisipasi aktif dapat ditingkatkan apabila di dalam pembelajaran banyak mengandung hal yang mengasyikkan, seru, tidak monoton, inovatif dan kreatif, hal ini bisa dicapai dengan salah satu cara yaitu dengan diberikan permainan kecil seperti permainan kecil benteng-bentengan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh penerapan permainan kecil terhadap peningkatan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran PJOK kelas 7 di SMPN 2 Gresik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian jenis eksperimen murni dengan pendekatan kuantitatif serta menggunakan desain penelitian randomized control group pretest-postest, penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 28 siswa untuk kelompok kontrol dan 24 siswa untuk kelompok treatment. Data terkumpul dengan menggunakan analisis video melalui instrument Analisa Proporsi Fokus (APF). Berdasarkan hasil perhitungan statistik menggunakan aplikasi Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) menunjukkan bahwa nilai signifikan dari uji Wilcoxon menunjukkan nilai 0,009 yang mana lebih kecil dari 0,05 sehingga hasil perhitungan ini menunjukkan bahwa ada pengaruh dalam penerapan permainan kecil benteng-bentengan untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran PJOK di SMPN 2 Gresik.
Kata Kunci: Partisipasi Aktif; Permainan Keci
PENGARUH KADAR GARAM PADA MEDIA PENDINGIN PROSES QUENCHING-TEMPERING TERHADAP KEKUATAN PUNTIR DAN IMPAK BAJA S45C
Beban kejut dan puntiran pada poros mesin perontok padi dapat mengurangi umur pakainya. Pemilihan material dan penambahan perlakuan panas diperlukan sebagai upaya pencegahan. Kekuatan maksimum pada baja hasil perlakuan panas salah satunya dipengaruhi oleh laju pendinginan quenching. Air garam adalah salah satu media pendingin dengan laju pendinginan yang cepat dan merata. Namun diperlukan jumlah kadar garam yang tepat pada pengaplikasiannya. Metode penelitian ini menggunakan jenis eksperimen dengan tujuan mengetahui pengaruh kadar garam pada proses quenching-tempering terhadap kekuatan puntir dan impak material poros mesin perontok padi, yaitu baja S45C. Variasi kadar garam yang digunakan ialah 0%, 10%, dan 20%. Temperatur pemanasan yang digunakan yaitu 850°C dengan holding timeselama 15 menit dan dilanjutkan pendinginan cepat menggunakan air garam. Setelah itu, dilakukan proses tempering dengan temperatur 300°C dan holding time selama 15 menit. Hasil penelitian menunjukkan variasi air garam 20% memiliki nilai tegangan puntir tertinggi yaitu sebesar 20,04 N/mm2, dan terendah pada variasi air garam 0% sebesar 18,22 N/mm2. Sedangkan nilai kekuatan impak tertinggi pada variasi air garam 0% sebesar 0,4137 Joule/mm2, dan terendah pada variasi air garam 20% yaitu sebesar 0,2447 Joule/mm2. Semakin tinggi kadar garam quenchant dapat meningkatkankekuatan puntirnya, namun di sisi lain akan mengurangi sedikit ketangguhannya
REPRESENTASI TOXIC RELATIONSHIP DI SERIES EUPHORIA
Adolescence is a period of change from childhood to adulthood. As they get older, an adolescent expands their network of friends to interact. This interaction is to fulfill their social needs, one of which is a romantic relationship. This research aims to focus on discussing toxic relationships in the series Euphoria (2019) because there are still many people who do not realize that they are in a toxic relationship. They even think that the toxic treatment they have received is a form of attention and affection from their partner. Charles Sanders Peirce semiotics was chosen because it is able to provide in-depth meaning about toxic relationships in films and series through the triadic model of sign, object, and interpretant. The results of this study show that victims of toxic relationships are not only women who experience them but men can also experience them. Characterized by possessiveness, invasion of privacy, regulator, deflector, full dependence, manipulation, to verbal and physical violence to experience depression due to dependence.Masa remaja merupakan masa perubahan dari anak-anak menuju kedewasaan. Semakin bertambahnya usia, seorang remaja semakin meluas jaringan pertemanan untuk berinteraksi. Interaksi tersebut untuk memenuhi kebutuhan sosialnya, salah satunya hubungan romantis. Penelitian ini bertujuan untuk fokus membahas toxic relationship yang ada di series Euphoria (2019) karena masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka berada pada toxic relationship. Mereka bahkan menganggap bahwa perlakuan toxic yang selama ini mereka terima adalah bentuk perhatian dan kasih sayang dari pasangannya. Semiotika Charles Sanders Peirce dipilih dikarenakan mampu memberikan pemaknaan yang mendalam mengenai toxic relationship pada film maupun series melewati model triadik tanda, obyek, dan interpretant. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa korban toxic relationship bukan hanya perempuan saja yang mengalami namun laki-laki juga dapat mengalaminya. Ditandai dengan posesif, pelanggaran privasi, pengatur, deflector, bergantung penuh, manipulasi, hingga kekerasan verbal maupun fisik hingga mengalami depresi karena ketergantungan