Online Electronic Journal Portal Universitas Negeri Surabaya
Not a member yet
41952 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Pembelajaran Vokiga Untuk Meningkatkan Kosakata Peserta Didik Disabilitas Rungu
AbstrakPembelajaran kosakata untuk peserta didik disabilitas rungu sangat penting, karena keterbatasan merekadalam mengakses bahasa verbal sering menghambat komunikasi. Penguasaan kosakata membantumeningkatkan literasi, pemahaman, dan partisipasi mereka di lingkungan sosial dan pendidikan. Dalam halini, diperlukan media pembelajaran yang menarik dan sesuai karakteristik mereka. Penelitian ini bertujuanuntuk mengembangkan media pembelajaran Vocabulary Kids Games (VOKIGA) yang layak untukmeningkatkan kosakata siswa disabilitas rungu. Penelitian ini menggunakan metode Research andDevelopment (R&D) dengan model Luther, yang mencakup tahapan konsep, desain, pengumpulan bahan,pembuatan, dan uji coba. Subjek uji kelayakan adalah ahli media, ahli materi, dan siswa kelas 5 disabilitasrungu. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Validasi data menunjukkan skor kelayakan 82,35% dariahli media dan 82,67% dari ahli materi. Media ini terbukti meningkatkan kosakata melalui video isyarat,pelafalan, dan visualisasi gambar yang sesuai untuk pembelajar visual. Implikasi penelitian inimenunjukkan bahwa VOKIGA dapat menjadi media pembelajaran kosakata dan bahasa isyarat di sekolahmaupun rumah, meningkatkan minat belajar siswa melalui pendekatan visual interaktif, mendukungpenguasaan kosakata sesuai kurikulum, serta memperkuat peran guru, orang tua, dan masyarakat dalampembelajaran inklusif.Kata Kunci : media pembelajaran, VOKIGA, kosakata, disabilitas rung
PENGARUH METODE SQ4R (SURVEY, QUESTION, READ, REFLECT, RECITE, RIVIEW) DALAM MENINGKATKAN MEMBACA PEMAHAMAN LITERAL PESERTA DIDIK AUTIS
Keterampilan membaca pemahaman merupakan keterampilan dasar yang penting dikuasai oleh peserta didik autis. Keterampilan membaca pemahaman berperan dalam pengembangan pengetahuan, keberhasilan akademis serta dalam kehidupan sosial. Pemahaman literal mengacu pada kemampuan untuk menangkap makna yang tersurat dalam teks namun seringkali peserta didik autis memahami teks secara harfiah tanpa memperhatikan konteks atau makna implisit. Metode SQ4R (Survey, Question, Read, Reflect, Recite, Riview) menawarkan pendekatan terstruktur dan sistematis untuk membaca pemahaman yang secara signifikan dapat meningkatkan kemampuan pemahaman bacaan dan keterampilan berpikir. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode SQ4R dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman literal pada peserta didik autis. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis pre-eksperimen design dalam bentuk one-group pretest-posttest design dengan menggunakan subjek 6 peserta didik autis yang mengalami permasalahan dalam membaca pemahaman. Teknik pengumpulan data berupa tes tulis dengan teknik analisis data melalui uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan Asymp. Sign (2-tailed adalah 0.027 yang berarti hasil tersebut kurang dari taraf signifikasi α (5%) = 0.05 atau Asymp. Sig (2-tailed) = 0,027 ≤ 0,05 (probabilitas), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode SQ4R dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman literal peserta didik autis. Implikasi dari hasil penelitian yaitu penerapan metode SQ4R tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan membaca pemahaman literal peserta didik autis, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap keterlibatan dan motivasi selama pembelajaran.Kata Kunci: Metode SQ4R, membaca pemahaman literal, auti
SERVANT LEADERSHIP KEPALA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH RAMAH ANAK (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 2 TANGGULANGIN SIDOARJO)
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti Servant Leadership kepala sekolah dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak di SMP Negeri 2 Tanggulangin, Sidoarjo. Penelitian ini penting dilakukan karena kekerasan terhadap anak masih menjadi masalah serius di Indonesia. Sebagai upaya penanggulangan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) merumuskan kebijakan Sekolah Ramah Anak. Kesuksesan implementasi program ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kepemimpinan pendidikan. Pendekatan kepemimpinan yang efektif dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak adalah Servant Leadership. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi dengan narasumber yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, kesiswaan, sarana dan prasarana, koordinator program Sekolah Ramah Anak (SRA), serta guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah SMP Negeri 2 Tanggulangin menerapkan Servant Leadership dengan karakteristik mendengarkan aktif, menunjukkan empati, memberikan dukungan, dan mendorong pertumbuhan profesional guru melalui pelatihan serta pembangunan komunitas. Sekolah telah melaksanakan sebagian besar indikator Sekolah Ramah Anak sesuai dengan kebijakan, meskipun terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Strategi kepala sekolah dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak mencakup fokus pada kebutuhan siswa, pemberdayaan guru dan staf, serta membangun hubungan terbuka dengan orang tua
IMPLEMENTASI GAYA KEPEMIMPINAN LAISSEZ FAIRE DALAM MENUMBUHKAN IKLIM AKADEMIK DI SDN GUNUNGSARI III/531 SURABAYA
AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis penerapan gaya kepemimpinan laissez-faire dandampaknya terhadap iklim akademik di SDN Gunungsari III/531 Surabaya. Denganpendekatan kualitatif dan desain studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi bagaimanagaya kepemimpinan ini memberikan kebebasan kepada bawahan dalam pengambilankeputusan, namun dengan sedikit arahan dari kepala sekolah. Data diperoleh melaluiwawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan kepala sekolah, guru, dan staf sebagaisubjek penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan ini memiliki dampakpositif berupa peningkatan kreativitas dan inisiatif guru dalam pembelajaran. Namun,terdapat dampak negatif seperti kurangnya koordinasi, ketidakkonsistenan implementasikurikulum, dan minimnya arahan kepala sekolah. Kesimpulannya, meskipun gayakepemimpinan laissez-faire mampu mendukung kreativitas, diperlukan perbaikan dalamaspek monitoring, evaluasi, dan komunikasi untuk menciptakan iklim akademik yang lebihkondusif.Kata kunci: Kepemimpinan laissez-faire, iklim akademik, kreativitas, koordinasi,pendidikan dasa
AMBILINGUAL BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JAWA BAGI MASYARAKAT PENDATANG DI KECAMATAN KARANGBINANGUN: KAJIAN SOSIOLINGUISTIKA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masyarakat pendatang yang ambilingual terhadap bahasa Indonesia dan bahasa Jawa di kecamatan Karang Binangun Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan adalah tes inteligensi dan wawancara dengan memberikan lembar pertanyaan berupa soal penerjemahan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Jawa maupun sebaliknya, serta memberikan pertanyaan secara langsung seputar fungsi dan manfaat ambilingualisme. Pengujian subjek melibatkan 10 orang pendatang yang menetap di kecamatan Karang Binangun. Analisis data dilakukan menggunakan perhitungan mean untuk menghasilkan nilai rata-rata antara dua pemahaman berbahasa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat pendatang di kecamatan Karang Binangun berada pada taraf baik dalam memahami dua bahasa, sehingga masyarakat pendatang di kecamatan Karangbinangun belum dapat dikatakan sebagai ambilingualisme pada bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, akan tetapi hasil dari penelitian ini tidak dapat menjadi patokan ambilingual masyarakat pendatang di masa mendatang, sebab dapat meningkat seiring waktu. Penelitian ini menyoroti bahwa pemahaman berbahasa masyarakat dapat dipandang sebagai cerminan dinamika sosial dan budaya yang ada, sehingga penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor tersebut dalam studi linguistik dan pengajarannya. Simpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa memiliki kemampuan ambilingualisme menjadi fungsi dan manfaat tersendiri bagi masyarakat pendatang untuk berinteraksi dan akses informasi sosial demi keberlangsungan bermasyarakat.
Kata Kunci: Ambilingual, Bahasa, Masyarakat.
 
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR TEKS DESKRIPSI PADA SISWA KELAS VII UPT SMP NEGERI 20 GRESIK
Proses pembelajaran yang efektif memerlukan adanya media yang mampu meningkatkan perhatian, konsentrasi, dan keterlibatan siswa. Salah satu media yang banyak digunakan adalah audio visual, karena memiliki kemampuan untuk menyajikan materi secara menarik, realistis, dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi, mengevaluasi keefektifan, dan mengidentifikasi respons siswa dalam menggunakan media audio visual pada pembelajaran teks deskripsi siswa kelas VII di UPT SMP Negeri 20 Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode true experimental design, yaitu model Pre-test and Post-test Based on Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, masing-masing sebagai kelas eksperimen dan kontrol, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes (pre-test dan post-test), serta angket untuk menilai respons siswa terhadap penggunaan media audio visual. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan uji-t untuk menguji perbedaan hasil belajar antara kedua kelas. Analisis observasi yang telah dilakukan menunjukkan minat siswa dalam belajar teks deskripsi meningkat, yang terlihat dari antusias mereka selama pembelajaran. Secara inferensial, penelitian ini menunjukkan penggunaan media audio visual yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Rata-rata nilai post-test pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol, yang mengindikasikan keefektivan media audio visual dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi teks deskripsi. Di samping itu, siswa juga memberikan respons yang positif terhadap penggunaan media ini, dengan mayoritas merasa lebih termotivasi dan terbantu dalam memahami materi.
Kata Kunci: media audio visual, teks deskripsi, hasil belajar, uji-t
The Individuation Process depicted in Matt Haig's The Midnight Library (2020)
Psychological growth becomes an essential need to achieve a better quality of life. The way to achieve wholeness and authenticity is individuation. This research examines the individuation process described by Nora Seed in The Midnight Library (2020). The study uses Carl Jung's concept of individuation by emphasizing the role of the personal unconscious and archetypes. The psychological problem of the protagonist's character is despair. Individuation plays the stages of integration by exploring the unconscious, unmasking the persona, accepting the shadow, and acknowledging the animus. Finally, the findings reveal how Nora Seed's individuation process in The Midnight Library can reveal psychological growth from despair to wholeness and authenticity.
 
The Symbolic Stage of Desire: An Exploration of Lacan's Theory in The Context of We Need To Talk About Kevin
Nowadays, a lot of mental problems arise in an individual, especially a child. This is due to the trauma felt by the individual. The most common case is the disharmonious relationship between parents and children. In fact, the family is one of the first educators or character builders before an individual knows the outside world. Through the discussion of the symbolic system that influences the emergence of desire in the We Need to Talk About Kevin movie chest released in 2011 by Lynne Ramsay, it shows how the symbolic stage influences the mental formation and interaction of individuals with others. By doing a careful reading of the subtitles and analyzing the film, this research aims to prove the influence of the symbolic stage in shaping individual characters. It is evidenced by the formation of a psychopathic personality in the main character due to the harsh treatment of his parents. The influence on his relationship with others is evident in the lack of quality interaction shown by the character. Symbolic stage also affects the character's mental health. It is characterized as manipulative, two-sided, and antisocial or alienated from the outside world. Indicating that it traumatizes the individual.
Keywords: Symbolic, Desire, Relationship, Mental Health, Psychopaths
Pengembangan Website Carrd.Co Sebagai Media Pembelajaran Keterampilan Membaca Pemahaman Bahasa Jerman Siswa SMA Kelas XI
Carrd.Co is a platform for creating websites that does not require complex programming languages and canbe customized to be attractive. Carrd.Co can be used as one of the alternative media for learning German.The background of this research is the low reading ability of students is caused by the lack of variety inlearning media. The formulation of the problem in this study is how the process of developing theCarrd.Co website into a learning medi a for reading comprehension skills of German language high schoolstudents, grade XI. This research aims to find out the process of developing the Carrd.Co website as alearning media for reading comprehension of German language for XI grade high school students. Theresearch method used is Research and Development with Bergman and Moore's development model(1990) which has 6 stages, namely needs analysis, design, production development, incorporation,validation. The results of material validation received a score of 88.5% which was declared very feasible touse. Then the results of media validation get a final score of 89% which means that the Carrd.Co websitemedia is very feasible to use as a German language learning medi
PENGEMBANGAN VIDEO SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PEMBUATAN LOGO MENGGUNAKAN APLIKASI IBIS PAINT UNTUK PESERTA DIDIK SMAN 14 SURABAYA
SMAN 14 Surabaya adalah sekolah yang hanya menerapkan seni rupa di kelas XI. Karena pembelajaran seni rupa yang terbatas, sebelum kelulusan kelas XII diadakan ujian praktek kolaborasi seni musik secara berkelompok dan membutuhkan logo menggunakan Ibis Paint sebagai identitas kelompok. Pembelajaran logo belum pernah diajarkan sebelumnya dan penggunaan video pembelajaran menjadi pilihan yang baik. Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) konsep pengembangan video pembelajaran (2) proses pengembangan video pembelajaran (3) uji coba video pembelajaran (4) respon guru dan peserta didik. Metode penelitian yang digunakan Research and Development dengan model ADDIE. Hasil penelitian, konsep video dengan storyboard dan script, video berseri, durasi 30 - 90 detik, dan video looping. Proses pengembangan video, editing menggunakan CapCut dan melalui validasi oleh ahli materi 92% dan ahli media 94,2%, sehingga dapat dilanjutkan uji coba produk. Uji coba produk dilakukan di XII-8 berjumlah 12 kelompok dengan hasil akhir 93,6%. Angket respon peserta didik terhadap produk memperoleh skor 94,4%. Respon guru dan peserta didik terhadap produk yaitu menarik, unik, variatif, dan mudah dipahami