Online Electronic Journal Portal Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
    41952 research outputs found

    Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dan Pola Pemberian Makan dengan Kejadian Stunting Pada Balita di Desa Puhkerep Kabupaten Nganjuk

    Get PDF
    Stunting is a growth and development problem in children caused by malnutrition, infection, and lack of psychosocial stimulation. Stunting can be identified through age-inappropriate body size, which is less than two standard deviations. Factors such as maternal knowledge and feeding patterns influence the incidence of stunting. This study aimed to evaluate the incidence of stunting, maternal knowledge, feeding patterns, and the relationship between maternal knowledge and feeding patterns with stunting in Puhkerep Village, Nganjuk Regency. This study used a quantitative cross-sectional design and involved 74 children aged 1-5 years who were cared for by their biological mothers and lived in Puhkerep Village. The variables studied included maternal knowledge and feeding patterns as independent variables, and the incidence of stunting as the dependent variable. Respondents were selected using accidental sampling technique, and the instruments used included knowledge test, questionnaire, microtoise, and infantometer. Data analysis was conducted using the chi-square test. The results showed a significant relationship between maternal knowledge and the incidence of stunting in toddlers (p value = 0.004) and between feeding patterns and the incidence of stunting (p value = 0.000; OR = 3.169). These findings indicate that low maternal knowledge can increase the risk of stunting, while good feeding patterns can reduce the risk of stunting.Stunting ialah masalah pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi, infeksi, dan kurangnya stimulasi psikososial. Stunting dapat diidentifikasi melalui ukuran tubuh yang tidak sesuai dengan usia, yaitu kurang dari dua deviasi standar. Faktor-faktor seperti pengetahuan ibu dan pola pemberian makan mempengaruhi kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kejadian stunting, pengetahuan ibu, pola pemberian makan, serta hubungan antara pengetahuan ibu dan pola pemberian makan dengan stunting di Desa Puhkerep, Kabupaten Nganjuk. Studi ini menggunakan desain potong lintang kuantitatif dan melibatkan 74 balita usia 1-5 tahun yang diasuh oleh ibu kandung dan tinggal di Desa Puhkerep. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan ibu dan pola pemberian makan sebagai variabel independen, serta kejadian stunting sebagai variabel dependen. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik accidental sampling, dan instrumen yang digunakan meliputi tes pengetahuan, kuesioner, microtoise, dan infantometer. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dan kejadian stunting pada balita (p value = 0,004) serta antara pola pemberian makan dan kejadian stunting (p value = 0,000; OR = 3,169). Temuan ini mengindikasikan bahwa pengetahuan ibu yang rendah dapat meningkatkan risiko stunting, sementara pola pemberian makan yang baik dapat mengurangi risiko stunting

    PENGARUH LIVE STREAMING SHOPPING TIKTOK TERHADAP MINAT PEMBELIAN PADA KONSUMEN AKUN PRODUK ATAP UPVC @DR.SHIELD

    Get PDF
    Era ini perusahaan semakin memanfaatkan platform media sosial untuk memasarkan produk mereka, salah satunya melalui strategi live streaming shopping di TikTok. Penelitian ini mengacu pada teori S-O-R (Stimulus-Organism-Response) dan bertujuan untuk menguji pengaruh live streaming shopping TikTok terhadap minat beli konsumen produk DR SHIELD. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatif dengan metode survei. Sebanyak 166 responden dilibatkan dalam penelitian ini, yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data yang diperoleh dianalisis untuk memahami hubungan antara variabel independen (live streaming shopping) dan variabel dependen (minat beli konsumen). Hasil analisis menunjukkan bahwa live streaming shopping TikTok memberikan pengaruh sebesar 29,1% terhadap minat beli konsumen, sedangkan 70,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran melalui live streaming shopping mampu meningkatkan minat beli konsumen, meskipun pengaruhnya masih tergolong rendah. Penelitian ini memberikan kontribusi berharga bagi perusahaan dalam mengembangkan strategi pemasaran digital yang lebih efektif, khususnya melalui live streaming shopping di media sosial.  Era ini perusahaan semakin memanfaatkan platform media sosial untuk memasarkan produk mereka, salah satunya melalui strategi live streaming shopping di TikTok. Penelitian ini mengacu pada teori S-O-R (Stimulus-Organism-Response) dan bertujuan untuk menguji pengaruh live streaming shopping TikTok terhadap minat beli konsumen produk DR SHIELD. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatif dengan metode survei. Sebanyak 166 responden dilibatkan dalam penelitian ini, yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data yang diperoleh dianalisis untuk memahami hubungan antara variabel independen (live streaming shopping) dan variabel dependen (minat beli konsumen). Hasil analisis menunjukkan bahwa live streaming shopping TikTok memberikan pengaruh sebesar 29,1% terhadap minat beli konsumen, sedangkan 70,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi pemasaran melalui live streaming shopping mampu meningkatkan minat beli konsumen, meskipun pengaruhnya masih tergolong rendah. Penelitian ini memberikan kontribusi berharga bagi perusahaan dalam mengembangkan strategi pemasaran digital yang lebih efektif, khususnya melalui live streaming shopping di media sosial.

    Rendering Performance Analysis of Astro JS, Next JS, Nuxt JS, and SvelteKit Frameworks Using Google Lighthouse, PageSpeed Insight, and JMeter: Rendering Performance Analysis of Astro JS, Next JS, Nuxt JS, and SvelteKit Frameworks Using Google Lighthouse, PageSpeed Insight, and JMeter

    No full text
    The development and popularity of modern technology encourage innovation in developing web applications to increase loading speed and retain users. This research analyzes the performance of websites that use Astro JS, Next JS, Nuxt JS, and SvelteKit frameworks using the SSR (Server Side Rendering) technique. The advantage of the SSR technique is that it can improve website performance, SEO (Search Engine Optimization) optimization, and user experience. The tools used in this research are Google Lighthouse, PageSpeed Insight, and JMeter. The metrics measured in Google Lighthouse and PageSpeed Insight testing are FCP (First Contentful Paint), TBT (Total Blocking Time), SI (Speed Index), LCP (Large Contentful Paint), and CLS (Cumulative Layout Shift). While JMeter testing, the metrics measured are Response Time (Min, Max, Average), Error Rate, and Throughput. The development method used is the XP (Extreme Programming) method. The results of this study show Astro JS has superior performance in most Web Vitals metrics, followed by Next JS which shows superiority in several metrics. Nuxt JS and SvelteKit each only excelled in one Web Vitals metric. In stability and reliability of the system testing using JMeter, Nuxt JS showed the best performance by excelling in the response time, error rate, and throughput metrics. SvelteKit also performed well with dominance in several stability metrics, while Astro JS and Next JS only excelled in a small number of them. This research was conducted to provide insight for developers in choosing the right framework based on their needs

    Software Quality Evaluation Of MV5PAS Airport Authority Region III Using FURPS Model: Software Quality Evaluation Of MV5PAS Airport Authority Region III Using FURPS Model

    No full text
    The widespread use of software to enhance organizational efficiency makes software development essential. The Airport Authority Region III Office uses MV5PAS software for operational activities, aiming to improve public services. Ensuring software quality is crucial for optimal performance, which this study evaluates using the FURPS model. This model assesses software based on five characteristics: functionality, usability, reliability, performance, and supportability.The study employs a mixed-method evaluation approach. Functionality and usability are assessed via a questionnaire with 25 respondents, while reliability is tested using WAPT V.10.1. Performance is measured with GTMetrix web analysis, and supportability is tested across different OS and browsers.Results indicate that MV5PAS meets the FURPS model standards in four categories. Functionality scores 0.983 (0 ≤ X ≤ 1), reliability achieves R = 0.982, usability scores 80.2, and supportability is confirmed through successful multi-device testing. However, performance requires improvement, receiving a “D” on the GTMetrix Grade. This highlights the need for quality enhancements to optimize the system’s overall efficiency

    PENGARUH SUBSTITUSI STEEL SLAG TERHADAP KUAT TEKAN DAN DAYA SERAP AIR PADA PAVING BLOK

    Get PDF
    The increase in steel industry activity produces waste that is classified as B3 waste (hazardous, toxic, and odorous), so it has the potential to damage the environment. In accordance with Government Regulation Number 74 of 2001 and Government Regulation Number 18 and 85 of 1999, waste from the steel industry must be managed properly through methods such as thermal processes, stabilization, solidification, and chemical, physical, and biological processing to minimize its impact. The research method used is an experimental method with test objects, namely paving blocks made by replacing some of the fine aggregate with artificial fine aggregate from steel slag. This study used steel slag substitution of 0%, 10%, 15%, and 20% of sand, with the aim of determining the effect on compressive strength, water absorption, and the most optimum proportion of steel slag in paving blocks. The results showed that steel slag substitution of up to 10% increased compressive strength and decreased the absorption capacity of paving blocks, with the best results at a proportion of 10%. Exceeding 10%, compressive strength decreased and absorption capacity increased. So, the optimal proportion of steel slag is 10%.Peningkatan aktivitas industri baja menghasilkan limbah yang tergolong limbah B3 (berbahaya, beracun, dan berbau), sehingga berpotensi merusak lingkungan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2001 dan Peraturan Pemerintah Nomor 18 dan 85 Tahun 1999, limbah dari industri baja harus dikelola dengan benar melalui metode seperti proses termal, stabilisasi, solidifikasi, serta pengolahan kimia, fisika, dan biologi untuk meminimalkan dampaknya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan benda uji, yaitu paving blok yang di buat dengan mengganti sebagian agregat halus dengan agregat halus buatan dari steel slag Penelitian ini menggunakan substitusi steel slag sebesar 0%, 10%, 15%, dan 20% dari pasir, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh terhadap kuat tekan, daya serap air, serta proporsi steel slag paling optimum pada paving blok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi steel slag hingga 10% meningkatkan kuat tekan dan menurunkan daya serap paving blok, dengan hasil terbaik pada proporsi 10%. Melebihi 10%, kuat tekan menurun dan daya serap meningkat. Jadi, proporsi optimal steel slag adalah 10%

    Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah dalam Menyelesaikan Soal Berformat Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan pemecahan masalah peserta didik dalam menyelesaikan soal berformat AKM pada Materi Gerak Lurus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian ex post facto. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen soal berformat AKM untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas XI yang memprogram fisika. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas analisis instrumen soal dan analisis data penelitian. Sampel penelitian terdiri atas 60 peserta didik kelas XI Sekolah A, 53 peserta didik kelas XI Sekolah B, 56 peserta didik kelas XI Sekolah C, dan 65 peserta didik kelas XI Sekolah D. Profil kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada indikator memahami masalah melalui menemukan informasi, memahami masalah numerasi, memilih dan menerapkan strategi, memeriksa dan mengevaluasi masalah berdasarkan informasi, serta memeriksa kembali dan mengevaluasi penyelesaian masalah numerasi termasuk kategori sedang. Persentase profil kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas XI yang memprogram mata pelajaran fisika di Kabupaten Sidoarjo terdiri atas 12,39% kategori tinggi, 75,21% kategori sedang, dan 12,39% kategori rendah. Profil kemampuan pemecahan masalah peserta didik mayoritas berada pada kategori sedang.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kemampuan pemecahan masalah peserta didik dalam menyelesaikan soal berformat AKM pada Materi Gerak Lurus. Kemampuan pemecahan masalah merupakan aktivitas kognitif-kompleks melalui proses analisis informasi untuk menemukan solusi sehingga dapat menyelesaikan suatu masalah. Menurut Polya prinsip-prinsip kemampuan pemecahan masalah terdiri atas 1) memahami masalah; 2) menyusun rencana; 3) melaksanakan rencana; dan 4) memeriksa kembali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian ex post facto dengan menggunakan instrumen soal berformat AKM untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas XI yang memprogram fisika. Sampel penelitian terdiri atas 60 peserta didik kelas XI Sekolah A, 53 peserta didik kelas XI Sekolah B, 56 peserta didik kelas XI Sekolah C, dan 65 peserta didik kelas XI Sekolah D. Profil kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada indikator memahami masalah melalui menemukan informasi, memahami masalah numerasi, memilih dan menerapkan strategi, memeriksa dan mengevaluasi masalah berdasarkan informasi, serta memeriksa kembali dan mengevaluasi penyelesaian masalah numerasi termasuk kategori sedang. Persentase profil kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas XI yang memprogram mata pelajaran fisika di Kabupaten Sidoarjo terdiri atas 12,39% kategori tinggi, 75,21% kategori sedang, dan 12,39% kategori rendah

    Development of Flipbook Based on Problem Based Learning on Ecosystem Materials to Train Student’s Scientific Literacy

    Get PDF
    Basically, the learning process for students is carried out in order to achieve learning outcomes with the help and encouragement of the teacher. Many teachers still use conventional methods in teaching, which can make students less interested and less motivated to learn. Thus, in order to optimize learning outcomes, teachers must use the latest approaches. This study aims to produce a flipbook based on Problem Based Learning on ecosystem material to train students' science literacy. The research method used is R&D (Research and Development). The flipbook based on Problem Based Learning on ecosystem material was tested on one class consisting of 30 students of class X SMAS Hang Tuah 4 Surabaya with a limited trial. The method used is the Four-D Model method. This study used student samples from two classes with different treatments. Data collection in this study consisted of validation techniques, observation, test, and questionnaire. The results showed that the validity of the flipbook reached 3.9 (very valid), the implementation of learning with flipbooks during classroom learning showed a value of 90% (very high category). This study shows that there are differences between classes X-5 and X-2 (t count 2.025> t table 2.003). The result of this study is that the treatment given to class X-5 gets a higher score and gets a score of 86.5 (value> 75) or above the minimun completeness criteria. The conclusion of this research is that flipbook are feasible and can be used in biology learning ecosystem material

    Development of ViBot to Train Digital Literacy of 10th Grade High School Student

    Get PDF
    The world is transitioning toward Society 5.0, characterized by increasing globalization and advancements in digital technology, leading to substantial societal transformations, including the rise of Artificial Intelligence (AI), the Internet of Things, Big Data, and robots. Education may capitalize on this by utilizing ICT-based learning media accessible via diverse electronic device. Furthermore, it possesses the capacity to improve digital literacy competencies. Telegram is one of the available technologies. A survey conducted among 20 students revealed that 70% utilize the Telegram application, while its use for academic is infrequent. This project aims to create a valid, practical, and effective Telegram bot for acquiring knowledge about viruses. This study employs the 4D method (Define, Design, Develop, and Disseminate). Data were gathered utilizing validation procedures, Fry readability assessments, questionnaires, and examinations. The research trial was conducted on 20 students from Labschool Unesa 1 High School. We examined the gathered data employing descriptive-quantitative methodologies. The research findings indicate that ViBot possesses a high validity score of 3.87, rendering it appropriate for educational purposes; it is regarded as practical according to the readability assessment, which yielded a level 10 and a student response rate of 97.5%; ViBot is classified as highly effective based in the comprehensiveness of digital literacy indicators, achieving a percentage of 83.75%, which falls within the very good category. Consequently, we can ascertain that ViBot is valid, practical, and effective for imparting digital literacy in the 10th grade

    HUBUNGAN VARIASI AKSES KAMPANYE MEDIA SOSIAL TERHADAP BUDAYA POLITIK GENERASI Z PADA ISU PEMILU 2024

    Get PDF
    Access variation means that the entry point to access on social media is mainly used as a political campaign platform by candidate pairs that can influence the political culture of generation Z including cognitive, affective and evaluative so that it can influence the political choices that will be used in the Election. This study aims to determine the relationship between variations in social media campaign access and the political culture of generation Z on the issue of the 2024 election. The population in this study was all generation Z in Sidoarjo Regency with the Quota Sampling method which took 6 respondents from each sub-district in Sidoarjo so that 108 samples were obtained. The data analysis method used Spearman correlation analysis with prerequisite tests in the form of normality and linearity tests. The results of this study are that there is a positive and significant relationship between variations in access to the political culture of generation Z Sidoarjo with a Spearman correlation value of 0.542 and generation Z data which is classified as sufficient with a percentage of 33%. So it can be concluded that the higher the variation of access, the higher the political culture owned, so the type of political culture owned by generation Z Sidoarjo in its role in accessing social media political campaign issues is also included in a mixed political culture, namely a semi-participatory political culture of the people. In addition, generation Z is quite active in expressing their preferences for candidate pairs through access to social media political campaigns, but they do not involve various issues too much in interfering with political decisions that will be used in the ElectionVariasi akses berarti jalan masuk terhadap aksesnya pada media sosial utamanya digunakan sebagai wadah kampanye politik oleh pasangan calon kandidat yang dapat memengaruhi budaya politik generasi Z meliputi kognitif, afektif dan evaluatif sehingga dapat mempengaruhi pilihan politik yang akan digunakan dalam Pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan variasi akses kampanye media sosial terhadap budaya politik generasi Z pada isu pemilu 2024. Populasi dalam penelitian ini yakni seluruh generasi generasi Z yang ada di Kabupaten Sidoarjo dengan metode Quota Sampling yang mengambil sebanyak 6 responden dari masing-masing kecamatan yang ada di Sidoarjo sehingga diperoleh 108 sampel. Metode analisis data menggunakan analisis korelasi spearman dengan uji prasyarat berupa uji normalitas dan linearitas. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan positif dan signifikan antara variasi akses  terhadap budaya politik generasi Z Sidoarjo dengan Nilai korelasi Spearman 0,542 dan data generasi Z yang tergolong cukup dengan presentase 33%. Sehingga dapat diambil kesimpulan semakin tinggi variasi akses maka semakin tinggi pula budaya politik yang dimilik, maka tipe budaya politik yang dimiliki oleh generazi Z Sidoarjo dalam perannya mekases isu kampanye politik media sosial juga termasuk dalam budaya politik campuran yakni budaya politik partisipan semi budaya politik kaula . Ditambah generasi Z cukup aktif dalam mengekspresikan preferensi mereka kepada para pasangan calon melalui akses kampanye politik media sosial, tetapi mereka tidak terlalu melibatkan berbagai macam isu tersebut dalam mencampuri keputusan politik  yang akan digunakan dalam Pemilu

    Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sampah Pada Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo

    Get PDF
    Pengelolaan sampah melalui bank sampah merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menangani masalah sampah. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis implementasi kebijakan pengelolaan sampah pada Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera di Kabupaten Kulon Progo. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif. Hasil Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sampah pada Bank Sampah Induk Dhuawar Sejahtera bisa dikatakan bahwa standar dalam melayani nasabah sudah cukup baik. Akan tetapi dari implementasi standar penetapan harga dan alur/mekanisme pengelolaan sampah bahwa belum tercapai dengan baik. Sumberdaya keuangan tidak bisa diimplementasikan dengan baik dikarenakan harga jual sampah murah sehingga tidak bisa menutup biaya operasional. Sumberdaya sarpras sudah cukup lengkap dan baik. Sumberdaya manusia secara syarat minimum kompetensi belum bisa tercapai dan ada beberapa yang masih kurang. Pihak organisasi formal maupun informal sama-sama memiliki karakter kolaboratif, terbuka, konsisten dan transparan terhadap masyarakat. Sikap para pelaksana kebijakan selalu bersikap adaptif, konsisten, berkomitmen, dan bertanggung jawab. Komunikasi antarorganisasi dan aktivitas pelaksana berjalan cukup baik dan lancar meskipun ada beberapa kendala. Kebijakan yang dilakukan antara sosial, ekonomi, dan politik sudah cukup baik karena didukung oleh masyarakat. Saran dari penelitian ini adalah Pemerintah perlu melakukan evaluasi terkait bagaimana standar penetapan harga yang ada dan memberikan proteksi secara aturan kepada bank sampah induk untuk menyelamatkan keuangan BSI Dhuawar Sejahtera. Kemudian mengadakan pelatihan untuk menigkatkan kualitas SDM

    35,952

    full texts

    41,952

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Online Electronic Journal Portal Universitas Negeri Surabaya
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇